Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Pemerintah Terus Dorong Pengembangan Pariwisata Indonesia sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

    Pemerintah Terus Dorong Pengembangan Pariwisata Indonesia sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

    Jakarta, Beritasatu.com – Dalam upaya memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus memperkokoh komitmen untuk mendukung pengembangan destinasi wisata di Indonesia. Melalui berbagai kebijakan strategis dan sinergi lintas sektor, pemerintah optimistis pariwisata Indonesia dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Pariwisata menjadi salah satu sektor prioritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kemenko Perekonomian tentu akan terus mendorong peningkatan investasi dan pengembangan di sektor pariwisata, termasuk juga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfokus pada pariwisata,” ungkap Staf Ahli Kemenko Perekonomian Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto saat menerima audiensi Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) di Jakarta, Selasa (21/1/2025).

    Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama strategis antara pemerintah dan asosiasi dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata pasca-pandemi Covid-19.

    Ketua Umum Asita Nunung Rusmiati menyampaikan sejumlah poin penting mengenai tantangan dan peluang dalam industri pariwisata Indonesia, serta menekankan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dan memperluas pasar pariwisata domestik.

    Pemerintah tentu menyadari potensi besar pariwisata sebagai penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat daya saing Indonesia di kancah global. Sebagai bagian dari langkah konkret, pemerintah telah mengembangkan berbagai program prioritas, seperti pengembangan destinasi wisata super prioritas, peningkatan kualitas SDM pariwisata, serta kemudahan investasi di sektor pariwisata.

    Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian Herfan Brilianto Mursabdo menyampaikan bahwa berbagai langkah strategis telah dirumuskan untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi sektor ini.

    “Alhamdulillah, banyak dari concern yang disampaikan oleh Asita sudah menjadi perhatian serius pemerintah. Pak Menko telah memandatkan kepada kami untuk melakukan debottlenecking terhadap berbagai isu yang menghambat perkembangan pariwisata,” ujar Herfan.

    Salah satu isu utama yang menjadi perhatian yakni terkait aksesibilitas dan konektivitas, khususnya yang menyangkut ketersediaan rute penerbangan dan harga tiket yang kompetitif. Hal ini menjadi fokus utama Pemerintah dalam mendukung pengembangan destinasi prioritas dan kawasan pariwisata khusus.

    Selain itu, pemerintah juga concern terhadap peningkatan kapasitas SDM melalui program sertifikasi dan kebijakan vokasi. Salah satu program dukungan pemerintah, yakni Kartu Prakerja, memberikan peluang besar untuk meningkatkan keterampilan di sektor pariwisata. Ini menjadi momentum yang tepat untuk mempersiapkan SDM berkualitas yang dapat bersaing di tingkat global.

    “Dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mengenali potensi pariwisatanya, akan terbuka peluang baru untuk lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Jika dikelola dengan baik, sektor ini akan menjadi peluang emas yang dapat menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuh Sahli Haryo.

    Melalui upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai sektor, pemerintah berkomitmen untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan yang tangguh dan berdaya saing. Pemerintah yakin dengan dukungan semua pihak industri pariwisata Indonesia akan terus berkembang, membawa manfaat bagi masyarakat luas, dan mengukuhkan Indonesia sebagai destinasi wisata terkemuka di dunia.

  • untuk Bedakan Layanan Ilegal dan Legal

    untuk Bedakan Layanan Ilegal dan Legal

    Bandung, Beritasatu.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) terus menekankan pentingnya literasi keuangan dan edukasi masyarakat dalam memilih layanan pinjaman daring yang legal dan terpercaya. Salah satu langkah yakni merubah istilah pinjaman online (pinjol) menjadi pinjaman daring (pindar).

    Ketua Umum AFPI Entjik S Djafar menyampaikan, istilah pindar diperkenalkan untuk memudahkan masyarakat membedakan antara layanan yang legal dengan pinjaman online ilegal.

