Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Per Akhir Januari, Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 15 Juta SID

    Per Akhir Januari, Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 15 Juta SID

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal di Indonesia pada akhir Januari 2025 telah mencapai lebih dari 15 juta single investor identification (SID). Dengan jumlah investor yang terus bertambah, diharapkan pasar modal Indonesia dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi.

    “Pasar modal dapat berperan aktif dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman, di Jakarta, Senin (3/2/2025).

    Iman menegaskan, potensi ini bisa terwujud apabila seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, regulator, korporasi, dan investor, bersinergi memajukan pasar modal yang lebih inklusif, transparan, dan berdaya saing global.

    “Bersama-sama, kita dapat mewujudkan cita-cita besar untuk ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Menurut data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 30 Januari 2025, jumlah investor pasar modal mencapai 15.161.166 SID, meningkat 289.527 SID dibandingkan bulan sebelumnya. Iman menyebut pertumbuhan ini mencerminkan optimisme terhadap pasar modal Indonesia, seiring meningkatnya literasi keuangan dan partisipasi masyarakat dalam investasi.

    “Hal tersebut menunjukkan minat masyarakat yang semakin besar terhadap kepemilikan saham sebagai instrumen investasi jangka panjang,” jelas Iman.

    Memasuki awal 2025, BEI telah melaksanakan 411 kegiatan edukasi di berbagai daerah. Program ini meliputi sekolah pasar modal, forum investor, edukasi publik, kunjungan ke BEI, hingga pembuatan konten edukasi di media sosial.

    “Upaya ini menunjukkan komitmen BEI dalam menjangkau masyarakat luas dan mendorong peningkatan jumlah investor secara berkelanjutan,” ujar Iman.

    Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menilai capaian ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih besar. Mengingat jumlah penduduk Indonesia yang melebihi 280 juta jiwa, angka investor pasar modal saat ini masih bisa terus ditingkatkan.

  • IHSG Hari Ini Kembali Dibuka Melemah

    IHSG Hari Ini Kembali Dibuka Melemah

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (10/2/2025).

    IHSG pada pukul 09.12 WIB melemah 0,58% atau 38,91 poin ke level 6.703,6.

    IHSG pada awal perdagangan hari ini bergerak dalam rentang 6.657-6.742. Perdagangan IHSG pada 12 menit pertama mencatatkan 1,89 miliar lembar saham senilai Rp 1,68 triliun dari 151.067 kali transaksi.

    Sebanyak 193 saham yang diperdagangkan menguat, sebanyak 226 saham melemah, dan sebanyak 118 saham stagnan.

    Sebelum IHSG hari ini dibuka melemah, IHSG dalam sepekan kemarin ambles 5,16%. IHSG pada periode perdagangan 3-7 Februari 2025 turun ke level 6.752,5 dari posisi sebelumnya di 7.109,1 pada pekan lalu.

  • Naik Lagi, Harga Emas Antam Hari Ini Capai Rp 1,667 Juta Per Gram

    Naik Lagi, Harga Emas Antam Hari Ini Capai Rp 1,667 Juta Per Gram

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas Antam hari ini, Senin (10/2/2025), kembali bergerak naik mendekati rekor tertinggi.

    Harga emas Antam hari ini naik Rp 5.000 menjadi sebesar Rp 1,667 juta per gram dari sebelumnya Rp 1,662 juta per gram untuk pengambilan di Butik Emas LM Gedung Antam.

    Sementara itu, harga buyback emas Antam hari ini juga naik Rp 5.000 menjadi Rp 1,518 juta per gram.

    Sebelumnya, harga emas Antam mencapai rekor tertinggi pada Kamis (6/2/2025) sebesar Rp 1,670 juta per gram.

