Category: Beritasatu.com Hiburan

  • 5 Film Indonesia Bertema Sekte dan Ajaran Sesat, Mirip Serial Bidaah

    5 Film Indonesia Bertema Sekte dan Ajaran Sesat, Mirip Serial Bidaah

    Jakarta, Beritasatu.com – Dengan ramainya perbincangan seputar serial Bidaah saat ini, minat publik terhadap film-film bertema sekte, penyimpangan agama, dan ajaran sesat pun ikut meningkat.

    Serial ini membuka kembali ingatan kita akan deretan film Indonesia yang sejak dulu telah berani mengangkat tema kontroversial seputar penyalahgunaan agama, manipulasi spiritual, dan dogma-dogma menyesatkan.

    Dihimpun dari berbagai sumber, berikut lima film Indonesia yang memiliki kemiripan tema dengan Bidaah:

    Film yang Mirip dengan Tema Seriap Bidaah

    1. Mengaku Rasul: Sesat (2008)

    Disutradarai oleh Helfi Kardit, film ini terinspirasi dari fenomena merebaknya aliran sesat di Indonesia pada awal 2000-an. Ceritanya berpusat pada seorang guru pondok pesantren di Jawa Barat yang menyalahgunakan kepercayaan santrinya dengan mengaku sebagai rasul utusan Tuhan.

    Demi kekayaan dan kekuasaan, ia bahkan menjual “sertifikat penghapusan dosa” sebagai jalan pintas menuju surga.

    Keberanian film ini dalam mengeksplorasi penyimpangan ajaran agama menuai kontroversi hingga mendapat sorotan tajam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    2. Doa yang Mengancam (2008)

    Film garapan Hanung Bramantyo ini menampilkan sisi emosional seorang rakyat kecil bernama Madrim (Aming) yang merasa hidupnya selalu dirundung kesialan.

    Dalam keputusasaan, ia beribadah dengan penuh harap, namun karena doanya tak kunjung dijawab, ia pun mengancam akan berbalik menyembah setan.

    Kisah ini menimbulkan pro dan kontra karena dianggap menyinggung nilai keimanan. Meski begitu, akting Aming yang totalitas berhasil mencuri perhatian publik.

    3. Pengabdi Setan (2017)

    Film horor karya Joko Anwar ini sukses meraih banyak penghargaan dan dianggap sebagai salah satu film sekte terbaik di Indonesia. Cerita bermula dari kematian seorang ibu yang ternyata menyimpan rahasia kelam, ia adalah bagian dari sekte pemuja iblis.

    Teror pun menghantui keluarganya, terutama sang anak bungsu yang hendak dijadikan tumbal sesuai perjanjian sang ibu dengan sekte tersebut.

    Dengan atmosfer mencekam dan plot twist yang kuat, film ini membuktikan bahwa horor bisa menjadi media untuk membongkar sisi gelap manusia dalam kepercayaan yang menyimpang.

    4. Sekte (2019)

    Film ini mengisahkan Lia, seorang perempuan yang mengalami amnesia usai kecelakaan dan terbangun di sebuah rumah pengobatan yang aneh. Seiring waktu, Lia menyadari bahwa tempat tersebut dijalankan oleh sekte sesat yang siap melakukan pembunuhan demi mencapai tujuan mereka.

    Disutradarai oleh William Chandra dan diproduseri Derby Romero, film ini menyajikan ketegangan horor yang dibalut dengan kritik sosial terhadap manipulasi spiritual di balik kedok pengobatan alternatif.

    5. Thagut (2024)

    Film Thagut mengikuti perjalanan spiritual seorang santriwati bernama Ainun (Yasmin Napper) yang begitu mengagumi sosok Abah Mulya (Whani Dharmawan), seorang ‘orang pintar’ yang terkenal karena kesaktiannya.

    Namun, setelah kematiannya, Ainun menemukan bahwa Abah Mulya adalah ayah kandungnya dan mulai menggali ajaran sesat yang dulu diyakininya.

    Didampingi teman-temannya, Ainun mencoba memahami ajaran tersebut hingga akhirnya terseret semakin dalam. Meski telah diingatkan bahwa ajaran itu menyimpang, Ainun tetap terperangkap hingga muncul kekhawatiran besar dari masyarakat sekitar padepokan.

    Film ini mengupas sisi kelam dari fanatisme, kekuatan manipulatif seorang pemimpin spiritual, serta konflik batin dalam mencari kebenaran.

