Category: Beritasatu.com Regional

  • Safari Ramadhan 2025, Hasto Wardoyo Kampanye Kemandirian Ekonomi Program Makan Bergizi Gratis

    Safari Ramadhan 2025, Hasto Wardoyo Kampanye Kemandirian Ekonomi Program Makan Bergizi Gratis

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan memulai safari Ramadhan 2025 atau Ramadan 2025 dengan tarawih keliling dan salat subuh berjemaah di berbagai masjid di Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diawali di Masjid Diponegoro, Balai Kota Yogyakarta, dan akan berlangsung di 14 kecamatan selama Ramadhan.

    “Selama Ramadhan, saya akan datang ke sejumlah kecamatan. Ada 14 kecamatan, saya akan datang saat subuh juga,” ujar Hasto Wardoyo kepada Beritasatu.com, Minggu (1/3/2025).

    Selain mempererat hubungan dengan masyarakat, Hasto memanfaatkan momen Ramadhan untuk mengampanyekan berbagai program prioritas yang sejalan dengan hasil retret kepala daerah.

    Beberapa isu utama yang dibawa dalam safari Ramadhan 2025 meliputi, kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah, kemandirian ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan program makan bergizi gratis sesuai arahan Presiden Prabowo.

    “Ramadhan ini adalah waktu yang tepat untuk perubahan. Selain ibadah, saya ingin mengampanyekan kebersihan lingkungan, kemandirian, kualitas SDM, dan makan bergizi gratis,” jelas Hasto.

    Dalam safari Ramadhan 2025 ini, Hasto juga menekankan pentingnya menjadikan bulan suci sebagai momen perenungan dan awal perubahan. Salah satu fokus utama adalah mencari solusi permasalahan sampah yang menjadi tantangan bagi Kota Yogyakarta.

    Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan serta berkontribusi dalam membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan bersama pada Ramadhan 2025.

  • Anggota DPD Desak Efisiensi Anggaran pada Dana Otsus Papua Ditinjau Ulang

    Anggota DPD Desak Efisiensi Anggaran pada Dana Otsus Papua Ditinjau Ulang

    Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Papua Barat Filep Wamafma meminta pemerintah meninjau ulang efisiensi anggaran pada dana otonomi khusus (otsus). Hal ini menyusul kebijakan efisiensi anggaram pada transfer ke daerah (TKD) 2025 sebesar Rp 50,59 triliun.

    Menurut Filep, efisiensi tersebut dapat berdampak signifikan pada pendapatan dan belanja daerah di Papua yang masih sangat bergantung pada dana otsus. Pemerintah, kata dia, seharusnya memahami provinsi-provinsi di Papua masih sangat bergantung pada dana otsus.

    “Jika dana ini dikurangi, maka pembangunan Papua bisa terhambat, terutama karena otsus selama ini menjadi pilar utama dalam penguatan APBD,” ujar Filep, Sabtu (1/3/2025).

    Filep menekankan kebijakan efisiensi anggaran seharusnya tidak mengorbankan dana otsus, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

    Menurutnya, ada dua poin utama yang menjadikan dana ini sangat krusial. Pertama, perlindungan hak orang asli Papua (OAP). Dana otsus mendukung hak ekonomi, politik, dan sosial-budaya OAP.

    Kedua, percepatan pembangunan Papua. Dana otsus bertujuan meningkatkan kesejahteraan, layanan publik, dan infrastruktur di Papua.

    “Kebijakan pemotongan dana Otsus justru bertentangan dengan tujuan afirmasi bagi OAP dan percepatan pembangunan di Papua. Ini menjadi kontraproduktif dengan kebijakan efisiensi anggaran,” tegasnya.

    Filep mengkhawatirkan pemotongan dana otsus akan berdampak negatif pada sektor-sektor vital, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi daerah. “Jika pemerintahan Prabowo melakukan efisiensi dana Otsus, ini sama saja dengan menghambat pembangunan Papua,” ucapnya.

    Selain itu, pemotongan anggaran juga dapat memengaruhi agenda nasional untuk Papua, seperti Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif, serta memperburuk tingkat kemiskinan di wilayah tersebut.

