Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Harga Bitcoin Kembali Dekati Level Tertinggi

    Harga Bitcoin Kembali Dekati Level Tertinggi

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga Bitcoin (BTC) terus bergerak mendekati rekor tertingginya seusai pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (20/1/2025).

    Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada Rabu (22/1/2025) pukul 10.13 WIB, kapitalisasi pasar kripto global naik 3,31% menjadi US$ 3,64 triliun dalam 24 jam. Sementara itu, harga Bitcoin naik 3,27% mencapai US$ 105.810 per koin.

    Kenaikan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 2,65% menjadi US$ 3.326 per koin. Sedangkan Binance (BNB) turun 1,66% menjadi US$ 693,8 per koin.

    Dilansir dari Reuters, pergerakan harga ini terjadi di tengah volatilitas pasar saat regulator utama AS meluncurkan rencana untuk merombak aturan di sektor kripto.

    Sebelumnya pada Senin (20/1/2025), harga Bitcoin mencatat rekor tertinggi sebesar US$ 109.071 setelah pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS yang dikenal mendukung kripto. Namun, harga Bitcoin mengalami penurunan karena aset digital tidak disebutkan dalam agenda hari pertama Trump. Meski demikian, harga Bitcoin berhasil naik 3,8% pada perdagangan Selasa (21/1/2025), diikuti Ethereum yang menguat 1,4%.

    Pada Selasa, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) juga telah mengumumkan pembentukan gugus tugas khusus untuk mengembangkan kerangka regulasi bagi aset digital. Langkah ini menjadi inisiatif besar pertama dari pemerintahan Trump dalam merombak kebijakan kripto.

    “Presiden bergerak cepat dengan agendanya. SEC menunjukkan keseriusan untuk menjadi bagian dari reformasi ini,” ujar Kepala Bagian Hukum Coinbase Paul Grewal.

    Namun, analis memperingatkan volatilitas pasar kripto dan harga Bitcoin kemungkinan akan terus terjadi hingga kebijakan konkret dirilis. Selain itu, beberapa proyek kripto yang terkait dengan Trump juga menjadi sorotan. 

  • Rupiah Tidak Bakal Keok ke Level Rp 17.000 Per Dolar AS akibat Tarif Impor Amerika

    Rupiah Tidak Bakal Keok ke Level Rp 17.000 Per Dolar AS akibat Tarif Impor Amerika

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktur PT Purwanto Asset Management, Edwin Sebayang menegaskan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait tarif impor untuk negara-negara mitra dagang AS tidak akan membuat nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS melemah ke level Rp 17.000.

    “Jadi kalau menurut saya, rupiah tidak akan menuju ke level Rp 17.000. Tidak akan,” tegas Edwin dalam Investor Market Opening (IMO) di Jakarta, Rabu (22/1/2025).

    Menurut Edwin, kondisi rupiah saat ini dipengaruhi oleh ekspektasi penurunan suku bunga dan cadangan devisa Indonesia yang masuk ke level tertinggi. Dia tak menampik menguatnya indeks dolar AS juga mempengaruhi pergerakan rupiah.

    “Ini sebetulnya lebih kepada pengaruh dari segi global karena memang kemarin indeks dolar mengalami penguatan sebetulnya,” tambah Edwin.

    Di samping itu, Edwin melihat kondisi kurs rupiah terhadap dolar AS yang sudah menembus ke level Rp 16.300 masih diterima oleh pasar. Hingga Rabu (22/1/2025) pukul 09.53, kurs rupiah menyentuh level Rp 16.321.

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump kembali menggaungkan rencana untuk mengenakan tarif 25% atas barang impor dari Kanada dan Meksiko. Sebagai tanda awal dari fokus yang lebih intensif pada perdagangan, Trump mengatakan tarif dapat dikenakan terhadap kedua negara tersebut paling cepat pada awal Februari 2025.

    “Kami berpikir dalam hal (pungutan) 25% pada Meksiko dan Kanada, karena mereka mengizinkan sejumlah besar orang (melintasi perbatasan),” kata Trump, seperti dikutip CNBC internasional pada Selasa (21/1/2025).
     

  • Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Capai Rp 16.326 Per Dolar AS

    Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Capai Rp 16.326 Per Dolar AS

    Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi hari ini, Rabu (22/1/2025), masih tertekan, tetapi sedikit menguat.

    Dari data Bloomberg pada pukul 09.56 WIB di pasar spot exchange, rupiah berada pada level Rp 16.326 per dolar AS atau menguat tipis 16,5 poin (0,10%).

    Sehari sebelumnya, nilai tukar rupiah terapresiasi 0,15% menjadi Rp 16.343 per dolar AS seiring pelemahan indeks dolar AS. Indeks obligasi juga naik sebesar 0,18% dan imbal hasil SBN tenor 10 tahun turun 4 bps menjadi 7,13%.

    Dikutip dari Antara, Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyampaikan, kekhawatiran yang mereda terhadap kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mendorong penguatan nilai tukar rupiah serta mayoritas mata uang regional Asia lainnya.

    Sementara itu, pada saat nilai tukar rupiah hari ini sedikit menguat, IHSG pada hari ini juga dibuka di zona hijau.

    IHSG pada pukul 09.40 WIB menguat 0,86% atau 61,96 poin ke level 7.243,7. IHSG pada awal perdagangan hari ini bergerak dalam rentang 7.223-7.262. Perdagangan IHSG pada 40 menit pertama mencatatkan 3,51 miliar lembar saham senilai Rp 3,0 triliun dari 312.978 kali transaksi.

  • IHSG Hari Ini Kembali Dibuka Menghijau

    IHSG Hari Ini Kembali Dibuka Menghijau

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (22/1/2025).

    IHSG pada pukul 09.40 WIB menguat 0,86% atau 61,96 poin ke level 7.243,7.

    IHSG pada awal perdagangan hari ini bergerak dalam rentang 7.223-7.262. Perdagangan IHSG pada 40 menit pertama mencatatkan 3,51 miliar lembar saham senilai Rp 3,0 triliun dari 312.978 kali transaksi.

    Sebanyak 245 saham yang diperdagangkan menguat, sebanyak 195 saham melemah, dan sebanyak 208 saham stagnan.

    Sebelum IHSG hari ini dibuka menguat, indeks utama Wall Street pada Selasa (21/1/2025) juga naik setelah lebih banyak perusahaan memperoleh laba yang lebih besar pada akhir tahun lalu dibandingkan perkiraan analis.

    S&P 500 naik 52,58 poin menjadi 6.049,24. Dow Jones Industrial Average naik 537,98 poin menjadi 44.025,81, dan Nasdaq Composite naik 126,58 poin menjadi 19.756,78.

  • Pemerintah Optimalisasi Kebijakan DHE SDA untuk Peningkatan Ketahanan Ekonomi Nasional

    Pemerintah Optimalisasi Kebijakan DHE SDA untuk Peningkatan Ketahanan Ekonomi Nasional

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah memperbarui aturan terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) yang dilakukan untuk menjaga ketahanan dan stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan geopolitik global. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan pembangunan serta peningkatan dan ketahanan ekonomi nasional, serta meningkatkan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam yang dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah juga terus berupaya untuk mengedepankan kepentingan nasional.

    “DHE sudah selesai. PP-nya sedang disiapkan, dilakukan harmonisasi, terus kemudian akan ada koordinasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Perbankan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (21/1/2025).

    Menko Airlangga menyatakan bahwa aturan baru DHE SDA yang juga merupakan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tersebut akan mewajibkan eksportir menempatkan sebesar 100 persen DHE SDA di Indonesia minimal selama satu tahun. Kebijakan DHE SDA sebelumnya mewajibkan para eksportir menempatkan minimal 30% dari DHE SDA dengan jangka waktu minimal 3 bulan.

