Category: Beritasatu.com Regional

  • Viral Tagar Kabur Aja Dulu, Sekjen Kemenaker Ungkap Pandangan Mengejutkan

    Viral Tagar Kabur Aja Dulu, Sekjen Kemenaker Ungkap Pandangan Mengejutkan

    Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Anwar Sanusi memberikan tanggapan mengenai viralnya tagar #KaburAjaDulu yang banyak dibicarakan di media sosial. Menurut Anwar, pihaknya melihat tagar ini dari perspektif positif, terutama dalam konteks merantau yang masih relevan di zaman sekarang.

    “Dahulu yang dikenal orang biasanya adalah merantau. Saya yakin kita memiliki pengalaman panjang terkait hal ini,” ujar Anwar Sanusi dalam program Beritasatu Sore, Jumat (21/2/2025).

    Anwar menjelaskan, kebiasaan merantau banyak dilakukan oleh masyarakat yang berasal dari daerah untuk mencari peruntungan yang lebih baik. Mereka memilih untuk meninggalkan kampung halaman, bekerja di kota besar, atau bahkan menjadi pekerja migran di luar negeri.

    Meskipun demikian, ia mengakui  kemunculan tagar #KaburAjaDulu mencerminkan pendapat masyarakat yang perlu diperhatikan oleh para pemangku kepentingan.

    “Kami sebagai pelaksana kebijakan publik harus benar-benar menyerap aspirasi tersebut. Kita perlu mendalami alasan di balik munculnya tagar ini. Ini bisa menjadi bahan perenungan bagi kita untuk bekerja lebih baik,” jelasnya.

    Anwar juga menyampaikan pentingnya perbaikan dalam pengelolaan urusan ketenagakerjaan. Menurutnya, sektor tenaga kerja adalah sebuah ekosistem yang saling terkait, di mana seseorang bekerja untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

    Untuk itu, lanjut dia, setiap orang perlu memiliki modal yang cukup, salah satunya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

    “Dalam hal keterampilan, pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi sangat penting. Dengan sertifikasi, seseorang dapat menunjukkan keahlian di bidang tertentu, yang akan menjadi pertimbangan bagi calon pemberi kerja,” tandas Anwar yang menanggapi viralnya tagar #KaburAjaDulu.

  • Malaysia Deportasi 68 PMI Ilegal Melalui Pelabuhan Dumai

    Malaysia Deportasi 68 PMI Ilegal Melalui Pelabuhan Dumai

    Dumai, Beritasatu.com – Sebanyak 68 pekerja migran Indonesia (PMI) yang terkendala perizinan dan dokumen dideportasi dari Malaysia, Sabtu (22/2/2025). PMI ilegal itu dipulangkan menggunakan kapal Indomal Kingdom menuju pelabuhan internasional Dumai.

    Kepala Balai Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau Fanny Wahyu Kurniawan mengatakan, PMI ilegal yang dipulangkan telah menjalani proses hukum di Depot Tahanan Imigresen (DTI) Kemayan, Pahang, Malaysia.

    “Dari 68 PMI ilegal yang dipulangkan, 17 di antaranya adalah perempuan. Mereka dipulangkan karena terkendala dokumen dan telah menjalani hukuman di Malaysia,” kata Fanny, Minggu (23/2/2025).

    PMI terbanyak yang dideportasi berasal dari Nusa Tenggara Barat ada 17 orang, disusul Jawa Timur 11 orang, Aceh 10 orang, Sumatera Utara delapan orang, Lampung dua orang, dan Jambi tiga orang. Kemudian, Sumatera Barat, NTT, Jawa Tengah dan Jawa Barat, masing-masing dua orang.

    Selanjutnya dari Riau, Kepulauan Riau, dan Sulawesi, masing-masing tiga orang. “Sebagian dari mereka sudah ada yang dipulangkan ke daerah asal dan sebagian lagi masih menunggu keberangkatan di shelter P4MI Dumai,” pungkasnya.

    Sejauh ini, terang Fanny, BP3MI telah menerima 359 PMI ilegal yang dideportasi dari Malaysia sejak Januari 2025 lalu.