    “Inisiatif ini bertujuan membantu masyarakat mengenali platform yang terdaftar dan diawasi OJK, sehingga mereka dapat menggunakan layanan keuangan dengan aman dan bertanggung jawab,” jelasnya pada acara AFPI Journalist Workshop & Gathering di Kabupaten Bandung Barat, Rabu (22/1/2025).

    Selain ubah nama pinjol jadi pindar, AFPI juga fokus dalam meningkatkan kepercayaan publik melalui perlindungan data pribadi. Hal itu menjadi fokus utama dengan penerapan standar keamanan digital yang tinggi.

    Selain itu, praktik penagihan yang etis diwajibkan bagi semua platform, termasuk sertifikasi kolektor oleh AFPI, serta larangan keras terhadap tindakan intimidasi dan penyalahgunaan data.

    Entjik mengatakan, untuk memastikan kualitas layanan, platform pindar wajib menjalani audit rutin agar tetap mematuhi standar operasional yang berlaku

    “Pindar dirancang sebagai solusi keuangan yang cepat, mudah, dan aman, khususnya bagi UMKM yang membutuhkan akses modal untuk mengembangkan usaha. Dengan pendekatan ini, kami juga dapat menjangkau wilayah terpencil, menggunakan data alternatif untuk menilai kelayakan kredit, dan mempercepat proses pengajuan pinjaman,” ucap Entjik.

    Sementara, Ketua Bidang Humas AFPI Kuseryansyah menegaskan, reposisi pindar bukan sekadar perubahan nama, melainkan bagian dari upaya untuk meningkatkan tata kelola layanan keuangan.

    “Dengan dukungan regulator, kami semakin percaya diri dalam menyalurkan pinjaman kepada lender yang bertanggung jawab, sehingga dana dapat dikelola secara efektif,” ujarnya.

    Hingga September 2024, sektor pindar telah menyalurkan pendanaan kumulatif sebesar Rp 978,4 triliun kepada 137,35 juta peminjam. Kehadiran layanan ini menjadi solusi alternatif pendanaan yang memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

    Sebagai bagian dari langkah strategis, AFPI dan OJK meluncurkan berbagai program literasi keuangan, termasuk seminar, lokakarya, dan kampanye melalui media digital.

    “Kami sedang menyiapkan materi edukasi yang mudah dipahami, seperti mini seri tentang menjadi peminjam yang bertanggung jawab. Harapannya, ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih layanan keuangan yang legal dan aman,” ucap dia.

    Selain itu, kerja sama dengan aparat penegak hukum terus diperkuat untuk memberantas pinjol ilegal. Di sisi lain, platform pindar yang telah berizin diberikan pelatihan dan audit rutin untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi.

    Dengan regulasi yang semakin kuat dan inovasi teknologi yang terus berkembang, AFPI optimistis pindar dapat mendorong inklusi keuangan, meningkatkan literasi keuangan, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

  • Pindar di Bawah Naungan AFPI Wajib Patuhi ISO 270001 Keamanan Data dan Informasi

    Pindar di Bawah Naungan AFPI Wajib Patuhi ISO 270001 Keamanan Data dan Informasi

    Bandung, Beritasatu.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut perusahaan financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending yang berada di bawah naungannya bukan bagian dari pinjaman online (pinjol) ilegal tetapi pinjaman daring (pindar). AFPI juga menegaskan bahwa platform pindar wajib patuhi ISO 270001.

    Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) AFPI Kuseryansyah mengatakan, dahulu AFPI merupakan bagian dari pinjol, tetapi pinjol yang baik. Namun, karena stigma buruk pinjol di masyarakat, maka penamaan industri ini berubah menjadi pindar. 

    “Pindar ini sudah berproses sejak tahun lalu dan sebenarnya kita sudah naik turun untuk penamaan industri ini. Bahasa kerennya memang fintech dan bahasa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) LPBBTI atau layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi,” ucapnya dalam AFPI Journalist Workshop & Gathering di Kabupaten Bandung Barat, Rabu (22/1/2025).

    Ia menegaskan, bahwa penyelenggara fintech P2P lending di bawah AFPI sangat berbeda dengan pinjol ilegal. Hal ini karena platform di bawah naungan AFPI tidak memberikan bunga tinggi dan mengakses data pengguna sembarangan hingga disebarluaskan.