    Menko Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah juga mengomunikasikan kebijakan tersebut kepada seluruh stakeholder. Pemerintah mempersiapkan kebijakan tersebut secara seksama dengan agar kebijakan DHE SDA tidak memberatkan eksportir dan tidak akan mempengaruhi kinerja ekspor nasional. Menko Airlangga juga mengungkapkan bahwa dengan diberlakukannya kebijakan DHE SDA terbaru, maka penambahan cadangan devisa akan bertambah dan memperkuat perekonomian Indonesia.

    Kebijakan Pemerintah terkait DHE sebagaimana yang telah ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023, tetap mempertimbangkan kondisi usaha kecil, khususnya eksportir dengan nilai ekspor yang lebih kecil. Dalam peraturan terbaru, Pemerintah memberikan pengecualian bagi eksportir dengan nilai ekspor tertentu agar tidak memberatkan. Ekspor dengan nilai di bawah USD 250 ribu per transaksi tidak diwajibkan untuk mengikuti ketentuan pengelolaan DHE. Ketentuan tersebut bertujuan untuk memberikan kelonggaran kepada eksportir kecil yang memiliki modal dan transaksi terbatas serta untuk melindungi usaha kecil agar tetap kompetitif di pasar internasional.

  • Makin Melesat, Harga Emas Antam Hari Ini Capai Rp 1,606 Juta Per Gram

    Makin Melesat, Harga Emas Antam Hari Ini Capai Rp 1,606 Juta Per Gram

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas Antam hari ini, Rabu (22/1/2025), semakin melesat dan kembali naik sebesar Rp 15.000 per gram.

    Harga emas Antam hari ini menjadi sebesar Rp 1,606 juta per gram dari sebelumnya Rp 1,591 juta per gram untuk pengambilan di Butik Emas LM Gedung Antam.

    Sementara itu, harga buyback emas Antam hari ini juga naik sebesar Rp 17.000 menjadi Rp 1,454 juta per gram.

    Berikut harga emas batangan Antam hari ini yang tercatat naik pada laman Logam Mulia Antam:

    – Emas 0,5 gram: Rp 853.00

    – Emas 1 gram: Rp 1.606.000

    – Emas 2 gram: Rp 3.156.000

    – Emas 3 gram: Rp 4.714.000

    – Emas 5 gram: Rp 7.634.000

    – Emas 10 gram: Rp 15.590.000

    – Emas 25 gram: Rp 38.812.500

    – Emas 50 gram: Rp 77.505.000

    – Emas 100 gram: Rp 154.890.000

    – Emas 250 gram: Rp 386.847.500

    – Emas 500 gram: Rp 773.375.000

    – Emas 1.000 gram: Rp 1.546.600.000

    Sejalan dengan harga emas Antam yang hari ini naik Rp 15.000 menjadi Rp 1,606 juta per gram, harga perak juga naik sebesar Rp 50 menjadi Rp 17.490 per gram.

  • https://www.beritasatu.com/ekonomi/2867426/ahy-tegaskan-investigasi-hgb-pagar-laut-tangerang-sedang-berlangsung

    https://www.beritasatu.com/ekonomi/2867426/ahy-tegaskan-investigasi-hgb-pagar-laut-tangerang-sedang-berlangsung

  • IP Expo Indonesia 2025, Ajang Kreator IP Unjuk Gigi Tumbuhkan Ekonomi Kreatif

    IP Expo Indonesia 2025, Ajang Kreator IP Unjuk Gigi Tumbuhkan Ekonomi Kreatif

    Jakarta, Beritasatu.com – GDP Venture dan dentsu Indonesia menggelar acara IP Expo Indonesia 2025 bertajuk “The Power of IPs: Connecting Businesses, Unlocking Infinite Possibilities”. Acara ini menjadi ajang kreator Intellectual Property (IP) lokal dan global berkontribusi menumbuhkan ekonomi kreatif di Indonesia.

    Acara yang digelar perdana di Indonesia pada 21 dan 22 Januari 2025 ini dirancang untuk mempertemukan para pemimpin industri, pemilik merek, pemilik IP, dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor guna mendorong ide-ide baru, bertukar wawasan, dan membuka peluang bisnis di era lintas budaya.

    Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai, acara ini merupakan inisiatif baik antara GDP Venture dan Dentsu Indonesia dalam menciptakan ekosistem IP dan menghimpun potensi ekonomi kreatif di Indonesia. Menurutnya, ekosistem IP lokal perlu dibangun untuk melindungi sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia.

    “Kita ingin semakin banyak karya-karya yang menggunakan konten budaya ini menjadi IP. Ini juga bisa menjadi potensi ekonomi budaya dan membuat industri budaya semakin besar,” kata Fadli, saat membuka acara IP Expo Indonesia 2025, di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Selasa (21/1/2025).

    Sejalan dengan itu, Chief Business Officer (CBO) GDP Venture, Danny Oei Wirianto menjelaskan bahwa IP Expo Indonesia merupakan sebuah wadah memperkuat ekosistem IP Indonesia. Ekosistem IP ini diharapkan dapat menjadi pondasi masa depan kreatif Indonesia yang membantu kebudayaan Indonesia semakin diakui global.

    “Kami berkomitmen mengembangkan dan memperkuat ekosistem IP di Indonesia melalui dukungan dari talenta kreatif dan juga pertumbuhan bisnis. Dalam pengembangan IP, kami percaya dapat menciptakan bisnis berkelanjutan dan mengkontribusi dengan signifikan terhadap ekonomi di Indonesia,” ungkap Danny.

    Dalam kesempatan yang sama, Country CEO Dentsu Indonesia, Elvira Jakub menyampaikan acara ini akan menyoroti bagaimana bisnis dapat memanfaatkan lisensi IP untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen dan menciptakan peluang pertumbuhan baru.

    Acara ini juga akan menampilkan tren terbaru di industri seperti gaming IPs, lisensi IP, dan kolaborasi lintas industri yang dapat berdampak positif pada pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan teknologi di Indonesia.

    “Acara utamanya itu ada dua, conference dan exhibition. Kita mengundang 40 speakers terdiri dari IP owners, dari para expert dan juga pihak-pihak tertentu yang memang relevan dengan bidang IP. Jadi kita harap hari ini dan besok bisa memberikan inspirasi kepada semuanya,” ujar Elvira.

    Sejumlah pembicara terkemuka yang akan hadir dalam acara ini antara lain Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha dan pembicara ternama lainnya dari berbagai sektor industri lisensi IP dan pemilik IP serta praktisi pemasaran.

    Selain itu, berbagai pemilik IP ternama juga akan hadir di acara ini Agate, Funbox, Moonton, Springboard, INFIA, Jumpstart, Sony Music Publishing, iPV licensing, Provaliant, Medialink, Prism Studios, Tabi, Visinema, SOZO, dan lainnya.

    Sebagai informasi, IP Expo Indonesia 2025 bertujuan untuk memberikan wawasan berharga kepada bisnis Indonesia tentang cara memanfaatkan lisensi IP untuk menciptakan nilai bisnis yang lebih besar dan mengakses pasar yang lebih luas. 

    Selain itu, acara ini akan menjadi platform bagi pemilik IP untuk terhubung dengan mitra bisnis potensial, pemangku kepentingan, dan organisasi yang tertarik untuk mengembangkan atau berkolaborasi di bidang IP.

  • Peneliti Nilai Ancaman Tarif 60 Persen AS ke China Untungkan Indonesia

    Peneliti Nilai Ancaman Tarif 60 Persen AS ke China Untungkan Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Riset Center of Reform on Economics alias Core Indonesia menilai, ancaman tarif proteksi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan cenderung memberikan dampak positif ke perekonomian Indonesia. Dia memperkirakan akan terjadi peningkatan ekspor, impor, investasi, dan produk domestik bruto (PDB).

    Research Associate Core Indonesia Sahara menjelaskan, riset tersebut menggunakan model global trade analysis policy (GTAP) yang memfokuskan kepada aspek keseimbangan umum antara negara.

    Asumsinya, Trump meningkatkan tarif hingga 60% untuk semua impor dari China, dan juga meningkatkan tarif hingga 10% untuk impor dari negara-negara lainnya termasuk Indonesia.

