Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Mentan Amran Ungkap Modus Mafia Beras Kerek Harga

    Mentan Amran Ungkap Modus Mafia Beras Kerek Harga

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kekesalannya atas dugaan praktik mafia beras di tengah lonjakan produksi nasional.

    Ia mengungkapkan adanya kejanggalan dalam data stok beras yang keluar dari Food Station Tjipinang atau Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) pada 25 Mei 2025, yang tercatat mencapai 11.410 ton dalam satu hari. Padahal, biasanya pengeluaran harian hanya berkisar 2.000-3.000 ton.

    “Begitu mendengar harga beras eceran naik, saya langsung cek. Sekarang tidak ada lagi alasan, dulu masih bisa berdalih,” kata Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian, Selasa (3/6/2025).

    Amran menduga praktik tersebut merupakan upaya sejumlah pihak yang mengedepankan keuntungan pribadi. Salah satu modusnya, menurut dia, adalah mendorong harga eceran naik dengan menciptakan ilusi kelangkaan.

    “Kalau stok Bulog rendah, mereka dorong untuk impor. Paham? Ini dimainkan. Kalau stok tidak banyak, pasti minta impor, kan? Padahal stok kita 4 juta ton,” tegasnya.

    Ia juga mengungkap modus lain berupa pengeluaran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) untuk dicampur dengan beras lokal, lalu dijual dengan harga tinggi. Amran menerima laporan dari bawahannya mengenai hal ini.

    “Dikeluarkan SPHP untuk apa?” tanya Amran kepada jajarannya.
    “Untuk di-blending, Pak. Dicampur dengan beras lokal,” jawab seorang staf.

    “Baru dijual mahal, ini tidak benar,” timpal Amran.

    Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras nasional meningkat 14,49% menjadi 21,76 juta ton. Ironisnya, harga beras justru naik menjadi Rp13.735 per kilogram di tingkat grosir dan Rp 14.748 per kilogram di tingkat eceran pada Mei 2025.

    Amran mengaku heran dengan kenaikan harga tersebut di tengah stok melimpah. Apalagi, harga di tingkat penggilingan yang dekat dengan petani justru mengalami penurunan.

    “Data BPS sudah keluar. Di penggilingan, harga turun. Kenapa di pengecer justru naik?” ujarnya.

    Ia pun menekankan bahwa investigasi akan segera dilakukan untuk menyelidiki keanehan ini, terutama setelah ditemukan lagi data pengeluaran sebanyak 11.410 ton beras dari gudang Cipinang pada 28 Mei 2025.

    “Biasanya 3.000, 2.000, paling tinggi 4.000 ton. Ini tiba-tiba 11.000 ton dalam sehari. Masuk akal tidak? Aneh, kan?” tutup Amran.

  • Jadi Pelopor Dekarbonisasi Maritim RI, PIS Paparkan Peta Jalan Nol Emisi 2050

    Jadi Pelopor Dekarbonisasi Maritim RI, PIS Paparkan Peta Jalan Nol Emisi 2050

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Pertamina International Shipping (PIS) terus menyiapkan sejumlah langkah dalam memenuhi komitmen net zero emission pada 2050. PIS membagi strategi tersebut ke dalam dua kategori, yakni dari aspek bahan bakar dan aspek kargo.

    Selaku Sub Holding Integrated Marine Logistics (SH IML) dari PT Pertamina (Persero), PIS berambisi memenuhi target nol emisi pada tahun 2050. Komitmen tersebut sejalan dengan target International Maritime Organization (IMO) dan Paris Agreement terkait perubahan iklim.

    “Namun, kita juga perlu pertimbangkan kapasitas regional dalam menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan dekarbonisasi,” tuturnya.

    Panelis lainnya yakni Lin Fuquan, Chairman China Classification Society (CCS) yang juga hadir sebagai perwakilan Asian Classification Society (ACS), menambahkan bahwa pihaknya siap membantu para pemilik kapal dalam memenuhi upaya dekarbonisasi melalui sejumlah panduan standardisasi. Mulai dari Energy Efficiency Existing Ship Index (EEXI), Carbon Intensity Indicator (CCI), hingga Ship Energy Efficiency Management Plan (SEEMP). 

