Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • QRIS Disenggol AS, Hippindo: Itu Pilihan Konsumen!

    QRIS Disenggol AS, Hippindo: Itu Pilihan Konsumen!

    Jakarta Beritasatu.com – Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah menanggapi keluhan Amerika Serikat (AS) terkait layanan keuangan Indonesia, yakni gerbang pembayaran nasional (GPN) dan quick response code Indonesian standard (QRIS), yang dinilai menghambat perdagangan luar negeri AS

    Keluhan tersebut menyebutkan bahwa kebijakan Bank Indonesia (BI) soal QRIS dianggap sebagai bentuk proteksionisme yang dapat menutup akses pelaku usaha global, termasuk dari AS. Namun, Budihardjo membantah tudingan itu dan menegaskan bahwa sistem pembayaran di Indonesia tetap terbuka untuk berbagai metode internasional.

    “Kita masih pakai Visa dan juga MasterCard, itu di kasir berjejer. Ada yang kartu kredit apa saja, bebas. Kita tidak melarang dan minta harus hanya QRIS. Itu pilihan konsumen, kita enggak bisa larang, saya siapkan. Bisa kredit, debit, semuanya saya siapin, enggak ada diskriminasi,” ungkap Budharjo saat ditemui di Hotel Mulia, Rabu (23/4/2025).

    Menurutnya, QRIS justru hadir sebagai opsi tambahan yang mempermudah konsumen dalam bertransaksi, seiring perkembangan teknologi digital.

    “QRIS itu sangat mudah digunakan. Hampir semua orang punya ponsel yang bisa scan kode QR. Bahkan ke depan, pembayaran bisa dilakukan dengan face ID. Teknologi ini sangat mendukung kemajuan sistem keuangan digital,” tambahnya.

    Selain mempermudah konsumen, Budihardjo juga menyoroti manfaat QRIS bagi pelaku usaha. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi potensi kecurangan dalam transaksi tunai.

    “Prinsipnya, QRIS bisa membantu ritel untuk memudahkan dan mengamankan penjualan karena dengan cashless itu mengamankan stock opname. Risiko kehilangan barang akan berkurang. Kalau bayar cash itu kan kadang-kadang bisa tidak benar, tergantung manusianya, tetapi kalau pembayaran digital itu pasti aman,” jelasnya.

    Penggunaan QRIS dan GPN ini menjadi salah satu yang disorot pemerintah AS dalam upaya negosiasi perdagangan antara Indonesia dan AS yang saat ini tengah berjalan. 

  • Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi?

    Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi?

    Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global serta dampak kebijakan tarif Trump yang kembali memanas sejak awal tahun 2025, banyak masyarakat mulai mempertanyakan, apakah lebih menguntungkan berinvestasi pada saham atau emas?

    Kekhawatiran terhadap inflasi dan tingginya volatilitas pasar saham membuat keputusan investasi semakin kompleks. Di sisi lain, emas kembali menunjukkan perannya sebagai aset safe haven dengan harga yang terus mencetak rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.

    Sebagian investor lebih percaya pada prospek saham, sementara lainnya memilih mengamankan dana dengan membeli emas. Lantas, mana yang lebih menguntungkan? Berikut perbandingan lengkap antara investasi saham dan emas!

    Perbandingan Saham vs Emas

    1. Jenis investasi

    Saham termasuk dalam kategori investasi aktif. Artinya, nilai saham sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan yang mengeluarkannya.

    Ketika perusahaan berkembang dan menghasilkan laba, nilai saham bisa meningkat dan memberikan imbal hasil bagi investor. Namun, bila terjadi kerugian atau kebangkrutan, investor berisiko kehilangan nilai investasinya.

    Sementara itu, emas merupakan investasi pasif atau reaktif. Nilainya tidak ditentukan oleh pengelolaan seperti saham, melainkan oleh dinamika pasar global dan kondisi ekonomi.

    Emas tidak perlu ‘dikelola’ untuk naik harganya, karena permintaan dan kondisi global sudah cukup memengaruhinya.

    2. Masa berlaku

    Saham memiliki masa berlaku yang bergantung pada keberlangsungan perusahaan. Jika perusahaan tersebut bangkrut, maka saham bisa kehilangan nilai sepenuhnya.

    Sebaliknya, emas tidak bergantung pada entitas tertentu. Logam mulia ini telah digunakan sebagai penyimpan nilai sejak ribuan tahun lalu dan masih diakui sebagai tolok ukur ekonomi global hingga kini.

