Category: Beritasatu.com Hiburan

  • 6 Artis Korea Selatan yang Meninggal Dunia karena Bunuh Diri

    6 Artis Korea Selatan yang Meninggal Dunia karena Bunuh Diri

    Jakarta, Beritasatu.com – Menjadi seorang artis Korea Selatan bukanlah hal yang mudah. Tak jarang, tekanan sosial dan mental yang berlebihan mendorong sebagian artis Korea bunuh diri sebagai jalan terakhir untuk mengakhiri penderitaan mereka.

    Tuntutan untuk selalu tampil sempurna, baik dari segi fisik maupun sikap, sering kali menjadi beban yang berat. Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia, khususnya di antara negara-negara yang tergabung dalam Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

    Menurut data Statista pada 2022, tercatat sekitar 13.000 kasus bunuh diri di negara tersebut. Angka ini setara dengan 25,2 kematian per 100.000 penduduk, menjadikan bunuh diri sebagai penyebab kematian keenam setelah kanker dan penyakit jantung.

    Meskipun angka bunuh diri paling tinggi terjadi di kalangan lansia, tren meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan anak muda menjadi perhatian serius. Sejak 2011, bunuh diri telah menjadi penyebab utama kematian bagi individu berusia 10 hingga 24 tahun.

    Tekanan industri hiburan yang sangat kompetitif, cyber bullying, serta stigma terhadap kesehatan mental diduga menjadi faktor utama maraknya kasus artis Korea bunuh diri.

    Berikut ini enam artis ternama Korea Selatan yang diketahui mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri akibat tekanan yang terlalu berat.

    Artis Korea yang Meninggal karena Bunuh Diri

    1. Kim Sae Ron (2025)

    Kim Sae Ron meninggal dunia pada usia 24 tahun. – (Istimewa/Istimewa)

    Aktris berusia 24 tahun ini ditemukan meninggal di rumahnya, diduga akibat bunuh diri. Kasus drunk under influence (DUI) yang menimpanya membuatnya mendapat sorotan negatif dari publik, yang berkontribusi pada kemerosotan karier dan kesehatan mentalnya.

    2. Kim Jong Hyun (2017)

    Kim Jong Hyun. – (Jforyou/Istimewa)

    Sebagai vokalis utama boy group SHINee, Jong Hyun mengakhiri hidupnya pada usia 27 tahun setelah lama berjuang melawan depresi. Ia meninggalkan pesan yang mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya dalam industri hiburan.

    3. Lee Sun Kyun (2023)

    Aktor film Parasite Lee Sun Kyun meninggal bunuh diri. – (Instagram @Beloved_leesunkyun/Istimewa)

    Aktor terkenal yang membintangi film “Parasite” ini ditemukan meninggal akibat bunuh diri di tengah penyelidikan dugaan penggunaan narkoba. Kasusnya memicu diskusi tentang tekanan yang dialami selebritas di Korea Selatan.

    4. Sulli (Choi Jin Ri) (2019)

    Mendiang Sulli.  – (Istimewa)

    Mantan anggota girl group f(x), Sulli, meninggal akibat bunuh diri pada usia 25 tahun. Ia secara terbuka pernah membahas pengalaman pahitnya menghadapi cyber bullying dan masalah kesehatan mental.

    5. Goo Hara (2019)

    Goo Hara, dari grup band Korea Kara – (Facebook)

    Goo Hara, yang juga mantan anggota girl group Kara, meninggal dalam kasus bunuh diri pada usia 28 tahun. Kepergiannya terjadi tidak lama setelah kematian Sulli. Ia sempat berbicara tentang tantangan kesehatan mentalnya dan dampak buruk cyber bullying.

    6. Park Yong Ha (2010)

    Park Yong Ha – (Istimewa/-)

    Aktor drama “Winter Sonata”, Park Yong Ha, ditemukan meninggal dunia pada 2010 di usia 33 tahun. Ia dilaporkan mengalami tekanan emosional yang berat akibat tuntutan kariernya.

