Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Minat Wisatawan Asing terhadap Kereta Api di Indonesia Semakin Meningkat

    Minat Wisatawan Asing terhadap Kereta Api di Indonesia Semakin Meningkat

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat adanya peningkatan minat wisatawan mancanegara dalam menggunakan kereta api sebagai moda transportasi saat berwisata di Indonesia. Tren ini sejalan dengan peningkatan kualitas layanan serta konektivitas yang semakin baik.

    “Wisatawan asing semakin tertarik bepergian menggunakan kereta api,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba, dalam keterangan di Jakarta, Minggu (16/2/2026).

    Menurut data yang dihimpun, jumlah penumpang WNA pada Januari 2025 mencapai 44.502 orang, mengalami kenaikan sebesar 26,06% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 35.303 penumpang.

    Sepanjang tahun 2024, total penumpang dari wisatawan asing  yang memanfaatkan layanan kereta api jarak jauh (KAJJ) mencapai 615.055 orang, dengan puncaknya terjadi pada September 2024, ketika jumlah penumpang WNA dalam satu bulan mencapai 65.916 orang.

    Anne menjelaskan, angka tersebut menunjukkan semakin besarnya ketertarikan wisatawan asing untuk menjelajahi Indonesia menggunakan transportasi yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan.

    “Kami melihat tren positif ini sebagai dampak dari peningkatan layanan KAI yang tidak hanya lebih modern dan nyaman, tetapi juga lebih berkelanjutan,” jelasnya.

    Sebagai bagian dari inovasi, KAI menghadirkan rangkaian kereta generasi terbaru dengan kenyamanan maksimal, seperti kursi ergonomis, port pengisian daya USB, akses WiFi gratis, serta desain interior yang lebih stylish. Fasilitas ini semakin menarik perhatian wisatawan untuk memilih kereta api sebagai transportasi utama mereka.

    Selain itu, KAI terus berupaya meningkatkan pengalaman pelanggan dengan menghadirkan aplikasi Access by KAI, kemudahan pembayaran digital, serta berbagai promo menarik yang membuat perjalanan lebih fleksibel dan hemat.

    Berdasarkan data, sejumlah kota tujuan utama wisatawan asing menggukanan kereta api menunjukkan kecenderungan tinggi terhadap destinasi bersejarah dan wisata unggulan.

    10 stasiun dengan jumlah penumpang WNA terbanyak sejak Januari 2024 hingga pertengahan Februari 2025, meliputi Stasiun Yogyakarta, Gambir, Bandung, Surabaya Gubeng, dan Malang. Selain itu, Stasiun Pasarsenen, Semarang Tawang Bank Jateng, Probolinggo, Surabaya Pasar Turi, serta Stasiun Lempuyangan juga menjadi tujuan favorit.

    “Selain kota-kota utama, seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Malang, dan Semarang, sejumlah daerah lain seperti Jember, Mojokerto, Banyuwangi, Solo Balapan, Purwokerto, Cirebon, Tebing Tinggi, Lalang, dan Medan juga mulai menarik perhatian wisatawan asing yang bepergian dengan kereta api,” tambah Anne.

    Lebih lanjut, KAI terus berkomitmen untuk meningkatkan operasional yang lebih ramah lingkungan. Transportasi kereta api terbukti lebih efisien dalam konsumsi energi serta menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah.

    “Sebagai upaya mendukung keberlanjutan, KAI menghadirkan fitur Carbon Footprint di aplikasi Access by KAI, yang memungkinkan penumpang melihat kontribusi mereka dalam mengurangi emisi karbon setiap kali menggunakan layanan kereta api,” jelas Anne.

    Melihat tren positif ini, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan infrastruktur guna semakin menarik minat wisatawan asing. Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain peningkatan jumlah perjalanan serta penambahan layanan bilingual di aplikasi dan stasiun.

    “Kami percaya bahwa transportasi merupakan bagian penting dari pengalaman wisata. Dengan inovasi berkelanjutan, kami ingin menjadikan perjalanan kereta api di Indonesia semakin menarik, nyaman, dan kompetitif di tingkat global,” tutup Anne saat memaparkan minat wisatawan asing pada perjalanan kereta api di Indonesia.
     