    3. Bentuk kepemilikan

    Investasi saham berbentuk surat berharga yang menjadi bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Sedangkan emas bisa dimiliki secara fisik dalam bentuk batangan atau secara digital melalui aplikasi.

    Dengan berkembangnya teknologi, kini investasi emas tidak lagi terbatas pada bentuk fisik. Investor dapat membeli dan menjual emas secara online, dan jika diinginkan, emas tersebut tetap bisa dicetak menjadi bentuk fisik.

    4. Potensi keuntungan (return)

    Saham berpotensi memberikan keuntungan tinggi, terutama jika investor mampu membeli saham dengan fundamental kuat dan menjualnya di waktu yang tepat. Namun, potensi tinggi ini juga datang dengan risiko yang setara.

    Sebaliknya, emas menawarkan return yang lebih stabil. Meski kenaikannya cenderung lambat, nilai emas tetap tumbuh secara konsisten, terutama dalam jangka panjang.

    5. Tingkat risiko

    Investasi saham memiliki risiko yang tinggi karena nilainya bisa berubah drastis dalam waktu singkat, dipengaruhi oleh isu ekonomi, politik, hingga tren global. Kesalahan dalam memilih saham atau waktu jual beli bisa berakibat kerugian besar.

    Berbeda dengan saham, investasi emas memiliki risiko yang lebih rendah. Harga emas memang bisa turun, namun biasanya pergerakannya lebih stabil dan penurunannya tidak terlalu drastis.

    6. Jangka waktu investasi

    Saham bisa memberikan keuntungan baik dalam jangka pendek maupun panjang, tergantung pada strategi dan waktu transaksi. Namun, umumnya disarankan untuk investasi jangka panjang agar potensi keuntungannya maksimal.

    Sementara emas lebih cocok sebagai investasi jangka panjang karena nilainya yang stabil dan terus meningkat seiring waktu. Meski demikian, emas juga bisa dijual dalam jangka pendek, namun keuntungannya biasanya tidak sebesar jika disimpan dalam jangka panjang.

    Baik saham maupun emas memiliki keunggulan dan risiko investasi masing-masing. Pilihan terbaik tergantung pada tujuan keuangan, profil risiko, dan preferensi investasi. Jika mengincar keuntungan besar dengan kesiapan menghadapi risiko tinggi, saham bisa menjadi pilihan. Namun, jika mengutamakan stabilitas dan perlindungan aset, emas adalah pilihan yang lebih aman.

  • Premanisme Buat Pabrik BYD Tersendat, Kementerian Investasi Geram

    Premanisme Buat Pabrik BYD Tersendat, Kementerian Investasi Geram

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal kian gerah dengan aksi premanisme yang mengganggu kegiatan investasi di Tanah Air. Terbaru, perusahaan mobil listrik asal China yakni BYD kabarnya diganggu aksi premanisme saat melakukan pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat.

    Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Nurul Ichwan mengungkapkan, kegiatan premanisme ini tak hanya mengganggu kegiatan investasi, tetapi juga memberikan citra buruk kepada para calon investor yang hendak menanamkan modalnya di Indonesia.

  • Realisasi Investasi di Indonesia pada Kuartal I 2025 Capai Target

    Realisasi Investasi di Indonesia pada Kuartal I 2025 Capai Target

    Jakarta, Beritasatu.com – Realisasi investasi di Indonesia sepanjang kuartal I 2025 mencapai Rp 465,2 triliun. Angka ini setara dengan 24,4 persen dari target tahunan sebesar Rp 1.905,6 triliun.

    Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, realisasi investasi pada kuartal I 2025 ini telah sesuai dengan target yang dicanangkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

    “Alhamdulillah, realisasi investasi kuartal I ini sesuai target yang telah ditetapkan oleh Bappenas. Dari target Rp 1.905,6 triliun, sudah terealisasi Rp 465,2 triliun atau sekitar 24,4%,” ujar Rosan dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/4/2025).

    Rosan menegaskan, capaian investasi ini menunjukkan kepercayaan investor, baik asing maupun domestik, terhadap kondisi ekonomi dan politik Indonesia yang stabil.

    “Investasi adalah long term commitment. Mereka melihat di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo ini ada kestabilan. Peace and stability itu sangat-sangat baik dan sangat terjaga, sehingga investasi yang masuk bisa terus berjalan sesuai dengan target,” sambungnya.

    Rosan juga menyampaikan komposisi antara penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada kuartal I 2025 yang terbilang seimbang. PMA tercatat sebesar Rp 230,4 triliun (49,5%), sementara  PMDN mencapai Rp 234,8 triliun (50,5%).

