Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Dicopot dari Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra Ucapkan Kata-kata Perpisahan

    Dicopot dari Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra Ucapkan Kata-kata Perpisahan

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan perombakan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra dicopot dari jabatannya sebagai direktur utama (dirut) Garuda Indonesia berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (15/11/2024).

    Dalam pernyataan resminya kepada awak media melalui WhatsApp, Irfan mengaku menerima dengan sikap profesional keputusan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan.

    “Dengan tulus saya berterima kasih atas dukungan rekan-rekan selama ini, untuk kerelaan menerima informasi dari saya, juga untuk pertanyaan-pertanyaan kritis yang kadang ‘mengerikan’, tetapi membuat saya makin mawas diri,” tulis Irfan.

    Irfan juga memohon maaf untuk semua kesalahan selama menjabat sebagai dirut Garuda Indonesia.

    Irfan Setiaputra yang lahir pada 24 Oktober 1964 diangkat sebagai direktur utama Garuda Indonesia pada 22 Januari 2020 menggantikan Ari Askhara.

  • Amankan Masa Depan dengan Investasi Reksa Dana dan Tabungan Emas di BRImo

    Amankan Masa Depan dengan Investasi Reksa Dana dan Tabungan Emas di BRImo

    Jakarta, Beritasatu.com – Perencanaan finansial yang matang sangat penting agar keuangan Anda tetap aman dan kebutuhan bisa terpenuhi. Tanpa perencanaan tersebut, penghasilan yang dimiliki akan terasa cepat habis dan sewaktu-waktu berisiko mengganggu keuangan Anda saat kondisi darurat. 

    Selain menabung, ada banyak instrumen investasi yang bisa Anda manfaatkan untuk persiapan masa depan. Sesuai namanya, investasi membuat keuanganmu tumbuh seiring dengan laba yang dihasilkannya. Berikut adalah jenis investasi yang dapat dijadikan sebagai instrumen untuk mencapai tujuan finansial Anda di masa depan. 

    1. Reksa dana 

    Salah satu jenis investasi yang populer digunakan adalah reksa dana. Instrumen ini merupakan wadah untuk menghimpun dana masyarakat pemodal yang dikelola dan diinvestasikan oleh manajer investasi dalam portofolio surat berharga, efek atau saham. Terdapat beberapa jenis reksa dana dengan keunggulan dan potensi risikonya. 

    Pertama, reksa dana pasar uang adalah investasi berupa pengelolaan portofolio pada obligasi kurang dari 1 tahun dan deposito. Tipe ini cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek atau sebagai simpanan dana darurat karena tingkat risikonya rendah dan dapat dicairkan secara fleksibel atau setiap saat.  

    Kedua, reksa dana pendapatan tetap, yaitu jenis investasi pada surat utang pemerintah dan korporasi. Reksa dana ini memiliki potensi pendapatan secara reguler karena dikelola manajer investasi yang profesional. Instrumen ini bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin mendapatkan passive income secara berkelanjutan dan risiko yang terukur. 

    Ketiga, reksa dana campuran adalah investasi yang mengoptimalkan alokasi portofolio ke saham, obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan pasar uang. Manajer Investasi secara berkala menyeimbangkan alokasi portofolio antara saham dan obligasi agar tetap selaras dengan tujuan investasi. 

    Investasi ini bisa menjadi alternatif tepat bagi Anda yang ingin menabung untuk masa pensiun, dana pendidikan, atau tujuan keuangan jangka menengah hingga jangka panjang. 

    Keempat, reksa dana saham, yakni investasi dengan porsi portfolio lebih besar dialokasikan pada ekuitas atau saham. Banyak perusahaan membayar dividen sehingga memberikan sumber pendapatan tambahan selain pertumbuhan modal (capital gain). 

    Pengelolaan portofolio reksa dana juga lebih mudah dibandingkan mengelola saham secara individual. Oleh karena itu, investasi ini bisa menjadi pilihan tepat untuk yang ingin berinvestasi jangka panjang minimal lima tahun ataupun yang memiliki risk appetite yang tinggi. 

    2. Tabungan emas 

    Instrumen investasi lain yang bisa Anda manfaatkan adalah tabungan emas. Terlebih lagi di era digital saat ini, menabung emas semakin lebih mudah dan terjangkau. Salah satunya adalah Tabungan Emas di BRImo. 