    Kelima film di atas memiliki benang merah yang kuat dengan Bidaah, yaitu mengangkat isu penyimpangan kepercayaan dalam masyarakat yang dibalut dalam nuansa mistik dan drama. Cerita-cerita ini tidak hanya menegangkan, tapi juga menyuguhkan refleksi sosial atas bahayanya fanatisme dan manipulasi agama.

  • Viral Momen Lisa Blackpink Naik Motor Beat Karbu

    Viral Momen Lisa Blackpink Naik Motor Beat Karbu

    Jakarta, Beritasatu.com – Idol Kpop Lisa Blackpink membagikan momen unik saat naik motor dari pabrikan Honda di Thailand. Diketahui, motor itu adalah Beat atau sering disebut Beat Karbu.

    Hal ini diunggah Lisa dalam akun Instagram pribadinya, Selasa (8/4/2025).

    Dalam video itu, Lisa tampak bergoyang ketika mulai mengendarai motor bebek Honda tersebut. Diketahui, aksi Lisa Blackpink naik Beat karbu terjadi di lokasi syuting serial The White Lotus musim ketiga, yang diproduksi oleh HBO.

    Diketahui, motor Honda Beat yang dikendarai Lisa adalah Beat karbu generasi awal yang menggunakan  spakbor depan bawah.

    Bahkan, akun penggemar @lisanetid ikut membagikan ulang video Lisa dengan caption singkat, “Actress Lisa x Beat Karbu.”

    Warganet pun ramai-ramai memberikan komentar unik dan lucu di kolom komentar.

    “Lucu banget dia, apalagi pakai jas hujan parasut gocengan,” ucap warganet.

    “Kapan lagi lihat Lalisa naik Beat karbu,” ucap warganet lainnya.

    Bahkan tak sedikit yang menggoda Lisa Blackpink.

    “Mau dibonceng dong, neng,” ujar warganet.

    Motor Beat memang cukup populer di Indonesia, dan tak kalah ikonik di Thailand, kampung halaman Lisa.

    Di sana, motor ini dikenal dengan nama “Icon” dan saat Lisa Blackpink naik motor Beat kabur menjadi sorotan, lantaran sosoknya yang terkenal di dunia entertainment.
     

  • Kapan Ridwan Kamil Akan Jalani Tes DNA? Ini Prosedurnya

    Kapan Ridwan Kamil Akan Jalani Tes DNA? Ini Prosedurnya

    Jakarta, Beritasatu.com – Hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan tes DNA oleh mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang ditujukan untuk menyikapi klaim dari selebgram Lisa Mariana.

    Kasus ini menyita perhatian publik karena Lisa mengeklaim anak yang dilahirkannya merupakan hasil dari hubungan pribadinya dan Ridwan Kamil.

    Dalam upaya menjernihkan situasi, Ridwan Kamil menunjukkan keterbukaan terhadap tes DNA. Melalui kuasa hukumnya, Muslim Jaya Butar Butar, dia menyatakan kesediaannya untuk mengikuti tes kapan pun diperlukan.

    Dalam pernyataannya awal April 2025, Muslim menjelaskan tes DNA dapat dilakukan melalui dua mekanisme, secara formal melalui permintaan pengadilan atau melalui kesepakatan sukarela antara kedua pihak.

    Untuk pelaksanaan teknis, permohonan tes DNA direncanakan diajukan kepada DVI (disaster victim identification) Mabes Polri, yang merupakan institusi berwenang dalam pengujian forensik dan identifikasi genetik di Indonesia. Namun hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai kapan jadwal pasti pelaksanaan tes DNA yang akan dilakukan Ridwan Kamil tersebut.

    Prosedur Tes DNA di Indonesia

    Berdasarkan standar operasional yang berlaku, tes DNA di Indonesia biasanya melibatkan beberapa tahapan sebagai berikut ini.

    Permohonan dan persetujuan

    Tes DNA bisa dilakukan atas dasar permintaan pengadilan (misalnya dalam kasus perdata seperti pengakuan anak) atau kesepakatan sukarela.

    Persetujuan tertulis dari semua pihak yang terlibat biasanya dibutuhkan, kecuali diperintahkan oleh pengadilan.

    Sampel biologis umumnya darah atau air liur, diambil dari individu yang bersangkutan, baik di fasilitas laboratorium resmi maupun di tempat lain dengan pengawasan ahli forensik.