    “Ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor domestik juga tinggi, seiring dengan dorongan investasi dari luar negeri,” tambah Rosan.

    Distribusi investasi juga menunjukkan tren positif ke luar Pulau Jawa, yang selama ini kerap tertinggal dalam hal penerimaan investasi. Investasi di luar Jawa mencapai Rp 235,9 triliun (50,7%), sementara investasi di Jawa Rp 229,3 triliun (49,3%).

    Pertumbuhan nilai investasi di Indonesia ini juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Sepanjang kuartal I 2025, tercatat sebanyak 594.104 tenaga kerja terserap, naik 8,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

  • Jangan Buru-buru! Kenali 8 Risiko Investasi Emas Digital

    Jangan Buru-buru! Kenali 8 Risiko Investasi Emas Digital

    Jakarta, Beritasatu.com – Investasi emas digital telah menjadi salah satu pilihan populer bagi orang yang ingin melakukan diversifikasi portofolio mereka. Keberadaan platform teknologi yang memungkinkan pembelian dan penjualan emas secara online memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi investor.

    Memahami risiko yang terkait dengan investasi emas digital merupakan langkah krusial bagi setiap investor. Dari fluktuasi harga yang tajam hingga ancaman penipuan yang mengintai di dunia maya, tantangan dalam investasi ini cukup kompleks.

    Oleh karena itu, penting bagi para calon investor untuk tidak hanya fokus pada prospek keuntungan, melainkan juga mengembangkan strategi mitigasi risiko yang matang guna melindungi aset mereka sepanjang perjalanan investasi.

    Berikut ini delapan risiko utama yang perlu dipertimbangkan dalam investasi emas digital.

    Risiko Investasi Emas Digital

    1. Fluktuasi harga

    Salah satu risiko paling signifikan dalam investasi emas digital adalah fluktuasi harga. Harga emas cenderung mengalami perubahan yang cepat akibat faktor-faktor ekonomi global, kebijakan moneter, dan kondisi permintaan dan penawaran di pasar.

    Perubahan ini dapat mempengaruhi nilai aset yang dimiliki oleh investor dalam waktu singkat. Investor harus siap menghadapi penurunan harga yang bisa mempengaruhi keuntungan atau bahkan menyebabkan kerugian.

    2. Volatilitas pasar

    Pasar investasi, termasuk emas digital, sering kali mengalami volatilitas yang tinggi, terutama dalam periode ketidakpastian ekonomi. Kenaikan atau penurunan harga emas yang tiba-tiba dapat menciptakan ketidakpastian bagi investor, yang harus mengevaluasi apakah akan terus berinvestasi atau menjual aset mereka untuk meminimalisir kerugian.

    Kondisi ini bisa jadi lebih membingungkan bagi investor yang tidak memiliki pengalaman berinvestasi di pasar yang demikian volatile.

    3. Penipuan dan keamanan digital

    Dalam dunia investasi digital, terdapat risiko penipuan yang cukup tinggi. Banyak platform investasi emas digital yang tidak terdaftar atau tidak memiliki izin resmi dari otoritas yang berwenang, sehingga investor berpotensi menjadi korban penipuan.

    Selain itu, ancaman terhadap keamanan digital, seperti peretasan dan pencurian informasi pribadi, juga menjadi perhatian utama. Keberhasilan investasi investasi tergantung pada pemilihan platform yang aman dan tepercaya.

    4. Risiko likuiditas

    Likuiditas adalah kemampuan untuk membeli atau menjual aset tanpa mempengaruhi harga pasar secara signifikan. Dalam konteks emas digital, risiko likuiditas dapat muncul ketika investor ingin menjual emas mereka tetapi tidak dapat melakukan transaksi secara cepat atau pada harga yang menguntungkan.

    Keterbatasan likuiditas ini sering kali disebabkan oleh rendahnya volume perdagangan di platform tertentu atau kebijakan dari penyedia layanan yang membatasi penjualan.

    5. Regulasi

    Peraturan yang mengatur investasi emas digital sering kali dapat berubah dan bervariasi antara satu negara dengan negara lainnya. Ketidakpastian dalam regulasi dapat menciptakan risiko bagi investor, yang mungkin harus mematuhi hukum yang baru atau yang belum jelas.

    Selain itu, ketidakpatuhan terhadap peraturan yang ada bisa mengakibatkan penalti dan kerugian finansial.

    6. Keterbatasan akses fisik

    Investasi emas digital tidak memberikan akses fisik pada emas yang dimiliki. Hal ini berarti bahwa investor tidak dapat memegang atau menyimpan emas dalam bentuk fisik, yang dapat menjadi masalah ketika terjadi ketidakpastian di pasar global.

