Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Asosiasi Minta Pemerintah Bentuk Badan Khusus Urus Sektor Kelapa Sawit

    Asosiasi Minta Pemerintah Bentuk Badan Khusus Urus Sektor Kelapa Sawit

    Jakarta, Beritasatu.com – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengusulkan pembentukan badan khusus untuk mengelola sektor kelapa sawit secara lebih efektif. Badan ini diharapkan dapat meningkatkan tata kelola industri sawit sehingga mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

    Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyatakan, fokus pada satu badan khusus akan membantu mengatasi berbagai tantangan di sektor kelapa sawit.

    “Perlu dibuat badan khusus yang menangani sawit agar tata kelola industri ini lebih baik,” ungkap Ketua Umum GAPKI Eddy Martono dikutip dari Antara, Selasa (18/11/2024).

    Eddy menambahkan, peran Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit global, menyumbang sekitar 59% dari total produksi dunia pada 2023, dengan produksi mencapai 47,08 juta ton.

    Dari jumlah itu, sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan ekspor, sementara sisanya untuk kebutuhan dalam negeri, seperti pangan, biodiesel, dan industri oleokimia.

    Selain memberikan sumbangan signifikan terhadap pendapatan negara, sektor kelapa sawit juga menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 16 juta orang, termasuk petani kecil. Oleh karena itu, GAPKI menekankan perlunya pembenahan tata kelola industri untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan.

    Eddy juga menyoroti persoalan yang dihadapi di beberapa wilayah, seperti praktik yang tidak ramah lingkungan di Seruyan, Kalimantan Tengah.

    Permasalahan, seperti penanaman sawit di kawasan hutan, ketidakadilan pembangunan kebun plasma, dan konflik lahan akibat pengambilan tanah tanpa persetujuan warga menjadi perhatian khusus.

    “GAPKI terus berupaya mencari solusi untuk sektor kelapa sawit melalui koordinasi dengan pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut secara menyeluruh,” pungkas Eddy.

  • Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 3 Persen Imbas Konflik Rusia-Ukraina

    Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 3 Persen Imbas Konflik Rusia-Ukraina

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak mentah dunia naik lebih dari 3% pada perdagangan Senin (18/11/2024), karena laporan gangguan produksi di ladang minyak Johan Sverdrup, Norwegia. Selain itu, harga emas naik karena ketegangan konflik Rusia-Ukraina memanas setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

    Mengutip Reuters, Selasa (19/11/2024), harga minyak mentah Brent melesat US$ 2,26 atau 3,2% menjadi US$ 73,30 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di Amerika Serikat (AS) menguat US$ 2,14 atau 3,2% menjadi US$ 69,16 per barel.

    Gangguan produksi di ladang minyak Johan Sverdrup, salah satu ladang minyak terbesar di Eropa Barat, terjadi akibat pemadaman listrik. Saat ini, upaya pemulihan produksi sedang dilakukan, tetapi belum ada kepastian kapan operasi akan kembali normal.

    Analis UBS Giovanni Staunovo mengungkapkan, gangguan ini memicu kekhawatiran pasar terkait potensi pengetatan pasokan minyak mentah di kawasan laut utara.

    “Kemudian, ladang minyak Tengiz di Kazakhstan, yang dikelola oleh Chevron, juga mengalami penurunan produksi hingga 30% karena sedang dilakukan perbaikan,” ucapnya.

    Selain itu, harga minyak juga dipengaruhi oleh eskalasi konflik Rusia-Ukraina yang terus meningkat. Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah memberikan izin bagi Ukraina untuk menggunakan senjata buatan AS dalam menyerang wilayah Rusia, termasuk Kursk.

    Langkah ini menuai kecaman dari Kremlin, yang menyebutnya sebagai tindakan ceroboh dan memperingatkan risiko eskalasi konflik dengan NATO.

    Analis IG Markets Tony Sycamore menyoroti, ketegangan geopolitik ini berpotensi mendorong harga minyak naik lebih tinggi.

    “Jika Ukraina mulai menargetkan infrastruktur minyak Rusia, hal tersebut bisa berdampak signifikan pada pasokan energi global,” pungkasnya.

    Serangan itu juga akan berpengaruh ke harga minyak dunia yang akan terus naik.

  • Pelemahan Dolar dan Konflik Rusia-Ukraina Dorong Harga Emas Naik Lebih dari 1 Persen

    Pelemahan Dolar dan Konflik Rusia-Ukraina Dorong Harga Emas Naik Lebih dari 1 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia naik tajam pada perdagangan, Senin (18/11/2024), tertekan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan ketegangan konflik Rusia-Ukraina. Kenaikan ini terjadi setelah harga emas anjlok selama enam hari berturut-turut.

