Category: Beritasatu.com Regional

  • Ritual Buka Mata Naga Meriahkan Cap Go Meh Singkawang, 9 Naga Siap Beraksi

    Ritual Buka Mata Naga Meriahkan Cap Go Meh Singkawang, 9 Naga Siap Beraksi

    Singkawang, Beritasatu.com – Ribuan masyarakat Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menjejali halaman Vihara Tri Dharma Bumiraya untuk menyaksikan ritual buka mata naga sebagai rangkaian perayaan Cap Go Meh, Senin (10/2/2025). Perayaan Cap Go Meh dilakukan pada Rabu (12/2/2025) ini.

    Cap Go Meh adalah puncak perayaan Imlek yang digelar selang dua pekan setelah Imlek. Ritual buka mata naga dilaksanakan pada tanggal 13 penanggalan Imlek.

    Dewan Kehormatan Festival Cap Go Meh Singkawang Tjhai Chui Mie menjelaskan, terdapat sembilan replika naga yang akan beraksi dalam festival Cap Go Meh tahun ini.

    “Prosesi buka mata naga berjalan lancar. Sembilan replika naga ini, dibuat dan dimainkan oleh Santo Yosef Singkawang Grup,” katanya.

    Tjhai Chui Mie menyebutkan, perkumpulan Santo Yosef ini juga beranggotakan warga Singkawang yang telah tinggal di Jakarta. Mereka pulang kampung untuk ikut memeriahkan pagelaran seni budaya ini.

    “Mereka yang di Jakarta datang berkontribusi dalam acara ini. Menyemarakkan dengan membikin sembilan naga ini. Suatu dukungan luar biasa,” ujarnya.

    Menurutnya, festival budaya ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Singkawang. Pasalnya menyedot perhatian warga tak hanya dari Kalbar dan nasional, bahkan negara luar sehingga berdampak pada sektor pariwisata.

    “Tentunya kami ucapkan terima kasih pada semua pihak. Yang telah menyukseskan acara,” katanya.

    Tjhai Chui Mie mengapresiasi rencana kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kota Singkawang untuk mengikuti puncak acara Cap Go Meh pada Rabu ini.

    “Mudah-mudahan bisa datang, kita tunggu kehadiran Mas Gibran datang ke Singkawang,” tandasnya.

    Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, naga yang telah dibuka matanya akan memiliki kekuatan yang lebih besar dalam membawa berkah, harapan dan mengusir energi negatif.

    Setelah prosesi buka mata, sembilan replika naga ini akan mengunjungi beberapa kelenteng di pusat kota dan berakhir di rumah tua keluarga Tjhia.

    Dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh di Singkawang, ada pula pawai lampion keliling kota.

     

  • Balita Perempuan Diduga Dihanyutkan Ibu Kandung di Sungai Way Umpu Lampung

    Balita Perempuan Diduga Dihanyutkan Ibu Kandung di Sungai Way Umpu Lampung

    Way Kanan, Beritasatu.com – Seorang balita perempuan berusia 2 tahun dihanyutkan oleh ibu kandungnya di Sungai Way Umpu, Way Kanan, Lampung.

    Hingga hari kelima pencarian oleh tim SAR gabungan, balita tersebut belum ditemukan. Dari hasil penyelidikan polisi, balita tersebut diduga sengaja dihanyutkan oleh ibu kandungnya sendiri.

    Seorang bayi berusia dua tahun hanyut saat sedang menemani ibunya mencuci di Sungai Umpu, Desa Menanga Siamang, Kecamatan Banjit, Way Kanan, Lampung. Korban berinisial NL.

    Peristiwa hanyutnya balita 2 tahun tersebut terjadi pada Kamis (6/2/2025). Saat kejadian, korban ikut dengan ibunya mencuci baju di Sungai Umpu. Lalu, ibu korban tidak menyadari bahwa anaknya sudah hilang dan diduga jatuh ke sungai dan terbawa arus sungai.

    Mengetahui putrinya terjatuh ke sungai, ibu korban kemudian pulang ke rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada ayah korban dan aparat desa setempat.