    Berdasarkan data BPS per September 2024, semua provinsi di Tanah Papua masuk dalam 10 besar provinsi termiskin di Indonesia. Beberapa di antaranya, Papua Pegunungan 29,66% penduduk miskin, Papua Tengah 27,60%, Papua Barat 21,09%, Papua Selatan 19,35%, Papua 18,09%, dan Papua Barat Daya 16,95%.

    Filep juga menyoroti dampak efisiensi dana Otsus terhadap angka stunting di Papua. Pada 2024, Papua Tengah mencatat angka stunting tertinggi (39,4%), diikuti Papua Pegunungan (37,3%) dan Papua Barat Daya (31%).

    “Jika dana otsus dipotong, upaya mengurangi angka stunting di Papua akan semakin sulit,” jelasnya.

    Sebagai solusi, Filep mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang kebijakan efisiensi dana Otsus agar afirmasi bagi OAP tetap berjalan optimal.

    “Dana otsus adalah harapan utama bagi masyarakat Papua. Jika efisiensi ini dilakukan, maka afirmasi hanya akan menjadi janji politik tanpa realisasi,” pungkas Filep terkait efisiensi anggaran pada dana otsus Papua.

  • Banjir di Tulang Bawang Lampung Rendam Jalan Lintas Sumatera dan Puluhan Rumah Warga

    Banjir di Tulang Bawang Lampung Rendam Jalan Lintas Sumatera dan Puluhan Rumah Warga

    Tulang Bawang, Beritasatu.com – Hujan deras yang melanda Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, menyebabkan puluhan rumah warga serta jalan lintas Sumatera (jalinsum) ruas Kampung Astra Kestra, Menggala, terendam banjir. 
    Sejumlah kendaraan warga mengalami mati mesin akibat menerobos banjir dan harus didorong oleh petugas kepolisian.

    Hujan yang terjadi pada Sabtu (1/3/2025) dini hari, mengakibatkan Sungai Way Kali Miring meluap, sehingga merendam jalinsum di ruas Kampung Astra Kestra, Kecamatan Menggala.

    Ketinggian air yang mencapai 40 hingga 60 sentimeter membuat kendaraan yang melintas harus memperlambat kecepatan.

    Belasan petugas kepolisian dari Polres Tulang Bawang dikerahkan ke lokasi banjir untuk mengatur lalu lintas. Sejumlah mobil dan sepeda motor mengalami mogok akibat mati mesin setelah menerobos jalan yang terendam air.

    Polisi membantu mendorong kendaraan yang mogok ke lokasi aman agar tidak menghambat arus lalu lintas dari arah Bandar Lampung maupun sebaliknya.

    Banjir tidak hanya merendam jalinsum yang menghubungkan Provinsi Lampung dengan provinsi lain di Pulau Sumatera, tetapi juga menyebabkan puluhan rumah warga tergenang.

    Warga Kampung Astra Kestra Sarpudi (48) mengatakan, banjir di Tulang Bawang, Lampung ini terjadi akibat meluapnya Sungai Way Kali Miring saat warga akan melaksanakan sahur sekitar pukul 03.30 WIB.

    “Iya, akibat Sungai Way Kali Miring meluap saat warga akan sahur,” kata Sarpudi saat ditemui di lokasi banjir, Sabtu siang (1/3/2025).

    Ia membenarkan bahwa selain merendam jalinsum, banjir juga menggenangi rumahnya, rumah warga lainnya, serta kandang hewan peliharaan.

    “Betul, selain jalan, rumah saya dan rumah warga juga terendam banjir. Itu kandang kambing saya juga ikut terendam,” ujar Sarpudi sembari menunjuk ke arah kandangnya.

    Polisi mengimbau pengendara untuk berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintas di Jalinsum ruas Kampung Astra Kestra, Menggala, karena arus banjir cukup deras.

    Kepala Unit (Kanit) Patroli Polres Tulang Bawang Aiptu Yudi mengatakan,  meskipun banjir mencapai ketinggian 40 hingga 60 sentimeter, kendaraan masih dapat melintas dengan pengawasan petugas kepolisian.