    Berikut harga emas batangan Antam hari ini yang tercatat naik pada laman Logam Mulia Antam:

    – Emas 0,5 gram: Rp 883.5000

    – Emas 1 gram: Rp 1.667.000

    – Emas 2 gram: Rp 3.278.000

    – Emas 3 gram: Rp 4.897.000

    – Emas 5 gram: Rp 8.139.000

    – Emas 10 gram: Rp 16.200.000

    – Emas 25 gram: Rp 40.337.500

    – Emas 50 gram: Rp 80.555.000

    – Emas 100 gram: Rp 160.990.000

    – Emas 250 gram: Rp 402.087.500

    – Emas 500 gram: Rp 803.875.000

    – Emas 1.000 gram: Rp 1.607.600.000

    Berbeda dengan harga emas Antam yang hari ini naik Rp 5.000 menjadi Rp 1,667 juta per gram, harga perak stagnan di level 17.990 per gram.

  • Pasar SUN Dibayangi Ketidakpastian Global, Investor Incar Tenor Pendek

    Pasar SUN Dibayangi Ketidakpastian Global, Investor Incar Tenor Pendek

    Jakarta, Beritasatu.com – Pasar Surat Utang Negara (SUN) pada pekan depan masih dibayangi oleh ketidakpastian global akibat kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam situasi ini, investor cenderung mengalihkan minat ke surat utang tenor pendek untuk mengurangi risiko.

    Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana mengungkapkan, sentimen global, khususnya ketidakstabilan kebijakan tarif impor yang diterapkan Trump, akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan yield SUN. Selain itu, investor juga akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi dalam negeri, seperti neraca perdagangan dan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI rate).

    “Trade balance kemungkinan sedikit menurun, tetapi ini wajar untuk Januari. Sementara itu, BI rate diperkirakan tetap, meski ada potensi tambahan kebijakan makroprudensial yang lebih longgar, seperti penurunan reserve requirement perbankan atau pelonggaran likuiditas,” ujar Fikri kepada Beritasatu.com, Minggu (9/2/2025).

    Menurutnya, kombinasi kebijakan pro-growth dari Bank Indonesia dan ketidakpastian global dapat menekan yield pasar SUN pekan ini, meskipun penurunannya diperkirakan tidak sebesar pekan lalu. Investor masih menunggu arah kebijakan lanjutan dari AS, terutama terkait tarif dagang dengan China dan Meksiko.

    Fikri menambahkan bahwa investor asing masih menunjukkan minat terhadap Surat Berharga Negara (SBN), terlihat dari tren net buy sejak awal Februari dan hasil lelang SBN pekan lalu yang cukup kuat. Namun, pergerakan pasar tetap dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah.

    “Pekan lalu, yield SUN 10 tahun sempat berada di kisaran 6,87%-6,89%. Pekan ini, potensi penurunannya ada, tetapi terbatas di level 6,82%-6,84%. Market juga akan mencermati data new home sales AS yang bisa memberikan tekanan inflasi di sana,” jelasnya.

    Dari sisi penerbitan, sebelumnya pemerintah telah menggelar lelang SUN dengan target indikatif Rp 24 triliun, sementara permintaan mencapai Rp 77,7 triliun, mencerminkan tingginya minat investor.

    Ke depan, permintaan diperkirakan masih akan terpusat pada tenor pendek, seperti SPSN dan PBS034 yang memiliki tenor sekitar 11 tahun.

    Pada Selasa, (11/2/2025) mendatang, pemerintah berencana melelang tujuh seri Surat Utang Negara dengan target indikatif sebesar Rp 10 triliun.

    Fikri menilai bahwa ketidakstabilan di pasar lebih banyak disebabkan oleh pernyataan-pernyataan Trump daripada kebijakan ekonominya secara keseluruhan (Trumponomics).

    Meskipun Menteri Keuangan AS Scott Bessent menganggap lebih stabil, tetapi pernyataan Trump yang sering berubah masih menjadi faktor yang diperhatikan investor.

