Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • BI Catat Cadangan Devisa Indonesia Tetap pada US$ 152,5 Miliar

    BI Catat Cadangan Devisa Indonesia Tetap pada US$ 152,5 Miliar

    Jakarta, Beritasatu.com – Posisi cadangan devisa Indonesia pada Mei tetap stabil pada angka US$ 152,5 miliar tidak berubah dari sebelumnya US$ 152,5 miliar pada April. Cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerimaan devisa migas.

    Melansir situs Bank Indonesia (BI), Rabu (11/6/2025), cadangan devisa ini cukup untuk memenuhi pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

    “Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso.

    “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tambahnya.

    Menurutnya, BI memandang posisi cadangan devisa memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga.

    “Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap mencatatkan surplus, serta persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang menarik,” jelasnya.

    Dia melanjutkan, BI akan terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal, guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

  • Maskapai Jetstar Asia Berhenti Beroperasi 31 Juli

    Maskapai Jetstar Asia Berhenti Beroperasi 31 Juli

    Singapura, Beritasatu.com – Maskapai Jetstar Asia akan berhenti beroperasi pada akhir Juli ini. Lebih dari 500 karyawan dan 16 rute regional diperkirakan akan terkena dampak penutupan.

    Seperti dilansir dari CNA, pengumuman yang dibuat hari ini, Rabu (11/6/2025), menyebut maskapai tengah berjuang melawat tingginya biaya pemasok bahan bakar, biaya bandara, dan meningkatnya persaingan di kawasan tersebut.

    Ini menandai berakhirnya kiprah Jetsar Asia setelah lebih dari 2 dekade hadir sebagai maskapai berbiaya murah yang berbasis di Singapura. Penutupan anak usaha Qantas Group ini pun diperkirakan akan memengaruhi daya tarik maskapai berbiaya rendah.

    Editor transportasi udara Asia untuk publikasi penerbangan FlightGlobal, Alfred Chua, mengatakan masalah yang telah melanda Jetstar Asia juga akan dirasakan oleh maskapai berbiaya rendah lain yang beroperasi di Bandara Changi.

    Menurutnya, bahwa tingkat biaya bandara yang dihadapi Jetstar Asia, dan ketersediaan slot operasi yang disetujui bandara, akan dirasakan oleh maskapai berbiaya rendah (LCC) lainnya.

    “Biaya adalah salah satu masalah, tetapi ketersediaan slot juga menjadi tantangan bagi LCC asing yang kecil. Biaya tambahan, potensi kurangnya slot yang menarik dan konektivitas, tidak akan menguntungkan bagi LCC yang lebih kecil,” tuturnya.

    Dia melanjutkan, meskipun Changi masih merupakan bandara yang menarik bagi operator, hal itu tidak selalu menguntungkan bagi operator berbiaya rendah.

    Menurut Chua, Jetstar Asia adalah satu-satunya operator internasional yang beroperasi di kota-kota lapis kedua. Jaringan Jetstar Asia mencakup beberapa kota utama di Asia Tenggara seperti Kuala Lumpur, Jakarta, dan Bangkok, tetapi juga terbang ke kota-kota lapis kedua atau ketiga seperti Wuxi, Broome, Labuan Bajo, dan Okinawa.

    “Keluarnya mereka akan berarti beberapa titik ini akan ditinggalkan tanpa hubungan langsung ke Singapura. Ini pada gilirannya memengaruhi rencana Changi untuk pengembangannya,” katanya.

  • IHSG Sesi 1 Turun 0,49 Persen ke 7.195

    IHSG Sesi 1 Turun 0,49 Persen ke 7.195

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Rabu (11/6/2025) ditutup melemah. IHSG turun sebesar 35 poin atau 0,49 persen ke 7.195.

    Seiring pelemahan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 ikut terkoreksi sebesar 0,65 persen. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,87 persen, sementara indeks Investor33 mencatat penurunan sebesar 0,71 persen.

    Volume perdagangan tercatat sebanyak 2,6 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 17,8 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,505 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 263 saham menguat, 288 saham melemah, dan 248 saham stagnan.

    Sebaliknya, beberapa sektor mencatatkan penurunan, dipimpin oleh sektor kesehatan yang melemah 0,675. Sektor barang konsumsi primer dan nonprimer masing-masing turun 0,62 persen dan 0,54 persen. Sektor keuangan juga mencatat penurunan sebesar 0,31 persen.