    Salah seorang PMI ilegal asal Madura, Jawa Timur, Solihin, mengaku mengalami penyiksaan selama ditahan di Depot Tahanan Imigresen Kemayan, Pahang, Malaysia. Dia berangkat ke Malaysia pada 2022 lalu.

    “Pengalaman saya dipenjara, perlakuan petugas Depot sangat tidak manusiawi sekali. Saya selalu korban dari sana, saya cuma melakukan kesalahan kecil. Saat itu disuruh mundur, saya malah maju. Saya dipukul seperti melakukan kesalahan besar. Saya dianiaya sampai kepala terbentur besi, kepala dan kaki ditendang, teman-teman saya juga menjadi korban di sana. Sampai sekarang rasa sakit itu masih ada,” tutur Solihin.

    Waktu berangkat ke Malaysia pada 2022 lalu, Solihin menempuh jalur resmi (legal). Dia akhirnya ditangkap karena terlambat mengurus permit. “Waktu saya sudah buat permit tetapi duit saya habis kena tipu oleh agen yang membuatkan permit itu. Saya akhirnya dipenjara tiga setengah bulan,” ungkapnya.

    Effendi, PMI asal Lombok mengatakan, sebelum dideportasi, dia dan sejumlah temannya ditahan di Depot Kemayan. Dia masuk ke Malaysia secara ilegal melalui Batam pada 2019. Dia bekerja sebagai buruh perkebunan sawit.

    “Yang bawa dari Lombok ke Batam adalah tekong. Bayar Rp 14 juta per orang, sekali pergi 20 orang. Dari Batam naik speed boat berangkat malam dan sampai di Johor, saya dibawa untuk bekerja di Pahang. Selama bekerja di sana saya digaji RM 3.000 satu bulan,” kata Effendi.

    Berbeda dengan Efendi dan Solihin, Fatimah, seorang ibu rumah tangga asal Lombok ini mengaku ditipu tekong asal Malaysia sebesar Rp 10 juta. Saat itu dia dijanjikan berangkat melalui Medan, Sumatera Utara dengan segala kelengkapannya.

    “Setelah kita di Medan satu bulan lebih tak ada apa-apa. Saya ditipu tekong, jadi saya putuskan lewat jalur belakang (ilegal). Saya pertamanya transfer Rp 10 juta, janjinya nanti dia mencarikan kerja di Malaysia potong gaji tiga bulan. Ternyata dia menipu saya, dia mengambil uang saya 1.300 ringgit dan tak dikembalikan,” kata Fatimah.

    Dijelaskan, masih banyak PMI ilegal yang terkatung-katung di Depot Kemayan Malaysia, walaupun masa tahannya telah habis. Para tahanan ini terkendala uang ongkos untuk pulang ke Indonesia.

    “Di Malaysia kalau tak ada uang kita sendiri tak bisa pulang, makanya kasihan kita yang punya kawan yang sudah lama di sana tak ada penanggung jawab, kasihan, tolonglah,” harapnya.

    “Saat masa tahanan habis mereka menunggu di tahanan Depot Kemayan sampai ada uang. Makanya pemerintah kita ada pemulangan gratis atau tak ada? Apakah kita harus pakai uang sendiri untuk pulang? Ada yang sampai empat bulan hingga lima bulan sudah selesai dari tahanan, dia menunggu pulang karena tak ada uang,” ungkapnya.

    Berdasarkan pengalamannya, waktu bekerja di Arab Saudi berbeda jauh dengan Malaysia. Seluruh PMI legal maupun ilegal di Arab Saudi itu dipulangkan secara gratis tanpa diminta biaya pemulangan.

    Dia berharap pemerintah dapat memfasilitasi kepulangan PMI ilegal yang terkendala dengan keuangan tersebut. “Kita minta pemerintah biar dipulangkan yang masih di sana walaupun tak ada biaya,” pungkasnya.

     

  • Antisipasi Oknum TNI Resahkan Warga, Denpom XVII/1 Nabire Razia Tempat Hiburan Malam

    Antisipasi Oknum TNI Resahkan Warga, Denpom XVII/1 Nabire Razia Tempat Hiburan Malam

    Nabire, Beritasatu.com – Denpom XVII/1 Nabire melaksanakan razia tempat hiburan malam dalam rangka Operasi Gaktib dan Yustisi “Waspada Wira Panah”  2025 di sejumlah lokasi yang berada di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Razia dipimpin langsung oleh Dandenpom XVII/1 Nabire Mayor CPM Reza Ramdhani.

