Category: Beritasatu.com Regional

  • Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, BPPTKG Imbau Waspada

    Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, BPPTKG Imbau Waspada

    Sleman, Beritasatu – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi menunjukkan tingkat tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran lava dengan intensitas yang cukup signifikan pada pagi ini.

    Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada periode pemantauan 1 Maret 2025 pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat 16 kali guguran lava yang mengarah ke Kali Sat atau Kali Putih.

    “Guguran lava tersebut tercatat memiliki jarak luncur maksimum hingga 2.000 meter,” kata Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso kepada wartawan, Sabtu (1/3/2025).

    Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini masih berstatus Level III (Siaga). Potensi bahaya utama yang perlu diwaspadai saat ini meliputi guguran lava dan awan panas yang dapat mempengaruhi sektor Selatan-Barat Daya, seperti Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km).

    Sementara itu, sektor Tenggara seperti Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km) juga berisiko. Lontaran material vulkanik saat letusan eksplosif dapat mencapai radius 3 km dari puncak.

    BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan yang cukup intens selama periode pengamatan. Terdapat 62 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-9 mm dan durasi 51,16-174,82 detik.

    Selain itu, tercatat 12 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 4-5 mm dan durasi 7,45-10,5 detik, serta 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2-4 mm dan durasi 52,55-87,8 detik.

    Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas dengan asap kawah bertekanan lemah yang berwarna putih. Asap tersebut memiliki intensitas sedang dan mencapai ketinggian 200 meter di atas puncak kawah.

    BPPTKG memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat, terutama yang berada di sekitar gunung, untuk tidak melakukan aktivitas di zona bahaya, khususnya di sektor selatan-barat daya dan tenggara. Selain itu, masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, karena suplai magma masih berlangsung.

    Pihak BPPTKG mengimbau agar masyarakat waspada terhadap bahaya lahar, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah sekitar Gunung Merapi. Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari dampak abu vulkanik, baik terhadap kesehatan maupun penerbangan.

    Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Merapi terus dilakukan secara intensif, dan status gunung akan dievaluasi jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan. Masyarakat di sekitar lereng Merapi diharapkan untuk terus memantau informasi resmi dari BPPTKG dan pihak berwenang guna mengantisipasi potensi ancaman lebih lanjut.

  • Sekeluarga di Musi Rawas Keracunan Asap Genset, 3 Orang Tewas

    Sekeluarga di Musi Rawas Keracunan Asap Genset, 3 Orang Tewas

    Musi Rawas, Beritasatu.com – Satu keluarga di Musi Rawas, Sumatera Selatan, mengalami keracunan akibat menghirup asap genset yang menyala di dalam rumah mereka. Insiden tragis ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

    Peristiwa tersebut terjadi di Desa Muara Kati Baru, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Musi Rawas, pada Kamis (27/2/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban meninggal adalah pasangan suami istri Yayan Irama (38) dan Reni Hartati (35), serta anak kedua mereka, Atika Nabila Irama (6). Sementara dua anak lainnya, Aditya Hamizan Irama (12) dan Alvaro Afika Irama (3), berhasil selamat.

    Kapolres Musi Rawas, AKBP Andi Supriadi, menjelaskan polisi mendapat laporan dari warga setempat mengenai satu keluarga yang ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam rumah mereka. Saat warga mendobrak pintu, mesin genset masih dalam kondisi menyala.

    “Warga langsung menggotong kelima korban keluar dari rumah dan segera membawa mereka ke Rumah Sakit Sobirin Muara Beliti untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujar Andi pada Sabtu (1/3/2025).

    Setibanya di rumah sakit, Yayan Irama dinyatakan meninggal dunia. Kemudian, sekitar pukul 23.30 WIB, anak keduanya, Atika, serta sang ibu, Reni, juga mengembuskan napas terakhir.

    Polisi menduga keluarga tersebut mengalami keracunan akibat menghirup karbon monoksida (CO) yang dihasilkan oleh genset yang diletakkan di dalam rumah.

    “Saat kami memasuki rumah korban, udara di dalam sangat pekat dengan asap hingga membuat kami pusing. Dugaan kuat, mereka keracunan gas karbon monoksida dari mesin genset,” kata Andi.

    Selain itu, polisi juga memeriksa makanan terakhir yang dikonsumsi korban untuk memastikan tidak ada faktor lain yang menyebabkan keracunan asap genset itu.