    Melalui BRImo, pembelian emas bisa dimulai dari 0,01 gram dan dilakukan secara auto-debit. Transaksi pembelian dan penjualan emas ini bisa dilakukan langsung secara real time online dengan Pegadaian. 

    Harga jual dan beli emas dan informasi saldo yang tertera di BRImo sesuai dengan data Pegadaian. Selain itu, fisik emas yang Anda beli juga sangat terjamin aman di Pegadaian dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  

    Cara mendaftar Tabungan Emas di BRImo sangat mudah. Hanya butuh beberapa langkah sebagai berikut.

    1. Login ke BRImo  
    2. Pilih menu “Investasi” dan klik “Emas” 
    3. Langkah selanjutnya, klik “Mulai” dan pilih “Buka Tabungan” 
    4. Isi data diri, alamat, dan pekerjaan Anda lalu verifikasi data dengan klik “Data Sudah Sesuai” 
    5. Pilih nominal tabungan dan klik “Konfirmasi” 
    6. Baca dan klik “Setuju” pada Syarat dan Ketentuan 
    7. Masukkan PIN BRImo, maka Anda sudah resmi punya Tabungan emas 

    Setelah punya tabungan, Anda bisa membeli emas di BRImo dengan mudah. Berikut adalah cara pembelian emas di BRImo.

    1. Login ke BRImo 
    2. Pilih menu “Investasi” 
    3. Pilih “Emas” kemudian klik “Beli Emas” 
    4. Masukkan nominal pembelian dalam Rupiah atau Gram 
    5. Setelah muncul grafik harga beli, klik “Konfirmasi” 
    6. Masukkan PIN BRImo dan transaksi pembelian Emas sudah berhasil 

    Yuk, buka segera tabungan emas di BRI dan download BRImo di Google Play Store, App Store atau Huawei AppGallery untuk merasakan mudahnya bertransaksi secara real time online melalui genggaman karena #BRImoMudahSerbaBisa! 

    Dengan berbagai produk dan layanan unggulan ini, BRI Prioritas siap membantu Anda mencapai tujuan finansial dengan lebih efektif melalui layanan financial advisor yang difasilitasi oleh Priority Relationship Manager yang profesional, berpengalaman, dan tersertifikasi. Jadi, jangan biarkan kecemasan mengganggu ketenangan masa depan Anda! 

  • Menkes dan Menkeu Segera Bahas Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

    Menkes dan Menkeu Segera Bahas Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah mempertimbangkan opsi kenaikan iuran BPJS Kesehatan guna mengatasi defisit yang mengancam kelancaran layanan. Sejak 2023, BPJS mengalami ketimpangan antara biaya pengeluaran dan pemasukan iuran peserta.

    Budi mengungkapkan, keputusan mengenai iuran akan dibahas bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti.

    “Saya sudah ngobrol sama Ibu Sri Mulyani, nanti kita panggil Pak Ghufron. Karena sebenarnya kita sudah melakukan simulasi itu sejak 2022, pada saat kita naikkan tarif rumah sakit. Angka itu sudah ada,” jelas Budi kepada awak media saat ditemui di RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (15/11/2024).

    Budi menambahkan, pemerintah berupaya memastikan anggaran BPJS Kesehatan tetap cukup dengan berbagai strategi, termasuk meminta BPJS memonitor rumah sakit yang melakukan over-claim dan transaksi palsu.

    “Ada juga yang rumah sakit-rumah sakit ternyata over-claim atau melakukan fraudulent transaction. Kita juga minta BPJS tolong lebih teliti lagi dengan melihat pembayaran-pembayaran itu sudah dilakukan benar apa enggak,” katanya.

    Menurut Budi, kenaikan iuran ini telah melalui pertimbangan matang sejak lama, dengan berbagai aspek yang sudah dihitung dan dipelajari. Ia juga menyebut akan ada penambahan beberapa fasilitas, seperti laboratorium, fasilitas kemoterapi, dan lainnya.

    “Hal itu pasti akan menaikkan cost-nya BPJS dan semua itu ada perhitungannya. Sekarang tinggal kita lihat apakah angka perencanaan kita dan realisasinya itu dekat atau enggak. Kalau misalnya ada selisih jauh, itu seperti apa,” ucap Budi.

    Sebelumnya, Budi juga membantah terkait  rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang disebut-sebut sebagai langkah untuk menutup defisit senilai Rp 20 triliun.