    Adapun tujuan dari razia di tempat hiburan malam ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya oknum TNI yang meresahkan masyarakat seperti melakukan penganiayaan, perampokan, dan tindak pidana lain akibat dari mengonsumsi minuman keras.

    Razia tersebut dilakukan dengan mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan persuasif sehingga akan muncul kesadaran bagi prajurit TNI menaati peraturan yang berlaku.

    Melalui razia tempat hiburan malam ini, diharapkan disiplin dan ketertiban anggota TNI di wilayah hukum Denpom XVII/1 Nabire semakin meningkat. Penegakan disiplin, hukum, dan tata tertib ini menjadi sangat penting karena TNI memiliki tugas utama sebagai garda terdepan pertahanan bangsa.

    Razia tempat hiburan malam ini akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan sebagai bentuk komitmen Denpom XVII/1 Nabire dalam menegakkan disiplin dan tata tertib di lingkungan TNI AD.

  • Toko Helm di Kupang Disegel Orang Tak Dikenal, Polisi Tidak Bisa Berbuat Apa-apa

    Toko Helm di Kupang Disegel Orang Tak Dikenal, Polisi Tidak Bisa Berbuat Apa-apa

    Kupang, Beritasatu.com – Sebuah toko helm di Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, disegel oleh sekelompok orang tak dikenal.

    Pemilik toko, Benyamin, mengaku tidak hanya kehilangan mata pencarian, tetapi juga mendapat ancaman dari orang tidak dikenal. Bahkan, akibat kejadian tersebut, anaknya mengalami trauma dan takut untuk kembali ke sekolah.

    Menurut kesaksian Benyamin, sekitar 15 orang pria berbadan kekar datang ke tokonya dengan membawa peralatan. Mereka langsung memasang tiang dan memagari halaman depan toko dengan seng bekas, menyisakan celah kecil sebagai pintu masuk dan keluar.

    “Saya sempat menegur mereka, tetapi mereka malah mengancam saya. Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain melapor ke polisi,” ujar Benyamin, saat ditemui, Sabtu (22/2/2025).

    Namun, kedatangan dua polisi yang dipanggil ke lokasi tidak membuahkan hasil. Mereka tidak bisa menghentikan aksi penyegelan tersebut. Hingga saat ini, toko helm milik Benyamin masih tertutup rapat, dan aktivitas usaha terhenti.

    Benyamin mengungkapkan, tanah tempat tokonya berdiri pernah menjadi bagian dari perkara sengketa pada 1986. Namun, berdasarkan putusan saat itu, tanah tersebut dinyatakan berada di luar area sengketa. Ia juga menegaskan bahwa dirinya memiliki sertifikat hak milik yang sah atas lahan tersebut.

    “Saya tidak mengerti kenapa mereka tiba-tiba mengeklaim tanah ini. Kalau memang ada yang merasa memiliki hak, sebaiknya tunjukkan bukti ke kepolisian, bukan malah melakukan tindakan premanisme seperti ini,” tegasnya.

    Lebih dari itu, peristiwa ini berdampak pada kondisi psikologis anaknya yang masih sekolah. Sejak kejadian tersebut, sang anak mengalami trauma dan menolak pergi ke sekolah.

    “Saya hanya ingin keadilan ditegakkan. Saya berharap polisi bisa menyelesaikan kasus ini secepatnya agar saya bisa kembali berjualan dan anak saya bisa menjalani kehidupan normal,” harap Benyamin.

    Kasus ini telah dilaporkan ke Polda NTT, tetapi hingga berita ini diturunkan, toko helm tersebut masih tersegel. Pihak kepolisian diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan masalah ini dan mencegah tindakan serupa terjadi di kemudian hari.