    Aparat desa bersama warga dan pihak keluarga melaksanakan pencarian secara mandiri hingga Sabtu (8/2/2025), tetapi tidak membuahkan hasil. Aparat desa kemudian melaporkan hanyutnya korban ke kantor Basarnas Lampung.

    Basarnas Lampung bersama tim SAR gabungan yang tiba di lokasi kejadian langsung melaksanakan operasi SAR untuk menemukan korban. Tim SAR gabungan melakukan pencarian balita yang dihanyutkan di Lampung hingga radius 3 km menuju hilir dari lokasi kejadian.

    Empat hari setelah kejadian, polisi melakukan penyelidikan kasus hanyutnya balita tersebut. Polisi menilai terdapat sejumlah kejanggalan dari peristiwa hanyutnya korban. Keterangan ibu korban berinisial S selalu berubah ketika ditanya kronologi hanyutnya balita itu.

    Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Polsek Banjit, korban diduga sengaja dihanyutkan oleh ibu kandungnya sendiri. Dari keterangan warga setempat, ibu kandung korban mengalami gangguan kejiwaan sejak beberapa tahun terakhir.

    Kapolsek Banjit Iptu Mukhtiar membenarkan peristiwa tersebut. Mukhtiar mengatakan, ibu korban berinisial S melaporkan kehilangan anaknya saat sedang bermain di rumah.

    Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, keterangan saksi dan kepala kampung mengungkapkan adanya indikasi gangguan jiwa yang dialami oleh ibu tersebut.

    “Ibu korban diduga mengalami gangguan kejiwaan yang juga dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala kampung,” kata Mukhtiar, Selasa (11/2/2025).

    Dikatakan, saat ini ibu korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi kejiwaannya.

    Hingga Selasa (11/2/2025), tim SAR gabungan bersama warga masih melakukan pencarian balita yang dihanyutkan di Lampung dengan menyisir aliran Sungai Way Umpu.
     

  • Truk Muatan Kayu Terguling di Pelabuhan Bakauheni, Kernet Tewas

    Truk Muatan Kayu Terguling di Pelabuhan Bakauheni, Kernet Tewas

    Lampung Selatan, Beritasatu.com – Akibat mengalami rem blong, truk muatan kayu hilang kendali hingga menabrak beton pembatas dan pohon besar dan terguling di Dermaga 3, Pelabuhan Bakauheni, Lampung Sepatan. Sopir truk Hanya mengalami luka ringan, sedangkan kernet truk tewas dengan kondisi mengenaskan karena terjepit kabin truk.

    Truk bernomor polisi BE 8974 AW itu hilang kendali di pintu masuk Pelabuhan Bakaheni, Lampung Selatan, Selasa (11/2/2025).

    Dalam video amatir dari ponsel warga memperlihatkan sejumlah petugas pelabuhan bersama polisi dan warga berupaya mengevakuasi tubuh kernet yang terjepit kabin truk.

    Terlihat tubuh kernet bernama Haikal (20) dalam kondisi kritis akibat mengalami luka serius. Warga Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur tersebut meninggal dunia saat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan. Sopir truk berhasil selamat dan hanya mengalami luka ringan.

    Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum truk hilang kendali, truk bermuatan kayu ini sempat berhenti di tepi jalan pintu keluar Tol Bakauheni untuk menunggu antrean pembelian tiket kapal.

    Saat sopir menghidupkan mesin dan mulai menjalankan kendaraan, truk tersebut tiba-tiba melaju kencang tidak terkendali hingga menabrak beton pembatas dan pohon besar. Truk mengalami ringsek parah di bagian depan.

    Damiri (56), sopir truk mengatakan, truk tersebut mengangkut kayu dari Ogan Lima, Kabupaten Lampung Utara menuju Pulau Jawa.

    “Bawa kayu dari Ogan Lima. Rem blong. Keponakan (kernet) saya korbannya. Sudah dibawa ke rumah sakit tetapi meninggal dunia,” kata Damiri di lokasi kejadian.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Selatan AKP Raden Manggala mengatakan, insiden kecelakaan tunggal tersebut bermula saat truk yang dikendarai Damiri melaju kencang dari arah Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar menuju ke arah Pelabuhan Bakauheni.