    Budi menjelaskan, defisit tersebut adalah defisit berjalan, yang muncul dari selisih penerimaan iuran dan pengeluaran saat ini.

    “Jadi itu mungkin defisit berjalan sekarang dari iuran yang masuk dan keluar,” ujarnya.

    Ia menegaskan, BPJS Kesehatan masih memiliki cadangan kas di atas Rp 50 triliun, sehingga kenaikan iuran BPJS bukan untuk menambal defisit.

  • Menperin: Industri Menderita karena Masuknya Barang Ilegal dan Produk Legal Murah

    Menperin: Industri Menderita karena Masuknya Barang Ilegal dan Produk Legal Murah

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, ada dua hal yang menyebabkan industri dalam negeri terpukul, yaitu masuknya barang-barang ilegal, serta produk murah yang masuk secara legal.

    Kondisi tersebut terjadi karena adanya sejumlah regulasi yang memungkinkan barang impor masuk dengan mudah ke pasar Indonesia.

    “Industri menderita karena barang ilegal dan barang impor legal yang murah masuk pasar domestik,” kata Agus Gumiwang, dikutip dari Antara, Jumat (15/11/2024).

    Karenanya, Agus Gumiwang menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dalam tindakan terhadap penyelundupan produk impor ilegal untuk mengurangi dampaknya di pasar domestik.

    Menurutnya, pengawasan dan tindakan terhadap penyelundupan serta barang ilegal perlu dilakukan tidak hanya di pelabuhan besar, tetapi juga di jalur penyelundupan kecil.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan mengungkapkan, nilai transaksi penyelundupan di Indonesia dalam 4 tahun terakhir mencapai kurang lebih Rp 216 triliun.

    Budi Gunawan menyampaikan, maraknya barang selundupan ini membuat produk-produk lokal sulit bersaing.

    “Industri dalam negeri tengah mengalami tekanan luar biasa karena harus bersaing dengan produk-produk negara lain, terutama produk-produk selundupan,” ungkap Budi.

  • Gapai Kebebasan Finansial di Masa Depan Lewat Investasi dan Trading Saham di BRIGHTS

    Gapai Kebebasan Finansial di Masa Depan Lewat Investasi dan Trading Saham di BRIGHTS

    Jakarta, Beritasatu.com – Investasi menjadi langkah penting untuk dilakukan seseorang sedini mungkin guna menjaga kondisi keuangan di masa mendatang. Dengan berinvestasi, seseorang bisa mewujudkan tujuan di masa depan, melindungi kekayaan dari inflasi, hingga mencapai kebebasan finansial.

    Memang, setiap orang memiliki tujuan keuangan yang berbeda. Perbedaan tujuan keuangan inilah yang membedakan instrumen atau produk investasi yang butuhkan dalam berinvestasi bagi setiap orang.

    Melihat hal tersebut, penting bagi sebagian orang untuk mempertimbangkan toleransi terhadap risiko untuk dapat memilih instrumen investasi yang cocok atau dalam kata lain mengenal profil risikonya.

    Dari beragam instrumen investasi yang ada, saham kini semakin digandrungi oleh para investor dengan profil risiko agresif yang mengejar peningkatan nilai investasi tinggi. Selain itu, terdapat alasan lain mengapa seseorang memilih saham sebagai instrumen investasi yang tepat.

    8 Kelebihan Saham Sebagai Instrumen Investasi

    Terdapat berbagai keuntungan dalam pemilihan saham sebagai instrumen investasi, apa saja?

    Potensi Imbal Hasil Tinggi

    Saham memiliki potensi untuk memberikan imbal hasil yang tinggi dalam jangka panjang. Keuntungan ini berasal dari kenaikan harga saham dan dividen yang dibayarkan oleh perusahaan.

    Likuiditas

    Saham umumnya dapat dibeli dan dijual dengan relatif mudah di pasar saham. Ini memberikan fleksibilitas dan aksesibilitas yang baik bagi investor yang mungkin membutuhkan dana dalam waktu singkat.

    Kepemilikan Perusahaan

    Membeli saham berarti memiliki sebagian kecil dari perusahaan. Ini bisa memberikan kepuasan tersendiri serta hak suara dalam rapat pemegang saham, tergantung pada jenis saham yang dimiliki.

