Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • KEK Dorong Ekonomi Daerah dan Serap Tenaga Kerja

    KEK Dorong Ekonomi Daerah dan Serap Tenaga Kerja

    Jakarta, Beritasatu.com – Kawasan ekonomi khusus (KEK) terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Sejumlah wilayah dengan pengelolaan KEK yang baik, mampu mencatat pertumbuhan ekonomi jauh di atas rata-rata provinsi maupun nasional.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal di Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi di kisaran 8%-9%. Capaian tersebut menunjukkan bahwa KEK tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pemberian insentif investasi, tetapi juga menjadi katalis transformasi ekonomi daerah.

    “KEK yang dirancang dengan baik, didukung infrastruktur, kemudahan berusaha, serta integrasi dengan tenaga kerja lokal, terbukti mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (14/12/2025).

    Airlangga mengatakan, keberadaan KEK Industriopolis Batang mendorong percepatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang mencapai 6,03% pada 2024 dan meningkat signifikan dengan pertumbuhan triwulan III 2025 sebesar 8,52% (yoy) yang ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi.

    Kajian akademik juga mencatat keberadaan KEK Batang memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal. Dampak tersebut terlihat dari meningkatnya kesempatan kerja, menurunnya tingkat pengangguran, hingga penurunan angka kemiskinan. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Batang tercatat turun dari 8,73% pada 2024 menjadi 7,79% pada 2025.

    Sementara itu, Kabupaten Kendal juga mencatat kinerja ekonomi yang sangat kuat. Pada triwulan III 2025, perekonomian Kendal tumbuh 8,84% (yoy), tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Pertumbuhan tersebut didorong oleh aktivitas industri dan investasi di kawasan industri dan KEK, serta mencerminkan penguatan ekosistem industri regional di koridor Batang-Kendal-Semarang.

    “Pengembangan KEK turut berkontribusi pada peningkatan produktivitas ekonomi daerah melalui masuknya investasi baru, adopsi teknologi, serta berkembangnya industri pengolahan bernilai tambah. Kondisi ini meningkatkan efisiensi produksi dan nilai output per tenaga kerja, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah,” imbuh Airlangga.

    Ke depan, Airlangga menuturkan bahwa pemerintah menilai pengalaman Batang dan Kendal dapat menjadi model pengembangan KEK di daerah lain, khususnya dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar wilayah metropolitan.

    Penguatan konektivitas, kepastian regulasi, kesiapan sumber daya manusia, serta keterkaitan dengan UMKM dan ekonomi lokal dinilai menjadi kunci agar manfaat KEK dapat dirasakan lebih luas dan inklusif.

    “Kami akan terus mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk memastikan KEK berfungsi optimal sebagai instrumen percepatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan ekonomi nasional,” pungkas Airlangga.

  • Liburan Makin Seru, Bank Mandiri Tebar Promo FOMO Akhir Tahun hingga Rp 2,5 Juta

    Liburan Makin Seru, Bank Mandiri Tebar Promo FOMO Akhir Tahun hingga Rp 2,5 Juta

    Jakarta, Beritasatu.com – Menyambut momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Bank Mandiri menghadirkan program promo spesial bertajuk FOMO Akhir Tahun 2025. Program ini dirancang untuk memberikan apresiasi kepada nasabah sekaligus menghadirkan nilai tambah di tengah meningkatnya aktivitas belanja, perjalanan, dan gaya hidup masyarakat selama libur akhir tahun.

    “Momentum akhir tahun selalu identik dengan peningkatan kebutuhan dan mobilitas masyarakat. Melalui FOMO Akhir Tahun, Bank Mandiri berkomitmen menghadirkan ragam promo yang relevan, mudah diakses, dan benar-benar memberikan nilai tambah bagi nasabah,” ujar SVP Digital Marketing Bank Mandiri Diah Eka Purwanti dalam keterangan resminya, Sabtu (13/12/2025).

  • Diplomasi Ekonomi Prabowo Dikebut, Energi-ICT Jadi Target Investasi

    Diplomasi Ekonomi Prabowo Dikebut, Energi-ICT Jadi Target Investasi

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah terus menggeber diplomasi ekonomi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8%. Ekonom menilai sektor energi dan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) menjadi sektor paling potensial atau low hanging fruit dalam mendorong realisasi investasi.

    Ekonom FEB UI sekaligus Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, dari total kebutuhan investasi sekitar Rp 10.000 triliun, sekitar Rp 3.300 triliun diarahkan ke sektor energi. Sektor ini dinilai memiliki multiplier effect paling tinggi terhadap perekonomian nasional.

