Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Begini Jurus Presiden Baru Korea Selatan Lee Jae-myung Atasi Krisis

    Begini Jurus Presiden Baru Korea Selatan Lee Jae-myung Atasi Krisis

    Seoul, Beritasatu.com – Presiden baru Korea Selatan Lee Jae-myung langsung mengadakan rapat kabinet pertamanya setelah terpilih. Rapat ini difokuskan pada penyusunan paket darurat untuk mengatasi pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan mendorong pengeluaran rumah tangga agar dapat bergerak.

    Lee mulai menjabat pada hari Rabu (4/6/2025), beberapa jam setelah gelombang kemarahan atas darurat militer singkat yang diberlakukan oleh Yoon Suk Yeol guna memenangkan pemilihan. Upaya pemerintahan militer tersebut menyebabkan Yoon digulingkan, dan mengirimkan gelombang kejut pada negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia ini.

    Dalam sambutan singkat pada publik, Lee mengatakan tidak ada waktu untuk bersantai-santai. Mereka harus mulai bekerja karena rakyat sedang menghadapi kesulitan. Lee sejauh ini hanya mencalonkan sekutu politik dan veteran legislatif sebagai menteri, dan sedang berusaha keras untuk membentuk kabinet dan staf kantornya untuk menjaga kesinambungan dalam pemerintahan.

    Pemimpin baru itu mengungkapkan kebingungannya setelah memasuki kantor kepresidenan, lantaran kantor itu tidak memiliki komputer, printer, bahkan pena. Dilansir dari Reuters, kantor baru Lee sunyi seperti “kuburan”, setelah pejabat pemerintah yang ditugaskan di sana dicopot dari jabatan mereka.

    Lee menjadikan pemulihan ekonomi sebagai salah satu prioritas utamanya, dan berjanji untuk segera mengeluarkan belanja fiskal setidaknya 30 triliun won atau sekira US$ 22 miliar. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi negara tersebut diproyeksikan hanya sebesar 0,8 persen, turun dari sebelumnya 1,5%.

  • Stimulus Ekonomi Harus Diiringi Proteksi Sosial

    Stimulus Ekonomi Harus Diiringi Proteksi Sosial

    Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah pelemahan daya beli masyarakat saat ini, pemerintah meluncurkan lima paket stimulus ekonomi selama Juni hingga Juli 2025. Paket kebijakan ekonomi ini dinilai harus dibarengi dengan proteksi sosial yang adaptif (adaptive social protection) bagi masyarakat.

    Ekonom sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto mengungkapkan, paket kebijakan yang diluncurkan pemerintah merupakan bukti bahwa negara hadir bagi rakyat. Namun, stimulus ini dinilai belum menjangkau seluruh kalangan masyarakat.

    “Pemerintah sekarang memang mencoba hadir. Ya mungkin saya berani bicara bahwa pemerintahan telah banyak memberikan stimulus, terakhir ada lima,” ungkap Teguh, dalam Soemitro Economic Forum, di Jakarta, Rabu (4/6/2025).

    Namun, Teguh menilai, stimulus ini baru hanya menyasar masyarakat dari kalangan pekerja. Sementara, belum ada stimulus yang diluncurkan secara khusus bagi masyarakat yang tidak bekerja, baru saja terkena PHK, hingga yang rentan mengalami PHK.

    “Ini kan untuk orang yang masih bekerja. Bagaimana orang yang sudah mengalami PHK, ada enggak intervensi yang dilakukan? Bagaimana kita protecting jobs? Bagaimana kita melindungi pekerjaan itu sendiri,” tutur Teguh.

    Menurutnya, sebagai akademisi yang menekan bidang ekonomi pembangunan khususnya terkait kemiskinan dan perlindungan sosial, pemerintah perlu membangun proteksi sosial yang adaptif.

    Pemikiran ini berdasarkan gagasan dari Soemitro Djojohadikusumo yang menekankan prinsip pemerataan kesejahteraan.

    “Social protection kita itu very state driven, artinya very control by state. Siapa yang berhak, negara yang menentukan. Ada enggak elemen yang ketika kondisi seperti ini, orang yang membutuhkan itu punya suara? Untuk mendapatkan itu, makanya saya selalu ngomong adanya on demand application untuk social protection,” katanya.

    Teguh mengatakan, proteksi sosial yang diberikan negara seharusnya dapat memberikan ruang perlindungan ekonomi yang menjangkau masyarakat pengangguran, yang baru saja terdampak PHK atau rentan menghadapi PHK.