    “Contohnya, Trump mengumumkan tarif ke China, tetapi kemudian direvisi bahwa produk di bawah US$ 8.000 tidak terkena cukai. Hal ini membuat pasar lebih berhati-hati dalam mengambil posisi,” paparnya.

    Dengan kondisi tersebut, Fikri memperkirakan perbankan masih akan menjadi investor utama dalam lelang pasar SUN mendatang, terutama karena tren switching dari SRBI ke SBN akibat penurunan yield SRBI.

  • Kebijakan Penghematan Anggaran, Pakar Usul Sektor Pendidikan dan Kesehatan Tidak Diotak-atik

    Kebijakan Penghematan Anggaran, Pakar Usul Sektor Pendidikan dan Kesehatan Tidak Diotak-atik

    Jakarta, BeritaSatu.com – Kebijakan penghematan anggaran yang diprakarsai Presiden Prabowo Subianto terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 306,6 triliun, rencananya akan diputuskan pada Kamis (13/2/2025). 

    Kebijakan ini mengharuskan kementerian dan lembaga untuk menghemat dari segi operasional kantor dan beberapa program yang dijalankannya. 

    Terkait penghematan anggaran ini, pakar ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, mengingatkan ada beberapa sektor yang harus tetap diprioritaskan dan tidak dipotong demi menjaga keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

    Menurut Nailul Huda, sektor pendidikan, kesehatan, dan inovasi adalah program yang tidak perlu diberlakukan penghematan anggarannya. 

    “Kita melihat sektor yang paling utama adalah pendidikan dan kesehatan, selain itu sektor yang berhubungan dengan inovasi juga harus didorong. Tiga sektor itu sebenarnya tidak perlu disentuh atau diotak-atik, tidak perlu dikurangi bahkan kalau bisa ditambah,” ujar Nailul dalam wawancara bersama Beritasatu.com di Jakarta, Sabtu (8/2/2025).

    Nailul menjelaskan, pendidikan dan kesehatan merupakan pilar utama untuk pembangunan ekonomi nasional. Keduanya sangat berkaitan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang akan mampu bersaing dengan negara-negara lain.

    “Ketika pendidikan dan kesehatan kita baik, SDM akan semakin berkualitas dan siap bersaing di tingkat global. Hal ini sangat berpengaruh dalam pembangunan ekonomi jangka panjang,” tambahnya.

    Selain itu, Nailul juga menekankan pentingnya mendukung sektor inovasi, salah satunya melalui program riset yang ada di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Program-program riset ini sangat penting untuk menyiapkan pengetahuan dan kebijakan masa depan.

    “Dana untuk riset dan pengembangan (R&D) dalam PGB saat ini hanya mencapai 0,25% dari total PGB. Angka ini sangat kecil. Jika sektor riset dan inovasi ikut dipangkas, dampaknya akan terasa dalam jangka menengah dan panjang terhadap ekonomi,” ujar Nailul.

    Meskipun ia mendukung inisiatif pemangkasan anggaran yang diajukan oleh Prabowo, Nailul menegaskan bahwa pemilahan program yang akan dipangkas sangatlah penting. Terutama untuk tiga sektor tersebut, yang menurutnya sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi nasional.

    “Program yang memiliki dampak yang terbatas terhadap ekonomi atau masyarakat sekitar, tentu bisa dipertimbangkan untuk dipangkas. Namun, untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan inovasi tidak perlu dilakukan penghematan anggarannya agar tidak menghambat perkembangan ekonomi jangka panjang,” pungkas Nailul.

  • Bahlil Tegaskan Penataan Distribusi Gas 3 Kg untuk Cegah Kebocoran Subsidi Negara Rp 26 Triliun

    Bahlil Tegaskan Penataan Distribusi Gas 3 Kg untuk Cegah Kebocoran Subsidi Negara Rp 26 Triliun

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan distribusi gas elpiji 3 kilogram yang tidak tepat sasaran selama ini, berpotensi menimbulkan kerugian sampai Rp 26 triliun dari total subsidi negara.

