Category: Beritasatu.com Hiburan

  • Jakarta Skin Express: Ruang Aman Baru untuk Merawat Diri Sendiri

    Jakarta Skin Express: Ruang Aman Baru untuk Merawat Diri Sendiri

    Jakarta, Beritasatu.com –  Jakarta Skin Express (JSE) resmi dibuka sebagai ruang aman baru bagi masyarakat yang ingin merawat diri secara menyeluruh. Berlokasi di Jalan Mangga Besar IV/I no.33, Taman Sari, Jakarta Barat, klinik ini menawarkan berbagai layanan kecantikan wajah dan perawatan gigi yang menyasar kebutuhan kesehatan dan penampilan, baik untuk pria maupun wanita.

    Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan kulit dan penampilan, kehadiran Jakarta Skin Express menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan layanan estetika yang aman, profesional, dan terjangkau. Konsep klinik ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir yang instan, tetapi juga mengedepankan pendekatan yang berkelanjutan dan bersifat edukatif bagi pasiennya.

    “Klinik kecantikan bukan hanya untuk mempercantik tampilan luar, tetapi juga membantu meningkatkan kesehatan kulit dan rasa percaya diri,” ujar Co-founder JSE Aesthetic sekaligus Hair Transplant Surgeon dr Dhea Larasasti, MARS, saat Grand Opening JSE pada Selasa (2/7/2025). 

    Ia juga menekankan bahwa setiap individu berhak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, dan proses perawatan yang tepat dapat menjadi bagian dari perjalanan mencintai diri.  Jakarta Skin Express menyediakan berbagai layanan unggulan, mulai dari Skin Booster untuk menutrisi kulit dari dalam, Thread Lift untuk mengencangkan wajah tanpa operasi, hingga Botox dan Premium Filler untuk memperbaiki kontur wajah. 

    Bahkan tersedia juga layanan Mini Surgery bagi pasien dengan kebutuhan tindakan estetika lanjutan. Seluruh prosedur ditangani oleh tim profesional yang sudah berpengalaman, didukung teknologi terkini dan standar keamanan medis yang ketat.

    Tak hanya itu, JSE Aesthetic juga membuka layanan dental care yang terintegrasi. Mulai dari pemeriksaan rutin, penambalan gigi, scaling, veneer, hingga pemasangan kawat gigi (ortodonti). Semua perawatan dilakukan oleh dokter gigi yang memiliki keahlian dalam bidang estetika gigi, sehingga hasilnya tak hanya fungsional tapi juga memperhatikan sisi penampilan.

    Suasana klinik pun didesain sedemikian rupa agar memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi pasien. Dengan desain interior yang modern dan pelayanan ramah, Jakarta Skin Express ingin menciptakan pengalaman yang menyenangkan sejak pasien melangkah masuk.

    Mengusung pendekatan holistik, Jakarta Skin Express dikelola oleh tim dokter spesialis kulit, estetika, dan gigi yang berkompeten. “Di sinilah peran Jakarta Skin Express menjadi sangat relevan, bukan sekadar untuk mempercantik wajah, tetapi juga untuk merawat dan menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh,” tutup dr Dhea Larasasti.

  • Park Gyu Young Minta Maaf setelah Bocorkan Spoiler Squid Game 3

    Park Gyu Young Minta Maaf setelah Bocorkan Spoiler Squid Game 3

    Seoul, Beritasatu.com- Aktris  muda Korea Selatan yang sedang naik daun, Park Gyu Young menyampaikan permintaan maafnya karena sudah tak sengaja menunggah foto yang menjadi  spoiler dari  serial Netflix Squid Game 3

    Dalam wawancara dengan Sports Chosun,  Gyu Young tak menampik perbuatan ceroboh yang ia lakukan. Ia meminta maaf karena mengunggah foto yang memicu kekecewaan banyak penggemar dari serial Squid Game.

    “Selama beberapa bulan terakhir, saya menunjukkan sisi yang mengecewakan dari diri saya.  Banyak dari kalian mungkin merasa kecewa,” kata Park Gyu Young, dikutip dari Allkpop, Jumat (4/7/2025).

    Kontroversi bermula saat bintang drama Celebrity itu mengunggah foto aktor Lee Jin Wook mengenakan kostum Pink Guard di akun Instagram pribadinya saat masa promosi Squid Game 2.

