Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Pergerakan IHSG Hari Ini Diwarnai Beragam Sentimen Negatif

    Pergerakan IHSG Hari Ini Diwarnai Beragam Sentimen Negatif

    Jakarta, Bertasatu.com – Phintraco Sekuritas memprediksi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini akan menghadapi tantangan sentimen negatif. IHSG pada Selasa (14/1/2025), diprediksi akan bergerak dalam rentang resistance 7.050, pivot 7.030, dan support 7.000 hari ini.

    Data ketenagakerjaan yang kuat di Amerika Serikat (AS) memberikan dampak negatif terhadap IHSG dengan meningkatkan aliran modal keluar dari pasar modal Indonesia, terutama dalam jangka pendek.

    “Setelah penurunan lebih dari 1% pada Senin, IHSG hari ini berpotensi untuk melanjutkan pelemahan menuju level psikologis 7.000,” kata Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa, (14/1/2025).

    Saat IHSG hari ini diprediksi melemah, Phintraco Sekuritas juga mencatat bahwa nilai tukar Rupiah melemah 0,56% menjadi Rp 16.270 per dolar AS pada Senin  (13/1/2025) sore. Secara paralel, indeks DXY mencapai 109,86 atau +0,21% pada Senin sore sebagai respons atas data ketenagakerjaan AS yang baru, yang dinilai cukup kuat.

    Perusahaan efek itu menyebutkan, pasar akan memperhatikan rilis data inflasi produsen di AS yang diperkirakan naik menjadi 3,2% (yoy) pada Desember 2024 dari 3% pada November 2024.

    “Hal ini diperkirakan akan memengaruhi kebijakan The Federal Reserve yang cenderung kurang agresif,” jelasnya.

    Meskipun terdapat sentimen negatif, Phintraco Sekuritas menekankan bahwa masih ada harapan dari sisi sentimen domestik, terutama terkait dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2025.

    Perkiraan menunjukkan bahwa kinerja net ekspor diperkirakan akan lebih baik dari yang diantisipasi pada kuartal tersebut.

    “China mencatatkan pertumbuhan nilai ekspor dan impor yang jauh melampaui perkiraan pada Desember 2024, yang diharapkan berlanjut hingga awal tahun ini,” tambah Phintraco Sekuritas.

    Namun, saat IHSG hari ini banyak sentimen negatif, tetapi Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham potensial yang dapat memberikan keuntungan, yaitu ICBP, MDKA, BRIS, HRUM, dan TAPG.

  • Resmi Melantai di BEI, CBDK Optimistis Industri MICE Tumbuh di PIK 2

    Resmi Melantai di BEI, CBDK Optimistis Industri MICE Tumbuh di PIK 2

    Jakarta, Beritasatu.com – Emiten properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan dengan kode saham CBDK ini menjadi emiten keenam yang tercatat pada  2025.

    Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut bahwa perusahaan memiliki sejumlah proyek yang sedang berjalan, termasuk pembangunan gedung konvensi bertaraf internasional.

    “Sebagai informasi, CBDK adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan properti, khususnya di kawasan strategis Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2). Saat ini, kami memiliki area CBD, perkantoran, residensial, produk komersial, kavling komersial, serta proyek pembangunan NICE, yaitu Nusantara International Convention and Exhibition. Kami berharap NICE dapat menjadi ikon baru di kawasan CBD PIK 2,” ujar Steven dalam prosesi initial public offering (IPO) di BEI, Jakarta, Senin (13/1/2025).

    Steven juga menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan industri MICE (meetings, incentive, convention, and exhibition) di kawasan CBD PIK 2.

    “Kami berharap kehadiran NICE dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, menjadi penggerak di sektor MICE, dengan dukungan dari dua grup besar di Indonesia, yaitu Agung Sedayu Group dan Salim Group, serta land bank yang luas dan strategis,” tambah Steven.

    Sebagai bagian dari IPO, CBDK melepas 566.894.500 saham kepada publik. Saham ini mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 344,28 kali.

    Dana yang dihimpun CBDK dari penawaran umum ini akan digunakan untuk penyertaan modal pada perusahaan afiliasi strategis CBDK, yaitu PT Industri Pameran Nusantara (IPN).