    “Low hanging fruit-nya terkait dengan sektor energi, karena multiplier effect-nya juga paling tinggi,” ujar Fithra saat dijumpai di kompleks FEB UI, Depok, Minggu (14/12/2025).

    Selain energi, sektor ICT juga menjadi prioritas karena sifatnya yang inklusif dan mampu mendorong pertumbuhan sektor lain.

    Ia mencontohkan perkembangan ekonomi digital dalam beberapa tahun terakhir yang mengubah pola transaksi masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital.

    “QRIS misalnya, 2019 baru di-launch, tetapi sekarang sudah ada kurang lebih 40 juta merchants dan 60 juta lebih users,” beber dia.

    Fithra menilai fokus diplomasi ekonomi Presiden Prabowo ke berbagai negara mitra tidak hanya membidik investasi jangka pendek, tetapi lebih diarahkan pada investasi produktif jangka menengah dan panjang, terutama di sektor-sektor strategis tersebut.

    Ke depan, penguatan sektor energi dan ICT diharapkan tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menopang transformasi ekonomi yang berkelanjutan.

    “Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah memastikan komitmen investasi benar-benar terealisasi di lapangan,” pungkasnya.

  • Kejar Ekonomi 8 Persen, Indonesia Butuh Investasi Rp 10.000 Triliun

    Kejar Ekonomi 8 Persen, Indonesia Butuh Investasi Rp 10.000 Triliun

    Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia membutuhkan investasi besar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%. Ekonom memperkirakan, total kebutuhan investasi mencapai Rp 10.000 triliun.

    Ekonom FEB UI sekaligus Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, dari jumlah Rp 10.000 triliun, sekitar Rp 3.000 triliun hanya dapat dipenuhi dari dalam negeri.

    Sementara sisanya sangat bergantung pada investasi asing. Karena itu, diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi langkah krusial untuk mengejar kebutuhan tersebut.

    “Sangat krusial bagi kita untuk menjalin kerja sama dan potensi kerja sama ekonomi dengan negara-negara partner,” ujar Fithra saat ditemui di gedung FEB UI, Depok, Minggu (14/12/2025).

    Ia menyoroti percepatan sejumlah perjanjian dagang strategis, seperti EU–Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), kerja sama ekonomi dengan Kanada, serta Inggris.

    Menurutnya, momentum ini juga didorong oleh kebutuhan Uni Eropa mencari pasar nontradisional di tengah tekanan geopolitik global.

    Namun, tantangan utama bukan pada komitmen, melainkan realisasi di lapangan. Fithra mengingatkan tingkat pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas Indonesia masih relatif rendah, yakni sekitar 30%.

    “PR-nya adalah bagaimana kementerian teknis bisa mengakselerasi perjanjian-perjanjian tersebut agar benar-benar dimanfaatkan,” tegasnya.

    Ke depan, keberhasilan mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah memastikan komitmen investasi tidak berhenti di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan dalam proyek nyata yang produktif dan berkelanjutan.

  • Danantara Diharapkan Perkuat Ekosistem Industri dan Perguruan Tinggi

    Danantara Diharapkan Perkuat Ekosistem Industri dan Perguruan Tinggi

    Jakarta, Beritasatu.com – Kehadiran Danantara sebagai lembaga pengelola investasi diharapkan mampu mengorkestrasi ekosistem industri baru di Tanah Air. Penguatan industri dinilai akan berdampak langsung pada perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi.

    Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof  Widodo, dalam kegiatan Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges yang digelar di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

    “Danantara kami harapkan menjadi salah satu pendorong lahirnya inovasi dan industrialisasi baru. Ketika pendanaan industri kuat, perguruan tinggi memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan hilirisasi riset,” ujar Widodo.

    Menurut dia, ekosistem industri yang maju akan mendorong perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum pembelajaran serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

    Widodo mengungkapkan, selama ini perguruan tinggi di Indonesia memiliki banyak peneliti, pakar, serta inovasi unggulan. Namun, proses hilirisasi kerap terhambat karena belum optimalnya ekosistem industri yang mendukung.

    “Kami mampu mendidik sarjana dengan kualitas baik, tetapi ketika lulus tidak selalu mudah terserap di bidang keahliannya. Ini karena ekosistem industri nasional belum berkembang optimal. Jika industri tumbuh, ekosistem pendidikan dan ketenagakerjaan akan bergerak bersama,” katanya.

    Ia menambahkan, Danantara diharapkan menjadi pemutus mata rantai persoalan struktural yang selama ini menghambat kemandirian industri nasional.

    “Danantara harus hadir sebagai solusi untuk memperkuat fondasi industri dalam negeri,” ujarnya.

