Category: Beritasatu.com Hiburan

  • Netflix Cek Isu Penganiayaan di Syuting When Life Gives You Tangerines

    Netflix Cek Isu Penganiayaan di Syuting When Life Gives You Tangerines

    Seoul, Beritasatu.com – Drama Korea original Netflix, When Life Gives You Tangerines tengah diterpa tuduhan serius terhadap tim produksi drama terkait isu dugaan penganiyaan. Isu dugaan penganiyaan tersebut menyoroti dugaan perlakuan buruk terhadap staf dan para pemain figuran di lokasi syuting selama proses syuting drama hit itu berjalan.

    Merespons kabar ini, pihak Netflix menyatakan sedang menyelidiki situasi tersebut. Seorang perwakilan Netflix mengatakan mereka bekerja sama erat dengan mitra produksi Korea untuk memperbaiki kondisi kerja di lokasi syuting.

    “Netflix sedang memverifikasi fakta terkait insiden yang dilaporkan dan akan meninjau hasilnya secara menyeluruh untuk mencegah masalah serupa terjadi lagi,” ujar perwakilan tersebut, dikutip dari Allkpop, Kamis (29/5/2025).

    Kontroversi bermula saat seorang netizen mengunggah cuitan di platform X, mengungkapkan perilaku bermasalah dari kru drama When Life Gives You Tangerines. Netizen itu menyebutkan kerusakan properti sering diabaikan, bahkan ada penggunaan semprotan pernis industri pada bus sewaan oleh kru.

    Salah satu kru diduga mengatakan kerusakan tersebut bisa dibersihkan dengan cairan pengencer. Netizen ini juga mengungkapkan frustrasinya karena perilaku tidak profesional seperti itu sering menyebabkan kecelakaan di lokasi syuting.

    Pengalaman serupa juga dibagikan oleh netizen lain yang bekerja di lokasi syuting. Ia mengaku diminta membantu mengemudi karena kekurangan staf, namun tidak dibayar dan bahkan dimaki-maki oleh pihak produksi. Ia mempertanyakan pengelolaan anggaran produksi sebesar 60 miliar won Korea ketika tim produksi menekan biaya sewa, membayar rendah upah, dan menolak membayar uang lembur.

    Lebih lanjut, netizen tersebut mengungkapkan proses syuting dilakukan selama tiga hari berturut-turut di tiga lokasi berbeda, yakni Jeonju, Beolgyo, dan Andong, yang diakses dengan bus berbeda setiap hari tanpa fasilitas penginapan memadai. Kru hanya diberi makan malam berupa burger dan soda serta tanpa ruang tunggu yang layak. Akibatnya, mereka harus menunggu berjam-jam di luar ruangan dalam kondisi cuaca yang dingin.

    Cerita-cerita ini kemudian memicu kemarahan publik. Banyak warganet mengkritik tim produksi drama hit tersebut menyampaikan kekhawatiran soal masalah serius di industri drama Korea.

    Netflix menyatakan akan merilis pernyataan resmi setelah mengonfirmasi kebenaran semua klaim tersebut.

    When Life Gives You Tangerines dibintangi oleh IU, Park Bo Gum, Park Hae Joon, dan Moon So Ri. Drama ini mengisahkan petualangan hidup keempat pemerannya sebagai keluarga dengan latar belakang di Jeju.

  • Usai 2 Tahun Pisah, Hugh Jackman Digugat Cerai Deborra Furness

    Usai 2 Tahun Pisah, Hugh Jackman Digugat Cerai Deborra Furness

    New York, Beritasatu.com – Deborra-Lee Furness, mantan istri Hugh Jackman, resmi mengajukan gugatan cerai hampir dua tahun setelah mereka mengumumkan perpisahan dan mengakhiri pernikahan yang telah berjalan 27 tahun.

