Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

    Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

    Bekasi, Beritasatu.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penyegelan pabrik Wan Bao Long Steel di Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

    Penyegelan tersebut berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang di lakukan langsung oleh Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq. Dalam sidaknya ke pabrik produsen besi baja itu, Hanif menemukan tata kelola cerobong pembuangan asap yang mencemari udara.

    “Dan secara umum perusahaan ini telah memiliki fasilitas untuk gas kolektornya, kemudian mesinnya masih jalan dua-duanya. Jadi sudah dijalankan, kita sudah lihat, cuma memang tidak berjalan dengan semestinya,” tegas Hanif dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/6/2025).

    Lebih lanjut Hanif menyebut, perusahaan telah terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap pencemaran lingkungan sesuai yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 98 terkait perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan.

    Maka, pihaknya melakukan penyegelan gedung pabrik dan menghentikan semua aktivitas produksi sampai pihak perusahaan bisa melakukan perbaikan pada tata kelola tungku dapur dan cerobong asap, serta pengelolaan limbah B3 sesuai dengan aturan yang ada.

    “Ini sementara, sebenarnya kalau dari pasalnya sudah pelanggaran berat ya, sudah pasal 98, itu kepadanya bisa dipidana antara 3 sampai 10 tahun,” tegasnya.

  • Sri Mulyani Ungkap Ketidakjelasan Rencana Proyek Bikin Investor Kabur

    Sri Mulyani Ungkap Ketidakjelasan Rencana Proyek Bikin Investor Kabur

    Jakarta, Beritasatu.com– Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mewanti-wanti bahaya ketidakjelasan perencanaan pendanaan proyek infrastruktur yang membuat investor kabur dari Indonesia. Dia menjelaskan urusan funding saling terkait dengan pembiayaan alias financing dalam membangun infrastruktur.

    Sri Mulyani menjelaskan, pentingnya membangun infrastruktur dengan melibatkan pihak swasta baik dalam dan luar negeri. Menurutnya, pembiayaan merujuk pada siapa pihak yang akhirnya harus membayar atas layanan dari proyek infrastruktur. Sedangkan pendanaan adalah pemodal untuk menggarap proyek tersebut.

    “Jika proyek (infrastruktur) tak punya rencana pendanaan kredibel, artinya tidak jelas siapa yang akan membayar. Tidak penting seberapa bagus struktur pembiayaannya, investor akan tersenyum, mengangguk, dan kabur,” ungkap Sri Mulyani dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6/2025).

    Menteri yang akrab dipanggil Ani ini lantas mendorong adanya kebijakan pendanaan yang tepat dalam proyek infrastruktur. Terlebih, Indonesia menghadapi tantangan berupa ruang fiskal yang terbatas sehingga dia berpesan agar jangan hanya mengejar model pembiayaan yang inovatif, tapi tak kunjung lepas dari isu dalam pendanaan.

    “Itu dapat membuat struktur (proyek infrastruktur) yang tampak memungkinkan, tapi kenyataannya tidak. Risikonya, pemerintah bisa kembali ke cara yang tidak efisien,” tegas Ani.

    “Kami percaya pentingnya mencocokkan struktur pembiayaan dengan risikonya. Solusi nyata dalam masalah pembangunan infrastruktur terletak pada pemilihan proyek, persiapan, penetapan harga yang kredibel dan kalau perlu subsidi transparan, terukur, dan bijaksana,” tandasnya.
     

  • RUPS Pertamina Catatkan Kinerja Positif Sepanjang Tahun 2024

    RUPS Pertamina Catatkan Kinerja Positif Sepanjang Tahun 2024

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Pertamina (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024 baik di bidang finansial maupun operasional. Kinerja kuat tersebut disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024 pada hari Kamis, (12/2025) bertempat di Grha Pertamina, Jakarta.

    Dari sisi kinerja keuangan, di tahun 2024, Pertamina mencatatkan pendapatan sebesar US$ 75,33 miliar atau setara Rp 1.194 triliun, EBITDA senilai US$ 10,79 miliar setara Rp 171,04 triliun dan laba bersih senilai US$ 3,13 Miliar atau setara dengan Rp 49,54 triliun.

    VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa perusahaan juga terus menunjukkan kinerja positif di berbagai lini bisnis. Produksi migas Pertamina telah berhasil menembus 1 juta barrel setara minyak, menjadikan Pertamina kontributor 69 persen minyak nasional dan 37 persen gas nasional. Dari sisi kilang, Pertamina juga berhasil menjadi kontributor utama produksi BBM nasional.

    “Di tahun 2024, produksi migas terjaga solid di angka 1 juta barrel setara minyak. Selain itu, produksi BBM Kilang Pertamina berhasil memenuhi 70 persen kebutuhan BBM nasional, bahkan kebutuhan avtur dan diesel 100 persen dipenuhi dari kilang domestik,” ujar Fadjar.

    Sebagai BUMN, imbuh Fadjar, Pertamina terus memperkuat infrastruktur distribusi energi hingga saat ini lebih dari 15.000 Titik Retail BBM, 260.000 Titik Pangkalan LPG, 6.700 gerai Pertashop dan 573 lokasi BBM Satu Harga tersedia untuk menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri. Distribusi energi juga disokong pengoperasian 288 kapal. Dari sisi bisnis gas, Pertamina mengoperasikan lebih dari 33.000 Km pipa transmisi dan distribusi gas serta sekitar 820 ribu sambungan jargas.

    Sedangkan dari sisi pengembangan bisnis terbarukan, Pertamina juga menjadi kontributor utama bisnis rendah karbon. Pertamina mengelola 13 wilayah kerja geothermal, PLTGU dan PLTS dengan total kapasitas 2.502,12 Megawatt. Pertamina juga memproduksi biofuel B35, Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), Pertamax Green 95 dan proyek Used Cooking Oil (UCO) untuk Sustainable Aviation Fuel (SAF).

    “Atas kinerja positif tersebut, Pertamina mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan yang telah menjadi pelanggan setia dan pendukung perusahaan. Pertamina terus berkomitmen sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional di seluruh Indonesia,” ucap Fadjar.

    Fadjar menambahkan, kontribusi Pertamina kepada penerimaan negara juga terus meningkat. Sepanjang 2024, kontribusi Pertamina sebesar Rp 401,73 triliun baik dari pajak, PNBP maupun dividen.

    “Pada tahun 2024, total penyerapan produk dalam negeri (PDN) senilai Rp 415 triliun yang memberikan multiplier effect penyerapan tenaga kerja sebanyak 4,1 juta orang dan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Rp 702 triliun yang berkontribusi terhadap peningkatan GDP tahun 2024,” tandas Fadjar.

    Perubahan Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi

    Pada RUPS Pertamina yang dilaksanakan hari ini, selain menetapkan kinerja perusahaan, pemegang saham juga melakukan perubahan pada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina.

    RUPS menetapkan Direksi baru Pertamina yaitu Oki Muraza sebagai Wakil Direktur Utama, Jaffee Arizon Suardin sebagai Direktur Logistik dan Infrastruktur, Agung Wicaksono sebagai Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis serta Andy Arvianto sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM). Sedangkan M. Erry Sugiharto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur SDM Pertamina kini menjabat sebagai Direktur Penunjang Bisnis.

    Di saat yang sama, RUPS juga menetapkan perubahan pada jajaran Dewan Komisaris Pertamina yaitu Todotua Pasaribu sebagai Wakil Komisaris Utama dan Nanik S. Deyang sebagai Komisaris Independen.

    Melalui RUPS tersebut, berikut susunan Direksi Pertamina:
    1. Direktur Utama: Simon Aloysius Mantiri
    2. Wakil Direktur Utama: Oki Muraza
    3. Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
    4. Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha: A. Salyadi Dariah Saputra
    5. Direktur Logistik dan Infrastruktur: Jaffee Arizon Suardin
    6. Direktur Keuangan: Emma Sri Martini
    7. Direktur Penunjang Bisnis: M. Erry Sugiharto
    8. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis: Agung Wicaksono
    9. Direktur Sumber Daya Manusia: Andy Arvianto