  • Kemenlu Sebut Ancaman Tarif AS Tidak Ditujukan secara Khusus ke BRICS

    Kemenlu Sebut Ancaman Tarif AS Tidak Ditujukan secara Khusus ke BRICS

    Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arief Havas Oegroseno menyatakan, ancaman tarif dagang yang dilontarkan oleh Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tidak ditujukan secara spesifik kepada negara-negara anggota BRICS.

    Menurutnya, ancaman tersebut juga berpotensi berdampak pada negara-negara lain yang memiliki hubungan dagang dengan AS.

    “Tarif ini sebenarnya tidak secara langsung berkaitan dengan BRICS, karena negara-negara di luar BRICS pun terkadang terkena dampaknya. Berdasarkan berbagai analisis, negara-negara, seperti Eropa, Jepang, dan Korea, yang memiliki hubungan perdagangan dengan AS, juga bisa terdampak,” ujar Arief dikutip dari Antara, Selasa (14/1/2025).

    Meski begitu, Trump sebelumnya memberikan peringatan keras kepada negara-negara BRICS terkait rencana mereka menciptakan mata uang alternatif untuk menggantikan dolar AS.

    Melalui unggahannya di platform Truth Social terkait ancaman tarif dagang AS, Trump menyatakan bahwa penggunaan mata uang selain dolar merupakan ancaman langsung terhadap perekonomian AS.

    Menanggapi hal tersebut, Arief menyarankan agar menunggu hingga Trump resmi dilantik sebagai Presiden AS ke-47 pada 20 Januari 2025 untuk mendapatkan kejelasan mengenai kebijakan tarif yang akan diterapkan.

    Terkait posisi Indonesia di BRICS, Arief menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyusun langkah strategis agar dapat berperan aktif dalam berbagai program organisasi tersebut.

    Ia juga menyebutkan, Indonesia akan mengikuti panduan dari Brasil, yang saat ini memegang presidensi BRICS, sebelum menentukan prioritas nasionalnya.

    “Kita baru saja diterima sebagai anggota, jadi perlu memahami terlebih dahulu program-program yang dirancang Brasil, sehingga kita bisa menentukan langkah apa yang sesuai dengan kepentingan Indonesia,” jelasnya.

    Lebih jauh, Wamenlu menekankan bahwa BRICS menawarkan peluang besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi di antara negara-negara anggota.

    Sebelumnya, pada Senin (6/1/2025), Brasil mengumumkan bahwa Indonesia telah resmi menjadi anggota penuh BRICS, menandai babak baru dalam hubungan internasional Indonesia di organisasi tersebut.

    Namun, Kemenlu menegaskan ancaman tarif dagang AS yang akan diterapkan oleh Donald Trump tidak hanya menyasar negara BRICS.

  • Harga Minyak Dunia Melonjak hingga Capai Level Tertinggi Akibat Sanksi Baru terhadap Rusia

    Harga Minyak Dunia Melonjak hingga Capai Level Tertinggi Akibat Sanksi Baru terhadap Rusia

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan, Senin (13/1/2025), mencapai level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Peningkatan ini disebabkan oleh sanksi terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap minyak Rusia, yang memaksa pembeli di India dan China mencari alternatif pemasok.

    Mengutip Reuters, Selasa (14/1/2025), harga minyak Brent meningkat sebesar US$ 1,25 atau 1,6% menjadi US$ 81,01 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 2,25 (2,9%) menjadi US$ 78,82 per barel.

    Kenaikan ini membawa Brent mencatatkan level penutupan tertinggi sejak 26 Agustus 2024, sedangkan WTI mencapai puncak tertinggi sejak 12 Agustus 2024. Keduanya juga tetap dalam kategori overbought selama dua hari berturut-turut.

    Selain itu, lonjakan lebih dari 6% dalam tiga sesi perdagangan terakhir membuat premi kontrak bulan depan terhadap kontrak berjangka berikutnya, yang dikenal sebagai time spreads dalam sektor energi, hingga harga minyak dunia mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

    Minat pasar terhadap perdagangan energi juga meningkat tajam. Volume perdagangan Brent di Intercontinental Exchange pada 10 Januari mencatatkan rekor tertinggi sejak Maret 2020. Di sisi lain, volume perdagangan berjangka WTI di New York Mercantile Exchange mencatatkan lonjakan signifikan sejak Maret 2022.