    Sampel dianalisis untuk mencocokkan profil DNA. Proses ini melibatkan pemeriksaan penanda genetik (genetic markers) yang unik bagi setiap individu.

    Setelah proses analisis selesai, laboratorium akan mengeluarkan laporan resmi yang dapat digunakan dalam proses hukum.

    Durasi Tes DNA

    Lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tes DNA bervariasi tergantung pada kompleksitas kasus dan kapasitas laboratorium. Rata-rata, hasil dapat diperoleh dalam waktu 5 hingga 14 hari kerja.

    Di lembaga seperti Puslabfor Polri, proses dapat dipercepat jika kasus tergolong prioritas. Namun, dalam kasus seperti yang melibatkan tokoh publik dan memiliki sensitivitas hukum dan sosial tinggi, penyusunan laporan hasil bisa membutuhkan waktu tambahan karena proses validasi berlapis.

    Meskipun pernyataan terbuka dari pihak Ridwan Kamil menunjukkan kesiapan untuk menjalani tes DNA, belum ada perkembangan konkret terkait pelaksanaannya.

  • Kisah Hidup Erma Fatima yang Kini Sukses dengan Serial Bidaah

    Kisah Hidup Erma Fatima yang Kini Sukses dengan Serial Bidaah

    Jakarta, Beritasatu.com – Nama Erma Fatima turut menjadi sorotan publik setelah drama yang diproduserinya, Bidaah, mencuri perhatian masyarakat, termasuk penonton dari Indonesia.

    Drama asal Malaysia tersebut mengangkat kisah kontroversial tentang sebuah sekte keagamaan yang menyimpang dari ajaran Islam. Disutradarai oleh Ellie Suriaty, drama ini dibintangi oleh deretan aktor papan atas seperti Faizal Hussein, Fattah Amin, dan Riena Diana.

    Erma Fatimah, yang bernama lengkap Fatimah binti Rahmad Ali, lahir pada 14 Maret 1968. Ia dikenal sebagai aktris, sutradara, produser, dan penulis naskah wanita yang berpengaruh di Malaysia.

    Sebelum aktif sebagai produser, Erma telah lebih dahulu menorehkan prestasi di dunia seni peran. Ia memenangkan penghargaan Pelakon Wanita Terbaik melalui film Hati Bukan Kristal (Festival Filem Malaysia ke-9) dan Femina (Festival Filem Malaysia ke-11).

    Dalam sebuah podcast di kanal YouTube @USANITA, Erma membagikan kisah awal kariernya di industri hiburan. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan ekonomi mendorongnya bekerja sejak remaja.

    “Setiap kali saya libur sekolah, saya akan pergi mencari uang. Jadi, saat libur menjelang SPM, saya mengambil pekerjaan tambahan, kerja ekstra,” ujar Erma, dikutip dari Beritasatu.com, Kamis (10/4/2025).

    “Saya tidak terlalu peduli apakah hal itu benar atau salah, yang penting saat itu saya butuh uang. Saya ingin uang, dan saya bekerja keras untuk mendapatkannya,” ucapnya.

    Perjuangannya membuahkan hasil saat ia mendapat tawaran untuk berakting dalam drama Rozana Cinta 87. Dalam film tersebut, ia memerankan karakter bernama Noni, yang menjadi debut aktingnya di layar kaca.

    “Saya pernah mendapat tawaran sebagai pelakon tambahan dengan dialog. Tapi katanya, saya tidak boleh hanya memainkan peranan sokongan. Maka akhirnya, saya diberi peranan yang lebih besar dan signifikan,” cerita Erma.

    Film itu sukses besar dan membawa nama Erma melambung. Ia mulai dibanjiri tawaran dari berbagai sutradara ternama, termasuk Rahim Razali.

    “Film itu meledak di pasaran. Setelah itu, saya menerima tawaran demi tawaran dari para sutradara besar, termasuk direktor Rahim Razali,” ungkapnya.

    Padahal, Erma sebelumnya sempat menempuh pendidikan hukum dengan cita-cita menjadi pengacara. Namun, ia merasa jalan menuju kesuksesan di bidang tersebut terlalu panjang.

    “Kalau aku jadi pengacara, kapan aku dapat uang? Lebih lama prosesnya. Tapi dengan berakting, aku sudah bisa bahagia hanya dengan mendapat seribu, dua ribu, atau tiga ribu ringgit,” jelasnya.

