Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Donald Trump Effect Dorong Harga Emas Dunia Cetak Rekor Ketujuh pada 2025

    Donald Trump Effect Dorong Harga Emas Dunia Cetak Rekor Ketujuh pada 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia kembali melonjak hingga menembus level US$ 2.911 pada perdagangan Senin (10/2/2025). Kenaikan ini mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) untuk ketujuh kalinya pada 2025.

    Kenaikan harga emas dunia ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam penerapan tarif baru. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran terkait perang dagang serta inflasi.

    Harga emas spot naik 1,6% ke level US$ 2.905,24 per ons setelah sebelumnya mencapai rekor US$ 2.911,3 dalam sesi perdagangan Senin (10/2/2025). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 1,6% di posisi US$ 2.934,40 per ons.

    Analis Marex Edward Meir menjelaskan, kenaikan harga emas dunia ini berhubungan erat dengan ketidakpastian global akibat kebijakan tarif.

    “Perang tarif jelas menjadi faktor utama di balik kenaikan ini. Situasi ini mencerminkan ketegangan yang meningkat serta ketidakpastian dalam perdagangan global,” jelasnya dikutip dari Reuters, Selasa (10/1/2025).

    Pada Minggu (9/2/2025), Trump mengumumkan rencana mengenakan tambahan tarif 25% terhadap seluruh impor baja dan aluminium. Ia juga berencana menerapkan tarif timbal balik, yang akan menyesuaikan tarif AS dengan kebijakan tarif negara lain.

    Kebijakan tersebut diperkirakan dapat memperburuk inflasi di AS, sementara investor kini menanti data indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) yang dijadwalkan rilis dalam pekan ini.

    Meir menambahkan, jika data CPI dan PPI menunjukkan angka lebih rendah dari perkiraan, dolar AS berpotensi melemah dan mendorong harga emas dunia lebih tinggi.

    Sebaliknya, jika inflasi melebihi ekspektasi, kenaikan imbal hasil obligasi AS bisa menekan harga emas dunia, meskipun permintaan diprediksi tetap kuat saat harga terkoreksi.

  • Pengamat Proyeksikan Pemangkasan Anggaran untuk Dialokasikan ke BGN, Pembiayaan UMKM hingga Perbaikan Irigasi

    Pengamat Proyeksikan Pemangkasan Anggaran untuk Dialokasikan ke BGN, Pembiayaan UMKM hingga Perbaikan Irigasi

    Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat Kebijakan Publik, Ahmad Alamsyah Saragih memproyeksikan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah dialokasikan ke program strategis presiden mulai dari menambah anggaran sekitar Rp 100 triliun ke Badan gizi nasional (BGN) hingga perbaikan irigasi. 

    Pasalnya untuk program makan bergizi gratis (MBG) saja dikatakan Alamsyah baru ada dana sebesar Rp 70 triliun. Dengan demikian untuk mempercepat pemerataan program MBG tentunya membutuhkan biaya, maka dipilihlah keputusan yang dianggap “tidak enak” itu. 

    “Salah satunya dengan memangkas beberapa pos-pos di kementerian, untuk direlokasikan mungkin satu kepada penambahan anggaran BGN sebesar Rp 100 triliun, kemudian mungkin juga untuk mendorong pembiayaan UMKM agar bisa terlibat dalam program tersebut, untuk rantai pasoknya mungkin juga dibutuhkan beberapa triliun lagi,” jelas Ahmad Alamsyah Saragih saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (9/2/2025). 

    Menurut Alamsyah, Prabowo merupakan sosok yang konsentrasi terhadap pangan sehingga untuk menggenjot produktivitas tentunya dibutuhkan subsidi pupuk dan perbaikan irigasi. Kegiatan-kegiatan tersebut memerlukan biaya atau anggaran yang cukup tinggi. 

