Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Ekonomi hingga Masyarakat AS Bisa Jadi Korban Kebijakan Tarif Baru Trump

    Ekonomi hingga Masyarakat AS Bisa Jadi Korban Kebijakan Tarif Baru Trump

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi meneken surat perintah eksekutif untuk menaikkan tarif bea masuk pada produk Meksiko, Kanada, dan Tiongkok.

    Produk dari Meksiko dan Kanada akan dikenakan tarif sebesar 25%, sedangkan produk dari Tiongkok mengalami kenaikan tarif sebesar 10% dari tarif tinggi yang sudah berlaku sebelumnya.

    Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional 2012-2014 Imam Pambagyo mengatakan, beberapa pengamat dan pelaku bisnis dari berbagai belahan dunia menyebut korban dari kebijakan Trump ini adalah negara AS dan masyarakatnya sendiri.

    “Korban pertama dan utama dari kebijakan terbaru Trump ini adalah ekonomi dan masyarakatnya sendiri. Ekspor AS ke ketiga negara target menjadi tidak kompetitif karena dikenakan tarif retaliasi,” ucapnya dalam keterangannya, Senin (3/2/2025).

    Langkah-langkah pembalasan tarif baru Trump yang direncanakan oleh Kanada dan Meksiko, yang AS terikat dalam perjanjian USMCA, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku bisnis di ketiga negara tersebut. Meskipun demikian, langkah ini tidak sepenuhnya mengejutkan.

    Pada masa awal kepemimpinannya, Trump pernah menyatakan bahwa USMCA adalah perjanjian perdagangan yang paling adil, seimbang, dan menguntungkan yang pernah disepakati.

    Namun, seiring dengan meningkatnya sikap militan Trump dalam mewujudkan visi make America great again, komitmen internasional AS, seperti USMCA, Paris Agreement, dan keanggotaan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini dianggap tidak lagi menjadi prioritas bagi Trump dan para pendukung Trumpnomics.

    Perkembangan terbaru ini tampaknya akan mengabaikan konsep-konsep yang sebelumnya digagas oleh AS sendiri, terutama sejak pecahnya perang dagang antara AS dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

    “Misalnya, konsep “friend shoring” semakin sulit untuk diimplementasikan tanpa adanya definisi dan kriteria yang jelas tentang siapa yang dapat dikategorikan sebagai “teman”,” ucap Imam.

    Sementara konsep “near shoring” dikembangkan terutama dari perspektif bisnis untuk mengurangi biaya logistik, konsep “off shoring” (memulangkan investasi perusahaan AS dari luar negeri dengan iming-iming insentif) mungkin menjadi kurang menarik bagi investor atau pelaku bisnis AS yang telah beroperasi di negara-negara dengan kebijakan yang lebih stabil.

    “Hal ini terutama karena AS kini menghadapi risiko pembalasan dari mitra dagangnya,” pungkas Imam dalam menanggapi penerapan tarif baru Trump.
     

  • Ternyata Gampang, Ini Cara Cek Lokasi Pangkalan Resmi Gas LPG 3 Kg

    Ternyata Gampang, Ini Cara Cek Lokasi Pangkalan Resmi Gas LPG 3 Kg

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Pertamina Patra Niaga telah menyediakan akses lokasi pangkalan agen gas untuk pembelian LPG 3 kilogram (kg) yang tidak lagi diperbolehkan dijual oleh pengecer. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyalurkan subsidi secara tepat sasaran.

    Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari, menyatakan bahwa berdasarkan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mulai 1 Februari 2025, distribusi LPG 3 kg hanya akan dilayani di pangkalan resmi.

    “Pembelian di pangkalan resmi LPG 3 kg tentu lebih murah dibandingkan pengecer karena harga yang dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing wilayah,” kata Heppy Wulansari, Minggu (3/2/2025).

    Ia juga menambahkan bahwa pembelian di pangkalan resmi memastikan takaran yang sesuai standar karena pangkalan telah dilengkapi dengan timbangan. Untuk memudahkan masyarakat menemukan pangkalan gas LPG 3 kg terdekat, Pertamina menyediakan akses informasi melalui tautan yang dapat diakses masyarakat.