  • Kajati NTT Soroti Kualitas Bangunan 2.100 Unit Rumah Eks Pejuang Timtim

    Kajati NTT Soroti Kualitas Bangunan 2.100 Unit Rumah Eks Pejuang Timtim

    Kupang, Beritasatu.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT) Zet Tadung Allo menginspeksi langsung ke lokasi pembangunan 2.100 unit rumah khusus bagi para pejuang eks Timor Timur (Timtim) di Desa Oebola Dalam, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan proyek serta memastikan kualitas pembangunan sesuai standar yang ditetapkan.

    Dalam kunjungan tersebut, Kajati NTT didampingi oleh sejumlah pejabat Kejati NTT, termasuk Asisten Intelijen Bambang Dwi Murcolono, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Jaja Raharja, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang Muhammad Ilham. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kejaksaan dalam mengawal proyek strategis ini agar berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.

    Pembangunan rumah khusus ini merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan dengan teknologi rumah tahan gempa (RTG) tipe Risha 36. Setiap unit rumah dibangun di atas lahan kavling seluas 150 meter persegi dengan pendanaan dari APBN Tahun Anggaran 2022 dan 2023. 

    Selain pembangunan rumah, Direktorat Jenderal Perumahan juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk penyediaan infrastruktur pendukung seperti jaringan air bersih, sanitasi, serta fasilitas umum dan sosial.

    Pembangunan paket 1 (727 unit) proyek pembangunan rumah eks pejuang Timor Timur ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 141,97 miliar. Progres fisik mencapai 99,69%, tetapi terdapat perbaikan akibat penurunan tanah. Kontrak diperpanjang hingga 31 Maret 2025 dengan denda keterlambatan.

    Sementara paket 2 (687 unit) dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 136,94 miliar dan target penyelesaian pada 19 Februari 2025. Paket 3 (686 unit) dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 143,83 miliar. Progres fisik 98,95%, dengan perpanjangan kontrak hingga 31 Maret 2025 karena adanya perbaikan akibat penurunan tanah.

    Konsultan Manajemen Konstruksi ditangani oleh PT Yodya Karya (Persero) bersama KSO PT Hegar Daya.

    Kajati NTT Zet Tadung Allo menyoroti sejumlah temuan di lapangan, terutama terkait kondisi bangunan yang sudah mengalami keretakan meski belum diserahterimakan.

    “Saya melihat langsung adanya bangunan yang sudah retak, padahal seharusnya masih dalam kondisi prima sebelum diserahkan kepada masyarakat. Ini mengindikasikan kemungkinan ketidaksesuaian mutu pekerjaan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan,” paparnya.

    Zet juga menegaskan, jika ada praktik subkontrak yang berpotensi menurunkan kualitas, maka perlu pengawasan lebih ketat. Pemborosan anggaran memang belum tentu korupsi, paparnya, tetapi jika ada indikasi pengurangan kualitas pekerjaan, maka itu bisa menjadi dugaan tindak pidana korupsi.

    Kajati NTT menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan perbaikan dilakukan sebelum rumah-rumah untuk eks pejuang Timor Timur ini diserahkan kepada penerima manfaat.

    Zet juga tidak akan tinggal diam terkait pembangunan rumah untuk eks pejuang Timor Timur ini. Jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran hukum, Kejati NTT akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku. 

    “Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menyangkut hak dan kesejahteraan eks pejuang Timtim. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas agar proyek ini berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya terkait pembangunan rumah untuk eks pejuang Timor Timur.

  • Keluarga Histeris Sambut Jenazah Tukang Ojek Korban Pembunuhan di Papua Tengah

    Keluarga Histeris Sambut Jenazah Tukang Ojek Korban Pembunuhan di Papua Tengah

    Jember, Beritasatu.com – Suasana duka menyelimuti Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Jember, Jawa Timur, ketika jenazah Wahyudi (54) tiba di rumah duka pada Minggu (23/2/2025) dini hari. Kedatangan jenazah disambut tangis histeris keluarga, bahkan beberapa anggota keluarga jatuh pingsan saat peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans.

    Wahyudi merupakan seorang tukang ojek yang merantau di Pelabuhan Aikiai, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Ia menjadi korban serangan orang tak dikenal (OTK). Menurut keterangan sejumlah saksi, usai dieksekusi, pelaku langsung melarikan diri menggunakan speedboat ke arah Danau Paniai.

