Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Ingin Organisasi Bersih, Dekopin Minta BPK Audit Investigasi Aset dan Dana Hibah

    Ingin Organisasi Bersih, Dekopin Minta BPK Audit Investigasi Aset dan Dana Hibah

    Jakarta, Beritasatu.com – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigasi secara komprehensif terhadap aset-aset hingga hibah, periode lalu. 

    Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi mengatakan hal tersebut penting agar Dekopin periode 2024-2029 menjalankan roda organisasi lebih transparan ke depannya.

    “Jadi tahap awal kami ingin melakukan audit secara menyeluruh atas aset maupun hibah-hibah dari pemerintah. Kita sampaikan niatan kita dan BPK membuka ruang yang sebesar-besarnya kepada kita untuk permintaan audit tersebut,” ujar Bambang seusai bertemu dengan pimpinan BPK di kantor BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2025).

    Bambang menuturkan Dekopin yang dipimpinnya saat ini, telah diakui oleh Kementerian Hukum dan Kementerian Koperasi. Karena itu, ke depan, dalam rangka menjalankan roda organisasi, keterbukaan aset-aset sangat penting dilakukan. 

    “Karena kita ingin Dekopin ke depan lebih transparan dan lebih clear and clean lah pengelolaan keuangan maupun aset. Nah, pada hari ini kita datang ke BPK dan alhamdulillah ditemuin oleh Wakil Ketua BPK Bapak Budi Prijono,” tandas Wakil Ketua Komisi XII DPR ini.

    Bambang menerangkan, alasan meminta BPK melakukan audit internal, karena dalam lima tahun terakhir, Dekopin tidak lagi mendapat dana hibah dari pemerintah. 

    “Sebelumnya ada pemberian dana hibah dari pemerintah. Nah kita minta supaya penggunaannya itu diaudit investigasi, penggunanya apakah sudah benar apa tidak,” kata dia. 

    Bambang menekankan, Dekopin ke depan menjalankan organisasi, tentu berpatok pada prestasi yang sudah dilalui oleh pengurus lama. Namun, jika ada kesalahan dalam perjalanan pengurus lama, maka akan terlebih dahulu dievaluasi. 

    “Kami ingin menjalankan ke depan berpatokan kepada sebelum-sebelumnya. Kalau memang sebenarnya yang awal sudah benar kita akan ikutin, kalau tidak benar kita akan evaluasi gitu. Jadi kita harus mempertanggungjawabkan satu rupiah pun uang dari negara untuk organisasi semacam dekopin,” jelas Bambang. 

    Sementara itu, Wakil Ketua BPK Budi Prijono mengungkapkan kehadiran pengurus Dekopin ke kantornya, dalam rangka silaturahmi dan konsultasi sejumlah hal, demi perkembangan koperasi ke depan. Termasuk, kata dia, meminta BPK melakukan audit aset-aset Dekopin. 

    “Yang artinya, hal-hal yang mana bisa kita bantu untuk kelancaran tugas-tugas Dekopin ke depan, termasuk kegiatan yang bersifat audit terhadap permasalahan-permasalahan dekopin yang selama ini pintu masuknya pasti melalui Kementerian Koperasi,” pungkas Budi.

  • IHSG Hari Ini Jatuh Lebih dari 2 Persen ke Level 6.875

    IHSG Hari Ini Jatuh Lebih dari 2 Persen ke Level 6.875

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) jatuh cukup dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (6/2/2025).

    IHSG sejak awal perdagangan bergerak di zona merah. IHSG hari ini ditutup melemah 2,12 persen atau 148,6 poin ke level 6.875,5.

    IHSG hari ini bergerak dalam rentang 6.830-7.044. Perdagangan IHSG pada hari ini mencatatkan 20,1 miliar lembar saham senilai Rp 13,5 triliun dari 1,4 juta kali transaksi.

    Sebanyak 176 saham yang diperdagangkan menguat, sebanyak 428 saham melemah, dan sebanyak 196 saham stagnan.