    “Arus lalu lintas masih dapat dilalui kendaraan, tetapi harus tetap dijaga oleh petugas karena arus banjir tergolong deras,” kata Aiptu Yudi di lokasi banjir.

    Sungai Way Kali Miring meluap akibat tingginya debit air yang tidak mampu ditampung, sehingga menggenangi pemukiman warga dan Jalinsum. Hingga Sabtu (1/3/2025 petang, jalinsum dan puluhan rumah warga di Kampung Astra Kestra masih terendam banjir. Warga tetap bertahan di rumah mereka sambil menunggu debit air surut akibat banjir di Tulang Bawang, Lampung.
     

  • Masjid di Samarinda Bagikan Hadiah Umrah dan Sepeda Motor untuk Jemaah Salat Tarawih

    Masjid di Samarinda Bagikan Hadiah Umrah dan Sepeda Motor untuk Jemaah Salat Tarawih

    Samarinda, Beritasatu.com – Masjid Darul Hannan di Samarinda kembali menghadirkan program tahunan yang selalu dinantikan, yaitu undian hadiah umrah serta berbagai hadiah menarik lainnya bagi jemaah salat tarawih selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah.

    Ketua Masjid Darul Hannan Arbani mengungkapkan, tradisi ini telah berlangsung selama kurang lebih 15 tahun dan bertujuan untuk meningkatkan semangat umat Islam dalam meramaikan masjid serta memperkuat ibadah di bulan suci.

    “Kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih bersemangat dalam beribadah. Program ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi jemaah yang konsisten menjalankan shalat tarawih di masjid,” ujar Arbani dikutip dari Antara, Sabtu (1/3/2025).

    Masjid yang berlokasi di Kelurahan Gunung Kelua ini memang dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan yang memupuk kebersamaan dan kebaikan. Oleh karena itu, setiap malam selama Ramadan, jamaah salat tarawih selalu memadati masjid hingga ke bagian teras. Tak lupa masjid ini memberikan apresiasi berupa hadiah umrah ke jemaah agar lebih semangat beribadah.

    Sebagai bentuk motivasi tambahan, panitia telah menyiapkan ribuan kupon yang akan dibagikan kepada jamaah setiap malam.

    “Setiap hari, kami menyediakan sekitar 1.000 kupon, sehingga totalnya mencapai 30.000 kupon selama Ramadan,” jelas Arbani.

    Kupon tersebut dibagikan setelah salat isya, tepatnya saat kultum singkat yang menjadi bagian dari penyegaran rohani bagi jemaah.

    Hadiah utama yang telah disiapkan sangat istimewa, yakni paket umrah dan satu unit sepeda motor matik. Selain itu, tersedia juga hadiah uang tunai jutaan rupiah serta berbagai doorprize menarik lainnya.

    Proses pengundian hadiah dilakukan secara bertahap. Pada malam ke-10 dan ke-20 Ramadan, hadiah berupa uang tunai akan dibagikan kepada jamaah yang beruntung. Sementara itu, hadiah utama, yakni paket umrah dan sepeda motor akan diundi pada malam ke-29 Ramadan.

    Meski demikian, Arbani menegaskan bahwa inti dari kegiatan ini bukan semata-mata tentang hadiah, melainkan untuk meningkatkan kualitas ibadah jamaah.

    “Kami berharap program ini bisa menjadi penyemangat bagi masyarakat agar lebih istiqomah dalam menjalankan shalat tarawih. Lebih dari itu, kami ingin jamaah semakin meningkatkan kekhusyukan dan kualitas ibadahnya,” katanya.

    Dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, Masjid Darul Hannan terus berupaya menciptakan suasana Ramadan yang penuh berkah dan kebaikan. Diharapkan, program hadiah umrah dan sepeda motor ini tidak hanya menarik jemaah karena hadiah, tetapi juga semakin menguatkan semangat beribadah dengan penuh keikhlasan.

  • Satgas Cartenz Buru Pimpinan KKB Yahukimo yang Kabur dari Lapas Wamena

    Satgas Cartenz Buru Pimpinan KKB Yahukimo yang Kabur dari Lapas Wamena

    Jayapura, Beritasatu.com – Satgas Operasi Damai Cartenz terus melakukan pengejaran terhadap pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yahukimo Penihas Heluka, yang kabur dari Lapas Wamena bersama enam narapidana lainnya pada Selasa (25/2/2025).

    Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyatakan pihaknya telah mengerahkan personel untuk menangkap kembali Heluka dan rekan-rekannya yang melarikan diri.

    “Kami akan terus mengejar dan menangkap kembali Penihas Heluka. Kami juga meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaannya,” ujarnya di Jayapura, Sabtu (1/3/2025) seperti dilansir Antara.

    Kronologi Kaburnya Pimpinan KKB dari Lapas Wamena

    Berdasarkan laporan yang diterima, Penihas Heluka dan enam rekannya membobol pagar pertama di sebelah kiri dalam lapas dengan tang potong. Kemudian, mereka melarikan diri dengan memanjat pagar kedua menggunakan tali syal sepanjang satu meter yang diikatkan pada kawat duri.

    Dari tujuh narapidana yang kabur dari Lapas Wamena, satu orang bernama WK (28 tahun) berhasil ditangkap kembali, sedangkan enam lainnya masih buron, termasuk pimpinan KKB Yahukimo Penihas Heluka.

    Berikut daftar napi yang masih dalam pengejaran:
    1. Penihas Heluka alias Kopi Tua Heluka (pimpinan KKB Yahukimo)
    2. Ariel Sonyap alias Koroway bin Sonyap (31 tahun)
    3. Ferly Wesabla (21 tahun)
    4. Sergius Asso (20 tahun)
    5. Rio Elopere (22 tahun)
    6. Nelkz Heluka (24 tahun)

    Profil Penihas Heluka, Pimpinan KKB yang Kabur

    Penihas Heluka dikenal sebagai komandan operasi dan komandan Batalyon Yamue Kodap XVI Yahukimo.

    Satgas Damai Cartenz menangkapnya pada 19 Mei 2023 karena keterlibatannya dalam pembunuhan aparat keamanan. Pada 7 Februari 2024, Pengadilan Negeri Wamena menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara terhadapnya.

    Satgas Cartenz Minta Bantuan Masyarakat

    Brigjen Faizal Rahmadani berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan para narapidana buron tersebut dapat segera melapor ke pihak berwenang untuk membantu proses pengejaran.

    “Kami terus melakukan pencarian dan meminta masyarakat berperan aktif dalam memberikan informasi yang bisa mempercepat penangkapan mereka,” tutupnya terkait perburuan pimpinan KKB Yahukimo Penihas Heluka yang kabur dari Lapas Wamena bersama enam narapidana lainnya.

  • Sate Susu Sapi, Kuliner Khas yang Dinanti Saat Ramadan di Denpasar

    Sate Susu Sapi, Kuliner Khas yang Dinanti Saat Ramadan di Denpasar

    Denpasar, Beritasatu.com – Sate(satai) susu sapi menjadi salah satu menu favorit warga Kota Denpasar saat berbuka puasa. Kuliner khas ini hanya bisa ditemukan di area Masjid Baiturrahmah, yang lebih dikenal sebagai Kampung Jawa.

    Hampir setiap lapak di kawasan tersebut menawarkan sate susu sapi serta berbagai hidangan lainnya dengan harga yang terjangkau. Suasana pasar takjil di Kampung Jawa terpantau ramai pada hari pertama puasa, Sabtu (1/3/2025).

    Warga berdesak-desakan berburu berbagai hidangan untuk berbuka puasa. Terdapat sekitar 80 lapak yang menawarkan beragam jajanan, minuman, serta aneka sate seperti sate daging, sate usus, sate sumsum, sate lilit, dan tentunya sate susu sapi.

    Pasar takjil tahunan di Kampung Jawa Denpasar Utara ini selalu menarik perhatian, tidak hanya dari warga Denpasar tetapi juga dari luar kota.

    Saat bulan Ramadan, sate susu sapi menjadi menu yang paling diminati di Denpasar. Banyak warga yang rela antre demi mencicipi kelezatan sate ini dan para pedagang merasakan berkah dari meningkatnya permintaan.