    Kasus artis Korea bunuh diri ini menunjukkan adanya masalah mendalam dalam industri hiburan, mulai dari ekspektasi masyarakat yang tidak realistis hingga sorotan media yang berlebihan. Penting untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan tidak mudah menghakimi kehidupan orang lain, terutama di media sosial.

  • Reza Gladys Duga Oky Pratama Terlibat Penghilangan Barang Bukti Kasus Pemerasan

    Reza Gladys Duga Oky Pratama Terlibat Penghilangan Barang Bukti Kasus Pemerasan

    Jakarta, Beritasatu.com – Selain Nikita Mirzani, dokter kecantikan Oky Pratama menjadi salah satu terlapor dalam kasus dugaan pengancaman dan pemerasan terhadap Reza Gladys. Berbeda dengan Nikita dan asistennya, Mail yang ditetapkan sebagai tersangka, Oky Pratama hingga saat ini masih berstatus saksi terlapor.

    Reza Gladys, melalui kuasa hukumnya Julianus P Sembiring menduga dr Oky telah menghilangkan barang bukti. Dugaan tersebut bermula saat Oky Pratama meminjam ponsel yang disita oleh penyidik sebagai barang bukti.

    “Setelah dokter O dipanggil, besoknya dia mengajukan permohonan untuk meminjam ponsel tersebut, dan permohonan itu disetujui oleh atasan penyidik,” kata Julianus P Sembiring saat ditemui di Jakarta Selatan belum lama ini.

    Permohonan Oky Pratama untuk meminjam barang bukti tersebut menimbulkan kekhawatiran dari pihak Reza Gladys selaku pelapor. Pasalnya, ponsel yang dipinjam oleh Oky itu diduga menyimpan banyak bukti yang dapat mengungkap tindakan pidana yang dilakukan oleh Nikita Mirzani dan rekan-rekannya.

    “Kami merasa ragu dan khawatir, dengan adanya permohonan pinjam pakai barang bukti ini, ada kemungkinan barang bukti bisa dihilangkan,” terang Julianus.

    Diberitakan sebelumnya, Nikita Mirzani dan Mail telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Reza Gladys ke Polda Metro Jaya. Penetapan status tersebut diumumkan langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, pada 20 Februari 2025. 

  • Ajukan Eksepsi, Isa Zega Bantah Tuduhan Pencemaran Nama Baik Shandy Purnamasari

    Ajukan Eksepsi, Isa Zega Bantah Tuduhan Pencemaran Nama Baik Shandy Purnamasari

    Malang, Beritasatu.com – Selebgram transgender Isa Zega menjalani sidang perdana terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Shandy Purnamasari yang menjadikannya terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Malang, pada Selasa (25/2/2025).

    Dalam persidangan pertamanya tersebut, Isa Zega memberikan menjalani diri dengan menyatakan sebutan “shaundtheship” yang diunggahnya di media sosial (medsos) tidak dimaksudkan untuk merujuk pada Shandy Purnamasari, yang merupakan pelapor dalam kasus ini.

    Isa Zega mengeklaim, sebutan tersebut merupakan hasil imajinasinya sendiri dan dirinya menegaskan tidak mencemarkan nama baik hingga pemerasan.

    “Itu hanya halusinasi saya. Kalian tahu _kan_ saya sering membuat cerita online. Jadi agak terkejut juga ketika Shandy Purnamasari mengatakan sebutan shaundtheship itu adalah julukan untuk dia. Kok bisa jadi begitu?” ujar Isa Zega.

    Lebih lanjut, Isa Zega juga menegaskan dirinya tidak melakukan pemerasan terhadap Shandy Purnamasari. Oleh karena itu, melalui kuasa hukumnya, Isa berencana untuk mengajukan eksepsi atau pembelaan sebagai bagian dari haknya sebagai terdakwa.