    Pada saat indeks harga saham gabungan (IHSG) berada di zona merah, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini juga masih melemah.

    Dari data Bloomberg pada pukul 14.59 WIB di pasar spot exchange, rupiah berada pada level Rp 16.341 per dolar AS atau melemah 48,5 poin (0,30%).

  • Presiden Prabowo Subianto Minta Efisiensi Anggaran, Ekonom: Realokasi ke Pos Produktif

    Presiden Prabowo Subianto Minta Efisiensi Anggaran, Ekonom: Realokasi ke Pos Produktif

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan efisiensi anggaran belanja hingga Rp 306,95 triliun untuk tahun anggaran 2025. Pemerintah pusat dan daerah diminta untuk mengencangkan ikat pinggang guna memastikan program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetap berjalan dengan baik.

    Efisiensi anggaran ini dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Pemerintah melakukan reviu anggaran kementerian/lembaga (K/L) dalam APBN 2025, APBD 2025, serta transfer ke daerah.

    Menanggapi kebijakan ini, Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengingatkan dampak efisiensi anggaran terhadap pertumbuhan ekonomi bergantung pada realokasi anggaran. Belanja di pos-pos seperti bantuan sosial, subsidi, dan belanja infrastruktur memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi. Yusuf menyarankan agar realokasi anggaran lebih difokuskan pada pos yang bersifat produktif dan dapat memberikan efek pengganda perekonomian.

    “Pemerintah harus memastikan efisiensi dilakukan dengan bijak, terutama dalam realokasi anggaran. Pos belanja yang produktif, seperti infrastruktur dan bantuan sosial yang mendukung daya beli masyarakat, perlu diprioritaskan,” ujar Yusuf dikutip dari Investor Daily, Kamis (6/2/2025).

    Menurutnya, penghematan anggaran dapat dilakukan dengan efisien jika pemerintah melakukan evaluasi rutin terhadap anggaran yang akan dibelanjakan. Misalnya, program seperti makan bergizi gratis yang memerlukan evaluasi lebih lanjut terkait alokasi anggaran yang tepat.

    “Program-program baru ini perlu dicermati agar anggaran tetap sesuai proyeksi dan tidak melebihi batas yang ditentukan,” tambah Yusuf.

    Dalam kesempatan terpisah, Koordinator Analis Laboratorium Indonesia 45, Reyhan Noor, mengungkapkan efisiensi anggaran akan menciptakan ruang fiskal signifikan untuk APBN 2025, yang diperkirakan mencapai sekitar 9,96% dari total belanja. Selain itu, Reyhan juga menyarankan evaluasi kebijakan pajak yang ditanggung pemerintah, seperti tax holiday dan allowance, untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung perekonomian.

    “Pemerintah perlu meninjau kembali efektivitas kebijakan fiskal seperti tax holiday dan Dana Desa, serta memastikan alokasi dana yang kurang bayar tidak mengganggu kapasitas fiskal daerah,” ujar Reyhan.

  • Menteri Rosan Roeslani Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Hambat Target Investasi

    Menteri Rosan Roeslani Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Hambat Target Investasi

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan efisiensi anggaran di kementeriannya tidak akan menghambat pencapaian target investasi. Menurutnya, justru efisiensi ini menjadi dorongan untuk bekerja lebih inovatif dan efektif dalam menjalankan tugas.

    “Kita semangat tinggi kok. Etos kerja tetap harus dijunjung. Dengan adanya efisiensi anggaran ini, kita harus lebih inovatif lagi dalam mengerjakan tugas-tugas kita,” ujar Rosan di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (6/2/2025).

    Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memanfaatkan pendekatan virtual dalam menarik investor, di samping terus mengundang mereka untuk datang langsung ke Indonesia.

    “Banyak cara untuk meyakinkan mereka,” tambahnya.