    Dalam situasi ketika akses langsung ke aset dibutuhkan, investor akan menghadapi kesulitan untuk mengklaim atau menjual emas mereka.

    7. Kehilangan akses

    Risiko kehilangan akses ke akun investasinya juga menjadi hal yang perlu menjadi perhatian. Hal ini bisa terjadi akibat kesalahan dalam pengelolaan kata sandi, kehilangan perangkat, atau masalah teknis pada platform yang digunakan untuk menyimpan emas digital. Kehilangan akses ini dapat menyebabkan kerugian besar, terutama ketika harga emas berada dalam tren naik.

    8. Ketergantungan pada suatu infrastruktur

    Investasi emas digital umumnya sangat bergantung pada infrastruktur teknologi dan platform yang digunakan. Kerusakan atau gangguan pada sistem atau platform dapat menghambat kemampuan investor untuk mengakses dan mengelola investasi mereka. Ketergantungan pada infrastruktur yang spesifik ini menciptakan risiko tambahan, terutama jika platform tersebut menghadapi masalah server atau penyusupan siber.

  • Pabrik BYD Diganggu Ormas, Kementerian Investasi Langsung Turun Tangan

    Pabrik BYD Diganggu Ormas, Kementerian Investasi Langsung Turun Tangan

    Jakarta, Beritasatu.com – Pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Indonesia yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, dikabarkan terganggu oleh aksi premanisme yang diduga dilakukan oleh oknum berkedok organisasi masyarakat (ormas).

    Terkait hal ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut secara serius.

    Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan menyampaikan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan komunikasi langsung dengan manajemen BYD Indonesia untuk menggali informasi yang lebih akurat mengenai situasi di lapangan.

    “Insyaallah saya akan coba menghubungi kawan-kawan dari BYD bagaimana situasinya, karena kita harus tanya pada BYD langsung,” ungkap Nurul Ichwan, Rabu (23/4/2025).

    Disampaikan Nurul, apabila memang terbukti adanya aksi premanisme di area pembangunan pabrik BYD, pemerintah akan mengerahkan satuan tugas (Satgas) khusus untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara cepat dan tuntas.

    Ia menambahkan, praktik premanisme berkedok ormas kerap menjadi hambatan serius dalam iklim investasi nasional. Gangguan seperti ini, lanjutnya, tidak hanya merugikan pelaku usaha, tetapi juga berdampak negatif terhadap citra Indonesia di mata investor asing.

    Di sisi lain, pemerintah saat ini sedang giat menarik investasi besar, terutama di sektor strategis seperti mobil listrik dan industri hijau, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

    “Terus terang kita sangat terganggu dengan persoalan premanisme dan juga pungutan-pungutan liar,” kata Nurul merespons aksi premanisme di pabrik BYD. 

  • Merger BUMN Diatur Danantara, KAI dan INKA Segera Digabung

    Merger BUMN Diatur Danantara, KAI dan INKA Segera Digabung

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan proses aksi korporasi berupa merger sejumlah perusahaan pelat merah kini berada di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

    Hal itu disampaikan Erick saat menjawab pertanyaan awak media terkait proses merger antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Industri Kereta Api (INKA) di Jakarta, Senin (22/4/2025).

    Erick menjelaskan Danantara merupakan lembaga baru, sehingga memerlukan waktu untuk dapat menjalankan konsolidasi BUMN secara efektif.

    “Danantara ini baru lahir. Di dalamnya ada aspek investasi dan operasional. Tentu kita perlu konsultasi dengan Danantara agar mereka bisa bekerja dengan optimal,” ujar Erick.

    Ia menegaskan pemerintah tidak tergesa-gesa dalam menjalankan merger BUMN setelah pengalihan pengelolaan ke Danantara. Lembaga ini membutuhkan waktu untuk konsolidasi internal sebelum melangkah lebih jauh.

    Lebih lanjut, Erick menyebutkan proses merger akan mengacu pada peta jalan (roadmap) yang telah disusun oleh Kementerian BUMN.

    “Mereka (Danantara) sedang konsolidasi. Di roadmap-nya sudah ada,” tambahnya.

    Sebelumnya, Kementerian BUMN memang telah mengumumkan rencana untuk merampingkan jumlah BUMN menjadi hanya 30 perusahaan melalui penggabungan atau merger, khususnya di sektor-sektor yang sejenis.

