Category: Beritasatu.com Hiburan

  • Masyaallah, Raffi Ahmad Ajak Rafathar Iktikaf di Masjid Istiqlal

    Masyaallah, Raffi Ahmad Ajak Rafathar Iktikaf di Masjid Istiqlal

    Jakarta, Beritasatu.com – Raffi Ahmad berkesempatan menjalani iktikaf di masjid menjelang Lebaran Idulfitri 2025, dan kali ini ia tidak sendirian. Presenter sekaligus Utusan Khusus Presiden ini mengajak keluarganya untuk pergi ke Masjid Istiqlal pada 10 hari terakhir Ramadan.

    Raffi Ahmad membagikan momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @raffinagita1717, ia terlihat bersama istri, Nagita Slavina, dan putra sulung mereka, Rafathar Malik Ahmad, menikmati suasana ibadah di masjid.

    “Alhamdulillah ya Allah, bisa iktikaf bersama keluarga,” tulis Raffi dalam unggahan tersebut dikutip Minggu (30/3/2025).

    Selama melakukan iktikaf di Masjid Istiqlal, Raffi Ahmad juga bertemu langsung dengan beberapa pemuka agama serta Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

    Nagita Slavina juga setia menemani Raffi menjalani ibadah tersebut. Ia tampil mengenakan busana muslim dan berfoto bersama Rafathar. Sementara itu, Raffi juga mengabadikan momen kebersamaannya dengan putranya tersebut yang kini sudah mulai beranjak remaja.

    Bagi Raffi Ahmad ibadah iktikaf adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dan melakukan refleksi diri. Ia berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi keluarganya.

    “Itikaf pada bulan Ramadan bukan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga sebagai jalan untuk membersihkan hati dan menghapus dosa-dosa. Semoga setiap langkah kita menjauh dari kesalahan dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya,” kata Raffi Ahmad.

  • Inspiratif! Kedua Anak Fairuz A Rafiq Tabung THR untuk Haji dan Kurban

    Inspiratif! Kedua Anak Fairuz A Rafiq Tabung THR untuk Haji dan Kurban

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Fairuz A Rafiq menceritakan tentang anak-anaknya selalu menggunakan uang tunjangan hari raya (THR) untuk hal-hal positif. Istri Sonny Septian tersebut mengatakan, kedua anaknya yaitu King Faaz dan Eijaz selalu mendapatkan THR seusai menghafal Al-Qur’an. 

    Meskipun masih terbilang sangat muda, kedua anak Fairuz A Rafiq sudah memiliki tujuan tertentu yang ingin mereka capai dengan uang THR tersebut. Fairuz mengungkapkan bahwa anak-anaknya sudah menerima sejumlah THR sebelum Lebaran tiba.

    “Beberapa kali selama Ramadan kemarin, mereka berdua mengaji dan menghafal bersama. Mereka mendapat rezeki dan sudah mulai tahu apa yang mereka inginkan,” kata Fairuz ketika ditemui di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

    Lebih lanjut, King Faaz menuliskan pada amplop THR-nya dengan tulisan ‘untuk naik haji’, sementara Eijaz menuliskan ‘untuk berkurban’, hal tersebut menunjukkan bahwa kedua anaknya sudah memiliki niat dan tujuan yang baik dengan uang THR yang mereka terima.

    Terkait kebiasaan menabung, Fairuz mengungkapkan telah mengajarkan hal ini kepada kedua anaknya sejak dini. Oleh karena itu, Faaz dan Eijaz sudah terbiasa untuk menyisihkan uang untuk ditabung.

    “Semua ini karena mereka terbiasa dilibatkan dan diajarkan oleh orang tua. Apa yang kami lakukan, mereka mulai terbiasa dan akhirnya mau ikut serta. Saya sangat senang dengan itu,” jelas Fairuz A Rafiq.

    Ia juga mengungkapkan, inisiatif anak-anaknya untuk menabung demi biaya haji datang dari mereka sendiri tanpa adanya paksaan dari orang tuanya.

    Fairuz juga menekankan pentingnya mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak, seperti pentingnya bersedekah dan memahami balasan dari Allah, agar mereka termotivasi untuk terus berbuat baik.