    Hal inilah yang menyebabkan Prabowo memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran (budget) pos-pos kementerian tertentu. Kemudian tercetuslah pemangkasan anggaran mencapai Rp 306,9 triliun di badan anggaran dan dialokasikan ke tiga pos tadi, baik penambahan anggaran ke BGN, pembiayaan UMKM dan rantai pasoknya serta peningkatan produktivitas pangan.

    “Harapannya ekonomi bisa berjalan dengan belanja pemerintah yang lebih efektif. Ukuran efektifnya sendiri adalah terpenuhinya komitmen dengan rakyat,” tandasnya. 

    Sebenarnya ada dua pos utama yang diincar Prabowo, yakni pemangkasan belanja K/L senilai Rp 256,1 triliun serta pemotongan alokasi dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 50,59 triliun. Kebijakan ini mencakup pemangkasan pada 16 pos belanja dengan besaran bervariasi, mulai dari 10% hingga 90%. 

    Kebijakan efisiensi anggaran bukan hanya mencakup pos belanja besar, seperti infrastruktur atau belanja bantuan sosial, tetapi juga pos yang secara langsung berkaitan dengan kegiatan administratif dan operasional kementerian/lembaga.

    Sebagai contoh, pos anggaran untuk alat tulis kantor (ATK) dipangkas hingga 90%, pos kegiatan seremonial mengalami pengurangan sebesar 56,9%. Lebih lanjut, pos untuk rapat, seminar, dan kegiatan sejenisnya juga mengalami efisiensi anggaran hampir 45%.

  • Strategi Efisiensi Anggaran Harus Fokus pada Program Low Budget High Impact dan Multiplier Effect

    Strategi Efisiensi Anggaran Harus Fokus pada Program Low Budget High Impact dan Multiplier Effect

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan kebijakan agresif dalam efisiensi anggaran negara dengan memangkas belanja kementerian/lembaga (K/L) dan transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 306 triliun. Pemotongan ini mencakup 16 pos anggaran dengan kisaran pengurangan 10% hingga 90%.

    Menanggapi kebijakan ini, pengamat kebijakan publik Ahmad Alamsyah Saragih menekankan bahwa pemangkasan anggaran harus dibarengi dengan strategi yang tepat agar tetap memberikan dampak positif bagi perekonomian. Berikut strategi yang dapat diterapkan:

    1. Memprioritaskan Program Low Budget High Impact

    Alamsyah menegaskan bahwa kementerian dan lembaga harus mengubah pola kerja dengan fokus pada program yang memiliki manfaat besar (high impact) namun dengan biaya yang lebih rendah (low budget). Ini akan memastikan anggaran yang tersedia tetap efektif dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

    2. Digitalisasi untuk Efisiensi Rapat Kerja

    Penggunaan teknologi digital harus dioptimalkan guna mengurangi biaya rapat kerja, seperti pengeluaran untuk konsumsi, venue, dan perjalanan dinas. Dengan adopsi teknologi, koordinasi lintas daerah dan lembaga tetap dapat berjalan tanpa menghambat efektivitas kerja.

    3. Mengalokasikan Anggaran ke Program Berdaya Guna Tinggi (Multiplier Effect)

    Efisiensi anggaran harus diikuti dengan realokasi ke program-program yang dapat memberikan dampak luas bagi perekonomian, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan rantai pasok lokal. Selain itu, pemerintah harus memastikan UKM dapat berpartisipasi aktif dalam program ini dengan dukungan pembiayaan.