    Keputusannya untuk terjun ke dunia hiburan sempat mengecewakan kedua orang tuanya. Meski begitu, ia tetap teguh pada pilihannya dan berjanji akan membuktikan keberhasilannya.

    “Ibu dan ayah saya kecewa dengan keputusan saya itu. Tapi saya beritahu mereka, saya akan buktikan. Saya akan jadi seseorang dalam industri ini,” tegas Erma.

    Kesuksesan Bidaah menjadi bukti nyata bahwa Erma Fatimah bukan hanya pelakon berbakat, tetapi juga produser visioner yang mampu menyuguhkan karya berani dan relevan. Drama tersebut tidak hanya mencuri perhatian penonton lokal, tetapi juga mendapat sambutan hangat di Indonesia.

  • CHUANG Asia S2 Berakhir, NexT1DE Resmi Debut!

    CHUANG Asia S2 Berakhir, NexT1DE Resmi Debut!

    Jakarta, Beritasatu.com – Ajang pencarian bakat global, CHUANG Asia S2 resmi berakhir setelah menggelar malam puncak Grand Debut Night yang tayang secara eksklusif  di WeTV, Sabtu (6/4/2025) lalu.

    Berakhirnya acara ini juga ditandai dengan debutnya boy group generasi baru, NexT1DE yang beranggotakan Dorn, Thi-O, Hu Yetao, Yao Zihao, Omar dan Xiong.

    Dengan beranggotakan Gen Z, debutnya NexT1DE diharapkan dapat membawa energi baru dan membuat panggung hiburan lebih berwarna.

    Grand Debut Night yang Spektakuler

    CHUANG Asia S2 Grand Debut Night digelar dengan spektakuler dan memanjakan penonton.

    Tak hanya diwarnai dengan debutnya NexT1DE, Grand Debut Night juga diisi performa spesial dari para mentor, produser dan alumni, di antaranya yaitu Gen1es yang membawakan lagu ‘Vroom’, Meng Meiqi dengan lagu ‘Gamey 獵物’, hingga Mentor Jeff Satur yang memukau saat membawakan lagu ganda ‘Stranger’ dan ‘Why Don’t You Stay’.

    Dalam acara tersebut, para trainee finalis juga tampil dalam dua sesi. Pada sesi pertama, Dongdong, Dorn, Myst, Omar, Peanut, Thi-O dan Tadalee membawakan ‘Bodyguard’.

    Sementara itu, Hu Yetao, Yao Zihao, Yu Chen, Bianura, Kohi, Wuxun, Shen dan Hikaru menyanyikan lagu ‘Feel Special’ pada sesi kedua.

    Bianura Tembus Babak Final

    Kebahagiaan lainnya, yakni saat Bianura menjadi trainee asal Indonesia pertama yang berhasil lolos ke babak final CHUANG Asia S2 dan berada di peringkat 10 besar.

    Meski belum masuk dalam formasi debut NexT1DE, prestasinya di CHUANG Asia S2 bisa menjadi inspirasi bagi talenta muda Indonesia lainnya.

  • Cetak Rekor, Serial Bidaah Bakal Mendapat Season 2?

    Cetak Rekor, Serial Bidaah Bakal Mendapat Season 2?

    Jakarta, Beritasatu.com – Serial drama asal Malaysia Bidaah kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya viral di media sosial karena jalan ceritanya yang kontroversial dan menggugah, kini para penggemar dikejutkan oleh unggahan poster bertuliskan Bidaah 2 yang dibagikan melalui akun Instagram @ermafatima.

    Drama yang digarap oleh Erma Fatima ini menuai pujian karena berhasil mengangkat tema tentang sekte menyimpang dalam balutan kisah bernuansa religius.

    Terdiri dari 15 episode berdurasi sekitar 30 menit setiap episode, Bidaah tayang setiap hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, dan berhasil menyedot perhatian banyak penonton dari berbagai kalangan.

    Kabar tentang kemungkinan hadirnya musim kedua semakin kuat setelah Erma Fatima mengunggah poster bertuliskan Bidaah 2 disertai caption, “Saja tanya. Nak ke tak Bidaah 2 ni? Kalau nak. Komen Bidaah 2.” tulis akun Instagram @ermafatima, dikutip Beritasatu.com, Kamis (10/4/2025).