    “Yang saya alami sebagai di kampus itu bukan orang yang enggak punya duit, tetapi terjadi sesuatu tiba-tiba orang tuanya di-PHK dan enggak bisa bayar uang kuliah. Bukan karena miskin, tetapi mendadak ada shock. Ini banyak terjadi, tetapi sistem social protection kita itu tidak memberikan ruang kepada orang yang in need, orang yang membutuhkan itu ada ruang. Enggak ada on demand application,” ujarnya.

  • Jalan-jalan Pakai BRT Trans Semarang Makin Hemat dengan AstraPay

    Jalan-jalan Pakai BRT Trans Semarang Makin Hemat dengan AstraPay

    Semarang, Beritasatu.com – Semakin berkembangnya dunia digital, banyak masyarakat memilih menggunakan transaksi nontunai atau cashless, termasuk saat pembelian tiket Bus BRT Trans Semarang. Penumpang Trans Semarang semakin banyak pilihan untuk pembayaran secara non tunai, kini tagihan pembayaran tiket transportasi massal tersebut bisa dengan AstraPay.

    Penumpang Bus BRT Trans Semarang bisa membeli tiket BRT dari rumah, kantor atau di mana pun. Kemudahan ini diberikan AstraPay melalui UPTD BLU Trans Semarang. Pembayaran dengan AstraPay akan tersedia di aplikasi Trans Semarang, dan masyarakat bisa lebih mudah memesan tiket dengan transaksi menggunakan AstraPay.

    Selain melalui online, tiket Trans Semarang juga bisa dibeli melalui offline, dengan pelanggan setia Trans Semarang dapat menggunakan fitur scan QRIS AstraPay melalui mesin EDC dengan melakukan scan pada kode QR.

    Rahmawati, salah satu penumpang Bus BRT Trans Semarang mengaku lebih mudah saat pesan tiket lewat aplikasi Trans Semarang dan membayar menggunakan AstraPay. Pemesanan tiket bisa dilakukan di mana saja, tanpa antre di halte, sehingga memudahkan ia beraktivitas sehari-hari yang memang menggunakan moda transportasi Bus BRT Trans Semarang saat berangkat ataupun pulang kerja.

    “Pesannya bisa lewat aplikasi, bayar pakai AstraPay. Ini lebih mudah dan hemat waktu pastinya,” katanya, Rabu (4/6/2025).

    Pembayaran lewat nontunai menggunakan AstraPay sudah dilakukan dirinya sejak  setahun lalu. Cashback yang diberikan AstraPay juga cukup tinggi, yakni hingga 50% yang sangat membantu dirinya menghemat pengeluaran untuk transportasi sehari- hari.

    ” Kemarin itu dapat cashback sampai 50%. Itu lumayan banget bagi saya pekerja yang memang tiap hari naik bus,” ujarnya.

    Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD) Trans Semarang Haris Setyo Yunanto mengatakan, penumpang Trans Semarang semakin banyak pilihan untuk pembayaran secara non tunai, termasuk pembayaran lewat AstraPay.

    Mesin tersebut sudah tersedia di Halte Trans Semarang, nantinya pengguna hanya perlu melakukan scan pada kode QR atau bisa pesan lewat aplikasi Trans Semarang dan membayar menggunakan AstraPay.

    Kolaborasi pembayaran digital antara AstraPay dan Trans Semarang merupakan dukungan untuk program pemerintah Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Kerja sama ini juga merupakan kepedulian AstraPay dan Trans Semarang yang sudah dilakukan sejak 2021 lalu.

    “Dengan kerja sama AstraPay, saya berharap pengguna jasa Trans Semarang semakin terbiasa menggunakan transaksi nontunai (cashless),” jelasnya.

    Saat ini, transaksi non tunai di Trans Semarang setiap harinya sudah mulai meningkat, meskipun jumlahnya belum signifikan. Berbagai upaya akan terus dilakukan, salah satunya kerja sama dengan AstraPay yang bisa menarik penumpang untuk membayar melalui nontunai karena banyak promo yang ditawarkan oleh AstraPay.

    “Kalau jumlahnya 10% yang pakai non tunai, masih sedikit tetapi jumlah itu mulai meningkat. Penumpang seharinya bisa 35.000, dari semua koridor,” imbuhnya.

    Saat ini Trans Semarang telah memiliki 8 koridor dan 3 feeder yang menjangkau hingga ke wilayah ujung Kota Semarang dan juga terkoneksi dengan stasiun, bandara dan pelabuhan. Sedangkan harga tiket Trans Semarang, yakni umum Rp 3.500 dan pelajar/mahasiswa/KIA/lansia/veteran/penyandang disabilitas Rp 1.000.

    Pembayaran digital ini sejalan dengan semangat AstraPay sebagai mobility wallet yang hadir menjawab kebutuhan para pengguna dengan mobilitas tinggi, terutama untuk pengguna transportasi umum di Indonesia. Khusus untuk BRT Trans Semarang, AstraPay menawarkan promo menarik, yakni jalan-jalan pakai Trans Semarang makin hemat bareng AstraPay, dapatkan cashback 50% tiap beli tiket via aplikasi atau mesin e-ticketing dengan AstraPay.

    Periode promo berlaku tanggal 1 April-30 Juni 2025. Diskon pembelian tiket Trans Semarang dalam bentuk cashback 50% untuk pembelian tiket melalui aplikasi dan mesin e-ticketing Trans Semarang, tanpa minimum transaksi, dan dapatkan cashback sebesar Rp 2.500.

  • 5 Paket Stimulus Ekonomi Bukti Negara Hadir bagi Rakyat

    5 Paket Stimulus Ekonomi Bukti Negara Hadir bagi Rakyat

    Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah pelemahan daya beli masyarakat saat ini, pemerintah meluncurkan lima paket stimulus ekonomi selama Juni hingga Juli 2025. Paket kebijakan ini dinilai menjadi bukti bahwa negara hadir bagi rakyat.

    Ekonom sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto mengungkapkan, dalam pemikiran Soemitro Djojohadikusumo ditekankan konsep ekonomi kerakyatan dimana negara harus hadir bagi rakyat, terutama kalangan menengah ke bawah.

    Menurut Teguh, pemerintah telah menerapkan konsep ini untuk merespons kondisi lesunya perekonomian saat ini, salah satunya melalui paket stimulus ekonomi untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

    “Pemerintah sekarang memang mencoba hadir. Ya mungkin saya berani bicara bahwa pemerintahan telah banyak memberikan stimulus, terakhir ada lima,” ungkap Teguh, dalam Soemitro Economic Forum, di Jakarta, Rabu (4/6/2025).

    Ada pun sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani meluncurkan lima paket stimulus ekonomi senilai Rp 24,44 triliun untuk menjaga laju pertumbuhan dan memperkuat stabilitas perekonomian nasional.

    Pemerintah memutuskan lima kelompok kebijakan dalam paket stimulus, dengan sasaran utama sektor transportasi, bantuan sosial, subsidi upah, dan insentif tol, dengan rincian sebagai berikut:

    1. Diskon Transportasi
    Terdapat 3 jenis diskon transportasi selama 2 bulan pada momen libur sekolah, yakni:
    – Diskon Tiket Kereta sebesar 30%.
    – Diskon Tiket Pesawat berupa PPN DTP 6%.
    – Diskon Tiket Angkutan Laut sebesar 50%

    2. Diskon Tarif Tol
    Diskon tarif tol sebesar 20% untuk sekitar 110 juta pengendara selama 2 bulan pada momen liburan sekolah.

    3. Bantuan Sosial dan Bantuan Pangan 
    Tambahan kartu sembako Rp 200.000 per bulan untuk sekitar 18,3 Juta KPM diberikan selama dua bulan. Bantuan Pangan 10 kg beras untuk sekitar 18,3 Juta KPM.

    4. Bantuan Subsidi Upah (BSU)
    Bantuan subsidi upah sebesar Rp 150.000/Bulan untuk sekitar 17 juta pekerja dengan gaji sampai dengan Rp 3,5 juta atau sebesar UMP/kota/kab yang berlaku, serta 3,4 Juta guru honorer selama 2 bulan.

    5. Perpanjangan Diskon Iuran JKK
    Perpanjangan diskon 50% dilakukan kembali selama 6 bulan bagi pekerja sektor padat karya.
     

  • Stimulus Ekonomi Harus Diiringi Proteksi Sosial

    Ekonomi RI Bergejolak, 4 Gagasan Soemitro Djojohadikusumo Relevan

    Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah berbagai gejolak yang dihadapi perekonomian Indonesia saat ini, sejumlah pemikiran Soemitro Djojohadikusumo dinilai sangat relevan menjadi solusi. Hal ini bisa untuk menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi global saat ini dan masa depan.

    Ekonom sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto mengungkapkan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan, dengan ekonomi tumbuh di bawah 5% diiringi gelombang PHK.

    Menurutnya, gagasan Soemitro terkait ekonomi kerakyatan relevan untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi.

    “Saya melihat ada empat pemikiran Soemitro yang mungkin masih relevan sampai saat ini dan akan terus relevan saya rasa karena beliau adalah seorang pemikir yang sangat futuristik dalam konteks pemikiran-pemikiran dan solusi yang diberikan,” ungkap Teguh, dalam Soemitro Economic Forum, di Jakarta, Rabu (4/6/2025).

    Pertama adalah konsep negara hadir. Teguh menyampaikan, mendiang ayahanda Presiden Prabowo Subianto itu selalu menekankan bahwa negara harus terlibat aktif memberikan arah bagi perekonomian.

    “Itu adalah kata-kata yang yang sebenarnya sederhana, tetapi Pak Mitro selalu menyampaikan, hadir dengan efektif. Bukan hanya ada, sekadar ada, tetapi effective government. Artinya, negara bukan hanya hadir dan malah merusuhi, tetapi hadir secara benar-benar efektif, bagaimana memberikan arah bagi perekonomian,” terangnya.

    Kedua, Teguh mengungkapkan, Soemitro selalu fokus kepada penguatan ekonomi domestik, proteksi ekonomi yang terukur, serta integrasi global secara cerdas.

    “Artinya kita tidak boleh menyerahkan diri kita dalam konteks global ini. Dari sisi penguatan domestik itu diperkuat, tetapi kita jangan kita menutup diri. Kita harus tetap terbuka, untuk berintegrasi dengan global secara cerdas,” jelas Teguh.

    Ketiga, Soemitro juga aktif mendorong gagasan penciptaan nilai tambah. Menurutnya, hilirisasi sumber daya merupakan sebuah proses transformasi ekonomi.

    “Dan yang terakhir dari setiap tulisan-tulisan Pak Mitro adalah selalu menyampaikan pentingnya penciptaan lapangan kerja, karena baginya adalah human dignity. Jadi Pak Mitro dalam karya-karyanya tidak pernah lepas dari kata-kata penciptaan lapangan kerja dan pemerataan kesejahteraan. Menurut saya itu sangat kontekstual dengan kondisi sekarang,” pungkasnya.
     

  • Lesunya PMI Manufaktur Bukan Semata Akibat Kebijakan Trump

    Lesunya PMI Manufaktur Bukan Semata Akibat Kebijakan Trump

    Jakarta, Beritasatu.com – Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Mei 2025 tercatat sebesar 47,4, naik dari posisi April yang berada di angka 46,7. Meski mengalami kenaikan, posisi tersebut masih berada di bawah ambang batas 50 yang menandakan ekspansi, sehingga aktivitas manufaktur Indonesia masih mengalami kontraksi.

    Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyatakan, awalnya terdapat optimisme bahwa PMI Indonesia bisa segera pulih dan kembali ke zona ekspansi. Namun, data terakhir justru mencerminkan bahwa sektor manufaktur nasional tengah menghadapi tekanan, baik dari sisi global maupun domestik.

    “Donald Trump masih berupaya untuk konfrontasi dengan Tiongkok. Ini memengaruhi manufaktur kita. Pengaruhnya adalah permintaan dari Tiongkok mengalami penurunan. Ketika permintaan barang dari Tiongkok melambat, otomatis manufaktur Indonesia akan mengurangi produksi dan berakibat pada penurunan produktivitas dan profitabilitas. Ini faktor eksternal penyebab PMI Manufaktur kita di bawah 50 pada bulan-bulan terakhir,” ujar Huda dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Rabu (4/6/2025).

    Namun, Huda menekankan bahwa faktor internal justru memiliki pengaruh yang lebih besar, terutama gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi belakangan ini. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), hingga 10 Maret 2025 tercatat sebanyak 73.992 kasus PHK terjadi, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Kita lihat ada faktor utama yang berpengaruh, termasuk daya beli masyarakat. PHK yang terjadi pada Februari, kemudian berlanjut sampai April dan Mei, menunjukkan dan menjadikan daya beli masyarakat semakin melemah. Ketika daya beli melemah tentu akan berakibat pada industri manufaktur. Industri manufaktur enggan untuk menambah produksi atau melakukan ekspansi ketika tidak ada permintaan dari dalam negeri,” jelasnya.

    Huda juga menegaskan pentingnya sektor manufaktur dalam struktur ekonomi nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 18% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, dan memiliki multiplier effect yang besar terhadap sektor-sektor lain.

    “Perlambatan industri manufaktur bukan hanya menyangkut angka 18% saja. Ada multiplier effect dari industri manufaktur yang cukup tinggi. Misalnya di industri makanan. Ketika ada masalah, akan berdampak pada penyerapan input-input dari sektor pertanian, perkebunan, dan sebagainya. Maka dari itu industri manufaktur harus dijaga. Begitu juga dengan penyerapan tenaga kerja. Ketika terjadi gejolak di industri manufaktur, banyak pabrik tutup, terjadi PHK, maka yang terjadi berikutnya adalah penurunan daya beli masyarakat lagi,” pungkasnya.

  • Harga Emas Naik Imbas Ketegangan Dagang AS-China dan Pelemahan Dolar

    Harga Emas Naik Imbas Ketegangan Dagang AS-China dan Pelemahan Dolar

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia menguat pada Rabu (4/6/2025) sore, didorong oleh pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan memanasnya kembali ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Kondisi ini mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas.

    Dilansir dari Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi US$ 3.361,73 per troi ons pada pukul 17.03 WIB. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga menguat 0,3% ke level US$ 3.385,80 per troi ons.

    Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,1%. Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

    “Saya kira pasar masih merespons kekhawatiran soal negosiasi dagang. Tidak banyak kemajuan, dan ini menambah ketidakpastian soal tarif, yang pada akhirnya mendorong harga emas naik,” kata Nitesh Shah, analis komoditas dari WisdomTree.

    Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Tiongkok, menyebut Presiden Xi Jinping sebagai sosok yang “keras” dan “sangat sulit diajak membuat kesepakatan”. Komentar itu muncul hanya beberapa hari setelah Trump menuduh Tiongkok melanggar kesepakatan pengurangan tarif dan hambatan dagang.

    Pasar kini menantikan rilis data ketenagakerjaan nonpertanian AS pada akhir pekan ini sebagai indikator penting arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Pejabat The Fed belakangan terus menyuarakan sikap hati-hati dalam menetapkan kebijakan moneter, mengingat risiko ketegangan dagang dan ketidakpastian ekonomi global.

    “Apabila data tenaga kerja lebih kuat dari ekspektasi, kemungkinan pemangkasan suku bunga akan mengecil, dan ini bisa menekan harga emas,” jelas Carsten Fritsch, analis dari Commerzbank.

    Ia memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$ 3.300 hingga US$ 3.400 per troi ons dalam jangka pendek.

    Emas dikenal sebagai aset safe haven yang cenderung diminati saat terjadi ketidakpastian geopolitik maupun ekonomi, dan biasanya menguat saat suku bunga rendah.

  • Ritel Modern Sepi karena Gaya Belanja Masyarakat Berubah

    Ritel Modern Sepi karena Gaya Belanja Masyarakat Berubah

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa banyak pusat perbelanjaan dan ritel modern mengalami penurunan minat kunjungan, yang pada akhirnya berujung pada penutupan operasional. Ia menilai, terdapat beberapa faktor utama di balik fenomena tersebut.

    Menurut pria yang akrab disapa Busan itu, perubahan gaya belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab utamanya. Jika sebelumnya masyarakat terbiasa berbelanja bulanan di pusat perbelanjaan besar, kini mereka lebih memilih berbelanja harian atau mingguan di ritel yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal.

    “Pola belanja atau lifestyle kita semuanya itu sudah berubah,” ungkap Busan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (4/6/2025).

    “Sekarang itu belanjanya kadang untuk kebutuhan sehari atau dua hari. Akhirnya apa? Akhirnya belanja yang terdekat saja di retail-retail yang terdekat,” sambungnya.

    Faktor kedua yang disoroti Mendag adalah minimnya inovasi dari sejumlah ritel modern. Ia menilai, pusat perbelanjaan tidak cukup hanya menjadi tempat menjual produk, tetapi juga harus mampu memberikan pengalaman berbelanja yang menarik agar masyarakat terdorong untuk datang.

    Busan menjelaskan, temuan tersebut didapat dari hasil diskusi bersama para pelaku usaha, termasuk Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).