    Rosan juga mengungkapkan salah satu hal yang disesuaikan dalam efisiensi anggaran adalah perjalanan dinas. Meskipun demikian, ia memastikan layanan publik tetap menjadi prioritas utama dan akan berjalan normal.

    “Nomor satu layanan publik tetap berjalan normal. Tetapi yang lain-lainnya kita melakukan adjustment, baik dari yang besar sampai yang kecil,” jelasnya.

    Saat ditanya mengenai keluhan dari pihak internal kementerian terkait kebijakan ini, Rosan memastikan pihaknya akan terus bekerja maksimal sesuai dengan anggaran yang tersedia.

    “Soal nilai efisiensinya masih dibicarakan lebih lanjut,” tambahnya.

  • Pandu Sjahrir Temui Presiden Prabowo Subianto di Istana, Ditunjuk Jadi Bos Danantara?

    Pandu Sjahrir Temui Presiden Prabowo Subianto di Istana, Ditunjuk Jadi Bos Danantara?

    Jakarta, Beritasatu.com – Pada Kamis (6/2/2025), pengusaha Pandu Sjahrir melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Dalam kesempatan itu, Pandu tampak mengenakan jas hitam dan dasi biru cerah, menunjukkan penampilan yang rapi dan profesional.

    Setelah pertemuan, ia terlihat ceria dan berseri-seri. Kehadirannya ini dikaitkan dengan rumor dirinya akan bergabung dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

    Terkait kemungkinan bergabungnya Pandu dalam struktur BPI Danantara, ia menjawab kepada awak media.

    “Oh belum tahu aku. Tadi hanya ngomongin soal mobil nasional saja,” kata Pandu.

    Ketika ditanya lebih lanjut tentang rumor tersebut, Pandu hanya menjawab singkat.

    “Belum tahu. Belum tahu,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah disahkan DPR RI pada Selasa (4/2/2025), yang mencakup pembentukan BPI Danantara. Badan ini dirancang untuk mengelola BUMN secara operasional, mengoptimalkan dividen, dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% dalam rangka visi Indonesia Emas 2045.

    Desas-desus mengenai keterlibatan Pandu Sjahrir di BPI Danantara sudah beredar sejak lama, terutama setelah RUU BUMN disahkan. Bahkan, dalam sebuah unggahan di Instagram, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut Pandu sebagai “Bos” Danantara. Foto yang diunggah pada Selasa (4/2/2025) itu menunjukkan kedekatan keduanya dengan senyum lebar dan jabat tangan.

    “Diskusi dengan Pak Pandu Bos Danantara untuk pembiayaan perumahan. Semoga bermanfaat untuk Rakyat Indonesia sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo,” tulis Maruarar Sirait di akun @maruararsirait.

  • Lagi-lagi Tembus Rekor Tertinggi, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1,670 Juta Per Gram

    Lagi-lagi Tembus Rekor Tertinggi, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1,670 Juta Per Gram

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas Antam hari ini, Kamis (6/2/2025), kembali mencatat rekor tertinggi setelah naik sebesar Rp 7.000 per gram.

    Harga emas Antam hari ini menjadi sebesar Rp 1,670 juta per gram dari sebelumnya Rp 1,663 juta per gram untuk pengambilan di Butik Emas LM Gedung Antam.

    Sementara itu, harga buyback emas Antam hari ini juga naik Rp 7.000 menjadi Rp 1,521 juta per gram.

    Berikut harga emas batangan Antam hari ini yang tercatat naik pada laman Logam Mulia Antam:

    – Emas 0,5 gram: Rp 885.000

    – Emas 1 gram: Rp 1.670.000

    – Emas 2 gram: Rp 3.284.000

    – Emas 3 gram: Rp 4.906.000

    – Emas 5 gram: Rp 8.154.000

    – Emas 10 gram: Rp 16.230.000

    – Emas 25 gram: Rp 40.413.500

    – Emas 50 gram: Rp 80.705.000

    – Emas 100 gram: Rp 161.290.000

    – Emas 250 gram: Rp 402.837.500

    – Emas 500 gram: Rp 805.375.000

    – Emas 1.000 gram: Rp 1.610.600.000

    Sejalan dengan harga emas Antam yang hari ini naik Rp 7.000 menjadi Rp 1,670 juta per gram, harga perak juga naik sebesar Rp 50 menjadi Rp 18.290 per gram.

