Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Perang Harga Otomotif di China Memanas

    Perang Harga Otomotif di China Memanas

    Jakarta, Beritasatu.com – Dua raksasa otomotif, BYD dan Great Wall Motor saling sindir secara terbuka, menandakan ketegangan dalam perang harga mobil di China meningkat pada Jumat (30/5/2025).

    Bentrokan ini terjadi di tengah kekhawatiran yang terus meningkat tentang dampak perang diskon terhadap kesehatan finansial industri otomotif China.

    Konflik dipicu oleh pernyataan CEO Great Wall Motor, Wei Jianjun, yang menyebut bahwa kondisi industri otomotif China saat ini tidak sehat.

    Dalam komentarnya, Wei bahkan membandingkan situasi sektor otomotif dengan Evergrande, raksasa properti China yang kolaps akibat krisis utang, meskipun dia tidak menyebutkan nama perusahaan tertentu.

    Pernyataan ini langsung mendapat tanggapan keras dari  Manajer Umum Komunikasi dan Branding BYD, Li Yunfei. Dalam unggahan panjang di platform Weibo, Li membantah adanya krisis serupa di BYD, dan menyatakan bahwa rasio utang terhadap aset BYD yang mencapai 70% adalah akibat dari ekspansi cepat perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

    Li juga membandingkan utang BYD yang kini melebihi 580 miliar yuan dengan perusahaan besar lain, seperti Ford, Boeing, dan Toyota, sambil menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan kondisi keuangan BYD.

    Ia menilai spekulasi online yang menyebut bahwa komentar Wei merujuk pada BYD sebagai sesuatu yang “membingungkan” dan tanpa dasar.

    Sebagai langkah lanjutan, BYD telah menyerahkan bukti kepada otoritas China untuk menindak pengguna internet yang menyebarkan rumor tersebut, dan berniat mengambil jalur hukum.

    Sementara itu, Great Wall Motor belum memberikan komentar resmi atas reaksi BYD. Namun, dukungan terhadap pandangan Wei datang dari petinggi perusahaan lain.

    CEO produsen mobil milik negara Changan, Zhu Huarongmengatakan dalam rapat pemegang saham bahwa komentar Wei adalah peringatan penting bagi industri otomotif China agar lebih sadar terhadap potensi risiko jangka panjang dari perang harga.

    Harga saham sejumlah produsen mobil besar, termasuk BYD, Nio, dan XPeng, anjlok sepanjang pekan ini karena kekhawatiran investor atas dampak lanjutan dari strategi potong harga besar-besaran.

    Beberapa produsen bahkan mengikuti langkah BYD dengan kembali menawarkan insentif mobil listrik dalam upaya merebut pangsa pasar.

    Ketegangan antara BYD dan Great Wall Motor sebenarnya bukan hal baru. Pada tahun 2023, Great Wall sempat melaporkan dua model hibrida BYD ke regulator karena dugaan tidak memenuhi standar emisi.

    Sementara itu, pada akhir tahun yang sama, pernyataan BYD yang menyerukan persatuan industri otomotif China dan ajakan untuk “menghancurkan legenda lama” pasar global juga sempat memicu ketegangan dan kritik dari Great Wall.

    Persaingan sengit dalam industri otomotif China kini tidak hanya memunculkan gesekan pasar, tetapi juga menimbulkan konflik terbuka antarperusahaan.

    Meski diskon besar menarik konsumen, tekanan terhadap margin keuntungan dan stabilitas jangka panjang membuat para pelaku industri otomotif di China mulai mempertanyakan keberlanjutan strategi ini. – Dua raksasa otomotif, BYD dan Great Wall Motor saling sindir secara terbuka, menandakan ketegangan dalam perang harga mobil di China meningkat pada Jumat (30/5/2025).

    Bentrokan ini terjadi di tengah kekhawatiran yang terus meningkat tentang dampak perang diskon terhadap kesehatan finansial industri otomotif China.