  • Balap Liar Kembali Marak di Polewali Mandar Saat Ramadan

    Balap Liar Kembali Marak di Polewali Mandar Saat Ramadan

    Polewali Mandar, Beritasatu.com – Memasuki bulan suci Ramadan 2025, aksi balap liar kembali marak di sejumlah wilayah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Salah satu lokasi yang menjadi arena balapan liar adalah kawasan Pantai Bahari, Kecamatan Polewali.

    Pada Sabtu (1/3/2025) pagi, sejumlah remaja berkumpul di kawasan tersebut setelah salat subuh untuk mengadu kecepatan di jalan umum tanpa memperhatikan keselamatan. Aksi berbahaya ini dilakukan tanpa menggunakan alat keselamatan yang memadai, sehingga berisiko tinggi bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

    Selain membahayakan nyawa, aksi balap liar ini juga kerap berujung perkelahian antarpeserta. Para pelaku diketahui berasal dari berbagai daerah dan sengaja datang untuk mengikuti balapan, yang bahkan menjadi tontonan bagi anak-anak dan remaja lainnya.

    Aksi ini tidak hanya membahayakan, tetapi juga mengganggu ketenangan warga sekitar. Warga setempat, Anto, mengaku terganggu dengan suara bising kendaraan yang digunakan dalam balapan liar.

    “Biasanya mereka datang setelah salat subuh dan langsung balapan. Suara motor mereka sangat mengganggu waktu istirahat kami,” kata Anto.

    Selain kebisingan, aksi balap liar ini juga sering menyebabkan kecelakaan yang merugikan pedagang sekitar.

    “Sering kali mereka menabrak lapak pedagang, ada juga yang jatuh hingga luka-luka. Apalagi mereka sering tidak menggunakan helm,” tambahnya.

    Menurut Anto, sebagian besar pelaku balap liar bukan warga setempat, melainkan remaja dari luar daerah yang sengaja datang untuk beradu kecepatan.

    Warga berharap pihak kepolisian segera menindak tegas aksi balap liar ini agar tidak semakin meresahkan.

    Setiap tahunnya, kawasan Pantai Bahari kerap dijadikan arena balap liar oleh para pemuda setempat, meskipun aparat kepolisian telah melakukan berbagai upaya penertiban. Namun, para pelaku yang sebagian besar adalah pelajar tetap nekat menggelar balapan di bulan Ramadan.

  • Awal Ramadan 2025, Ini Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Hari Ini

    Awal Ramadan 2025, Ini Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Hari Ini

    Jakarta, Beritasatu.com – Polda Metro Jaya kembali menyediakan layanan Samsat keliling pada awal Ramadan 2025 hari ini untuk memudahkan warga dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) di 14 lokasi yang tersebar di Depok, Tangerang, dan Bekasi (Detabek) pada Sabtu (1/3/2025).

    Sementara itu, untuk wilayah Jakarta tidak ada pelayanan Samsat keliling.

    Informasi ini diumumkan melalui akun X resmi TMC Polda Metro Jaya, yang menginformasikan lokasi Samsat keliling di wilayah Detabek sebagai berikut:

    Samsat keliling hari ini  di Kota Tangerang yaitu di Apartemen Ayodhya dan Alun-alun Cibodas pukul 08.00-11.00 WIB.Serpong di halaman parkir Samsat Serpong pukul 08.00-14.00 WIB dan ITC BSD Serpong pukul 16.00-19.00 WIB.Pada awal Ramadan 2025, Samsat keliling hadir di Ciledug di halaman parkir Samsat dan Fresh Market Lake City Cipondoh pukul 09.00 WIB-12.00 WIB.Kantor Kelurahan Pondok Betung pukul 09.00-11.00 WIB dan Pasar Gintung Ciputat Timur pukul 09.00-12.00 WIB.Kelapa Dua di Pasar Modern Intermoda Cisauk dan halaman GTOWN House pukul 08.00-12.00 WIB.Samsat keliling hari ini ada  kantor Kecamatan Bekasi Barat pukul 09.00-11.00 WIB.Kabupaten Bekasi halaman parkir Samsat pukul 09.00-11.00 WIB.Depok dealer Honda Simpang Depok di halaman parkir Samsat Depok pukul 08.00-11.30 WIB Cinere halaman parkir Samsat pukul 08.00-11.30 WIB.

