Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Indonesia dan Yordania Kerja Sama Water Management untuk Pertanian

    Indonesia dan Yordania Kerja Sama Water Management untuk Pertanian

    Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia dan Yordania melakukan kerja sama pengelolaan air (water management) dalam sektor pertanian. Dalam lawatannya mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke Yordania, Menteri Pertanian (Mentan) Indonesia Andi Amran Sulaiman menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Menteri Pertanian Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Khaled Al Henefat.

    Kerja sama Indonesia dan Yordania ini menyoroti strategi pengelolaan air yang efektif dan efisien, termasuk penggunaan teknologi irigasi tetes (drip irrigation) yang telah berhasil diterapkan Yordania dalam kondisi iklim kering.

    “Insyaallah kita akan perkuat kerja sama kita dengan Yordania. Yang menarik di sana water management, kekurangan air, tetapi bisa memanage dengan baik sehingga produktif, sangat produktif,” ujar Mentan Amran,  Jumat (18/4/2025).

    Amran menyampaikan kekagumannya terhadap kemampuan Yordania dalam mengelola sumber daya air secara efisien. Meski dengan ketersediaan air terbatas, negara tersebut tetap mampu memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat melalui teknologi drip irrigation yang langsung mengalirkan air ke akar tanaman.

    “Bayangkan, airnya sedikit, tetapi bisa dikelola dengan sangat baik. Sistemnya drip irrigation, dan hasil tanamannya subur,” ungkap Amran.

    Menurutnya, sistem irigasi hemat air ini akan menjadi percontohan untuk diterapkan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi musim kemarau panjang dan tantangan perubahan iklim.

    “Airnya hanya 10%-20% dan langsung ke tanaman. Ini akan jadi pembelajaran penting bagi kita agar bisa menggunakan air seminimal mungkin, tetapi tetap produktif. Itu kuncinya,” tambahnya.

    Penandatanganan MoU pertanian ini merupakan bagian dari rangkaian kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Hasyimiyah Yordania. Selain sektor pertanian, kunjungan tersebut juga menghasilkan kesepakatan kerja sama di bidang pertahanan, riset dan pendidikan, serta keagamaan.

    Poin-poin kerja sama yang tertuang dalam MoU antara Indonesia dan Yordania antara lain pertukaran informasi dan dokumentasi ilmiah maupun teknis, program pelatihan di berbagai bidang untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, kolaborasi dalam program magang dan partisipasi dalam pameran pertanian, peningkatan perdagangan dan investasi sektor swasta di bidang pertanian.

    Poin kerja sama lainnya antara Indonesia dan Yordania yaitu penguatan kerja sama teknis dan fasilitasi akses pasar untuk produk pertanian, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertanian.

  • Airlangga Pastikan Impor dari AS Tak Ganggu Program Swasembada Pangan

    Airlangga Pastikan Impor dari AS Tak Ganggu Program Swasembada Pangan

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia memastikan peningkatan volume impor pangan dari Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu program swasembada pangan nasional.

    Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyusul kesepakatan perdagangan yang tengah dinegosiasikan antara Indonesia dan AS.

    Dalam konferensi pers secara daring, Jumat (18/4/2025), Airlangga menyebutkan bahwa komoditas pangan yang akan diimpor meliputi gandum, kedelai (soya bean), dan produk turunannya seperti soya bean meal dan soya bean milk.

    Ia menjelaskan, kebutuhan gandum dan kedelai Indonesia selama ini memang sangat bergantung pada impor. Oleh karena itu, peningkatan impor Indonesia dari AS dinilai sebagai pengalihan sumber pasokan, bukan penambahan jumlah total secara signifikan.

    “Impor ini tidak akan mengganggu program swasembada,” tegasnya.

    Airlangga juga menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari strategi negosiasi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Delegasi Indonesia telah bertemu dengan pihak United States Trade Representative (USTR) dan Secretary of Commerce untuk membahas kelanjutan kerja sama perdagangan yang adil dan saling menguntungkan.

    Selain pangan, Indonesia juga berencana meningkatkan impor energi dari AS seperti minyak mentah (crude oil), gasolin, dan liquefied petroleum gas (LPG).

  • Produk Tekstil hingga Alas Kaki Kena Tarif Impor AS hingga 47 Persen

    Produk Tekstil hingga Alas Kaki Kena Tarif Impor AS hingga 47 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Ekspor produk dari Indonesia ke Amerika Serikat (AS) ternyata sudah dikenakan tarif impor yang tinggi, meskipun tarif resiprokal Donald Trump terhadap Indonesia sebesar 32 persen ditunda selama 90 hari mulai Rabu (9/5/2025).