    Untuk sektor perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan digabungkan dengan PT Industri Kereta Api (INKA). Sementara itu, di sektor pelabuhan dan transportasi penyeberangan laut, merger akan melibatkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dan PT ASDP Indonesia Ferry.

    Adapun untuk sektor karya atau konstruksi, dari tujuh BUMN yang ada saat ini, akan dikonsolidasikan menjadi hanya tiga klaster perusahaan. Ketujuh BUMN tersebut yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero), PT PP (Persero), PT Wijaya Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).

    “Saya dan Pak Wakil Menteri sudah berdiskusi, kemungkinan ada 45 program prioritas untuk lima tahun ke depan, termasuk konsolidasi dari 47 BUMN menjadi 30,” ungkap Erick saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (24/12/2024).

    “Salah satunya, seperti KAI dan INKA yang akan digabung. Semua butuh kajian, tetapi arahnya memang menuju 30 BUMN (setelah merger),” pungkasnya.

  • 5 Alasan Kenapa Emas Dijuluki Save Heaven dalam Dunia Investasi

    5 Alasan Kenapa Emas Dijuluki Save Heaven dalam Dunia Investasi

    Jakarta, Beritasatu.com – Emas telah lama dikenal sebagai investasi yang paling dipercaya masyarakat global. Baik dalam situasi ekonomi yang stabil maupun saat terjadi ketidakpastian, logam mulia ini tetap menjadi pilihan utama untuk mempertahankan nilai kekayaan.

    Kepercayaan terhadap emas bukan sekadar tradisi yang diwariskan turun-temurun, melainkan didasari oleh sifat dasar emas yang tahan terhadap gejolak pasar. Karakteristik emas yang stabil, langka, dan tidak mudah tergerus nilai membuatnya dijuluki sebagai aset safe heaven.

    Dalam banyak krisis finansial maupun politik, emas terbukti menjadi tempat berlindung yang aman bagi investor. Tidak heran jika permintaan terhadap emas selalu meningkat ketika dunia dihadapkan pada situasi penuh ketidakpastian.

    Salah satu alasan utama mengapa emas dianggap sebagai safe heaven adalah karena sifatnya yang nyata dan berwujud. Tidak seperti instrumen keuangan lainnya, seperti saham atau obligasi yang nilainya bisa tergerus oleh fluktuasi pasar, emas memiliki bentuk fisik dan nilai yang melekat padanya.

    Kondisi ini memberikan rasa aman secara psikologis bagi pemiliknya, karena emas bisa disimpan, dipindahkan, dan diwariskan tanpa bergantung pada sistem perbankan atau teknologi.

    Alasan Emas Disebut sebagai Safe Haven

    1. Emas sejalan dengan inflasi

    Emas dianggap sebagai safe haven karena nilai aset ini cenderung sejalan dengan inflasi dalam jangka panjang. Meskipun kondisi perekonomian dunia atau suatu negara dapat berfluktuasi, nilai emas tetap stabil dan bertahan sebagai dasar nilai riil. Ini menjadikan emas pilihan yang aman untuk melindungi kekayaan dari dampak inflasi yang terus-menerus.

    2. Emas sebagai penyimpan nilai (store of value)

    Emas juga diyakini sebagai alat penyimpan nilai yang andal (store of value). Nilai emas tidak terpengaruh oleh kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh pemerintah, menjadikannya lebih stabil daripada aset lainnya yang sangat bergantung pada kebijakan moneter.

    Banyak orang yang membeli emas sebagai bentuk asuransi finansial terhadap kondisi ekonomi yang buruk atau ancaman inflasi. Ketika situasi ekonomi tidak pasti atau nilai dolar melemah, permintaan emas meningkat, yang menyebabkan harga emas cenderung naik.

    3. Emas tidak terpengaruh oleh kebijakan suku bunga

    Salah satu keunggulan utama emas adalah ketahanannya terhadap pengaruh kebijakan suku bunga. Berbeda dengan saham atau obligasi yang sangat dipengaruhi oleh perubahan suku bunga dan kebijakan moneter atau fiskal lainnya, harga emas tetap stabil meskipun ada perubahan besar dalam kebijakan tersebut. Keunggulan ini memberikan rasa aman bagi investor yang mencari perlindungan dari ketidakstabilan pasar finansial.

    4. Emas membantu diversifikasi portofolio investasi

    Dalam portofolio investasi, emas berfungsi sebagai alat diversifikasi yang efektif. Emas dapat membantu mengurangi kerugian investasi, terutama saat pasar saham mengalami penurunan tajam.