    Menurut dokumen pengadilan yang diperoleh TMZ, Deborra mengajukan gugatan cerai pada hari Jumat (23/5/2025) di Mahkamah Agung Suffolk County, dikutip dari The Star, Kamis (29/5/2025).

    TMZ melaporkan proses perceraian akan dirampungkan setelah hakim menyetujui gugatan dan dokumen lain yang diajukan Deborra yakni di antaranya pengajuan mengenai cakupan perawatan kesehatan yang berkelanjutan, perintah tunjangan anak medis, formulir pendaftaran tunjangan anak negara bagian New York, kesepakatan penyelesaian mantan pasangan, usulan putusan cerai, dan sertifikat resmi pembubaran.

    Deborra  dan aktor bintang Deadpool & Wolverine tersebut bertemu pada tahun 1995, saat membintangi miniseri berjudul Correlli. Tak butuh waktu lama, keduanya memutuskan menikah pada tahun 1996. Keduanya lalu mengadopsi anak laki-laki diberi nama Oscar dan Ava, yang kini berusia masing-masing 25 dan 19 tahun.

    Sebelumnya, pada September 2023, pasangan tersebut mengumumkan perpisahan mereka dalam pernyataan bersama kepada People Magazine.

    “Kami diberkati karena telah berbagi hampir tiga dekade bersama sebagai suami istri dalam pernikahan yang indah dan penuh cinta. Perjalanan kami sekarang berubah dan kami telah memutuskan untuk berpisah untuk mengejar pertumbuhan kamis sebagai individu. Kami menjalani langkah selanjutnya ini dengan rasa syukur, cinta, dan kebaikan,” bunyi pernyataan keduanya.

  • Jangan Tunggu Gigi Anak Rusak, Ini Waktu Tepat ke Dokter Gigi

    Jangan Tunggu Gigi Anak Rusak, Ini Waktu Tepat ke Dokter Gigi

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemeriksaan dini pada gigi anak dinilai sangat penting, menurut dokter gigi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), drg Desandra Puspita, pemeriksaan dini gigi anak sangat penting agar orang tua mendapatkan edukasi tepat dalam merawat gigi dan mencegah gangguan gigi anak di masa mendatang.

    Ia menyarankan agar orang tua membawa anak ke dokter gigi sejak gigi pertamanya tumbuh. “Kalau bicara pencegahan itu otomatis sedini mungkin, jadi kalau dari awal gigi itu tumbuh, anak bisa sesegera mungkin kita konsultasi ke dokter,” kata drg Desandra, dikutip dari Antara, Kamis (29/5/2025).

    “Ini tujuannya untuk mengevaluasi dan diberikan edukasi mengenai pencegahan gigi berlubang,” tambahnya.

    Selain konsultasi sejak dini, Desandra mengatakan, upaya pencegahan gigi berlubang  bisa dimulai dari pola makan yang tepat. Ia menyarankan agar waktu mengonsumsi makanan manis tidak terlalu jauh dari waktu makan makanan utama.

    “Konsumsi makanan manis itu dekatkan waktunya dengan makan utama.  Supaya dalam sekali makan rongga mulut akan menjadi asam itu barengan. Dibandingkan dijeda, rongga mulut akan jadi sering terpapar asam,” jelasnya.

    Ia juga menyarankan orang tua untuk mulai mengganti camilan manis anak dengan camilan asin, serta menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk memperkuat gigi.

    Selain itu, menjaga kelembapan rongga mulut dengan cukup minum air mineral juga penting karena mulut kering dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.

    Terkait teknik menyikat gigi,  ia menekankan pentingnya mengajarkan anak menyikat gigi dua kali sehari dengan durasi dua menit dan dengan gerakan yang tepat.

    “Gunakan gerakan memutar dan menyapu dengan sudut 45 derajat dari arah gusi. Orang tua sebaiknya turut membantu anak menyikat gigi, termasuk membersihkan bagian gusi, karena sisa makanan sering menempel di area itu,” pungkas Desandra.