    Korban ditemukan tewas di pinggir pelabuhan pada Jumat (21/2/2025) sore dalam kondisi mengenaskan. Diduga menjadi korban pembunuhan, terdapat sejumlah luka sabetan senjata tajam, bahkan salah satu tangannya putus.

    Video amatir yang beredar menunjukkan kondisi tukang ojek korban pembunuhan di Papua Tengah itu sangat memprihatinkan. Hingga kini, motif pembunuhan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Ahmad Helmi Lukman, mengungkapkan pihaknya, dengan bantuan sejumlah relawan kemanusiaan, telah memastikan kepulangan jenazah pada Minggu (23/2/2025) dini hari.

    “Kami berikhtiar sebagaimana diperintahkan oleh Bupati untuk mengupayakan pemulangan jenazah. Kami berkoordinasi dengan keluarga serta sejumlah relawan di Papua, alhamdulillah jenazah akhirnya bisa pulang hari ini,” ungkapnya kepada Beritasatu.com saat ditemui di rumah duka.

    Lebih lanjut, Helmi menambahkan proses pemulangan jenazah Wahyudi sempat mengalami kendala akibat sulitnya komunikasi serta kondisi wilayah yang minim sinyal dan rawan konflik.

    “Koordinasi dengan Dinas Sosial Paniai mengalami kendala karena faktor komunikasi. Selain itu, kondisi wilayah yang masih rawan dan medannya yang berat turut menjadi tantangan,” imbuhnya.

    Setelah disemayamkan sejenak di rumah duka, jenazah Wahyudi tukang ojek yang menjadi korban pembunuhan di Papua Tengah langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat. Puluhan warga turut mengiringi prosesi pemakaman hingga ke peristirahatan terakhir.

  • Rumah Kepala BPBD Hangus dalam Kebakaran Hebat di Banjarmasin Barat

    Rumah Kepala BPBD Hangus dalam Kebakaran Hebat di Banjarmasin Barat

    Banjarmasin, Beritasatu.com – Kebakaran hebat melanda Jalan Yos Sudarso, Komplek Airmantan, Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (23/2/2025) malam.

    Kobaran api yang cepat membesar membuat warga panik. Puluhan relawan pemadam kebakaran, baik dari unsur swasta maupun pemerintah, dikerahkan untuk mengendalikan api.

    Ketua RT 28, Nor Rahman, mengungkapkan saat kejadian, dirinya sedang berada di masjid yang tidak jauh dari lokasi kebakaran.

    “Tiba-tiba istri saya memberi kabar rumah kami terbakar. Saya langsung bergegas ke lokasi dan berusaha memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR),” ujarnya.

    Rahman menduga api berasal dari bagian atas rumah. Sayangnya, karena hanya memiliki satu APAR, api tak kunjung padam dan justru semakin membesar.

    “Saya hanya sempat menyelamatkan beberapa berkas penting dan uang musala,” tambahnya.

    Dalam kebakaran ini, dua rumah hangus dilalap api, salah satunya milik Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Husni Thamrin.

    “Rumah saya dan rumah Pak Husni Thamrin yang terbakar. Saat kejadian, beliau tidak berada di rumah, hanya ada keluarganya,” kata Nor Rahman.

    Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

    Sementara itu, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna menyelidiki penyebab pasti kebakaran di Banjarmasin itu.

  • Tragis! Suami Istri Tewas Tertimpa Tembok Rumah Saat Makan Malam

    Tragis! Suami Istri Tewas Tertimpa Tembok Rumah Saat Makan Malam

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Pasangan suami istri Heryadi Prabowo (38) dan Rosmiani (36) tewas akibat tertimpa tembok pembatas rumah yang roboh di Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjung Barang Barat, Kota Bandar Lampung. Dua anaknya yang masih balita selamat dari peristiwa itu.

    Jasad Heryadi dan Rosmiani sempat tertimbun tembok pembatas rumah yang roboh saat hujan deras mengguyur Kota Bandar Lampung, Jumat (21/2/2025) sekitar 22.00 WIB.