    Mengutip Reuters, Selasa (19/11/2024), harga emas spot melonjak 1,8% menjadi US$ 2.608,19 per ons, menjauh dari level terendah dalam dua bulan terakhir yang terjadi pada 14 November 2025 lalu. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melesat 1,7% di US$ 2.614,6.

    Analis Senior PJO Futures Daniel Pavilonis mengatakan, kenaikan harga emas terjadi karena pernyataan Presiden AS Joe Biden terkait pengiriman rudal jarak jauh ke Ukraina.

    “Hal itu membuat Ukraina bisa menjangkau lebih luas wilayah Rusia, sehingga memicu permintaan emas sebagai aset save haven meningkat,” ucapnya.

    Emas kerap disebut sebagai investasi aman selama masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Namun, pekan lalu, emas mencatat penurunan mingguan terburuk dalam lebih dari tiga tahun. Hal ini dipengaruhi oleh proposal tarif presiden terpilih AS Trump yang berpotensi memicu inflasi, yang pada akhirnya dapat memperlambat laju pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

    Meskipun pekan lalu indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam satu tahun, dolar melemah 0,4% pada Senin setelah mencatat kenaikan 1,6% sebelumnya. Melemahnya dolar membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar.

    Sementara, saat harga emas menguat, harga logam mulia lainnya juga naik drastis. Harga perak spot melesat 2,8% menjadi US$ 31,05 per ons, platinum bertambah 2,8% menjadi US$ 964,87, dan paladium menguat 5,3% menjadi US$ 1.001,29 per ons.

  • Wall Street Menguat Ditopang Saham Tesla yang Naik Lebih dari 5 Persen

    Wall Street Menguat Ditopang Saham Tesla yang Naik Lebih dari 5 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Bursa perdagangan Amerika Serikat (AS) Wall Street menguat pada perdagangan, Senin (18/11/2024). Penguatan ini terjadi karena saham Tesla menguat serta saham sektor teknologi yang berada di zona positif.

    Mengutip CNBC International, Selasa (19/11/2024), Nasdaq menguat 111,691 poin atau 0,6% ke level 18.791,81, S&P 500 bertambah 23,020 poin atau 0,4% menjadi 5.893,62, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 60,671 poin atau 0,14% ke angka 43.505,660.

    Saham Tesla memimpin reli pada sektor teknologi karena melonjak 5,6% setelah laporan Bloomberg yang menyebutkan bahwa tim presiden AS terpilih Donald Trump sedang mengupayakan pelonggaran regulasi untuk kendaraan otonom.

    Sementara, saham teknologi lainnya, seperti Apple naik 1,3%, Netflix bertambah 2,8%, dan Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 3%.

    Namun, saham Nvidia turun 1,3% setelah laporan dari The Information mengungkapkan bahwa cip AI Blackwell milik Nvidia mengalami masalah panas berlebih ketika digunakan dalam server. Laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis Rabu mendatang juga dinilai menjadi katalis utama bagi pasar.

    Selain Nvidia, investor juga menantikan laporan keuangan dari sejumlah ritel besar yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi dan daya beli konsumen.

    Sejauh ini, 93% perusahaan dalam indeks S&P 500 telah melaporkan hasil keuangan, dengan lebih dari 74% di antaranya melampaui ekspektasi laba dan 62% melebihi proyeksi pendapatan.

    Kenaikan pada perdagangan Senin terjadi setelah pekan berat bagi tiga indeks utama Wall Street, yang masih jauh dari level tertinggi pasca kemenangan pemilu Trump.

    Penurunan minggu lalu dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa bank sentral tidak terburu-buru menurunkan suku bunga karena ekonomi yang masih kuat dan pasar tenaga kerja yang solid.

  • MoU PTDI dengan Embraer Brasil Perluas Kolaborasi dalam Penerbangan

    MoU PTDI dengan Embraer Brasil Perluas Kolaborasi dalam Penerbangan

    Sao Paolo, Beritasatu.com – Produsen pesawat asal Brasil Embraer pada Minggu (17/11/2024) malam waktu setempat, mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk memperluas kolaborasi mereka dalam penerbangan komersial.