  • Foto Jaket Merah Karina Aespa Tuai Kontroversi, SM Minta Maaf

    Foto Jaket Merah Karina Aespa Tuai Kontroversi, SM Minta Maaf

    Seoul, Beritasatu.com –  Agensi SM Entertainment mengeluarkan pernyataan resmi menyusul kontroversi unggahan foto Karina Aespa, yang dinilai sebagian warganet mengandung unsur politik menjelang pemilihan presiden di Korea Selatan.

    Karina menjadi sorotan publik terkait beberapa foto melalui akun Instagram pribadinya, @katarinabluu pada Selasa (27/5/2025). Dalam foto tersebut, ia terlihat mengenakan jaket merah dengan angka 2 yang tertera di bagian depan, menimbulkan kecurigaan sebagian warganet jika pelantun hits Armageddon, Next Level dan Supernova itu tengah diam-diam menyatakan dukungannya terhadap partai politik tertentu menjelang pemilihan presiden mendatang di Korea Selatan.

    Jaket merah bernomor 2 Karina Aespa tuai kontroversi – (Instagram.com/@katarinabluu)

    Tak lama setelah unggahan tersebut menuai berbagai spekulasi, Karina langsung menghapus foto-foto tersebut dari akun Instagram miliknya. Namun, karena perdebatan di media sosial terus berlanjut, SM Entertainment selaku agensi yang menaungi Aespa akhirnya merilis pernyataan resmi terkait insiden ini. 

    SM meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi karena foto yang diunggah oleh leader Aespa tersebut.

    “Halo, ini adalah SM Entertainment. Kami mohon maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran akibat unggahan terbaru dari artis kami, Karina,” bunyi pernyataan SM Entertainment, dikutip dari Soompi, Kamis (29/5/2025).

    Pihak agensi juga menegaskan, Karina mengunggah foto dirinya mengenakan jaket merah dengan angka 2 itu tanpa maksud politik apapun karena hanya ingin berbagi potret kehidupan sehari-harinya kepada para penggemar.

    “Karina hanya membagikan sesuatu dari kehidupan sehari-harinya di media sosial, tanpa maksud atau tujuan lain sama sekali. Begitu menyadari bahwa unggahan tersebut dapat disalahpahami, ia segera menghapusnya. Kami dengan tulus meminta maaf atas segala tekanan yang mungkin ditimbulkan secara tidak sengaja,” lanjut SM Entertainment.

    Karina dan agensi akan lebih berhati-hati agar insiden serupa tidak terjadi lagi di masa depan. Agensi juga menegaskan ke depannya unggahan Karina dan para artis yang bernaung di bawah SM Entertainment tidak disalahartikan untuk kepentingan atau agenda tertentu.

    “SM Entertainment juga akan lebih berhati-hati dan melakukan usaha lebih besar untuk mencegah insiden seperti itu terjadi di masa mendatang. Kami berharap niat artis kami tidak lagi disalahartikan atau dikonsumsi dengan agenda tertentu, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk melindungi Karina dan semua artis kami. Terima kasih,” tutup SM Entertainment.

  • Review Film The Ritual: Horor Kisah Nyata dengan Eksekusi Ala Kadarnya

    Review Film The Ritual: Horor Kisah Nyata dengan Eksekusi Ala Kadarnya

    Jakarta, Beritasatu.com – The Ritual (2025) menjanjikan sebuah sajian horor spiritual yang mendalam. Kehadiran aktor kawakan Al Pacino dan premis pengusiran setan dari kisah nyata seharusnya mampu menyuguhkan horor yang tidak biasa.

    Sayangnya, eksekusi ala kadarnya membuat ekspektasi penonton tak terpenuhi. Alih-alih membangun ketegangan secara konsisten, film ini justru terjebak dalam tempo lambat, narasi yang terlalu konvensional, dan pengembangan karakter yang kurang menggigit. Alhasil, The Ritual terasa lebih seperti drama keagamaan yang berat dan berlarut-larut, ketimbang horor mencekam yang menggugah adrenalin.