    “Jadi mereka terpacu untuk melakukan hal-hal baik. Ternyata kalau kita berbuat baik, Allah suka dan kita semakin disayangi-Nya,” tutup Fairuz A Rafiq.

  • IU dan Byeon Woo-seok Klarifikasi Isu Mundur dari Drama Romantis MBC

    IU dan Byeon Woo-seok Klarifikasi Isu Mundur dari Drama Romantis MBC

    Jakarta, Beritasatu.com – Bintang Korea Selatan (Korsel) IU dan Byeon Woo-seok, baru-baru ini membantah rumor yang beredar mengenai laporan yang mengeklaim mereka akan mundur dari peran mereka dalam drama romantis terbaru MBC berjudul Wife of a 21st Century Prince.

    Sebuah media melaporkan bahwa IU dan Byeon Woo-seok telah memberi tahu tim produksi mereka berniat untuk mundur, sebagaimana dikutip dalam laporan Soompi pada Sabtu (30/3/2025). Usut punya usut, alasan pengunduran diri mereka adalah ketidaksepakatan terkait masalah distribusi drama tersebut.

    Menanggapi laporan tersebut, agensi yang mewakili IU dan Byeon Woo-seok segera membantah kabar itu. Edam Entertainment agensi IU menyatakan bahwa artisnya justru tengah sibuk mempersiapkan perannya dalam drama tersebut.

    “Rumor IU akan meninggalkan Wife of a 21st Century Prince sama sekali tidak benar. Ia sedang aktif mempersiapkan proyek ini dengan baik,” ungkap Edam Entertainment.

    Sementara itu, Varo Entertainment, yang menaungi Byeon Woo-seok juga membantah kabar tersebut. Pihaknya menegaskan, Woo-seok belum mengundurkan diri dari Wife of a 21st Century Prince. Namun, aktor tersebut akan tetap membintangi drama ini sesuai dengan rencana.

    Sebelumnya, The Korea Times melaporkan bahwa drama Wife of a 21st Century Prince dijadwalkan tayang di MBC pada akhir 2025 ini.

    Wife of a 21st Century Prince adalah drama romantis yang berlatar di sebuah Korea modern dengan sistem monarki konstitusional. 

    Drama ini akan mengisahkan kisah cinta Sung Hee-joo, seorang pewaris chaebol atau keluarga kaya raya yang memiliki segalanya tetapi hanya berstatus sebagai rakyat biasa, dan Lee Ahn, seorang pangeran yang meskipun merupakan putra raja, tidak memiliki apa-apa. Keduanya berusaha membebaskan diri dari keterbatasan sosial yang ada.

    IU akan berperan sebagai Sung Hee-joo, putri kedua dari keluarga chaebol paling berkuasa di Korea, sementara Byeon Woo-seok akan memerankan Pangeran Ian, putra dari raja yang berkuasa. Drama Wife of a 21st Century Prince dijadwalkan tayang pada paruh kedua 2025.

  • Seusai Nyepi, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Dipadati Wisatawan

    Seusai Nyepi, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Dipadati Wisatawan

    Banyuwangi, Beritasatu.com – Setelah ditutup sementara selama tiga hari, pada 28 hingga 30 Maret 2025 untuk menghormati peringatan Hari Raya Nyepi di Bali, aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali, serta sebaliknya, akhirnya dibuka kembali pada Minggu (30/3/2025).

    Sejak pembukaan kembali, antrean kendaraan mulai terlihat di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Para penumpang yang hendak menyeberang menuju Bali sudah mulai berdatangan dan mengantre sejak dini hari. 

    Bahkan, antrean mengular hingga ke jalan raya. Arus kendaraan yang melintas didominasi oleh bus dan mobil pribadi dengan pelat nomor dari berbagai daerah.

    Pembukaan layanan penyeberangan ini disambut antusias oleh banyak penumpang, sebagian besar di antaranya adalah wisatawan yang hendak berlibur ke Bali. Salah seorang wisatawan asal Kediri, Indro mengungkapkan ia pergi ke Bali untuk menikmati libur panjang Hari Raya Idulfitri 2025. 

    “Ini mau berlibur ke Bali karena ada libur panjang Idulfitri, kebetulan asisten rumah tangga juga lagi mudik,” kata Indro kepada Beritasatu.com di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada Minggu (30/3/2025).

    Indro menambahkan, meskipun antrean panjang, ia menganggap hal tersebut wajar karena pelabuhan ramai setelah penutupan untuk perayaan Nyepi. 

    “Tadi masuk ke pelabuhan pukul 5.00 WIB, dan menurut saya ini sangat wajar karena setelah penutupan pelabuhan menjadi ramai,” ungkapnya.

    Untuk mengatasi potensi kepadatan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) akan menambah jumlah perjalanan kapal dari 28 menjadi 30 trip per hari. Selain itu, dua kapal besar, yaitu KMP Munich I dan KMP Parama Kalyani, didatangkan dari lintasan Padang Bai–Lembar untuk memperkuat armada di lintasan Ketapang–Gilimanuk. 

  • Setelah Lebaran, Zaskia Adya Mecca Akan Pergi Lagi ke Gaza

    Setelah Lebaran, Zaskia Adya Mecca Akan Pergi Lagi ke Gaza

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Zaskia Adya Mecca terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung Palestina. Bahkan, ia rela melakukan perjalanan bolak-balik ke Gaza untuk memberikan dukungan kepada warga Palestina yang masih tengah berjuang melawan Israel.

    Istri dari sutradara Hanung Bramantyo ini mengungkapkan, dirinya akan kembali ke Gaza setelah Lebaran 2025. Zaskia mengungkapkan, dirinya berencana berada di Gaza selama 10 hari untuk menyalurkan bantuan.

    “Sebenarnya, kalau bisa sih ingin pergi ke sana tiga kali setahun. Banyak hal yang ingin saya pelajari langsung di sana, berinteraksi dengan umat yang luar biasa. Ini juga sebagai ukuran keimanan saya di tanah Syam,” katanya di Jakarta belum lama ini.

    Zaskia Adya Mecca juga mengungkapkan niatnya untuk membantu membangun kembali masjid-masjid yang rusak akibat serangan Israel di Gaza.

    “Saya berencana untuk merenovasi masjid yang hancur di Gaza. Progresnya sudah ada dua masjid yang akan direnovasi. Insyaallah, doakan semoga suami saya, Mas Hanung, tidak berubah pikiran,” terangnya.

    Seperti diketahui, hingga kini Gaza masih terus dihujani serangan dari Israel, baik dari udara maupun darat. Akibatnya, banyak warga Gaza yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka hancur lebur.

    Meski berada di daerah konflik, Zaskia Adya Mecca mengaku tidak merasa takut. Menurutnya, tidak semua wilayah Palestina sedang terlibat dalam konflik.

    “Insyaallah aman. Memang banyak pemberitaan di luar sana, tetapi saya ingin menunjukkan langsung ke orang-orang, pergi ke Baitul Maqdis itu berbeda dengan pergi ke Gaza,” jelas Zaskia Adya Mecca.

  • Raffi Ahmad Ajak Masyarakat Mudik Gunakan Transportasi Umum

    Raffi Ahmad Ajak Masyarakat Mudik Gunakan Transportasi Umum

    Jakarta, Beritasatu.com – Utusan Khusus Presiden,  Raffi Ahmad mengajak masyarakat untuk mengikuti kebiasaannya bersama keluarga saat mudik ke Bandung, Jawa Barat, dengan menggunakan transportasi umum berupa bus.

    “Kami ingin mendukung upaya pemerintah agar mudik tahun ini lebih aman dan nyaman, sekaligus membantu mengurangi angka kecelakaan,” ungkap Raffi Ahmad dalam sebuah wawancara di Jakarta baru-baru ini.

    Raffi berharap, langkah tersebut bisa menjadi contoh bagi para penggemarnya yang berencana mudik ke kampung halaman, maupun bagi mereka yang akan kembali ke ibu kota untuk bekerja setelah liburan.

    “Saya pulang naik bus, memilih menggunakan transportasi umum,” ujar Raffi Ahmad.

    Presenter tersebut juga menyampaikan, ia biasanya berangkat pada malam takbiran Idulfitri dan tiba di Bandung menjelang subuh untuk langsung melaksanakan salat Id.

    Setelah salat Id, biasanya ia melanjutkan kegiatan mudiknya dengan berziarah, kemudian dilanjutkan dengan bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat.

    Raffi juga menyatakan, ia ingin seluruh masyarakat Indonesia memiliki kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman saat mudik.

    Dia juga berharap agar mudik dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan dengan keluarga. Oleh karena itu, Raffi Ahmad menekankan pentingnya menghindari potensi kecelakaan saat mudik, terutama yang melibatkan kendaraan pribadi.

    Bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, serta dukungan dari pihak swasta, Raffi dan istrinya, Nagita Slavina, turut serta dalam inisiatif pemberangkatan 500 pemudik secara gratis menggunakan 10 unit bus baru “J99 Trans” menuju berbagai daerah di timur Pulau Jawa, hingga Banyuwangi.

    Ratusan pemudik yang diberangkatkan tersebut berasal dari berbagai kalangan, termasuk pengemudi ojek daring.

    Sebagai bagian dari program ini, dua pasangan pengusaha muda, yaitu Raffi dan Nagita serta Gilang Pramana dan Shandy Purnamasari, memberikan uang saku sebesar Rp 400.000 per orang kepada 500 pemudik, sehingga total yang disalurkan mencapai Rp 200 juta.

    “Semoga program ini bermanfaat bagi kami semua, dan semoga seluruh pemudik dapat sampai tujuan dengan selamat,” harap Raffi Ahmad.

  • Gultik Bulungan Menjaga Kelestarian Menu Nusantara

    Gultik Bulungan Menjaga Kelestarian Menu Nusantara

    Jakarta, Beritasatu.com – Senja itu meneduhkan suasana di tengah kemacetan Jakarta. Di antara raungan motor yang lalu lalang, seorang pria bernama Purnomo Setiawan (40) mulai merapikan lapak dagangannya di trotoar Jalan Bulungan, Jakarta Selatan. Setelah menata kursi dan bangku, Purnomo memasang lampu dan payung untuk menerangi dan menutupi gerobak sumber rezekinya. Tertulis jelas pada gerobak yang menjadi merek dagangnya “Gultik Bang Gusto”.  Gultik ini menjadi salah satu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memeriahkan malam-malam di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. 

    Gultik milik Purnomo tepat berada di seberang SMA Negeri 70 Jakarta. Nama gultik merupakan brand yang diberikan para pelajar di kawasan itu. Kepanjangannya, gulai tikungan. Bang Gusto ialah nama orang yang melayani pembeli, meski sesekali Purnomo juga ikut melayani.

    Gultik Bang Gusto di Bulungan buka sejak pukul 18.00 hingga habis. Purnomo mematok harga gultik Rp 10.000 per piring dan berbagai macam satai Rp 2.000 per tusuk. Alasannya agar terjangkau oleh pelajar SMA Negeri 70 Jakarta atau anak muda yang hobi nongkrong di sekitar Bulungan.

    “Harganya tetap sama Rp 10.000 walaupun sudah bertahun-tahun,” kata Purnomo saat ditemui Beritasatu.com, beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, bagi laki-laki, sepiring gultik masih kurang dan perlu ditambah sepiring lagi agar kenyang, sedangkan buat perempuan, biasanya cukup ditambah beberapa tusuk satai.

    Bagi Purnomo, menikmati gultik bukan masalah kenyang atau tidak, tetapi ada hal lain yang patut diresapi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, gultik merupakan makanan khas Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dipadu dengan berbagai campuran rempah Nusantara.

    “Gultik itu berasal dari Sukoharjo, tetapi kami modifikasi rasa. Kami pakai rempah dari berbagai daerah, termasuk Padang, Sumatera, biar cocok untuk lidah masyarakat Jakarta. Kalau aslinya lebih manis. Kalau pakai rempah Nusantara, ada rasa pedasnya juga,” katanya.

    Gultik berbahan dasar daging sapi yang dimasak dalam kuah bersantan dan kaya akan rempah Nusantara. Gultik yang kini telah banyak diperjualbelikan di Bulungan berawal dari 10 pedagang.

    Purnomo pun bercerita tentang masa awal menekuni kuliner gultik. Pada 2003, dia ikut membantu pamannya sambil bekerja sebagai petugas keamanan. Kemudian, dia memulai usaha gultik sendiri sejak 2007 dan tetap bekerja sebagai petugas sekuriti di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

    Bermodalkan Rp 500.000 dari gajinya, Purnomo mantap mengelola gultik bersama rekannya. Rekannya yang memasak dan berjualan, Purnomo tinggal menerima pembagian hasil jualan. Saat itu, dia dan rekannya mendapat omzet sekitar Rp 1 juta.

    Pada 2017, dia memutuskan berhenti bekerja dan fokus berjualan gultik bersama lima rekannya. Dia mengambil langkah itu karena penghasilannya mencapai tiga kali lipat gaji petugas sekuriti. Kini pendapatan bersihnya Rp 3 juta seminggu.

    Musibah datang saat pandemi Covid-19. Purnomo terkena dampaknya. Usaha gultiknya terpaksa ditutup. Dirinya terpaksa pulang kampung dan bertahan hidup dari bantuan pemerintah.

    “Utang di mana-mana. Mau makan besok saja belum tahu. Apalagi, saat itu anak masih kecil yang butuh popok dan susu. Tiap hari bingung,” katanya. 

    Setelah pemerintah memberi kelonggaran berdagang pada 2022, Purnomo kembali berjualan gultik. Untuk memulainya, dia mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dia mendapatkan KUR BRI pada Maret 2024 dengan nilai Rp 100 juta. Purnomo harus membayar Rp 4,43 juta per bulan dalam jangka waktu 2 tahun.

    “Untung saat itu ada BRI, menolong banget. Saya bersama keluarga bisa bertahan dan melunasi utang,” ujarnya.

    Namun, Purnomo mengakui pendapatannya menurun pasca-Covid-19. Sejumlah warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) ikut berjualan gultik. Kini, lebih dari 50 penjual gultik di Bulungan, sehingga omzetnya pun menurun.

    “Dahulu, sesama penjual saling kenal. Sekarang, sudah enggak kenal kalau pedagang baru,” katanya.

    Purnomo tidak ingin berhenti pada titik yang sama. Dia berharap usaha gultiknya dibeli kalangan pejabat dan swasta saat menggelar pertemuan. Dia berjanji memberi penyajian dan pelayanan terbaik bagi para pemesan.

    Pembinaan UMKM

    Pada kesempatan terpisah, Kepala Departemen Usaha Mikro BRI RO Jakarta 2, Erwin Sapari mengatakan selain menyalurkan KUR, pihaknya juga berkomitmen memberikan pembinaan kepada UMKM. Pihaknya akan menggelar pelatihan-pelatihan bagi UMKM.

    Langkah itu diambil untuk meningkatkan kualitas produk yang diperjualbelikan. Jika mendapatkan pelatihan yang baik, pelaku UMKM bisa memperluas pasar dan menambah nilai jual produknya. Pihaknya bisa mengikutsertakan pelaku UMKM dalam berbagai pameran untuk memperluas pasar, sekaligus memperkenalkan produk-produk baru. 

    Penggunaan teknologi baru juga diperkenalkan kepada pelaku UMKM. termasuk penjual gultik di Bulungan, untuk menunjang keberanjutan usaha. “Kami mengenalkan e-commerce untuk meningkatkan omzet,” kata Erwin.

  • Sate Kambing Puas bagi Pencinta Kuliner Jakarta

    Sate Kambing Puas bagi Pencinta Kuliner Jakarta

    Jakarta, Beritasatu.com – Hujan deras melanda Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di food court Pulomas, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Di antara food court itu, terlihat salah satu yang cukup mencolok dengan banner warna kuning usang bertulis “Sate Kambing PUAS”.

    Seorang pria berambut putih dan berjenggot putih dibantu asistennya melayani sepasang suami istri yang memesan satai. Dia adalah Sutrisno, pemilik Sate Kambing Puas, yang selalu energik saat melayani setiap tamu meski sudah tak lagi muda.

    Hidangan satai daging kambing muda telah menjadi favorit pencinta kuliner di Jakarta. Masakan kambing Sutrisno terkenal karena keempukannya dipadu bumbu mewah kacang mete.

    “Memang harganya lumayan mahal dibanding satai lainnya, Rp 75.000 per porsi. Saya jamin puas. Saya pakai kacang mete yang tidak dimiliki pedagang satai lain,” kata Sutrisno kepada Beritasatu.com beberapa waktu lalu.

    Baginya, hal terpenting dari produk kuliner terletak pada rasa. Meski harga mahal, jika cocok pada lidah pembeli, tidak akan lekang dari ingatan dan pasti akan kembali lagi untuk menikmatinya. Kenyataan ini membuat Sate Kambing Puas menjadi salah satu kuliner favorit di kawasan Jakarta Timur.

    “Awalnya, saya berjualan di trotoar Jalan Perintis, Pulomas. Lama-lama, saya diizinkan berjualan di depan pertokoan dengan tenda,” katanya.

    Saat Sate Kambing Puas hadir di kawasan kuliner Jakarta Timur, mereka memiliki penikmat fanatik, sehingga bisa menghabiskan tiga sampai lima ekor kambing dalam sehari. Tidak hanya dari Jakarta Timur, pelanggan juga berdatangan dari berbagai wilayah Jabodetabek. 

    Meski demikian, Sutrisno mengaku perjalanan bisnisnya sempat berada pada fase sulit. Pendapatan usahanya mengalami penurunan drastis saat pandemi Covid-19. Usaha keluarga yang telah dia besarkan nyaris tumbang. Meski berat, setelah pandemi, Sutrisno kembali berjuang menjajakan satai kambingnya dengan modal seadanya. Saat itu, dia tak diperbolehkan lagi berjualan di trotoar.

    “Akhirnya, kami punya tempat untuk berjualan langsung lagi. Sebelumnya, kami hanya bisa berjualan secara online,” ujarnya.

    Sutrisno mengaku usahanya bisa bangkit kembali berkat campur tangan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Penjualannya pun terus meningkat, baik secara langsung maupun online.

    “Pendampingan dan pembiayaan dari BRI sangat membantu,” katanya.

    BRI terus membangkitkan dan menumbuhkan usahanya pasca-pandemi Covid-19. Meski belum mencapai omzet seperti masa sebelum pandemi, Sutrisno bersyukur karena usahanya yang dirintis puluhan tahun ini kembali ramai dikunjungi pelanggan. Saat ini, Sate Kambing Puas mampu menghabiskan 1-2 ekor kambing per hari dengan omzet berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

    Sutrisno mengungkapkan usahanya juga telah memanfaatkan layanan QRIS dari BRI untuk memudahkan pelanggan bertransaksi. Layanan tersebut sangat membantu, terutama bagi konsumen yang tidak membawa uang tunai saat bersantap di tempatnya.

    “Dukungan BRI tidak hanya berupa pendampingan dan pembiayaan, juga kemudahan transaksi melalui BRImo dan sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Ini sangat membantu memperlancar operasional usaha,” jelasnya.

    Layanan Perbankan

    Pada kesempatan yang sama, Manager Bisnis Area Mikro BRI Jakarta 2, Asri Mufti Aziz, mengatakan semua pedagang kuliner di food court Pulomas telah memanfaatkan layanan perbankan. Melalui BRI Unit Kayu Putih, pelaku UMKM mendapatkan edukasi tentang manfaat menabung di bank dan penggunaan layanan digital, seperti BRImo dan QRIS.

    “Nasabah UMKM di sini sudah 100 persen menabung di BRI. Mereka juga sudah menggunakan BRImo dan bertransaksi secara cashless melalui QRIS,” ujarnya.

    Asri yang juga membawahkan BRI Unit Rawamangun, Tanjung Priok, Otista, dan Kalimalang itu, menyebutkan keuntungan menggunakan QRIS bagi pedagang, antara lain kemudahan transaksi tanpa uang kembalian, tidak perlu menyimpan banyak uang tunai, serta proses transfer yang cepat ke rekening.

    Pengajuan KUR dan kredit usaha mikro di wilayah kerjanya juga sangat mudah dan cepat. Pelaku usaha harus memiliki bidang usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan untuk KUR dan 1 tahun untuk kredit usaha mikro, serta memiliki identitas, seperti KTP, NPWP, dan keterangan usaha.

    “Pengajuan kredit sangat mudah asalkan memenuhi syarat. Prosesnya cepat dan pencairannya hanya 1 hari,” katanya. 

    Wilayah kerjanya merupakan kawasan perkotaan dan perkantoran yang ramai aktivitas, terutama di sektor kuliner. Ribuan UMKM telah memanfaatkan keberadaan BRI dengan berbagai macam program. Pihaknya berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM karena menjadi salah satu simpul penting perekonomian nasional. Pihaknya juga memberikan pendampingan dan pembinaan intensif kepada pelaku UMKM agar dapat naik kelas.

    Pendampingan yang diberikan berupa edukasi nasabah, termasuk pemilik Sate Kambing Puas, tentang transaksi digital dan menghubungkan mereka dengan jaringan supplier serta peluang bisnis yang lebih luas.

  • Ariel Pilih Naik Sepeda Motor Mudik ke Kampung Halamannya

    Ariel Pilih Naik Sepeda Motor Mudik ke Kampung Halamannya

    Jakarta, Beritasatu.com – Penyanyi Nazril Irham atau yang akrab disapa Ariel memilih menggunakan transportasi motor untuk mudik ke kampung halamannya meski punya segalanya. Ariel memilih motor skuter sporty bermerek Italjet Dragster 200 yang bermesin 200 cc sebagai tunggangannya untuk mudik ke Bandung.

    “Mudik ready! Pada mudik ke mana nih tahun ini?,” tanya Ariel sambal membagikan foto dirinya tengah berada di atas sepeda motor yang ditungganginya dikutip Beritasatu.com, Sabtu (29/3/2025). 

    Seperti layaknya orang mudik, vokalis grup band Noah itu juga terlihat menggendong sebuah tas ransel besar di pundaknya dan satu tas lagi ditaruhnya di bagian depan motornya.

    “Hati-hati di jalan semuanya, selamat sampai tujuan,” tandas Ariel yang mudik ke Bandung.

    Ariel mudik mengendarai sepeda motor berdesain agresif dan sporty yang terinspirasi dari superbike. Hal ini membuat sejumlah netizen pun ikut berkomentar terkait aksi mudik sang vokalis.

  • Lisa Mariana Tantang Ridwan Kamil: Kapan Anda Mau Tes DNA?

    Lisa Mariana Tantang Ridwan Kamil: Kapan Anda Mau Tes DNA?

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebgram Lisa Mariana menantang Ridwan Kamil agar berani untuk melakukan tes DNA demi memperjuangkan anaknya hasil dari hubungan dengan Ridwan Kamil. Tantangan dari Lisa Mariana itu dicurahkan kepada Sunan Kalijaga.

    “Lisa itu berkali-kali mengatakan sangat siap kalau ditantang untuk melakukan tes DNA. Dia sangat siap. Berarti Lisa dia tidak main-main dengan hal ini,” jelas Sunan Kalijaga dikutip dari channel YouTube, Sabtu (29/3/2025).

    Sunan Kalijaga mengatakan, bahwa Lisa Mariana sudah meminta kepada Ridwan Kamil mengenai waktu untuk melakukan tes DNA.

    “Dia bahkan bilang ‘sudah bang, tidak usah panjang lebar. Jadi, kapan dia (Ridwan Kamil) mau tes DNA? Tes DNA saja biar lebih enak’,” ucap Sunan Kalijaga menirukan ucapan Lisa Mariana.

    Sunan Kalijaga menyebut, meski Lisa siap untuk melakukan tes DNA tetapi harus di tempat yang aman dari intimidasi pihak mana pun.

    “Namun saya tidak mau diintervensi, saya tidak mau diintimidasi, saya tidak mau direkayasa. Tolong bawa saya ke tempat yang betul-betul tidak bisa diintervensi pihak mana pun untuk proses tes DNA. Jadi, tidak usah ribet-ribet,” tutup Sunan Kalijaga yang menyebut Lisa Mariana sudah siap untuk melakukan tes DNA untuk membuktikan anaknya merupakan hasil hubungannya dengan Ridwan Kamil.