    Konflik dipicu oleh pernyataan CEO Great Wall Motor, Wei Jianjun, yang menyebut bahwa kondisi industri otomotif China saat ini tidak sehat.

    Dalam komentarnya, Wei bahkan membandingkan situasi sektor otomotif dengan Evergrande, raksasa properti China yang kolaps akibat krisis utang, meskipun dia tidak menyebutkan nama perusahaan tertentu.

    Pernyataan ini langsung mendapat tanggapan keras dari  Manajer Umum Komunikasi dan Branding BYD, Li Yunfei. Dalam unggahan panjang di platform Weibo, Li membantah adanya krisis serupa di BYD, dan menyatakan bahwa rasio utang terhadap aset BYD yang mencapai 70% adalah akibat dari ekspansi cepat perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

    Li juga membandingkan utang BYD yang kini melebihi 580 miliar yuan dengan perusahaan besar lain, seperti Ford, Boeing, dan Toyota, sambil menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan kondisi keuangan BYD.

    Ia menilai spekulasi online yang menyebut bahwa komentar Wei merujuk pada BYD sebagai sesuatu yang “membingungkan” dan tanpa dasar.

    Sebagai langkah lanjutan, BYD telah menyerahkan bukti kepada otoritas China untuk menindak pengguna internet yang menyebarkan rumor tersebut, dan berniat mengambil jalur hukum.

    Sementara itu, Great Wall Motor belum memberikan komentar resmi atas reaksi BYD. Namun, dukungan terhadap pandangan Wei datang dari petinggi perusahaan lain.

    CEO produsen mobil milik negara Changan, Zhu Huarongmengatakan dalam rapat pemegang saham bahwa komentar Wei adalah peringatan penting bagi industri otomotif China agar lebih sadar terhadap potensi risiko jangka panjang dari perang harga.

    Harga saham sejumlah produsen mobil besar, termasuk BYD, Nio, dan XPeng, anjlok sepanjang pekan ini karena kekhawatiran investor atas dampak lanjutan dari strategi potong harga besar-besaran.

    Beberapa produsen bahkan mengikuti langkah BYD dengan kembali menawarkan insentif mobil listrik dalam upaya merebut pangsa pasar.

    Ketegangan antara BYD dan Great Wall Motor sebenarnya bukan hal baru. Pada tahun 2023, Great Wall sempat melaporkan dua model hibrida BYD ke regulator karena dugaan tidak memenuhi standar emisi.

    Sementara itu, pada akhir tahun yang sama, pernyataan BYD yang menyerukan persatuan industri otomotif China dan ajakan untuk “menghancurkan legenda lama” pasar global juga sempat memicu ketegangan dan kritik dari Great Wall.

    Persaingan sengit dalam industri otomotif China kini tidak hanya memunculkan gesekan pasar, tetapi juga menimbulkan konflik terbuka antarperusahaan.

    Meski diskon besar menarik konsumen, tekanan terhadap margin keuntungan dan stabilitas jangka panjang membuat para pelaku industri otomotif di China mulai mempertanyakan keberlanjutan strategi ini.

  • Industri Tertekan, China Desak Hentikan Perang Harga Otomotif

    Industri Tertekan, China Desak Hentikan Perang Harga Otomotif

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah China akhirnya angkat bicara terkait perang harga industri otomotif yang kian intensif. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (31/5/2025), Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China mendesak para pelaku industri untuk menghentikan persaingan harga yang dianggap “brutal” dan merusak kesehatan sektor otomotif, terutama dalam jangka panjang.

    “Tidak ada pemenang dalam perang harga, apalagi masa depan,” tegas kementerian melalui akun resminya di WeChat, dikutip dari Reuters, Sabtu (31/5/2025).

    Pemerintah menyatakan akan bekerja sama dengan lembaga penegak hukum untuk mengatasi praktik persaingan tidak sehat dan siap mengambil tindakan regulasi demi menjaga keberlanjutan industri.