    Disutradarai David Midell, The Ritual menyuguhkan kisah nyata eksorsisme Emma Schmidt yang terjadi pada 1928. Film ini mengikuti Pastor Joseph Steiger (Dan Stevens), seorang imam muda yang dilanda krisis iman. Ia kemudian diminta untuk membantu Pastor Theophilus Riesinger (Al Pacino), seorang imam senior berpengalaman dalam ritual pengusiran setan, dalam menangani kasus kerasukan Emma Schmidt (Abigail Cowen), seorang wanita muda yang dirasuki kekuatan gelap yang tak dapat dijelaskan secara medis maupun psikologis.

    Tanpa mengandalkan jump scare atau visualisasi kerasukan yang mengerikan, The Ritual justru fokus pada dinamika spiritual dan emosional para tokohnya. Hubungan antara Steiger dan Riesinger menjadi pusat narasi, menghadirkan pertanyaan yang relevan tentang iman, keraguan, dan pengorbanan dalam menghadapi kejahatan yang tak kasatmata. Salah satu dialog, yang menyebut pekerjaan setan membuat manusia ragu akan kemampuan dan imannya, sangat relevan dengan refleksi spriritual era modern.

    Al Pacino tampil mengesankan sebagai Pastor Riesinger. Di usia senjanya, ia menghadirkan sosok imam yang kelelahan tetapi gigih. Tatapan yang tajam, suaranya lirih tetapi penuh tekanan, dan kehadirannya di layar benar-benar menjadi tulang punggung film ini.

    The Ritual (2025). – (XYZ Films/-)

    Dan Stevens juga memberikan penampilan solid sebagai Steiger, tokoh yang menjadi gambaran penonton dalam menghadapi keraguan iman dan ketakutan. Sementara itu, Abigail Cowen menampilkan akting fisik dan emosional yang mengesankan sebagai Emma, terutama dalam adegan-adegan kerasukan yang ditampilkan.

    Sayangnya, alur cerita dan pendekatan The Ritual masih terlalu mengikuti formula film eksorsisme klasik, seperti The Exorcist (1973). Tidak banyak kejutan atau pembaruan yang membuatnya terasa segar untuk genre horor.

    The Ritual juga cenderung mengedepankan drama dan kontemplasi spiritual daripada horor cepat penuh aksi. Ini membuat sebagian penonton merasa filmnya berjalan lambat, terutama pada bagian tengah yang dipenuhi dialog dan renungan keagamaan.

    Selain itu, walaupun Emma Schmidt adalah inti dari kisah ini, karakter ini kurang dikembangkan secara emosional. Film lebih fokus pada konflik internal kedua imam, sementara Emma sendiri lebih sering menjadi objek kerasukan ketimbang subjek dengan perspektif.

    Secara keseluruhan, meskipun The Ritual berhasil memberikan horor yang lebih mendalam secara psikologis dan spiritual, film ini mungkin tidak cocok bagi semua penonton, terutama mereka yang mengharapkan hiburan horor yang penuh kejutan dan kengerian.

  • Review Film The Ritual: Horor Kisah Nyata dengan Eksekusi Ala Kadarnya

    Review Film The Ritual: Horor Kisah Nyata dengan Eksekusi Ala Kadarnya

    Jakarta, Beritasatu.com – The Ritual (2025) menjanjikan sebuah sajian horor spiritual yang mendalam. Kehadiran aktor kawakan Al Pacino dan premis pengusiran setan dari kisah nyata seharusnya mampu menyuguhkan horor yang tidak biasa.

    Sayangnya, eksekusi ala kadarnya membuat ekspektasi penonton tak terpenuhi. Alih-alih membangun ketegangan secara konsisten, film ini justru terjebak dalam tempo lambat, narasi yang terlalu konvensional, dan pengembangan karakter yang kurang menggigit. Alhasil, The Ritual terasa lebih seperti drama keagamaan yang berat dan berlarut-larut, ketimbang horor mencekam yang menggugah adrenalin.