    Sedangkan susunan Dewan Komisaris sebagai berikut: 
    1. Komisaris Utama & Independen: Mochammad Iriawan
    2. ⁠Wakil Komisaris Utama: Todotua Pasaribu
    3. Komisaris Independen: Condro Kirono
    4. Komisaris Independen : Raden Ajeng Sondaryani
    5. Komisaris Independen : Nanik S. Deyang 
    6. Komisaris : Bambang Suswantono
    7. Komisaris : Heru Pambudi

  • Pembangunan Infrastruktur, Prabowo Kenang Jasa Bung Karno hingga Jokowi

    Pembangunan Infrastruktur, Prabowo Kenang Jasa Bung Karno hingga Jokowi

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menghargai dan mengakui jasa para presiden terdahulu dalam membangun fondasi infrastruktur nasional. Ia pun mengenang jasa Bung Karno hingga Jokowi.

    Hal ini Prabowo sampaikan saat menutup acara International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Kamis (12/6/2025).

    Dalam pernyataannya, Prabowo menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan infrastuktur yang saat ini tengah digalakkan tidak terlepas dari kerja keras dan visi kepemimpinan masa lalu, mulai dari Presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno) hingga Presiden ketujuh RI Joko Widodo.

    “Harus saya tegaskan di sini bahwa transisi dari pemerintah Pak Jokowi kepada saya adalah yang ikut menentukan bahwa kita sekarang bisa bekerja dengan cepat, saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo.

    Prabowo menekankan apresiasinya terhadap seluruh pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, pemimpin-pemimpin terdahululah yang sudah meletakkan dasar-dasar penting bagi kemajuan bangsa.

    Kepala negara menegaskan, pembangunan yang dicapai hari ini merupakan kelanjutan dari kerja keras para pemimpin Indonesia sejak masa kemerdekaan.

    Ia secara khusus menyebut kontribusi besar yang diberikan oleh Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto dalam membangun infrastruktur strategis, yang kemudian dilanjutkan oleh presiden-presiden berikutnya.

    “Semua pemerintahan sebelum ini sangat berjasa. Kalau kita bicara infrastruktur, kita bisa lihat dengan mata kita apa yang dibangun oleh Bung Karno, oleh pemerintah pertama kita. Dilanjutkan oleh Presiden Soeharto, dilanjutkan oleh presiden-presiden selanjutnya. Tidak ada suatu pembangunan bangsa yang datang demikian seolah-olah jatuh dari langit, tidak,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Prabowo menggambarkan proses pembangunan sebagai perjuangan panjang dan penuh dedikasi. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan secara inklusif.

    Presiden optimistis dengan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan dapat mendorong alokasi anggaran untuk investasi di berbagai sektor strategis, khususnya infrastruktur. Harapannya, pemerataan infastruktur manfaatnya dapat lebih dirasakan rakyat.

    Untuk menggenjot infastruktur, Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah berkomitmen memperbesar peran sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur nasional. Oleh karena itu, pemerintah siap memberikan berbagai kemudahan kepada mitra strategis, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, agar tertarik berinvestasi di Indonesia.

    “Kita akan terapkan disiplin fiskal, kita akan sederhanakan perizinan dan proses pengadaan lahan. Kita akan perkuat kerja sama pemerintah dan badan usaha swasta. Kita akan perkuat kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” pungkas Prabowo.

  • Indonesia Kurang Keras Jaga Kekayaan Negara

    Indonesia Kurang Keras Jaga Kekayaan Negara

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya keberanian dan ketegasan dalam mengelola kekayaan negara. Potensi Indonesia belum bisa dioptimalkan karena sebelumnya tak menerapkan sikap tersebut.

    “Saya sejak saya ambil alih pemerintahan, saya belajar, saya lihat angka-angka, saya takjub dengan kekayaan kita. Kekayaan kita luar biasa, tetapi saya juga sadar bahwa kita perlu lebih berani, lebih pandai mengelola kekayaan tersebut,” ujar Prabowo dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6/2025).