    “Fintech P2P lending di bawah AFPI wajib mematuhi regulasi terkait keamanan data dan informasi, yakni ISO 270001. Seluruh karyawan kami dari mulai office boy hingga CEO wajib mengikuti training ISO,” ucapnya.

    ISO 27001 diketahui merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen keamanan informasi atau Information Security Management System (ISMS).

    Standar ini diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) dan dirancang untuk membantu organisasi mengelola keamanan informasi secara sistematis dan proaktif.

    Sementara, Ketua Klaster Pendanaan Syariah AFPI Chairul Aslam menyatakan, layanan pendanaan berbasis teknologi yang dikenal sebagai pindar menawarkan solusi keuangan yang lebih aman dan transparan dibandingkan dengan pinjol ilegal.

    Chaslam, panggilan akrabnya, mengungkapkan bahwa terdapat lima perbedaan utama antara pindar dan pinjol.

    “Pertama, pindar telah mengantongi izin resmi dari OJK dan hanya meminta tiga akses yang relevan, yakni kamera, mikrofon, dan lokasi. Jika ada aplikasi yang meminta akses lebih dari itu, dapat dipastikan aplikasi tersebut ilegal,” jelas Chaslam pada kesempatan yang sama.

    Kedua, ia menegaskan bahwa pindar memiliki dasar hukum yang kuat, seperti yang tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 40 Tahun 2024 mengenai Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi yang mulai berlaku pada 24 Desember 2024.

    “Sebaliknya, pinjol ilegal tidak memiliki regulasi yang jelas, sehingga beroperasi tanpa pengawasan, khususnya dalam hal pengenaan bunga dan biaya,” katanya.

    Ketiga, bunga dan biaya dalam layanan pindar telah diatur oleh OJK, sehingga lebih terjangkau dan transparan. Sementara itu, pinjol ilegal sering kali menetapkan bunga yang tidak wajar, sehingga memberatkan pengguna, terutama saat proses penagihan.

    Keempat, proses penagihan pada perusahaan pindar dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang beretika.

    “Kami tidak membenarkan agen melakukan penagihan di luar batas etika, seperti di malam hari, hari libur, atau menggunakan cara-cara intimidatif. Sebaliknya, pinjol ilegal kerap menggunakan metode tidak beretika, termasuk ancaman,” tambahnya.

    Kelima, Chaslam menjelaskan bahwa pindar memiliki saluran pengaduan resmi, mulai dari platform, asosiasi, hingga OJK, yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah konsumen.

    “Pinjol ilegal tidak menyediakan perlindungan hukum, sehingga rentan merugikan masyarakat, berbeda dengan pindar yang berada di bawah naungan AFPI yang diatur dengan jelas,” tutupnya.

  • Bulog Ditargetkan Serap 3 Juta Ton Beras hingga Mei 2025

    Bulog Ditargetkan Serap 3 Juta Ton Beras hingga Mei 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Perum Bulog ditargetkan menyerap beras sebanyak tiga juta ton hingga Mei 2025. Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi terbatas yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas.

    “Bulog diminta menyerap tiga juta ton setara beras. Saya ingin tegaskan kembali, Bulog diminta untuk menyerap 3 juta ton setara beras. Itu yang pertama,” ujar Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Wahyu Suparyono di kantornya pada Rabu (22/1/2025).

    Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan, untuk mencapai target tiga juga ton beras, Bulog telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pedagang Beras (Perpadi).

    “Dengan asosiasi perbenihan, kami akan segera menandatangani kerja sama. Selain itu, kami juga terus menjalin kerja sama dengan mitra pangan pengadaan (MPP) yang jumlahnya lebih dari 1.200 mitra,” jelas Wahyu.

    Langkah lain yang dilakukan Bulog adalah menjemput hasil panen langsung di lokasi panen. Setelah menerima data lokasi panen dari Kementerian Pertanian, Bulog akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyerapan.