    Karena itulah, Bahlil menegaskan, kementeriannya harus mengambil kebijakan pembelian gas 3 kg harus melalui pangkalan atau subpangkalan supaya subsidi negara tepat sasaran.

    Menurutnya setiap tahun negara menyubsidi gas elpiji 3 kg sebesar Rp 87 triliun. 

    “Jika kita asumsikan loss-nya total ada 25-30%, kali Rp 87 triliun, itu sama dengan Rp 25 triliun hingga Rp 26 triliun,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Minggu (9/2/2025).

    Bahlil menjelaskan bahwa negara selama ini telah menyubsidi tiga kebutuhan energi untuk rakyat Indonesia, yakni BBM, listrik, dan gas elpiji. Untuk gas elpiji sendiri, dalam satu tahun negara mensubsidi hingga Rp 87 triliun. 

    “Perintah Presiden Prabowo ke semua orang di kabinet adalah memastikan uang negara satu sen pun harus pasti sampai ke masyarakat. Penggunaannya harus tepat sasaran sampai ke rakyat. Apalagi elpiji ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar ketua umum Golkar inil.

    Saat awal menjabat sebagai menteri, Bahlil mengaku mendapat sejumlah laporan dari aparat penegak hukum dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa program subsidi gas elpiji 3 kg rentan terjadi kerugian jika tidak dilakukan penataan distribusi dan harga yang lebih jelas. 

    Dengan subsidi negara sebesar Rp 36.000 per tabung, kata Bahlil, maka harga gas elpiji 3 kg per tabung itu menjadi Rp 12.000. Dengan harga awal tersebut, Pertamina membawa gas elpiji itu ke agen dengan harga Rp 12.750. Selanjutnya, kata Bahlil, dari agen ke pangkalan, harga per tabung seharusnya maksimal hanya Rp15.000. 

    Selama ini, kata Bahlil, pemerintah bisa memantau langsung proses distribusi dari agen ke pangkalan karena memang terlacak oleh aplikasi. Hal tersebut berarti sudah tertata dengan baik oleh sistem.

    “Nah, dari pangkalan ke pengecer ini yang enggak ada sistem, enggak ada aplikasi yang bisa memantau. Yang terjadi, seharusnya rakyat maksimal membeli satu tabung seharga Rp 18.000 sampai Rp 19.000. Tetapi fakta di lapangan, ada yang beli sampai Rp 25.000 atau Rp  30.000,” kata Bahlil.

    Bahlil menjelaskan ada tiga titik celah di mana oknum bisa melakukan cawe-cawe permainan gas elpiji 3 kg. Salah satunya dengan penentuan harga dari pangkalan ke pengecer yang tidak terpantau. 

    “Jika kita asumsikan loss-nya total ada 25-30%, kali Rp 87 triliun, itu sama dengan Rp 25 triliun hingga Rp 26 triliun. Bayangkan. Inilah, dalam rangka implementasi apa yang diarahkan oleh Presiden Prabowo, memastikan yang dikeluarkan pemerintah harus tepat sasaran. Itu niatnya,” ujar Bahlil.

    Sebelumnya, Bahlil mengatakan pemerintah sedang merancang aturan agar status para pengecer bisa diubah menjadi pangkalan agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang sesuai saat membeli langsung di pangkalan. Saat meneken aturan itu, Bahlil mengatakan bahwa pelarangan dilakukan untuk mencegah permainan harga di level pengecer. 

    Kebijakan tersebut kemudian disempurnakan kembali dengan mengubah status pengecer menjadi subpangkalan. Bahlil mengumumkan seluruh pengecer elpiji 3 Kg di Indonesia sebanyak 375 ribu akan dinaikkan statusnya menjadi subpangkalan. 

    Langkah ini bertujuan untuk memastikan distribusi gas elpiji 3 kg bersubsidi tepat sasaran dan harga tetap terjangkau.