    4. Dukungan Kebijakan Moneter untuk Meningkatkan Efektivitas Fiskal

    Kebijakan fiskal saja tidak cukup untuk memastikan efektivitas realokasi anggaran. Oleh karena itu, dukungan kebijakan moneter diperlukan, misalnya dengan menyediakan skema pembiayaan perbankan berbunga rendah serta kebijakan afirmatif untuk sektor-sektor bernilai tambah tinggi. Langkah ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

    Dengan penerapan strategi yang tepat, kebijakan efisiensi anggaran ini dapat memberikan manfaat maksimal tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

  • Pengamat Proyeksikan Pemangkasan Anggaran untuk Dialokasikan ke BGN, Pembiayaan UMKM hingga Perbaikan Irigasi

    Sektor Akomodasi dan Transportasi Kena Dampak Kebijalan Efisiensi Anggaran

    Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat Kebijakan Publik Ahmad Alamsyah Saragih menilai sektor akomodasi dan transportasi akan terkena dampak kebijakan efisiensi anggaran. Pasalnya anggaran perjalanan dinas kementerian dan lembaga (L/K) banyak yang dipangkas dan bahkan mungkin omzetnya akan berkurang dan pertumbuhannya cenderung tertahan.

    “Namun demikian apakah syarat yang lain itu juga sudah disiapkan oleh pemerintah? Salah satunya substitusinya dengan menggerakkan ekonomi swasta,” beber Ahmad Alamsyah Saragih dihubungi Beritasatu.com, Minggu (9/2/2025).

    Menurut Alamsyah, demi menggerakkan ekonomi swasta tidak bisa dilakukan sepenuhnya dengan mengandalkan anggaran. Oleh sebab itu, pemerintah perlu bekerja sama dengan bank sentral agar ada sumber-sumber pembiayaan murah untuk menghidupi sektor swasta supaya bisa bertumbuh dan menjadi subtitusi belanja pemerintah yang direalokasi ke sektor lain.

    Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menerbitkan kebijakan agresif terkait efisiensi anggaran belanja negara. Dengan memotong beberapa pos anggaran di kementerian dan lembaga untuk mencapai efisiensi anggaran yang ditargetkan sebesar Rp 306 triliun.

    Setidaknya ada dua pos utama yang diincar Prabowo dalam efisiensi anggaran, yakni pemangkasan belanja K/L senilai Rp 256,1 triliun serta pemotongan alokasi dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 50,59 triliun.  Kebijakan ini mencakup pemangkasan pada 16 pos belanja dengan besaran bervariasi mulai 10% hingga 90%.

    Kebijakan efisiensi anggaran bukan hanya mencakup pos belanja besar, seperti infrastruktur atau belanja bantuan sosial, tetapi juga pos yang secara langsung berkaitan dengan kegiatan administratif dan operasional kementerian/lembaga.

    Sebagai contoh, pos anggaran untuk alat tulis kantor (ATK) dipangkas hingga 90%, Pos kegiatan seremonial mengalami pengurangan sebesar 56,9%. Lebih lanjut, pos untuk rapat, seminar, dan kegiatan sejenisnya juga dipangkas hampir 45%.

  • Lindungi Industri Nasional, Bahlil Siapkan Kepmen yang Wajibkan Eksportir Batu Bara Gunakan HBA

    Lindungi Industri Nasional, Bahlil Siapkan Kepmen yang Wajibkan Eksportir Batu Bara Gunakan HBA

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia segera membuat aturan baru soal harga ekspor batu bara. Menurut Bahlil, eksportir batu bara nantinya wajib menggunakan HBA (harga batu bara acuan) sebagai patokan saat menjualnya ke luar negeri.

    Bahlil menegaskan aturan yang akan dituangkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM tersebut, dibuat untuk mendorong agar industri batu bara dalam negeri bisa lebih kompetitif. Pasalnya, selama ini, eksportir menggunakan harga batu bara dunia yang cenderung murah.

    “Tidak dalam waktu lama lagi, kami akan mempertimbangkan untuk membuat Keputusan Menteri agar harga HBA itulah yang dipakai untuk transaksi di pasar global,” ujar Bahlil kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/2/2025).