  • Masih Tertekan, IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak Sideways

    Masih Tertekan, IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak Sideways

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis (6/2/2025). Tekanan global masih jadi sentimen yang memengaruhi IHSG.

    Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Aziz menilai, IHSG masih menghadapi tekanan akibat sentimen global dan domestik yang belum mendukung penguatan signifikan.

    “IHSG masih akan menguji area support di 6.998-7.018 dan resistance di kisaran 7.080-7.125. Pergerakan cenderung sideways dengan potensi melemah karena sentimen global yang kurang kondusif,” jelasnya dalam program IDTV Market Closing, Rabu (5/2/2025).

    Untuk diketahui, pada perdagangan Rabu (5/2/2025), IHSG ditutup melemah di bawah ekspektasi meskipun sebelumnya sempat mencatatkan penguatan. Volume transaksi tercatat sebesar Rp 10,1 triliun, di bawah rata-rata harian normal Rp 12,8 triliun, yang menunjukkan sikap wait and see pelaku pasar.

    Sentimen negatif datang dari ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, yang berdampak pada aliran modal asing. “Asing masih mencatatkan net sell, terutama pada saham-saham big banks, seperti BBCA dan BMRI,” kata Aziz dalam menanggapi pergerakan IHSG hari ini.

    Dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat 5,02% pada 2024 menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah menargetkan pertumbuhan hingga 8%, tetapi masih jauh dari capaian tersebut. 

    “Penurunan daya beli dan deflasi beruntun turut menekan prospek ekonomi, meski ada potensi Bank Indonesia untuk melakukan pemangkasan suku bunga acuan,” tambahnya.

    Saham-saham berbasis emas mencatatkan penguatan, didorong minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Saham ANTM naik 3,19% dan PSAB menguat 3,57%, seiring kenaikan harga emas global.

    Untuk strategi investasi, Abdul Aziz merekomendasikan akumulasi bertahap pada saham-saham big caps dengan valuasi menarik, serta memanfaatkan momentum saham second liner untuk perdagangan jangka pendek.

    “Posisi saat ini cukup menarik untuk akumulasi, khususnya menjelang musim pembagian dividen di Maret,” pungkasnya dalam menanggapi pergerakan IHSG hari ini.

  • IHSG Hari Ini Diproyeksi Sideways, Investor Pilih Saham Big Caps untuk Investasi Jangka Panjang

    IHSG Hari Ini Diproyeksi Sideways, Investor Pilih Saham Big Caps untuk Investasi Jangka Panjang

    Jakarta, Beritasatu.com  – Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diproyeksi bergerak di level psikologis 7.000 sepanjang perdagangan, Rabu (5/2/2025). Pasar cenderung sideways sejak akhir Januari di tengah gempuran sentimen negatif perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dengan negara-negara mitra dagangnya China, Kanada, dan Meksiko.

    Investor cenderung bersikap konservatif sepanjang dua pekan ini. Hal ini dapat terlihat dari nilai transaksi harian yang di bawah RNTH Rp 12,8 triliun. Hari ini saja, nilai transaksi tidak lebih dari Rp 11,5 triliun.

    Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis mengatakan, saat ini investor dapat memanfaatkan momen untuk trading jangka pendek. Selain itu, Azis juga melihat ada peluang untuk investor mengakumulasi saham-saham big caps untuk investasi jangka panjang.

    “Sebenarnya saat ini adalah momen yang tepat untuk mengakumulasi saham, terutama big caps,” kata Azis kepada Beritasatu.com di BEI Jakarta, Rabu (5/2/2025).