    “Panduan tersebut dibuat dengan tujuan memperjelas interpretasi serta memastikan pemahaman dan penerapan regulasi kepada seluruh anggota perkumpulan industri perkapalan,” imbuh Lin.

  • Kolaborasi Digital Tingkatkan Akses Konten Hiburan Berkualitas

    Kolaborasi Digital Tingkatkan Akses Konten Hiburan Berkualitas

    Jakarta, Beritasatu.com – VISION+ bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengumumkan kolaborasi baru dalam rangka memperluas akses terhadap konten digital di Indonesia.

    Ke depan, pelanggan Indosat akan dapat menikmati berbagai konten dari VISION+, termasuk film, tayangan olahraga, saluran premium, dan serial orisinal, langsung melalui jaringan Indosat.

    Layanan ini mulai tersedia secara bertahap sejak Mei 2025 dan akan terintegrasi ke dalam ekosistem digital Indosat. Pelanggan dapat mengaksesnya melalui berbagai saluran digital dan aplikasi mobile yang mendukung distribusi konten secara lebih luas dan praktis.

    Director and Chief Commercial Officer IOH Ritesh Kumar Singh menjelaskan, kerja sama ini mendukung komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan digital yang terjangkau dan mudah diakses.

    “Dengan menggabungkan jaringan konektivitas Indosat dan ragam konten dari VISION+, pelanggan akan memperoleh pengalaman hiburan digital yang lebih menyeluruh,” ucapnya pada Selasa (3/6/2025).

    Kerja sama ini juga menjadi bagian dari strategi kedua perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan, meningkatkan interaksi dengan pengguna, serta membuka peluang kolaborasi konten di masa depan. 

    Paket-paket layanan kolaboratif dari kedua pihak nantinya akan ditawarkan melalui aplikasi myIM3, baik untuk pengguna prabayar maupun pascabayar.

    Dengan kolaborasi ini, kedua perusahaan berharap dapat memberikan alternatif hiburan digital yang relevan, serta memperkuat posisi keduanya di tengah perkembangan ekosistem digital nasional.

  • AstraPay Dorong Ekonomi Digital Indonesia Terbang Tinggi

    AstraPay Dorong Ekonomi Digital Indonesia Terbang Tinggi

    Tangerang, Beritasatu.com – Transformasi digital tumbuh subur di Indonesia. Salah satu sektor yang mendapat angin segar transformasi digital, yakni keuangan. Saat ini, banyak aplikasi karya anak bangsa yang menawarkan kemudahan dalam transaksi. Salah satunya, yakni AstraPay, besutan PT Astra Digital Arta.

    Hadirnya AstraPay sebagai dompet digital atau e-wallet tentu berperan penting dalam mendorong literasi keuangan, inklusi digital, dan gaya hidup berkelanjutan di kalangan anak muda.

    Pasalnya, anak muda, khususnya generasi Z (gen Z) merupakan tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Hal itu karena mereka hidup pada era serba teknologi, sehingga melek digital dan mudah beradaptasi.

    Bahkan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pun memuji gen Z karena merupakan motor penggerak ekonomi digital berbasis aplikasi di Indonesia.

    Kebanyakan anak muda saat ini telah mengadopsi gaya hidup digital, dengan transaksi cashless dan cukup dengan menggerakkan layar di smart phone. Transaksi digital menjamin kemudahan hidup tanpa harus menggunakan uang tunai, sehingga bebas dari uang kembalian terutama receh.

    Berdasarkan angka, ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 80 miliar atau Rp 1.280 triliun pada 2023. Angka ini naik 12,5% menjadi US$ 90 miliar atau Rp 1.440 triliun pada 2024.

    Sementara, pada 2025, potensi ekonomi digital diproyeksikan mencapai US$ 130 miliar atau Rp 2.080 triliun dan mencapai US$ 360 miliar atau Rp 5.760 triliun pada 2030.

    Tingginya angka ekonomi digital di Tanah Air membuat Indonesia menyumbang 40% dari total ekonomi digital di Asia Tenggara. Hal ini lantaran Indonesia memiliki bonus demografi, yang pada 2030 akan mencapai 68% penduduk berusia produktif, mulai dari gen Z hingga gen Alpha.