    Diketahui, Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan perguruan tinggi untuk membahas isu strategis, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik global.

    Widodo berharap forum yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya ini mampu menghasilkan pandangan komprehensif sekaligus rekomendasi kebijakan (policy brief) bagi pemerintah dan dunia usaha dalam merespons tantangan global.

    Selama sesi diskusi, para panelis mengulas berbagai isu krusial, seperti ketahanan ekonomi nasional, transformasi energi, penguatan manajemen kebencanaan, serta peran institusi publik dalam mewujudkan pemerintahan yang adaptif.

    Mengingat Indonesia merupakan negara rawan bencana, forum ini juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor, baik publik maupun bisnis, guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respons terhadap potensi bencana.

    Diskusi berlangsung intens tetapi komunikatif, memberikan gambaran jelas mengenai tantangan dan peluang Indonesia pada 2026. Melalui forum ini, Universitas Brawijaya menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha.

    Dies Natalis ke-63 UB menjadi momentum refleksi untuk terus menghadirkan kontribusi nyata melalui riset, inovasi, dan dialog kebijakan yang konstruktif. Perayaan ini sekaligus menegaskan komitmen UB dalam membangun Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.

  • Aturan ETF Emas Ditargetkan Berlaku Semester I 2026

    Aturan ETF Emas Ditargetkan Berlaku Semester I 2026

    Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan produk exchange traded fund (ETF) emas dapat mulai diimplementasikan pada semester I 2026. Target tersebut sejalan dengan proses finalisasi regulasi yang saat ini tengah disiapkan oleh OJK.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menyampaikan rancangan peraturan OJK (POJK) terkait ETF emas telah memasuki tahap finalisasi di internal OJK. Tahap berikutnya adalah proses harmonisasi di Kementerian Hukum sebelum aturan tersebut ditetapkan dan diundangkan.

    “OJK tetap menargetkan agar POJK ETF Emas dapat ditetapkan. Apabila terdapat penyesuaian waktu dalam proses harmonisasi dan pengundangan, produk ini diperkirakan dapat mulai diimplementasikan pada semester I 2026 setelah regulasi diterbitkan,” ujar Inarno dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (14/12/2025).

    Menurut Inarno, POJK ETF Emas disusun secara komprehensif untuk mengatur seluruh ekosistem produk. Regulasi ini mencakup aspek perizinan, penerbitan, dan pengelolaan ETF, hingga ketersediaan emas fisik, mekanisme penyimpanan, serta peran sponsor dan dealer partisipan guna mendukung likuiditas pasar.

    Ia juga menjelaskan, hingga saat ini belum terdapat ketentuan mengenai insentif khusus dalam POJK ETF Emas. Meski demikian, OJK berharap kehadiran produk ETF emas dapat memperluas pilihan instrumen investasi berbasis komoditas yang transparan, terstandar, dan aman bagi investor.

    Sejalan dengan pengembangan ETF emas, OJK terus mendorong pertumbuhan reksa dana dan ETF berbasis indeks melalui penguatan peran pelaku industri, peningkatan literasi investor, serta upaya memperdalam pasar dan meningkatkan likuiditas.

    Inarno menambahkan, instrumen investasi berbasis indeks, seperti reksa dana indeks dan ETF, masih memiliki prospek yang baik sebagai sarana diversifikasi investasi jangka menengah dan panjang.

    “Namun, prospek tersebut tetap bergantung pada konsistensi kinerja indeks acuan serta tingkat kepercayaan investor,” pungkasnya.

  • Ramalan Terbaru Harga Emas Antam Akhir 2025

    Ramalan Terbaru Harga Emas Antam Akhir 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas Antam diproyeksikan akan terus menguat hingga akhir 2025 mengikuti pergerakan harga emas dunia. 

    Pada pekan lalu periode  8-13 Desember 2025, harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp 53.000 per gram dari posisi Rp 2,409 juta per gram pada awal pekan menjadi Rp 2,462 juta per gram pada akhir pekan. 

    Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan, kemungkinan besar harga emas dunia akan mencetak rekor tertinggi pada perdagangan akhir tahun, begitu juga dengan harga logam mulia atau emas Antam.

    “Kemungkinan besar sampai akhir tahun ini (harga logam mulia) akan menuju level Rp 2,700 juta per gram, dan untuk emas dunia US$ 4.440 per troi ons,” kata Ibrahim dalam analisisnya, Minggu (14/12/2025). 

    Pada pekan depan atau Senin (15/12/2025), apabila harga emas dunia mengalami penurunan, kemungkinan level support pertamanya berada di US$ 4.255 per troi ons. Sedangkan logam mulia atau emas Antam akan bergerak ke kisaran Rp 2,452 juta per gram.