    Dividen

    Banyak perusahaan membayar dividen sebagai bentuk distribusi laba kepada pemegang saham. Dividen ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi investor.

    Diversifikasi Portofolio

    Saham memungkinkan investor untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi dengan berbagai sektor dan industri, yang dapat mengurangi risiko keseluruhan.

    Pertumbuhan Modal

    Seiring waktu, harga saham bisa meningkat secara signifikan jika perusahaan berkembang dan menghasilkan laba yang baik. Ini dapat menghasilkan keuntungan modal yang besar bagi investor.

    Akses ke Informasi dan Analisis

    Pasar saham menyediakan banyak informasi dan analisis tentang perusahaan dan industri, memungkinkan investor untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi.

    Inovasi dan Pertumbuhan Ekonomi

    Investasi saham sering kali berarti mendukung perusahaan yang sedang berinovasi dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, yang bisa berkontribusi pada keuntungan investasi.

    Nah, itulah 8 kelebihan saham sebagai instrumen investasi yang tepat dipilih. Akan tetapi, untuk membeli saham membutuhkan ilmu tersendiri karena memiliki risiko yang tinggi.

    Salah satu solusi jitu agar investasi dan trading saham adalah dengan memaksimalkan layanan BRI Prioritas, BRIGHTS. BRIGHTS bisa menjadi solusi utama untuk trading dan investasi pasar modal yang menawarkan berbagai fitur canggih untuk mempermudah pengelolaan saham.

    Bagi kamu yang baru memulai investasi saham, Fitur EASY dari BRIGHTS pun menawarkan solusi sederhana dan ramah untuk pemula. Fitur ini juga dirancang untuk membuat investasi saham lebih mudah diakses dan dipahami, terutama bagi mereka yang baru terjun ke dunia pasar modal.

    Dengan menggunakan fitur ini, kamu pun dapat menabung saham secara rutin tanpa harus melakukan transaksi manual setiap saat. Hal itu adalah cara yang sangat efisien untuk membangun portofolio saham secara bertahap dan konsisten.

    So, jika ingin menggapai kebebasan finansial di masa depan lewat investasi dan trading saham, kamu bisa memilih layanan BRIGHTS sekarang juga, ya!

  • Kenaikan PPN 12 Persen Akan Ancam Pertumbuhan Ekonomi

    Kenaikan PPN 12 Persen Akan Ancam Pertumbuhan Ekonomi

    Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom dan Head of Research Group Celios Bhima Yudhistira mengatakan, pemerintah harus memikirkan kembali rencana kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12% karena dapat mengancam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini karena sebagian pertumbuhan ekonomi Tanah Air disumbang dari konsumsi rumah tangga.

    “Pemerintah harus memikirkan kembali rencana kenaikan tarif PPN 12% karena akan mengancam pertumbuhan ekonomi yang disumbang dari konsumsi rumah tangga. Jelas kenaikan tarif PPN bukan solusi menaikkan pendapatan negara,” ucap Bhima kepada Beritasatu.com, Jumat (15/11/2024).

    Ia melanjutkan, jika konsumsi melambat, maka pendapatan negara dari berbagai pajak, termasuk PPN akan berdampak. Ia pun memberikan saran untuk rencana penyesuaian tarif PPN dibatalkan.

    “Kalau bisa dibatalkan, karena menaikkan tarif pajak itu sama saja dengan berburu di kebun binatang alias cara paling tidak kreatif,” ucap Bhima.

    Selain masyarakat, kenaikan PPN ini juga akan berimbas kepada masyarakat, khususnya para pengusaha. Menurut Bhima, kenaikan PPN 12% ini dapat menghambat produktivitas dunia usaha.

    “Imbas lain tentu ke pelaku usaha karena penyesuaian harga akibat naiknya tarif PPN dan kana berimbas ke omzet. Pada akhirnya, akan ada penyesuaian kapasitas produksi hingga jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan menurun. Khawatir tarif PPN naik, bisa jadi PHK di berbagai sektor,” tambah Bhima.

    Ia pun menyarankan agar pemerintah bisa mempertimbangkan pajak kekayaan (wealth tax) yang berpotensi menghasilkan Rp 86 triliun per tahun.

    Kemudian, pajak keuntungan komoditas tak terduga (windfall profit tax) dan penerapan pajak karbon juga bisa menjadi opsi dibandingkan kebijakan PPN 12%.