    “Untuk kemudahan masyarakat menemukan pangkalan LPG 3kg terdekat, kami menyiapkan akses mencari pangkalan terdekat melalui link resmi atau bisa meminta informasi melalui Call Center 135,” ujar Heppy.

    Lantas, bagaimana cara menemukan pangkalan gas LPG 3 kg resmi? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut panduan lengkapnya!

    Langkah-langkah Mencari Pangkalan LPG 3 Kg Terdekat

    Akses laman informasi pangkalan gas LPG 3 Kg: Buka laman resmi Pertamina melalui tautan berikut: https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kgKlik tanda panah pada kolom “Lokasi Pangkalan Terdekat”: Setelah halaman terbuka, cari kolom dengan tulisan “Lokasi Pangkalan Terdekat” dan klik tanda panah yang tersedia untuk membuka daftar pangkalan terdekat.Cari lokasi berdasarkan lokasi Anda: Sistem akan menampilkan pangkalan terdekat berdasarkan lokasi Anda. Pastikan GPS perangkat Anda aktif untuk hasil yang lebih akurat.Klik “Rute” untuk mengetahui arah: Setelah menemukan pangkalan yang sesuai, klik tombol “Rute” untuk mendapatkan petunjuk arah menuju lokasi pangkalan tersebut.

    Dengan adanya layanan online ini, masyarakat tidak perlu lagi merasa kesulitan dalam mencari pangkalan gas LPG 3 kg. Layanan ini memastikan akses yang lebih mudah dan cepat, serta membantu masyarakat mendapatkan LPG 3 kg dengan harga yang sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

  • Berkomitmen untuk Terus MengEMASkan Indonesia, Pegadaian Cetak Laba Rp 5,85 Triliun Selama Tahun 2024

    Berkomitmen untuk Terus MengEMASkan Indonesia, Pegadaian Cetak Laba Rp 5,85 Triliun Selama Tahun 2024

    Jakarta, Beritasatu.com –  PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2024 dengan mencetak laba sebesar Rp 5,85 Triliun. Pencapaian ini tumbuh 33,7% dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 4,38 Triliun.

    Pencapaian kinerja gemilang Pegadaian juga terlihat dari realisasi Aset sebesar Rp 102,62 Triliun yang tumbuh 24,2% dibandingkan tahun 2023 lalu sejumlah Rp 82,59 Triliun. Hal ini didukung oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) sebesar Rp 85,38 Triliun yang meningkat 26,3% dari tahun lalu sebesar Rp 67,57 Triliun. Pencapaian ini tentunya turut didukung dengan kualitas pembiayaan dan bisnis yang semakin sehat, terlihat dari penurunan NPL yang signifikan dari sebelumnya 0,85% pada tahun 2023, menjadi 0,63% pada tahun 2024.

    Dengan pencapaian kinerja keuangan dan operasional tersebut, Pegadaian berhasil mencatatkan peningkatan ROA (Return on Asset) menjadi 6,21% dan ROE (Return on Equity) menjadi 17,23%. Tidak hanya itu, Pegadaian juga semakin efisien dalam menjalankan kegiatan operasionalnya dimana rasio BOPO (Beban Operasional Pendapatan Operasional) berhasil dioptimalkan dan menjadi yang terendah dalam beberapa tahun belakang, yaitu sebesar 63,75% selama tahun 2024.

    Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan mengatakan tahun ini Pegadaian akan memasuki usia ke-124 Tahun. Tidak mudah untuk bertahan tanpa loyalitas dan kepercayaan nasabah terhadap Pegadaian. 

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh nasabah yang sangat setia memanfaatkan produk dan layanan Pegadaian. Ini semua tentu juga didukung oleh kerja keras dan kontribusi seluruh Insan Pegadaian. Kami berkomitmen untuk terus bertransformasi, serta memberikan produk dan layanan terbaik untuk masyarakat Indonesia, apalagi dengan adanya layanan Bulion, harapannya masyarakat semakin mudah dalam berinvestasi bersama Pegadaian,” ungkap Damar di Jakarta pada Minggu (2/2/2025).

    Memasuki tahun 2025, Pegadaian berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan menghasilkan kinerja terbaik dengan melebarkan sayapnya dalam mengembangkan ekosistem emas. Hal ini sejalan dengan semakin meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi emas.