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, tarif impor AS yang semula berada di kisaran 10 persen hingga 37 persen, kini meningkat jadi 20 persen hingga 47 persen setelah penambahan bea masuk sebesar 10 persen mulai awal April 2025. 

    Tarif hingga 47 persen tersebut dikenakan untuk produk-produk unggulan dari Indonesia ke AS seperti tekstil, garmen, furniture, hingga alas kaki, yang ternyata lebih tinggi dari beberapa negara di ASEAN dan dan di luar ASEAN.  

    “Dengan tambahan 10 persen, ekspor kita biayanya lebih tinggi, karena tambahan biaya itu diminta oleh para pembeli agar di-sharing dengan Indonesia, bukan pembelinya saja yang membayar pajak tersebut,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual dari Washington, Jumat (18/4/2025).

    Pemerintah Indonesia dan AS telah sepakat untuk melakukan negosiasi terkait tarif impor tersebut untuk menciptakan sistem perdagangan yang adil dan seimbang antara kedua negara. Negosiasi perdagangan ini akan berlangsung selama 60 hari dengan kerangka kerja (framework) yang sudah disepakati. 

    Salah satu poin negosiasi yang ditawarkan Indonesia adalah meningkatkan volume impor energi dan komoditas pangan dari AS untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan. 

    Poin negosiasi lainnya adalah pemberian fasilitas bagi perusahaan-perusahaan AS yang hendak investasi di Indonesia.

    “Kami berharap dalam 60 hari kerangka kerja yang sudah ditetapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian yang akan disetujui antara Indonesia dan AS,” kata Airlangga terkait upaya negosiasi Indonesia dalam merespons tarif impor AS.

  • Modal Asing Keluar Bersih Rp 11,96 Triliun pada Pekan Ketiga April

    Modal Asing Keluar Bersih Rp 11,96 Triliun pada Pekan Ketiga April

    Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa selama periode transaksi 14 hingga 16 April 2025, aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik mencapai Rp 11,96 triliun.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan nilai tersebut berasal dari arus keluar bersih asing di pasar saham sebesar Rp 13,01 triliun dan dari instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) senilai Rp2,24 triliun. Di sisi lain, terdapat arus masuk bersih modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 3,28 triliun, sehingga total arus modal asing keluar bersih menjadi Rp 11,96 triliun.

    Secara kumulatif, sejak awal tahun hingga 16 April 2025, pasar saham mencatat arus keluar bersih sebesar Rp 36,86 triliun dan SRBI sebesar Rp 7,94 triliun. Sedangkan di pasar SBN, terjadi arus masuk bersih sebesar Rp 9,63 triliun.

    Sementara itu, premi risiko investasi Indonesia yang diukur dari Credit Default Swap (CDS) tenor 5 tahun mengalami penurunan dari 111,73 basis poin pada 11 April menjadi 106,39 basis poin pada 16 April 2025.

    Dari sisi nilai tukar, rupiah dibuka menguat tipis ke posisi Rp 16.810 per dolar AS pada Kamis (17/4/2025), sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.820 per dolar AS pada Rabu (16/4/2025).

    Untuk indeks dolar AS (DXY), tercatat mengalami pelemahan ke angka 99,38 pada penutupan perdagangan Rabu, yang mencerminkan pelemahan dolar terhadap enam mata uang utama dunia seperti euro, yen, dan pound sterling.

    Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia (SBN) tenor 10 tahun tetap berada di level 6,93 persen, sementara imbal hasil US Treasury 10 tahun turun menjadi 4,277% pada akhir perdagangan hari yang sama.

    Ketika asing mencatatkan modal keluar bersih, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan lembaga terkait lainnya, serta mengoptimalkan kebijakan terintegrasi demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dan ketahanan eksternal Indonesia.

  • Negosiasi dengan AS, Indonesia Siap Genjot Impor Energi hingga Pangan

    Negosiasi dengan AS, Indonesia Siap Genjot Impor Energi hingga Pangan

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia memastikan akan meningkatkan volume impor energi dan komoditas pangan dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari strategi negosiasi perdagangan bilateral dan penyesuaian kebijakan tarif impor Donald Trump.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, delegasi Indonesia, yang terdiri dari sejumlah pejabat kementerian dan lembaga ekonomi, telah melakukan komunikasi intensif dengan pihak Pemerintah AS dalam upaya negosiasi perdagangan.

    “Delegasi Indonesia melakukan pertemuan dengan United States Trade Representative (USTR) dan Secretary of Commerce. Diskusi berlangsung hangat, cair, dan konstruktif,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/4/2025).

    Disampaikan Airlangga, beberapa komoditas yang akan ditingkatkan volume impornya dari AS antara lain liquefied petroleum gas (LPG), minyak mentah (crude oil), gasolin, serta produk pertanian, seperti gandum, soybean, dan soybean meal. Langkah ini merupakan bagian dari pendekatan saling menguntungkan untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan.