    “Untuk mendorong rasio pajak, lebih baik memperluas objek pajak, bukan mengutak-atik tarif,” ucap Bhima.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa rencana kenaikan PPN menjadi 12% pada 1 Januari 2025 akan tetap dilaksanakan sesuai mandat Undang-Undang. Ia menegaskan, pihaknya akan berhati-hati dan memastikan penjelasan yang baik kepada masyarakat.

    “UU sudah ada. Kami perlu mempersiapkan agar kebijakan PPN 12% dapat diterapkan dengan baik,” pungkasnya.

  • Datang ke Indonesia, Orang Terkaya di Dunia Makan Gultik di Pinggir Jalan

    Datang ke Indonesia, Orang Terkaya di Dunia Makan Gultik di Pinggir Jalan

    Jakarta, Beritasatu.com – Pendiri sekaligus CEO Nvidia Jensen Huang tengah berada di Indonesia untuk menghadiri acara Indonesia AI Day 2024 yang digelar di Jakarta pada Kamis (14/11/2024). Dalam kunjungannya itu, salah satu orang terkaya di dunia tersebut juga menyempatkan diri mencoba jajanan kaki lima khas Indonesia, yakni gulai tikungan (gultik).

    Hal tersebut diketahui dari postingan President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Vikram Sinha di Instagram, Jumat (15/11/2024). Terlihat Jensen Huang sudah selesai menyantap gultik dan asyik berdiskusi dengan Vikram dan Najwa Shihab.

    “Menikmati cita rasa makanan kaki lima Indonesia, Gultik, sambil berdiskusi tentang masa depan teknologi AI di Indonesia bersama Jensen Huang @nvidia dan @najwashihab. Percakapan tersebut membuat saya terinspirasi oleh potensi AI untuk membuka peluang tak terbatas bagi masa depan negara ini,” tulis Vikram.

  • Perluasan Objek Pajak Lebih Efektif Dongkrang Pendapatan Negara daripada Menaikkan PPN 12 Persen

    Perluasan Objek Pajak Lebih Efektif Dongkrang Pendapatan Negara daripada Menaikkan PPN 12 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, perluasan objek pajak lebih efektif untuk meningkatkan pendapatan negara daripada menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12%.

    Ia menilai, pemerintah bisa mempertimbangkan pajak kekayaan (wealth tax) yang berpotensi menghasilkan Rp 86 triliun per tahun. Kemudian, pajak keuntungan komoditas tak terduga (windfall profit tax) dan penerapan pajak karbon juga bisa menjadi opsi dibandingkan kebijakan PPN 12 persen.

    “Untuk mendorong rasio pajak, lebih baik memperluas objek pajak, bukan mengutak-atik tarif,” papar Bhima kepada Beritasatu.com, Jumat (15/11/2024).

    Bhima berpendapat bahwa kenaikan tarif PPN di tengah kondisi ekonomi saat ini bukan solusi optimal untuk meningkatkan pendapatan negara.

    Jika tarif PPN naik menjadi 12 persen, hal ini berarti terjadi kenaikan total sebesar 20% dalam empat tahun terakhir, yakni dari 10 persen ke 11 persen lalu ke 12 persen, yang lebih tinggi dari rata-rata kenaikan inflasi tahunan.

    Kenaikan PPN sebesar 12 persen juga dapat berdampak langsung pada inflasi dan menyebabkan kenaikan harga barang, yang dapat mengurangi daya beli masyarakat, terutama bagi kelas menengah yang sudah menghadapi berbagai tekanan, seperti naiknya harga pangan dan sulitnya lapangan kerja.

    Selain itu, Bhima memperingatkan bahwa kebijakan ini berpotensi menurunkan penjualan produk sekunder, seperti elektronik, kendaraan bermotor, dan kosmetik, karena kelompok konsumen utama dari produk ini adalah kelas menengah.

    Dampaknya juga bisa terasa pada pelaku usaha, yang mungkin harus menyesuaikan harga, yang pada akhirnya memengaruhi omzet dan kapasitas produksi, hingga mengurangi kebutuhan tenaga kerja, yang dapat berujung pada risiko PHK di berbagai sektor.

    “Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali rencana kenaikan tarif PPN menjadi 12 persen karena bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang didukung konsumsi rumah tangga,” ungkap Bhima.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa rencana kenaikan PPN menjadi 12% pada 1 Januari 2025 akan tetap dilaksanakan sesuai mandat Undang-Undang.