    “Hari ini, saya menugaskan wakil direktur utama ke sentra produksi di Jawa Timur untuk melakukan sosialisasi sekaligus memulai penyerapan gabah maupun setara beras di wilayah tersebut,” tambah Wahyu.

    Dalam rapat koordinasi tersebut, Bulog juga menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp 6.500 per kilogram di tingkat petani.

    Selain itu, Bulog mengusulkan HPP untuk beras hingga sampai di gudang Bulog sebesar Rp 12.000 per kilogram. Namun, usulan ini masih akan dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo.

    “Tentu saja, keputusan akhir mengenai usulan ini akan ditetapkan dalam rapat terbatas yang akan dipimpin oleh Bapak Presiden Prabowo dua hari lagi. Kami mengusulkan kisaran HPP beras sebesar Rp 12.000 hingga Rp 12.250 per kilogram,” terang Wahyu.

    Namun, Wahyu menegaskan bahwa usulan ini belum menjadi keputusan final. “Saat ini, penyerapan beras dilakukan dengan harga Rp 12.000 per kilogram, dengan beberapa syarat dan ketentuan, seperti kadar kekeringan yang ditetapkan. Semua aturan ini berada di bawah kewenangan Badan Pangan Nasional sebagai regulator,” pungkasnya dalam menanggapi langkah Bulog untuk serap beras tiga juta ton.

  • APFI Sebut Pindar Bukan Pinjol, Ini 5 Perbedaan Keduanya

    APFI Sebut Pindar Bukan Pinjol, Ini 5 Perbedaan Keduanya

    Bandung, Beritasatu.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) kini menggaungkan istilah pinjaman daring (pindar) untuk industri financial technology (fintech) peer to peer (P2P) landing. Hal ini untuk membedakan perusahaan yang ilegal atau pinjaman online (pinjol) ilegal dan perusahaan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Ketua Klaster Pendanaan Syariah AFPI Chairul Aslam mengatakan, pindar merupakan solusi keuangan yang lebih aman dan transparan dibandingkan pinjaman online (pinjol).

    Chaslam, sapaan akrab Chairul Aslam menyebut ada lima perbedaan antara pindar dan pinjol.

    “Pertama, pindar memiliki izin resmi dari OJK dan hanya meminta tiga akses yang relevan kepada pengguna, yakni penggunaan kamera, mikrofon, dan lokasi. Kalau ada aplikasi yang meminta akses lebih di luar tiga hal tersebut, maka itu dipastikan ilegal,” ucap Chaslam pada AFPI Journalist Workshop & Gathering di Kabupaten Bandung Barat, Rabu (22/1/2025).

    Kedua, ia menyebut pindar memiliki dasar hukum yang jelas, seperti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi yang diteken pada 24 Desember 2024. “Sedangkan pinjol tentu tidak memiliki regulasi dan bebas bertindak tanpa pengawasan, khususnya terkait bunga dan biaya,” ujarnya.

    Ketiga, bunga dan biaya yang dimiliki oleh pindar juga diatur oleh OJK. Sedangkan bunga dan biaya pinjol ilegal tidak wajar sehingga sering kali memberatkan masyarakat, terutama dalam proses penagihan.

    Keempat, penagihan pada perusahaan pindar dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan juga beretika.

    “Kami tidak mengizinkan agen melakukan penagihan dengan tidak beretika, seperti pada malam hari, hari libur, dan dengan cara-cara yang kasar. Sedangkan pinjol ilegal sering dilakukan secara tidak beretika termasuk intimidasi,” ucapnya.

    Terakhir atau kelima, Chaslam menyebutkan pindar memiliki saluran pengaduan resmi yang bisa dilakukan di platform, asosiasi, hingga OJK. Hal itu bisa digunakan untuk menyelesaikan konsumen.

    “Sedangkan pinjol ilegal itu tidak ada perlindungan hukum sehingga rawan merugikan masyarakat, sehingga berbeda dengan pindar,” ucapnya.

     

  • IHSG Hari Ini Menguat Lebih dari 1 Persen ke Level 7.257,1

    IHSG Hari Ini Menguat Lebih dari 1 Persen ke Level 7.257,1

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat hingga lebih dari 1 persen pada perdagangan hari ini, Rabu (22/1/2025).