  • Yield SUN Berpotensi Naik, Pasar Pantau Sentimen Global dan Rapat BI

    Yield SUN Berpotensi Naik, Pasar Pantau Sentimen Global dan Rapat BI

    Jakarta, Beritasatu.com – Pasar obligasi dalam negeri diprediksi menghadapi tekanan pada pekan depan seiring meningkatnya ketidakpastian global. Pergerakan imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) akan terpengaruh sentimen luar dan dalam negeri.

    Sentimen utama berasal dari kebijakan fiskal Amerika Serikat (AS) serta kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump yang dinilai agresif. Selain itu, pasar juga menantikan hasil rapat Bank Indonesia (BI).

    Analis Pendapatan Tetap PT Pemeringkat Efek Indonesia Ahmad Nasrudin memperkirakan, yield SUN pekan depan cenderung mengalami tekanan naik dibandingkan pekan sebelumnya.

    “Jika BI masih mempertahankan suku bunga, maka sentimen eksternal akan lebih dominan. Saya melihat kecenderungan lebih negatif terkait dengan dinamika global,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Minggu (16/2/2025).

    Ahmad mencermati beberapa faktor eksternal yang dapat memengaruhi pasar obligasi domestik, terutama dari AS. Pekan depan, investor akan mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) serta pidato pejabat kunci The Federal Reserve (The Fed).

    Kenaikan inflasi AS pada Januari 2025 menjadi 3% dari sebelumnya 2,9% diperkirakan mendorong sikap lebih hawkish dari The Fed, yang berpotensi memberikan tekanan pada yield SUN.

    Selain itu, pasar juga akan memantau beberapa data ekonomi lainnya, seperti Initial Jobless Claims dan S&P Global Manufacturing PMI (Februari 2025).

    Kemudian, dari kawasan Asia, rilis data pertumbuhan ekonomi Jepang serta inflasi Inggris, yang diproyeksikan naik menjadi 2,8% yoy dari 2,5% pada bulan sebelumnya juga menjadi perhatian.

    Di sisi lain, kebijakan luar negeri Trump yang agresif diperkirakan semakin mendorong arus modal keluar dari negara berkembang menuju aset-aset safe haven di AS.

    “Trump kembali mengeluarkan kebijakan tarif impor baja dan aluminium serta memerintahkan kajian pengenaan tarif impor resiprokal. Ini bisa meningkatkan permintaan terhadap aset di AS dan menekan pasar surat utang domestik,” jelas Ahmad.

    Perkiraan Yield SUN 10 Tahun
    Untuk imbal hasil SUN tenor 10 tahun, Ahmad memperkirakan akan bergerak dalam rentang 6,6% hingga 6,9%, dengan kecenderungan meningkat dibandingkan level akhir pekan ini, 14 Februari 2025.

    “Sentimen eksternal dan keputusan rapat BI menjadi faktor utama dalam pergerakan yield,” tambahnya.

    Pada akhir pekan lalu, yield SUN 10 tahun tercatat turun menjadi 6,77% dari 6,874% di pekan sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh turunnya yield US Treasury dari 4,494% menjadi 4,476%, meskipun investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp2,51 triliun dalam periode 10-13 Februari 2025.

    Dengan dinamika global yang masih penuh ketidakpastian, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan kebijakan dari The Fed, pemerintah AS, serta hasil rapat BI yang akan menjadi katalis utama pergerakan yield SUN pada pekan depan.

  • BSI Akan Terus Dukung Pemprov Aceh Perkuat Pembangunan Ekonomi Syariah

    BSI Akan Terus Dukung Pemprov Aceh Perkuat Pembangunan Ekonomi Syariah

    Jakarta, Beritasatu.com — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen untuk mendorong pembangunan ekonomi syariah di Provinsi Aceh melalui berbagai sektor, mulai dari pengembangan UMKM, pembiayaan sektor strategis seperti pariwisata dan kesehatan, hingga peningkatan kapasitas SDM. Komitmen ini disampaikan dalam silaturahmi antara jajaran direksi BSI dengan Gubernur dan Wakil Gubernur  Provinsi (Pemprov) Aceh.

    Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan bahwa perseroan siap mendukung Pemprov Aceh dalam mengembangkan ekonomi syariah melalui penyediaan layanan keuangan syariah yang terintegrasi, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekosistem ekonomi berbasis syariah di Aceh. BSI mengapresiasi dukungan Pemprov Aceh selama 4 tahun, dan bersama-sama mengimplementasikan Qanun Aceh, khususnya terkait Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Sehingga konsep ekonomi syariah yang universal dan modern dapat diterapkan di bumi Serambi Mekah secara konsisten dan berkesinambungan.

    “Terima kasih atas dukungan untuk perkembangan BSI di Aceh dan bersama-sama mengembangkan kebijakan Qanun Aceh terkait LKS, serta terus menjalankan konsep syariah universal dan modern. Tentunya hal ini sangat sejalan dengan spirit yang dijalankan BSI,” ungkap Hery.

    Menurut Hery, BSI selalu berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya meningkatkan fasilitas layanan keuangan syariah yang dimiliki perseroan guna mendukung perekonomian daerah di Aceh sekaligus memberdayakan masyarakat. Salah satu contohnya di sektor pariwisata, di mana BSI  membantu perputaran ekonomi dengan memberikan layanan keuangan yang lebih optimal.

    Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, BSI telah membangun fasilitas layanan di berbagai lokasi wisata strategis di Aceh. Di antaranya adalah penyediaan ATM di Iboh yang dapat digunakan oleh wisatawan asing dengan kartu Visa atau Mastercard.

    “Ketika saya baru masuk ke Aceh tiga tahun lalu, di Iboh belum ada ATM berbasis visa atau mastercard yang bisa digunakan turis asing. Akan tetapi sejak November-Desember 2022, wisatawan asing sudah bisa mengambil uang di sana, yang tentunya berdampak positif pada perputaran ekonomi lokal,” tambahnya.

    Dalam acara silaturahmi tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengapresiasi komitmen BSI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Aceh dan menekankan pentingnya peran perbankan syariah dalam menopang perekonomian daerah.

    “Kami sangat mengapresiasi langkah BSI dalam mendukung perekonomian Aceh, terutama dalam penguatan UMKM dan pengembangan SDM. Ini adalah langkah penting untuk memastikan keberlanjutan ekonomi syariah di Aceh,” kata Mualem.

    Dalam mendukung pertumbuhan UMKM, BSI memberikan perhatian khusus dengan menghadirkan program pengembangan di UMKM Center. Program ini tidak hanya menyediakan fasilitas pembiayaan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan rutin agar UMKM dapat naik kelas.

    Selain itu, BSI juga terus mendorong anak muda untuk menjadi entrepreneur melalui Aceh Muslimpreneur. Program ini merupakan kompetisi untuk mendorong anak muda mengembangakn ide bisnis mereka, memperluas jaringan, dan membangun komunitas pengusaha muslim.

    Inisiatif ini diharapkan menjadi gerbang awal menyiapkan wirausaha muda di Aceh agar mampu bersaing dan berdaya. Pada 2024, tercatat 10.400 wirausaha baru untuk membantu meningkatkan perekonomian di Aceh.

    BSI juga aktif mengembangkan desa-desa binaan, seperti Desa Nilam di Aceh Besar, Desa Bandeng di Aceh Timur, dan Desa Kopi di Bener Meriah. Dukungan ini membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ke depan, BSI berencana memperluas jangkauan program ini ke lebih banyak desa sebagai bagian dari upaya pemberdayaan Masyarakat.

    Dalam hal pembiayaan di Aceh, BSI mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 3,98 triliun kepada 49.735 penerima. Capaian ini melampaui target Rp 3,1 triliun. Tidak hanya itu, BSI juga berhasil menyalurkan Rp 582 miliar untuk pembiayaan ekspor di Aceh. Selama 2024, BSI mencatatkan DPK di Aceh sebanyak Rp.18,7 Triliun naik 11,5% dari tahun sebelumnya.