    Foto tersebut mengungkap alur penting dan karakter yang dikira para penggemar sudah tidak muncul kembali, sehingga memicu spekulasi publik tentang cerita untuk musim ketiga.

    “Saya sadar telah menyebabkan banyak kekecewaan karena membocorkan sesuatu tanpa sengaja,” imbuhnya.

    Ia  mengaku langsung menghubungi tim produksi, sutradara Hwang Dong Hyuk, serta aktor Lee Jin Wook setelah unggahan fotonya itu viral. Kala itu sang sutradara hanya meminta agar kejadian serupa jangan sampai terulang lagi.

    Ketika ditanya tentang isu adanya penalti berat dari Netflix terkait kecerobohannya tersebut, aktris kelahiran 21 Juli 1193 itu mengungkap sejauh ini tidak ada hukuman pinalti yang ditujukan kepadanya.  

    “Saya tidak bisa menjelaskan secara spesifik isi kontraknya, tetapi alih-alih penalti, responsnya lebih fokus untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Ada pedoman pra-syuting tentang kehati-hatian terkait spoiler, tetapi tidak disebutkan tentang penalti,” tutup Park Gyu Young.

  • Kronologi Dewi Yull Buta Sebelah karena Minus Terlalu Tinggi

    Kronologi Dewi Yull Buta Sebelah karena Minus Terlalu Tinggi

    Jakarta, Beritasatu.com – Kabar kurang menyenangkan datang dari selebritas senior Dewi Yull. Ia menyebut, mata kanannya mengalami kebutaan.

    “Minusku yang kanan terlalu tinggi, mencapai 25. Sedangkan, mata yang kiri 19,” kata Dewi Yull dikutip dari channel YouTube, Jumat (4/7/2025).

    Dewi Yull menceritakan penyebab mata yang dimilikinya mengalami kebutaan, yang dimulai sejak 2023.

    “Keluar cairan gelembung di dalam mata, ya seperti air gelembung gitu. Lama-lama kok malah menjadi air, dari warna putih menjadi kuning dan warnanya itu semakin hari semakin pekat,” tuturnya.

    “Pas malam kok seperti sudah gelap yang kanan. Dari situ, saya langsung ke rumah sakit mata. Kejadian itu pada 2023,” ingatnya.

    Ia mengatakan, saat di rumah sakit langsung segera diambil tindakan terkait kondisi matanya yang semakin tidak baik tersebut.

    “Retinanya itu abrasi, lepas dari mata. Kalau matanya minus tinggi menjadi cembung. Jadinya lepas,” tuturnya.

    “Operasinya itu cuma sebentar dan pas bangun ternyata diberikan silikon di mata kanan, jadi saya masih bisa melihat cahaya,” lanjutnya.

    Dewi Yull tetap bersyukur meski mata kanannya sudah tidak bisa melihat dengan sempurna.

    “Alhamdulillah, tinggal yang kiri maka artinya masih ada yang bisa bekerja jadi masih bisa bermanfaat,” tutupnya.

  • Mata Kanan Dewi Yull Buta Permanen, Kenali Penyebabnya

    Mata Kanan Dewi Yull Buta Permanen, Kenali Penyebabnya

    Jakarta, Beritasatu.com – Kabar mengejutkan datang dari aktris senior Dewi Yull yang mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kebutaan permanen pada mata kanan. Kondisi ini disebabkan oleh pelepasan retina akibat tingkat minus yang sangat tinggi pada matanya.

    Menurut pengakuannya, Dewi Yull sudah merasakan tanda-tanda gangguan penglihatan sejak tahun 2023. Namun karena tidak segera memeriksakan diri ke dokter mata, kondisinya semakin memburuk hingga retina pada mata kanannya mengalami ablasi atau pelepasan.

    “Mata aku tinggal satu yang berfungsi, tinggal yang kiri. Alhamdulillah tetap disyukuri. Masih bisa bekerja, masih bisa bermanfaat,” ujar Dewi dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

    Hal tersebut terjadi akibat minus yang ekstrem, yakni mata kanan Dewi Yull mencapai minus 25, sementara mata kirinya minus 19.

    “Ternyata itu udah tanda-tanda akan ada pelepasan. Jadi retinanya ablasi, lepas dari biji mata. Karena kalau minus tinggi kan katanya cembung, jadi gampang lepas,” jelasnya.