    Unggahan akun Instagram Erma Fatima perihal Bidaah 2. – (Instagram/@ermafatima)

    Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, unggahan tersebut berarti: “Hanya bertanya. Ingin tidak Bidaah 2 ini? Kalau ingin, beri komentar Bidaah 2.”

    Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari netizen yang antusias menantikan kelanjutan kisah Bidaah. Salah satu komentar berbunyi, “Nakkk sangaddd kaaaa, ditunggu sangadd.” tulis akun @alhusnarhmwti.

    Tidak hanya penonton dari Malaysia, para penggemar dari Indonesia pun menunjukkan dukungan mereka. Seorang pengguna Instagram menulis, “Nak lah puan @ermafatima, kami di Indonesia lagi setia nunggu season 2.” tulis akun @sasmita_sb94.

    Melihat respons yang luar biasa dan fakta bahwa serial ini telah mencetak angka penayangan fantastis hingga 2,5 miliar kali, kemungkinan besar Bidaah akan segera kembali dengan musim kedua.

    Sinopsis Serial Bidaah

    Bidaah berkisah tentang Baiduri, seorang perempuan muda yang diperankan oleh Riena Diana. Ia tanpa sadar terjebak dalam sebuah kelompok keagamaan bernama Jihad Ummah. Ibunya, Kalsum (diperankan oleh Fazlina Ahmad Daud), memaksanya untuk bergabung dalam kelompok tersebut.

    Sekilas, Jihad Ummah tampak seperti komunitas religius biasa. Namun, kelompok ini dipimpin oleh tokoh kharismatik bernama Walid Muhammad (diperankan oleh aktor senior Faizal Hussein), yang mengklaim dirinya sebagai utusan Allah dan memiliki kedudukan setara dengan nabi dan rasul.

    Seiring berjalannya waktu, Baiduri mulai menyadari adanya kejanggalan dalam ajaran kelompok tersebut. Ia pun berjuang keras untuk membongkar manipulasi dan penyimpangan yang dilakukan oleh pemimpinnya.

    Yang menarik, banyak yang meyakini bahwa kisah dalam serial Bidaah tidak sepenuhnya fiktif. Isu yang beredar menyebutkan bahwa cerita ini terinspirasi dari pengalaman pribadi sang produser, Erma Fatima.

    Dengan pencapaian yang luar biasa dan antusiasme publik yang terus meningkat, kehadiran Bidaah 2 tinggal menunggu waktu. Para penonton tentu tak sabar menyaksikan kelanjutan kisah Baiduri dan bagaimana ia menghadapi sekte yang telah membelenggunya.

  • Kondisi Titiek Puspa Menurun, Inul Unggah Momen Bersama

    Kondisi Titiek Puspa Menurun, Inul Unggah Momen Bersama

    Jakarta, Beritasatu.com – Penyanyi dangdut kenamaan Inul Daratista kembali mencuri perhatian publik setelah mengunggah potret kebersamaannya dengan penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa.

    Momen tersebut ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (9/4/2025).

    Dalam unggahan itu, Inul tampak memeluk erat Titiek Puspa yang kini telah berusia 87 tahun. Keduanya terlihat akrab dan penuh kehangatan. Melalui keterangan foto, Inul menyampaikan ungkapan cinta dan rasa hormatnya kepada sosok yang ia panggil eyang tersebut.

    “Dunia memelukmu dan akan memayungimu dengan pelangi. Engkau selalu tersenyum meski aku menangis untukmu, wahai cintaku. I love you, eyang,” tulis Inul dalam unggahan tersebut.

    Unggahan tersebut pun langsung dibanjiri komentar warganet yang turut mengirimkan doa untuk kesembuhan Titiek Puspa. Banyak yang menyampaikan harapan agar sang maestro segera pulih dan kembali sehat.

    Pada Kamis (10/4/2025), Inul juga membagikan momen lain saat ia menjenguk pemilik label rekaman Musica Studio’s, Indrawati Widjaja atau yang akrab disapa Ibu Acin, di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.

    “Bersama ibuku yang punya Musica di Medistra Hospital,” tulisnya singkat.

    Sementara itu, informasi terbaru mengenai kondisi kesehatan Titiek Puspa turut disampaikan oleh menantunya, Murdargo. Ia membenarkan bahwa sang ibunda kini tengah menjalani perawatan intensif.