    “Untuk awal Ramadan kali ini sangat ramai. Saya menjual sate daging, sate sumsum, sate susu, sate usus, dan sate lilit ikan laut. Harganya bervariasi, sate usus Rp 20.000 per 10 tusuk, sate sumsum Rp 30.000 per 10 tusuk, dan sate susu Rp 30.000 per 10 tusuk. Kebanyakan orang mencari sate susu, mungkin karena penasaran dengan rasanya,” ujar Leni, salah satu pedagang sate di sebelah Masjid Baiturrahmah kepada Beritasatu.com, Sabtu (1/3/2025).

    Berbeda dengan Leni, Nurkhotimah berjualan sate susu dan aneka sate lainnya hampir setiap hari di depan pemakaman Kampung Jawa. Ia mengaku bersyukur atas berkah Ramadan yang membawa banyak pelanggan.

    “Bulan puasa ini memang sangat ramai. Saya berjualan setiap hari kecuali Minggu. Menu saya antara lain sate susu, sate usus, sate kulit sapi (cecek), sate ayam, sate daging, dan sate lilit tanpa kelapa. Yang paling banyak dicari adalah sate susu dan sate usus. Di sini juga ada tiga varian sambal, yakni sambal merah, sambal kacang, dan sambal kuning,” ungkapnya.

    Suasana pasar takjil ini berlangsung selama sebulan penuh. Warga datang dan pergi silih berganti, tidak hanya dari kalangan muslim tetapi juga nonmuslim yang turut menikmati kuliner khas Ramadan ini. Banyak dari mereka memanfaatkan waktu pulang kerja untuk membeli lauk-pauk siap santap.

    Salah satu pengunjung, Amel, warga Ubud, Gianyar, bahkan rela datang jauh-jauh demi berburu sate susu.

    “Saya ke sini khusus mencari sate susu karena hanya tersedia saat Ramadan. Kalau di hari biasa, sulit menemukannya. Ini adalah momen yang pas, tidak hanya sate susu tetapi juga sate daging yang khas di sini. Semoga Ramadan ini penuh berkah dan saya bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga,” ujar Amel, yang rela berdesak-desakan demi menikmati sate susu.

    Para pembeli yang menikmati sate susu sapi ini juga disuguhkan dengan berbagai pilihan sambal, seperti sambal kuning yang memiliki tekstur kental, sambal plecing dengan cita rasa pedas, serta sambal kacang yang gurih.

    Dengan suasana yang meriah dan hidangan sate susu sapi yang menggugah selera, pasar takjil Kampung Jawa tetap menjadi destinasi favorit warga Denpasar setiap tahun.

  • Hari Pertama Puasa, Asyiknya Berburu Aneka Takjil di Pasar Ramadan Polewali

    Hari Pertama Puasa, Asyiknya Berburu Aneka Takjil di Pasar Ramadan Polewali

    Polewali Mandar, Beritasatu.com – Pasar Ramadan di kompleks Pasar Sentral Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ramai dikunjungi warga yang berburu takjil atau panganan berbuka puasa, Sabtu (1/3/2025).

    Pasar yang hanya ada saat bulan Ramadan ini sudah mulai ramai dikunjungi oleh warga sejak pukul 15.00 Wita hingga menjelang berbuka puasa.

    Bahkan warga rela berdesak desakan di dalam tenda terowongan untuk mencari takjil. Ada banyak pilihan makanan lezat yang dijual dengan harga terjangkau, mulai dari kue tetu, paso, onde-onde, taripang, pisang ijo, sambusa, jalangkote, dan aneka makanan khas nusantara lainnya.

    “Saya baru beli kue risol ini karena kalau buka puasa paling cocok itu makan gorengan, ini saya masih mau cari pisang ijo,” ujarnya seorang warga Afni saat ditemui di Pasar Ramadan.

    Selain makanan, ada juga deretan minuman segar dijajakan di Pasar Ramadan, seperti es campur, sup buah, es doger, es timun, es kelapa, es buah, sari tebu, dan lainnya yang sangat cocok diminum saat buka puasa.

    Banyak warga datang ke Pasar Ramadan juga untuk mencari makanan khas Polewali Mandar, seperti oaling banyam, bau peapi, nasi pecel, ikan bakar, ayam bakar, soto, dan masih banyak lagi. 