    “Saat sampai di kilometer 1, kendaraan tersebut diduga mengalami rem blong sehingga sopir tidak mampu mengendalikan kendaraan hingga menabrak pembatas dan terus melaju ke area parkiran dermaga 3. Kemudian menabrak beton pembatas dan pohon besar yang ada di sekitar lokasi,” kata Manggala terkait

  • Malaysia Deportasi 25 Pekerja Migran Indonesia, 1 Orang Sakit Butuh Perawatan Medis

    Malaysia Deportasi 25 Pekerja Migran Indonesia, 1 Orang Sakit Butuh Perawatan Medis

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Sebanyak 25 pekerja migran Indonesia (PMI) dideportasi otoritas Malaysia melalui Pelabuhan Dumai, Riau, pada Senin (10/2/2025). Dari jumlah tersebut, satu orang dalam kondisi sakit dan membutuhkan perawatan intensif.

    Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI Riau) Fanny Wahyu menyatakan, pihaknya telah memfasilitasi pemulangan para PMI ke daerah asal masing-masing.

    “Kami BP3MI Riau baru saja memfasilitasi pemulangan 25 PMI yang dideportasi dari Malaysia. Dalam minggu ini, total ada 63 PMI yang dipulangkan, termasuk 38 orang tambahan pada Sabtu mendatang,” ujar Fanny Wahyu.

    Sebanyak 25 pekerja migran Indonesia yang dideportasi Malaysia itu terdiri dari, 19 laki-laki dan enam perempuan, yang berasal dari berbagai daerah. Mereka berasal dari Aceh satu orang, Sumatera Utara tiga, Sumatera Barat dua,  Sumatera Selatan dua, Lampung dua, Jawa Barat tiga, Jawa Tengah tiga, Jawa Timur lima, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) empat.

    Menurut Fanny Wahyu, para PMI ini dideportasi setelah menjalani hukuman selama sekitar lima bulan di Malaysia. Penyebab utama deportasi adalah pelanggaran dokumen, seperti dokumen kosong, tidak lengkap, atau overstay.

    Setibanya di Pelabuhan Dumai, seluruh PMI langsung dibawa ke shelter BP3MI Riau untuk pendataan dan persiapan pemulangan ke daerah asal masing-masing. Namun, dari 25 orang tersebut, satu orang dalam kondisi sakit dan membutuhkan perawatan lebih lanjut.

    “Setelah asesmen di shelter P4MI Dumai, ditemukan satu orang yang perlu penanganan serius. Sesuai identitas, ia berasal dari Jawa Tengah, tetapi keluarganya di NTB. Kami sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk pemulangan,” jelas Fanny Wahyu.

    BP3MI Riau memastikan seluruh pekerja migran Indonesia yang dideportasi Malaysia akan mendapatkan pendampingan dan fasilitas pemulangan yang layak, sesuai prosedur yang berlaku.

  • Istri Polisi di Jambi Tipu 32 Orang dengan Skema Ponzi, Kerugian Capai Rp 4,8 Miliar

    Istri Polisi di Jambi Tipu 32 Orang dengan Skema Ponzi, Kerugian Capai Rp 4,8 Miliar

    Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengaku miris atas kasus penipuan skema ponzi yang dilakukan Wike Widiati (26), istri seorang polisi di Jambi. Ia menegaskan suami pelaku juga harus diperiksa untuk memastikan apakah ia turut terlibat dalam tindak pidana tersebut.

    “Saya mengapresiasi Polda Jambi yang berhasil mengungkap kasus ini. Namun, saya juga meminta Propam Polda Jambi turun tangan untuk mengecek keterlibatan suami pelaku. Jarang sekali suami tidak mengetahui aktivitas istrinya. Apalagi ini melibatkan uang miliaran rupiah,” ujar Sahroni, Selasa (11/2/2025).

    Sahroni juga menyoroti pentingnya memastikan tidak ada penyalahgunaan jabatan Polri dalam kasus ini agar citra kepolisian tetap terjaga di mata masyarakat. 

    “Jangan sampai nama Polri digunakan dalam skema ini dan merusak kepercayaan publik. Makanya, harus diperiksa secara menyeluruh,” tambahnya.