    Hadirnya AstraPay sebagai aplikasi dompet digital dan keuangan di Indonesia, bisa membuat angka ekonomi digital terus berkembang. Kemudahan transaksi dalam genggaman membuat masyarakat tak perlu repot ke sana ke mari hanya sekadar untuk membayar listrik, air atau PDAM, tagihan, mengisi pulsa dan paket data internet, isi ulang uang elektronik hingga BPJS.

    Bahkan, e-wallet AstraPay ini juga bisa untuk membayar moda transportasi publik di Jakarta, seperti MRT dan Transjakarta. Hal itu tentu mendukung mobilitas ramah lingkungan dengan mengajak masyarakat untuk beralih ke moda transportasi publik.

    Tak hanya menjadi aplikasi multifinance, di AstraPay, yang juga mengusung slogan “Apa Aja”, bisa membayar donasi dan zakat, seperti zakat maal, zakat profesi, infaq, wakaf, dan kurban.

    Peran AstraPay dalam mendorong cashless society tentu juga akan mengurangi konsumsi kertas dan jejak karbon dari transaksi konvensional.

    Maka, anak muda sebagai ujung tombak ekonomi digital harus bijak dalam menggunakan teknologi untuk mendorong keberlanjutan generasi digital dan kemajuan Indonesia.

    Melalui AstraPay, sebagai ekosistem dari Grup Astra, telah memberikan bukti nyata, kalau aplikasi lokal Tanah Air, juga bisa memberikan dampak ekonomi untuk Indonesia.

  • PNM di Usia ke-26, Konsisten Menanamkan Nilai Pancasila dalam Setiap Langkah Pemberdayaan

    PNM di Usia ke-26, Konsisten Menanamkan Nilai Pancasila dalam Setiap Langkah Pemberdayaan

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang diikuti oleh seluruh insan PNM. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen PNM dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman.

    PNM meyakini bahwa nilai-nilai Pancasila sejalan dengan semangat perusahaan dalam memberdayakan masyarakat melalui ekonomi kerakyatan, khususnya perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro di seluruh penjuru negeri.

    PNM juga turut menyelenggarakan HUT PNM ke-26 dengan mengusung tema “Beta Selalu Ada”. Tema ini menggambarkan komitmen PNM untuk senantiasa hadir dan menjadi bagian dari perjuangan para perempuan prasejahtera dalam meraih kehidupan yang lebih baik.

    Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi refleksi akan peran PNM dalam pembangunan nasional. 

    “Selama 26 tahun, PNM telah menjadi bagian penting dalam perjalanan ekonomi kerakyatan Indonesia. Semangat Pancasila menjadi pijakan kami dalam memperkuat peran perempuan prasejahtera sebagai agent of change (agen perubahan), menyatukan langkah menuju bangsa yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Dodot.

  • Indonesia Tegaskan Potensi Strategis Mineral Kritis di Forum Global

    Indonesia Tegaskan Potensi Strategis Mineral Kritis di Forum Global

    Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat gravitasi industri mineral kritis dunia dalam ajang Indonesia Critical Mineral Conference & Expo 2025 yang resmi dibuka hari ini, Selasa (3/6/2025), di Pullman Hotel Jakarta.

    Acara bertaraf internasional ini diselenggarakan oleh Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) bekerja sama dengan Shanghai Metals Market (SMM), menghadirkan lebih dari 1.700 delegasi dari 48 negara dan menyoroti peluang, tantangan, serta masa depan komoditas strategis, seperti nikel, kobalt, tembaga, dan aluminium.

    Pembukaan konferensi dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan industri mineral dalam menjawab dinamika geopolitik, transisi energi, dan kebijakan domestik terkait hilirisasi.

    “Konferensi ini menjadi titik temu yang strategis bagi seluruh pelaku industri mineral, baik dari sisi bisnis maupun regulator. Mulai hari ini, kita akan membangun koneksi, bertukar wawasan, dan mendiskusikan arah kebijakan industri mineral global dari Indonesia,” ujar Meidy.

    Antusiasme tinggi dari komunitas global disampaikan langsung oleh Presiden Direktur SMM Adam Fan, yang mengaku bangga atas rekor partisipasi delegasi tahun ini.

    Dalam pidatonya, ia menyebut Indonesia kini tidak hanya menjadi produsen nikel terbesar di dunia, tetapi juga menjadi pusat perhatian dalam pengembangan teknologi hijau berbasis mineral kritis.