    Saham-saham paling aktif dalam perdagangan hari ini yakni saham BRMS, MBA, BBRI, CUAN dan ANTM. Sementara top gainer yakni saham PNSE, MTWI, PTSP, KOPI dan DADA.

    Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pelemahan IHSG masih dalam batas wajar karena masih berada di atas support 7.139. Selain itu, Nafan mengatakan pada hari ini investor tengah menanti beberapa data ekonomi global dan hasil pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

  • Dorong Ekonomi Nasional, Ini Jurus PIS Hadapi Tantangan Kondisi Global

    Dorong Ekonomi Nasional, Ini Jurus PIS Hadapi Tantangan Kondisi Global

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah terus mencari jalan keluar dalam mengarungi gejolak perekonomian dunia dengan meningkatkan intensitas perdagangan global. Seiring dengan rencana tersebut, industri maritim logistik Indonesia diyakini akan terus tumbuh dan menjelma menjadi salah satu maritime hub penting di kawasan Asia.

    Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Anindya Bakrie menyebut pemerintah saat ini terus menggenjot intensitas perdagangan berbagai sektor dengan sejumlah negara mitra strategis seperti China, Amerika Serikat, Uni Eropa, negara anggota BRICS, dan lainnya. Dengan kondisi demikian, Anindya meyakini industri pelayaran akan semakin cerah hingga beberapa tahun ke depan.

    “Dan saya kebutuhan itu semua akan membutuhkan ketersediaan jumlah kapal yang banyak,” ujar Anindya dalam sesi panel Market Outlook for Shipping di ajang Indonesia Maritime Week (IMW) 2025 di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

    Acara yang diikuti oleh para pemimpin kunci industri logistik ini membahas tantangan dan peluang industri maritim di tengah gejolak ekonomi dunia. Seperti diketahui, konflik geopolitik, kebijakan tarif, hingga krisis iklim merupakan variabel penting yang mempengaruhi rantai suplai perdagangan dunia.

    Selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong perekonomian nasional, PT Pertamina International Shipping (PIS) selaku Sub Holding Integrated Marine Logistics (SH IML) dari PT Pertamina (Persero) menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi ketidakpastian global guna menjaga performa kinerja perusahaan.

    Hal ini dipaparkan oleh Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) I Ketut Laba, yang mewakili SH IML di panggung IMW.

    Ia memaparkan saat ini tren pertumbuhan ekonomi masih di sekitar 5%, diikuti dengan permintaan minyak domestik diperkirakan naik sekitar 4,5%, serta pengapalan minyak yang juga tumbuh sekitar 5%. Di tengah pertumbuhan positif tersebut, Ia menilai pertumbuhan jumlah kapal di Asia belum bisa mengimbangi lonjakan pasar yang diperkirakan hanya tumbuh 2,5% per tahun, serupa dengan pertumbuhan jumlah kapal berbendera Indonesia. Ketersediaan jumlah dan keandalan kapal diperkirakan jadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani guna mengejar kebutuhan pasar.

    “Strategi kami di Pertamina adalah mengembangkan kekuatan armada dan menurunkan usia rata-rata kapal. Strategi ekspansi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik yang akan terus meningkat, tapi juga menangkap peluang bisnis di pasar internasional dengan menyediakan armada yang andal serta memenuhi regulasi,” imbuh I Ketut Laba.

    Bicara soal menjaga ketersediaan kapal bukan tanpa tantangan sama sekali. Salah satu persoalan yang dihadapi industri pelayaran adalah armada yang semakin berumur. 

    COO Caravel Group sekaligus Chairman The Hong Kong Shipowners Association Ltd. Angad Banga di kesempatan yang sama menjelaskan, kondisi tersebut mengharuskan peremajaan armada untuk perdagangan ekspor, domestik, serta kebutuhan bahan bakar yang ditentukan untuk pengangkutan tertentu.

    PT Pertamina International Shipping (PIS), yang menaungi PTK sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistic (SH IML), saat ini tercatat mengelola lebih dari 700 kapal, dengan 106 kapal milik yang diawaki sekitar 10.000 pelaut andal. PTK sendiri berkontribusi terhadap 402 kapal dari total armada.

    PIS juga terus memperbarui armadanya dengan sejumlah kapal tanker baru yang dilengkapi teknologi mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan. Total ada 11 armada tanker baru yang PIS hadirkan sepanjang 2024, termasuk 4 kapal Very Large Gas Carrier (VLGC). Dengan penambahan unit-unit baru tahun ini, PIS kini memiliki tujuh tanker VLGC dengan rerata usia 3,42 tahun.