    Dikutip dari laman minerba.esdm.go.id, HBA pada Januari 2025 ditetapkan US$ 124.01 per ton, lebih tinggi ketimbang patokan harga batu bara dunia. Misalnya, acuan Newcastle pada Januari 2025 mencapai US$ 116,79 per ton. Ada margin atau perbedaan antara HBA dengan Newcastle sebesar US$ 7,5 hingga US$ 29 per ton.

    Bahlil berharap, seluruh eksportir batu bara nasional mengikuti kebijakan tersebut. Bagi yang melanggar, kata dia, Kementerian ESDM tidak segan-segan untuk mencabut perizinan ekspornya.

    “Kalau tidak mau, kita ambil izin ekspornya. Kira-kira begitu. Masak harga batu bara negara kita dibuat lebih murah ketimbang negara lain. Masak harga batu bara kita, ditentukan negara lain,” tandas dia.

    Selama ini, harga batu bara di Indonesia mengacu kepada sejumlah indeks. Salah satunya adalah Indonesia Coal Index (ICI). Bahlil mencatat Indonesia sendiri mengekspor batu bara sebanyak 555 juta ton sepanjang 2024. Jumlah tersebut meningkat setiap tahunnya.

    Total penggunaan batu bara dunia, mencapai 8-8,5 miliar ton. Namun, yang beredar di pasar global hanya 1,5 miliar ton. Artinya, masih ada defisit alias kekurangan yang cukup besar, antara 7-7,5 miliar ton.

    Mencermati data ini, Bahlil mengaku tahu persis bahwa Indonesia seharusnya bisa mengeruk untung besar. Salah satu caranya adalah Indonesia harus menjadi negara penentu harga batu bara dunia.

    “Jadi batu bara kita ini, betul-betul berdampak masif dan terstruktur. Misalnya kita buat pengetatan ekspor. Namun, sampai sekarang, kan belum. Kalau harga kita ditekan terus, tidak menutup kemungkinan kita berpikir lain,” pungkas Bahlil.

  • Dokumen Initial Memorandum Antikorupsi Siap Dibawa ke OECD pada Juni 2025

    Dokumen Initial Memorandum Antikorupsi Siap Dibawa ke OECD pada Juni 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya optimistis initial memorandum bidang antikorupsi akan dibawa Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada Juni 2025 mendatang. Saat ini, kata Airlangga, proses aksesi Indonesia ke OECD memasuki tahap penyusunan 32 bab dokumen initial memorandum.

    Proses aksesi ini merupakan asesmen kesesuaian regulasi Indonesia terhadap 239 instrumen hukum OECD. Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Polri, dan KPK menjadi ujung tombak untuk mempercepat akses Indonesia ke OECD.

    “Kita punya jurus yang kemarin sudah pernah kita lakukan yaitu Omnibus Law. Jadi, ada dua cara yakni ratifikasi dan melakukan Omnibus Law terhadap hal-hal yang dirasa penting. Kita berharap submisi initial memorandum akan selesai di triwulan pertama dan bisa dibawa dalam pertemuan Dewan Menteri OECD di bulan Juni 2025,” ujar Menko Airlangga saat Workshop and Technical Discussion Supporting Indonesia in Fightong Foreign Bribery: Towards Accession to the OECD Anti-Bribery Convention di Jakarta, Senin (10/2/2025).

    Airlangga mengapresiasi inisiatif Kedutaan Jepang untuk mendukung kegiatan workshop dan diskusi teknis mendukung Indonesia masuk OECD. Menurut Airlangga, Indonesia dan Jepang telah bekerja lebih dari 10 tahun untuk mempromosikan OECD di ASEAN, sehingga memang sudah waktunya Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang bisa masuk sebagai anggota OECD. 

    “Saya berterima kasih karena ini menjadi salah satu yang dari awal merupakan pilar yang terberat, bukan hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk Jepang karena itu kita melakukan ini lebih awal. Jadi, kita lakukan lebih awal dan juga komitmen Indonesia diminta lebih awal juga di bulan Maret sehingga tentu ini akan menjadi credit point untuk pertemuan di bulan Juni,” kata Airlangga.