    Langkah ini diambil setelah perdebatan hangat di kalangan eksekutif perusahaan otomotif mengenai dampak diskon besar-besaran yang ditawarkan kepada konsumen.

    Salah satu pemicu utama ketegangan adalah insentif besar yang baru-baru ini diberikan oleh raksasa kendaraan listrik BYD, termasuk potongan harga untuk lebih dari 20 model, seperti hatchback BYD Seagull, yang harganya bisa turun menjadi hanya 55.800 yuan (sekitar US$ 7.750) berkat subsidi tukar tambah dari pemerintah.

    Tindakan BYD ini dengan cepat diikuti oleh pesaing lain, seperti Geely dan Chery, yang ikut menawarkan diskon demi menjaga daya saing.

    Namun, lonjakan strategi potong harga ini membuat beberapa pihak khawatir akan dampaknya terhadap laba perusahaan, efisiensi, dan struktur pasar secara keseluruhan.

    Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) juga turut menyuarakan kekhawatiran serupa. Mereka menyerukan agar para pemain industri melakukan “gencatan senjata” terhadap perang harga otomotif, yang menurut mereka justru merugikan profitabilitas perusahaan dan menghambat inovasi.

    “Perusahaan harus mematuhi prinsip persaingan yang adil, dan pemain besar diharapkan menahan diri dari mendominasi pasar melalui praktik monopoli,” tulis CAAM dalam pernyataannya.

    Organisasi itu menekankan, perusahaan tidak seharusnya menjual produk di bawah biaya produksi, kecuali untuk penyesuaian harga yang sah menurut hukum.

    Situasi ini memanas setelah komentar pedas muncul dari Wei Jianjun, CEO Great Wall Motor, yang menyebut kondisi industri otomotif saat ini tidak sehat.

    Pernyataannya memicu reaksi keras dari seorang eksekutif BYD yang menilai kritik tersebut berlebihan. Ketegangan ini mencerminkan bagaimana persaingan harga mobil listrik di China telah mencapai titik kritis.

    Meski di satu sisi memberikan keuntungan bagi konsumen, di sisi lain strategi potong harga ekstrem dapat melemahkan fondasi bisnis jangka panjang dan mengganggu stabilitas ekosistem industri.

    Pemerintah China kini mengambil peran aktif dalam menata ulang arah persaingan industri otomotif, seraya mengingatkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan harus didasarkan pada inovasi dan efisiensi, bukan sekadar pemotongan harga semata.

    Dengan dukungan regulasi dan dorongan menuju kebijakan otomotif yang lebih sehat, pemerintah berharap perang harga otomotif di China dapat berakhir, sehingga mereka bisa mempertahankan posisinya sebagai pasar terbesar di dunia tanpa harus mengorbankan stabilitas industrinya.

  • LPS Pastikan Indonesia Aman dari Krisis Moneter seperti 1998

    LPS Pastikan Indonesia Aman dari Krisis Moneter seperti 1998

    Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang jauh lebih kuat dan tidak akan mengalami krisis moneter seperti yang terjadi pada 1997–1998.

    Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pihaknya bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus mengawal ketahanan ekonomi nasional dengan memanfaatkan seluruh instrumen yang dimiliki, termasuk sistem peringatan dini atau early warning system.

    “LPS telah mengembangkan sistem peringatan dini yang memantau kondisi ekonomi dan perbankan secara mendalam dan berkelanjutan. Jadi, peluang untuk terjadi krisis secara tiba-tiba sangat kecil,” kata Purbaya dalam konferensi pers LPS Putih Abu-Abu Financial Festival 2025 di Jakarta, Sabtu (31/5/2025).

    Selain mengandalkan sistem deteksi dini, KSSK secara rutin menggelar rapat koordinasi untuk meninjau situasi ekonomi, mengevaluasi kebijakan, dan menyiapkan langkah antisipatif jika ada potensi gangguan terhadap stabilitas keuangan.

    “Kami siap menggunakan seluruh instrumen yang tersedia di LPS, termasuk langkah intervensi dini, serta terus berkoordinasi dengan KSSK guna menentukan respons yang tepat bila muncul potensi ancaman terhadap stabilitas sistem keuangan,” tambahnya.