    “Kami diskusi dengan APPBI, ternyata kalau retail modern hanya jualan dan tidak ada experience, tidak ada journey di situ, ya dia pasti akan kalah dengan UMKM,” tegasnya.

  • Mendag Respons Volume Impor dari China Melesat, Imbas Tarif Trump?

    Mendag Respons Volume Impor dari China Melesat, Imbas Tarif Trump?

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menanggapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait meningkatnya impor non-migas dari China pada April 2025.

    Pria yang akrab disapa Busan ini mengatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia dengan China bersifat fluktuatif dan tidak menentu.

    “Memang perdagangan kita dengan China itu kan cukup besar ya. Ekspor kita terbesar juga ke China. Misalnya tahun lalu itu ekspor kita US$ 60 miliar, tetapi impor kita US$ 70 miliar,” ujar Busan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (4/6/2025).

    Ia menyebut, pada beberapa tahun sebelumnya Indonesia sempat mencatat surplus perdagangan dengan China sebesar US$ 2 miliar. Namun, belakangan kembali mencatat defisit akibat tingginya angka impor.

    Menanggapi kemungkinan lonjakan impor sebagai dampak dari kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap negara mitra dagang, Busan menilai hal tersebut belum terbukti secara konkret.

    “Kalau indikasi (transhipment) itu belum ada ya. Karena begini, indikasi transhipment bisa kita kontrol melalui SKA (surat keterangan asal) kita. Jadi itu belum ada indikasi seperti itu,” tegasnya.

    Sebagaimana diketahui, AS telah memberlakukan kebijakan tarif resiprokal yang tinggi kepada beberapa negara, termasuk China. Kondisi ini mendorong produsen dari Negeri Tirai Bambu mencari pasar alternatif di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

    Terkait menyusutnya surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2025 yang tercatat sebagai yang terendah dalam 60 bulan terakhir, Busan menjelaskan beberapa penyebabnya.

    “Jadi ekspor Januari-April dibanding tahun lalu kan naik memang ya 6,65% tetapi Maret-April mengalami penurunan,” ujarnya.

    Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi oleh libur panjang Idulfitri yang menghambat aktivitas ekspor. Selain itu, ketidakpastian akibat kebijakan tarif dari AS turut membuat pelaku pasar bersikap hati-hati.

    “Setelah kita analisa, yang pertama kemarin kan awal April itu masih libur Lebaran ya. Jadi masih banyak libur sehingga ekspor juga berkurang,” sambung Busan.

    Ia menambahkan, fenomena serupa juga terjadi di negara-negara tetangga. Dalam pertemuan dengan para menteri perdagangan ASEAN di Kuala Lumpur saat KTT ASEAN, mereka menyampaikan bahwa penyusutan surplus perdagangan turut dialami oleh Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

    “Kemarin waktu kami ketemu teman-teman mendag di Kuala Lumpur waktu KTT ASEAN. Ya kita juga ngobrol, ternyata pengaruhnya bagi masing-masing sangat besar. Bahkan banyak eksportir yang cenderung masih menunggu,” pungkasnya.

  • IHSG Hari Ini Ditutup Menguat Tipis ke Level 7.069

    IHSG Hari Ini Ditutup Menguat Tipis ke Level 7.069

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (4/6/2025). IHSG tercatat naik 24,21 poin atau 0,34% dan berada di level 7.069.

    Berdasarkan data bursa yang diolah Beritasatu.com, volume perdagangan mencapai 24,72 miliar saham dan total nilai transaksi mencapai Rp 15,45 triliun. Sedangkan frekuensi perdagangan mencapai 1,462 juta kali.

    Pada penutupan hari ini, tercatat 321 saham mencatatkan penguatan, 292 saham mengalami penurunan, dan 192 saham tidak mengalami perubahan harga.

    Sebanyak sembilan dari 11 sektor dalam indeks sektoral mencatatkan penguatan, dengan sektor barang baku mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 4,49% diikuti transportasi naik 1,53%, dan kesehatan menguat 1,49%.

    Sementara itu, dua sektor keuangan turun 0,75% dan sektor industri turun 0,65%.

    Saham unggulan LQ45 tercatat menguat 0,21%, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,15%, dan Investor33 melemah 0,55%.

    Sementara itu, bursa saham utama di kawasan Asia juga menunjukkan tren positif. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,60%, Shanghai Composite di Tiongkok menguat 0,42%, Straits Times di Singapura meningkat 0,10%, dan indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,80%.