  • Wabah Flu Burung Bikin Harga Telur Meroket di AS

    Wabah Flu Burung Bikin Harga Telur Meroket di AS

    Jakarta, Beritsatu.com – Wabah flu burung di Amerika Serikat (AS) berdampak signifikan pada industri unggas hingga menyebabkan pemusnahan jutaan ayam, terganggunya produksi telur, dan lonjakan harga.

    Melansir Anadolu, Minggu (9/2/2025), gangguan dalam rantai pasokan ini membuat beberapa supermarket di Negara Bagian New York dan sekitarnya memberlakukan pembatasan pembelian telur.

    Beberapa distributor bahkan menjual telur dengan harga mencapai US$ 10 dolar AS per lusin atau sekitar Rp 160.000.

    Untuk mengendalikan penyebaran virus, pihak berwenang mengambil langkah dengan menutup sementara sejumlah pasar unggas hidup di New York.

    Sejumlah toko kelontong juga menerapkan kebijakan pembatasan, dengan pelanggan hanya diperbolehkan membeli maksimal tiga karton telur dalam satu transaksi.

    Produsen telur serta asosiasi industri unggas menyatakan, penyebaran cepat flu burung dengan tingkat patogen tinggi telah mengakibatkan pemusnahan jutaan ayam setiap bulan, yang berdampak besar pada produksi.

    Menurut laporan media, sejak virus ini kembali muncul pada 2022, sekitar 110 juta ayam petelur telah dimusnahkan.

    Krisis ini turut menyebabkan kenaikan harga di restoran cepat saji dan tempat makan yang menyediakan menu sarapan.

    Laporan Departemen Pertanian AS pada Desember lalu menegaskan tingkat keparahan wabah ini dan menyebutnya sebagai faktor utama berkurangnya pasokan telur di negara tersebut.

    Sementara itu terkait wabah flu burung di AS, data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa harga telur telah meningkat hingga 160% dalam lima tahun terakhir.

  • Dorong Transisi Energi, Bank Mandiri Aktif Berpartisipasi dalam Perdagangan Karbon Internasional

    Dorong Transisi Energi, Bank Mandiri Aktif Berpartisipasi dalam Perdagangan Karbon Internasional

    Jakarta, Beritasatu.com – Bank Mandiri kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 dengan menerima sertifikat dari IDXCarbon atas kontribusi aktifnya dalam peluncuran platform Perdagangan Karbon Internasional Indonesia. Penghargaan ini memperkuat peran Bank Mandiri dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon. Langkah strategis ini juga selaras dengan target perusahaan untuk mencapai Net Zero Emission Operasional pada 2030.

    Sebagai bentuk dukungan konkret, Bank Mandiri membeli 5.000 tCO₂e kredit karbon yang dihasilkan dari proyek Conversion of Single Cycle to Combined Cycle on Power Plant. Proyek ini bertujuan meningkatkan efisiensi pembangkit listrik dengan mengonversi sistem pembangkit siklus tunggal (PLTG) menjadi siklus gabungan (PLTGU).

    Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan kembali panas yang tidak terpakai untuk menghasilkan uap tambahan, sehingga meningkatkan produksi listrik sekaligus mengurangi intensitas emisi per kWh. Berlokasi di Segarajaya, Bekasi, Jawa Barat, proyek ini telah divalidasi dan diverifikasi oleh pihak ketiga, memastikan keandalan dan kredibilitasnya dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

    Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menilai partisipasi ini merupakan bentuk nyata komitmen Bank Mandiri terhadap keberlanjutan. Menurutnya, dukungan ini juga sejalan dengan inisiatif pemerintah untuk melibatkan lebih banyak entitas internasional dalam perdagangan karbon melalui IDXCarbon.

    “Langkah ini tidak hanya mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, tetapi juga memanfaatkan teknologi terbarukan yang diakui secara global,” ujar Darmawan, dalam keterangan resminya, pada Sabtu (8/2/2025).