    Meskipun kehilangan penglihatan di satu mata, Dewi tetap menjalani hidup dengan optimisme. Ia menganggap kondisi ini sebagai bagian dari ujian hidup yang harus dijalani dengan rasa syukur dan tanpa keluhan.

    Lantas, apa sebenarnya ablasi mata tersebut? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkapnya!

    Apa Itu Ablasi Retina?

    Ablasi retina atau ablasio retina adalah kondisi terlepasnya retina dari lapisan penyokongnya. Retina merupakan lapisan tipis yang sangat sensitif terhadap cahaya dan berfungsi menangkap serta mengubah cahaya menjadi sinyal listrik untuk diteruskan ke otak.

    Jika retina terlepas, suplai oksigen dan nutrisi akan terganggu sehingga dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen. Ablasi retina merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan medis segera.

    Jenis dan Penyebab Ablasi Retina

    Terdapat tiga tipe utama ablasi retina, yakni:

    1. Rhegmatogenous

    Jenis paling umum, terjadi akibat robekan atau lubang pada retina. Robekan ini memungkinkan cairan masuk dan mendorong retina terlepas dari lapisan di bawahnya. Faktor usia dan miopi tinggi (rabun jauh parah) merupakan penyebab utamanya.

    2. Traksional

    Terjadi karena adanya jaringan parut yang menarik retina. Biasanya dialami oleh penderita diabetes yang tidak terkontrol.

    3. Eksudatif

    Disebabkan oleh penumpukan cairan tanpa adanya robekan retina. Bisa dipicu oleh hipertensi, peradangan, trauma mata, hingga tumor.

    Faktor Risiko

    Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko ablasi retina antara lain:

    Usia di atas 50 tahun.Miopi berat (misalnya minus lebih dari 10).Riwayat operasi mata atau cedera mata.Riwayat keluarga dengan ablasi retina.Penyakit mata seperti uveitis.Gejala Ablasi Retina

    Gejala awal biasanya datang tiba-tiba dan meliputi:

    Melihat kilatan cahaya (fotopsia).Munculnya bintik hitam atau floater.Penglihatan seperti tertutup tirai abu-abu.

    Jika gejala ini muncul, penting untuk segera ke dokter mata guna mencegah risiko kebutaan permanen.

    Pentingnya Deteksi Dini dan Pemeriksaan Rutin

    Studi dari Community Eye Health Journal menekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci keberhasilan pengobatan ablasi retina. Pemeriksaan retina dengan oftalmoskopi tak langsung oleh dokter spesialis mata sangat direkomendasikan untuk diagnosis dan penanganan yang efektif.

    Pengalaman Dewi Yull menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, terutama mereka yang memiliki minus tinggi. Deteksi dini dan pemeriksaan mata secara berkala sangat penting untuk mencegah kondisi serupa.

    “Hati-hati kalau sudah ada gelembung di dalam mata. Buat masyarakat Indonesia yang punya minus tinggi, cepat-cepat langsung ke dokter mata,” ujar Dewi mengingatkan.

    Kondisi yang dialami Dewi Yull menunjukkan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan mata, terutama bagi mereka yang memiliki rabun jauh tinggi. Ablasi retina bukan hanya sekadar gangguan penglihatan biasa, tetapi bisa menyebabkan kebutaan permanen jika tidak ditangani dengan cepat.

  • Park Seo Joon Bantah Gugat Restoran Rp 71 M karena Foto Iklan

    Park Seo Joon Bantah Gugat Restoran Rp 71 M karena Foto Iklan

    Seoul, Beritasatu.com – Park Seo Joon mengklarifikasi informasi yang beredar terkait gugatan hukum terhadap sebuah restoran yang menggunakan fotonya tanpa izin untuk keperluan iklan produk. Agensi Park Seo Joon menyatakan mereka menuntut sebesar 60 juta won Korea, bukan 6 miliar won Korea.

    Sebelumnya, aktor yang dikenal lewat drama What’s  Wrong With Secretary Kim? itu dikabarkan menggugat seorang pemilik restoran dengan tuntutan ganti rugi sebesar 6 miliar won Kora atau sekitar Rp 71,2 miliar. Hal ini langsung diluruskan oleh agensi Park Seo Joon, Awesome Entertainment.