    “Ibu masih ada, hanya saja dirawat di ICU dan kondisinya memang menurun,” ujar menantu Titiek Puspa Murdargo dalam keterangannya.

  • Lee Min-ho Geser Kim Soo-hyun, Aktor Korea Terpopuler Selama 12 Tahun

    Lee Min-ho Geser Kim Soo-hyun, Aktor Korea Terpopuler Selama 12 Tahun

    Jakarta, Beritasatu.com – Aktor Korea Selatan Lee Min-ho kembali mencetak prestasi yang membanggakan. Bintang drama Boys Over Flowers ini dinobatkan sebagai Aktor Korea Paling Populer selama 12 tahun berturut-turut, berdasarkan hasil Survei Hallyu Global 2025 yang dirilis oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan bekerja sama dengan KOFICE (Korea Foundation for International Cultural Exchange).

    Melansir The Korea Herald, Kamis (10/4/2025),  Lee Min-ho meraih suara tertinggi dengan dipilih oleh 7 persen responden dari berbagai negara. Aktor Gong Yoo dan aktris Song Hye-kyo menyusul di posisi kedua dan ketiga.

    Sementara itu, Kim Soo-hyun, yang tengah tersandung isu skandal, harus puas berada di posisi keempat. Bintang Queen of Tears tersebut gagal mempertahankan posisi tiga besar yang sempat ia tempati di tahun-tahun sebelumnya.

    Lee Min Hoo kembali menghiasi layar kaca dalam drama terbaru berjudul When The Stars Gossip. – (Instagram @tvn_drama/Istimewa)

    Tak hanya di Korea, Lee Min-ho juga menduduki peringkat pertama sebagai aktor terpopuler di 28 negara dari 5 benua, mulai dari Asia hingga Afrika. Ia konsisten mempertahankan status globalnya sejak tahun 2014.

    Popularitas Lee Min-ho terus melejit berkat perannya dalam drama-drama ikonik seperti The Heirs, Legend of the Blue Sea, hingga Pachinko. Aktor berusia 37 tahun ini juga kerap membintangi berbagai iklan untuk brand internasional dan menerima penghargaan bergengsi, menjadikannya simbol Hallyu sejati.
     

  • Adegan Kaki di Bidaah Viral, Pemeran Walid: Alhamdulilah Hanya Akting

    Adegan Kaki di Bidaah Viral, Pemeran Walid: Alhamdulilah Hanya Akting

    Jakarta, Beritasatu.com – Nama aktor senior Malaysia, Faizal Hussein, mendadak viral di media sosial, termasuk di kalangan masyarakat Indonesia. Popularitasnya melonjak berkat perannya sebagai Walid Muhammad Mahdi Ilman, pemimpin kelompok sekte sesat dalam serial Malaysia, Bidaah (2025).

    Beberapa adegan dalam serial tersebut menuai kontroversi dan menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Salah satu adegan yang paling banyak dibahas adalah ketika para pengikut sekte Jihad Ummah meminum air cucian kaki Walid. Adegan lain yang juga viral adalah ketika salah satu istri Walid memainkan janggut sang pemimpin dengan kaki.

    Cuplikan adegan-adegan Bidaah ramai dibagikan di platform seperti TikTok, dengan sorotan utama pada karakter Walid yang menyebalkan tetapi menarik perhatian. “Pejamkan mata, bayangkan muka Walid,” salah satu dialognya yang viral.

    Serial Bidaah mencatatkan rekor fantastis. Viu Malaysia sebagai platform penayangan resmi mengumumkan serial ini telah ditonton lebih dari 2,5 miliar kali, menjadikannya salah satu drama paling fenomenal tahun ini, tidak hanya di Malaysia tetapi juga di Indonesia.

    Menanggapi fenomena ini, Faizal Hussein angkat bicara. Dalam wawancaranya bersama Harian Metro Malaysia, dikutip Kamis (10/4/2025), Faizal mengatakan ia tidak merasa terbebani dengan perannya, bahkan anak-anaknya pun memaklumi pekerjaannya.

    “Menurut sebagian orang, saya hanya memerankan sesuatu yang sebenarnya sudah dikenal masyarakat. Alhamdulillah, semua ini hanyalah akting,” ujar Faizal Hussein.

    “Saya tidak pernah merasa tertekan. Anak-anak juga tidak peduli. Mereka tampaknya mengerti,” ujarnya.