    Embraer adalah pembuat pesawat terbesar ketiga di dunia setelah Airbus dan Boeing. Saat ini TNI Angkatan Udara Indonesia mengoperasikan armada Embraer A-29 Super Tucano. Selain itu, Indonesia juga memiliki armada jet eksekutif Embraer yang beroperasi.

    Kesepakatan tersebut diformalkan di sela-sela KTT G-20 di Rio de Janeiro, yang juga dihadiri Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

    Kemitraan ini mencakup studi bersama untuk mengevaluasi peluang di berbagai bidang seperti teknik dan penyediaan struktur aero, menurut Embraer. “PTDI memiliki ambisi besar untuk negara ini,” kata Presiden Direktur PTDI Gita Amperiawan dalam sebuah pernyataan seperti dikuti Reuters, Senin (18/11/2024). 

    Kepala Eksekutif Embraer Rodrigo Silva e Souza mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Ia menambahkan bahwa Embraer telah mengidentifikasi area di mana kedua pihak dapat memanfaatkan keahlian mereka, meningkatkan kemampuan kedirgantaraan Indonesia, dan memperluas konektivitas udaranya.

  • Kembangkan Industri Kimia, Pemerintah Indonesia dan Tiongkok Perkuat Sinergi

    Kembangkan Industri Kimia, Pemerintah Indonesia dan Tiongkok Perkuat Sinergi

    Jakarta, Beritasatu.com – Untuk memperkuat sinergi industri kimia dan  investasi, pemerintah Indonesia bersama ratusan pengusaha Tiongkok dan Indonesia, menggelar Indonesia Chemical Industry Investment Summit 2024. Acara yang digelar di Pullman Central Park Jakarta ini bertujuan mengembangkan sektor kimia yang berkelanjutan di Indonesia.

    PT Shan Hai Map menjadi penghubung strategis dalam memperkuat kerja sama global dengan mempertemukan para pengusaha serta perusahaan dari Indonesia dan Tiongkok serta pemerintah.

    VP Pengembangan Proyek Strategis PT Pupuk Indonesia (BUMN) Erlangga Rismantojo menilai industri kimia memegang peranan penting dalam perekonomian global. Salah satunya berperan sebagai pemasok utama bahan baku yang mendukung sektor-sektor vital, seperti manufaktur, pertanian, farmasi, energi, dan teknologi.

    Berbagai produk kimia, mulai dari plastik, pupuk, bahan farmasi, hingga pembersih, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan berbagai industri besar.

    “Kami berusaha membagikan tentang proyek-proyek apa yang ada di Pupuk Indonesia grup, perkembangan apa saja,  bahan kimia apa saja yang ingin kita produksi ke depan. Ini tentunya kita membutuhkan banyak kemitraan dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, swasta dalam dan luar negeri. Kita membutuhkan orang-orang yang secara teknologi mampu membangun dan investasi pada industri kimia,” katanya di Jakarta, Senin (18/11/2024).

    Erlangga mengaku dari pengembangan industri kimia ini terbilang sangat membantu Indonesia untuk lebih maju. Dalam arti membuka lapangan pekerjaan yang sangat besar dan adanya perkembangan yang nantinya bisa membuat masyarakat semakin sejahtera dan pekerja yang bisa menghidupi keluarganya serta dampak positif lainnya.

    “Selain itu, kami juga memberikan pengetahuan bahwa konsumsi kimia di Indonesia masih terbilang sangat rendah bila dibandingkan negara-negara maju,” ujar dia.

    Padahal, lanjut Erlangga, harapannya Indonesia mampu membangun industri kimia sekaligus menyerap pekerja dari Indonesia untuk menciptakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Tak hanya perusahaan, pemerintah dan regulasi internasional juga berperan besar dalam mendorong transisi ke ekonomi sirkular dan target emisi nol bersih (net zero) melalui energi terbarukan. Inisiatif ini memacu terciptanya proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

    Erlangga menilai, melalui kolaborasi industri kimia dapat menjadi katalisator penting dalam menciptakan solusi inovatif yang ramah lingkungan. Selain itu, berkontribusi pada perkembangan ekonomi global pada masa depan.

    “Jadi kami berharap untuk industri-industri terbarukan ini akan banyak kontribusi dari Tiongkok terkait investasi dan penerapan teknologi tadi di Indonesia sehingga kita mempunyai bantuan untuk berkembang lebih cepat lagi,” papar dia.

    Diakui, Tiongkok memang sudah banyak berkontribusi dan melakukan investasi, seperti di pabrik-pabrik smelter. Hal ini memberikan nilai tambah terhadap barang-barang tambang yang ada di Indonesia. Dengan begitu, Indonesia bisa memproduksi barang-barang bernilai tambah.