    IHSG sejak awal perdagangan bergerak di zona hijau. IHSG hari ini ditutup menguat 1,05 persen atau 75,30 poin ke level 7.257,1.

    IHSG hari ini bergerak hijau dalam rentang 7.223-7.267. Perdagangan IHSG pada hari ini mencatatkan 17,08 miliar lembar saham senilai Rp 11,7 triliun dari 1,29 juta kali transaksi.

    Sebanyak 270 saham yang diperdagangkan menguat, sebanyak 307 saham melemah, dan sebanyak 231 saham stagnan.

    Pada saat IHSG hari ini ditutup menguat, saham-saham Asia lebih beragam setelah komentar terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai tarif meningkatkan ketidakpastian di pasar Tiongkok.

    Hang Seng Hong Kong turun 1,7% menjadi 19.755,11, sementara Shanghai Composite turun 0,9% menjadi 3.213,62. Di Tokyo, indeks Nikkei 225 naik 1,6% ke level 39.646,25.

  • Transaksi QRIS Jadi Lebih Seru dengan Voice Notifikasi dari BRImerchant

    Transaksi QRIS Jadi Lebih Seru dengan Voice Notifikasi dari BRImerchant

    Jakarta, Beritasatu.com – Bayangkan Anda sedang melayani pelanggan di tengah antrean panjang, lalu tiba-tiba terdengar suara notifikasi, “Transaksi masuk, Rp50.000.” Tanpa perlu bertanya kepada pelanggan, Anda langsung tahu pembayaran telah berhasil.

    Inilah inovasi dari BRImerchant yang menghadirkan fitur Voice Notif. Dengan notifikasi suara yang langsung membacakan nominal transaksi, pengalaman berbisnis Anda menjadi lebih cepat, efisien, dan tanpa rasa khawatir.

    Tidak memerlukan alat tambahan atau biaya langganan, fitur ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para merchant. Mulai sekarang, setiap transaksi tidak hanya tercatat, tetapi juga langsung terdengar!

    Keresahan Umum Pedagang Terkait Pembayaran QRIS
    Meskipun QRIS sudah semakin populer, ada beberapa masalah yang kerap dihadapi pedagang:

    1. Konfirmasi Pembayaran yang Lambat
    Banyak pedagang merasa harus mengecek pembayaran secara manual, cara ini tentunya menghabiskan waktu dan mengganggu pelayanan, terutama saat antrean pelanggan panjang.

    2. Kekhawatiran Transaksi Tidak Tercatat
    Ada kekhawatiran kalau transaksi mungkin tidak tercatat dengan baik, memaksa pedagang untuk memeriksa ulang berkali-kali.

    3. Kesalahan Pelanggan dalam Memindai QRIS
    Kadang pelanggan salah memasukkan nominal transaksi, membuat pedagang harus lebih cermat memeriksa setiap pembayaran.

    4. Tidak Ada Notifikasi Real-Time
    Ketidakhadiran notifikasi langsung membuat pedagang cemas, apakah pembayaran benar-benar masuk atau ada kendala teknis di tengah transaksi.

    Voice Notif: Solusi Cerdas untuk Pedagang Modern

    BRImerchant hadir sebagai solusi one-stop app bagi para merchant BRI. Dengan fitur unggulan Voice Notif, setiap transaksi yang berhasil akan langsung dikonfirmasi melalui suara. Berikut adalah beberapa keunggulan dari fitur ini:

    1. Konfirmasi Instan
    Setiap kali terjadi transaksi melalui QRIS, aplikasi BRImerchant akan segera menginformasikan nominal transaksi secara suara. Tidak perlu repot memeriksa layar ponsel atau perangkat lainnya, karena notifikasi suara ini langsung memastikan bahwa transaksi telah berhasil.

    2. Meningkatkan Efisiensi Layanan
    Dengan notifikasi suara, pedagang dapat melayani pelanggan lebih cepat tanpa harus memeriksa layar ponsel. Hal ini sangat membantu di saat-saat ramai, di mana efisiensi waktu menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan layanan terbaik.