    Warga yang ingin melakukan pembayaran pajak kendaraan melalui Samsat keliling diminta untuk membawa dokumen-dokumen penting, seperti KTP, BPKB, dan STNK asli beserta fotokopinya. 

    Perlu dicatat layanan Samsat keliling awal Ramadan 2025 hari ini hanya melayani pembayaran PKB tahunan. Untuk perpanjangan STNK (lima tahunan) atau penggantian pelat nomor kendaraan, pemilik kendaraan tetap harus mengunjungi kantor Samsat terdekat.

  • Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Maluku Tenggara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

    Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Maluku Tenggara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

    Jakarta, Beritasatu.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,0 mengguncang Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, pada Sabtu (1/3/2025) pukul 04.58 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 158 kilometer.

    “Gempa Mag:6,0 (228 km barat daya Maluku Tenggara), kedalaman: 158 km, tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam akun resminya di platform X.

    BMKG mencatat gempa terjadi di koordinat 5,81 Lintang Selatan dan 130,68 Bujur Timur, tepatnya 228 km barat daya Maluku Tenggara. Selain itu, gempa juga dirasakan di beberapa wilayah di sekitar episentrum, termasuk wilayah Tenggara Banda.

    Meski memiliki magnitudo yang cukup besar, BMKG menyebut gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

    Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai dampak gempa, baik kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

    Pihak berwenang masih melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan kondisi di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG guna menghindari berita hoaks terkait gempa ini.

  • Prakiraan Cuaca di Jabodetabek Hari Ini pada Awal Ramadan 2025

    Prakiraan Cuaca di Jabodetabek Hari Ini pada Awal Ramadan 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan prakiraan cuaca untuk seluruh kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada awal Ramadan 2025, Sabtu (1/3/2025)

    Dikutip dari laman resmi BMKG, cuaca di Jakarta diperkirakan akan diguyur hujan ringan, terutama di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

    Sementara itu, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu diperkirakan akan mengalami cuaca berawan. Suhu di Jakarta diperkirakan berada pada kisaran 23 hingga 30 derajat celsius.

    Prakiraan cuaca di Jabodetabek pada awal Ramadan 2025 ini, untuk kawasan Tangerang, seperti Kota Tangerang Selatan, cuaca diperkirakan akan hujan ringan, sementara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang akan berawan.

    Suhu di wilayah Tangerang diperkirakan berada pada rentang 24 hingga 31 derajat celsius.

    Prakiraan cuaca pada hari ini di wilayah Jawa Barat, seperti Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok, cuaca juga diprediksi hujan ringan.

    Sementara itu, cuaca di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi diperkirakan berawan. Adapun suhu di Bogor, Depok, dan Bekasi berada pada kisaran 21 hingga 30 derajat celsius.

    Informasi prakiraan cuaca Jabodetabek pada awal Ramadan 2025 hari ini dapat digunakan oleh masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas mereka. Sebagai contoh, sebaiknya membawa perlengkapan, seperti payung, jas hujan, atau barang lainnya, yang diperlukan apabila hujan turun.

    Prakiraan cuaca Jabodetabek pada hari ini sangat berguna, terutama bagi mereka yang akan bepergian atau menggunakan transportasi umum, agar dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang mungkin terjadi sepanjang hari.

  • Misteri Kerangka Manusia di Palopo, Kamar Feni Ere Penuh Bercak Darah

    Misteri Kerangka Manusia di Palopo, Kamar Feni Ere Penuh Bercak Darah

    Palopo, Beritasatu.com – Teka-teki temuan kerangka manusia berjenis kelamin perempuan di batas Palopo-Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya terungkap. Kerangka manusia itu merupakan seorang wanita bernama Feni Ere.

    Pihak kepolisian masih bekerja untuk mengungkap pelaku di balik dugaan pembunuhan Feni Ere. Hingga kini, polisi terus mengembangkan kasus ini, termasuk mencari tahu kronologi kematian korban.

    Korban perempuan bernama Feni Ere ini lahir pada 20 Februari 1997, anak pertama dari pasangan Parman dan Irmawati. Feni Ere pertama kali dilaporkan hilang sejak awal Januari 2024 dan ditemukan dalam kondisi hanya tersisa kerangka.