  • IHSG Melemah 1,54 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Turun 1,67 Persen

    IHSG Melemah 1,54 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Turun 1,67 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penurunan 1,54% dalam sepekan berakhir di level 6.638 dibandingkan posisi sebelumnya di 6.725.

    Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami penyusutan sebesar 1,67%, turun dari Rp 12.595 triliun menjadi Rp 11.401 triliun. Penurunan itu mencatat nilai kapitalisasi pasar berkurang Rp 1.194 triliun.

    Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, perdagangan saham selama periode 10–14 Februari 2025 menunjukkan pergerakan yang bervariasi.

    Selain itu, rata-rata volume transaksi harian di bursa juga mencatat penurunan signifikan sebesar 25,55%, turun dari 20,75 miliar lembar saham menjadi 15,45 miliar lembar saham.

    Selain IHSG sepekan yang turun, frekuensi transaksi harian turut merosot 11,58%, dari 1,31 juta kali transaksi menjadi 1,16 juta kali transaksi dalam sepekan terakhir.

    “Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian bursa justru mengalami kenaikan 1,25%, dari Rp 12,09 triliun menjadi Rp 12,24 triliun,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi dikutip Minggu (16/2/2025).

    Sepanjang periode tersebut, sejumlah saham unggulan, termasuk saham perbankan besar dan emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, mengalami aksi jual oleh investor asing.

    Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan total nilai jual Rp 762,6 miliar. Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dilego dengan nilai Rp 454,7 miliar.

    Selain itu, investor asing juga melakukan penjualan pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 173,8 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 168,4 miliar.

    Emiten milik Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), masing-masing juga dilepas asing dengan nilai Rp 306,2 miliar dan Rp 217,5 miliar.

    Di sisi lain, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) justru menarik minat investor asing dengan total pembelian mencapai Rp 174,5 miliar saat IHSG sepekan turun. Begitu pula dengan saham PT Astra International Tbk (ASII) yang diborong asing senilai Rp 102,5 miliar.

  • OJK Blokir 587 Pinjol dan 209 Investasi Ilegal pada Awal 2025

    OJK Blokir 587 Pinjol dan 209 Investasi Ilegal pada Awal 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) telah memblokir 587 layanan pinjaman online (pinjol) ilegal dalam periode 1 hingga 24 Januari 2025.

    Tak hanya itu, OJK juga melakukan pemblokiran terhadap 209 entitas investasi ilegal, sehingga total entitas yang telah dihentikan pada awal tahun ini mencapai 796.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, sejak 1 Januari 2024 hingga 24 Januari 2025, pihaknya telah menutup 3.517 layanan pinjol ilegal serta 519 penawaran investasi ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.

    “OJK juga menerima laporan terkait 117 rekening bank atau virtual account yang diduga terlibat dalam aktivitas keuangan ilegal, dan telah mengajukan permohonan pemblokiran kepada satuan kerja pengawas bank agar bank terkait segera menindaklanjuti,” ujar Friderica, yang akrab disapa Kiki, dalam keterangan resminya pada Sabtu (15/2/2025).

    Lebih lanjut, Satgas PASTI dari OJK juga menemukan nomor kontak debt collector yang digunakan oleh layanan pinjol ilegal dan investasi ilegal. Sebanyak 1.330 nomor telah diajukan untuk pemblokiran ke Kementerian Komunikasi dan Digital.

    Dalam upaya memberantas praktik keuangan ilegal, OJK menerima 16.610 pengaduan terkait aktivitas ilegal sejak 1 Januari 2024 hingga 31 Januari 2025. Dari jumlah tersebut, 15.477 aduan berkaitan dengan pinjol ilegal, sementara 1.133 lainnya mengenai investasi ilegal.

    Sebagai langkah lanjutan, OJK bersama anggota Satgas Pasti serta dukungan dari asosiasi industri perbankan dan sistem pembayaran, telah membentuk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) atau Pusat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan. Sejak mulai beroperasi pada 22 November 2024 hingga 9 Februari 2025, IASC telah menerima 42.257 laporan dengan total 70.390 rekening yang diduga terlibat dalam penipuan.

    “Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.980 rekening telah diblokir, atau sekitar 28% dari total laporan,” tambah Kiki.