    “Kami juga sangat bersyukur, di tahun 2025 Pegadaian ini mendapatkan kado spesial untuk menjalankan Kegiatan Usaha Bulion, dimana Pegadaian menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin ini,” tambah Damar.

    Sebelumnya pada penghujung tahun 2024, Pegadaian resmi menjadi pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin menjalankan kegiatan usaha bulion yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion PT Pegadaian dengan nomor surat  S-325/PL.02/2024. Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas.

    Pegadaian dinilai memiliki infrastruktur yang mumpuni menjadi lembaga penyaluran bulion mulai dari penyimpanan agunan gadai yang 90% berupa emas, ruang penyimpanan emas dengan standar Internasional terbesar di Indonesia hingga adanya beragamnya produk emas pada Layanan Bulion Pegadaian yang semakin melengkapi ekosistem emas tersebut.

    Adanya bulion diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk memiliki Investasi emas, apalagi investasi emas dinilai sangat menguntungkan dan paling bersinar, khususnya di tahun 2024 lalu. Pegadaian sendiri terus memantapkan komitmennya melebarkan bisnis pada bidang Bullion Services  untuk mendukung perekonomian dengan MengEMASkan Indonesia.

  • Bikin Langka, Kebijakan Baru LPG 3 Kg Belum Tentu Kurangi Beban Subsidi

    Bikin Langka, Kebijakan Baru LPG 3 Kg Belum Tentu Kurangi Beban Subsidi

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menerapkan kebijakan baru yang membatasi penjualan LPG 3 kg hanya melalui pangkalan resmi terdaftar di Pertamina mulai 1 Februari 2024. Kebijakan ini pun membuat LPG 3 kg menjadi langka.

    Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria menjelaskan kebijakan ini dinilai belum tentu efektif dalam mengurangi beban subsidi yang ditanggung negara.  

    “Jika kebijakan tersebut dimaksudkan agar penyaluran LPG subsidi tepat sasaran, maka seharusnya dilakukan dengan membuat peraturan yang tegas atas siapa yang berhak atas LPG bersubsidi, bukan hanya mengalihkan pengecer menjadi pangkalan resmi LPG subsidi,” ungkap Sofyano di Jakarta, Senin (3/2/2025) dilansir dari Antara.

    Dia melanjutkan, aturan dalam Perpres 104 Tahun 2007 yang mengatur penggunaan LPG 3 kg untuk rumah tangga dan usaha mikro masih memiliki celah interpretasi yang tidak tegas. Akibatnya, dalam praktiknya, banyak rumah tangga dari berbagai golongan tetap dapat membeli LPG bersubsidi.

    Selain itu, ketentuan tentang penggunaan LPG bersubsidi oleh usaha mikro juga sering disalahartikan, sehingga usaha menengah pun kerap mengakses gas bersubsidi tersebut.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tantangan utama dalam subsidi LPG bukan sekadar soal distribusi atau harga jual di tingkat pengecer, melainkan meningkatnya beban subsidi dan kuota yang dikeluarkan oleh pemerintah setiap tahunnya.  

    “Sulit mengatakan secara pasti sesuai ketentuan hukum bahwa LPG 3 kg dominan diselewengkan atau dinyatakan salah sasaran sepanjang ketentuan peraturannya dinilai abu abu seperti yang terjadi selama ini. Karenanya, saya melihat bahwa pengangkatan pengecer menjadi pangkalan resmi LPG subsidi tidak menjamin bahwa besaran subsidi elpiji pasti akan berkurang karena dianggap penyaluran bisa tepat sasaran,” kata Sofyano.

    Sofyano juga menyoroti kemungkinan bahwa tidak semua pengecer tertarik untuk menjadi pangkalan resmi LPG 3 kg karena potensi keuntungan mereka justru lebih besar saat berstatus sebagai pengecer. Selain itu, banyak masyarakat yang lebih memilih membeli LPG dari pengecer dengan harga sedikit lebih mahal demi kemudahan layanan antar.  

    Meski begitu, ia tetap mendukung upaya pengalihan pengecer menjadi pangkalan LPG resmi, dengan harapan distribusi bisa lebih terkendali. Namun, ia mengingatkan bahwa jika tidak diikuti dengan regulasi yang lebih tegas dan sistem pengawasan yang kuat, langkah ini justru bisa meningkatkan anggaran subsidi, bukannya menguranginya.  

    Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa mulai 1 Februari 2025, pengecer LPG bersubsidi diwajibkan untuk mendaftarkan diri sebagai pangkalan resmi Pertamina.  

    “Kami mengatur agar pengecer (LPG 3 kg) ini berubah menjadi pangkalan mulai 1 Februari,” ujar Yuliot dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/1/2025). 

  • Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Masih di Zona Merah

    Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Masih di Zona Merah

    Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan pada Senin pagi (3/2/2025).

    Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.22 WIB di pasar spot exchange, rupiah diperdagangkan di level Rp 16.451 per dolar AS, melemah 147 poin atau 0,90%.

    Pada akhir pekan sebelumnya, Jumat (31/1/2025), rupiah juga melemah dengan penurunan sebesar 42 poin atau 0,26%, sehingga berada di posisi Rp 16.289 per dolar AS.

    Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga mengalami penurunan tajam lebih dari 1% dalam sesi I perdagangan bursa hari ini, Senin (3/2/2025).

    Menurut data yang dihimpun Beritasatu.com, IHSG dibuka turun 79,277 poin atau 1,12% ke level 7.029,919. Sebanyak 123 saham tercatat menguat, 276 saham melemah, dan 197 saham bergerak stagnan.

    Sebagian besar sektor mengalami pelemahan seiring dengan penurunan IHSG.

    Saat nilai tukar rupiah turun, sektor properti turun terdalam mencapai 2,42%, diikuti sektor kesehatan turun 1,20% dan sektor bahan baku melemah 1,03%.

  • IHSG Hari Ini Terjun Bebas Tertekan Sektor Properti

    IHSG Hari Ini Terjun Bebas Tertekan Sektor Properti

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan bursa hari ini terjun bebas hingga lebih dari 1%, Senin (3/2/2025).

    Berdasarkan data bursa yang diolah Beritasatu.com, IHSG dibuka turun 79,277 poin atau 1,12% menjadi 7.029,919. Sebanyak 123 saham menguat, 276 saham melemah, dan 197 saham bergerak datar.

    Volume awal perdagangan mencapai 1,6 miliar lembar saham hingga catat transaksi Rp 1 triliun dan frekuensi 108.155 kali.

    Mayoritas saham sektoral melemah ketika IHSG hari ini turun. Sektor properti catat penurunan tertinggi mencapai 2,42%, diikuti sektor kesehatan melemah 1,20%, dan bahan baku turun 1,03%.

    Hanya sektor konsumsi nonprimer yang menguat tipis 0,27 poin atau 0,04% mencapai level 717.

    Saham unggulan LQ45 juga turun 1,30%, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 1,51%, dan Investor33 anjlok 1,23%.

    Namun, saat IHSG hari ini turun, tiga saham catat kenaikan dan masuk top gainers, yakni PT PT Hotel Sahid Jaya Internasional Tbk (SHID) menguat 25%, PT Solusi Energi Ditigal Tbk (WIFI) bertambah 20%, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) bertambah 19%.

  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 3.000 Per Gram dari Level Tertinggi

    Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 3.000 Per Gram dari Level Tertinggi

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam hari ini turun dari level tertinggi pada awal perdagangan Senin (3/2/2025).

    Melansir Logam Mulia, harga emas Antam hari ini turun Rp 3.000 menjadi Rp 1,621 juta per gram. Sementara, harga buyback pada Senin (3/2/2025) ikut turun Rp 3.000 menjadi Rp 1,472 juta per gram.

    Potongan pajak pembelian harga emas Antam sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% untuk pemegang NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

    Transaksi harga jual pembelian emas Antam dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% untuk pemegang NPWP dan 3% untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

    Berikut harga emas Antam pada Senin pagi hari ini:

    – Harga emas 0,5 gram: Rp 860.500.
    – Harga emas 1 gram: Rp 1.621.000.
    – Harga emas 2 gram: Rp 3.186.000.
    – Harga emas 3 gram: Rp 4.759.000.
    – Harga emas 5 gram: Rp 7.909.000.
    – Harga emas 10 gram: Rp 15.740.000.
    – Harga emas 25 gram: Rp 39.178.500.
    – Harga emas 50 gram: Rp 78.255.000.
    – Harga emas 100 gram: Rp 156.390.000.
    – Harga emas 250 gram: Rp 390.587.000.
    – Harga emas 500 gram: Rp 780.875.000.
    – Harga emas 1.000 gram: Rp 1.561.600.000.