    Meski korban sudah dimakamkan, keluarga masih merasakan duka mendalam. Pasalnya, Feni dikenal dengan paras cantik ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

    Berdasarkan penelusuran Beritasatu.com, pihak keluarga menunjukkan kondisi kamar Feni Ere. Di kamar tersebut ditemukan bercak darah yang ada di tembok kamar serta hilangnya sejumlah benda elektronik, termasuk hand phone dan kalung emas milik Feni Ere.

    Adik korban, Putri Ere, mengungkapkan, hilangnya sang kakak berawal dari informasi dari teman kerja Feni yang memberitahukan bahwa korban sudah tiga hari tidak masuk kantor.

    “Informasi awal hilangnya Feni Ere berawal dari rekan kerja sang kakak yang memberitahukan apabila korban sudah tidak berkantor lagi,” kata Putri Ere, Jumat (28/02/2025).

    Ketika keluarga tiba di rumah untuk mengecek keberadaan Feni, mereka menemukan rumah terkunci. Mereka terpaksa membuka pintu melalui jendela dan menemukan celana perempuan yang berlumuran darah.

    Di dalam kamar, ditemukan bercak darah di dinding kamar korban. Kemudian, terdapat kerusakan pada lampu hias, serta hilangnya barang-barang berharga milik Feni.

    “Awalnya, kami menemukan celana yang berlumuran darah, lalu saat masuk ke dalam kamar, kami juga menemukan banyak bercak darah di dinding. Selain itu, lampu hias rusak dan beberapa barang berharga milik korban hilang,” jelasnya.

    Hingga kini, pihak keluarga berharap kasus yang menimpa Feni Ere dapat segera terungkap dan pelaku dapat diberikan hukuman setimpal.

  • Polda Lampung Bongkar Ban Serep Berisi 24 Kilogram Sabu-sabu

    Polda Lampung Bongkar Ban Serep Berisi 24 Kilogram Sabu-sabu

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Polda Lampung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 24 kilogram sabu-sabu di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung. Pelaku berupaya menyelundupkan barang haram tersebut dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dengan cara menyembunyikan ke dalam ban serep mobil Pajero Sport warna putih.

    “Pengungkapan itu terjadi pada Sabtu (22/2/2025) pekan lalu. Upaya penyelundupan sabu-sabu yang dilakukan MS (39), warga Jawa Timur ini terungkap setelah polisi mencurigai kendaraan yang dikemudikannya,” ujar Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Lampung Kombes Pol Irfan Nurmansyah di Mapolda Lampung, Jumat (28/2/2025).

    Saat dilakukan pemeriksaan di dalam mobil pelaku, polisi mendapati 24 kilogram sabu-sabu yang disimpan di dalam tas ransel warna hitam. Polisi yang tidak puas kemudian melakukan pemeriksaan di seluruh bagian mobil pelaku.

    “Setelah mobil pelaku ini kami hentikan dan digeledah, tim mencurigai ban serep yang ada sayatannya. Kemudian ban tersebut dibawa ke bengkel untuk dibongkar dan ditemukan sabu-sabu 22 paket sabu-sabu,” ungkap Irfan.

    Satu per satu sabu-sabu dalam kemasan teh Cina yang disembunyikan di dalam ban serep dikeluarkan oleh polisi untuk dihitung dan didokumentasikan.

    Irfan menambahkan 24 kilogram sabu-sabu tersebut berasal dari Aceh dan rencananya akan diedarkan di wilayah Jawa Timur

    “Dari Aceh mereka transit di Palembang Sumatera Selatan untuk tukar kendaraan lalu melanjutkan perjalanan melalui Pelabuhan Bakauheni,” imbuh Irfan.

    Untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, para pelaku saat ini ditahan di Polda Lampung. Polda Lampung saat ini masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap sindikat jaringan penyelundupan sabu-sabu. 

  • Masjid Jogokariyan Yogyakarta Gelar Salat Tarawih Perdana

    Masjid Jogokariyan Yogyakarta Gelar Salat Tarawih Perdana

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Masjid Jogokariyan Yogyakarta menggelar salat tarawih pertama pada Jumat (28/2/2025) malam menandai dimulainya bulan suci Ramadan 1446 Hijriah.

    Seperti tradisi sebelumnya, Masjid Jogokariyan akan menyelenggarakan berbagai kegiatan selama Ramadan, termasuk pembagian takjil gratis sebanyak setiap harinya dan pengajian rutin menjelang waktu berbuka puasa.