    WW ditetapkan sebagai tersangka penipuan skema ponzi dengan modus gesek tunai (gestun) fiktif di toko online sejak September 2024.

    Menurut Direktur Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi Kombes Pol Manang Soebeti, skema ini melibatkan 32 korban dengan kerugian mencapai Rp 4,8 miliar.

    “Tersangka menawarkan jasa gestun melalui toko online fiktif. Member diminta membeli barang yang sebenarnya tidak ada, lalu dijanjikan keuntungan 30% setelah 13 hari,” ungkap Kombes Pol Manang terkait kasus istri polisi di Jambi menipu 32 orang dengan skema ponzi.

    Skema ini menjanjikan cashback besar untuk menarik lebih banyak korban. Sebagai contoh, jika member checkout perhiasan emas seharga Rp 10 juta, mereka dijanjikan cashback Rp 3 juta.

    Dana yang cair ke toko dipotong 15%, dan sisanya diserahkan ke pelaku. Uang yang digunakan untuk cashback berasal dari member baru sehingga sistem ini menggunakan skema ponzi.

    Seiring bertambahnya korban, WW meminta dana talangan dengan janji bunga hingga 47%. Namun, saat skema ini runtuh, member di bawah tidak menerima pembayaran karena dana telah digunakan untuk membayar cashback member sebelumnya.

    Sahroni menegaskan penegakan hukum harus berjalan objektif, tanpa konflik kepentingan. Hal itu trekait dugaan perlakuan istimewa yang nantinya didapatkan pelaku, yang merupakan istri polisi.

    “Polisi harus tegas dan objektif. Bahkan, saya sarankan korban menggugat perdata agar uang mereka bisa kembali,” tegasnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap skema investasi mencurigakan yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal. “Kalau iming-imingnya terlalu tinggi, hampir pasti itu penipuan,” pungkas Sahroni terkait kasus istri polisi di Jambi menipu 32 orang dengan skema ponzi.

  • Kasus ASN Siram Air Panas kepada Anak Tiri di Sumut Berakhir Damai

    Kasus ASN Siram Air Panas kepada Anak Tiri di Sumut Berakhir Damai

    Medan, Beritasatu.com – Kasus penyiraman air panas terhadap anak tiri berusia 10 tahun yang diduga dilakukan pada FDH (33) seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Pemprov Sumatera Utara (Sumut) berujung perdamaian.

    Hal itu terlihat dalam video yang diunggah oleh ayah korban Dede Siregar dalam unggahan di media sosial miliknya, Selasa (11/2/2025).

    Dede Siregar mengklarifikasi melalui unggahan tersebut yang memperlihatkan anaknya dalam kondisi luka akibat disiram oleh ibu tirinya FDH di Facebook miliknya.

    “Dengan ini saya memaafkan mantan istri saya atas perbuatannya, dan sebelumnya telah dilakukan mediasi antara saya dan mantan istri saya. Keputusan ini tidak ada paksaan dan tekanan dari pihak mana pun,” jelas ayah korban, Dede Siregar, Selasa (11/2/2025).

    Dede Siregar meminta maaf kepada seluruh pihak yang telah dilibatkan dalam persoalan dugaan penyiraman air panas yang dilakukan ASN kepada anak tirinya itu.

    “Saya memohon maaf karena telah melibatkan keluarga besar dan seluruh postingan yang saya muat telah saya hapus. Apabila ada oknum yang menyebar gambar dari postingan saya bukan tanggung jawab saya,” ucap Dede Siregar soal ASN siram air panas pada anak tiri di Sumut.

  • Sanksi Menanti, ASN Pelaku Kekerasan terhadap Anak Tiri Dipanggil Dinas P3AKB Sumut

    Sanksi Menanti, ASN Pelaku Kekerasan terhadap Anak Tiri Dipanggil Dinas P3AKB Sumut

    Medan, Beritasatu.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumatera Utara (Sumut) melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap FDS (33) seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga melakukan kekerasan terhadap anak tirinya yang berusia 10 tahun.

    Kepala Dinas P3AKB Sumut Sri Suriyani Purnamasari mengungkapkan, pihaknya telah memanggil dan memeriksa pelaku kekerasan tersebut.