    Perusahaan penyulingan minyak di India dan China kini berlomba mencari pasokan alternatif sebagai respons terhadap sanksi AS terhadap produsen dan pengangkut minyak Rusia. Kebijakan tersebut bertujuan menekan pendapatan Rusia, eksportir minyak terbesar kedua di dunia.

    “Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan semakin nyata. Skenario terburuk bagi minyak Rusia tampaknya kian mendekati kenyataan,” ujar analis minyak PVM Tamas Varga.

    Namun, ia juga menekankan adanya ketidakpastian terkait dampak lanjutan setelah Donald Trump resmi dilantik pekan depan.

    Goldman Sachs memproyeksikan bahwa kapal-kapal yang menjadi target sanksi baru mengangkut sekitar 1,7 juta barel minyak per hari pada 2024 atau setara dengan 25% dari total ekspor minyak Rusia. Bank tersebut juga semakin optimistis bahwa harga Brent akan lebih cenderung berada di atas kisaran US$ 70-85.

    Saat ini, terdapat setidaknya 65 kapal tanker minyak yang tertahan di berbagai lokasi, termasuk di lepas pantai Rusia dan China, sejak Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru. Kapal-kapal ini sebelumnya digunakan untuk mengirimkan minyak ke India dan China setelah sanksi Barat sebelumnya serta pembatasan harga oleh negara-negara G7 pada 2022.

    Situasi ini mendorong perdagangan minyak Rusia berpindah dari pasar Eropa ke Asia. Beberapa kapal tersebut juga membawa minyak dari Iran, yang berada di bawah sanksi serupa.

    Saat harga emas dunia anjlok akibat sanksi AS ke Rusia, enam negara Uni Eropa telah mendesak Komisi Eropa untuk menurunkan batas harga minyak Rusia yang ditetapkan negara-negara G7. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi pendapatan Rusia untuk membiayai konflik tanpa memicu gangguan besar di pasar.

  • 41 Distributor MinyaKita yang Langgar Aturan Harga Ditindak Kemendag

    41 Distributor MinyaKita yang Langgar Aturan Harga Ditindak Kemendag

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan sanksi administratif kepada 41 distributor dan pengecer minyak goreng kemasan rakyat, MinyaKita. Mereka terbukti menjual produk tersebut dengan harga di atas batas yang telah ditentukan oleh pemerintah.  

    Staf Ahli Bidang Manajemen dan Tata Kelola Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan MinyaKita seharusnya dijual dengan harga maksimal Rp 15.700 per liter sesuai aturan harga eceran tertinggi (HET). Namun, masih banyak pelaku usaha di berbagai wilayah yang melanggar ketentuan ini.  

    “Dirjen PKTN telah memberikan sanksi kepada 41 pelaku usaha baik itu di tingkat pengecer maupun distributor yang telah terbukti melakukan pelanggaran,” ujar Iqbal di Jakarta, Senin (14/1/2025), dilansir dari Antara.

    Kemendag juga menyoroti adanya praktik bundling MinyaKita dengan produk lain yang membuat harganya semakin memberatkan konsumen. Untuk menanggulangi hal ini, Ditjen PKTN telah mengirimkan surat resmi kepada asosiasi di industri minyak kelapa sawit, seperti AIMMI, GIMNI, dan Gapki.

    Surat serupa juga dikirimkan kepada 40 produsen minyak goreng untuk melakukan evaluasi terhadap distribusi produk mereka serta menghentikan praktik bundling.  

    “Kami di Kemendag juga melakukan klarifikasi terhadap pelaku usaha yang diduga melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, dalam hal ini pelaku usaha yang diduga menjual di atas HET baik di pengecer maupun distributor yang telah kami tetapkan,” ungkap dia.

    Selain itu, Kemendag telah mengadakan diskusi dengan lima produsen besar minyak goreng untuk mengevaluasi kelancaran distribusi MinyaKita. Produsen diminta memastikan ketersediaan stok dan kelangsungan distribusi, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan yang biasanya memicu lonjakan permintaan.  

    Dua hal yang ditekankan Kemendag, adalah memastikan stok selalu tersedia dan terus memantau jalur distribusi hingga ke tingkat pengecer.