    Antusiasme masyarakat terlihat jelas dengan  area masjid oleh jamaah yang ingin melaksanakan salat tarawih berjamaah. Masjid Jogokariyan terus menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi komunitas Muslim di Yogyakarta, khususnya selama bulan Ramadan.

    Sebelumnya, sebagaimana telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Ramadan jatuh pada Sabtu (1/3/2025) besok, sehingga sejumlah masjid di Yogyakarta, termasuk Masjid Jogokariyan, telah melaksanakan salat tarawih pada Jumat malam.

    Selama bulan suci Ramadan, Masjid Jogokariyan selalu menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang meriah. Salah satu tradisi khas yang terus berlangsung adalah penyelenggaraan Kampung Ramadan Jogokariyan.

    Di sepanjang area masjid, banyak pedagang yang menjajakan makanan dan Masjid Jogokariyan juga menyediakan menu berbuka puasa bagi para jemaah dan masyarakat sekitar.

    Tahun ini, terdapat sejumlah kegiatan baru yang diselenggarakan, salah satunya adalah “Tarawih Gaza” yang menghadirkan imam dari Gaza, Palestina.

    Selain itu, tradisi pembagian takjil kepada jemaah tetap dilaksanakan, dengan jumlah sekitar 3.500 paket takjil yang dibagikan setiap sore dan bisa mencapai 4.000 paket takjil.

    Menjelang akhir Ramadan, Masjid Jogokariyan juga akan menggelar kegiatan iktikaf dan pengajian di sepuluh malam terakhir, sebagai bentuk peningkatan ibadah menjelang Idulfitri.

    Dengan berbagai kegiatan, termasuk salat tarawih, Masjid Jogokariyan Yogyakarta kembali menjadi salah satu pusat kegiatan Ramadan yang ramai dikunjungi oleh umat Islam di Yogyakarta dan sekitarnya.

  • Hilal 1 Ramadan 1446 H Tak Terlihat di Palangkaraya, Awal Puasa Tunggu Sidang Isbat

    Hilal 1 Ramadan 1446 H Tak Terlihat di Palangkaraya, Awal Puasa Tunggu Sidang Isbat

    Palangkaraya, Beritasatu.com – Pemantauan hilal untuk penentuan 1 Ramadan 1446 Hijriah di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tidak membuahkan hasil karena terhalang awan.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah Noor Fahmi setelah melakukan pengamatan menggunakan teropong di Menara Pantau Masjid Raya Darussalam Palangkaraya pada Jumat (28/2/2025) petang.

    Noor Fahmi menjelaskan, berdasarkan data BMKG, ketinggian hilal di Kota Palangkaraya pada hari ini berada pada posisi 3 derajat 57 menit 5 detik, dengan elongasi sebesar 5,45 derajat, serta umur bulan mencapai 9 jam 51 menit 51 detik.

    Secara astronomis, rukyat hilal untuk penentuan awal Ramadan 1446 H bagi yang menggunakan metode rukyat dilakukan setelah matahari terbenam pada Selasa (28/2/2025). Sementara itu, bagi yang menggunakan metode hisab, perlu memperhitungkan kriteria hisab saat matahari terbenam pada tanggal yang sama.

    “Setelah dilakukan peneropongan dengan alat yang tersedia, hilal belum bisa kita lihat karena tertutup awan,” ujar Noor Fahmi.

    Ia menambahkan, hasil pemantauan ini akan menjadi laporan resmi yang disampaikan ke Kementerian Agama untuk dibahas dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan di Jakarta.

    “Laporan pelaksanaan hisab dan rukyat di wilayah Kalimantan Tengah telah dilakukan bersama-sama. Semoga ini menjadi bahan pelengkap bagi tim hisab dan rukyat Kementerian Agama di Jakarta dalam memutuskan penetapan 1 Ramadan 1446 H nanti malam,” tambahnya.

    Selain itu, Noor Fahmi mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk menjaga kerukunan dan ketenteraman selama bulan suci Ramadan. Ia mengajak umat untuk saling menghargai, meningkatkan toleransi, dan menciptakan suasana yang kondusif selama menjalani ibadah Ramadan.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Semoga menjadi amal baik dan bermanfaat bagi kita semua serta umat beragama secara keseluruhan,” tutupnya saat rukyat hilal awal Ramadan 2025.