    Bank berkode emiten BMRI berharap, keterlibatan Bank Mandiri dalam inisiatif ini dapat memberikan dampak nyata bagi percepatan target emisi karbon Indonesia sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pelopor dalam perbankan berkelanjutan.

    Sebagai tambahan informasi, dalam menjalankan strategi bisnisnya, Bank Mandiri juga terus memperkuat komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan dengan mengedepankan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Sepanjang tahun 2024, Portofolio Berkelanjutan Bank Mandiri tercatat mencapai Rp 293 triliun.

    Dari jumlah tersebut, Portofolio Hijau mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 15,2% YoY mencapai Rp 149 triliun, mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan. 

    Salah satunya lewat kontribusi pada sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), yang hingga akhir tahun 2024 telah mencapai Rp 11,8 triliun naik 21% YoY. Pembiayaan di sektor ini terus didorong melalui berbagai skema, termasuk Sustainability-Linked Loan dan Green Loan yang ditujukan untuk proyek-proyek berkelanjutan.

    Sebagai bagian dari strategi pembiayaan berkelanjutan, Bank Mandiri telah meluncurkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Green Bond dengan total target dana sebesar Rp 10 triliun yang berlaku hingga 2025 untuk mendukung pendanaan proyek-proyek ramah lingkungan. Instrumen ini difokuskan pada sektor energi terbarukan, efisiensi energi, serta infrastruktur berkelanjutan yang sejalan dengan taksonomi hijau Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Pada tahap pertama yang diterbitkan pada Juni 2023 lalu, Bank Mandiri berhasil menghimpun Rp 5 triliun Green Bond dengan tingkat oversubscription mencapai 3,7 kali lipat, mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen berbasis ESG. Adapun, seluruh dana yang diperoleh dialokasikan sesuai dengan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) guna mendukung target pengurangan emisi karbon nasional dan mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

    Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, menyampaikan bahwa inisiatif ini menandai batu pijakan penting bagi Indonesia untuk berkontribusi secara signifikan dalam mencapai target penurunan emisi karbon global.

    Selama ini, perdagangan karbon di Indonesia hanya melibatkan pelaku pasar dalam negeri. Namun, dengan inagurasi perdagangan internasional, IDXCarbon kini siap memfasilitasi perdagangan karbon domestik dan lintas negara.

    Dengan pembukaan pasar karbon Indonesia untuk pembeli asing, diharapkan kontribusi terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca semakin meningkat. IDXCarbon juga menyebutkan bahwa entitas internasional yang membeli unit karbon dapat mengklaim pengurangan emisi sesuai dengan Nationally Determined Contribution (NDC).

    Peluncuran platform Perdagangan Karbon Internasional Indonesia oleh IDXCarbon menjadi momen penting dalam perjalanan keberlanjutan Indonesia. Platform ini memungkinkan perdagangan kredit karbon secara transparan, membantu perusahaan mencapai target pengurangan karbon mereka sambil mendukung inisiatif pengurangan emisi yang telah diverifikasi.

    Bank Mandiri terus berperan aktif sebagai pemimpin dalam perbankan berkelanjutan, dengan mengintegrasikan aspek ESG ke dalam aktivitas bisnis dan operasionalnya untuk mendukung masa depan yang lebih hijau bagi Indonesia.

  • Harga Emas Antam Sepekan Catat Kenaikan Rp 41.000 Per Gram

    Harga Emas Antam Sepekan Catat Kenaikan Rp 41.000 Per Gram

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas batangan yang dikeluarkan oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk menunjukkan tren penguatan selama sepekan terakhir.

    Melansir Logam Mulia, pada awal pekan, harga emas Antam tercatat Rp 1,621 juta per gram dan mengalami kenaikan hingga Rp 1,662 juta  per gram di akhir pekan, naik sebesar Rp 41.000 dalam satu minggu.