    Harga emas batangan Antam hari ini turun tipis setelah mencapai level tertinggi pada Sabtu (1/2/2025) dengan harga Rp 1,624 juta per gram.

  • Kelangkaan Stok, Pengecer Harap Tak Dipersulit Daftar sebagai Pangkalan LPG 3 Kg

    Kelangkaan Stok, Pengecer Harap Tak Dipersulit Daftar sebagai Pangkalan LPG 3 Kg

    Bogor, Beritasatu.com – Pengecer LPG 3 kilogram di Kabupaten Bogor, Jawa barat, menghadapi kelangkaan stok yang berlangsung selama beberapa hari terakhir. Selain itu, mereka kini diharuskan mendaftar sebagai pangkalan resmi agar dapat terus berjualan. Para pengecer berharap proses pendaftaran tidak dipersulit agar mereka tetap bisa berusaha dan distribusi gas tetap lancar.

    Ismania, salah satu pengecer LPG 3 kg di kawasan Cilebut mengungkapkan, kelangkaan ini sudah terjadi sejak Januari, terutama saat hari libur panjang yang menyebabkan keterlambatan pengiriman dari agen.

    “Sampai sekarang sudah lima hari saya enggak jualan. Begitu stok ada, langsung habis dalam sehari,” kata Ismania kepada Beritasatu.com, Minggu (2/2/2025).

    Dalam kondisi normal, Ismania biasanya menerima 26 tabung dalam sekali pengiriman. Namun, akibat kelangkaan ini, ia kesulitan mendapatkan pasokan reguler.

    Hal yang sama dialami oleh Umam, pengecer LPG 3 kg di Bogor. Menurutnya, kelangkaan mulai terjadi menjelang libur panjang Imlek dan hingga kini belum sepenuhnya pulih.

    Kini, pengecer LPG 3 kg diwajibkan mendaftar sebagai pangkalan resmi agar tetap dapat berjualan. Namun, baik Ismania maupun Umam mengaku belum mendapatkan informasi resmi terkait aturan tersebut.

    “Berita itu kami belum tahu. Tahunya berita viral saat ini per tanggal 1 Februari warung-warung sudah dilarang untuk berjualan gas,” kata Umam.

    Para pengecer berharap pemerintah dan pihak terkait memberikan kemudahan dalam proses pendaftaran sebagai pangkalan LPG 3 kg, sehingga mereka tetap bisa berjualan dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan LPG subsidi.

  • Respons Warga Usai Gas LPG 3 Kg Tak Dijual di Pengecer

    Respons Warga Usai Gas LPG 3 Kg Tak Dijual di Pengecer

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menerbitkan aturan soal larangan pengecer menerima distribusi LPG 3 kg dari Pertamina. Aturan tersebut berlaku mulai 1 Februari 2025.

    Warga ada yang tidak setuju dan ada yang setuju mengenai hal tersebut. Salah satunya Osi yang tidak setuju apabila gas tidak dijual eceran sebab di sekitar tempat tinggalnya di Kebayoran, Jakarta Selatan cenderung membeli ke warung-warung kecil.

    “Karena kalau di agen-agen besar itu itu jauh rata-rata dari rumah warga itu juga butuh waktu butuh ongkos untuk membeli gas itu. Saya lebih setuju kalau diadakan di warung-warung kecil karena warung-warung kecil banyak di pemukiman penduduk,” kata Osi saat ditemui Beritasatu, Minggu (2/2/2024).

    Osi berharap pengadaan gas LPG 3 kg bagi warga tidak dipersulit karena gas sangat dibutuhkan oleh warga serta pedagang-pedagang terutama yang cenderung dekat dengan pengecer.

    “Kalau diadakan di warung-warung pasti dia lebih dekat lebih mudah apalagi kalau tiba-tiba mendadak gasnya habis di tengah malam lebih baik tolong tidak dipersulit pengadaan gas diperbanyak lagi di warung-warung yang dekat,” ucapnya teantang gas PPG 3 kg.

    Berbeda dengan Wahyuni, baginya gas sudah tak lagi dijual di tingkat pengecer tidak masalah asalkan stok gas selalu tersedia dan diberitahuka tempat memberlinya. Akan tetapi ia akhir-akhir ini sempat kesulitan untuk mencari gas LPG 3 kg.