    Sebagai informasi, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) adalah forum koordinasi antarotoritas di sektor keuangan yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK). Anggota KSSK terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan LPS.

    Tugas utama KSSK adalah menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, serta mencegah dan menangani potensi krisis melalui kolaborasi antarlembaga dalam pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat.

    Dengan sistem yang lebih terintegrasi dan langkah antisipatif yang matang, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia kini jauh lebih siap dalam menghadapi tantangan global dan menjaga stabilitas ekonomi.

  • OPEC+ Bahas Kenaikan Produksi Minyak Lebih dari 411.000 Bph

    OPEC+ Bahas Kenaikan Produksi Minyak Lebih dari 411.000 Bph

    Jakarta, Beritasatu.com – Organisasi negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, dijadwalkan menggelar pertemuan virtual pada akhir pekan ini untuk membahas kenaikan produksi minyak pada Juli 2025. Menurut sumber Reuters, kenaikan yang dipertimbangkan bisa melebihi 411.000 barel per hari (bph).

    Delapan negara anggota utama OPEC+ dilaporkan telah meningkatkan produksi lebih cepat dari rencana, meskipun pasokan tambahan ini turut menekan harga minyak dunia. Strategi ini disebut sebagai langkah Arab Saudi dan Rusia untuk menekan negara-negara anggota yang melanggar kuota produksi, sekaligus merebut kembali pangsa pasar global.

    Pertemuan yang akan digelar pada Sabtu (31/5/2025) sore ini diprediksi akan membahas dua opsi utama, yakni menaikkan produksi lebih tinggi dari 411.000 bph, atau tetap mempertahankan angka tersebut. Beberapa sumber menyebut keputusan ini akan dipengaruhi oleh sikap Kazakhstan, yang menolak memangkas produksinya, meskipun melebihi target yang disepakati.

    “Penolakan Kazakhstan terhadap pembatasan produksi bisa mendorong OPEC+ menaikkan pasokan lebih besar,” ujar Helima Croft dari RBC Capital Markets, dikutip dari Reuters.

    Namun, ia masih memprediksi bahwa peningkatan sebesar 411.000 bph untuk Juli adalah kemungkinan paling realistis.

    Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail Mohamed Al Mazrouei, mengatakan pada awal pekan ini bahwa OPEC+ berupaya seimbang dalam merespons kondisi pasar.

    Harga minyak dunia sempat jatuh ke level terendah dalam empat tahun pada April 2025, turun di bawah US$ 60 per barel, setelah OPEC+ mengumumkan kenaikan produksi tiga kali lipat untuk bulan Mei 2025. Penurunan harga juga dipicu oleh kekhawatiran pelemahan ekonomi global akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. 

  • Astra Berpartisipasi Aktif dalam Paviliun Indonesia dan Perayaan National Day Indonesia di World Expo 2025 Osaka

    Astra Berpartisipasi Aktif dalam Paviliun Indonesia dan Perayaan National Day Indonesia di World Expo 2025 Osaka

    Osaka, Jepang, Beritasatu.com – Dalam momen bersejarah World Expo 2025 Osaka, Astra kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan promosi budaya Indonesia melalui kontribusi serta partisipasi aktif Astra dalam Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka dengan tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future” yang merepresentasikan komitmen Indonesia dalam mewujudkan visi sebagai bangsa bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

    Dalam hal ini, Astra juga turut berpartisipasi aktif pada berbagai program yang dihadirkan dalam Paviliun Indonesia selama World Expo 2025 berlangsung. Adapun program yang dihadirkan di Paviliun Indonesia yaitu National Day Indonesia, Business Forum, 1-on-1 Meeting, Rolling Exhibition serta Cultural Performance.

    Hadir dalam penyelenggaraan National Day Indonesia di Paviliun Indonesia pada Selasa (27/5/2025) yaitu Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvie Ananda, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi, Direktur Astra Gita Tiffani Boer serta Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.