    3. Meminimalkan Kesalahan Transaksi
    Suara notifikasi memberikan konfirmasi yang jelas dan mengurangi risiko kesalahan pencatatan nominal. Pedagang dapat lebih fokus melayani pelanggan tanpa perlu was-was tentang keabsahan transaksi.

    4. Cocok untuk Semua Jenis Usaha
    Baik itu usaha ritel, restoran, atau layanan lainnya, fitur ini memberikan fleksibilitas dan kemudahan. Dengan notifikasi suara, setiap transaksi terpantau dengan baik, memberikan rasa tenang baik untuk pedagang maupun pelanggan.

    5. Pengalaman Transaksi yang Lebih Nyaman
    Fitur ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra. Pedagang dapat merasa lebih percaya diri dan tenang karena semua transaksi dipastikan tercatat dengan baik.

    Mengapa Harus Memilih BRImerchant?
    Aplikasi BRImerchant dirancang untuk menjawab kebutuhan para merchant BRI dengan berbagai fitur unggulan, seperti:

    – Merchant Onboarding: Proses pendaftaran merchant yang mudah dan cepat.
    – Monitoring Payment: Pantauan transaksi secara real-time untuk memastikan semua pembayaran tercatat.
    – Pusat Bantuan: Layanan bantuan yang selalu siap membantu Anda.
    – Fitur Pendukung Produktivitas: Solusi lengkap untuk mendukung aktivitas usaha Anda.

    Semua fitur ini tersedia tanpa biaya tambahan, termasuk Voice Notif yang memberikan notifikasi suara setiap kali terjadi transaksi uang masuk.

    Mengapa Pilih BRImerchant?
    BRImerchant tidak hanya memberikan solusi transaksi, tetapi juga menjadikan pengalaman berbisnis lebih praktis dan aman. Dengan fitur-fitur seperti Voice Notif, Anda dapat:

    – Menghemat waktu
    – Meningkatkan kualitas layanan pelanggan
    – Mengelola transaksi secara efisien tanpa alat tambahan

    Aplikasi ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi merchant, tanpa biaya tambahan atau perangkat keras yang rumit.

    Kini, tidak ada alasan untuk ragu mengadopsi teknologi pembayaran digital. Dengan fitur Voice Notif, Anda dapat memastikan transaksi QRIS langsung terdengar dan tercatat tanpa hambatan.

    Unduh aplikasi BRImerchant sekarang di Play Store, App Store, dan Huawei AppGallery. Kunjungi juga BRImerchant untuk informasi lebih lanjut.

    Nikmati pengalaman bertransaksi yang lebih nyaman, cepat, dan bebas stres dengan  BRI merchant. Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan efisiensi usaha Anda hari ini!

  • BI Siapkan SVBI dan SUVBI untuk Dukung Perpanjangan Penyimpanan Devisa Hasil Ekspor SDA

    BI Siapkan SVBI dan SUVBI untuk Dukung Perpanjangan Penyimpanan Devisa Hasil Ekspor SDA

    Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) mendukung langkah pemerintah memperpanjang masa penyimpanan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) menjadi 12 bulan.

    Untuk mendukung kebijakan ini, BI mengoptimalkan dua instrumen baru, yakni sekuritas valas Bank Indonesia (SVBI) dan sukuk valas Bank Indonesia (SUVBI).

    Perry menjelaskan, eksportir yang menempatkan DHE dalam rekening khusus tidak hanya dapat menyimpannya dalam bentuk deposito, tetapi juga melalui SVBI dan SUVBI. Saat ini, BI telah mendukung DHE SDA dengan instrumen deposito valas melalui perbankan.

    “Dana tersebut dapat dipindahkan dan diredeposit di BI dengan bunga yang menarik, serta mendapatkan fasilitas lindung nilai melalui foreign exchange swap,” kata Perry Warjiyo dalam acara peluncuran “Laporan Perekonomian Indonesia 2024”, di Jakarta, Rabu (22/1/2025).