    Menurut Azis, berdasarkan prediksi pergerakan IHSG hari ini, harga saham-saham big caps saat ini sudah terdiskon cukup besar. Padahal, fundamental emiten-emiten big caps masih tergolong baik.

    Diketahui, saham-saham big caps yang terhimpun dalam indeks LQ45 hari ini terkoreksi 1,05%. Beberapa di antaranya termasuk saham-saham big banks yang kompak terkoreksi.

    BBCA misalnya, posisinya sore hari ini ditutup pada level 9.125 atau terkoreksi 0,54%. Posisinya jauh lebih rendah dibandingkan posisi pada pertengahan Januari lalu yang menyentuh 9.900.

    “Secara jangka pendek dan menengah, saham-saham second liner dan third liner memang masih menjadi trend untuk trading. Ketika memang saham big caps itu turun, biasanya saham third liner atau second liner yang akan menjadi diburu oleh pelaku pasar untuk trading-trading jangka pendek hingga menengah,” ucap Aziz.

    Memang, saham-saham LQ45 yang secara valuasi memang sudah terhitung murah dan bisa untuk trading-trading jangka pendek. Azis berpesan kepada para investor untuk mencermati peluang ke depan dan tidak terpaku pada ketidakpastian ekonomi global.

    “Pada Maret nanti biasanya akan ada musim pembagian dividen terutama pada saham-saham seperti big banks. Ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mengambil posisi dan melakukan akumulasi. Ketika memang nanti sudah mendekati dividen, kita saham-saham big banks atau big caps yang lainnya itu akan naik, kita bisa melakukan taking profit di situ,” tutup Azis dalam menanggapi pergerakan IHSG hari ini.
     

  • Pertumbuhan Ekonomi 2024 Mencapai 5,03 Persen, Sri Mulyani: Kuat dan Stabil

    Pertumbuhan Ekonomi 2024 Mencapai 5,03 Persen, Sri Mulyani: Kuat dan Stabil

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02 persen pada kuartal IV dan 5,03 persen sepanjang tahun 2024. Angka tersebut menunjukkan bahwa perekonomian nasional tetap kuat dan stabil sepanjang tahun lalu.

    “Tahun 2024 merupakan periode yang penuh tantangan dan dinamika, baik dari sisi global maupun domestik. Namun, berkat kerja keras, sinergi yang kuat, serta peran APBN sebagai instrumen strategis dalam menjaga perekonomian, kita mampu mempertahankan stabilitas dan pertumbuhan hingga akhir tahun,” ujar Sri Mulyani dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (5/1/2025).

    Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga mencatat pertumbuhan sebesar 4,98 persen pada kuartal IV 2024 dan 4,94 persen sepanjang tahun.

    Ia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi ini merupakan bukti nyata bahwa APBN berperan dalam menjaga daya beli masyarakat. Hal ini dilakukan melalui belanja bantuan sosial bagi kelompok berpenghasilan rendah serta penguatan distribusi pasokan pangan untuk memastikan stabilitas harga.

    Selain itu, penciptaan lapangan kerja baru yang mencapai 4,79 juta sepanjang 2024 juga dinilai turut mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.

    Sementara itu, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani tumah tangga (LNPRT) tumbuh 6,06 persen pada kuartal IV dan meningkat hingga 12,48 persen sepanjang tahun. Pertumbuhan ini didorong oleh aktivitas Pemilu dan Pilkada 2024 serta berbagai agenda olahraga nasional.

    Dalam sektor pengeluaran pemerintah, terjadi pertumbuhan konsumsi sebesar 6,61 persen sepanjang tahun dan 4,17 persen pada kuartal IV. 
    Menurut Sri Mulyani, hasil ini mencerminkan optimalisasi belanja negara yang berfungsi sebagai peredam guncangan ekonomi demi menjaga konsumsi masyarakat, stabilitas perekonomian, serta mendukung pembangunan nasional.