    Prabowo menegaskan, dia tak pernah malu untuk menyampaikan kondisi Indonesia saat ini, baik di dalam maupun di luar negeri. Menurutnya, Indonesia harus berkaca terhadap kekurangan utama yang masih melekat ini, yakni ketidaktegasan dalam melindungi sumber daya nasional untuk kemudian dibenahi.

    “Kita harus berani mengatakan apa adanya. Kekurangan Indonesia adalah kita kurang, kurang tegas, kurang berani, kurang disiplin, kurang keras menjaga kekayaan kita. Terlalu banyak kekayaan Indonesia yang tidak sampai ke rakyat Indonesia,” katanya.

    Atas dasar itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memimpin pemerintahan yang berani mengoptimalkan potensinya. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk terus menegakkan efisiensi anggaran.

    Kebijakan penghematan anggaran ini, kata Prabowo, menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas investasi negara di sektor-sektor strategis. Dengan demikian, kekayaan negara mampu dioptimalkan dan dapat memberikan manfaat langsung kepada rakyat.

    Kepala negara mengungkapkan, salah satu prestasi yang berhasil dicatatkan pemerintah saat ini ada di sektor pangan. Ia menyebut produksi beras Tanah Air saat ini sudah mencatatkan rekor nasional.

    “Dengan efisiensi penghematan kita bisa investasi di hal-hal yang sangat penting. Saya terima kasih, menko infrastruktur dan menteri-menteri bisa memahami ini. Bahwa sekarang ini yang saya ingin amankan adalah sumber pangan Indonesia dan sumber energi. Alhamdulillah tanda-tanda sudah jelas di hadapan mata dengan kebijakan-kebijakan kita dalam beberapa bulan ini,” jelas Prabowo.

    Ia menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang cepat dan tidak terbelenggu oleh aturan-aturan yang tidak rasional. Pemerintah, menurutnya, harus responsif dan adaptif dalam mengoptimalkan potensi Indonesia di tengah berbagai tantangan.

    “Peraturan penting untuk mengawasi, mengendalikan dan mengamankan. Namun peraturan yang dibuat hanya untuk mempertahankan kekuasaan sektoran dan hal-hal yang terlibat dengan vested interest, dengan kepentingan-kepentingan tertentu. Yang tidak semata-mata untuk kepentingan rakyat harus kita tinggalkan dan saya bertekad untuk saya bekerja keras untuk mengurangi regulasi-regulasi yang tidak masuk akal,” pungkasnya.
     

  • Sri Mulyani Sebut RI Butuh Rp 10.146 Triliun untuk Infrastruktur

    Sri Mulyani Sebut RI Butuh Rp 10.146 Triliun untuk Infrastruktur

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan Indonesia masih memerlukan pembiayaan hingga US$ 625 miliar atau setara Rp 10.146 triliun untuk pembangunan infrastruktur selama pemerintahan Prabowo Subianto 2025-2029.

    Sri Mulyani mengatakan kebutuhan anggaran tetsebut tentunya tidak bisa seluruhnya menggunakan APBN. Sehingga diperlukan partisipasi swasta untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur di Indonesia untuk periode 2025-2029.

    “Konferensi ini kita berharap bisa mendapatkan masukan soal rencana pembangunan infrastruktur di Indonesia, kita memiliki kebutuhan mendesak, dan memastikan akses adil terhadap layanan infrastruktur. Pembiayaan menjadi permasalahan penting, investasi infrastruktur membutuhkan dari periode 2025-2029, membutuhkan US$ 625 miliar,” kata Sri Mulyani dalam acara International Conference On Infrastructure (ICI) 2025, Kamis (12/6/2025).

    Sri Mulyani menjelaskan pemerintah daerah dan pemerintah pusat hanya bisa menyediakan setidaknya 40% dari total kebutuhan pembangunan tersebut. Sedangkan sisanya masih harus dipenuhi oleh kerja sama sektor swasta baik dalam dan luar negeri.

    “Kita membutuhkan keikutsertaan sektor swasta dan dukungan dari banyak mitra, serta tuntutan untuk penciptaan mekanisme pendanaan kreatif,” kata Sri Mulyani.

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menambahkan, kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bisa membantu adanya gap pembiayaan infrastruktur.