    “Tidak ada masa depan energi terbarukan dan kendaraan listrik tanpa mineral seperti nikel, kobalt, dan tembaga. Industri ini dibangun oleh jejaring kerja keras para pelaku usaha dari hulu ke hilir. Indonesia berada di posisi yang sangat strategis untuk memimpin,” tutur Adam.

    Lebih lanjut, Ketua Umum APNI Komjen Pol (Purn) Drs Nanan Soekarna menekankan pentingnya sinergi lintas komoditas. Ia menyatakan bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi panggung bagi nikel, tetapi juga memperluas cakupan ke mineral strategis lainnya seperti kobalt, tembaga, dan aluminium.

    “Seluruh mineral ini adalah bahan masa depan yang menopang revolusi industri 4.0 dan transisi energi. Ini bukan hanya peluang bisnis, tetapi juga momentum bagi Indonesia untuk menegaskan kedaulatan industri strategis nasional,” tegas Nanan.

    Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perindustrian, turut memberikan dukungan terhadap konferensi ini. Nilai strategis mineral kritis semakin relevan dalam konteks keberlanjutan rantai pasok global dan tekanan terhadap standar ESG (environmental, social, governance).

    Pemerintah mendorong penguatan industri nasional melalui program hilirisasi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk industri pertambangan dan manufaktur berbasis mineral.

    Kementerian Perindustrian mencatat, nilai impor komoditas, seperti tembaga, aluminium, dan produk intermediate lainnya masih tinggi, sementara di sisi lain, Indonesia memiliki cadangan mineral yang melimpah dan belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

    Langkah hilirisasi yang sudah dimulai pada komoditas nikel dinilai dapat direplikasi untuk mineral lainnya, guna menciptakan nilai tambah maksimal bagi perekonomian nasional.

    Konferensi yang berlangsung hingga 6 Juni 2025 ini menjadi ruang strategis bagi pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan untuk memperkuat kerja sama internasional, merumuskan standar industri, dan mendorong inovasi teknologi.

    Topik utama yang akan dibahas antara lain prospek pasar global untuk nikel dan kobalt, tantangan hilirisasi mineral, strategi pembiayaan proyek tambang, serta kebijakan nasional untuk menarik investasi industri hulu-hilir mineral.

    Sebanyak 28 duta besar dari negara-negara mitra turut hadir dalam pembukaan konferensi ini, menunjukkan tingginya perhatian internasional terhadap strategi industrialisasi Indonesia di sektor mineral.

    Di tengah ketidakpastian global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga krisis energi, Indonesia dipandang memiliki peran kunci dalam memastikan keberlangsungan rantai pasok mineral kritis dunia.

    Dengan infrastruktur sumber daya alam yang kuat dan dukungan regulasi yang makin progresif, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk membangun industri mineral yang tidak hanya berorientasi ekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi seperti baterai kendaraan listrik, logam olahan, hingga perangkat teknologi tinggi.

    Indonesia Critical Mineral Conference & Expo 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk mempercepat integrasi ekosistem industri mineral Indonesia dalam tatanan ekonomi global yang lebih berkelanjutan, berdaulat, dan berdaya saing tinggi.

  • Geram dengan Mafia Beras, Mentan Amran: Ini Sabotase Pemerintah?

    Geram dengan Mafia Beras, Mentan Amran: Ini Sabotase Pemerintah?

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyinggung adanya dugaan keterlibatan mafia beras atas adanya kenaikan harga di kala produksi melimpah. Mentan Amran bahkan membeberkan adanya data janggal dibalik berkurangnya stok beras di Pasar Beras Induk Cipinang (PBIC) sehingga menyebabkan adanya kenaikan harga.

    Amran membeberkan, berdasarkan data harga beras yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS), terlihat adanya penurunan secara bulanan atau month to month dari Maret ke April 2025. Namun, dia memandang ada sumber kejanggalan yang mempengaruhi kenaikan harga beras dengan alasan stok berkurang seperti yang terjadi di PBIC.

    “Oke, sekarang pertanyaan saya, kenapa dikatakan hari ini stok di Cipinang kurang dan harga naik?” terang Amran saat jumpa pers di kantor Kementan, Selasa (3/6/2025).