    “Selain perawatan armada, kami juga terus memperbarui teknologi dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kami tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan domestik, tapi juga dapat menangkap potensi pengangkutan internasional secara maksimal,” pungkas I Ketut Laba.

  • Laju IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Terseok-seok

    Laju IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Terseok-seok

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Investor tampaknya masih menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan memberikan dampak terhadap tingkat suku bunga bank sentral Amerika Federal Reserve.

    IHSG dibuka melemah 16,15 poin atau 0,22 persen ke posisi 7.214,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,88 poin atau 0,60 persen ke posisi 807,92.

    Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pelemahan IHSG masih dalam batas wajar karena masih berada di atas support 7.139. Selain itu, Nafan mengatakan pada hari ini investor tengah menanti beberapa data ekonomi global dan hasil pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan China .

    “Hari ini IHSG masih agak malu-malu. Karena Kita melihat market juga menanti dinamika perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Seperti kita ketahui, pertemuan ini bisa menghasilkan kesepakatan yang komprehensif sehingga bisa meredam gejolak perang dagang,” ucap Nafan kepada Beritasatu.com, Rabu (11/6/2025).  

    Sebagai informasi, pejabat dua negara adidaya perdagangan tersebut mengadakan pertemuan di London, Inggris pada 9-10 Juni 2025 waktu setempat. Pertemuan ini adalah yang kedua kalinya setelah pertemuan pertama dilaksanakan di Jenewa, Swiss, pada Mei lalu.

    Selain menanti hasil perundingan antara AS dan China, menurut Nafan, investor juga tengah menanti data Consumer Price Index (CPI) AS yang akan dirilis pada pekan ini.

    “CPI AS diprediksi akan tetap tinggi di atas range yang ditetapkan The Fed pada 2%. Dengan demikian, dikhawatirkan bahwa The Fed akan cenderung berpikir ulang untuk menerapkan pelonggaran kebijakan moneter,” tambah Nafan.

    Dilansir dari Investing.com, data CPI bulan Mei ini akan menjadi bukti dampak dari kebijakan agresif mengenai tarif yang diinisiasi Presiden Donald Trump, karena perusahaan telah menetapkan bea impor yang lebih tinggi. Konsensus pasar memperkirakan angka CPI AS bulan Mei akan berada pada level 2,5%, naik dari bulan sebelumnya 2,3%. 

  • Diskon 6% PPN Tiket Pesawat Ekonomi Berlaku Juni hingga Juli 2025

    Diskon 6% PPN Tiket Pesawat Ekonomi Berlaku Juni hingga Juli 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah telah menerbitkan sejumlah paket stimulus ekonomi untuk kuartal II 2025. Salah satunya berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 6% untuk tiket pesawat kelas ekonomi. Insentif ini berlaku selama periode Juni hingga Juli 2025.

    Dalam keterangan resminya, Rabu (11/6/2025), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di kisaran 5% pada kuartal II-2025, serta memperkuat stabilitas ekonomi melalui berbagai kebijakan strategis.

    Dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juni 2025, dan dilanjutkan dengan konferensi pers bersama menteri keuangan, menteri pertanian, menteri sosial, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah memutuskan untuk meluncurkan lima paket stimulus kebijakan. Kelima paket tersebut meliputi diskon transportasi, diskon tarif tol, penebalan bantuan sosial, bantuan subsidi upah, dan perpanjangan diskon iuran program jaminan kecelakaan kerja (JKK).

    Salah satu kebijakan dalam paket diskon transportasi adalah pemberian insentif PPN DTP sebesar 6% untuk tiket pesawat kelas ekonomi. Kebijakan ini disebut Airlangga, telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 36 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 4 Juni 2025.

    Melalui kebijakan ini, masyarakat hanya membayar 5%  PPN untuk pembelian tiket pesawat ekonomi domestik dari tarif normal sebesar 11% Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 430 miliar untuk mendukung program ini.

    Insentif PPN DTP ini berlaku untuk pembelian tiket pada periode 5 Juni hingga 31 Juli 2025, dengan periode penerbangan yang juga berlaku pada tanggal tersebut.

    Pemerintah berharap, dengan adanya insentif ini, mobilitas masyarakat selama Juni hingga Juli 2025 dapat melonjak tajam dan berdampak positif bagi sektor transportasi serta pariwisata domestik.