    “Perkiraan kerugian akibat penggunaan gambar Park Seo Joon tanpa izin dan tidak sah untuk tujuan iklan adalah sekitar 600 juta won Korea. Namun, dengan mempertimbangkan keadaan restoran, kami hanya menuntut 60 juta won Korea (sekitar Rp 712 juta),” kata agensi, dikutip dari Allkpop, Jumat (4/7/2025).

    Agensi menegaskan, pihaknya telah meminta restoran berhenti menggunakan gambar Park Seo Joon, baik secara daring maupun cetak, sejak tahun 2019. Namun, perbuatan ini disebut Awesome Entertainment akhirnya tetap dilakukan berulang kali. Oleh karena itu, agensi memutuskan membawa masalah ini ke ranah hukum.

    “Awalnya mereka sempat menghapus gambar tersebut, namun kemudian menggunakannya kembali dan akhirnya benar-benar mengabaikan permintaan kami. Oleh karena itu, kami tidak memiliki pilihan lain selain menempuh jalur hukum,” bunyi pernyataan resmi Awesome Entertainment.

    Agensi juga menanggapi kritik publik yang menyebut sang aktor menggugat pelaku usaha kecil dengan jumlah nominal yang tidak proporsional. Awesome Entertainment menekankan, gugatan tersebut telah melalui proses hukum dan pengadilan menyatakan gugatan Park Seo Joon sah.

    “Jumlah ganti rugi yang akhirnya diputuskan oleh pengadilan adalah sebesar 5 juta won Korea (sekitar Rp 59,3 juta),” pungkas agensi.  

    Sebagai informasi, restoran yang digugat tersebut diketahui pernah menampilkan gambar Park Seo Joon dari adegan dari drama What’s Wrong With Secretary Kim?, di mana karakter yang diperankan bintang drama Itaewon Class itu  terlihat menikmati hidangan gejang (kepiting fermentasi).

    Kemudian, pihak restoran menggunakan cuplikan adegan tersebut untuk promosi tanpa izin resmi dari pihak aktor maupun tim produksi drama.

  • Diserbu Netizen, Jacquelyn Chandra Klarifikasi Soal Jurassic World

    Diserbu Netizen, Jacquelyn Chandra Klarifikasi Soal Jurassic World

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebgram Jacquelyn Chandra akhirnya buka suara terkait kemunculan dirinya di film Jurassic World: Rebirth. Ia menyebut, hanya muncul di remake trailer film tersebut.

    “Aku jadi orang Indonesia pertama yang main film di Jurassic World, i wish,” jelas Jacquelyn Chandra dikutip dari Instagram miliknya, Jumat (4/7/2025).

    Menurutnya, lokasi syuting yang dilakukan Jacquelyn Chandra berada di Thailand. Tepatnya, di wilayah Krabi.

    “Jadi, kemarin aku ke Thailand itu aku datang untuk premiere-nya film Jurassic World: Rebirth sama teman-teman dari negara lain,” tuturnya.

    “Kita juga dikasih kesempatan untuk Remake Trailer Jurassic World: Rebirth,” ungkapnya.

    Menurutnya, bergabungnya di remake Jurassic World: Rebirth bersama para pemain dari benua Asia lainnya.

    “Bukan hanya saya, tetapi ada juga teman-teman dari Filipina, Thailand, dan dari India juga dan aku sudah upload hasil trailer pertama,” ungkapnya.

    “Kita juga tidak hanya remake trailer-nya enggak cuma satu tetapi ada dua dan yang terakhi kita dikejar T-rex,” tutupnya.

  • Kolom Komentar IG Gold’s Gym Dikunci Usai Cabang Tak Beroperasi

    Kolom Komentar IG Gold’s Gym Dikunci Usai Cabang Tak Beroperasi

    Jakarta, Beritasatu.com- Akun Instagram resmi tempat pusat latihan kebugaran Gold’s Gym kini sudah menutup kolom komentarnya. Terpantau pada Jumat (4/7/2025) siang, akun @goldsgym.indonesia yang sudah memiliki lebih dari 72.000 pengikut tersebut masih bisa diakses untuk publik. Hanya kolom komentarnya yang sudah dinonaktifkan.

    Selain kolom komentar yang dinonaktifkan, unggahan teranyarnya pun sudah hampir satu bulan lalu yakni video Reels singkat yang diunggah pada 24 Juni 2025.