    “Untuk support kedua, kalau seandainya turun, harga emas dunia berada pada level US$ 4.219 per troi ons, sementara logam mulia kemungkinan Rp 2,390 juta per gram,” kata Ibrahim.

    Sebaliknya, apabila harga emas dunia mengalami kenaikan, level resistance pertama kemungkinan US$ 4.329 per troi ons pada Senin, sementara emas Antam akan bergerak ke level Rp 2,477 juta per gram. 

    “Dalam satu minggu, kemungkinan besar harga emas dunia (ditutup) US$ 4.380 per tro ons. Sedangkan untuk logam mulianya Rp 2,590 juta per gram,” kata Ibrahim. 

  • Prediksi Harga Emas Antam Senin 15 Desember 2025, Makin Tinggi?

    Prediksi Harga Emas Antam Senin 15 Desember 2025, Makin Tinggi?

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas batangan Antam menguat selama perdagangan sepekan periode 8-13 Desember 2025. Pada pekan ini, harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp 53.000 per gram dari posisi Rp 2,409 juta per gram pada awal pekan menjadi Rp 2,462 juta per gram pada akhir pekan. Bagaimana dengan prediksi awal pekan depan?

    Pergerakan harga logam mulia atau Emas Antam sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia. Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan, apabila harga emas dunia mengalami penurunan pada Senin (15/12/2025), kemungkinan level support pertamanya berada di US$ 4.255 per troi ons. Sedangkan logam mulia atau emas Antam akan bergerak ke kisaran Rp 2,452 juta per gram.

    “Untuk support kedua, kalau seandainya turun, harga emas dunia berada pada level US$ 4.219 per troi ons, sementara logam mulia kemungkinan Rp 2,390 juta per gram,” kata Ibrahim dalam analisisnya, Minggu (14/12/2025).

    Sebaliknya, apabila harga emas dunia mengalami kenaikan, level resistance pertama kemungkinan US$ 4.329 per troi ons pada Senin, sementara emas Antam akan bergerak ke level Rp 2,477 juta per gram. 

    “Dalam satu minggu, kemungkinan besar harga emas dunia (ditutup) US$ 4.380 per tro ons. Sedangkan untuk logam mulianya Rp 2,590 juta per gram,” kata Ibrahim. 

  • Rasis Tak Bisa Dianggap Remeh

    Rasis Tak Bisa Dianggap Remeh

    Jakarta, Beritasatu.com – Musisi sekaligus figur publik DJ Winky Wiryawan angkat bicara terkati viralnya video di media sosial yang diduga berisi ujaran penghinaan terhadap Suku Sunda. Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah mengetahui adanya konten yang dinilai merendahkan identitas kesukuan.

    Dalam pernyataan di Instagram pribadinya, DJ Winky mengaku baru mengetahui kabar tersebut dan merasa heran mengapa Suku Sunda menjadi sasaran ujaran bernada negatif.

    “Selamat malam, hapunten sadayana. Jadi abdi teh baru denger berita, katinggaleun pisan euy. Jadi ceritanya ada yang menghina suku saya, abdi teh urang Sunda. Resbob, siapa sih?” ujar DJ Winky dikutip pada Minggu (14/12/2025).

    Ia mempertanyakan alasan di balik pernyataan tersebut dan menilai tindakan itu tidak memiliki dasar yang jelas.

    “Ada masalah naon suku saya ujug-ujug dihina?  Nyari sensasi?  Saya bingung sama influencer zaman sekarang, sok-sok hal distraktif, tetapi tong nantang,” lanjutnya.

    DJ Winky juga menegaskan bahwa meskipun ada permintaan maaf, persoalan ujaran rasis tidak bisa dianggap remeh, terlebih jika telah menyentuh harga diri masyarakat Sunda.

    “Meskipun sudah minta maaf tetapi ieu rasis teh, coba cek ka warga Jawa Barat. Barudak Sunda geus ngambek oge. Kumaha atuh, kade sumpah,” katanya.

    Ia pun meminta agar pesan tersebut disampaikan kepada pihak yang bersangkutan.

    “Sok sampaikan ke orangnya,” ujar DJ Winky.

    Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan YouTuber atau streamer bernama Resbob beredar luas di media sosial dan menuai kecaman.

    Pada rekaman tersebut, Resbob awalnya menyinggung sejumlah kelompok suporter sepak bola, termasuk Viking, pendukung Persib Bandung yang berasal dari Jawa Barat.

    Dalam siaran langsung yang dilakukan dari dalam mobil, Resbob melontarkan kata-kata kasar yang bersifat provokatif.