    Disutradarai David Midell, The Ritual menyuguhkan kisah nyata eksorsisme Emma Schmidt yang terjadi pada 1928. Film ini mengikuti Pastor Joseph Steiger (Dan Stevens), seorang imam muda yang dilanda krisis iman. Ia kemudian diminta untuk membantu Pastor Theophilus Riesinger (Al Pacino), seorang imam senior berpengalaman dalam ritual pengusiran setan, dalam menangani kasus kerasukan Emma Schmidt (Abigail Cowen), seorang wanita muda yang dirasuki kekuatan gelap yang tak dapat dijelaskan secara medis maupun psikologis.

    Tanpa mengandalkan jump scare atau visualisasi kerasukan yang mengerikan, The Ritual justru fokus pada dinamika spiritual dan emosional para tokohnya. Hubungan antara Steiger dan Riesinger menjadi pusat narasi, menghadirkan pertanyaan yang relevan tentang iman, keraguan, dan pengorbanan dalam menghadapi kejahatan yang tak kasatmata. Salah satu dialog, yang menyebut pekerjaan setan membuat manusia ragu akan kemampuan dan imannya, sangat relevan dengan refleksi spriritual era modern.

    Al Pacino tampil mengesankan sebagai Pastor Riesinger. Di usia senjanya, ia menghadirkan sosok imam yang kelelahan tetapi gigih. Tatapan yang tajam, suaranya lirih tetapi penuh tekanan, dan kehadirannya di layar benar-benar menjadi tulang punggung film ini.

    The Ritual (2025). – (XYZ Films/-)

    Dan Stevens juga memberikan penampilan solid sebagai Steiger, tokoh yang menjadi gambaran penonton dalam menghadapi keraguan iman dan ketakutan. Sementara itu, Abigail Cowen menampilkan akting fisik dan emosional yang mengesankan sebagai Emma, terutama dalam adegan-adegan kerasukan yang ditampilkan.

    Sayangnya, alur cerita dan pendekatan The Ritual masih terlalu mengikuti formula film eksorsisme klasik, seperti The Exorcist (1973). Tidak banyak kejutan atau pembaruan yang membuatnya terasa segar untuk genre horor.

    The Ritual juga cenderung mengedepankan drama dan kontemplasi spiritual daripada horor cepat penuh aksi. Ini membuat sebagian penonton merasa filmnya berjalan lambat, terutama pada bagian tengah yang dipenuhi dialog dan renungan keagamaan.

    Selain itu, walaupun Emma Schmidt adalah inti dari kisah ini, karakter ini kurang dikembangkan secara emosional. Film lebih fokus pada konflik internal kedua imam, sementara Emma sendiri lebih sering menjadi objek kerasukan ketimbang subjek dengan perspektif.

    Secara keseluruhan, meskipun The Ritual berhasil memberikan horor yang lebih mendalam secara psikologis dan spiritual, film ini mungkin tidak cocok bagi semua penonton, terutama mereka yang mengharapkan hiburan horor yang penuh kejutan dan kengerian.

  • Raffi Ahmad Ajak Santri Melek Media Digital

    Raffi Ahmad Ajak Santri Melek Media Digital

    Kediri, Beritasatu.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menghadiri acara halaqoh “Gerakan Ayo Mondok” yang digelar di Pondok Pesantren Al Amien, Kelurahan Ngasinan, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (28/5/2025).

    Gerakan Ayo Mondok merupakan inisiatif bersama sejumlah tokoh nasional dan tokoh agama untuk mengajak generasi muda menimba ilmu di pesantren.

    Dalam kesempatan ini, Raffi Ahmad mengajak para santri untuk tidak ketinggalan zaman dan mulai menguasai dunia digital, terutama media sosial. Menurutnya, pesantren adalah tempat yang menyenangkan dan mendidik, serta memiliki nilai-nilai penting seperti sopan santun, adab, dan agama. Karena itu, Raffi ingin mengajak para kreator konten untuk turut mempromosikan citra positif pesantren kepada publik.