    “Namun, tidak ada unsur pemerasan atau pemaksaan dalam kasus ini. Karena itu, kami akan mengajukan eksepsi karena itu adalah hak saya sebagai terdakwa,” tambahnya.

    Saat ini, Isa Zega didakwa dengan Pasal 45 ayat (4) juncto 27 a, atau Pasal 45 (ayat) 10 huruf A juncto 27 b huruf a, mengenai pencemaran nama baik berdasarkan laporan dari Shandy Purnamasari.

  • Bikin Ngiler! Iga Batalyon Pangkalpinang yang Menggugah Selera

    Bikin Ngiler! Iga Batalyon Pangkalpinang yang Menggugah Selera

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Iga Batalyon yang dimasak dengan cara dibakar dapat Anda nikmati di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Rasanya yang gurih dan lezat membuat iga bakar ini cocok bagi para pecinta daging yang ingin merasakan pengalaman makan dan memuaskan.

    Dengan menggunakan bumbu pilihan dan proses memasak yang sempurna, iga batalyon memiliki tekstur yang empuk, juicy, dan bumbu yang meresap hingga ke dalam daging. Setiap porsi disajikan dengan ukuran jumbo, sangat cocok untuk penggemar daging yang ingin menikmati hidangan dalam porsi besar.

    “Iga Batalyon ini rasanya enak dan dagingnya empuk, tidak keras. Ketika dibuka dari tulangnya, dagingnya lembut dan mudah terlepas. Bumbunya juga meresap dengan baik, ada rasa kecap dan campuran kacang yang pas. Saya pernah mencoba iga ini di tempat lain, tetapi tidak seenak ini,” tutur seorang penikmat kuliner, Desta.

    Iga batalyon kuliner Pangkalpinang yang menggugah selera. – (Beritasatu.com/Irwan Setiawan)

    Iga batalyon dibuat dari bahan-bahan pilihan, seperti iga sapi segar, bumbu kacang, kecap, cabai, bawang merah, acar, dan emping sebagai topping-nya.

    Proses pembuatannya dimulai dengan iga sapi jumbo yang telah dipresto, lalu diolesi bumbu kacang dan dipanggang hingga bumbunya meresap. 

    Kemudian, iga diolesi kecap dan dipanggang kembali hingga matang sempurna. Terakhir, iga diberi taburan irisan bawang merah, cabai rawit, acar, dan emping sebagai pelengkap.

    Pengunjung menikmati iga batalyon di Pangkalpinang. – (Beritasatu.com/Irwan Setiawan)

    Iga batalyon ini bisa menjadi pilihan favorit bagi para pecinta kuliner yang ingin menikmatinya bersama keluarga, teman, atau rekan kerja, baik untuk makan siang maupun malam.

    Bagi Anda yang penasaran ingin mencicipi iga batalyon ini, bisa datang langsung ke Rumah Makan Ayam Lunak Panglima, yang terletak di Jalan Haji Muhidin, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

  • Review Film Legends of the Condor Heroes: The Gallants: Terlalu Padat untuk Penonton Modern

    Review Film Legends of the Condor Heroes: The Gallants: Terlalu Padat untuk Penonton Modern

    Jakarta, Beritasatu.com – Legends of the Condor Heroes: The Gallants (2025), film drama perang kolosal China adaptasi dari novel klasik karya Jin Yong, tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu (26/2/2025). Digarap sutradara veteran Hong Kong, Tsui Hark, film ini memiliki alur cerita yang terlalu padat khususnya bagi mereka yang tidak mengikuti novel atau serial TV berjudul serupa.

    Film ini berfokus pada perjalanan Guo Jing (Xiao Zhan), seorang pemuda dari klan Song yang dibesarkan oleh ibunya, Li Ping (Ada Choi), di lingkungan Mongol pimpinan Genghis Khan (Baya’ertu).