    Untuk mengatasi pelanggaran di tingkat daerah, Kemendag mendorong pemerintah daerah dan Satgas Pangan Daerah agar memperketat pengawasan terhadap distribusi kebutuhan pokok, khususnya MinyaKita.  
     

  • Harga Emas Rontok Akibat Dolar Menguat dan Data Tenaga Kerja AS Solid

    Harga Emas Rontok Akibat Dolar Menguat dan Data Tenaga Kerja AS Solid

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (13/1/2025). Hal ini terjadi seiring dengan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir. Selain itu data ketenagakerjaan yang solid pekan lalu, memperkuat keyakinan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga pada 2025.

    Mengutip CNBC International, Selasa (14/1/2025), harga emas spot turun 1,1% ke level US$ 2.658,84 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan pada Jumat (10/1/2025) lalu. Di sisi lain, harga kontrak berjangka emas AS merosot 1,4% ke US$ 2.677,6 per ons.

    Ahli strategi pasar senior RJO Futures Bob Haberkorn menjelaskan, data tenaga kerja AS yang lebih baik dari ekspektasi telah mendorong penguatan dolar dan imbal hasil obligasi.

    “Penurunan harga emas dunia ini merupakan kelanjutan dari efek laporan data yang lebih kuat dari perkiraan tersebut,” kata Haberkorn.

    Ia juga menambahkan bahwa aksi ambil untung (profit taking) turut berkontribusi pada penurunan harga emas setelah kinerja yang baik pada pekan sebelumnya.

    Indeks dolar AS melonjak ke posisi tertinggi sejak November 2022 setelah data tenaga kerja menunjukkan kekuatan ekonomi AS, yang sekaligus memberikan tantangan baru bagi kebijakan The Fed. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri.

    Investor kini tengah menunggu rilis data ekonomi penting lainnya dari AS, seperti data inflasi, klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel yang dijadwalkan keluar pekan ini. Data-data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi ekonomi dan arah kebijakan The Fed ke depan.

    “Jika data inflasi CPI yang akan dirilis pada Rabu (15/1/2025) menunjukkan peningkatan, maka peluang pemangkasan suku bunga pada paruh pertama tahun ini kemungkinan akan semakin kecil,” ujar analis pasar dari City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada.

    Saat ini, pasar memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini, lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya yang mencapai 40 basis poin pada pekan lalu. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi karena tidak menghasilkan imbal hasil.

    Selain harga emas dunia yang melemah, harga logam mulia lainnya juga mencatat penurunan. Harga perak spot turun 2,6% ke US$ 29,60 per ons, platinum melemah 1,5% ke US$ 950,65 per ons, dan paladium turun 0,8% menjadi US$ 939,99 per ons.

  • Kejar Free Trade Agreement, Pemerintah Indonesia Upayakan Penurunan Tarif Dagang dengan AS

    Kejar Free Trade Agreement, Pemerintah Indonesia Upayakan Penurunan Tarif Dagang dengan AS

    Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia tengah berusaha menegosiasikan penurunan tarif perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) melalui kerja sama bilateral antara kedua negara.  

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan, langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengantisipasi kebijakan tarif impor yang kemungkinan diberlakukan di bawah pemerintahan Donald Trump, yang segera dilantik sebagai Presiden AS ke-47 pada 20 Januari 2025.  

    “Kita sedang meminta supaya akan ada kerja sama ekonomi secara bilateral, supaya tarifnya kita turunkan,” kata Airlangga di Jakarta, Senin (14/1/2025), dilansir dari Antara.

    Hubungan dagang antara Indonesia dan AS, kata dia, dapat ditingkatkan melalui berbagai mekanisme, termasuk perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA).  

    AS memang sudah lama mengenakan tarif untuk berbagai produk Indonesia, mulai dari sepatu hingga pakaian.

    “Bagi kita dengan Amerika, Amerika mengenakan tarif ke kita. Jadi Amerika itu mengenakan tarif untuk sepatu, untuk baju, dan berbagai komoditas kita. Sedangkan yang tidak dikenakan tarif adalah Vietnam. Jadi kita sudah agak imun dengan tarif yang dikenakan Amerika terhadap Indonesia,” ucap dia.

