Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Perusahaan AS iRobot Bangkrut Tertekan Produk China dan Tarif Trump

    Perusahaan AS iRobot Bangkrut Tertekan Produk China dan Tarif Trump

    Jakarta, Bertasatu.com – Produsen robot penyedot debu Roomba, iRobot Corp, resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 di pengadilan Delaware, Amerika Serikat. Perusahaan teknologi asal Massachusetts itu menyebut tekanan tarif impor AS dan persaingan harga murah sebagai faktor utama yang menggerus kinerja bisnisnya hingga akhirnya memilih jalur pailit.

    Melansir Reuters, Selasa (16/12/2025), pada pengajuan tersebut, iRobot menyatakan akan berubah menjadi perusahaan tertutup setelah seluruh sahamnya diambil alih oleh Picea Robotics, mitra manufaktur utamanya. Langkah ini diambil untuk menyelamatkan operasional di tengah tekanan biaya yang kian berat.

    Sejak Maret 2025 lalu, manajemen iRobot telah memperingatkan adanya risiko terhadap keberlangsungan usaha. Tekanan datang dari dua arah sekaligus, yakni membanjirnya produk pesaing berharga murah khususnya dari China, serta kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang diperketat sejak era Presiden Donald Trump.

    Salah satu pukulan terbesar berasal dari tarif impor sebesar 46% atas produk dari Vietnam, negara tempat iRobot memproduksi penyedot debu untuk pasar AS.

    Berdasarkan dokumen pengadilan, kebijakan tarif tersebut menambah beban biaya perusahaan hingga sekitar US$ 23 juta sepanjang 2025 dan menyulitkan perencanaan bisnis jangka panjang.

    Padahal, sepanjang 2024 iRobot masih membukukan pendapatan sekitar US$ 682 juta. Namun, margin keuntungan terus tertekan karena perusahaan harus menurunkan harga jual sekaligus menggelontorkan investasi besar untuk pengembangan teknologi agar tetap kompetitif menghadapi produsen seperti Ecovacs Robotics.

    Masalah keuangan iRobot juga diperberat oleh tumpukan utang. Perusahaan tercatat memiliki kewajiban sekitar US$ 190 juta yang berasal dari pinjaman tahun 2023.

    Dana tersebut sebelumnya digunakan untuk menopang operasional ketika rencana akuisisi senilai US$ 1,4 miliar oleh Amazon.com gagal akibat penyelidikan persaingan usaha di Eropa.

    Setelah kesepakatan dengan Amazon batal dan iRobot menunggak pembayaran kepada Picea, produsen yang berbasis di China itu kemudian mengambil alih utang iRobot dari konsorsium dana investasi yang dikelola Carlyle Group.

    Dalam skema restrukturisasi, Picea akan menguasai 100% saham iRobot dan menghapuskan sisa pinjaman US$ 190 juta, termasuk tambahan utang US$ 74 juta yang timbul dari perjanjian manufaktur. Kreditur dan pemasok lain disebut akan dibayar penuh.

    Manajemen iRobot menegaskan proses kebangkrutan ini tidak akan mengganggu layanan pelanggan, aplikasi, rantai pasok global, maupun dukungan produk yang berjalan saat ini.

    iRobot pernah berada di puncak kejayaan dengan valuasi mencapai US$ 3,56 miliar pada 2021, terdorong lonjakan permintaan selama pandemi. Kini, nilai perusahaan tersebut merosot tajam menjadi sekitar US$ 140 juta.

    Didirikan pada 1990 oleh tiga ilmuwan robotika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), iRobot awalnya bergerak di sektor pertahanan dan antariksa sebelum meluncurkan Roomba pada 2002. Produk tersebut sempat mendominasi pasar, dengan pangsa sekitar 42% di Amerika Serikat dan 65% di Jepang.

    Saat ini, iRobot berkantor pusat di Bedford, Massachusetts, dan mempekerjakan sekitar 274 karyawan, berdasarkan dokumen pengadilan kebangkrutan.

  • IPO Superbank SUPA Tembus Oversubscription 318,69 Kali, Investor Antre

    IPO Superbank SUPA Tembus Oversubscription 318,69 Kali, Investor Antre

    Jakarta, Beritasatu.com – Penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mencatatkan respons pasar yang luar biasa menjelang pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2025.