    Guo Jing jatuh cinta pada Huang Rong (Zhuang Dafei), gadis yang memperkenalkan dirinya dengan Beggar North (Hu Jun), guru yang menjadi salah dari lima pendekar pengemis yang menguasai ilmu tenaga dalam 18 Telapak Naga.

    Saat berusaha mencari Huang Rong, Guo Jing terjebak di tengah gejolak politik antara Mongol, Dinasti Jin, dan ancaman dari Venom West (Tony Leung Ka-fai), seorang ahli bela yang terobsesi dengan kitab legendaris Novem Scripture. Konflik batin yang dirasakan Guo Jing memuncak ketika dirinya dijodohkan dengan Putri Mongol, Huajun (Wenxin Zhang), dan diminta untuk memimpin pasukan oleh Gengis Khan untuk menaklukkan wilayah Song, tanah kelahirannya.

    Salah satu daya tarik utama film ini adalah adegan aksi yang dinamis. Tsui Hark, yang dikenal sebagai maestro film aksi Hong Kong, seperti Once Upon a Time in China hingga The Battle at Lake Changjin, berhasil menghadirkan pertarungan yang spektakuler. Setiap duel dipenuhi dengan teknik bela diri khas ala wuxia (cerita silat).

    Lanskap luas, pertempuran kolosal, serta kostum yang detail menciptakan atmosfer autentik yang menghidupkan dunia Condor Heroes. Meski efek visualnya tidak selalu sempurna, secara keseluruhan, film ini berhasil membangun dunia yang menarik.

    Di balik aksi yang intens, film ini tetap mempertahankan elemen romansa sebagai inti ceritanya. Hubungan antara Guo Jing dan Huang Rong digambarkan dengan cukup emosional, memperlihatkan bagaimana cinta mereka diuji di tengah konflik politik dan perang.

    Sebagai adaptasi dari novel klasik yang memiliki alur panjang dan penuh karakter, Legends of the Condor Heroes: The Gallants mengalami kesulitan dalam merangkum cerita secara solid. Banyaknya tokoh dan subplot membuat narasi terasa padat dan terkadang sulit diikuti. Fokus cerita yang bergeser dari konflik politik Mongol dan Dinasti Jin ke pertarungan pribadi Guo Jing dengan Venom West juga membuat film ini terasa terlalu cepat.

    Meski setia pada sumber aslinya, Legend of the Condor Heroes: The Gallants kurang fleksibel dalam menyesuaikan narasinya dengan selera penonton yang tidak mengikuti novelnya. Beberapa adegan terasa seperti adaptasi mutlak novel tanpa banyak usaha untuk menyederhanakan atau memperbarui elemen-elemen tertentu.

    Bagi penggemar wuxia dan novel klasik, Legends of the Condor Heroes: The Gallants bisa menjadi sajian nostalgia yang memuaskan. Namun, bagi yang mengharapkan cerita yang lebih segar dan modern, film berdurasi 146 menit ini mungkin terasa terlalu berat dan kaku.

  • Pantai Madasari Pangandaran Jadi Lokasi Munggahan untuk Sambut Ramadan 2025

    Pantai Madasari Pangandaran Jadi Lokasi Munggahan untuk Sambut Ramadan 2025

    Pangandaran, Beritasatu.com – Tradisi unggahan menjadi momen spesial bagi masyarakat di berbagai daerah dalam menyambut bulan suci Ramadan 2025. Salah satunya dilakukan oleh sekelompok warga yang melaksanakan tradisi munggahan di Pantai Madasari, Pangandaran, Jawa Barat. 

    Dengan panorama alam yang eksotis, munggahan di pantai ini menawarkan sensasi yang berbeda sekaligus menjadi kesempatan untuk berwisata.

    Pantai Madasari yang terletak di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, tetap menjadi daya tarik utama bagi warga yang ingin berwisata sembari melaksanakan munggahan menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Tradisi tersebut biasanya diisi dengan kegiatan makan bersama atau yang lebih dikenal dengan istilah botram.