    “Kami sudah melakukan pemeriksaan, namun hasilnya belum bisa kami publikasikan,” kata Suriyani kepada wartawan, Selasa (11/2/2025).

    Selain itu, Dinas P3AKB Sumut berencana memanggil suami pelaku yang merupakan ayah kandung dari korban untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

    “Kami akan memanggil suami pelaku karena kami tidak bisa mendapatkan keterangan hanya dari satu pihak. Surat pemanggilan sudah saya tanda tangani,” ujarnya lagi.

    Sementara itu, pemeriksaan terhadap korban yang masih berada di luar kota, masih ditunda.

    “Korban masih berada di Siantar, jadi kami belum sempat ke sana untuk melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (Bapeg) Sumut Aprilla Siregar menyatakan, sanksi akan diberikan kepada ASN tersebut. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kasus penganiayaan yang melibatkan FDS terhadap anak tirinya.

    “Hingga saat ini kami belum menerima laporan, tetapi tentu ada tindakan atau sanksi tegas yang akan diberikan kepada yang bersangkutan,” ucapnya.

    Aprilla menjelaskan proses pembinaan terhadap ASN tersebut akan dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan, dalam hal ini Dinas P3AKB Sumut.

    “Pembinaan harus dilakukan di OPD terlebih dahulu, yakni Dinas P3AKB yang dipimpin oleh Ibu Sri sebagai kepala dinas,” jelasnya.

    Setelah proses pembinaan di OPD, kasus ini akan diteruskan ke Inspektorat dan akhirnya ke Bapeg Sumut. Jika terbukti ada pelanggaran yang serius, termasuk kekerasan, ASN tersebut akan dikenakan sanksi berat.

    “Proses pembinaannya berjenjang, dimulai dari OPD, lalu ke Inspektorat, dan kemudian ke Bapeg Sumut. Jika terbukti ada kekerasan yang melanggar, sanksi berat akan diberikan,” tutup Aprilla terkait pegawai ASN yang diduga menganiaya anak tirinya.

  • Korban Tewas dalam Kecelakaan Kapal Cepat di Bulungan Bertambah Jadi 4 Orang

    Korban Tewas dalam Kecelakaan Kapal Cepat di Bulungan Bertambah Jadi 4 Orang

    Bulungan, Beritasatu.com – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan kapal cepat yang mengangkut rombongan keluarga pengantin di perairan Tamangga, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, terus bertambah. Hingga Selasa (11/2/2025), empat orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.

    Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban, seorang wanita yang diduga bernama Andi Herawati, tak jauh dari lokasi kejadian. Jenazahnya langsung dievakuasi ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Puluhan korban selamat saat ini ditampung di Gedung Dinas Sosial Kabupaten Bulungan. Banyak di antara mereka masih mengalami shock dan trauma akibat insiden tragis tersebut.

    Salah satu korban selamat dari kecelakaan kapal cepat di Bulungan itu, Andi Rusmini (53), menjelaskan rombongan keluarga pengantin berangkat dari Kampung Tias setelah menghadiri acara pernikahan. Mereka menumpang dua kapal cepat, yakni Iqbal Express dan Iksa Express, dengan total sekitar 60 penumpang.

    Dalam perjalanan pulang menuju Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kapal Iksa Express tiba-tiba terbalik setelah tersangkut batang kayu, menyebabkan seluruh penumpang terjatuh ke perairan.

    Rusmini mengungkapkan mayoritas penumpang tidak menggunakan jaket pelampung meskipun tersedia di kapal. Saat kapal terbalik, mereka langsung terseret arus deras.

    “Biasanya kami memang tidak memakai pelampung. Ada pelampung di dekatku, tapi tidak sempat memakainya. Ini musibah yang tidak kami duga,” ujarnya dengan nada pilu.

    Mayoritas korban selamat berasal dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Mereka masih merasa waswas karena beberapa anggota keluarga mereka belum ditemukan.

    “Ipar saya meninggal, keponakan saya belum ditemukan. Kami hanya berharap semua korban segera ditemukan agar bisa dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halaman,” ucap Rusmini dengan suara bergetar.

    Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan kapal cepat di Bulungan yang hilang, sementara pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan perlengkapan keselamatan saat bepergian dengan kapal cepat.