    Amran pun membeberkan kejanggalan data stok beras di PBIC dengan membandingkan data yang berasal dari BPS dengan data PBIC atau food station Tjipinang. “Ini harus diluruskan. Jangan seenaknya kita menyampaikan ini bisa sebagai sabotase pemerintah. Sabotase data karena ada kepentingan pribadi,” kata Amran.

    Dalam data PBIC yang ditampilkan Amran, sejak tahun 2020, stok awal beras stabil berada di kisaran angka berkisar 30-an ribu ton hingga memasuki Januari 2025 melonjak menjadi 50-an ribu ton karena peningkatan produksi. Sementara angka pengeluaran dari stok beras, PBIC mengeluarkan antara 2000 sampai 3000 ton.

    Akan tetapi pada 28 Mei 2025, Amran menunjukkan pengeluaran dari stok beras melambung menjadi 11.410 ton beras. “Ini tadi 3.000; 3.000; 4.000; 2.000; 1.000 (beras yang keluar rata-rata di PBIC, red). Ini masuk akal enggak? Teman media, masuk akal enggak? Ini 11.000 keluar satu hari. Aneh kan?” tutur Amran.

    Amran menegaskan, dari data tersebut menampilkan kejanggalan yang dirinya sinyalir sebagai tindakan mafia beras.

    “Artinya apa? Ada middle man yang mempermainkan. Ini lah terkadang kita sebut sebagai mafia. Jangan mempermainkan kita setengah mati beproduksi. Kita setengah mati bantu petani,” tegas Amran. 

  • Bangun Infrastruktur hingga 2029, RI Catat Funding Gap Rp 753 Triliun

    Bangun Infrastruktur hingga 2029, RI Catat Funding Gap Rp 753 Triliun

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan bahwa Indonesia memerlukan dana tambahan senilai Rp 753 triliun untuk membiayai pembangunan infrastruktur hingga 2029. Dana tersebut diupayakan tercapai melalui pembiayaan kreatif, salah satunya investasi.

    Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, berdasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, proyeksi kebutuhan dana untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp 1.905,3 triliun.

    Dody menyampaikan, untuk mencapai pembangunan infrastruktur tersebut, APBN hanya mampu membiayai sebesar Rp 678,91 triliun atau 35,63% dari total kebutuhan dana. Sementara, APBD akan menyokong sebesar Rp 473,28 triliun atau 24,87% dari total kebutuhan dana.

    “Dengan keterbatasan fiskal pada hari ini, baik APBN maupun APBD, diperkirakan masih terdapat funding gap (dana yang belum terpenuhi) sebesar Rp 753 triliun (atau 39,50% dari total kebutuhan dana),” ungkap Dody, dalam acara tahunan Creative Infrastructure Financing Day (CreatIFF) 2025, di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (3/6/2025).

    Ada pun, dana pembangunan infrastruktur periode 2025-2029 tersebut akan digunakan, diantaranya: Pertama, untuk pembangunan sumber daya air, dengan target 25 Unit bendungan yang direhabilitasi, 63,54 m3 per kapita kapasitas tampungan air, 180.000 ha pembangunan irigasi, 1.200 ha rehabilitasi irigasi, serta 93,79 m3 per detik kapasitas prasarana air baku yang dikelola.

    Kemudian, untuk pembangunan jalan dan jembatan, dengan target yakni 98% jalan nasional kondisi mantap, 1,7 jam per 100 km waktu tempuh pada lintas utama jaringan, dan jalan nasional.

  • Janji Menteri Kelautan ke Prabowo: Stop Impor Garam 2027

    Janji Menteri Kelautan ke Prabowo: Stop Impor Garam 2027

    NTT, Beritasatu.com – Selain beras, Indonesia memang menargetkan bisa melakukan swasembada garam. Oleh karena itu, produksi garam nasional pun semakin ditingkatkan.

    Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono berjanji impor garam dapat berakhir 2027. Menurutnya, hal ini sudah dia sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

    “Saya sudah janji kepada Bapak Presiden, akhir 2027 seluruh impor garam dihentikan,” ujar Trenggono di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti dilansir dari Antara, Selasa (3/6/2025).

    Dia menjelaskan, saat ini Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao seluas lebih dari 10.000 hektare (ha) akan menghasilkan sekira 2,6 juta ton garam industri.