    “Di pondok pesantren itu diajarkan sopan santun, etika, adab dan agama. Jadi kami juga mendorong kepada para santri untuk menguasai digital. Karena berdakwah itu bukan hanya lewat pengajian saja, tetapi juga dapat dilakukan melalui media sosial,” kata Raffi Ahmad.

    Sementara itu, penggagas Gerakan Ayo Mondok, KH Zahrul Azhar Asumta, menegaskan pentingnya santri memahami dan menggunakan media secara bijak. Tahun ini, acara halaqoh mengangkat tema “Santri Melek Media” sebagai bentuk respons terhadap era digital yang terus berkembang.

    “Santri sekarang harus mampu memahami dan memanfaatkan media, baik multiplatform maupun mainstream. Dari sini, mereka bisa menyebarkan informasi yang sehat dan positif untuk dunia pesantren,” ujar KH Zahrul Azhar.

  • Buka Gerakan Nasional Ayo Mondok, Raffi Ahmad: Santri Harus Pede

    Buka Gerakan Nasional Ayo Mondok, Raffi Ahmad: Santri Harus Pede

    Kediri, Beritasatu.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad membuka secara resmi kegiatan Gerakan Nasional Ayo Mondok, di Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan, Kota Kediri, Rabu (28/5/2025).

    Forum ini membahas berbagai isu strategis di lingkungan pesantren, termasuk perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan.

    Rafi Ahmad dalam sambutannya menyampaikan era digital membuka peluang besar bagi para santri untuk tampil dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara lebih luas dan modern.

    “Santri harus percaya diri. Mereka bukan hanya pewaris tradisi, tetapi juga pemimpin masa depan. Kita harus mengajarkan agama dengan cinta dan menjangkau masyarakat lewat media seperti Instagram dan TikTok,” ujar Rafi dalam kegiatan yang dihadiri lebih dari 600 Ibu Nyai dan Kiai dari berbagai daerah. 

    Sementara itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa langkah-langkah konkret yang dihasilkan dari forum ini akan sejalan dengan program Pemkot Kediri dalam penanganan kekerasan berbasis gender.

    “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini tetapi bisa menjadi gerakan berkelanjutan untuk melindungi generasi muda dan memperkuat pesantren sebagai pusat peradaban,” ujarnya.

  • Waspada Penyakit Batuk Haji Mengintai Jemaah, Ini Cara Mencegahnya

    Waspada Penyakit Batuk Haji Mengintai Jemaah, Ini Cara Mencegahnya

    Jakarta, Beritasatu.com – Ibadah haji, sebagai rukun Islam kelima, merupakan momen suci yang mendatangkan pahala tak ternilai bagi umat muslim yang menunaikannya. Namun, di balik kemuliaan ibadah ini, rangkaian aktivitas yang padat dan lingkungan yang menantang membuat jemaah rentan terhadap berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit batuk haji.  

    Penyakit batuk haji atau dikenal sebagai “hajj cough” adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan batuk yang sering dialami jemaah haji, baik selama menjalankan ibadah di tanah suci maupun setelah kembali ke negara asal.

    Batuk ini biasanya disertai gejala pernapasan, seperti pilek, sakit tenggorokan, atau sesak napas. Menurut penelitian Gautret et al (2016), sekitar 90% jemaah haji melaporkan gejala pernapasan, termasuk batuk, selama pelaksanaan ibadah haji.

    Batuk haji dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi virus seperti influenza, infeksi bakteri seperti Streptococcus pneumoniae, hingga iritasi akibat paparan debu dan suhu ekstrem di Makkah dan Madinah. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.