    Indonesia, kata Airlangga, berkomitmen memerangi suap dan bergabung dengan anggota OECD untuk mencapai kebijakan yang lebih baik.

    “Kita berharap bahwa dengan masuk dalam OECD, kita bisa kembangkan better policy for better life. Jadi, kebijakan yang kita ambil adalah global, dan ini untuk kepentingan masyarakat,” tandas dia.

    Airlangga juga mengapresiasi dukungan seluruh negara OECD terhadap keikutsertaan Indonesia dalam financial action task force (FATF) yang menjadi salah satu pilar yang berpengaruh dalam multilateral agreement. Airlangga menyampaikan Indonesia menetapkan visi Indonesia Emas, yakni menjadi salah satu negara yang memiliki ekonomi sepuluh besar. 

    Dia mengaku sebetulnya secara purchasing power parity (PPP), berdasarkan laporan yang disampaikan oleh IMF, saat ini Indonesia sudah masuk di dalam sepuluh besar, yakni di nomor 8. Berdasarkan IMF report, Indonesia memiliki ekonomi US$ 4,8 triliun.

    “Kalau memang berdasarkan G20 kita masih di ranking 16. Berdasarkan GDP, yang tahun kemarin alhamdulillah kita sudah mendekati US$5.000 GDP per kapita dan tentu ini kita berharap kita bisa tingkatkan di 2030 di atas US$12.000. Dengan PPP kita di atas beberapa negara lain, dan itu biasanya tiga kali. Jadi, kita memang US$4,8 triliun. Jadi, sudah benar Indonesia berada dalam salah satu radar yang akan masuk dalam aksesi OECD,” jelas Airlangga. 

    Airlangga mengatakan dengan OECD pemerintah berharap perekonomian dapat terus meningkat sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yakni mencapai 8% yang salah satu kuncinya yaitu investasi. Menurut dia, Indonesia mempunyai iklim investasi yang baik, tidak hanya domestik tetapi internasional.

    “Jadi, kita berharap investasi bisa meningkat di Indonesia. Apalagi dengan ketidakpastian global per hari ini, maka tentu kita harus memperkuat kawan kita yang ada di Asia Pasifik, termasuk di dalamnya ASEAN, Jepang, dan berbagai kerja sama yang kita lakukan di negara-negara ASEAN. Tentu kita membutuhkan teman lebih banyak yaitu teman-teman di OECD,” pungkas Airlangga.

  • Skema KPBU, Kementerian PU Dorong Investasi Swasta dan Asing untuk Infrastruktur

    Skema KPBU, Kementerian PU Dorong Investasi Swasta dan Asing untuk Infrastruktur

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan infrastruktur nasional dengan mengoptimalkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skema ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan anggaran APBN sekaligus membuka peluang investasi swasta dan asing dalam proyek infrastruktur.

    Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Hal itu juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang terus mendorong investasi melalui skema KPBU agar pembangunan tetap berjalan optimal.

    “Kolaborasi dengan sektor swasta memungkinkan proyek infrastruktur strategis dapat direalisasikan dengan lebih cepat dan efisien,” ujar Dody, Senin (10/2/2025).

    Sebagai bagian dari strategi pendanaan kreatif, Kementerian PU menargetkan investasi Rp 544,48 triliun melalui skema KPBU pada periode 2025-2029. Rencana ini mencakup, 11 proyek sumber daya air (bendungan dan embung), 23 proyek jalan tol dan jembatan, serta 11 proyek pemukiman.

    Melalui keterlibatan sektor swasta, diharapkan proyek-proyek ini dapat berjalan lebih optimal dalam hal pendanaan, efisiensi, dan kualitas pelaksanaan.