    “Expo ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah, tapi juga menjadi momentum untuk mempercepat transisi hijau, mendorong ekonomi kreatif, dan berinvestasi pada masa depan. seperti yang kita cita-citakan bersama. Dalam semangat harmoni ini, Indonesia melihat World Expo 2025 Osaka sebagai wahana untuk mendorong kerja sama internasional, berlandaskan pada prinsip People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership. Kami membuka ruang kolaborasi di bidang energi bersih, infrastruktur berkelanjutan, transformasi digital, dan pariwisata yang semuanya menjadi pilar penting dalam transformasi ekonomi hijau Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangungan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno.

    “Merupakan suatu kebanggaan bagi kami dapat mendukung dan menjadi bagian dari Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka. Dukungan serta partisipasi aktif Astra dalam Paviliun Indonesia diharapkan dapat menjadi momentum strategis untuk memperlihatkan kekayaan budaya dan inovasi bangsa Indonesia kepada dunia, sekaligus menjadi wadah interaksi dan komunikasi bagi perwakilan Indonesia dan pengunjung Paviliun Indonesia, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman internasional terhadap budaya, tradisi, dan nilai- nilai khas Indonesia,” tutur Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.

    Partisipasi aktif Astra dalam rangkaian kegiatan World Expo 2025 Osaka di Paviliun Indonesia salah satunya dilaksanakan melalui Yayasan Astra yang berfokus pada pembinaan UMKM yaitu Yayasan Dharma Bhakti Astra serta Yayasan Astra yang berfokus pada pendidikan yaitu Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim. Kedua Yayasan tersebut merupakan dua dari sembilan Yayasan di bawah naungan Astra.

    Produk Desa Sejahtera Astra serta produk UMKM Yayasan Astra-Yayasan Dharma Bhakti Astra, berupa kerajinan anyaman tas, kayu, kulit, kendang djembe, kain tenun, batik eco-print dan kopi turut dipamerkan. Sementara Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim menampilkan pertunjukan kreasi nusantara oleh guru dan siswa binaan berupa kolaborasi musik tradisional, komunitas pembatik cilik serta tari kreasi.

    Partisipasi Astra di World Expo 2025 Osaka merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang mendukung keikutsertaan Indonesia di World Expo, dimulai sejak Expo 2010 di Shanghai, dilanjutkan Expo 2015 di Milan, dan Expo 2020 di Dubai.

    Semangat ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

  • LPS Pastikan Indonesia Aman dari Krisis Moneter seperti 1998

    50 Persen Investor Pasar Modal Anak Muda, LPS Dorong Literasi Keuangan

    Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya gen Z, agar lebih memahami produk-produk keuangan dan investasi.

    Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pentingnya pembekalan sejak dini agar anak muda dapat memilih instrumen keuangan dengan bijak dan menyadari risiko yang menyertainya.

    Purbaya menyebut bahwa saat ini generasi muda, termasuk gen Z, mendominasi pasar modal Indonesia dengan proporsi lebih dari 50%. Meski antusiasme berinvestasi tinggi, banyak dari mereka belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang risiko investasi.

    Menanggapi fenomena ini, LPS menggelar acara “LPS Putih Abu-Abu Financial Festival 2025” yang ditujukan untuk pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

    Acara ini digelar di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada Sabtu (31/5/2025), dengan tujuan meningkatkan kesadaran finansial sejak usia muda.

    “Sekarang hampir 50% investor pasar modal berasal dari anak-anak SMA. Mereka haus investasi, tetapi pembekalan masih relatif kurang,” ujar Purbaya dalam sambutannya.

    Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal LPS dalam mempromosikan sektor keuangan kepada generasi muda dan akan terus berlanjut ke tingkat universitas hingga masyarakat umum.

    Mengutip hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46% dan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%.

    Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang masing-masing berada di 65,43% dan 75,02%. Survei tersebut merupakan kerja sama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Meski terjadi peningkatan, Purbaya menilai tingkat literasi keuangan masih perlu ditingkatkan lebih luas lagi. Ia menegaskan, LPS berkomitmen melanjutkan kegiatan edukasi keuangan ini secara berkelanjutan ke berbagai lapisan masyarakat.

    “Ini baru langkah pertama. Ke depan, kami akan menyasar universitas dan masyarakat umum,” tutup Purbaya.

  • Tinggalkan Trump, Elon Musk Kini Harus Hadapi Tantangan Berat

    Tinggalkan Trump, Elon Musk Kini Harus Hadapi Tantangan Berat

    Jakarta, Beritasatu.com – Elon Musk kini tengah dihadapkan pada tantangan berat setelah memutuskan keluar dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Miliarder yang dikenal dengan beragam bisnisnya ini kembali menghadapi tantangan besar di berbagai perusahaannya, yang masing-masing tengah berjuang mempertahankan posisi di pasar dan memulihkan citra yang sempat tercoreng.

    Melansir dari AP News, dimulai dari Tesla, perusahaan mobil listrik yang selama ini menjadi kebanggaan Musk. Penurunan laba yang mencapai 71% pada kuartal pertama tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa Tesla sedang menghadapi tekanan serius.

    Ditambah lagi, persaingan dari produsen mobil listrik asal China semakin ketat, bahkan mereka kini menjadi penjual mobil listrik terbesar di dunia.

    Masa jabatan Musk di Washington, yang sempat dikaitkan dengan politik sayap kanan, juga dianggap memberi dampak negatif terhadap merek Tesla dan penjualannya.

    Sementara itu, bisnis media sosialnya, X, yang dulu dikenal sebagai Twitter, berusaha bangkit kembali setelah sempat kehilangan banyak pengiklan karena kebijakan kontroversial Elon Musk.

    Meski beberapa merek mulai kembali beriklan di platform tersebut, bisnis periklanan X masih jauh dari posisi sebelumnya dan menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan kestabilan platform tersebut.

    Di sisi lain, SpaceX, perusahaan roket milik Musk, terus menunjukkan potensi finansial besar meski mengalami beberapa kegagalan teknis baru-baru ini, seperti ledakan roket Starship yang menyulitkan misi NASA ke bulan.

    Namun, investor tetap optimis setelah nilai perusahaan meningkat drastis menjadi US$ 350 miliar dalam beberapa bulan terakhir.

    Starlink, layanan satelit internet milik SpaceX, juga tengah berjuang mendapatkan pijakan di pasar global.

    Keberhasilan meraih izin dan membuat kesepakatan di beberapa negara tampaknya masih sangat bergantung pada hubungan politik, terutama dukungan dari masa pemerintahan Trump yang kini sudah ditinggalkan Elon Musk.

    Selain itu, Musk tengah menantikan peluncuran robotaxi Tesla yang telah dijanjikan selama bertahun-tahun. Dengan uji coba awal yang akan digelar di Austin, Texas, keberhasilan taksi tanpa sopir ini sangat menentukan masa depan Tesla.

    Namun, tantangan teknologi dan regulasi masih menjadi hambatan besar, apalagi menghadapi pesaing, seperti Waymo milik Alphabet yang sudah lebih dulu beroperasi secara komersial.

    Kini, setelah meninggalkan pemerintahan Trump, Elon Musk harus membuktikan bahwa bisnisnya dapat bangkit tanpa bergantung pada hubungan politik yang dulu dia miliki.

  • Trump vs Kongres: Siapa yang Berhak Tentukan Tarif Impor AS?

    Trump vs Kongres: Siapa yang Berhak Tentukan Tarif Impor AS?

    Jakarta, Beritasatu.com – Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025 dengan misi besar, yakni membatalkan kebijakan lama yang merugikan Amerika Serikat (AS) dan membangun “tembok tarif” guna melindungi industri domestik dari serbuan produk asing.