    Selain itu, Satgas Pasti dari OJK mencatat laporan dari para korban menunjukkan total kerugian mencapai Rp 700,2 miliar, sementara dana yang berhasil diblokir mencapai Rp 106,8 miliar. Kiki memastikan bahwa IASC akan terus meningkatkan kapasitasnya dalam mempercepat penanganan kasus penipuan di sektor keuangan, khususnya pinjol ilegal dan investasi ilegal.

  • 19 Perusahaan Beraset Besar Bersiap IPO di Pasar Modal Indonesia

    19 Perusahaan Beraset Besar Bersiap IPO di Pasar Modal Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa saat ini terdapat 19 perusahaan dengan aset besar yang tengah bersiap untuk melangsungkan initial public offering (IPO) di pasar modal Indonesia.

    Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017, perusahaan yang dikategorikan sebagai beraset besar memiliki aset di atas Rp 250 miliar. Dari total 20 perusahaan dalam daftar antrean IPO, 19 di antaranya masuk kategori ini, sementara satu perusahaan lainnya memiliki aset skala menengah, yaitu antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.

    Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, perusahaan-perusahaan yang sedang dalam proses IPO berasal dari berbagai sektor industri.

    Perincian perusahaan siap IPO adalah enam perusahaan dari sektor barang konsumen primer, empat dari sektor industri, serta tiga dari sektor energi. Selain itu, ada pula tiga perusahaan dari sektor kesehatan, dua dari sektor barang baku, serta masing-masing satu perusahaan dari sektor keuangan dan sektor transportasi dan logistik.

    Hingga Jumat (14/2/2025), tercatat sudah ada delapan perusahaan yang sukses menggelar IPO di pasar modal Indonesia, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 3,70 triliun.

    Pada periode yang sama, telah diterbitkan 13 emisi dari 11 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp 15,3 triliun. Saat ini, sebanyak 15 emisi dari 12 penerbit EBUS masih berada dalam antrean untuk penerbitan.

    Di sisi lain, untuk aksi right issue, hingga 14 Februari 2025, terdapat dua perusahaan yang telah melaksanakan aksi tersebut dengan total nilai Rp 470 miliar.

    Sementara itu, selain ada perusahaan siap IPO, ada tujuh perusahaan lainnya masih dalam antrean untuk melakukan rights issue, terdiri dari tiga perusahaan sektor barang baku, dua dari sektor energi, serta dua dari sektor kesehatan.

  • Aliran Modal Asing Keluar Rp 9,61 Triliun dalam Sepekan

    Aliran Modal Asing Keluar Rp 9,61 Triliun dalam Sepekan

    Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya arus keluar modal asing sebesar Rp 9,61 triliun dalam sepekan periode 10-13 Februari 2025. Sebagian besar dana asing yang keluar berasal dari investasi di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

    Ramdan Denny Prakoso selaku kepala departemen komunikasi BI mengungkapkan, aliran keluar modal asing melalui SRBI mencapai Rp 4,68 triliun. Sementara itu, modal asing yang keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 2,51 triliun, dan dari pasar saham sebesar Rp 2,42 triliun.

    “Dalam periode 10-13 Februari 2025, nonresiden mencatatkan jual neto Rp 9,61 triliun. Perinciannya, jual neto Rp 2,42 triliun di pasar saham, Rp 2,51 triliun di pasar SBN, serta Rp 4,68 triliun di SRBI,” ujar Ramdan Denny dalam keterangan resminya, Minggu (16/2/2025).

    Secara kumulatif, sejak awal tahun hingga 13 Februari 2025, investor asing mencatatkan jual neto Rp 7,59 triliun di pasar saham. Di sisi lain, investor asing masih mencatatkan beli neto Rp 10,11 triliun di pasar SBN dan Rp 4,6 triliun di SRBI.

    Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasury Note tenor 10 tahun mengalami kenaikan hingga 4,529% pada Kamis (13/2/2025). Premi risiko investasi Indonesia, yang diukur dengan credit default swap (CDS) tenor lima tahun, turun menjadi 72,22 basis poin pada Kamis (13/2/2025) dibandingkan 74,22 basis poin pada Jumat (7/2/2025).