    Dalam konteks politik, Kongres AS pada 6 Januari 2025 secara resmi mengesahkan kemenangan Donald Trump sebagai pemenang Pilpres 2024. Trump berhasil mengumpulkan 312 suara elektoral, melebihi batas minimum 270 suara, sementara rivalnya, Kamala Harris, memperoleh 226 suara.  

    Acara pengesahan tersebut dipimpin oleh Kamala Harris, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden AS dan merupakan kandidat Partai Demokrat dalam pilpres.  Pemerintah Indonesia pun berupaya menegosiasikan tarif dagang dengan pemerintahan baru AS di bawah kepemimpinan Donald Trump ini. 
     

  • Mayoritas Wall Street Menguat, tetapi Nasdaq Terkoreksi Akibat Aksi Jual Saham Big Tech

    Mayoritas Wall Street Menguat, tetapi Nasdaq Terkoreksi Akibat Aksi Jual Saham Big Tech

    Jakarta, Beritasatu.com – Mayoritas bursa perdagangan Amerika Serikat (AS) Wall Street mencatatkan kenaikan. Namun, Nasdaq Composite justru merosot tajam akibat aksi jual saham-saham teknologi besar yang sebelumnya menjadi motor penggerak pasar.

    Mengutip CNBC International, Selasa (14/1/2025), Dow Jones Industrial Average melonjak 358,67 poin atau 0,86% ke level 42.297,12. Lonjakan ini dipicu peralihan investor ke saham nonteknologi, seperti Caterpillar, JPMorgan, dan UnitedHealth.

    Sementara itu, S&P 500 juga naik tipis sebesar 0,16% menjadi 5.836,22. Sebaliknya, Nasdaq yang didominasi saham teknologi justru turun 0,38% ke posisi 19.088,10.

    Selama dua pekan terakhir, ketiga indeks utama ini mencatatkan penurunan, yang sebagian besar disebabkan oleh lemahnya kinerja saham teknologi.

    Beberapa saham unggulan Wall Street yang sebelumnya mendukung tren bullish, seperti Palantir dan Nvidia, masing-masing turun lebih dari 3% dan hampir 2% dalam perdagangan hari itu.

    Penurunan ini melanjutkan tren negatif dari pekan lalu, dengan Nvidia melemah hampir 6% dan Palantir anjlok lebih dari 15%. Saham teknologi populer lainnya, seperti Apple dan Micron, juga catat penurunan.

    Di tengah tekanan pada sektor teknologi, sektor energi menunjukkan performa positif dengan kenaikan lebih dari 2%, didorong oleh peningkatan harga minyak. Selain itu, sektor kesehatan dan material juga mengalami penguatan.

    Kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi salah satu faktor utama yang memicu aksi jual pada saham berbasis pertumbuhan. Pada Senin, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November 2023, ditutup di angka 4,79%.

    Peningkatan imbal hasil ini terjadi setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari ekspektasi memunculkan keraguan terhadap rencana pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve.

    Kepala Strategi Teknikal LPL Financial Adam Turnquist menyatakan, dengan potensi imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun menyentuh 5%, pasar saham akan menghadapi tantangan untuk mencatatkan kenaikan signifikan hingga ada stabilitas suku bunga.

    Saat ini, investor menaruh harapan pada musim laporan keuangan kuartal IV untuk mendukung stabilitas pasar. Beberapa bank besar, seperti Citigroup, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase, dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka pada Rabu (15/1/2025), sementara Morgan Stanley dan Bank of America akan merilis laporan pada Kamis (16/1/2025).

    Saat Wall Street melemah, investor pekan ini juga menantikan data ekonomi penting, termasuk laporan indeks harga konsumen (CPI) untuk Desember yang akan diumumkan pada Rabu (15/1/2025) pagi, serta laporan indeks harga produsen (PPI) yang dirilis pada Selasa (14/1/2025).

  • Bisa Ditangani Mandiri, Virus HMPV Belum Berdampak pada Sektor Ekonomi

    Bisa Ditangani Mandiri, Virus HMPV Belum Berdampak pada Sektor Ekonomi

    Jakarta, Beritasatu.com – Isu virus Human Metapneumovirus (HMPV) mulai mendapat perhatian karena dampaknya yang dinilai serupa dengan Covid-19 terhadap sektor ekonomi, khususnya pasar modal. Selama virus dianggap belum terlalu membahayakan dan masih dapat ditangani secara mandiri oleh masyarakat, reaksi pasar diperkirakan tetap minim.