    Namun, langkah agresif Trump memunculkan kekacauan. Pasar keuangan terguncang, pelaku usaha bingung, dan konsumen khawatir. Ini karena kebijakan tarifnya berubah-ubah. Hari ini diumumkan, besok ditangguhkan, lalu muncul lagi dengan versi baru. Para ekonom pun memperingatkan dampaknya terhadap kenaikan harga dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

    Trump beralasan, tarif impor ini akan membawa pabrik kembali ke AS, memperkuat industri lokal, dan menambah pemasukan negara. Namun, pekan ini, keputusan pengadilan AS menimbulkan pertanyaan besar: sejauh mana presiden berwenang mengenakan pajak impor tanpa restu Kongres?

    Apakah Trump Bisa Kenakan Tarif Tanpa Persetujuan Kongres?

    Dilansir dari AP, Sabtu (31/5/2025), secara konstitusional, hanya Kongres yang berwenang menetapkan pajak, termasuk tarif impor. Namun, selama bertahun-tahun, sebagian kewenangan itu didelegasikan kepada presiden melalui sejumlah undang-undang, antara lain:

    Pasal 232 Trade Expansion Act 1962: Mengizinkan tarif untuk melindungi keamanan nasional. Digunakan Trump untuk tarif baja dan aluminium.Pasal 301 Trade Act 1974: Digunakan untuk membalas praktik dagang tidak adil, seperti saat Trump menjatuhkan tarif pada Tiongkok.

    Namun, saat kembali ke Gedung Putih, Trump ingin bergerak cepat. Ia memakai Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA) tahun 1977, yang memungkinkan presiden menyatakan kondisi darurat nasional dan mengambil tindakan ekonomi, termasuk tarif.

    Lewat IEEPA, Trump menyebut arus imigran ilegal dan narkoba sebagai krisis nasional, dan menjadikan itu dasar mengenakan tarif atas Kanada, Tiongkok, dan Meksiko. Ia juga mendeklarasikan defisit perdagangan AS sebagai darurat nasional dan memperluas tarif ke hampir seluruh negara.

    Namun, langkah ini digugat. Pengadilan Perdagangan Internasional AS pada Rabu (28/5/2025) memutuskan Trump telah melampaui kewenangannya, karena IEEPA tidak dirancang untuk mengenakan tarif global. Meski begitu, pemerintah masih diperbolehkan memungut tarif sementara proses banding berlangsung.

  • Visa Haji Furada Gagal Terbit, Biro Travel Semarang Rugi Rp 5 Miliar

    Visa Haji Furada Gagal Terbit, Biro Travel Semarang Rugi Rp 5 Miliar

    Semarang, Beritasatu.com – Keputusan Pemerintah Arab Saudi yang tidak menerbitkan visa haji furada tahun ini mengakibatkan kerugian besar bagi calon jemaah dan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah.

    General Manager Travel Fatimah Zahra Firdaus Mohammad Adam mengungkapkan, pihaknya telah memesan tiket pesawat, hotel, serta layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina untuk jemaah furada, dengan asumsi visa akan terbit seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Namun, sebanyak 37 calon jemaah dari travel tersebut dipastikan gagal berangkat karena visa tak kunjung keluar hingga tenggat waktu terakhir, meski berbagai upaya telah dilakukan hingga detik-detik menjelang keberangkatan.

    “Kami sudah menunggu hingga subuh tadi pagi, berharap visa keluar di saat-saat terakhir. Namun, qadarullah, visa tidak terbit juga,” ujar Firdaus pada Sabtu (31/5/2025).

    Akibat kegagalan penerbitan visa ini, pihak travel mengalami kerugian hingga Rp 5 miliar. Seluruh biaya untuk tiket, akomodasi, dan transportasi telah dibayarkan dan sebagian besar tidak dapat dikembalikan.

    “Kerugian kami hampir mencapai Rp 5 miliar. Tiket, hotel, dan bus semuanya sudah dibayar. Sayangnya, sebagian besar tidak bisa diselamatkan,” jelasnya.

    Firdaus memastikan bahwa uang muka (DP) dari para jemaah akan dikembalikan secara penuh tanpa potongan. Ia juga menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan jalur haji khusus daripada mengandalkan visa furoda yang tidak menjamin kepastian keberangkatan.

    “Visa furada itu hanya nama jenis visa. Bukan berarti fasilitasnya VIP. Justru maktabnya lebih jauh dibandingkan haji khusus. Kami anjurkan masyarakat tidak terlalu berharap pada jalur furada karena proses dan kepastian keberangkatannya tidak bisa dijamin setiap tahun,” tegasnya.

    Sebaliknya, ia menambahkan bahwa fasilitas untuk jemaah haji khusus tahun ini meningkat signifikan. Travel Fatimah Zahra bekerja sama dengan penyedia layanan Sarikan MCBC untuk menyediakan maktab VIP yang menawarkan jarak lebih dekat ke lokasi-lokasi utama ibadah serta pelayanan yang lebih nyaman.

    Untuk tahun ini, biaya haji khusus dimulai dari US$ 16.950 atau Rp 276,1 juta dengan uang pendaftaran awal sebesar US$ 4.500 atau Rp 73,3 juta. Meski masa tunggunya mencapai sekitar tujuh tahun, kepastian keberangkatan lebih terjamin dibandingkan jalur furada.

    Meski menghadapi kerugian besar, Firdaus menegaskan bahwa pihaknya tidak kapok. Ia menyebut bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada 2022, tetapi saat itu visa masih sempat terbit satu hari sebelum keberangkatan.

    “Ini adalah risiko bisnis. Kalau ingin untung, kita juga harus siap menanggung kerugian,” pungkasnya.

  • Tumbuh Solid, MPMX Tebar Dividen Rp 525,6 Miliar

    Tumbuh Solid, MPMX Tebar Dividen Rp 525,6 Miliar

    Jakarta, Beritasatu.com – Perusahaan konsumer otomotif PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menetapkan pembagian dividen final untuk tahun buku 2024 yakni senilai Rp 525,57 miliar atau Rp 120 per saham.

    Hal ini seiring dengan kinerja keuangan perseroan yang solid sepanjang 2024, di tengah tantangan makroekonomi dan dinamika industri otomotif.

    Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati mengatakan, untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2024, perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan mencapai Rp 15,8 triliun atau sebesar 13,8% secara year on year.

    Selain itu, perseroan juga mencatatkan laba bersih (NPAT) senilai Rp 582 Miliar atau mencapai 109% dari target yang ditetapkan di awal tahun.

    “Hal ini mencerminkan ketangguhan model bisnis Perseroan serta kemampuan adaptif terhadap perubahan pasar,” ungkapnya, dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025, di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta, dikutip Sabtu (31/5/2025).

    Berdasarkan capaian tersebut, RUPST sepakat mengumumkan peningkatan nilai dividen sebagai bentuk komitmen berkelanjutan kepada para pemegang saham.

    Jumlah pembagian dividen ini setara dengan dividend yield 11% terhadap harga saham Perseroan pada saat penutupan pada Senin (26/5/2025).

    “Keputusan untuk membagikan dividen mencerminkan komitmen kami dalam memberikan nilai berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perseroan,” kata Suwito.

    Selain itu, RUPST juga menyetujui pengalihan sebagian saham hasil pembelian kembali (saham treasury) dengan cara ditarik kembali melalui pengurangan modal ditempatkan dan disetor perseroan dan menyetujui perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan perubahan modal ditempatkan dan disetor perseroan.

    Ke depan, Suwito mengungkapkan perseroan akan mempertahankan kinerja solid di tengah tantangan industri dan ekonomi yang dinamis. Menurutnya, kepercayaan pemegang saham adalah fondasi keberlanjutan perseroan .

    “MPMX akan terus fokus pada penguatan fundamental bisnis dan berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan sambil terus memberikan imbal hasil yang optimal, dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” pungkasnya.