    “Viking an***, Viking an***. Bonek Viking sama saja, tetapi yang an*** hanya Viking,” ujarnya dalam video yang beredar di media sosial pada Minggu (14/12/2025).

    Setelah itu, Resbob juga mengeluarkan pernyataan yang dinilai menghina Suku Sunda secara umum.

    “Pokoknya orang Sunda an***, orang Sunda an***,” katanya.

    Video tersebut memicu reaksi keras dari warganet dan tokoh publik, khususnya dari tanah Sunda. 

  • Banjir Sentimen Positif Akhir 2025, Airlangga: Spillover hingga 2026

    Banjir Sentimen Positif Akhir 2025, Airlangga: Spillover hingga 2026

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai sentimen positif perekonomian nasional pada akhir 2025 berpotensi berlanjut hingga tahun depan.

    Optimisme tersebut didorong oleh solidnya pasar modal, stabilitas indikator ekonomi, serta berbagai agenda kebijakan dan kesepakatan dagang yang mulai memasuki tahap final.

    Airlangga mencatat, sepanjang 2025 ada sebanyak 24 emiten yang melakukan IPO di bursa dengan dana yang terkumpul mencapai Rp 15,2 triliun. Selain itu, pada Desember sendiri terdapat 13 perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO, termasuk tujuh perusahaan berskala besar.

    “Sepertinya ada spillover ke Januari. Kalau Januari positif, Januari efek akan membawa kita untuk ekonomi yang lebih baik pada 2026. Dengan demikian yang di-manage adalah upside risk lebih tinggi daripada downside risk,” kata Airlangga di perayaan HUT AEI ke-37 di gedung BEI, Jakarta, Jumat (12/12/2025).

    Menurut Airlangga, kondisi ekonomi Indonesia relatif stabil di tengah dinamika global maupun tekanan domestik yang terjadi sepanjang 2025. Hal itu tecermin dari sejumlah indikator ekonomi utama yang masih berada di zona positif.

    “Indeks konsumen masih di atas 100, bahkan pada November naik di 124. Penjualan retail year on year (yoy) masih lebih tinggi 5,9%. PMI manufaktur juga naik di 53,3%, inflasi terjaga di 2,72%, kredit tumbuh 7,36% dan kredit investasi secara yoy naik 15,72%, kredit konsumsi 7%, kredit modal kerja yang relatif rendah di 2,39%. Nah, belanja masyarakat tadi sudah tinggi dan IHSG hijau. The number talks by itself,” jelasnya.

    Data tersebut menunjukkan konsumsi rumah tangga yang masih positif, stabilitas harga yang tetap terjaga, hingga investasi yang terus meningkat.

    Sejumlah Kesepakatan Dagang Mulai Efektif

    Masih dalam pembahasan target pertumbuhan ekonomi, sejumlah kesepakatan juga sudah mengantre pada tahap finalisasi dan ratifikasi. Pemerintah menargetkan penyelesaian perjanjian tarif perdagangan dengan AS pada akhir 2025, sementara perjanjian Indonesia-Uni Eropa (EU-CEPA) diharapkan berlaku efektif pada 2027.

    Selain itu, Indonesia juga tengah melanjutkan proses aksesi ke Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Menurutnya, proses perjanjian dengan OECD juga akan berlangsung dengan cepat.

    “Kemarin juga datang tim OECD dipimpin oleh deputy secretary general dan evaluasinya Indonesia progress-nya visible, artinya kelihatan dan antusiasmenya tinggi. Berbagai negara berharap Indonesia bisa bergabung dengan OECD pada 2027,” kata Airlangga.

    Kemudian, Kesepakatan Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU) bersama negara-negara former Soviet juga sudah pada tahap penandatanganan. Seluruhnya diharapkan dapat memperluas pasar dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sesuai dengan target yang ditetapkan.

    Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Jelang Nataru

    Pemerintah turut menyiapkan berbagai paket stimulus ekonomi untuk menjaga momentum konsumsi masyarakat menjelang hari-hari besar. Dimulai dari 22 Desember 2025-10 Januari 2026, telah disiapkan diskon transportasi, program Every Purchase Is Cheap (EPIC) berupa diskon di pasar modern dengan target Rp 56 triliun, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) setiap tanggal 12 Desember dengan target Rp 34 triliun, serta program Belanja di Indonesia Aja (Bina) dengan target Rp 30 triliun.

    “Jadi total perencanaan Rp 120 triliun, tetapi kalau kita bisa capai di atas Rp 100 triliun atau Rp 110 triliun, itu sudah luar biasa,” pungkas Airlangga.