    Menurut Dody, KPBU tidak hanya menjadi solusi pendanaan, tetapi juga membuka ruang bagi dunia usaha, terutama investasi swasta dan asing untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Bendungan dan embung berkontribusi pada ketahanan pangan dan energi, sedangkan jalan tol mempercepat distribusi logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi,” jelasnya.

    Selain itu, KPBU juga memiliki manfaat strategis lainnya, antara lain fleksibilitas dalam pendanaan proyek, peningkatan efisiensi pelaksanaan proyek infrastruktur, mendorong inovasi dan pengembangan teknologi konstruksi, serta memperkuat keterampilan tenaga kerja nasional (soft skill dan hard skill).

    Pemerintah tetap berperan sebagai regulator dan pengawas untuk memastikan proyek berjalan sesuai standar kualitas serta keberlanjutan.

    Dengan terbukanya peluang investasi melalui KPBU, sektor infrastruktur di Indonesia diharapkan semakin berkembang dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat.

    “Dengan sinergi kuat antara pemerintah dan dunia usaha, kami optimistis pembangunan infrastruktur akan semakin berkualitas dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” tegas Dody terkait skema KPBU untuk membuka peluang investasi investasi swasta dan asing.

  • Erick Thohir Ungkap Alasan Tunjuk Bos Bulog dari Kalangan TNI

    Erick Thohir Ungkap Alasan Tunjuk Bos Bulog dari Kalangan TNI

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberi penjelasan terkait perombakan jajaran pejabat di Perum Bulog, salah satunya kursi direktur utama.

    Diketahui, Erick Thohir menunjuk nama baru yakni Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya sebagai bos Bulog. Ia menggantikan Wahyu Suparyono di perusahaan pelat merah sektor logistik itu.

    Menteri Erick memberikan penjelasan perihal penunjukan direktur utama Bulog berasal dari kalangan TNI yang masih aktif. Hal ini merupakan bagian dari penyegaran di struktur direksi Bulog.

    “Penyegaran harus dilakukan. Memang penugasan yang diberikan ini harus bisa lakukan secara maksimal. Jadi review-review ini kita jalankan,” ungkap Erick Thohir di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (10/2/2025).

    Dalam kesempatan tersebut, Erick mengungkapkan pergantian direktur utama dilakukan agar penugasan Bulog terkait penyerapan beras sebanyak 3 juta ton dapat tercapai.

    Erick Thohir sempat menyinggung penyerapan beras oleh Bulog pada beberapa waktu sebelumnya dinilai belum optimal.

    Dia mengungkapkan, penyerapan beras 3 juta ton merupakan program utama pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras. Oleh karena itu, Bulog sebagai badan usaha yang bertugas sebagai offtaker harus menjalankan penugasan secara maksimal.

    “Karena yang terpenting kita sedang menuju swasembada beras. Selama ini kita impor, dan jangan sampai akhirnya serapannya tidak maksimal,” pungkasnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pergantian direksi Perum Bulog dan menetapkan Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya, sebagai direktur utama Perum Bulog.

    Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025, yang mengakhiri pengabdian Wahyu Suparyono sebagai direktur utama dan Iryanto Hutagaol sebagai direktur keuangan Perum Bulog.

    Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya yang sebelumnya menjabat sebagai asisten teritorial Panglima TNI, kini dipercaya memimpin Perum Bulog. Novi Helmy Prasetya akan memulai masa baktinya sebagai direktur utama bersama dengan direktur keuangan Hendra Susanto.

    Hendra Susanto yang dipercaya menjabat sebagai direktur keuangan Perum Bulog sebelumnya adalah wakil ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI.

    Selain direksi, jajaran dewan pengawas Perum Bulog juga mengalami perombakan sesuai SK Nomor: SK-29/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025 yang mengakhiri Wicipto Setiadi sebagai dewan pengawas diganti dengan Verdianto Iskandar Bitticaca adalah seorang purnawirawan Polri. Verdianto terakhir mengemban amanat sebagai asisten utama Kapolri bidang operasi.
     