    “Terkait kunjungan Presiden Prabowo ke Tiongkok kemarin, Indonesia punya harapan besar para investor, pemilik teknologi dan kontraktor divisi di Tiongkok, tertarik bisa membangun proyek-proyek industri kimia di Indonesia sehingga kita tidak hanya mampu mengekploitasi barang tambang atau sumber daya alam kita sebagai komoditas. Namun, kita juga memproduksi barang-barang yang bernilai tambah,” pungkas Erlangga.

  • Indonesia Terapkan PPN 12 Persen pada 2025, Lebih Tinggi dari Singapura dan Vietnam

    Indonesia Terapkan PPN 12 Persen pada 2025, Lebih Tinggi dari Singapura dan Vietnam

    Jakarta, Beritasatu.com – Rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) segera terealisasikan pada 2025. Padahal sebelum dikerek pun, level PPN telah melampaui sejumlah negara di ASEAN, seperti Singapura dan Vietnam.

    “Di Singapura, PPN itu cuma 9%, Thailand cuma 7%. Jadi bisa dibayangkan, nanti apakah enggak Indonesia menjadi negara yang tertinggi dalam PPN gitu. Vietnam juga cuma 10%. Jadi, aduh, benar-benar mengkhawatirkan,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Merek Global Indonesia (Apregindo) Handaka Santosa dalam program Investor Market Today IDTV, Senin (18/11/2024).

    Dia mengakui, tidak bisa dipungkiri secara teori cara ini merupakan jalan pintas pemerintah mendapatkan dana untuk menutup APBN. Namun, ada “lingkaran setan” yang membayangi, seperti harga barang akan merangkak naik sehingga menyebabkan daya beli turun dan ekonomi dikhawatirkan mengalami penurunan.

    “Hal ini yang perlu dipertimbangkan oleh para pembuat kebijakan (policy maker),” ucap Handaka.

    Menurut dia, pemerintah perlu menganalisis lebih dalam bagaimana dampaknya bagi perekonomian nasional secara keseluruhan sebelum menaikkan PPN. Alasannya, menilik dari data pun kelas menengah menurun cukup drastis atau sekitar 17%.

    Sementara itu, masyarakat Indonesia terbagi menjadi tiga segmen, yaitu menengah ke bawah, kelas menengah, dan menengah ke atas. Kelas menengah atas dengan simpanan di atas Rp 5 miliar justru naik jumlahnya.

    Oleh sebab itu, dia menyarankan agar pemerintah tak hanya semata-mata menaikkan PPN supaya government income naik. Namun, juga bisa dengan alternatif lain, seperti orang-orang dari kalangan menengah ke atas yang punya simpanan Rp 5 miliar itu berbelanja di dalam negeri.

    “Itu yang kita encourage. Kita sarankan untuk berbelanja di Indonesia. Kenapa? Karena mereka mempunyai uang dan mereka bisa berbelanja,” tutup Handaka.

  • Indonesia Terapkan PPN 12 Persen pada 2025, Lebih Tinggi dari Singapura dan Vietnam

    Kenaikan PPN 12 Persen Dikhawatirkan Picu Penurunan Ekonomi

    Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Merek Global Indonesia (Apregindo) Handaka Santosa menyebut kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% pada 2025 dikhawatirkan memicu kemerosotan pertumbuhan ekonomi yang lebih dalam. Alasannya, pertumbuhan ekonomi sejak kuartal I hingga III ini terus mengalami penurunan.

    “Itu yang kami agak khawatirkan. Apakah ini akan menurun terus sampai kemudian sampai mencapai di bawah 4%,” tuturnya dalam Investor Market Today IDTV, Senin (18/11/2024).

    Handaka menjelaskan kenaikan PPN tersebut akan berakibat banyak hal. Pertama, sudah pasti harga barang akan merangkak naik sehingga menyebabkan inflasi juga terkerek.

    Kedua, dengan tingginya harga barang dan jasa, tentu akan berimbas pada pelemahan daya beli (purchasing power) yang sudah terjadi beberapa waktu terakhir.

    “Terlebih daya beli kalangan menengah yang terkontraksi apalagi kalau harganya naik, ini akan semakin menurun,” beber Handaka.

    Apalagi, kata dia, struktur ekonomi domestik yang lebih dari 50% disokong konsumsi rumah tangga. Dengan demikian, elemen ekonomi ini yang harus didukung dengan ketat supaya bisa mencapai target Presiden Prabowo Subianto.