    Dalam masa penawaran, saham SUPA mengalami kelebihan permintaan hingga 318,69 kali, dengan total pemesanan dari investor menembus angka lebih dari 1 juta order. Capaian tersebut menjadi salah satu rekor tertinggi untuk IPO di sektor perbankan digital nasional.

    Antusiasme yang tinggi ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek bisnis SUPA sebagai bank berbasis digital. Selain itu, pencapaian tersebut juga menegaskan kepercayaan pasar terhadap strategi transformasi digital yang tengah dijalankan perseroan serta prospek pertumbuhan jangka panjang industri perbankan digital di Indonesia.

    Tingginya tingkat oversubscription dinilai sebagai indikator kuat kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan.  Minat pasar terhadap saham SUPA juga didukung oleh peran enam perusahaan sekuritas yang bertindak sebagai penjamin emisi, sehingga memperluas jangkauan dan minat publik terhadap IPO ini.

    CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menilai keberhasilan IPO Superbank menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal domestik, khususnya di sektor perbankan digital.

    “IPO SUPA mencetak rekor dengan tingkat oversubscription mencapai 318 kali dan permintaan investor lebih dari 1 juta order. Ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek Superbank. Respons seperti ini menunjukkan bahwa appetite investor terhadap IPO sektor perbankan digital masih sangat kuat,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).

    Ia menambahkan, tingginya minat investor pada fase penawaran diharapkan berdampak positif terhadap likuiditas saham SUPA setelah resmi tercatat di BEI. 

    “Selain itu, keberhasilan IPO ini juga berpotensi menjadi katalis bagi pengembangan sektor perbankan digital di Indonesia,” pungkasnya.

  • Harga Minyak 16 Desember Turun Imbas Negosiasi Ukraina dan Data China

    Harga Minyak 16 Desember Turun Imbas Negosiasi Ukraina dan Data China

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (16/12/2025) pagi WIB, memperpanjang penurunan sesi sebelumnya. Tekanan datang dari meningkatnya optimisme atas kemajuan upaya damai Rusia-Ukraina serta rilis data ekonomi China yang lebih lemah dari perkiraan.

    Melansir Reuters, data perdagangan awal Asia mencatat, kontrak berjangka Brent turun 24 sen atau 0,40% ke level US$ 60,32 per barel pada pukul 08.01 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat melemah 22 sen atau 0,39% ke posisi US$ 56,60 per barel.

    Pelemahan harga minyak terjadi seiring sinyal positif dari proses diplomasi Ukraina. Pemerintah AS dilaporkan menawarkan jaminan keamanan bergaya NATO kepada Ukraina dalam pembicaraan dengan Presiden Volodymyr Zelenskiy di Berlin.

    Langkah tersebut memicu optimisme di sejumlah negara Eropa bahwa konflik berkepanjangan di kawasan itu semakin mendekati tahap negosiasi damai, yang berpotensi membuka jalan bagi pelonggaran sanksi terhadap Rusia.

    Tekanan terhadap harga minyak juga diperkuat oleh rilis data ekonomi China. Analis pasar IG Tony Sycamore menilai data tersebut memperbesar kekhawatiran bahwa permintaan global belum cukup kuat untuk menyerap peningkatan pasokan minyak.

    Data resmi menunjukkan pertumbuhan output pabrik China melambat ke level terendah dalam 15 bulan. Penjualan ritel juga mencatat pertumbuhan paling lambat sejak Desember 2022, ketika pandemi Covid-19 masih membebani aktivitas ekonomi.

    Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa strategi China yang mengandalkan ekspor untuk menutup lemahnya permintaan domestik mulai kehilangan efektivitas.

    Perlambatan ekonomi China berpotensi semakin menekan permintaan minyak global, terutama di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik yang turut mengurangi konsumsi bahan bakar fosil di negara tersebut.

    Pada sisi lain, kekhawatiran pasokan sempat muncul setelah AS menyita sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela pekan lalu.

    Namun, pelaku pasar menilai dampaknya terbatas karena masih tingginya stok minyak terapung serta lonjakan pembelian minyak Venezuela oleh China sebelum potensi pemberlakuan sanksi baru.