    Pantauan Beritasatu.com pada Selasa (25/2/2025), sekelompok warga tampak membawa berbagai macam makanan dan minuman yang kemudian dimasak bersama di tepi pantai. Menu yang beberapa wisatawan bawa adalah nasi liwet dengan lauk pauk lengkap, seperti ikan laut bakar dan ayam yang dimasak langsung di pantai. Dengan sukacita, warga menikmati hidangan lezat sambil disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan.

    Wisatawan yang datang ke Pantai Madasari Pangandaran sekaligus melakukan munggahan sebelum Ramadan. – (Beritasatu.com/Muhammad Iqbal)

    Seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Agus Beri mengatakan tradisi munggahan di Pantai Madasari merupakan ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan dengan rekan kerja. Bagi Agus, munggahan adalah momen yang tidak boleh terlewatkan menjelang Ramadan 2025.

    “Ke sini bersama teman-teman dari Tasik, Ciamis, dan Banjar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Karena sudah menjadi tradisi, kami menggelar munggahan ini dengan sensasi baru, yaitu sembari berwisata di pantai. Sebelumnya, munggahan biasanya dilakukan di rumah masing-masing,” kata Agus Beri.

    Menurut Agus, munggahan di Pantai Madasari juga memberikan kesempatan untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan. Adanya tradisi ini, ia berharap dapat memperoleh berkah dalam menjalankan ibadah puasa yang akan datang.

    “Alhamdulillah, munggahan di Pantai Madasari ini menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan karena bisa berkumpul bersama rekan kerja. Selain itu, kebersamaan kami semakin terjalin karena kami masak bersama. Momen munggahan ini tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga sambil berwisata,” ujarnya.

    Selain itu, keistimewaan munggahan menyambut Ramadan 2025 di Pantai Madasari adalah keindahan alamnya yang memukau. Pasir putih yang lembut, deburan ombak yang menenangkan, serta pemandangan matahari terbenam yang mempesona, menciptakan latar yang sempurna untuk mengabadikan momen dengan swafoto.

  • Masjid Jami Imam Baidhowi, Destinasi Religi ala Madinah di Kediri

    Masjid Jami Imam Baidhowi, Destinasi Religi ala Madinah di Kediri

    Kediri, Beritasatu.com – Masjid Jami Imam Baidhowi di Desa Langenharjo, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi destinasi wisata religi yang menarik perhatian banyak orang.

    Masjid megah ini dibangun dengan konsep arsitektur mirip Masjid Nabawi di Madinah, lengkap dengan 12 tiang berdesain payung peneduh khas yang bisa dibuka-tutup di halaman masjid.

    Fasilitas yang ada di Masjid Jami Imam Baidhowi juga dirancang untuk meniru desain interior Masjid Nabawi, mulai dari keramik hingga warna-warna khas yang digunakan. Selain itu, masjid ini dilengkapi dengan area parkir, tempat wudhu, dan kamar mandi yang semakin menambah kenyamanan pengunjung.

    Resmi dibuka September 2023, masjid ini langsung menarik perhatian wisatawan, terutama mereka yang ingin merasakan suasana spiritual yang mirip dengan Tanah Suci.

    Salah satu pengunjung, Dimas Pratomo Karti, mengungkapkan dirinya bersama ratusan siswa, guru, dan wali murid datang ke masjid ini karena viral di media sosial. Selain itu, program Gebyar Ramadan di sekolahnya mengajak mereka untuk mengunjungi tempat-tempat ibadah, termasuk Masjid Jami Imam Baidhowi, yang menurutnya memiliki nuansa yang mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah.

    “Sekolah kami ada program Gebyar Ramadan. Kami datang bersama ratusan siswa dan guru serta wali murid. Setelah berkunjung ke sini, suasananya seperti di Madinah. Favorit kami berswafoto di depan masjid, di bawah menara,” kata Dimas, pengunjung asal Nganjuk.