    Ia menegaskan semua adegan yang ia mainkan adalah bagian dari naskah yang ditulis oleh Eirma Fatima yang diyakini diangkat dari kisah nyata.

    “Kalau ingin menyadarkan seseorang, kita harus tunjukkan dulu keburukannya. Baru orang bisa sadar dan tidak mengikuti ajaran sesat,” ujarnya.

    Faizal mengaku sudah memperkirakan serial ini akan viral, terutama karena adegan-adegan yang ditampilkan sangat kuat secara emosional dan menyentuh isu sosial keagamaan yang sensitif.

    “Sejak awal, saya sudah menduga serial ini akan jadi sorotan, apalagi dengan adegan-adegan yang kami tampilkan. Memang akan viral, tetapi viral yang membawa pesan positif,” ungkapnya.

    “Saya berani terlibat di Bidaah karena ini bisa menjadi pembelajaran. Jalan ceritanya membuka mata kita terhadap bahaya manipulasi spiritual yang dibungkus dengan simbol religius,” tambahnya.

    Serial Bidaah sendiri mengangkat kisah gelap tentang sekte menyimpang bernama Jihad Ummah. Cerita berfokus pada Baiduri, seorang gadis muda yang dipaksa ibunya untuk bergabung dengan kelompok tersebut.

    Faizal Hussein, yang lahir pada 1967, tumbuh dalam keluarga seniman. Ia merupakan putra dari pasangan aktor legendaris Malaysia, mendiang Hussein Abu Hassan (1937–2007) dan Mahyon Ismail (1942–2011). Ia memulai karier akting sejak usia 5 tahun dan mulai dikenal luas berkat perannya sebagai Roy dalam film Gila-Gila Remaja (1986).

    Beberapa film populer yang pernah ia bintangi antara lain Deadly Shadows and Wolf Lenses (1991), MX3 (2003), Screaming Vampires (2005), dan Bunohan (2012).

    Sebelum dikenal sebagai Walid dalam serial Bidaah, Faizal Hussein telah mengoleksi berbagai penghargaan sepanjang kariernya. Ia memenangkan Anugerah Bintang Popular pada 1997 dan dinobatkan sebagai Pemeran Pria Terbaik lewat film Bunohan dalam Festival Filem Malaysia ke-25 (2012). Pada 2019, Harian Metro juga menobatkannya sebagai salah satu dari 10 aktor senior Malaysia terlaris sepanjang masa.

  • Band Wali Ajak Keluarga Besar Umrah Bareng ke Tanah Suci

    Band Wali Ajak Keluarga Besar Umrah Bareng ke Tanah Suci

    Jakarta, Beritasatu.com – Band Wali mengajak keluarga besar menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah. Rombongan mencapai 50 orang menggunakan jasa travel umrah Primas.

    Hal itu diungkapkan Faank selaku perwakilan Band Wali saat dijumpai di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten.

    “Sebenarnya, awalnya kita ingin memberangkatkan orang tua kita masing-masing jauh sebelum Ramadan. Namun, mereka protes kenapa kita anak-anaknya tidak dampingi mereka. Alhasil kita cari waktu berangkat bareng, Pas sudah mau berangkat, anak-anak kami protes kenapa mereka tidak diajak, ya sudahlah akhirnya kita putusin kita berangkat semua meski biayanya jadi bengkak,” ungkap Faank.

    Tertundanya perjalan umrah ini membuat dua personel Band Wali harus bersedih lantaran ibunda Ovie (keyboardist) meninggal dunia sepekan sebelum Ramadan.

    “Selain meninggalnya ibunda Ovie, ibu saya juga tidak jadi ikut karena kemarin jatuh. Namun, itu buat kami qadarullah. Kami yakin ibunya Ovie sudah sampai duluan di sana dan insyaallah nanti kalau sudah sembuh ibu saya juga akan saya berangkatkan juga (umrah),” tambahnya dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

    Sementara itu, Apoy (gitaris) berharap perjalanan umrah mereka bersama keluarga akan membawa keberkahan seusai nanti kembali ke Tanah Air.

    “Insyaallah, setelah umrah, kami sudah banyak PR (pekerjaan rumah) yang menunggu. Makanya di Madinah dan Makkah, kami minta doa agar proyek-proyek ini bisa kami selesaikan,” tandas gitaris Band Wali Apoy.