    “Kalau kita lihat, China itu jelas kalau dikenakan tarif terlalu tinggi dampaknya ekspor China ke AS itu akan tinggi. Nah itu sebenarnya potensi bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor juga ke AS dan juga negara-negara lain yang telah memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia,” kata Sahara di Jakarta, Selasa  (21/1/2025).

    “Kalau dari hasil hitung-hitungan saya tadi, maka akan naik ekspor Indonesia dan investasi itu juga akan naik,” jelasnya dalam menanggapi ancaman tarif AS ke China.

    Namun, Sahara juga menyinggung langkah Indonesia bergabung ke blok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Russia, India, China, and South Africa (BRICS). Dia mendorong agar Indonesia meningkatkan diplomasi dan perdagangan ke negara-negara lain agar tidak tergantung dengan Amerika dan China.

    Ia juga mendorong agar Indonesia melakukan kerja sama dengan negara-negara lain, seperti Turki, Australia, India, Turki, Australia, India, Brasil, Argentina, dan juga dengan mercosur countries.

    “Maka, akan ada variasi pasar ekspor. Jadi istilahnya itu jangan taruh telur di satu keranjang untuk pasar ekspor. Jadi kalau di sini ada masalah, kita masih bisa melakukan ekspor ke negara lainnya. Itu untuk mitigasi risiko,” pungkasnya dalam menanggapi ancaman tarif AS ke China.

  • PBG, BPHTB, dan PPN Gratis untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

    PBG, BPHTB, dan PPN Gratis untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Menteri Ara resmi mengumumkan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) digratiskan dari biaya persetujuan bangunan gedung (PBG), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dan pajak pertambahan nilai (PPN).

    Ara mengatakan, kebijakan ini akan menyasar masyarakat dengan kriteria penghasilannya di bawah Rp 8 juta. Hal ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk membuat kebijakan pro rakyat, khususnya kepada rakyat kecil.

    “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kami Kementerian PKP diminta membuat kebijakan-kebijakan yang konkret, yang bisa dirasakan oleh rakyat kecil,” kata Ara dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).

    Pertama, pemerintah telah menghapuskan retribusi sebesar 0 persen untuk izin mendirikan bangunan (IMB) atau yang kini disebut persetujuan bangunan gedung (PBG) yang ditujukan khusus masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, BPHTB dan PPN juga gratis untuk MBR.

    Berkenaan dengan PBG 0 persen, Ara mengatakan kebijakan ini sudah ditetapkan sebagaimana Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Menteri PKP Ara, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang diteken pada 25 November 2024.

    “Sudah ditindaklanjuti oleh sekitar 180 kepala daerah, membuat perkada (peraturan kepala daerah) untuk PBG itu 0%, 0 rupiah, bagi MBR,” ungkap Ara.

    Kedua, penghapusan BPHTB sebesar 0 persen untuk rumah-rumah yang dibeli oleh MBR. Sebelumnya, kata Ara, BPHTB dikenakan sebesar 5%.

    “Bagaimana BPHTB, itu biaya atas tanah dan bangunan, biasanya itu 5%. Atas arahan Presiden, menjadi 0%. Jadi tidak bayar, gratis dan itu buat rakyat kecil,” paparnya.

    Ketiga, penghapusan PPN sebesar 0% atau gratis untuk rumah-rumah yang nilainya di bawah Rp 2 miliar. Ara juga menegaskan pemerintah berkomitmen untuk memudahkan masyarakat, khususnya MBR untuk memiliki rumah melalui reformasi birokrasi yang dilakukan.

    “PPN itu 2 miliar kebawah, 0. Jadi gratis. Jadi, tadi sampaikan, ini waktunya buat rakyat membangun rumah, karena dahulu enggak ada kebijakan ini. Dahulu enggak ada kebijakan yang BPHTB-nya 0, kemudian PBG-nya 0 dan waktunya dari 45 hari, jadi 10 hari secara rata-rata, tapi beberapa daerah bisa 17 menit,” pungkasnya dalam menanggapi PBG, BPHTB, dan PPN Gratis untuk MBR.