    “Memang akhir-akhir ini agak susah mencari LPG 3 kg karena pengecer pun mendapat stok hanya sedikit. Mereka hanya mendapat lima tabung bahkan dua tabung sehingga stok cepat habis,” tutur Wahyuni.

  • Dukung Investasi dan Ekonomi, PSN PIK 2 Sebaiknya Tetap Dilanjutkan

    Dukung Investasi dan Ekonomi, PSN PIK 2 Sebaiknya Tetap Dilanjutkan

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktur PoliEco Digital Insights Institute (Pedas), Anthony Leong, menilai proyek strategis nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) atau PSN Tropical Coastland harus tetap dilanjutkan. Pasalnya, proyek tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing investasi di Indonesia. 

    Anthony berharap polemik pagar laut Tangerang tidak menghambat keberlanjutan PSN PIK 2 tersebut.

    “PIK 2 bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi merupakan katalis bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan investasi yang besar dan pengembangan yang terintegrasi, proyek ini mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong sektor pariwisata, serta meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi global,” ujar Anthony kepada wartawan, Minggu (2/2/2025).

    Menurut Anthony, PIK 2 memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi baru, khususnya di sektor properti, pariwisata, dan industri kreatif. Dengan adanya pengembangan infrastruktur yang terencana, proyek ini diyakini akan membawa dampak positif bagi berbagai sektor industri dan masyarakat sekitar.

    Selain itu, kawasan ini juga menjadi magnet bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan konsep pengembangan yang modern dan terintegrasi, PIK 2 diyakini akan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. 

    “Kehadiran berbagai fasilitas bertaraf internasional di kawasan ini menjadikannya pusat ekonomi baru yang dapat mendorong pertumbuhan sektor properti dan bisnis di sekitarnya. Tidak hanya berkontribusi dalam menarik investasi, proyek ini juga menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat mulai dari tenaga kerja konstruksi hingga pekerja di sektor jasa dan perdagangan,” jelas Anthony.

    Anthony menekankan juga dampak ekonomi PIK 2 juga akan terasa di sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, pelaku UKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, baik di sektor kuliner, ritel, maupun jasa lainnya.

    “Setiap proyek pembangunan skala besar pasti membawa efek domino bagi ekonomi lokal. Kita bisa lihat bagaimana UMKM di sekitar kawasan berkembang karena meningkatnya jumlah pengunjung dan penduduk baru yang tinggal di area tersebut,” imbuhnya.

    Selain itu, kata Anthony PIK 2 juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata unggulan yang akan menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan konsep waterfront city yang modern, kawasan ini dapat menjadi daya tarik baru yang memperkuat sektor pariwisata nasional. 

    “Hal ini tentunya berkontribusi pada peningkatan devisa negara serta memperkuat peran Indonesia di industri pariwisata global,” ungkap dia.

    Terkait perbedaan antara PSN PIK 2 dan proyek Tropical Coastland, Anthony menegaskan keduanya adalah proyek yang berbeda, baik dalam hal skala maupun konsep pengembangannya. Menurut dia, PIK 2 adalah proyek pengembangan kawasan yang telah berjalan lama dan memiliki infrastruktur yang jelas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. 

    “Sementara itu, PSN Tropical Coastland adalah proyek baru yang dikembangkan dengan tujuan ecotourism. Oleh karena itu, penting untuk tidak mencampuradukkan keduanya dalam diskusi mengenai proyek strategis nasional,” tegas Wakil Sekretaris Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini.

    Dia menambahkan, keberlanjutan PIK 2 tidak boleh terhambat oleh kesalahpahaman mengenai status proyek tersebut. Menurutnya, PIK 2 sudah menjadi pusat ekonomi yang berkembang dengan berbagai dampak nyata bagi sektor investasi, pariwisata, dan UMKM. Sebab itu, perlu ada kejelasan komunikasi dari berbagai pihak agar publik memahami perbedaan antara proyek-proyek yang berjalan.

    “PIK 2 adalah contoh nyata bagaimana pembangunan yang terintegrasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan kebijakan yang tepat, proyek PIK 2 ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi Indonesia,” pungkas dia.