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, perpanjangan masa penyimpanan DHE SDA ini berpotensi meningkatkan cadangan devisa hingga lebih dari US$ 90 miliar.

    Untuk merealisasikan kebijakan ini, regulasi teknis akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah yang berlaku mulai 1 Maret 2025. Salah satu insentif yang diberikan adalah tarif pajak penghasilan (PPh) 0% atas pendapatan bunga dari instrumen penempatan DHE, yang sebelumnya dikenakan pajak sebesar 20%.

    Kebijakan ini juga memungkinkan eksportir mengonversi devisa hasil ekspor SDA ke dalam nilai tukar rupiah. Langkah ini akan menambah pasokan dolar tanpa perlu intervensi berlebihan dari BI, sehingga membantu stabilitas nilai tukar rupiah. Konversi ke rupiah ini juga tidak hanya mengurangi volatilitas, tetapi juga mendukung kebutuhan operasional perusahaan.

  • IHSG Sesi I Hari Ini Menguat ke Level 7.250

    IHSG Sesi I Hari Ini Menguat ke Level 7.250

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (22/1/2025), terus menguat.

    IHSG pada jeda siang bertahan di zona hijau dan menguat 0,95% atau 68,23 poin ke level 7.250.

    IHSG bergerak dalam rentang 7.223-7.266. Perdagangan IHSG pada sesi I hari ini mencatatkan 9,74 miliar lembar saham senilai Rp 6,31 triliun dari 781.166 kali transaksi.

    Sebanyak 287 saham yang diperdagangkan menguat, sebanyak 279 saham melemah, dan sebanyak 234 saham stagnan.

    Pada saat IHSG sesi I hari ini menguat, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini juga sedikit menguat. 

    Dari data Bloomberg pada pukul 12.22 WIB di pasar spot exchange, rupiah berada pada level Rp 16.325 per dolar AS atau menguat 18 poin (0,11%).

  • Netflix Naikkan Harga Langganan karena Jumlah Pelanggan Baru Melonjak

    Netflix Naikkan Harga Langganan karena Jumlah Pelanggan Baru Melonjak

    Jakarta, Beritasatu.com – Layanan streaming Netflix akan menaikkan harga berlangganan di sejumlah negara setelah mencatat penambahan hampir 19 juta pelanggan baru pada akhir 2024.

    Netflix melaporkan pertumbuhan jumlah pelanggan yang lebih baik dari ekspektasi berkat popularitas musim kedua drama Korea Selatan Squid Game dan acara olahraga, seperti pertandingan tinju antara Jake Paul dan Mike Tyson.

    “Kami kadang-kadang meminta anggota kami untuk membayar sedikit lebih banyak agar kami dapat terus berinvestasi dalam peningkatan layanan Netflix,” ujar pihak Netflix, dikutip dari BBC, Rabu (22/1/2025).

    Pada akhir 2024, jumlah pelanggan global Netflix melebihi 300 juta. Penambahan 19 juta pelanggan baru  melampaui prediksi perusahaan yang memperkirakan 9,6 juta pelanggan baru pada kuartal terakhir tahun itu.

    Netflix juga mengumumkan, mulai 2025, perusahaan tidak lagi melaporkan pertumbuhan pelanggan triwulanan. Namun, mereka akan tetap memberikan informasi tentang tonggak penting dalam jumlah keanggotaan berbayar.

    Selain Squid Game dan acara tinju, Netflix juga menayangkan dua pertandingan NFL pada Hari Natal. Ke depan, perusahaan akan lebih banyak menyiarkan acara langsung, termasuk gulat WWE, serta telah memperoleh hak siar Piala Dunia Wanita FIFA untuk 2027 dan 2031.

    Paolo Pescatore, analis teknologi dari PP Foresight menilai langkah Netflix menaikkan harga mencerminkan kekuatan program mereka yang lebih beragam dibandingkan kompetitor.

    “Netflix kini memamerkan kekuatannya dengan menyesuaikan harga, mengingat programnya jauh lebih kuat dan beragam dibandingkan para pesaingnya,” ujarnya.