    Untuk menyambut Ramadan, Masjid Jami Imam Baidhowi terus melakukan pembenahan. Lantai halaman masjid dicat dengan warna-warni cerah untuk membuat tampilan masjid lebih menarik bagi pengunjung.

    “Masjid Jami Imam Baidhowi dibangun awal tahun 2022, dengan konsep ala Masjid Nabawi Madinah. Mulai dari menara, payung, pintu, hingga karpet yang menyerupai Masjid Nabawi. Masjid ini mampu menampung sekitar 800 hingga 1.000 jamaah,” jelas sekretaris takmir Masjid Jami Imam Baidhowi H Sugiono kepada wartawan saat ditemui, Selasa (25/2/2025).

    Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Jami Imam Baidhowi juga menawarkan berbagai fasilitas menarik bagi pengunjung. Salah satunya adalah wahana penyewaan ATV yang dilengkapi dengan jalur khusus untuk bermain.

    Pengunjung dapat menikmati sensasi mengelilingi kebun kurma yang terletak di selatan masjid, menjadikan tempat ini tidak hanya sebagai destinasi wisata religi tetapi juga sebagai tempat rekreasi keluarga.

  • Bongkar Biaya Kos Setiap Bulan, Nunung Srimulat: Rp 3,2 Juta

    Bongkar Biaya Kos Setiap Bulan, Nunung Srimulat: Rp 3,2 Juta

    Jakarta, Beritasatu.com – Pelawak Nunung Srimulat mengungkapkan biaya kos yang harus dikeluarkan setiap bulannya setelah hartanya dijual akibat mengidap kanker.

    “Kalau biaya kos yang harus saya keluarkan setiap bulan itu Rp 3,2 juta,” kata Nunung Srimulat dikutip dari channel YouTube, Selasa (25/2/2025).

    Nunung Srimulat mengaku, harta berharga miliknya yang berada di Jakarta dan Solo telah ludes terjual demi mengobati penyakit kankernya.

    “Saya sudah tujuh bulan ngekos. Kenapa saya jual semua harta di Jakarta dan Solo? Karena, saya harus berobat, berobat saya itu mahal banget. Saya ada beberapa penyakit yang butuh obat, butuh buat hidup dan buat keluarga,” ucapnya.

    Pemilik nama asli Tri Retno Prayudati mengaku berat ketika melepas semua harta berharga miliknya.

    “Jujur berat, tetapi sudah cukup banyak saya bicara sama suami. Suami itu yang penting ‘kamu bahagianya bagaimana?’,” bebernya.

    “Ya sudah akhirnya kita pilih ngekos, karena kalau kontrak harus beli prabotan tetapi kos hanya bawa baju dan orang saja. Kalau pindah juga enak, beda sama ngontrak. Tentu banyak yang dibeli, habis kontrakan harus pindah jadi repot,” tutup Nunung Srimulat yang menceritakan biaya kos setiap bulan yang harus dibayarnya.

  • Lisa Blackpink Jadi Artis K-Pop Pertama yang Tampil pada Oscar 2025

    Lisa Blackpink Jadi Artis K-Pop Pertama yang Tampil pada Oscar 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Personel grup idola K-Pop Lisa Blackpink dikonfirmasi tampil dalam ajang Academy Awards 2025 atau disebut Oscar yang akan dihelat di Dolby Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat, pada 2 Maret 2025. 

    Pengumuman kehadiran Lisa dalam ajang penghargaan tersebut disampaikan oleh The Academy melalui akun media sosial mereka pada Senin (24/2/2025).

    Dilansir dari Soompi pada Rabu (26/2/2025), penampilan pemilik nama asli Lalisa ini akan menjadi yang pertama bagi seorang artis K-pop dalam sejarah Oscar. 

    Lisa Blackpink akan tampil bersama _rapper_ asal Amerika, Doja Cat, dan penyanyi-penulis lagu Inggris, Raye, yang juga masuk dalam daftar penampil di Academy Awards ke-97.

    “The Academy atau Oscar 2025 menghadirkan tiga bintang global. Satu momen Oscar yang luar biasa. Doja Cat, Lisa Blackpink, dan Raye akan menghibur dunia dengan penampilan spektakuler mereka,” tulis The Academy melalui akun media sosial X.

    Lisa Blackpink yang baru-baru ini berkolaborasi dengan Doja Cat dan Raye pada single terbarunya Born Again, akan mempersembahkan penampilan perdana lagunya itu secara langsung pada acara puncak penghargaan film dunia tersebut.

    Single Born Again telah dirilis lebih awal pada 7 Februari 2025 sebagai bagian dari album pertama Lisa yang akan datang berjudul Alter Ego.

    Lagu ini berhasil debut di posisi ke-69 pada tangga lagu Billboard Hot 100, serta meraih peringkat ke-12 di Billboard Global Excl. US dan ke-22 di Billboard Global 200.

    Oscar 2025 atau Academy Awards ke-97 akan disiarkan secara langsung dari Dolby Theatre yang terletak di Ovation Hollywood, Amerika Serikat, pada 2 Maret 2025 mendatang dan akan dihadiri oleh Lisa Blackpink.

  • Cerita Yadi Sembako dan Nunung Srimulat yang Dibantu Raffi Ahmad

    Cerita Yadi Sembako dan Nunung Srimulat yang Dibantu Raffi Ahmad

    Jakarta, Beritasatu.com – Pelawak Nunung Srimulat dan Yadi Sembako menceritakan kebaikan yang dilakukan selebritas Raffi Ahmad yang membantu keduanya saat mengalami kesulitan keuangan.

    “Terus terang, saat itu keadaan saya dan keluarga memang lagi sulit. Tepatnya saat Covid-19. Karena bingung, maka enggak ada jalan lain akhirnya saya yang menghubungi Raffi Ahmad,” jelas Yadi Sembako dikutip dari channel YouTube, Selasa (25/2/2025).

    Yadi Sembako menceritakan kesulitan keuangan kepada suami Nagita Slavina tersebut, yaitu terkait pembayaran rumah dan anak kuliah.

    “Saat itu lagi butuh untuk pembayaran kuliah sama rumah dan akhirnya saya memberanikan diri untuk menghubungi Raffi Ahmad,” lanjutnya.

    “Di situ saya menceritakan keadaan saya kepada dia. Ternyata, Raffi langsung bilang ‘sudah Aa kamu kirimkan saja nomor rekening karena saya lagi di luar negeri’ dan langsung dikirim tanpa banyak omongan,” ucapnya.

    Yadi Sembako merasa terkejut ketika mendapat respons cepat dari Raffi Ahmad yang langsung mau membantu dirinya dan keluarga.

    “Alhamdulillah, baru kali ini saya meminta bantuan kepada Raffi Ahmad langsung respons dan sudah ter-cover pada saat itu. Luar biasa, apalagi saya sering mendengar banyak artis yang dibantu sama Raffi Ahmad,” lanjutnya.

    Hal serupa juga diutarakan Nunung Srimulat yang dibantu Raffi Ahmad. Bantuan Raffi Ahmad pada Nunung lebih kepada warung makan yang sedang dibangunnya kala itu.

    “Kalau untuk warung memang pertama kali, dari cari tempat, ide dan ini itu ya Raffi Ahmad. Dia bilang ‘ayo mami cari tempat, mami enggak usah memikirkan apa pun. Semuanya nanti saya yang mengurusinya’,” ujar Nunung Srimulat menirukan ucapan Raffi Ahmad.

    “Memang kalau buat aku, Raffi itu selalu ada untuk saya. Bahkan, waktu saya sakit kena kanker dia orang yang pertama kali membantu saya. Walaupun banyak juga teman-teman artis yang bantu saya, perduli saya yang betul-betul membutuhkan,” tutup Nunung Srimulat dan Yadi Sembako yang mengaku pernah dibantu Raffi Ahmad.