    Adapun berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dari BI, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat berada di level Rp 16.285 per dolar AS pada Jumat (14/2/2025).

    “Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah serta otoritas terkait, sambil mengoptimalkan bauran kebijakan guna menjaga stabilitas ekonomi eksternal Indonesia,” tambah Ramdan terkait aliran modal asing yang keluar dari Indonesia. 

  • Penurunan Penjualan Mobil Bukan Akibat Daya Beli Masyarakat Melemah

    Penurunan Penjualan Mobil Bukan Akibat Daya Beli Masyarakat Melemah

    Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom dan ahli moneter Cyrillus Harinowo mengatakan, penurunan angka penjualan mobil di Indonesia tidak berkaitan langsung dengan melemahnya daya beli masyarakat. Menurutnya, faktor utama yang memengaruhi tren ini adalah adanya keraguan konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli kendaraan.

    Cyrillus menjelaskan, setelah melakukan analisis terhadap sektor lain, seperti ritel, elektronik, dan properti, yang terus mengalami pertumbuhan, maka ia menyimpulkan bahwa daya beli masyarakat masih kuat.

    “Anggapan bahwa penurunan penjualan mobil terjadi akibat melemahnya daya beli mungkin kurang tepat. Saya lebih melihat bahwa faktor utama yang berperan adalah ketidakpastian dan keraguan konsumen dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

    Cyrillus menambahkan, saat ini masyarakat cenderung menerapkan sikap wait and see terhadap perkembangan teknologi kendaraan, khususnya dengan semakin gencarnya dorongan pemerintah untuk beralih ke kendaraan listrik. 
    Kampanye elektrifikasi transportasi ini sejalan dengan upaya global dalam mengurangi emisi, sesuai dengan komitmen dalam Perjanjian Paris.

    Meski demikian, ia menilai bahwa Indonesia memiliki berbagai alternatif kendaraan ramah lingkungan selain mobil listrik yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen di tengah penurunan penjualan mobil.

    “Jika kita berbicara soal kendaraan yang lebih ramah lingkungan, mobil listrik memang unggul karena tidak menghasilkan emisi. Namun, kita juga memiliki opsi lain seperti mobil LCGC, kendaraan berbahan bakar etanol (flexy), hybrid, hingga hidrogen,” paparnya.

    Sejalan dengan pandangan tersebut, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandy Julyanto mengungkapkan, perusahaannya mengadopsi pendekatan multi-pathway untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen.

    “Strategi multi-pathway ini sangat penting agar masyarakat memiliki keleluasaan dalam memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kami menawarkan berbagai opsi mulai dari kendaraan listrik, hybrid, hingga berbasis hidrogen, sehingga konsumen dapat memilih sesuai dengan preferensi masing-masing,” jelas Nandy.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani menegaskan, pemerintah mendukung penuh inisiatif industri otomotif dalam mengembangkan ekosistem kendaraan berbasis energi bersih di Indonesia.

    Menurutnya, sektor transportasi memiliki potensi besar untuk memanfaatkan berbagai sumber energi ramah lingkungan.

    “Kita tidak hanya bergantung pada bahan bakar fosil, tetapi juga beralih ke sumber energi yang lebih bersih. Ada transisi dari bahan bakar fosil rendah karbon, kombinasi dengan baterai, hybrid, etanol, biodiesel, hingga hidrogen di masa depan,” ujar Eniya.

    Dengan strategi ini, diharapkan penurunan penjualan mobil bisa teratasi dan ekosistem industri otomotif di Indonesia dapat berkembang secara optimal sekaligus mendukung agenda keberlanjutan energi nasional.

  • Presiden Prabowo Sebut 15 Proyek Hilirisasi Dijalankan Tahun Ini Tanpa Investasi Asing

    Presiden Prabowo Sebut 15 Proyek Hilirisasi Dijalankan Tahun Ini Tanpa Investasi Asing

    Bogor, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan program hilirisasi yang telah dicanangkan oleh Presiden ketujuh, Joko Widodo. Sebanyak 15 megaproyek akan dimulai pada 2025 dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar Amerika Serikat.