    Hal serupa terjadi pada harga buyback, yang meningkat sebesar Rp 41.000 dari Rp 1.,472 juta per gram di awal pekan menjadi Rp 1,513 juta per gram di akhir pekan.

    Pada Senin (3/2/2025), emas Antam diperdagangkan seharga Rp 1,621 juta per gram, sementara harga buyback mencapai Rp 1,472 juta per gram. Kemudian, pada Selasa (4/2/2025), terjadi kenaikan sebesar Rp 29.000, sehingga harga jual emas menjadi Rp 1,650 juta per gram dan harga buyback naik menjadi Rp 1,501 juta per gram.

    Kemudian, pada Rabu (5/2/2025), harga emas Antam kembali meningkat sebesar Rp 13.000, sehingga mencapai Rp 1,663 juta per gram dengan buyback Rp 1,514 juta per gram.

    Pada Kamis (6/2/2025), harga emas Antam terus mengalami kenaikan, bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan kenaikan Rp 7.000, menjadi Rp 1,670 juta per gram, sedangkan harga buyback berada di angka Rp 1,521 juta per gram.

    Namun, pada Jumat (7/2/2025), harga emas mengalami sedikit penurunan sebesar Rp 10.000, sehingga menjadi Rp 1,660 juta per gram, dengan harga buyback turun ke Rp 1,511 juta per gram.

    Pada Sabtu (8/2/2025), harga emas Antam kembali naik sebesar Rp 2.000, sehingga diperdagangkan di angka Rp 1,662 juta per gram, dengan harga buyback Rp 1,513 juta per gram.

    Sementara, pada Minggu (9/2/2025), harga emas Antam tetap bertahan Rp 1,662 juta per gram, dengan harga buyback Rp 1,513 juta per gram.

  • Modal Asing Rp 1,45 Triliun Kembali Masuk ke Pasar Keuangan Domestik

    Modal Asing Rp 1,45 Triliun Kembali Masuk ke Pasar Keuangan Domestik

    Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa modal asing senilai Rp 1,45 triliun kembali masuk ke pasar keuangan dalam negeri pada periode 3-6 Februari 2025. Arus modal asing ini didominasi oleh investasi di Surat Berharga Negara (SBN).

    Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, modal asing yang masuk melalui SBN mencapai Rp 9,14 triliun. Sementara itu, modal asing keluar melalui pasar saham sebesar Rp 3,29 triliun dan melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 4,4 triliun.

    “Berdasarkan data transaksi 3-6 Februari 2025, nonresiden tercatat melakukan beli neto sebesar Rp 1,45 triliun, yang terdiri dari jual neto Rp 3,29 triliun di pasar saham, beli neto Rp 9,14 triliun di pasar SBN, dan jual neto Rp 4,4 triliun di SRBI,” ujar Denny dalam pernyataan resmi yang diterima pada Minggu (9/2/2025).

    Secara kumulatif, sejak 1 Januari hingga 6 Februari 2025, nonresiden tercatat melakukan jual neto Rp 2,85 triliun di pasar saham, beli neto Rp 10,73 triliun di pasar SBN, dan beli neto Rp 10,44 triliun di SRBI.

    Di sisi lain selain modal asing di pasar keuangan domestik, imbal hasil (yield) surat utang Amerika Serikat (AS) atau US Treasury Note tenor 10 tahun tercatat naik ke 4,434% pada Kamis (6/2/2025).

    Sementara itu, premi risiko investasi Indonesia yang diukur melalui credit default swap (CDS) tenor 5 tahun turun menjadi 74,98 basis poin pada Kamis (6/2/2025), dibandingkan posisi 75,32 basis poin pada Jumat (31/1/2025). 
    Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, nilai tukar rupiah tercatat di level Rp 16.325 per dolar AS pada Jumat (31/1/2025).

    “BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan guna mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” ujar Denny dalam pernyataannya terkait modal asing.