    Penyebab Jemaah Rentan Terkena Penyakit Batuk Haji  

    Ada beberapa faktor yang membuat jemaah haji rentan terhadap penyakit batuk haji dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berikut ini penyebab utamanya yang disitat dari berbagai sumber,

    1. Keramaian dan penularan penyakit  

    Setiap tahun, lebih dari 2 juta jemaah dari berbagai belahan dunia berkumpul di lokasi ibadah, seperti Masjidil Haram, Mina, dan Arafah. Keramaian ini menciptakan lingkungan ideal untuk penularan penyakit melalui tetesan udara (droplet) saat batuk atau bersin. Penelitian oleh Al-Tawfiq et al (2016) menyebutkan kepadatan jemaah adalah faktor utama penyebaran infeksi pernapasan selama haji.  

    2. Kondisi lingkungan yang ekstrem  

    Suhu di Makkah dapat mencapai 47 derajat celsius, ditambah dengan debu yang beterbangan di udara. Kondisi ini sering menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, memicu batuk dan sakit tenggorokan. Paparan debu juga dapat memperparah gejala pada jamaah yang memiliki riwayat alergi atau asma.  

    3. Kelelahan fisik dan penurunan imunitas  

    Rangkaian ibadah haji, seperti wukuf di Arafah, lempar jamrah, dan tawaf, membutuhkan stamina fisik yang tinggi. Ditambah dengan perjalanan jauh dan kurang tidur, daya tahan tubuh jamaah sering kali melemah. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus atau bakteri penyebab penyakit batuk haji.  

    Cara Mencegah Penyakit Batuk Haji  

    Untuk menjaga kesehatan selama ibadah haji dan mencegah penyakit batuk haji, berikut ini lima tip praktis yang dapat diterapkan oleh jemaah, yang dikutip dari Arab News.  

    1. Kenakan masker pada area ramai  

    Menggunakan masker di tempat-tempat padat, seperti Masjidil Haram atau Mina sangat penting untuk melindungi saluran pernapasan dari mikroorganisme berbahaya dan debu. Pilih masker medis atau N95 untuk perlindungan maksimal.  

    2. Cukupi kebutuhan cairan tubuh  

    Dehidrasi dapat melemahkan daya tahan tubuh, sehingga jemaah disarankan untuk minum air secara rutin, baik air putih maupun air zamzam. Usahakan konsumsi setidaknya dua liter per hari dengan porsi kecil tetapi konsisten untuk menjaga hidrasi.  

    3. Pastikan tubuh mendapat istirahat cukup  

    Kelelahan akibat aktivitas fisik yang intens dapat menurunkan imunitas. Oleh karena itu, usahakan untuk mendapatkan tidur dan istirahat yang cukup di sela-sela rangkaian ibadah haji. Manfaatkan waktu di penginapan untuk memulihkan tenaga.

    4. Lindungi diri dari paparan sinar matahari  

    Suhu panas di Makkah, yang bisa mencapai 40–45 derajat celsius, meningkatkan risiko dehidrasi dan iritasi pernapasan. Gunakan payung, kenakan pakaian berwarna cerah, dan oleskan tabir surya untuk melindungi diri. Hindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari jika memungkinkan.  

    5. Jaga jarak dari orang yang sakit  

    Jika ada jemaah di sekitar Anda yang tampak sakit, menjaga jarak adalah langkah bijak untuk mengurangi risiko penularan. Hindari kontak langsung dan pastikan Anda tetap memakai masker di lingkungan ramai.  

    Penyakit batuk haji merupakan tantangan kesehatan yang umum dihadapi jemaah haji akibat keramaian, lingkungan ekstrem, dan kelelahan fisik. Jika tidak ditangani, batuk ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia, yang berisiko tinggi bagi jemaah lanjut usia atau dengan penyakit kronis.