    Banyak analis investasi yang menyarankan untuk membeli emas ketika aset investasi lainnya mengalami penurunan imbal hasil atau bahkan negatif. Dengan memasukkan emas ke dalam portofolio, investor dapat memitigasi risiko yang dihadapi dalam kondisi pasar yang volatile.

    5. Emas sebagai perlindungan aset

    Bagi sebagian investor, kenaikan harga emas tidak hanya dilihat sebagai keuntungan, tetapi lebih sebagai cara untuk menjaga nilai aset mereka dari gerusan inflasi dalam jangka panjang.

    Emas sering dianggap sebagai asuransi yang melindungi kekayaan dalam situasi ekonomi yang tidak menentu. Ketika kondisi ekonomi atau politik memburuk, banyak investor beralih menyimpan lebih banyak emas, yang pada gilirannya menyebabkan harga emas meningkat tajam.

    Secara keseluruhan, emas tetap dipandang sebagai safe haven karena ketahanan dan stabilitasnya dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Dengan berbagai sifat yang mendukung nilainya yang tidak mudah dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kebijakan pemerintah atau gejolak pasar, emas terus menjadi pilihan utama bagi banyak investor yang menginginkan perlindungan terhadap risiko dan inflasi.

  • BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 2,9 Persen

    BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 2,9 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2025 dari yang sebelumnya sebesar 3,2% menjadi 2,9%. Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global karena kebijakan tarif balasan (resiprokal) Amerika Serikat (AS).

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS awal April 2025, serta langkah retaliasi oleh China dan kemungkinan dari sejumlah negara lain meningkatkan fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume perdagangan dunia.

    “Akibatnya, pertumbuhan ekonomi global pada 2025 diperkirakan akan menurun dari 3,2% menjadi 2,9% dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan Tiongkok sejalan dengan dampak perang tarif kedua negara tersebut,” ucap Perry dalam dalam konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur Bulanan April 2025 yang berlangsung secara virtual pada Rabu (23/4/2025).

    Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi global di negara maju dan negara berkembang lainnya juga diperkirakan akan melambat, dipengaruhi dampak langsung dari penurunan ekspor ke AS dan dampak tidak langsung dari penurunan volume perdagangan dengan negara-negara lain.  

    Perang tarif dan dampak negatifnya terhadap penurunan pertumbuhan AS, Tiongkok, dan ekonomi dunia memicu peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global serta mendorong perilaku risk aversion pemilik modal.

    “Yield US Treasury menurun dan indeks mata uang dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia (DXY) melemah, di tengah peningkatan ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR),” kata dia.

    Aliran modal dunia bergeser dari AS ke negara dan aset yang dianggap aman (safe haven asset), terutama ke aset keuangan di Eropa dan Jepang serta komoditas emas. Sementara itu, aliran keluar modal global dari negara berkembang masih berlanjut sehingga memberikan tekanan terhadap pelemahan mata uangnya.

    “Memburuknya kondisi global tersebut memerlukan penguatan respons dan koordinasi kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal, mengendalikan stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri,” terang Perry.

    Dia mengatakan kebijakan tarif resiprokal AS dan langkah retaliasi yang ditempuh China dan kemungkinan dari negara lain dapat mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7-5,5%, dipengaruhi dampak langsung kebijakan tarif AS yang menurunkan ekspor Indonesia ke AS dan dampak tidak langsung akibat penurunan permintaan ekspor dari mitra dagang lain Indonesia, terutama China.

    Oleh karena itu, berbagai kebijakan perlu diperkuat guna memitigasi dampak dari menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi dunia, dengan mendorong permintaan domestik dan memanfaatkan peluang peningkatan ekspor.

    BI terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi, didukung dengan percepatan digitalisasi sistem pembayaran.

    “BI terus mempererat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal pemerintah pusat dan daerah, termasuk dukungan penuh terhadap implementasi berbagai program pemerintah dalam Asta Cita,” pungkas Perry terkait ekonomi global.

  • PEVS 2025 Siap Digelar, PERIKLINDO Terus Dorong Pertumbuhan Kendaraan Listrik Nasional

    PEVS 2025 Siap Digelar, PERIKLINDO Terus Dorong Pertumbuhan Kendaraan Listrik Nasional

    Jakarta, Beritasatu.com – Industri kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami tren positif setiap tahunnya. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan dalam upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia, Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) bersama dengan Dyandra Promosindo akan kembali menyelenggarakan PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2025 in Collaboration with Asiabike Jakarta pada 29 April hingga 4 Mei 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pada (22/4/2025) di kawasan Jakarta Pusat, pihak penyelenggara mengumumkan akan ada total lebih dari 130 peserta yang akan meramaikan pameran berskala internasional yang berkolaborasi dengan Asiabike Jakarta, dengan target lebih dari 40.000 pengunjung selama pameran berlangsung.

    Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, mengatakan, mempertahankan tren positif kendaraan listrik di tanah air tidaklah mudah, mengingat kondisi perekonomian saat ini sedang menghadapi tantangan global. Menurutnya, tantangan global yang terjadi saat ini justru bisa menjadi sebuah peluang bagi industri kendaraan listrik tanah air. 

    Oleh karena itu, PEVS 2025 in Collaboration with Asiabike Jakarta hadir untuk menjawab sejumlah tantangan tersebut. Moeldoko menyebut ajang ini diharapkan dapat menjadi stimulus nyata untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik, serta berkontribusi terhadap percepatan terwujudnya ekosistem transportasi bermotor listrik di Indonesia. 

    “Kebetulan hari ini adalah hari bumi, our power, our planet. Tema ini tema yang sangat kuat untuk kita menjalankan pameran kendaraan elektrik di Indonesia. Untuk itu, mari kita maknai pameran ini menjadi bagian dari kekuatan Indonesia untuk tampil di dunia global, bahwa kami Indonesia siap menyambut transisi energi menuju energi baru terbarukan, diantaranya penggunaan EV yang semakin masif dari waktu ke waktu. Persiapan terkait pameran sudah mencapai 99% dengan menghadirkan satu konsep yang lebih segar yaitu skema B2B. Kami PERIKLINDO bersama Dyandra Promosindo, menghimbau kepada masyarakat luas untuk menyisihkan waktunya melihat betapa pertumbuhan EV di Indonesia semakin hari semakin baik. Dengan total peserta pameran lebih dari 130 brand, akan memberikan kesempatan bagi masyarakat, karena semakin banyak pilihan untuk memilih EV. Mari hadir di PEVS, beli dan gunakan kendaraan listrik, maka Anda akan berkontribusi kepada negara dan lingkungan,” pungkas Moeldoko dalam acara Press Conference PEVS 2025 pada (22/4/2025) di Jakarta.

    Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan, tantangan global bisa dijadikan sebuah peluang untuk memperkuat industri kendaraan listrik tanah air. Oleh karena itu, PEVS 2025 hadir sebagai wadah untuk menjembatani para pelaku industri untuk mengenalkan, menjual dan menampilkan produk terbarunya kepada masyarakat luas. 

    “Ditengah hiruk pikuk keadaan ekonomi yang ada di luar, Dyandra Promosindo dengan bangga mengadakan pameran kendaraan listrik PEVS untuk menyemarakkan industri otomotif listrik di Indonesia. PEVS 2025 akan berkolaborasi dengan Asiabike Jakarta menargetkan transaksi sekitar dari 400 Milliar Rupiah. Kami sebagai penyelenggara berharap, PEVS 2025 akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjunjung tinggi sustainability langit biru dan menyemarakkan hari bumi,” tegas Daswar Marpaung pada acara Press Conference PEVS 2025.

    Project Manager PEVS 2025 Rudi MF menambahkan, penyelenggaraan PEVS 2025 in Collaboration with Asiabike Jakarta  akan lebih beragam dengan diikuti total lebih dari 130 peserta dari kendaraan EV roda empat, roda tiga, roda dua, partner program, food and beverages (F&B), serta aftermarket sebagai peserta pameran. Beberapa peserta pameran dari kendaraan roda empat yang ikut berpartispasi di antaranya, MAB, DFSK, Seres, Wuling, BMW, BYD, Kalista, Prestige, Hyundai, Mini, Denza, Chery dan Morris Garages (MG). Sedangkan beberapa peserta dari kendaraan roda dua EV yang ikut berpartisipasi seperti AHM (Astra Honda Motor), Dubbs, Kawasaki, Alva, United, Indomobil E-motor – Adora, Maka Motors, Selis

    Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara pameran akan menampilkan beberapa konsep acara yang menarik untuk memeriahkan PEVS 2025 in Collaboration with Asiabike Jakarta. Tak hanya menghadirkan konsep acara, Dyandra Promosindo juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung guna meningkatkan kenyamanan bertransaksi antara Business to Government (B2G), Business to Customer (B2C) hingga Business to Business (B2B), diantaranya Free Shuttle Bus Service dari dan menuju JIExpo, Kemayoran, Business Lounge – Area yang disediakan khusus untuk B2B buyer agar dapat bersantai sejenak dan melakukan business matching, VIP Business Lounge – Ruangan dengan fasilitas eksklusif khusus B2B VIP Buyer, Business Matching Program (Khusus Buyer and VIP Buyer) – Program pertemuan bisnis terjadwal antara potential buyer dan exhibitor untuk membuka peluang kerja sama, penawaran produk lebih mendalam, dan transaksi langsung, Buyers EVening Gathering (Khusus Exhibitor, Buyer and VIP Buyer) – program B2B, berupa sesi networking santai di malam hari yang dirancang untuk silaturahmi antara para pelaku berbagai industri. 