    AHY menjelaskan, diperlukan pembiayaan kreatif di luar APBN untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

    “Danantara memiliki peran yang sangat strategis, seperti yang divisikan Presiden Prabowo. Danantara telah mengkonsolidasikan lebih dari 800 BUMN, jadi berfungsi sebagai pemegang saham BUMN, tapi juga bisa berinvestasi,” ujar AHY.

    AHY mengatakan, pihaknya akan semacam menginventarisir proyek-proyek infrastruktur prioritas untuk ditawarkan ke Danantara sebagai peluang investasi.

    “Nanti diharapkan lewat forum ini kami akan menyusun, apa yang harus kita dahulukan, mana yang bida kita tunda dan berapa besar yang kita butuhkan untuk pendanaan (infrastruktur) tersebut,” pungkasnya.
     

  • Pembangunan Infrastruktur, Prabowo Kenang Jasa Bung Karno hingga Jokowi

    Kerjanya Lambat dan Boros karena Andalkan PMN

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap kinerja badan usaha milik negara (BUMN), khususnya dalam sektor pembangunan infrastruktur. Menurutnya, BUMN kerap kali tidak menunjukkan kinerja optimal.

    Prabowo menilai sektor swasta, baik nasional maupun internasional, justru lebih efisien, modern, dan mampu menyelesaikan proyek tepat waktu dengan anggaran yang lebih hemat.

    “Saya tahu dalam bidang-bidang tertentu, terutama konstruksi fisik, sektor swasta, baik nasional maupun internasional, sering kali lebih modern, lebih efisien, dan mampu menyelesaikan proyek tepat waktu serta menghemat anggaran besar,” ujar Prabowo dalam International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6/2025).

    Presiden juga menyoroti pola pikir yang berkembang di kalangan BUMN, yang menurutnya terlalu bergantung pada penyertaan modal negara (PMN), tanpa memperhatikan efisiensi dan hasil maksimal.

    “Sering kali BUMN ini merasa, kalau kerjanya lambat tidak apa-apa, kalau boros pun tidak apa-apa, karena nanti ada menteri keuangan yang akan suntik PMN,” sindir Prabowo.

    Ia membandingkan dengan perusahaan internasional yang bisa mencetak keuntungan besar tanpa dukungan PMN, dan justru lebih mandiri serta kompetitif.

    “Apa ini PMN? Kalau kita tanya perusahaan-perusahaan besar internasional, dia ada enggak PMN?” kata Prabowo.

    Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya memperbesar peran sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur nasional. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memberikan berbagai kemudahan kepada mitra strategis, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, agar mereka tertarik berinvestasi di Indonesia.

    “Saya arahkan agar peran swasta dalam pembangunan infrastruktur diperbesar. Namun, agar swasta tertarik, pemerintah harus mempermudah pekerjaan mereka,” jelas Prabowo.

    Lebih lanjut, Prabowo mengungkap pemerintah telah berhasil melakukan efisiensi anggaran pada awal masa pemerintahannya. Hasilnya, dana kas negara bertambah signifikan dan dapat digunakan untuk berinvestasi langsung dalam proyek strategis.

    Dengan modal tersebut, Prabowo menyatakan Indonesia kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat saat menjalin kerja sama investasi dengan sektor swasta maupun mitra asing.

    “Sekarang kita berani mengajak kerja sama. Pemerintah akan ikut berinvestasi dengan dana riil, bukan sekadar meminta saham kosong. Saya yakin ini memberi kenyamanan bagi mitra luar negeri,” tutupnya.

  • Pertamina Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Ini Daftarnya

    Pertamina Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Ini Daftarnya

    Jakarta, Beritasatu.com — PT Pertamina (Persero) melakukan perubahan manajemen dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan PT Pertamina (Persero) tahun buku 2024 yang digelar pada Kamis (12/6/2025) di Grha Pertamina, Jakarta. Ada sejumlah nama baru di jajaran direksi dan komisaris pada BUMN migas tersebut.

    RUPS tersebut menghasilkan keputusan strategis terkait perubahan jajaran direksi dan dewan komisaris perusahaan energi milik negara tersebut. Simon Aloysius Mantiri ditetapkan sebagai direktur utama Pertamina menggantikan Nicke Widyawati. 