    Kesehatan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) menjadi pertimbangan utama dalam hal ini, agar APBN dapat tetap responsif terhadap krisis.

    Namun, Sri Mulyani menegaskan, pihaknya akan berhati-hati dan memastikan penjelasan yang baik kepada masyarakat.

    “UU sudah ada. Kami perlu mempersiapkan agar kebijakan PPN 12 persen dapat diterapkan dengan baik,” pungkasnya.

  • Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Dinilai Kurang Sensitif pada UMKM

    Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Dinilai Kurang Sensitif pada UMKM

    Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu) Ghufron Mustaqim menilai kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen mulai 2025 kurang sensitif terhadap situasi yang dihadapi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini.

    Ghufron menjelaskan, banyak perusahaan dan UMKM yang masih berjuang bertahan di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Sebagian bahkan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau bangkrut.

    “Kenaikan PPN menjadi 12% tidak sensitif terhadap dinamika dunia usaha dan justru kontraproduktif dengan upaya pemerintah membuka lapangan pekerjaan,” ujar Ghufron Mustaqim, Jumat (15/11/2024).

    Menurutnya, tarif PPN yang lebih rendah dapat mempercepat perputaran transaksi penjualan dan menjadikan harga produk lebih bersaing, sehingga berpotensi membuka lebih banyak peluang kerja.

    Menurutnya, kebijakan ini akan membuat tarif PPN Indonesia menjadi yang tertinggi di ASEAN. Sebagai perbandingan, PPN di Malaysia hanya 6 persen, sedangkan Singapura dan Thailand menetapkan tarif 7 persen. Peningkatan pajak ini akan menambah beban pelaku usaha, termasuk di sektor UMKM.

    “Di negara lain seperti Vietnam, Kamboja, dan Laos, tarif PPN berada di angka 10%. Sebaiknya, tarif PPN di Indonesia kembali diturunkan ke 10 persen, dan secara bertahap dikurangi hingga 6-7 persen untuk meningkatkan konsumsi masyarakat,” ujar Wakil Ketua Lembaga Pengembang UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

  • Menkes Budi Gunadi Bantah Rencana Kenaikan Iuran BPJS untuk Tambal Defisit Rp 20 Triliun

    Menkes Budi Gunadi Bantah Rencana Kenaikan Iuran BPJS untuk Tambal Defisit Rp 20 Triliun

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menepis kabar mengenai rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang disebut-sebut sebagai langkah untuk menutup defisit senilai Rp 20 triliun.

    Budi menjelaskan bahwa defisit BPJS Kesehatan tersebut adalah defisit berjalan, yang muncul dari selisih penerimaan iuran dan pengeluaran saat ini.

    “Jadi itu mungkin defisit berjalan sekarang dari iuran yang masuk dan keluar,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat pada Jumat (15/11/2024).

    Ia menegaskan, BPJS Kesehatan masih memiliki cadangan kas di atas Rp 50 triliun, sehingga kenaikan iuran BPJS bukan untuk menambal defisit.

    “Kita mesti hati-hati ngomong defisit Rp 20 triliun karena BPJS masih punya cash puluhan triliun juga,” lanjut Budi.

    “BPJS Kesehatan masih punya cadangan cash dan saya rasa di atas Rp 50 triliun. Jadi hati-hati, itu bukan BPJS defisit atau minus Rp 20 triliun, tetapi apa yang  diterima tahun ini dan yang dikeluarkan kurang,” tambahnya.

    Terpisah, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan, potensi defisit tahun ini disebabkan oleh peningkatan utilisasi pelayanan kesehatan.

    Menurut Ghufron, peningkatan ini sangat signifikan, dari rata-rata 252.000 kunjungan per hari pada beberapa tahun lalu menjadi 1,7 juta per hari saat ini.

    “Yang bikin defisit tentu utilisasi. Utilisasi itu meningkat dari dahulu cuma 252.000 sehari, sekarang 1,7 juta sehari,” ucap Ghufron di kompleks DPR, Senayan pada Rabu (13/11/2024).

    Pernyataan Menkes Budi menegaskan bahwa kenaikan iuran BPJS Kesehatan bukan untuk menambal defisit Rp 20 triliun, lantaran lembaga asuransi kesehatan masyarakat itu masih memiliki cash lebih dari Rp 50 triliun.