    Berbagai program unik juga akan dihadirkan untuk meramaikan PEVS 2025 in Collaborations with Asiabike Jakarta selama 6 hari mendatang, diantaranya EV Test Drive and Test Ride, EV Riding, EV Parade and Catwalk, Miss PEVS, PEVS Push Bike Race, EV Morning Run, Buyers EVening Gathering, IAM EV Fest, Diecast & Collectible Watch, Electric Board and Scooter Ride, EV Track Zone dan Closing Ceremony. 

    Rudi meyakini, dengan berbagai program di area pameran seluas total 35,263 sqm yang mudah dijangkau dan berada di tengah kota Jakarta ini, PEVS 2025 menjanjikan kenyamanan dan kepastian berbagai promo menarik yang khusus diberikan kepada pengunjung PEVS 2025. Ia juga berharap, tahun ini terjadi peningkatan transaksi kendaraan listrik selama.

    “Tadi target sudah disampaikan di video lebih dari 40 ribu, target kami akan hadir selama 6 hari dan transaksi juga lebih dari 400 miliar. Di PEVS ini cukup lengkap, ada B2C karena begitu banyak brand, mobil, motor, aftermarket, yang akan berjuara langsung dan pengunjung yang hadir, ada B2B terutama dari teman-teman Asiabike Jakarta, di hall A dan juga hall B2, nanti akan begitu banyak produk, dan juga B2G untuk kita undang beberapa mobil. Tiket PEVS sejak 4 tahun silam tidak kami naikkan harganya masih sebesar Rp 50.000, agar semua orang dapat menjangkau. Nah dengan bangga kami persembahkan di tahun keempat, kita akan menggunakan Hall B3 dan Hall C3, untuk passenger car dan commercial car, lalu Hall B1 dan B2, ini untuk supporting EV industry, aftermarket, dan industri komponen, di sini juga Hall B2 dari Asiabike Jakarta, lalu Hall A, ini untuk two wheelers, baik itu sepeda listrik, motor listrik, kendaraan tiga roda, ada laptop semua disana, dan area outdoor hampir seluruh area kami gunakan, karena begitu banyak mobil-mobil yang akan menyediakan test drive, sehingga area warna biru kita siapkan cukup besar, kita juga ada area F&B, area food court, lalu EV parking, jadi kalau dilihat sangat mudah yang pakai EV, mobil motor, silahkan parkir, bisa langsung akses pameran, dan ada stage serta area untuk Buyers EVening Gathering,” tambah Rudi.

    Di sisi lain, Show Director Messe Frankfurt Hong Kong, Crister Lau menegaskan keikutsertaannya yang kedua kali dalam penyelenggaraan PEVS dalam rangka ikut serta mendorong industri kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, keikutsertaannya dalam pameran PEVS 2025 in Collaboration with Asiabike Jakarta kali ini juga sebagai wadah business matching antara innovator global dengan pelaku bisnis. 

    “Sesi Business Matching memungkinkan peserta untuk mengeksplorasi peluang kemitraan, berbagi wawasan, dan berkolaborasi dalam proyek. Pameran ini akan menghadirkan juga delegasi Pembeli Internasional yang berasal dari berbagai negara seperti Singapura, India, Republik Ceko, AS, Maroko, Pakistan, Inggris, UEA, Rusia, Filipina, Nepal, Turki, Kamboja, Kazakhstan hingga Togo,” ucapnya

    Penyelenggara akan mematok harga tiket masuk sebesar Rp100.000 untuk premium day khusus tanggal 29 April 2025, serta Rp 50.000 untuk weekdays dan weekend mulai tanggal 30 April s/d 4 Mei 2025. Berbagai fasilitas publik esensial dan unik khas ekosistem listrik telah disiapkan oleh PEVS 2025. Informasi terkini terkait perhelatan PEVS 2025 melalui akun instagram resmi @pevs_id dan @asiabike_show serta kunjungi situs https://pevs-id.com/ dan www.asiabikejakarta.com.