    Keputusan lain, adalah Oki Muraza didapuk sebagai wakil dirut Pertamina, memperkuat struktur manajemen strategis Pertamina ke depan. Tak hanya di tingkat direksi, perubahan juga terjadi di jajaran Dewan Komisaris. Todotua Pasaribu resmi menjabat sebagai wakil komisaris utama, menggantikan posisi sebelumnya.

    Selain itu, Nanik S Deyang juga masuk sebagai komisaris independen, memperkaya latar belakang dan pengalaman dalam pengawasan BUMN energi terbesar di Indonesia ini.

    Langkah penyegaran ini dilakukan untuk mendukung kinerja Pertamina yang selama 2024 mencatatkan kinerja keuangan positif, termasuk laba bersih sebesar Rp 49,54 triliun, dan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara serta pengembangan energi terbarukan.

    Dengan formasi baru ini, Pertamina diharapkan dapat melanjutkan transformasi bisnis energi yang berkelanjutan dan menjaga peran strategis sebagai tulang punggung energi nasional.

    Di sisi lain, kontribusi Pertamina kepada penerimaan negara sepanjang 2024 tercatat sebesar Rp 401,73 triliun baik dari pajak, PNBP maupun dividen.

    “Pada tahun 2024, total penyerapan produk dalam negeri (PDN) senilai Rp415 triliun yang memberikan multiplier effect penyerapan tenaga kerja  sebanyak 4,1 juta orang dan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Rp 702 Triliun yang berkontribusi terhadap peningkatan GDP tahun 2024,” kata Fadjar.

    Pada tahun 2024, Pertamina mencatatkan pendapatan sebesar USD 75,33 miliar atau setara Rp 1.194 triliun, EBITDA senilai USD 10,79 miliar setara Rp 171,04 triliun dan laba bersih senilai USD 3,13 miliar atau setara dengan Rp 49,54 triliun.

    Susunan lengkap direksi Pertamina hasil RUPS 2025:
    1.    Direktur Utama: Simon Aloysius Mantiri
    2.    Wakil Direktur Utama: Oki Muraza
    3.    Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin

    Susunan Dewan Komisaris Pertamina terbaru:
    1.    Komisaris Utama & Independen: Mochammad Iriawan
    2.    Wakil Komisaris Utama: Todotua Pasaribu
    3.    Komisaris Independen: Condro Kirono, Raden Ajeng Sondaryani, Nanik S Deyang
    4.    Komisaris: Bambang Suswantono, Heru Pambudi

  • Pembangunan Infrastruktur, Prabowo Kenang Jasa Bung Karno hingga Jokowi

    Proyek Giant Sea Wall Segera Dimulai, Anggaran Rp 1.300 T

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah segera merealisasikan proyek strategis tanggul laut raksasa atau giant sea wall di pantai utara Pulau Jawa. Proyek ini diperkirakan akan memakan anggaran US$ 80 miliar atau Rp 1.300 triliun.

    “Proyek ini menyangkut jarak yang tidak pendek, kalau tidak salah sekitar 500 kilometer dari Banten sampai Gresik, Jawa Timur. Perkiraan biaya yang dibutuhkan US$ 80 miliar,” ungkap Prabowo dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6/2025).

    Prabowo menyebut proyek giant sea wall di pantai utara Jawa sudah direncanakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sejak 1995 atau 30 tahun lalu.

    Dikatakan, giant sea wall sebagai infrastruktur vital yang tidak boleh lagi mengalami penundaan. Sebab, infrastruktur ini penting untuk dibangun demi melindungi masyarakat di pesisir utara Jawa atas ancaman banjir rob.

    “Bayangkan, sejak 1995. Thirty years ago, kalau tidak salah 30 tahun lalu, tetapi kita tidak berkecil hati, sekarang tidak ada lagi penundaan. Sudah tidak perlu lagi banyak bicara, kita akan kerjakan itu segera,” tegas Prabowo.