  • Efisiensi Anggaran Tidak Akan Ganggu Layanan Publik

    Efisiensi Anggaran Tidak Akan Ganggu Layanan Publik

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan efisiensi anggaran APBN 2025 tidak akan berdampak pada layanan publik. Pemerintah memastikan seluruh pelayanan tetap berjalan seperti biasa, meski ada pemangkasan anggaran.

    Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

    “Pelayanan publik tidak akan terganggu oleh efisiensi anggaran. Jadi, layanan publik tetap berjalan seperti biasa,” ujar Airlangga dalam acara “Workshop dan Technical Discussion Support Indonesia in Fighting Foreign Bribery: Towards Accession OECD Anti-Bribery Convention” di Jakarta, Senin (10/2/2025).

    Dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025, pemerintah menetapkan pemangkasan anggaran sebesar Rp 306,69 triliun. Perinciannya, efisiensi anggaran kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp 256,1 triliun dan pengurangan transfer ke daerah (TKD) Rp 50,59 triliun.

    Kebijakan efisiensi anggaran bertujuan agar kas negara dapat dialokasikan untuk program prioritas yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat. Beberapa program strategis yang akan tetap berjalan antara lain, makan bergizi gratis (MBG), swasembada pangan dan energi, serta perbaikan sektor kesehatan.

    Presiden Prabowo memastikan pemangkasan anggaran tidak akan mengorbankan layanan publik maupun program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

    Airlangga menegaskan, meskipun ada efisiensi, pemerintah tetap memastikan semua layanan publik berjalan optimal.

    “Pelayanan publik tetap berjalan, efisiensi anggaran justru dilakukan agar pemerintah bisa lebih fokus pada program yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat,” pungkasnya.

    Pemerintah berharap dengan efisiensi anggaran dapat menciptakan pengelolaan keuangan yang lebih efektif tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

  • Efisiensi APBN 2025, Ini Alokasi Dana yang Anggarannya Tidak Boleh Dipangkas

    Efisiensi APBN 2025, Ini Alokasi Dana yang Anggarannya Tidak Boleh Dipangkas

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Hampir semua kementerian mengalami efisiensi anggaran, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

    Meski begitu, ada beberapa alokasi anggaran yang tidak diperbolehkan untuk dipotong. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menjelaskan, pemerintah telah menetapkan pos-pos anggaran prioritas yang harus tetap dipenuhi.

    Menurut dia, beberapa anggaran yang tetap harus dipertahankan meskipun ada efisiensi meliputi, pinjaman hibah luar negeri (PHLN), surat berharga syariah negara (SBSN), gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), dan anggaran untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

    “Pinjaman hibah luar negeri, SBSN, kemudian juga gaji, sama PNBP. Ini yang tidak boleh diotak-atik. Ini yang harus tetap ada semuanya,” ujar Diana, dikutip Senin (10/2/2025) terkait kebijakan pemangkasan anggaran yang merupakan efisiensi APBN 2025.

    Selain itu, berdasarkan surat dari Kementerian Keuangan, ada beberapa anggaran lain yang juga tidak boleh terkena pemotongan, yaitu belanja Infrastruktur, pemeliharaan fasilitas dan aset negara, serta cadangan untuk bencana alam.

    “Belanja infrastruktur, pemeliharaan, dan anggaran bencana harus tetap ada. Tidak mungkin anggaran bencana tidak dicadangkan. Begitu juga dengan pembayaran utang yang harus tetap diprioritaskan,” tambahnya.

    Dengan adanya kebijakan efisiensi APBN 2025, beberapa program akan mengalami pemangkasan. Namun, pemerintah tetap memastikan anggaran strategis tetap berjalan sesuai rencana untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

    Kebijakan pemangkasan anggaran yang merupakan efisiensi APBN 2025, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengelola keuangan negara secara lebih efektif tanpa mengganggu program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat.