Category: Beritasatu.com Regional

  • Sri Sultan Minta Rekayasa Lalu Lintas di Yogyakarta Hadapi Nataru

    Sri Sultan Minta Rekayasa Lalu Lintas di Yogyakarta Hadapi Nataru

    Yogyakarta, Beritasatu.com — Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta adanya rekayasa lalu lintas baru untuk mengurai kepadatan kendaraan yang diprediksi meningkat tajam. Evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan rekayasa lalin yang diterapkan belum berdampak signifikan, terutama di jalur menuju Kota Yogyakarta.

    Harapan itu disampaikan Sri Sultan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Menghadapi Libur Nataru 2025–2026 di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (10/12/2025). Ia menekankan pentingnya kenyamanan wisatawan dan warga lokal selama periode libur panjang.

    “Pengalaman dari yang terakhir, dengan kunjungan yang demikian padat, mohon untuk dipertimbangkan bagaimana agar bisa memecah konsentrasi lalu lintas kendaraan. Ini juga perlu agar bagi yang hanya ingin sekadar lewat Jogja, tidak perlu masuk kota atau jalur yang menuju kota,” ujar Sri Sultan.

    Menurutnya, jalur alternatif perlu diperluas. Ringroad tidak lagi cukup menampung arus kendaraan yang hanya melintas tanpa keperluan masuk kota.

    “Ringroad itu sudah terlalu dekat dengan kota. Jadi mungkin untuk yang dari arah timur, jika sekadar lewat, bisa dialihkan dengan belok kiri di Prambanan, lewat jalan yang menuju Piyungan. Dan kalau ingin menuju ke utara, bisa dicarikan jalur belok kanan menuju Tempel, lalu ke arah Magelang,” katanya.

    Selain pengaturan jalur, Sri Sultan juga meminta penambahan dan perbaikan penunjuk arah agar lebih jelas bagi pengendara. Ia turut mengimbau peran aktif Jaga Warga dalam menjaga kondusivitas di masa liburan.

    Sementara itu Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menyampaikan bahwa Polri menggelar Operasi Kepolisian Terpusat Operasi Lilin 2025 selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini bertujuan memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat selama Nataru.

    “Untuk wilayah DIY, potensi kerawanan kamtibmas di masa libur Natal dan Tahun Baru meliputi kerawanan kriminalitas, ekonomi, dan kerawanan bencana alam. Kerawanan kriminalitas dipicu peningkatan aktivitas masyarakat, sedangkan kerawanan ekonomi berkaitan dengan potensi kelangkaan BBM dan kenaikan harga bahan pokok,” jelas Anggoro.

    Ia juga menyoroti potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem, gempa bumi, hingga aktivitas Gunung Merapi. Sementara untuk sektor lalu lintas, potensi kemacetan, kecelakaan, serta lonjakan kunjungan di objek wisata dan simpul transportasi menjadi perhatian.

    Dalam Operasi Lilin Progo 2025, Polda DIY menyiapkan 21 pos, terdiri atas 19 pos pengamanan,  satupos pelayanan, dan satu pos terpadu, termasuk pos pengamanan perairan dan udara di kawasan pantai selatan.

    Kekuatan personel mencapai 1.968 orang, ditambah sekitar 700 personel gabungan dari TNI, Dishub, Satpol PP, PMI, Damkar, Pramuka, Basarnas, dan instansi terkait lainnya.

  • Polisi Temukan 300 Kubik Kayu Hasil Illegal Logging dalam Hutan Inhu

    Polisi Temukan 300 Kubik Kayu Hasil Illegal Logging dalam Hutan Inhu

    Indragiri Hulu, Beritasatu.com – Polres Indragiri Hulu (Inhu) menemukan ratusan kubik kayu hasil pembalakan liar (illegal logging) di kawasan hutan perbatasan Inhu, Kamis (4/12/2025). Sebanyak 300 kubik kayu olahan yang diduga hasil illegal logging diamankan polisi di tepi Sungai Gaung Kanan. 

    Saat ditemukan, kayu-kayu itu sudah tersusun rapi dan siap untuk diangkut untuk diperdagangkan. 

    “Untuk barang bukti yang kami temukan itu kayu olahan illegal logging berupa papan dan broti dengan total volume 200 kubik,” kata Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kamis (11/12/2025).

    Menurutnya, kayu-kayu olahan hasil illegal logging itu ditemukan tersusun rapi di sepanjang tepi kanal. Namun, saat dilakukan penelusuran, polisi tidak menemukan para pelaku di lokasi. 

    “Untuk pelakunya tidak ditemukan saat kami ke sana. Kami masih lakukan penyelidikan,” tuturnya.

    Terpisah, Kasat Reskrim Polres Inhu AKP Arthur Joshua Toreh mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan atas temuan pantauan udara oleh Wakapolda Riau Brigjen Jossy Kusumo beberapa waktu lalu. 

    “Tim gabungan sampai di titik koordinat sekira pukul 18.30 WIB dan menemukan tumpukan kayu kurang lebih 300 kubik. Kemudian kami juga menemukan ada tunggul pohon bekas penebangan dan pondok pekerja,” ungkapnya.

    Jauhnya lokasi dan hari sudah menjelang malam, tim gabungan bermalam di pondok yang ada di lokasi tersebut. Pada Jumat (5/12/2025) pagi, tim gabungan kembali melanjutkan penyisiran fan kembali ke pos titik awal keberangkatan di PT MSK.

    “Untuk barang bukti masih dijaga personel di lokasi,” pungkasnya.

  • Aktivitas Merapi Tinggi, Lava Meluncur 2 Km dalam Sehari

    Aktivitas Merapi Tinggi, Lava Meluncur 2 Km dalam Sehari

    Sleman, Beritasatu.com – Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi dalam periode pengamatan Rabu (10/12/2025) pukul 00.00–24.00 WIB. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 100 kali gempa guguran serta 12 kali guguran lava yang mengarah ke sektor barat daya.

    Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan, aktivitas vulkanik Merapi masih berada pada level III atau siaga. Ia menegaskan suplai magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung dan berpotensi memicu kejadian yang lebih besar.

    “Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” ujar Agus dalam keterangan resmi pada Kamis (11/12/2025).

    BPPTKG melaporkan bahwa 12 guguran lava meluncur ke arah barat daya melalui Kali Sat (Putih) dan Kali Bebeng, dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

    Dari sisi kegempaan, selain 100 gempa guguran, terekam pula 53 gempa hybrid atau fase banyak yang mengindikasikan adanya pergerakan magma.

    Cuaca di area puncak Merapi terpantau mendung dan berawan, sementara asap kawah tidak terlihat sepanjang periode pengamatan.

    BPPTKG menegaskan, potensi bahaya masih terpusat pada sektor selatan–barat daya dan tenggara. Ancaman tersebut mencakup Sungai Boyong hingga 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km, Sungai Woro hingga 3 km, serta Sungai Gendol hingga 5 km.

    Dalam skenario letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Merapi. Agus mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di wilayah rawan tersebut.

    “Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya,” katanya.

    BPPTKG juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama ketika hujan turun di sekitar Merapi.

    “Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” tegas Agus.

    Selain itu, masyarakat diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik yang dapat terbawa angin.

    BPPTKG memastikan pemantauan aktivitas Merapi akan terus dilakukan. Jika terdapat perubahan signifikan, status aktivitas gunung akan segera dievaluasi kembali.

  • Kasus Prada Lucky, Oditur Tuntut 17 Terdakwa Dipecat dari Militer

    Kasus Prada Lucky, Oditur Tuntut 17 Terdakwa Dipecat dari Militer

    Kupang, Beritasatu.com – Pengadilan Militer III – 15 Kupang melanjutkan persidangan kasus kematian almarhum Prada Lucky Cepri Saputra dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Oditur Militer III – 15 Kupang. Sebanyak 17 terdakwa yang merupakan Anggota Batalion TP 834 Wakanga Mere Nagekeo, NTT, termasuk Sertu Thomas Desamberis Awi, menghadapi tuntutan hukuman yang berat.

    Sidang dengan nomor perkara No. 41/K-PM.III-15-AD/XI/2025 ini dipimpin oleh Hakim Ketua Chk. Subiyanto. Di hadapan majelis hakim, oditur militer Letkol Alex Pandjaitan dan Letkol Yudis Harto membacakan tuntutan hukuman bagi para terdakwa.

    Hukuman Maksimal 9 Tahun Penjara dan Pemecatan

    Dalam sidang yang digelar Rabu (10/12/2025) tersebut, 17 terdakwa dituntut dengan hukuman penjara yang bervariasi, mulai dari 6 tahun hingga 9 tahun. Tuntutan ini juga disertai hukuman tambahan yang sangat tegas: seluruh terdakwa diminta untuk dipecat dari dinas militer TNI.

    Tuntutan berat ini menjadi sorotan sebagai langkah tegas institusi TNI dalam menindak kasus kekerasan dan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa prajurit.

    Ibu kandung Prada Lucky, Sepriana Paulina Nirpey, yang didampingi oleh nenek almarhum, mengikuti jalannya persidangan dengan haru. Mendengar pembacaan tuntutan yang maksimal, Sepriana mengungkapkan rasa syukur, meskipun kesedihan atas kepergian putranya tetap tak tertahankan.

    “Tadi kita ikut jalannya persidangan pembacaan tuntutan dari oditur, dan yang kita dengar setiap terdakwa sudah dikenakan tuntutan. Ada yang dituntut 6 tahun dan 9 tahun penjara serta hukuman tambahan para terdakwa dipecat dari Militer,” ungkap Sepriana usai sidang di Pengadilan Militer III – 15 Kupang.

    Sepriana Paulina Nirpey sangat bersyukur karena oditur telah mendengar isi hati keluarga korban. Harapan utama dari keluarga besar Prada Lucky adalah agar semua terdakwa dipecat dari TNI.

    “Memang kita berharap para terdakwa harus dipecat. Sedangkan terkait dengan hukuman kami juga sangat bersyukur karena oditur sudah mau mendengar isi hati kami keluarga korban,” kata Sepriana, menambahkan bahwa para terdakwa sangat layak dipenjara dan dipecat dari militer atas perbuatannya.

    Kasus ini akan memasuki babak pembelaan (pleidoi) dari pihak terdakwa sebelum majelis hakim Pengadilan Militer III – 15 Kupang menjatuhkan vonisnya.

  • Polda Lampung Hentikan Penyelidikan Kayu Gelondongan di Pesisir Barat

    Polda Lampung Hentikan Penyelidikan Kayu Gelondongan di Pesisir Barat

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Polda Lampung menghentikan penyelidikan kasus ratusan batang kayu gelondongan yang terdampar di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat. Alasannya tidak menemukan unsur pidana dalam legalitas kayu tersebut karena dokumennya lengkap dan memiliki izin resmi Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

    Serangkaian penyelidikan memastikan legalitas ribuan batang kayu gelondongan di lokasi itu. Kayu tersebut berasal dari kapal tongkang Ronmas 69 yang membawa 986 batang kayu log atau sekitar 4.800 meter kubik milik PT Minas Pagai Lumber.

    Kapal berangkat dari Pelabuhan Jetty PT Minas Pagai Lumber, Kepulauan Mentawai, Sabtu (2/11/2025) pukul 15.00 WIB. Kapal itu berlayar menuju PT Makmur Cemerlang Bersama melalui Pelabuhan Emas Semarang, Jawa Tengah.

    Perjalanan terhenti Rabu (5/11/2025) pukul 20.30 WIB ketika Ronmas 69 mengalami mati mesin di Perairan Tanjung Setia. Baling-baling terlilit tali sampah sehingga mesin tidak mampu menarik tongkang.

    Awak kapal melempar jangkar untuk menahan laju tongkang agar tidak terbawa arus. Kondisi berubah pada Jumat (7/11/2025) pukul 16.00 WIB ketika tali jangkar putus. Tongkang semakin miring dan sebagian muatan kayu jatuh ke laut.

    Interogasi terhadap 14 awak kapal, termasuk nakhoda, memastikan seluruhnya memiliki izin dan sertifikat berlayar serta identitas lengkap.

    Pemeriksaan dokumen kapal mencatat Ronmas 69 memiliki dokumen berlayar resmi yang diterbitkan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Sikakap.

    Dokumen lain menunjukkan kayu gelondongan telah terverifikasi dalam surat keterangan sah hasil hutan kayu (SKSHHK). Label barcode pada kayu tercatat dalam sistem penatausahaan hasil hutan (Sipuh).

    PT Minas Pagai Lumber juga memiliki izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan alam (IUPHHK-HA) seluas sekitar 78.000 hektare, sesuai SK.550/1995 tertanggal 11 Oktober 1995.

    Hasil pemeriksaan tersebut membuat Polda Lampung menghentikan penyelidikan kasus kayu gelondongan.

    Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan penyidik tidak menemukan unsur pidana sehingga proses penyelidikan segera dihentikan.

    “Berdasarkan pemeriksaan muatan kapal tongkang muatan kayu gelondongan tersebut. Dokumen angkutan kapal itu bernomor KB.C.6253225 yang berasal dari perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) PT Minas Pagai Lumber,” kata Helfi dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Rabu (10/12/2025).

    Helfi menyampaikan rencana pemeriksaan Ahli Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Kementerian Kehutanan dan ahli hukum pidana, termasuk meminta hasil berita acara verifikasi dari BPHL Wilayah VI Bandar Lampung.

    “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, serta melakukan gelar perkara penghentian proses penyelidikan,” ungkap Helfi.

    Helfi menambahkan surat izin usaha PT Minas Pagai Lumber telah diperpanjang pada 2013 sesuai SK.502/Menhut-II/2013 tertanggal 18 Juli 2013 dan berlaku sejak 13 April 2011 untuk jangka waktu 45 tahun.

    Menurut Helfi, perizinan tersebut sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 8 Tahun 2021 tentang tata hutan, penyusunan rencana pengelolaan hutan, serta pemanfaatan hutan di hutan lindung dan hutan produksi.

    “Dari pemeriksaan dokumen lain yang telah terverifikasi di surat keterangan sah hasil hutan kayu (SKSHHK),” imbuh Helfi.

    PT Minas Pagai Lumber masih berkoordinasi dengan ekspedisi untuk mengumpulkan kembali kayu gelondongan yang terdampar.

    Polda Lampung mendata dampak peristiwa tersebut agar masyarakat sekitar Pantai Tanjung Setia, Pesisir Barat, mendapat kompensasi.

  • Terima Sanksi Nonaktif 3 Bulan, Ini Respon Bupati Aceh Selatan

    Terima Sanksi Nonaktif 3 Bulan, Ini Respon Bupati Aceh Selatan

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menyatakan menerima dengan lapang dada keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menjatuhkan sanksi nonaktif selama tiga bulan kepadanya. Sanksi tersebut diberikan setelah Mirwan diketahui menunaikan ibadah umrah ketika wilayah Aceh Selatan sedang dilanda banjir dan tanah longsor.

    Mirwan menyebut keputusan itu sebagai pelajaran penting untuk memperbaiki profesionalisme dan meningkatkan kualitas pelayanan publik pada masa mendatang. Ia berharap kondisi di Aceh Selatan segera pulih sehingga pelayanan masyarakat dan penanganan bencana dapat berjalan tanpa hambatan.

    “Kita berharap keadaan segera kembali kondusif agar pelayanan kepada masyarakat, penanganan bencana, dan agenda pembangunan daerah dapat terus berjalan,” ujar Mirwan dalam keterangan resminya, Rabu (10/12/2025).

    Dalam pernyataannya, Mirwan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Aceh dan Aceh Selatan, atas kegaduhan yang muncul akibat polemik kepergiannya ke Tanah Suci saat bencana terjadi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan pemuda, untuk menjaga suasana damai serta mendukung percepatan penanganan bencana di Aceh Selatan dan wilayah Aceh lainnya.

    “Ajakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menempatkan kepentingan daerah di atas segalanya,” tambah Mirwan.

    Sebelumnya diberitakan, selama menjalani masa nonaktif, Bupati Mirwan MS akan mengikuti program magang di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Program tersebut bertujuan memberikan ruang bagi Mirwan untuk memperbaiki diri serta memperdalam pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan yang baik.

    Dengan sikap menerima sanksi ini, Mirwan berharap dapat kembali bertugas dengan lebih matang dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Aceh Selatan.

  • SD di Padang Jadi Sungai Seusai Banjir, Siswa Terpaksa Ujian Menumpang

    SD di Padang Jadi Sungai Seusai Banjir, Siswa Terpaksa Ujian Menumpang

    Padang, Beritasatu.com – Satu kompleks sekolah dasar di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), luluh lantak setelah banjir bandang besar menerjang kawasan tersebut pada Kamis (27/11/2025) pagi. Tidak satu pun bangunan tersisa di SD Negeri 49 Batang Kabuang.

    Seluruh ruang kelas, kantor guru, halaman, dan fasilitas pembelajaran habis disapu arus deras yang membawa lumpur pekat dan kayu gelondongan. Area sekolah kini berubah total menjadi aliran sungai baru.

    Banjir bandang yang datang secara tiba-tiba membuat warga dan para guru tidak sempat menyelamatkan barang apa pun. “Dalam hitungan menit saja sekolah itu ambruk dan hanyut. Tidak ada yang bisa diselamatkan, bahkan selembar kertas pun tidak tersisa,” ungkap Era, warga RT 6 RW 2 Kelurahan Batang Kabuang, yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

    Menurut Era, sebelumnya sungai berada sekitar 100 meter di belakang sekolah. Namun, akibat tingginya debit air, aliran sungai berubah arah dan langsung menghantam bangunan SD Negeri 49 Batang Kabuang. “Sekarang lokasi sekolah itu sudah menjadi sungai. Tidak ada lagi yang bisa dikenali, semua sudah hilang,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

    Sekolah ini sebelumnya menampung sekitar 80 siswa. Kini seluruh murid kehilangan ruang belajar dan fasilitas pendidikan dasar. Para guru terlihat sangat terpukul, bahkan beberapa dikabarkan histeris saat melihat bangunan tempat mereka mengajar bertahun-tahun hilang seketika.

    Kepala SD Negeri 49 Batang Kabuang, Erniwati, mengatakan pihak sekolah berupaya keras memastikan proses ujian siswa tetap berjalan meski dalam kondisi darurat. “Untuk mengikuti ujian, anak-anak terpaksa menumpang di sekolah terdekat setelah jam belajar sekolah itu selesai. Jaraknya hampir satu kilometer dari sekolah lama. Ini satu-satunya cara agar mereka tetap bisa mengikuti ujian,” jelasnya.

    Ia menambahkan, kondisi psikologis siswa dan guru masih terguncang akibat bencana ini. “Kami berharap pemerintah segera mencarikan solusi bangunan sementara agar proses belajar tidak terus terganggu,” kata Erniwati.

    Saat ini warga bersama pihak terkait tengah membersihkan area sekitar sambil meninjau kemungkinan relokasi sekolah. Mengingat lokasi lama telah berubah menjadi aliran sungai, pembangunan kembali di tempat yang sama tidak mungkin dilakukan.

    Banjir bandang yang melanda Kecamatan Koto Tangah ini merupakan bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang dalam beberapa pekan terakhir menimpa wilayah Sumatera Barat. Bencana serupa juga menyebabkan kerusakan berat pada infrastruktur, permukiman, dan fasilitas umum di berbagai daerah.

  • Gubernur Rudy Mas’ud Gambarkan Potensi Besar Benua Etam

    Gubernur Rudy Mas’ud Gambarkan Potensi Besar Benua Etam

    Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menjelaskan kondisi geografis daerah yang sangat luas mendorong pemprov mengembangkan aplikasi digital bernama sakti atau satu akses untuk Kalimantan Timur atau Benua Etam.

    Aplikasi tersebut digunakan masyarakat dari wilayah pesisir, pedalaman, hingga perkebunan untuk berkomunikasi langsung dengan organisasi perangkat daerah (OPD) ataupun gubernur.

    “Melalui Sakti, warga dapat melaporkan berbagai persoalan seperti kerusakan jalan dan mengakses informasi lowongan kerja, layanan publik, hingga pariwisata. Sistem ini dianggap mampu menggantikan keterbatasan mobilitas pemerintah ke daerah-daerah terpencil,” ujarnya dalam acara Beritasatu Regional Forum 2025 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Rabu (10/12/2025) yang digelar media grup B-Universe yang menaungi BTV, Beritasatu TV, Beritasatu.com, Investor Daily, dan Jakarta Globe.

    Rudy Mas’ud juga menyoroti potensi wisata kelas dunia di Kaltim, termasuk Pulau Maratua di Kabupaten Berau, yang dikenal sebagai habitat ikan barakuda tornado dan berbagai biota laut. “Informasi pariwisata ini juga disatukan ke dalam aplikasi,” tambahnya.

    Di bidang pendidikan, Pemprov Kalimantan Timur menjalankan program gratis total untuk siswa dan mahasiswa. Pendidikan mulai SMA hingga S-3 di wilayah Kalimantan Timur dibebaskan dari biaya, baik di sekolah negeri maupun swasta. Untuk mahasiswa di luar provinsi, disediakan beasiswa nasional dan internasional.

    “Pada tahun sebelumnya, pemprov mendanai 32.000 mahasiswa baru melalui skema pergeseran anggaran. Mulai tahun berikutnya, seluruh mahasiswa dari semester awal hingga akhir akan ditanggung biaya pendidikannya,” sergahnya.

    Gubernur menambahkan, Kalimantan Timur mengembangkan strategi keluar dari ketergantungan sumber daya alam menuju penguatan sumber daya manusia. Selain itu, wilayah laut Kalimantan Timur yang berada pada jalur ALKI II memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi biru.

    “Produksi batu bara provinsi yang mencapai 56% dari total nasional disebut masih menyimpan peluang nilai tambah bila didukung regulasi pusat, terutama terkait pengelolaan wilayah 12 mil laut,” tutupnya.

  • Jembatan Teupin Mane Putus, Ribuan Warga Aceh Tengah Terisolasi

    Jembatan Teupin Mane Putus, Ribuan Warga Aceh Tengah Terisolasi

    Bireuen, Beritasatu.com – Ribuan warga di Aceh Tengah terpaksa hidup dalam keterisolasian setelah Jembatan Teupin Mane putus akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. Putusnya jembatan penghubung utama tersebut memutus akses vital dari Aceh Tengah menuju Kabupaten Bireuen maupun sebaliknya.

    Kerusakan parah terjadi setelah fondasi dan badan jembatan dihantam arus deras luapan sungai. Banjir bandang tersebut tidak hanya menyeret material batu dan kayu, tetapi juga merusak struktur utama hingga jembatan ambruk sepenuhnya. Akibatnya, jalur transportasi darat terhenti total selama beberapa hari.