    Presiden menjelaskan, proyek giant sea wall yang akan membentang sepanjang 500 kilometer dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, ditargetkan rampung dalam rentang 15-20 tahun.

    Prioritas awal pembangunan giant sea wall akan difokuskan pada kawasan rawan banjir rob seperti Jakarta, Semarang, Pekalongan, hingga Brebes. Menurut Prabowo, situasi di pesisir utara saat ini mengancam kehidupan rakyat.

    Kepala negara menegaskan, pemerintah tidak akan menunda-nunda pelaksanaannya dan akan segera mengambil langkah konkret, termasuk pembentukan badan otorita khusus proyek giant sea wall.

    “Tidak ada masalah, ada pepatah kuno ‘perjalanan 1.000 kilometer dimulai oleh satu langkah’, kita akan segara mulai itu, saya sudah perintahkan suatu tim untuk roadshow, keliling, dan dalam waktu dekat saya akan bentuk otorita. Badan otorita tanggul laut pantai utara Jawa,” katanya.

    Lebih lanjut Prabowo mengungkapkan, meskipun proyek ini akan membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara, Indonesia siap menggunakan kemampuan sendiri dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

    Khusus bagian Teluk Jakarta, pembangunan giant sea wall diperkirakan akan memakan anggaran US$ 8 miliar sampai US$ 10 miliar dengan waktu pengerjaan 8-10 tahun. Prabowo menyebut, Pemerintah Provinsi Jakarta siap membantu membiayai proyek ini.

    “Ini suatu yang harus kita laksanakan dan kita terbuka, perusahaan-perusahaan dari Tiongkok, dari Jepang, dari Korea, Eropa, Timur-Tengah yang mau ikut silakan, tetapi kita tidak tunggu, kita akan gunakan kekuatan kita sendiri,” tutup Prabowo.

     

  • Terinspirasi Bill Gates, Boy Thohir Luncurkan Yayasan Amanah

    Terinspirasi Bill Gates, Boy Thohir Luncurkan Yayasan Amanah

    Jakarta, Beritasatu.com – Pengusaha nasional Garibaldi Thohir, yang akrab disapa Boy Thohir, secara resmi meluncurkan identitas baru yayasan miliknya. Yayasan yang sebelumnya bernama Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) kini resmi berganti nama menjadi Yayasan Amanah Bangun Negeri.

    Peluncuran identitas baru ini digelar di kawasan Senayan, Jakarta, dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan redaksi dari berbagai media, baik televisi, radio, cetak, maupun online. Selain pergantian nama, yayasan tersebut juga memperkenalkan logo baru sebagai bagian dari restrukturisasi internal Grup Adaro.

    “Hari ini sangat spesial bagi saya. Ini adalah babak baru dari YABN, yang sebelumnya singkatan dari Yayasan Adaro Bangun Negeri, kini menjadi Yayasan Amanah Bangun Negeri. Kami sudah bertransformasi. Dahulu hanya ada Adaro, sekarang juga ada Grup Amanah,” ujar Boy Thohir dalam sambutannya, Kamis (12/6/2025).

    Ia menjelaskan, pemilihan kata “Amanah” mencerminkan semangat dan dedikasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Pada usianya yang matang secara profesional, Boy menyampaikan keinginan kuat untuk lebih fokus pada kontribusi sosial.

    “Saya ingin lebih mendedikasikan hidup saya untuk bangsa dan negara. Saya sudah 20 tahun di Grup Adaro. Saya terinspirasi ketika bertemu langsung dengan Bill Gates, seorang pengusaha yang sangat sukses, namun memilih menghabiskan hidupnya untuk kemanusiaan. Itu memberikan saya dorongan untuk melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

    Sebagai bagian dari peluncuran, Yayasan Amanah Bangun Negeri juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial. Bantuan tersebut meliputi program pendidikan anak usia dini berbasis karakter, program Santri Sejahtera, serta pembagian seragam sekolah bagi penerima manfaat.

    Boy Thohir berharap transformasi ini menjadi langkah awal agar Yayasan Amanah Bangun Negeri dapat terus berkembang sebagai lembaga yang berdampak, serta menjadi wadah kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan bangsa.