    Dia melanjutkan, guna mendorong swasembada garam ini KKP juga akan membantu mengolah garam rakyat. Diperkirakan produksi garam tersebut berkisar 2,3 hingga 2,6 juta ton garam.

    “Ada sebagian anggaran nanti kita untuk bantu garam rakyat, terutama untuk pencucian dan sebagainya. Dengan demikian total produksi garam nasional bisa mencapai 5 juta ton. Itu sesuai dengan kebutuhan nasional,” jelas dia.

  • Puluhan Dealer Tutup, Kekayaan Pendiri BYD Wang Chuanfu Jadi Sorotan

    Puluhan Dealer Tutup, Kekayaan Pendiri BYD Wang Chuanfu Jadi Sorotan

    Jakarta, Beritasatu.com – Perusahaan mobil listrik BYD milik Wang Chuanfu tengah menghadapi tantangan besar di pasar domestik Tiongkok. Salah satu jaringan dealer terbesarnya, Qiancheng Holdings, yang berbasis di provinsi Shandong, baru-baru ini menghentikan operasionalnya.

    Penutupan tersebut berdampak pada lebih dari 20 gerai di berbagai kota, termasuk Jinan dan Weifang, serta meninggalkan 1.000 pelanggan tanpa layanan purna jual.

    Qiancheng menyalahkan perubahan kebijakan dealer BYD yang menyebabkan tekanan arus kas, sementara BYD menyebut ekspansi agresif Qiancheng tanpa manajemen keuangan yang memadai sebagai penyebab utama.

    Ironisnya, di tengah krisis tersebut, nama sang pendiri sekaligus CEO BYD Wang Chuanfu, justru kembali mencuri perhatian publik. Hal ini bukan karena langkah penyelamatan perusahaan, melainkan karena besarnya harta kekayaannya.

    Disitat dari Forbes, pria kelahiran Anhui ini kini tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai US$ 26,2 miliar atau setara Rp 426,6 triliun per Juni 2025. Jumlah kekayaan ini menjadikannya salah satu orang terkaya di Tiongkok dan pemain utama dalam industri kendaraan listrik global.

    Kekayaan Wang Chuanfu sebagian besar berasal dari kepemilikan saham di BYD, perusahaan kendaraan listrik terkemuka yang telah mengungguli Tesla dalam penjualan global pada 2023. Kisah inspiratif Wang, dari anak yatim di Anhui hingga miliarder global, mencerminkan ketekunan dan visi inovatif dalam industri otomotif.

    Perjalanan Hidup Wang Chuanfu dan Kesuksesan BYD

    Lahir pada 1966 di Anhui, Tiongkok, Wang Chuanfu kehilangan kedua orang tuanya di usia muda dan dibesarkan oleh saudara-saudaranya. Dengan latar belakang pendidikan di bidang kimia dan teknologi baterai, dia mendirikan BYD pada 1995. Awalnya fokus pada produksi baterai ponsel, BYD kemudian beralih menjadi raksasa kendaraan listrik di bawah kepemimpinan Wang.

    Di bawah visi Wang Chuanfu, BYD berhasil mengalahkan Tesla sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia pada 2023. Perusahaan ini kini beroperasi di lebih dari 60 negara, dengan rencana ekspansi pabrik di Meksiko dan Hungaria. Meski begitu, BYD menghadapi tantangan seperti hambatan regulasi dan isu tenaga kerja di Brasil.

    Wang Chuanfu dikenal sebagai pemimpin detail dan inovatif, terutama dalam teknologi baterai. Pendekatan integrasi vertikalnya memungkinkan BYD mengendalikan rantai produksi dari baterai hingga kendaraan, menjaga daya saing di pasar global. Strategi ini menjadi kunci kesuksesan BYD dalam menghadapi perubahan pasar yang dinamis.

    Meskipun memiliki harta kekayaan yang luar biasa, Wang Chuanfu tetap menjalani kehidupan sederhana.

    Kisah Wang Chuanfu dan BYD menunjukkan bagaimana ketekunan dan inovasi dapat menciptakan perubahan besar. Dengan harta kekayaan yang terus bertumbuh dan pengaruh global yang semakin kuat, Wang tetap menjadi sosok inspiratif yang membuktikan kesuksesan sejati lahir dari visi dan kerja keras.