    Gold’s gym mendadak ramai menjadi pemberitaan karena dikabarkan telah menutup semua cabangnya. Situasi ini membuat ribuan anggota gym yang sudah terlanjur membayar biaya keanggotan pun meradang.

    Salah satunya akun @M***G*fari, yang mengaku kaget cabang Gold’s gym yang ia biasa datangi untuk berolahraga tiba-tiba tutup dengan pengumuman yang menyebutkan tempat tersebut terpaksa stop beroperasi karena pihak manajemen belum membayarkan hak karyawan.

    “Enggak nyangka akan nemu pengumuman ini waktu ke gym pagi ini, ternyata seluruh cabang gold’s gym TUTUP sepihak,” bunyi cuitan @M***G*fari pada Jumat (29/6/2025).

    Sang netizen menambahkan, tidak ada pengembalian dana atau refund, transfer membership apapun kepada para anggota gym. Tidak ada juga kompensasi yang diberikan pihak manajemen Gold’s gym.

    “Enggak ada refund, enggak ada transfer membership, enggak ada kompensasi,” tambahnya.

    Sementara itu, akun X Gold’s gym @Golds_Indonesia terlihat sudah tidak lagi aktif digunakan sejak tiga tahun yang lalu. Mengingat, unggahan teratas di akun ini tertera tanggal 28 Maret 2022. 
     

  • Mata Kanan Dewi Yull Buta, Minus Tinggi Jadi Pemicu

    Mata Kanan Dewi Yull Buta, Minus Tinggi Jadi Pemicu

    Jakarta, Beritasatu.com –  Aktris senior Dewi Yull mengungkap kabar mengejutkan soal kondisi kesehatannya. Ia mengalami kebutaan pada mata kanan akibat pelepasan retina yang dipicu oleh minus yang sangat tinggi. Hal ini disampaikan langsung oleh Dewi dalam sebuah wawancara di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (4/7/2025). 

    “Mata aku tinggal satu yang berfungsi, tinggal yang kiri, Alhamdulillah tetap disyukuri. Artinya masih ada, masih bisa bekerja, masih bisa bermanfaat,” ujar Dewi Yull, menanggapi dengan lapang dada kondisi yang menimpanya.

    Menurut Dewi, minus di mata kanannya sudah mencapai angka 25, sementara mata kirinya berada di angka 19. Tanda-tanda kebutaan sebenarnya sudah ia rasakan sejak tahun 2023. Namun, karena tidak segera diperiksa, kondisinya pun memburuk hingga akhirnya harus menjalani tindakan medis besar.

    “Ternyata itu udah tanda-tanda akan ada pelepasan. Jadi retinanya abrasi, lepas dari biji mata. Karena kalau minus tinggi kan katanya cembung, jadi gampang lepas,” jelasnya.

    Meski kini hanya mengandalkan satu mata, perempuan 64 tahun itu tetap merasa bersyukur. Ia menyebut bahwa kondisi ini adalah bagian dari ujian hidup yang harus diterima dengan ikhlas. “Hidup itu enggak boleh mengeluh. Semua dibawa happy, dibawa dengan rasa syukur atas nikmat yang masih banyak,” ujarnya.

    Mantan istri almarhum Ray Sahetapy itu juga berharap pengalamannya bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki gangguan mata minus tinggi. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan rutin ke dokter mata.

    “Hati-hati kalau sudah ada gelembung di dalam mata. Buat masyarakat Indonesia yang punya minus tinggi, cepat-cepat langsung ke dokter mata,” pesan Dewi Yull menutup pernyataannya.

  • Viral Perempuan Berkebaya di Malioboro, Netizen Asing Ledek Indonesia

    Viral Perempuan Berkebaya di Malioboro, Netizen Asing Ledek Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com –  Sebuah video berdurasi 90 detik yang menampilkan perempuan berkebaya berjalan di kawasan Malioboro, Yogyakarta, viral dan memicu perdebatan di media sosial. Uniknya, perdebatan itu terjadi antara netizen asing dengan warganet Indonesia. 

    Dalam video tersebut, tampak seorang perempuan mengenakan busana tradisional kebaya yang menarik perhatian banyak orang. Beberapa orang terlihat memotret, sementara lainnya menoleh penuh rasa takjub.

    Video itu pertama kali diunggah oleh akun X asal luar negeri bernama @6JZoZhaTVApGcAV, disertai narasi dalam bahasa Arab yang menyindir Indonesia. Unggahan itu menyebut bahwa penampilan perempuan berkebaya adalah pengingat masa lalu yang indah, sebelum “konservatisme menggelapkan segalanya.” 