    Petugas gabungan butuh waktu hingga enam jam lebih untuk mengevakuasi jasad korban dari balik reruntuhan tembok yang roboh.

    Jasad Rosmiani ditemukan pada Sabtu (22/2/2025) sekitar pukul 03.34 WIB. Sedangkan suaminya Heryadi Prabowo ditemukan sekitar pukul 05.10 WIB. Saat jasad kedua korban ditemukan, di sekitar terdapat piring dan makanan. 

    Dua anak pasangan suami istri itu yang masih berusia lima tahun dan tiga tahun selamat dari peristiwa tembok pembatas rumah roboh.

    Setelah dievakuasi, jasad kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr A Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung. 

    Tetangga korban, Dodi (38) mengatakan korban tertimpa tembok pembatas rumah saat sedang makan malam bersama dua orang anaknya.

    “Ini korban suami istri masih muda. Mereka memang asli warga sini,” kata Dodi.

    Dodi menuturkan saat kejadian, kedua anak pasutri tersebut sudah tertidur pulas di kamar sehingga selamat.

    “Mereka punya anak dua, alhamdulillah selamat,” ujar Dodi.

    Diketahui, hujan deras yang terjadi sejak Jumat (21/2/2025) sore hingga Sabtu (22/2/2025) dini hari, menyebabkan ratusan rumah warga di Bandar Lampung, terendam banjir.

    Belasan sepeda motor warga harus mogok karena melewati jalan yang terendam banjir. Warga bersama petugas TNI dan Polri yang berada di lokasi banjir membantu sepeda motor warga yang mogok.

  • Truk Tercebur ke Sungai di Riau, 3 Orang Tewas dan 20 Lainnya Hilang

    Truk Tercebur ke Sungai di Riau, 3 Orang Tewas dan 20 Lainnya Hilang

    Pelalawan, Beritasatu.com – Sebuah truk colt diesel sarat penumpang tercebur ke Sungai Segati area Estate Nagodang konsesi PT Nusa Wana Raya (NWR) mitra supplier PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (22/2/2025). Akibatnya, tiga orang tewas dan 20 lainnya hilang.

    “Pencarian korban dilakukan oleh beberapa karyawan PT RAPP dengan hasil 13 orang selamat dan tiga orang ditemukan dalam keadaan meninggal. Korban selamat dievakuasi ke klinik posko kesehatan PT NWR selebihnya masih dalam pencarian,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru Budi Cahyadi. 

    Menurutnya truk tersebut kecelakaan sekitar pukul 10.00 WIB saat menuju ke pasar kilometer 60 Desa Segati. Truk mengangkut 36 penumpang yang 14 di antaranya orang dewasa dan enam anak-anak. 

    Akibat kecelakaan, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, 13 selamat dan 20 lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Korban kecelakaan truk tercebur ke sungai itu merupakan karyawan PT Empat Res Bersaudara (ERB) yang merupakan kontraktor PT NWR.

    “Penumpang dalam colt diesel adalah karyawan PT ERB yang sedang libur dan akan pergi ke pasar terdekat dengan membawa anak-anak. Kami menyayangkan terjadinya kecelakaan ini dan mendorong PT NWR untuk menindak tegas atas kelalaian yang dilakukan PT ERB,” kata Head of Corporate Communication PT RAPP Aji Wihardandi.

    PT RAPP menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan tersebut. “Saat ini, proses evakuasi masih berjalan yang bekerjasama dengan otoritas berwenang,” tandasnya.

    Tim SAR gabungan masih mencari 20 penumpang yang hilang akibat truk tercebur ke sungai di Pelalawan. 

  • Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Merauke Papua Selatan

    Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Merauke Papua Selatan

    Jakarta, Beritasatu.com – Gempa dengan magnitudo 5,0 melanda Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (22/2/2025) sekitar pukul 21.16 WIB.

    BMKG melaporkan gempa ini berlokasi di titik koordinat 7,22 derajat lintang selatan dan 146,95 derajat bujur timur.

    Gempa berpusat di sekitar 724 kilometer arah timur laut Merauke pada kedalaman 44 kilometer.

    “Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG melalui akun X resminya @infoBMKG.

    Belum diketahui apa dampak dari gempa di Merauke tersebut.