    Warga harus datang lebih awal untuk mencari takjil di Pasar Ramadan,  karena jika telat maka bisa-bisa makanan yang mau dibeli sudah habis diborong oleh pembeli lain.

    Afni mengaku datang ke Pasar Ramadan bersama temannya. Menurutnya setiap bulan Ramadan ia selalu menyempatkan diri berburu takjil di pasar tersebut karena pilihannya banyak dan harganya juga murah.

    “Saya lebih suka beli di sini karena suasananya ramai, harganya juga lebih murah,” ujarnya.

    Seorang pedagang di Pasar Ramadan Asma mengatakan penganan paling banyak diburu warga di bazar tersebut saat bulan puasa adalah kue tradisional.

    “Paling banyak dicari itu kue tradisional dan kue jenis gorengan seperti, bakwan, sabusa, onde-onde, pisang ijo, kue paso, dan masih banyak lagi. Mereka cari kue tradisional karena kalau hari biasa jarang ditemukan,” ujar Asma.

    Menurutnya tingginya antusias warga untuk berburu takjil di Pasar Ramadan memberi berkah sendiri bagi pedagang takjil. Asma mengaku banyaknya pembeli membuat omzetnya meningkat.

    “Hari ini kemungkinan mencapai jutaan, alhamdulillah ini jadi berkah di awal Ramadan buat kami pedagang,” kata Asma.

  • Awal Ramadhan 2025, Sejumlah Warung Kopi di Aceh Besar Tetap Buka

    Awal Ramadhan 2025, Sejumlah Warung Kopi di Aceh Besar Tetap Buka

    Aceh Besar, Beritasatu.com – Sejumlah warung kopi di kawasan Bakoi, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar masih beroperasi seperti biasa pada hari pertama Ramadhan (Ramadan), Sabtu (1/3/2025). Para pengunjung terlihat santai menikmati kopi dan mengobrol meskipun sebagian besar umat Islam sudah mulai berpuasa.

    Menurut Ridho, salah satu pengelola warung kopi, ia tetap membuka usahanya karena adanya perbedaan penetapan awal Ramadhan oleh sebagian ulama di Aceh Besar.

    “Sejak semalam sudah diumumkan puasa dimulai hari Minggu (2/3/2025). Jadi kami mengikuti keputusan ulama,” ujarnya.

    Perbedaan Penetapan Awal Ramadhan di Aceh Besar

    Ridho mengacu pada Pondok Pesantren Ulee Titie di dekatnya, yang menetapkan awal puasa jatuh pada Minggu (2/3/2025). Hal ini menyebabkan beberapa warga masih menjalani aktivitas seperti biasa, termasuk menikmati kopi di warung.

    Situasi serupa juga terjadi di kawasan Lambaro, yaitu beberapa warung kopi dan rumah makan masih dipadati pengunjung yang menandakan awal Ramadhan 2025 berbeda.

    Perbedaan awal Ramadhan 2025 bukan hal baru di Aceh karena beberapa kelompok mengikuti metode hisab (perhitungan astronomi). Sementara itu yang lain berpegang pada metode rukyat (pengamatan hilal).

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 

    Sebelumnya, Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1446 H/2025 M jatuh pada hari Sabtu 1 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1446 H yang dipimpin Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Jumat (28/2/2025).

    “Sebagaimana laporan saudara Direktur Jenderal Bimas Islam dan ternyata ditemukan hilal di Provinsi paling barat di Aceh dan sudah disumpah juga oleh Pak Hakim. Dengan demikian dua orang yang menyaksikan hilal itu ditambah dengan pengukuhan oleh hakim agama setempat maka pada malam ini diputuskan dalam sidang bahwa satu Ramadan ditetapkan  1 Maret 2025 1446 Hijriyah,” ujar  dalam konferensi pers yang digelar seusai Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1446 H.

    Menurut menag, mundurnya pengumuman hasil sidang isbat Ramadhan 2025 karena menunggu wilayah paling barat yakni Aceh karena beradasarkan kondisi objektif, Indonesia bagian timur, tengah dan barat tidak memungkinkan melihat hilal melainkan rukyat, maka menunggu hasil dari wilayah Barat.

  • Awal Ramadhan 2025, Sejumlah Warung Kopi di Aceh Besar Tetap Buka

    Sebagian Warga Aceh Baru Mulai Puasa Ramadan 2025 Besok, Hari Ini Masih Ngopi

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Sebagian masyarakat Aceh akan  menjalankan ibadah puasa Ramadan 1446 Hijriah mulai Minggu (2/3/2025). Mereka tidak berpegang pada keputusan pemerintah yang menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada Sabtu (1/2/2025).

    Banyak masyarakat Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Besar baru mulai berpuasa Minggu besok karena mengikuti ulama dayah atau pondok pesantren tradisional di daerahnya dalam penetapan awal Ramadan 2025.

    Bagi masyarakat yang mulai berpuasa hari sesuai keputusan pemerintah, menjalankan ibadah salat tarawih sejak tadi malam. 

    “Bagi masyarakat yang ikut puasa mengikuti ulama dayah, maka baru melaksanakan ibadah tarawih pada Sabtu (1/3/2025) malam,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Barat Muhammad Isa dikutip dari Antara.

    Menurut Isa perbedaan awal Ramadan di Aceh Barat sudah sering terjadi. Pemkab mempersilakan masyarakat mengikuti awal Ramadan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

    “Dalam keyakinan berpuasa, masyarakat boleh ikut ketentuan pemerintah atau ulama dayah, yang penting masyarakat tetap kompak dan bersatu,” ujarnya.

    Sementara di Aceh Besar hari ini masih banyak warung kopi yang buka. Banyak warga masih menikmati kopi dan berbagai kudapan di warung, karena mereka berkeyakinan awal Ramadan 2025 jatuh pada Minggu (1/3/2025).

    Kondisi tersebut kontras dengan daerah lain di Aceh yang sudah mulai puasa hari ini. Banyak warung makan dan kedai kopi tutup dari pagi hingga sore, sebagai wujud menghormati bulan suci Ramadan.

  • Uniknya Koko’o, Tradisi Ketuk Sahur Saat Ramadan di Gorontalo

    Uniknya Koko’o, Tradisi Ketuk Sahur Saat Ramadan di Gorontalo

    Gorontalo, Beritasatu.com – Ribuan warga di Kota Gorontalo menggelar tradisi koko’o atau ketuk sahur untuk membangunkan warga, Sabtu (1/3/2025) dini hari. Kako’o merupakan tradisi unik saat Ramadan di Gorontalo. 

    Suara ketukan kentongan yang terbuat dari bambu yang dibunyikan oleh ribuan warga menjadi tanda bagi warga Gorontalo menyambut satu Ramadan 1446 Hijriah.

    Dengan berjalan kaki, ribuan warga mengelilingi Kota Gorontalo dengan membunyikan alat musik bambu tradisional itu sambil menyanyikan lagu-lagu religi.

    Tak hanya pemuda dan orang tua, namun anak-anak juga terlibat dalam tradisi ketuk sahur tersebut. Ketuk sahur juga diiringi drum band agar menambah semangat warga.

    Selain untuk membangunkan warga, tradisi koko’o sebagai rasa syukur warga karena masih dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan.

    Ketua Panitia Tradisi Koko’o Fiqram Idrus mengatakan koko’o merupakan tradisi masyarakat Gorontalo yang terus dilestarikan supaya tetap terjaga. 

    “Sebanyak seribu masyarakat yang hadir pada kegiatan ini, untuk tahun ini kami kolaborasikan antara musik modern dengan alat musik tradisional. Jadi untuk alat musik modern kami menggunakan drum dan alat musik tradisional itu kami menggunakan alat musik koko’o dan polopalo,” kata Fiqram Idrus

    Tokoh masyarakat Gorontalo Erwin Ismail berharap koko’o atau ketuk sahur dapat terus dilestarikan, karena tradisi ini sudah dilakukan turun-temurun untuk membangunkan warga agar makan sahur saat Ramadan.

    “Kami berharap koko’o ini tetap terus terjaga kelestariannya karena tradisi koko’o ini mengajarkan kepada kita semua tentang artinya kebersamaan silaturahmi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan,” ujar Erwin Ismail.