    Tanpa akses jembatan, warga di beberapa desa terpaksa menggunakan tali sling untuk menyeberangi sungai. Metode penyeberangan darurat ini sangat berisiko, terutama bagi anak-anak, lansia, dan perempuan. Meski demikian, tidak ada pilihan lain karena jalur alternatif membutuhkan waktu tempuh berjam-jam dan kondisi medan sangat sulit.

    Situasi ini juga berdampak langsung pada distribusi bantuan logistik. Sejumlah relawan kemanusiaan melaporkan terhambatnya penyaluran makanan, air bersih, dan obat-obatan. Beberapa warga yang mengalami sakit pun sulit dievakuasi karena alat penyeberangan tidak memungkinkan membawa pasien dalam kondisi darurat.

    Pelayanan kesehatan di desa-desa sekitar pun nyaris lumpuh. Tenaga medis kesulitan menjangkau warga, sementara fasilitas puskesmas pembantu kekurangan pasokan obat-obatan akibat terputusnya jalur distribusi.

    Melihat kondisi semakin mendesak, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama TNI Angkatan Darat menurunkan tim untuk memasang jembatan bailey sebagai solusi sementara. Jembatan darurat itu ditargetkan dapat berfungsi dalam waktu dekat guna memulihkan akses transportasi serta memperlancar distribusi bantuan bagi warga terdampak.

    Pemerintah daerah berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direncanakan, mengingat jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju wilayah pegunungan dan pusat logistik di Aceh Tengah.

  • 17 Jenazah Korban Banjir Bandang Agam Dimakamkan secara Massal

    17 Jenazah Korban Banjir Bandang Agam Dimakamkan secara Massal

    Lubuk Basung, Beritasatu.com – Sebanyak 17 jenazah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), akan dimakamkan secara massal. Pemakaman massal ini akan dilaksanakan bersama tujuh jenazah lain di tempat pemakaman umum (TPU) Bungus, Kota Padang, pada Rabu (10/12/2025) siang.

    Langkah ini diambil karena ke-17 jenazah tersebut yang saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, tidak memiliki pihak keluarga yang mengeklaim. Selain itu, hasil tes DNA jenazah juga tidak cocok dengan data warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Agam Villa Erdi, menjelaskan, total 24 jasad akan dibawa ke TPU Bungus setelah disalatkan di Masjid Raya Ahmad Khatib Al Minangkabawi.

    “Seusai disalatkan, seluruh jasad korban dengan jumlah 24 orang langsung dibawa ke TPU Bungus,” kata Villa Erdi di Lubuk Basung, Rabu (10/12/2025).

    Dari 17 jenazah korban banjir bandang di Agam yang akan dimakamkan massal, rinciannya terdiri dari sembilan laki-laki, lima perempuan, dan tiga bagian tubuh yang tidak teridentifikasi utuh.

    Sebelumnya, Dinsos Agam juga telah memakamkan 10 jenazah korban banjir bandang di tempat pemakaman umum (TPU) Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Agam. Sepuluh jenazah tersebut mencakup delapan jenazah atas permintaan pihak keluarga dan dua jenazah yang juga tidak memiliki pihak keluarga.

    Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang melanda Agam ini telah menimbulkan kerugian jiwa dan materi yang masif. Data terbaru mencatat total 188 orang meninggal dunia dan 72 lainnya masih dalam pencarian atau belum ditemukan.

    Selain korban jiwa, bencana ini juga berdampak pada 4.117 warga yang mengungsi dan 988 orang yang terdampak atau terisolasi. Infrastruktur pun mengalami kerusakan parah, meliputi 600 unit rumah rusak berat, 67 titik jembatan rusak, dan 49 titik jalan rusak. Fasilitas pendidikan dan irigasi juga hancur, serta ribuan ternak mati dan lahan pertanian rusak.