    “Program yang telah dirintis Pak Jokowi, khususnya hilirisasi, akan terus kita lanjutkan dan wujudkan. Tahun ini, kita akan memulai minimal 15 proyek besar dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar,” ujar Prabowo dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (15/2/2025).

    Prabowo menegaskan bahwa proyek hilirisasi tersebut akan dijalankan tanpa bergantung pada investasi asing. Namun, pemerintah tetap membuka peluang bagi investor luar negeri yang tertarik untuk berpartisipasi.

    “Kita akan memulai tanpa harus meminta-minta investasi dari luar negeri. Kita ingin mewujudkan cita-cita Bung Karno, yaitu berdiri di atas kaki sendiri. Kita tidak akan mengemis,” katanya.

    “Namun, jika ada investor asing yang ingin masuk, silakan. Indonesia tetap terbuka bagi mereka yang ingin berinvestasi, tetapi kita tidak akan bergantung pada pihak luar. Kita akan bangkit dengan kekuatan kita sendiri,” tambahnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengumumkan bahwa pemerintah akan meluncurkan badan pengelola investasi Indonesia bernama Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 24 Februari 2025.

    “Sembilan hari dari sekarang, tepatnya pada 24 Februari, kita akan meluncurkan dana investasi Indonesia yang saya beri nama Danantara,” ujarnya.

    Prabowo juga meminta para mantan presiden serta organisasi keagamaan untuk turut mengawasi pengelolaan Danantara, mengingat dana tersebut merupakan aset negara yang harus dijaga bersama.

    Prabowo meminta mantan presiden, Joko Widodo, Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri serta ormas keagamaan untuk berpartisipasi mengawasi Danantara karena memiliki aset milik negara.

    “Selain itu, saya juga berpikir bahwa pimpinan NU, Muhammadiyah, KWI, dan organisasi lainnya bisa turut membantu memastikan bahwa ini adalah uang rakyat, uang anak-anak dan cucu-cucu kita,” tutupnya dalam menjelaskan terkait proyek hilirisasi.

  • Asita Fokus Kembangkan Pasar Wisatawan untuk Hadapi Penurunan MICE dari Pemerintah Imbas Efisiensi Anggaran

    Asita Fokus Kembangkan Pasar Wisatawan untuk Hadapi Penurunan MICE dari Pemerintah Imbas Efisiensi Anggaran

    Solo, Beritasatu.com – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) berupaya memperkuat pasar wisatawan sebagai langkah antisipasi terhadap penurunan permintaan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) dari pemerintah akibat kebijakan efisiensi anggaran.

    “Di Solo, sekitar 78% hunian hotel bergantung pada kegiatan MICE. Tanpa itu, tantangan yang dihadapi cukup besar,” ujar Koordinator Bidang Kerja Sama Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asita Daryono, saat berada di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2025).

    Untuk menyikapi efisiensi anggaran, Asita menekankan pentingnya meningkatkan daya tarik wisata leisure (rekreasi) sebagai alternatif penggerak sektor pariwisata.

    “Kita perlu lebih mendorong pasar leisure agar tetap tumbuh,” katanya.

    Selain wisatawan individu, Asita juga berupaya mengoptimalkan pasar dari sektor swasta dan korporasi. Salah satu strategi yang diterapkan adalah mengadakan acara Asita Fun Walk 2025, yang akan melibatkan 1.000 peserta di Solo pada Minggu (16/2/2025).

    Sebagai Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-54 Asita, Daryono menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan organisasi bisnis, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

    “Kami sadar bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan sendirian. Asita tidak bisa sendiri, begitu pula pemerintah,” ujarnya.

    Oleh karena itu, perayaan HUT ke-54 Asita melalui Asita Fun Walk 2025 diharapkan menjadi momentum kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat industri pariwisata.

    “Banyak wisatawan Indonesia yang lebih memilih bepergian ke luar negeri karena alasan harga yang lebih terjangkau. Tantangan kita bersama adalah membangun industri pariwisata nasional yang tidak hanya berkembang di Asia, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya dalam menanggapi efisiensi anggaran.