    “Pemberian insentif ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dan hasil koordinasi lintas kementerian serta lembaga, untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat stabilitas ekonomi,” ujar Airlangga.

  • 6 Jurus Mentan Amran Kejar Swasembada Gula

    6 Jurus Mentan Amran Kejar Swasembada Gula

    Lumajang, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beberkan enam strategi kunci dalam mencapai swasembada gula nasional. Strategi-strategi tersebut difokuskan pada peningkatan produktivitas, pemberdayaan petani secara berkelanjutan,efisiensi budidaya, serta peningkatan pendapatan petani tebu.

    “Alhamdulillah pangan kita sudah cukup. Stok kita (beras) tertinggi selama merdeka, yaitu 4 juta ton. Jadi sekarang kita mulai melihat komoditas perkebunan yaitu tebu, kopi, kakao, karet, dan lain sebagainya. Kita fokus tebu, semoga 2 hingga 3 tahun, paling lambat 4 atau 5 tahun, Indonesia bisa mulai meraih swasembada gula,” kata Mentan Amran pada acara panen dan tanam tebu yang dilaksanakan di Kebun Lumajang 3 AFD, Desa Banter Barat, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (10/6/2025).

    Mentan Amran memerinci enam strategi kunci yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional, yakni melakukan penguatan penyuluhan kepada petani, memperbaiki sistem pengelolaan perkebunan tebu, menyediakan sarana produksi, memberikan kemudahan akses pupuk, irigasi, pengelolaan tanah, dan harga harus menguntungkan petani.

    “Kalau ini diberesin semua, swasembada jadi kenyataan,” ujarnya. 

    Mentan Amran juga mengungkapkan, pelaksanaan keenam strategi tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor, baik pemerintah pusat, daerah, BUMN, maupun swasta.

    Mentan Amran juga bertekad untuk meningkatkan produktivitas gula nasional yang saat ini masih di kisaran 4 ton per hektare. Seperti diketahui, data menunjukkan produksi gula per hektare sempat menembus angka 14 ton pada era 1930-an.

    “Ini berarti harus ada yang dibenahi. Doakan mudah-mudahan minimal produksi gula kita bisa seperti jaman dahulu lagi, minimal 14  ton produksinya,” ujar Mentan Amran.

    Melihat tren produksi saat ini, Mentan Amran juga optimistis kebutuhan gula konsumsi dalam negeri mampu tercukupi sepenuhnya paling lambat pada 2026.

  • Krisis Pangan Global, Stok Beras Indonesia Justru Melimpah

    Krisis Pangan Global, Stok Beras Indonesia Justru Melimpah

    Lumajang, Beritasatu.com – Di tengah ancaman krisis pangan global yang melanda berbagai negara, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia berada dalam posisi aman dan siap menghadapi tekanan pangan global.

    Hal ini disampaikan Amran saat kunjungan kerja di kebun tebu produktivitas tinggi (P240T) di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (10/6/2025).

    “Alhamdulillah, stok pangan (beras) kita saat ini tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, yakni mencapai 4 juta ton. Ini buah dari fokus kerja kita,” tegas Amran.

    Amran mengungkapkan, sejak awal masa jabatannya, ia langsung berfokus pada pemulihan dan penguatan ketahanan pangan nasional. Langkah ini diambil seiring meningkatnya kekhawatiran global terhadap ketersediaan pangan akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan distribusi global.

    “Seluruh dunia mengalami krisis pangan, tetapi Indonesia tidak. Kita bersyukur, tetapi tidak boleh lengah. Kita harus mulai membenahi sektor perkebunan juga,” ujarnya.

    Salah satu sektor yang kini menjadi perhatian khusus pemerintah adalah tebu. Menurut Amran, Indonesia masih bergantung pada impor gula, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan swasembada gula dalam 5 tahun ke depan, sekaligus sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi ketidakpastian pasokan pangan global.

    Amran menilai kolaborasi lintas sektor dan internasional penting dilakukan mengingat produktivitas tebu Indonesia saat ini masih jauh tertinggal. Ia mencontohkan, pada masa kolonial Belanda, produktivitas gula bisa mencapai 14 ton per hektare, sementara sekarang hanya sekitar 8-10 ton.

    Dalam kunjungan tersebut, Amran juga menyampaikan enam pilar utama untuk memperkuat produksi dalam negeri, yakni penyediaan benih unggul, pengelolaan pertanian yang baik, kemudahan akses pupuk dan sarana produksi, sistem irigasi modern, pengolahan tanah yang efisien, serta jaminan harga jual yang menguntungkan bagi petani.