    Sektor investasi, yang diukur melalui pembentukan modal tetap bruto (PMTB), mencatat pertumbuhan 5,03 persen pada kuartal IV dan 4,61 persen sepanjang tahun.

    Hal ini menunjukkan kestabilan kondisi ekonomi dan politik serta dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter yang meningkatkan kepercayaan investor dalam merealisasikan investasi di berbagai sektor, termasuk industri hilirisasi.

    Di sisi perdagangan internasional, ekspor mencatat pertumbuhan 7,63 persen pada kuartal IV dan 6,51 persen sepanjang tahun. Kinerja positif ini didorong oleh peningkatan ekspor barang dan jasa.

    Industri manufaktur juga menunjukkan kinerja baik dengan pertumbuhan 4,89 persen pada kuartal IV dan 4,43 persen sepanjang tahun 2024. Sektor perdagangan mencatat kenaikan sebesar 5,19 persen pada kuartal IV dan 4,86 persen sepanjang tahun.

    Sri Mulyani menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional tidak lepas dari peran APBN yang terus dioptimalkan untuk melindungi daya beli masyarakat melalui program perlindungan sosial, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung agenda pembangunan nasional.

    Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah berkomitmen memperkuat program perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, serta subsidi dan kompensasi.

    Selain itu, dukungan terhadap UMKM akan terus ditingkatkan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kebijakan perpajakan yang lebih mendukung. Upaya stabilisasi harga juga akan dilakukan melalui kebijakan Stabilisasi Harga Pangan (SPHP).

    Ke depan, Menkeu menyatakan bahwa APBN akan tetap berperan sebagai peredam guncangan ekonomi melalui berbagai strategi kebijakan pemerintah.

    Pemerintah terus berupaya memperkuat fundamental ekonomi dengan berbagai langkah, seperti transformasi ekonomi, peningkatan ketahanan pangan, pengembangan energi terbarukan, hilirisasi industri, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta perbaikan iklim investasi dan bisnis.

    Selain itu, koordinasi dan kolaborasi antara berbagai pihak terus ditingkatkan guna memaksimalkan dampak kebijakan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan terus diperkuat untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga.
     

  • Penggunaan Listrik di Kantor Pemerintahan Dibatasi, Menko Airlangga: Simbol Efisiensi Anggaran

    Penggunaan Listrik di Kantor Pemerintahan Dibatasi, Menko Airlangga: Simbol Efisiensi Anggaran

    Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah kantor pemerintahan mengurangi penggunaan listrik. Hal ini terlihat di beberapa kantor Kementerian yang memadamkan lampu saat jam operasional kerja berlangsung.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan, pembatasan penggunaan listrik merupakan simbol dari efisiensi anggaran kementerian/lembaga.

    Awalnya ia mengungkapkan, efisiensi anggaran telah dilakukan, dan total persentase pemangkasan sebesar 52,5%.

    “Kemudian terkait dengan efisiensi anggaran, Kementerian dipotong 52,5%. Jadi untuk menunjukkan simbol bahwa kita dipotong, memang lampu kita matikan,” ungkap Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

    Diketahui, efisiensi anggaran belanja merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam pengelolaan keuangan negara. Hal ini tidak terlepas dari sikap Presiden Prabowo setelah mengkaji alokasi belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

    Efisiensi anggaran dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.

    Efisiensi anggaran sebesar Rp 306,69 triliun terbagi dalam efisiensi anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 256,1 triliun dan efisiensi transfer ke daerah sebesar Rp 50,5 triliun.

    Airlangga menjamin, efisiensi anggaran belanja ini tidak berarti mengurangi kualitas kinerja dan program kerja, melainkan menata kembali proses kerja agar lebih efektif.

    “Kemudian tentu kita akan optimalisasi agar pemotongan dan efisiensi anggaran ini tidak berefek kepada apa yang akan dicapai,” pungkasnya.