    Indonesia dan AS juga telah sepakat melakukan negosiasi selama 60 hari, dengan tujuan menciptakan sistem perdagangan yang adil dan seimbang. Format pembahasannya juga telah disepakati, termasuk kemitraan di bidang perdagangan dan investasi, kemitraan mineral penting, dan juga reliabilitas koridor rantai pasok yang mempunyai resiliensi tinggi.
     

  • IHSG Sepekan Naik 2,81 Persen di Tengah Perang Dagang AS-China

    IHSG Sepekan Naik 2,81 Persen di Tengah Perang Dagang AS-China

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatat penguatan sebesar 2,81 persen dalam sepekan atau sepanjang periode perdagangan 14-17 April 2025. Kenaikan ini terjadi di tengah tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang kembali memanas.

    “Pergerakan IHSG selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 2,81 persen, ditutup pada level 6.438,269 dari 6.262,226 pada pekan lalu,” kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad, Jumat (18/4/2025).

    Frekuensi transaksi harian naik 1,01 persen menjadi 1,18 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,17 juta kali. Nilai transaksi harian turun 1,7 persen menjadi Rp 14,56 triliun dibanding pekan lalu Rp 14,81 triliun.

    Volume transaksi harian melonjak 19,22 persen menjadi 22,54 miliar lembar saham dari 18,90 miliar lembar. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI meningkat 3,98 persen menjadi Rp 11.120 triliun dari Rp 10.695 triliun.

    Meski ada penguatan indeks, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 679,86 miliar pada Kamis (17/4/2025). Sepanjang 2025, akumulasi jual bersih investor asing mencapai Rp 49,55 triliun.

    Selama perdagangan IHSG dalam sepekan, dua perusahaan resmi mencatatkan saham perdananya di BEI, yaitu PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) sebagai emiten ke-12 tahun ini dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 353,44 miliar. Selanjutnya PT Medela Potentia Tbk (MDLA) dengan total fundraised Rp 658 miliar.

  • Terancam PHK Massal, Industri Tekstil Butuh Perlindungan Pemerintah

    Terancam PHK Massal, Industri Tekstil Butuh Perlindungan Pemerintah

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah diminta melindungi sektor-sektor industri dalam negeri, terutama yang berpotensi terkena dampak kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Industri tekstil dan alas kaki menjadi dua sektor yang dinilai paling rentan menghadapi guncangan ini, yang ujungnya PHK massal.

    Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga anggota Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2023-2028 Muhammad Edhie Purnawan menegaskan, kedua sektor ini termasuk kategori padat karya. Jika terdampak, efek dominonya akan sangat luas, terutama terhadap tenaga kerja.

    “Terutama sektor-sektor padat karya seperti tekstil dan alas kaki karena kedua industri ini menyerap banyak tenaga kerja. Jika terguncang, dampaknya akan luar biasa besar,” ujar Edhie dalam Forum Group Discussion bertajuk “Meracik Portofolio Investasi di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump” di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

    Berdasarkan data industri tekstil, subsektor alas kaki Indonesia tercatat menyumbang nilai ekspor sekitar US$ 2,15 miliar ke AS sepanjang 2023. Namun, dengan kebijakan tarif impor Trump, permintaan diprediksi turun hingga 40%, yang berpotensi PHK massal.

    Penurunan ini bukan hanya akan merugikan pelaku usaha. Namun, juga bisa memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di sektor padat karya.

    Edhie menilai pemerintah harus segera mengambil langkah antisipatif. Salah satunya melalui stimulus fiskal yang dapat membantu menjaga stabilitas bisnis di tengah ketidakpastian global.

    “Ini berkaitan dengan hajat hidup masyarakat luas. Jadi pemerintah perlu memberikan perhatian khusus dan langkah konkret,” pungkasnya terkait Industri tekstil dan alas kaki Indonesia yang terancam PHK massal akibat kebijakan tarif impor Trump.

  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun dari Rekor Tertinggi, Saatnya Beli?

    Harga Emas Antam Hari Ini Turun dari Rekor Tertinggi, Saatnya Beli?

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini, Jumat (18/4/2025), mengalami penurunan sebesar Rp 10.000 per gram. 

    Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis (17/4/2025), harga emas Antam kini dibanderol Rp 1,965 juta per gram.

    Penurunan harga ini umumnya mendorong tren pembelian emas oleh masyarakat, karena dinilai sebagai momen tepat untuk berinvestasi.

    Sementara itu, harga buyback (pembelian kembali) emas batangan Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 1,814 juta per gram.