  • BNI Java Jazz Festival 2025 Rayakan 20 Tahun dengan Proyek Musik Epik

    BNI Java Jazz Festival 2025 Rayakan 20 Tahun dengan Proyek Musik Epik

    Jakarta, Beritasatu.com – Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2025 akan digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai 30 Mei hingga 1 Juni 2025. Penyelenggaraan tahun ini menjadi sangat istimewa karena menandai dua dekade perjalanan salah satu festival jazz terbesar di dunia.

    Presiden Direktur Java Festival Production, Dewi Gontha mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas pencapaian ini. Menurutnya, banyak musisi yang tumbuh dan berkembang bersama Java Jazz Festival sejak pertama kali digelar.

    “Dukungan yang tak lekang oleh waktu dari para sponsor, mitra, institusi pemerintah lokal dan nasional serta para musisi, menandakan kekuatan dari kolaborasi dan upaya yang saling bersatu ini telah membawa festival ini sampai ke titik ini,” ujar Dewi dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (28/5/2025).

    Tak hanya menyajikan pertunjukan musik kelas dunia, BNI Java Jazz Festival 2025 akan menghadirkan berbagai aktivitas interaktif. Pengunjung dapat menikmati booth kreatif, zona permainan, spot foto tematik, serta beragam promo dan hadiah menarik sepanjang festival.

    Direktur Consumer Banking BNI, Corina Leyla Karnalies mengatakan BNI menghadirkan banyak program menarik dalam Java Jazz Festival tahun ini, termasuk kolaborasi eksklusif dengan penyanyi Andien dan penawaran finansial spesial.

    Lebih lanjut, Corina menjelaskan bahwa kerja sama BNI dan Java Jazz Festival telah terjalin sejak 2005.

    “Kehadirannya kembali sebagai title sponsor di perayaan ke-20 tahun menegaskan komitmen kuat BNI dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif Indonesia secara konsisten dan berkelanjutan,” tegas Corina.

    Java Jazz Festival 2025 akan menampilkan musisi internasional ternama seperti RAYE, Tunde (vokalis Lighthouse Family), dan Jacob Collier, serta sejumlah musisi Indonesia yang telah lama bersinar di panggung jazz nasional.

    Deretan musisi yang akan tampil di Java Jazz Festival 2025 antara lain Andien, Barry Likumahuwa, Dira Sugandi, Elfa Zulham, Endah ‘n Rhesa, Humania, Indra Aziz, Maliq & D’Essentials, Nikita Dompas, Rafi Muhammad, Teddy Adhitya, Tompi, dan Voxaccord.

    Proyek spesial yang turut meramaikan festival ini antara lain:

    Sing Along: Tribute to Titiek Puspa, oleh Adikara, Bilal Indrajaya, Danilla, dan Kris DayantiPFG & The Groove Syndicate, karya istimewa Peter F. GonthaJakarta Drum School All Stars “Reinterpreting The Beatles” dengan Cakra Khan & Balawan, menampilkan gitar unik Fender 9 necks.Komodo Project, kolaborasi antara Gilang Ramadhan, Ivan Nestorman, Adi Darmawan,Lian Panggabean, Smiet Lalove, dan Yoyon Darsono, memadukan jazz dengan kekayaan musik etnik Nusantara.Papua Original, musisi dari Papua yang mengusung nuansa groove etnik dan lirik berbahasa daerah asli.Damez with Brian Simpson Band, kolaborasi musisi Indonesia dan internasional.Thee Marloes, band soul-jazz-pop asal Surabaya yang dikontrak oleh Big Crown Records.Yance Manusama: Himself, perayaan lintas generasi dalam karier panjang sang legenda.Tompi with Ayesha & Zayn, penampilan hangat penuh makna bersama keluarga.Jazz for Kids: Talenta Svara Bertha, persembahan istimewa dari anak-anak berbakat Indonesia.

    Acara puncak akan digelar di outdoor stage pada Minggu dengan tajuk spesial “20 Years of Java Jazz Festival”, yang akan menyoroti kontribusi festival ini terhadap perjalanan karier banyak musisi selama dua dekade terakhir.