    Ahli Ekonomi dan Analis Pasar Modal, Lucky Bayu Purnomo, menjelaskan bahwa hingga saat ini, pasar belum menunjukkan koreksi signifikan karena penyebaran virus belum terdeteksi di Indonesia.

    “Jika kita melihat kembali pengalaman saat awal pandemi Covid-19, pasar pada awalnya bereaksi minim. Namun, saat kasus pertama terdeteksi di Depok, pasar langsung mengalami koreksi signifikan,” ujar Lucky kepada Beritasatu.com pada Senin (14/01/2025).

    Lucky menambahkan bahwa jika situasi virus HMPV terus memburuk dan memengaruhi aktivitas ekonomi secara luas, pasar modal kemungkinan akan mengalami koreksi selama satu tahun dengan proses pemulihan yang memakan waktu serupa.

    “Koreksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat pandemi Covid-19 berlangsung sekitar satu tahun, dan proses recovery juga membutuhkan waktu yang hampir sama. Ini menunjukkan bahwa pasar memiliki daya kejut yang besar terhadap isu kesehatan global,” paparnya.

    Lucky juga menyoroti pentingnya respons pemerintah dalam mengelola isu ini. Pemerintah sejauh ini meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, mengingat pengalaman buruk dari panic buying yang memperburuk kondisi ekonomi selama pandemi Covid-19.

    “Kita sudah belajar dari Covid-19. Tenang dan waspada adalah langkah terbaik. Tenang artinya tidak melakukan tindakan ekonomi yang abnormal, sementara waspada berarti tetap memantau dan mengantisipasi potensi gejolak ekonomi di masa depan,” pungkas Lucky mengenai virus HMPV ini.

  • 8 Tips Memulai Investasi Saham untuk Pemula dan Strateginya

    8 Tips Memulai Investasi Saham untuk Pemula dan Strateginya

    Jakarta, Beritasatu.com – Investasi saham adalah salah satu cara yang paling efektif untuk membangun keuangan jangka panjang. Meski demikian, bagi pemula, dunia investasi sering kali terasa rumit dan membingungkan. Lalu, bagaimana tips memulai investasi saham?

    Penting untuk memahami langkah-langkah awal serta strategi yang tepat sebelum memulai. Dengan menerapkan tips memulai investasi saham berikut ini, Anda dapat meningkatkan peluang sukses dalam pasar saham sekaligus mengurangi risiko kerugian, yang dikutip dari berbagai sumber, Senin (13/1/2025).

    1. Pahami dasar-dasar investasi saham
    Langkah pertama sebelum terjun ke dunia saham adalah memahami konsep dasarnya. Ketahui apa itu saham, jenis-jenis saham, dan bagaimana pasar saham berfungsi. Memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga saham, seperti kinerja perusahaan dan kondisi ekonomi, akan membantu Anda mengambil keputusan investasi dengan lebih baik.

    2. Tetapkan tujuan investasi yang jelas
    Tujuan investasi adalah fondasi dari strategi yang Anda bangun. Apakah Anda berinvestasi untuk tujuan jangka panjang seperti pensiun, atau jangka pendek seperti membeli rumah?

    Dengan menetapkan tujuan yang jelas, Anda dapat memilih investasi yang sesuai dan mengukur keberhasilan berdasarkan rencana tersebut. Jika tujuan Anda adalah pensiun, fokuslah pada saham yang menawarkan pertumbuhan stabil dalam jangka panjang.

    3. Pahami risiko yang ada
    Investasi saham selalu melibatkan risiko, terutama karena fluktuasi pasar yang sulit diprediksi. Sebagai pemula, penting untuk mengetahui sejauh mana Anda bisa menerima risiko tanpa terpengaruh secara emosional. Hindari keputusan impulsif akibat fluktuasi pasar. Sebagai gantinya, fokuslah pada strategi yang konsisten dan disiplin.

    4. Mulai dengan modal kecil
    Sebagai pemula, memulai dengan modal kecil adalah pilihan bijak. Anda dapat belajar memahami dinamika pasar tanpa harus menghadapi risiko kehilangan uang dalam jumlah besar. Mulailah dengan membeli saham dalam jumlah kecil atau menggunakan fitur pembelian fraksi saham yang ditawarkan oleh beberapa broker online.