    Berikut harga emas batangan Antam hari ini:

       0,5 gram: Rp 1.035.500   1 gram: Rp 1.965.000   2 gram: Rp 3.875.000   3 gram: Rp 5.791.000   5 gram: Rp 9.629.000   10 gram: Rp 19.180.000   25 gram: Rp 47.787.500   50 gram: Rp 95.455.000   100 gram: Rp 190.790.000   250 gram: Rp 476.587.500   500 gram: Rp 952.875.000   1.000 gram: Rp 1.905.600.000

    Sebelumnya pada Kamis (17/4/2025), harga emas Antam sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di level Rp 1,975 juta per gram.

    Pada saat harga emas Antam hari ini turun dari rekor tertinggi, harga perak juga mengalami penurunan sebesar Rp 150 menjadi Rp 18.900 per gram.
     

  • Indonesia-AS Sepakat Negosiasi 60 Hari Terkait Tarif Impor Trump

    Indonesia-AS Sepakat Negosiasi 60 Hari Terkait Tarif Impor Trump

    Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia menjadi negara pertama yang diterima oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam proses negosiasi terkait tarif impor baru yang diberlakukan oleh pemerintahan mantan Presiden Donald Trump. Negosiasi ini akan berlangsung selama 60 hari, dengan tujuan menciptakan sistem perdagangan yang adil dan seimbang antara kedua negara.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah AS telah merespons positif inisiatif Indonesia untuk memulai proses negosiasi terkait tarif impor Trump.

    “Indonesia merupakan salah satu negara yang diterima lebih awal. Beberapa negara lain yang juga telah menjalin komunikasi dengan pemerintah AS antara lain Vietnam, Jepang, dan Italia,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual pada Jumat (18/4/2025).

    Menurut Airlangga, pertemuan awal antara delegasi Indonesia dan AS telah menghasilkan kesepakatan mengenai langkah-langkah teknis lanjutan. Kedua negara sepakat menyelesaikan proses perundingan dalam kurun waktu 60 hari dengan kerangka kerja (framework) yang sudah ditetapkan.

    “Format pembahasannya telah disepakati, termasuk kemitraan di bidang perdagangan dan investasi, kemitraan mineral penting, serta reliabilitas koridor rantai pasok yang mempunyai resiliensi tinggi,” kata Airlangga. 

    Proses negosiasi ini akan dilakukan hingga tiga putaran untuk memperdalam poin-poin kerja sama yang telah dibahas. Airlangga menyatakan optimisme bahwa dalam waktu 60 hari, kerangka kerja tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi bentuk perjanjian yang disepakati kedua negara.

    “Kami berharap dalam 60 hari kerangka tersebut dapat ditindaklanjuti dalam bentuk format perjanjian yang akan disetujui antara Indonesia dan AS,” kata Airlangga terkait upaya negosiasi dalam merespons tarif impor Trump. 

  • Wall Street Hanya Naik Tipis gegara 1 Saham Jatuh

    Wall Street Hanya Naik Tipis gegara 1 Saham Jatuh

    Jakarta, Beritasatu.com – Mayoritas saham di Wall Street mengalami kenaikan pada Kamis (17/4/2025). Namun, lonjakan tersebut tertahan akibat penurunan tajam saham UnitedHealth Group yang mencatat pelemahan terburuk dalam 25 tahun terakhir.

    Dilansir dari AP, indeks S&P 500 hanya naik tipis 0,1%. Sementara itu, Nasdaq Composite turun 0,1% setelah sebelumnya mengalami penurunan signifikan. Sedangkan Dow Jones Industrial Average anjlok 527 poin atau 1,3%, dipicu oleh kejatuhan saham UnitedHealth yang turun 22,4% setelah merilis laporan laba yang jauh di bawah ekspektasi.

    Kenaikan Wall Street turut didorong oleh lonjakan saham perusahaan farmasi Eli Lilly sebesar 14,3%. Saham sektor energi juga menguat setelah harga minyak mentah naik, menutup sebagian kerugian tajam sepanjang bulan ini. Saham Diamondback Energy melonjak 5,7%, sementara Halliburton naik 5,1%.

    Sementara itu, penurunan saham UnitedHealth Group menjadi beban terbesar di pasar. Perusahaan memangkas proyeksi keuangannya untuk tahun ini setelah melihat lonjakan layanan medis dari pelanggan Medicare Advantage.

    Saham Nvidia juga tertekan, turun 2,9% selama dua hari berturut-turut setelah mengungkapkan bahwa pembatasan ekspor cip ke China dapat memangkas pendapatan kuartal pertama hingga US$ 5,5 miliar.

    Secara keseluruhan, pada saat Wall Street naik, S&P 500 naik 7,00 poin menjadi 5.282,70. Dow Jones Industrial Average turun 527,16 poin menjadi 39.142,23, dan Nasdaq Composite turun 20,71 poin menjadi 16.286,45.