    Ia juga menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk dan sarana produksi, agar tidak ada lagi praktik curang yang merugikan petani. Dengan langkah strategis ini, Amran optimis Indonesia tidak hanya mampu bertahan dari ancaman krisis pangan global, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu kekuatan baru dalam produksi pertanian berkelanjutan.

  • iPhone Penumpang Dicuri, Garuda Bebastugaskan Awak Kabin GA 716

    iPhone Penumpang Dicuri, Garuda Bebastugaskan Awak Kabin GA 716

    Jakarta, Beritasatu.com – Pihak Garuda Indonesia memastikan akan melakukan investigasi menyeluruh terkait laporan kehilangan iPhone milik salah satu penumpang pada penerbangan GA 716 rute Jakarta-Melbourne tanggal 6 Juni 2025.

    Demi kelancaran proses investigasi, seluruh awak kabin yang bertugas dalam penerbangan tersebut telah dibebastugaskan sementara waktu dari tugas penerbangan

    “Garuda Indonesia saat ini melakukan investigasi secara menyeluruh bersama pemangku kepentingan terkait untuk mendukung proses pelaporan tersebut,” kata Direktur Niaga Garuda Indonesia, Ade R Susardi, Selasa (10/6/2025).

    Pihak Garuda sangat menyesalkan kejadian tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang.

    Perwakilan Garuda Indonesia di Melbourne juga turut mendampingi penumpang tersebut dalam menangani kejadian itu, termasuk saat melakukan pelaporan resmi kepada pihak kepolisian setempat.

    Sebelumnya, seorang penumpang bernama Michael Tjendra mengaku iPhone miliknya dicuri saat penerbangan Garuda GA716 dari Jakarta ke Melbourne pada 6 Juni 2025. Semua bukti lokasi menunjukkan iPhone miliknya berpindah ke hotel tempat crew GA716 menginap, lalu dibuang ke sungai.

  • Baja Impor Tiongkok Ancam Industri Nasional, PHK Massal Mengintai

    Baja Impor Tiongkok Ancam Industri Nasional, PHK Massal Mengintai

    Jakarta, Beritasatu.com – Industri baja nasional menghadapi tantangan serius. Mayoritas produk baja lokal memang diserap pasar domestik, tetapi tingkat utilisasi kapasitas pabrik di Indonesia masih di bawah 60%. Ruang kosong ini justru diisi oleh baja murah impor asal Tiongkok.

    Chairman The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Akbar Djohan menyampaikan, kondisi ini berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor industri baja.

    “Bayangkan beberapa pabrik yang mempekerjakan ribuan orang hanya beroperasi dengan utilisasi 40%. Secara skala ekonomi, ini tentu tidak kompetitif. Akibatnya, banyak yang beralih menjadi trader karena tak punya pilihan lain. Nah, inilah yang akan mengancam, potensi-potensi PHK,” ungkap Akbar kepada Beritasatu di Jakarta, Selasa (10/6/2025).

    Akbar menambahkan, Indonesia seharusnya dapat menikmati pertumbuhan permintaan baja seiring gencarnya pembangunan infrastruktur dalam satu dekade terakhir. Namun, kapasitas terpasang pabrik baja nasional yang mencapai 17 hingga 18 juta ton per tahun tidak termanfaatkan lebih dari 60%.

    Di sisi lain, pasokan baja dari Tiongkok terus meningkat. Saat ini, sekitar 20% hingga 30% kebutuhan baja nasional dipenuhi oleh impor dari Tiongkok. Dalam rantai pasokan global, Tiongkok memproduksi 1,2 miliar ton baja per tahun, jauh dibandingkan Indonesia yang tidak lebih dari 18 juta ton. Ini menandakan persaingan industri baja yang tidak setara dan perlunya pembenahan ekosistem rantai pasok baja domestik.

    “Inilah yang perlu kita sadarkan, bahwa policy dari industri baja di China sudah menerapkan yang namanya price predatory,” lanjut Akbar.

    Dalam upaya meningkatkan daya saing industri baja nasional, Akbar mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan perdagangan, termasuk menerapkan instrumen anti-dumping, trade remedies, dan safeguard. Selain itu, pelaku industri dalam negeri juga dituntut melakukan transformasi menyeluruh melalui efisiensi dan kolaborasi antar pelaku usaha.