    “Kita semua tahu arahan Bapak Presiden adalah pertumbuhan ekonomi 8%. Instead of pertumbuhan ekonomi ini naik. Eh tiga kuartal ini turun terus dan sekarang sudah di bawah 5%,” pungkasnya.

  • Pernyataan Prabowo di KTT APEC Dinilai Relevan, Pengamat Soroti Ketimpangan Perdagangan Global

    Pernyataan Prabowo di KTT APEC Dinilai Relevan, Pengamat Soroti Ketimpangan Perdagangan Global

    Jakarta, Beritasatu.com – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada Leaders Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2024 di Lima, Peru, beberapa waktu lalu dianggap relevan oleh Achmad Nur Hidayat, pengamat ekonomi sekaligus pakar kebijakan publik dari UPN Veteran Jakarta.

    Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya perdagangan internasional yang terbuka, teratur, dan adil. Menurut Hidayat, sikap ini menunjukkan perhatian Indonesia terhadap berbagai tantangan global untuk menciptakan perdagangan yang inklusif dan seimbang.

    “Indonesia percaya bahwa komitmen nyata dari para pemimpin dunia diperlukan untuk memastikan perdagangan bebas yang tetap berlandaskan keadilan. Posisi Indonesia jelas, kebijakan perdagangan global harus memberikan manfaat tidak hanya bagi negara maju tetapi juga bagi negara berkembang dan kecil. Ini penting, mengingat ketimpangan dalam perdagangan internasional sering kali menghambat pertumbuhan ekonomi negara-negara kecil,” ujar Hidayat kepada media, Senin (18/11/2024).

    Hidayat menambahkan, pandangan seperti ini bukan pertama kalinya disampaikan Indonesia. Saat menjadi presidensi G-20 pada 2022, pesan serupa telah digaungkan. Namun, dunia justru menghadapi eskalasi konflik geopolitik dan ketidakadilan yang semakin nyata.

    “Pada masa itu, konflik Rusia-Ukraina menjadi perhatian utama. Kini, tragedi di Gaza memperburuk krisis kemanusiaan global. Retorika mengenai keterbukaan, keteraturan, dan keadilan harus diterjemahkan ke dalam langkah konkret, bukan sekadar wacana,” lanjutnya.

    Sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Asia-Pasifik, Indonesia memiliki peran strategis untuk menjadi panutan dan penggerak dalam membangun sistem perdagangan global yang lebih adil, tidak hanya untuk kawasan tetapi juga di tingkat global.

    Meski demikian, Hidayat menyadari bahwa kenyataan saat ini masih jauh dari harapan. Ketimpangan ekonomi, konflik geopolitik, dan ketidaksetaraan dalam sistem perdagangan internasional terus menjadi penghambat utama.

    Menurutnya, saat ini, sistem perdagangan dunia didominasi negara maju, sementara negara berkembang hanya mendapatkan sedikit bagian. “Ketimpangan seperti ini menciptakan siklus ketidakadilan yang sulit diubah tanpa reformasi menyeluruh,” jelasnya.

    Hidayat menekankan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan sistem perdagangan global yang terbuka, terorganisasi, dan adil. Konsep ini melibatkan perdagangan bebas tanpa hambatan proteksionis, transparansi dalam sistem ekonomi, serta distribusi manfaat yang merata untuk semua negara.

  • BRI Bagikan Strategi Pengelolaan Keuangan dan Investasi Bagi Generasi Muda

    BRI Bagikan Strategi Pengelolaan Keuangan dan Investasi Bagi Generasi Muda

    Jakarta, Beritasatu.com — Tren gaya hidup kekinian yang semakin berkembang membuat banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Setiap generasi memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda yang memunculkan tren keuangan baru terutama di kalangan anak muda.

    Di tengah pesatnya perkembangan ini, muncul juga tantangan yang harus dihadapi anak muda dalam mengelola keuangan. Salah satunya adalah pinjaman online atau pinjol. Menanggapi fenomena ini, BRI menghadirkan berbagai strategi untuk memberikan solusi keuangan yang berpihak pada nasabah sekaligus membantu mereka dalam mengelola keuangan.

    Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan saat ini banyak anak muda yang terjebak dalam tren Latte Factor.

    “Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pengeluaran kecil yang terlihat sepele seperti kopi, langganan streaming, atau makanan kekinian. Meski terlihat sepele, jika dijumlahkan nilainya bisa bikin dompet jebol,” ungkapnya.