    Bahkan, akun tersebut menyindir bahwa “kecantikan seperti ini sudah tidak terlihat lagi karena mereka baiat ke ISIS.”

    Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi beragam, terutama dari netizen asing yang mempertanyakan mengapa busana tradisional tampak asing di negeri asalnya. “Kenapa terlihat seperti hal yang asing? Bukankah ini budaya kalian?” tulis salah satu komentar dari pengguna asal Amerika Serikat.

    Respons keras langsung datang dari warganet Indonesia. Mereka menilai kritik tersebut tidak berdasar dan cenderung merendahkan. “Orang luar ngomongin culture tuh tolol sih, lu aja enggak punya budaya, bjir,” tulis akun @colamimpi.

    Sebagian warganet Indonesia juga menjelaskan bahwa kekaguman warga dalam video bukan karena busana kebaya dianggap langka, melainkan karena situasi dan tempatnya yang tidak biasa. “Should I walk the street in Downtown Portland with a full-blown cowboy attire, see how they react?” sindir akun @Ianard_.

    Tak sedikit pula netizen yang mencoba memberi pandangan lebih rasional. “Kata guru seni saya, pakaian seperti itu bukan dianggap kuno, tapi tidak relevan dengan aktivitas kita sekarang,” tulis akun @AFKMoment. 

    Ada pula komentar jenaka, “Bahkan di zaman kerajaan Mataram kalau mbaknya jalan keliling pasar pakai baju itu juga bakal heboh. Jangan-jangan malah dikasih sesajen,” tulis akun @malesbangunaja.

    Warganet juga mengoreksi klaim lokasi video. “Dan itu bukan di Jakarta,” tegas akun @dontgivaffuk, meluruskan informasi yang keliru.

    Perdebatan ini menunjukkan bahwa busana tradisional seperti kebaya tak hanya berfungsi sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas tentang identitas, modernitas, dan cara bangsa memandang dirinya sendiri di era global.

  • Angka Kematian Jemaah Haji 2025 Meningkat, Kemenkes: Alarm Bahaya

    Angka Kematian Jemaah Haji 2025 Meningkat, Kemenkes: Alarm Bahaya

    Makkah, Beritasatu.com – Pelaksaan ibadah haji telah memasuki hari ke-60, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat hingga 1 Juli 2025, angka kematian jemaah terus bertambah hingga mencapai 418 orang. Jumlah ini sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

    Berdasarkan data sistem komputerisasi haji terpadu bidang kesehatan (Siskohatkes) per 30 Juni 2025 pukul 16.00 waktu setempat, banyaknya jemaah haji yang wafat didominasi karena penyakit jantung (syok kardiogenik dan gangguan jantung iskemik akut), dan sindrom gangguan pernapasan akut pada orang dewasa.

    Tingginya angka kematian dan kesakitan yang dialami jemaah haji Indonesia menjadi perhatian khusus Kementerian Haji Arab Saudi, terutama menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

    Wakil Menteri Haji Arab Saudi Abdul Fatah Mashat menyoroti dua hal utama, yakni tingkat istitha’ah (kemampuan jemaah untuk melaksanakan haji) aspek kesehatan dan jumlah jemaah yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji.

    “Ini harus menjadi perhatian kita semua dalam menyusun langkah-langkah persiapan yang lebih baik di masa mendatang, termasuk dalam penyaringan, pemantauan, dan pendampingan kesehatan jemaah sejak sebelum keberangkatan,” jelas Abdul, dikutip dari laman resmi Kemenkes, Jumat (4/7/2025).

    Senada dengan Abdul, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi dr Mohammad Imran menyampaikan, catatan tinggi angka kematian jemaah haji Indonesia tahun ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan.

    “Meningkatnya jemaah haji yang meninggal dunia merupakan alarm tanda bahaya bagi kita semua. Kami perlu memastikan setiap jemaah yang berangkat benar-benar telah memenuhi kriteria istitha’ah kesehatan,” tegasnya.

    Ia menekankan, Pemerintah Indonesia juga perlu mendapatkan kemudahan dalam aspek legalitas operasional layanan kesehatan selama di Arab Saudi.

    “Persoalan penyelenggaraan kesehatan haji adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.