    5. Bangun dana darurat
    Sebelum memulai investasi saham, pastikan Anda memiliki dana darurat yang mencakup setidaknya tiga hingga enam bulan pengeluaran. Hal ini penting untuk melindungi keuangan Anda dari pengeluaran tak terduga tanpa harus menarik dana investasi. Simpan dana darurat ini pada rekening tabungan atau deposito yang mudah dicairkan.

    6. Pilih broker dan akun investasi yang tepat
    Memilih broker yang sesuai dengan kebutuhan Anda sangat penting untuk memulai investasi saham. Perhatikan biaya transaksi, fitur yang ditawarkan, serta kemudahan penggunaan platform. Bandingkan juga beberapa broker dan pilih yang menawarkan fitur edukasi atau simulasi saham untuk membantu pemula belajar.

    7. Diversifikasikan portofolio Anda
    Diversifikasi adalah strategi yang efektif untuk mengurangi risiko. Dengan menyebar investasi ke berbagai sektor dan jenis saham, Anda dapat melindungi portofolio dari kerugian besar akibat penurunan pada satu sektor. Misalnya, investasikan sebagian dana pada saham teknologi, sebagian lainnya pada sektor kesehatan, dan sisanya pada saham konsumen.

    8. Gunakan simulasi saham
    Simulasi saham adalah alat yang sangat berguna untuk pemula. Anda dapat mencoba berbagai strategi tanpa risiko kehilangan uang nyata. Hal ini adalah cara terbaik untuk memahami bagaimana pasar bekerja sebelum benar-benar berinvestasi. Gunakan aplikasi atau platform yang menawarkan simulasi saham gratis atau fitur simulasi dari broker Anda.

    Strategi Memulai Investasi Saham
    – Tentukan jangka waktu investasi
    Jangka waktu investasi sangat memengaruhi pendekatan dan keputusan yang diambil. Untuk investasi jangka pendek dengan durasi 0-2 tahun, fokuslah pada instrumen yang memiliki risiko rendah, seperti saham blue chip atau exchange traded funds (ETF) yang cenderung lebih stabil. Jika Anda memilih investasi jangka menengah dengan durasi 3-5 tahun, Anda dapat mengambil risiko moderat untuk mendapatkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.

    Sedangkan untuk jangka panjang yang lebih dari 5 tahun, saham dengan risiko lebih tinggi dapat dipertimbangkan karena Anda memiliki waktu yang cukup untuk menghadapi fluktuasi pasar sekaligus memanfaatkan potensi pertumbuhan jangka panjang.

    – Diversifikasi dan alokasi aset
    Diversifikasi adalah langkah penting dalam investasi saham untuk mengurangi risiko. Dengan menyebarkan dana ke berbagai jenis aset dan sektor, Anda dapat melindungi portofolio dari kerugian besar akibat penurunan di satu sektor tertentu.

    Anda dapat mengalokasikan dana ke saham, obligasi, dan ETF agar portofolio lebih seimbang. Misalnya, jika Anda memiliki toleransi risiko moderat, alokasikan 70% dana pada saham dan 30% pada obligasi. Kombinasi ini memungkinkan Anda untuk mengelola risiko dengan lebih baik sambil tetap menjaga potensi pertumbuhan.

    – Tetapkan parameter investasi
    Menentukan jenis saham yang akan diinvestasikan adalah langkah penting untuk memastikan strategi investasi sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko Anda. Anda bisa memilih saham blue chip yang cenderung stabil untuk keamanan, saham pertumbuhan dengan potensi keuntungan tinggi meski risikonya lebih besar, atau saham dari sektor tertentu, seperti teknologi atau energi yang relevan dengan tren pasar.

    Pastikan untuk meninjau portofolio secara berkala, minimal setiap enam bulan sekali, agar Anda dapat menyesuaikan parameter investasi sesuai dengan kondisi pasar terkini.

    Dengan memahami tips memulai investasi saham, Anda dapat membangun portofolio yang sehat dan menguntungkan. Jangan lupa untuk terus belajar dan meninjau strategi Anda agar tetap relevan dengan kondisi pasar yang dinamis.