    Kurangnya literasi keuangan membuat anak muda banyak yang terjebak dengan pemborosan. Hal ini pun mempengaruhi kondisi keuangan secara keseluruhan. Meskipun memiliki gaji yang cukup, namun masih banyak dari mereka yang tidak memiliki tabungan, dana darurat, bahkan investasi. Di sinilah pentingnya untuk mulai melakukan perencanaan keuangan sedini mungkin.

    Handayani memberikan contoh bahwa perencanaan keuangan bisa dimulai dari hal yang sederhana, yaitu membedakan kebutuhan dan keinginan.

    “Kebutuhan adalah hal-hal mendasar yang penting untuk kelangsungan hidup. Jika tidak ada, tidak bisa menjalani kehidupan sehari-hari. Contohnya rumah, pakaian, makanan dan minuman, biaya kesehatan dan lain-lain. Sementara itu, keinginan adalah hal-hal yang masih bisa diganti dengan barang lainnya. Jika tidak ada, tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Misalnya saja barang branded, gadget keluaran terbaru, dan sebagainya,” lanjutnya.

    Fenomena lain dalam tren keuangan di era modern ini adalah maraknya pinjaman online atau pinjol.

    “Saat ini cukup banyak generasi muda yang terjerat pinjol. Berdasarkan data OJK karyawan dan pelajar merupakan profesi yang banyak terjerat pinjol (12%), di mana didominasi oleh generasi muda.” jelas Handayani.

    Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkanmasyarakat khususnya anak muda terjebak pinjol, salah satunya karena kemudahan akses teknologi dan internet.

    “Pinjaman online biasanya menawarkan skema pengajuan yang praktis, syarat mudah, dan approval instan sehingga lebihbanyak diminati. Selain itu, kondisi finansial yang tidak stabil membuat mereka tidak siap dengan adanya kebutuhan mendesak. Belum lagi gaya hidup konsumtif yang membuat pengaturan keuangan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akses informasi terkait pinjaman formal dan edukasi keuangan yang kurang membuat mereka dengan mudah tergiur untuk mengajukan pinjol,” jelas Handayani.

    Peluang dan Tantangan bagi Industri Perbankan

    Kehadiran pinjaman online pada akhirnya dapat mengubah lanskap industri perbankan di tanah air. Namun, hal ini juga menjadi peluang untuk mempercepat transformasi digital di perbankan.

    “Bank harus semakin gesit dalam mengembangkanproduk digital untuk menyaingi platform pinjaman online yang menawarkan kemudahan akses dan kecepatan layanan. Hal ini mendorong bank untuk terus berinovasi dalam layanan fintech, seperti mobile banking atau pinjaman digital berbasis aplikasi,” tambah Handayani.

    Tantangan maraknya pinjaman online ini juga yang ingin dijawab oleh BRI lewat berbagai strategi mereka yang berpihak pada masyarakat. BRI telah meluncurkan BRIGuna Digital melalui platform BRImo sebagai bagian dari strategi untuk menarik kembali nasabah yang mungkin beralih ke pinjol.

    BRImo merupakan super apps BRI yang memiliki lebih dari100 fitur untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan perbankannya. Nasabah tak hanya bisa menabung, tapi juga terintegrasi dengan ekosistem digital seperti belanja online, transportasi, dan hiburan sehingga menarik lebih banyakpengguna muda yang ingin solusi perbankan sekaligus gaya hidup hanya dalam satu aplikasi saja.

    BRImo juga menghadirkan fasilitas kredit konsumtif dan produktif dengan sumber pembayaran dari penghasilan tetapatau fixed income. Lewat fitur ini, pengguna bisa mendapatkan akses pinjaman yang mudah sekaligus melakukan pengelolaan dengan bijak.

    Pengajuan pinjaman di BRImo bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja (24/7), prosesnya dilakukan secara digital dengan cepat hanya sekitar 15 menit saja, bunga yang ditawarkan pun kompetitif.

    Tak berhenti sampai di situ, BRI juga terus menghadirkan program edukasi bagi masyarakat untuk mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

    “Tentu saja, BRI senantiasa memberikan literasi keuangan ke beragam segmen khususnya nasabah BRI mulai dari anak muda yang masih sekolah sampai dengan nasabah yang sudah pensiun. BRI juga rutin berkeliling universitas dalam rangka meningkatkan pemahaman anak muda dalam cara mengelola keuangan khususnya dalam memilih instrumen investasi dan menghindari pinjaman online,” pungkas Handayani.