  • Kebakaran Rumah di Pekanbaru, 1 Penghuni Tewas Terpanggang

    Kebakaran Rumah di Pekanbaru, 1 Penghuni Tewas Terpanggang

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Satu orang tewas dalam musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Pontianak, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (10/2/2025).

    Korban meninggal bernama Desprianto (42), tewas akibat terjebak di dalam rumah. Satu penghuni lainnya, Upik Rustam (60) berhasil selamat.

    Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafnil mengatakan, saat ini jasad korban telah dievakuasi oleh petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

    “Korban yang meninggal adalah pemilik rumah, tetapi dia mengalami gangguan jiwa. Ada masyarakat yang mau menolong, tetapi api sudah membesar dan pintu terkunci dari dalam,” kata Syafnil.

    Untuk memadamkan api, lima unit mobil pemadam kebakaran dari pemerintah Kota Pekanbaru di kerahkan ke lokasi kejadian. “Api bisa dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB. Saat tim Inafis masuk melakukan olah TKP ditemukan satu korban meninggal dunia,” ungkapnya.

    Saat ini tim Inafis dari Polresta Pekanbaru bersama anggota Polsek Bukit Raya telah mengevakuasi jasad korban dari lokasi kejadian dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau. Penyebab kebakaran yang menimbulkan korban jiwa ini masih dalam penyelidikan.

    “Api bersumber dari dapur, tetapi untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan,” pungkasnya terkait kebakaran di Pekanbaru.

     

  • Jumlah Pasien Keracunan Massal di Sleman Capai 160 Orang, Dinkes: Masuk Kategori KLB

    Jumlah Pasien Keracunan Massal di Sleman Capai 160 Orang, Dinkes: Masuk Kategori KLB

    Sleman, Beritasatu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyebut keracunan massal yang terjadi saat hajatan pernikahan di Dusun Krasakan, Desa Lumbungrejo, Kecamatan Tempel, Sleman, DI Yogyakarta, masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB).

    Namun, penetapan status KLB akibat keracunan massal itu secara resmi masih menunggu surat keputusan dari bupati Sleman.

    Hingga Senin (10/2/2025) sore, jumlah korban keracunan makanan terus bertambah hingga mencapai 160 orang. Dari jumlah tersebut, 39 orang harus menjalani perawatan inap di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan akibat mengalami gejala cukup parah, seperti diare, mual, nyeri otot, dan panas tidak turun.

    “Update-nya 160 orang, yang opname 39. Observasi sudah mulai berkurang, tinggal puluhan beberapa sudah pulang,” kata Kepala Puskesmas Tempel 1 Sleman Diana Kusumawati.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sleman Dini Melani menyatakan, pihaknya telah bersurat ke bupati Sleman untuk menetapkan status KLB.

    Jika status ini resmi diterapkan, maka penjaminan kesehatan bagi para korban dapat dilakukan melalui Jaring Pengaman Sosial. Dengan demikian, biaya perawatan pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap, bisa diklaim ke Dinkes Sleman atau Pemkab Sleman.

    “Apabila ada kejadian luar biasa yang sudah dinyatakan oleh bupati sebagai penguasa wilayah, itu penjaminan kesehatan melalui JPS Kesehatan yang ada di dinas sosial,” ujar Dini Melani.

    Salah satu korban, Zulfa, yang menjalani perawatan di posko kesehatan mengungkapkan, dia mulai merasa mual dan lemas pada Minggu (9/2/2025) dini hari setelah mengonsumsi makanan di acara pernikahan pada Sabtu (8/2/2025).

    “Makan siomai sama satai, yang dirasakan sakit perut,” ujar Zulfa.

    Sebelumnya warga yang mengalami gejala keracunan menghadiri hajatan pernikahan di Dusun Krasakan pada Sabtu siang. Mereka menyantap hidangan yang disajikan. Pada Minggu dini hari hingga siang, banyak warga mulai merasakan gejala demam, mual, pusing, dan diare.

    Dinkes Sleman masih melakukan investigasi untuk mengidentifikasi penyebab pasti keracunan massal ini. Sampel makanan yang dikonsumsi oleh para korban telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.