  • 4 Kesalahan Keuangan yang Kerap Muncul Saat Libur Akhir Tahun

    4 Kesalahan Keuangan yang Kerap Muncul Saat Libur Akhir Tahun

    Jakarta, Beritasatu.com – Menjelang libur akhir tahun, pola pengeluaran rumah tangga umumnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berbagai kebutuhan tambahan mulai bermunculan, baik untuk keperluan liburan, acara keluarga, maupun aktivitas sosial lainnya.

    Jika tidak diimbangi dengan perencanaan yang matang, kondisi ini berisiko menimbulkan masalah keuangan setelah masa liburan berakhir. Agar stabilitas finansial tetap terjaga, penting untuk mengenali berbagai kesalahan keuangan yang sering terjadi menjelang akhir tahun serta memahami cara menghindarinya.

    Jenis Kesalahan Keuangan yang Sering Terjadi pada Akhir Tahun

    1. Pengeluaran tambahan yang tidak terkontrol

    Pada bulan-bulan biasa, pengeluaran rumah tangga cenderung lebih stabil dan mudah diprediksi. Namun, situasi berubah ketika memasuki akhir tahun.

    Kebutuhan tambahan seperti pembelian hadiah, acara kantor, pertemuan keluarga, perjalanan liburan, hingga frekuensi makan di luar yang meningkat dapat membuat pengeluaran membengkak.

    Masalahnya, banyak pengeluaran kecil yang dianggap sepele sering kali tidak dicatat. Padahal, jika dikumpulkan, pengeluaran tersebut bisa mencapai jumlah yang cukup besar dan berdampak pada kondisi keuangan secara keseluruhan.

    2. Lonjakan gaya hidup akibat euforia liburan

    Suasana liburan kerap memicu keinginan untuk memanjakan diri setelah bekerja sepanjang tahun. Tanpa batasan yang jelas, perubahan gaya hidup sementara ini dapat berubah menjadi kebiasaan konsumtif.

    Situasi ini diperparah oleh kenaikan harga berbagai barang dan jasa menjelang akhir tahun. Jika tidak disadari, euforia liburan dapat menjadi salah satu kesalahan keuangan yang membuat pengeluaran jauh melampaui kemampuan finansial.

    3. Salah mengelola bonus akhir tahun

    Bonus tahunan atau tambahan penghasilan di akhir tahun sering dianggap sebagai uang ekstra yang bisa digunakan sesuka hati. Padahal, secara prinsip keuangan, bonus tetap merupakan bagian dari pendapatan tahunan.

    Tanpa perencanaan yang tepat, bonus bisa habis dalam waktu singkat tanpa memberikan manfaat jangka panjang. Kesalahan ini kerap membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memperkuat kondisi keuangan, seperti menambah tabungan, investasi, atau melunasi kewajiban tertentu.

    4. Tidak menyiapkan dana untuk kebutuhan awal tahun

    Awal tahun identik dengan berbagai pengeluaran wajib yang tidak bisa dihindari. Beberapa di antaranya adalah pajak kendaraan, biaya pendidikan, iuran rutin, serta cicilan yang kembali berjalan normal.

    Ketika dana untuk kebutuhan Januari tidak disiapkan sejak akhir tahun, tekanan keuangan bisa langsung terasa hanya beberapa hari setelah pergantian tahun.

    Kurangnya persiapan ini menjadi salah satu kesalahan keuangan yang paling sering terjadi dan berdampak langsung pada arus kas bulanan.

    Tip Menghindari Kesalahan Keuangan Saat Libur Akhir TahunGunakan dana liburan yang sudah dialokasikan

    Langkah paling penting adalah memastikan seluruh biaya liburan berasal dari dana khusus yang telah disiapkan sebelumnya. Menggunakan dana kebutuhan bulanan atau berutang demi memenuhi gaya hidup liburan berisiko mengganggu kestabilan keuangan setelah liburan berakhir.

    Dengan dana yang sudah dialokasikan, pengeluaran dapat lebih terkontrol dan tidak mengorbankan kebutuhan penting lainnya.

    Tetapkan anggaran liburan secara jelas

    Membuat batas pengeluaran untuk setiap pos, seperti transportasi, penginapan, makan, dan belanja, sangat penting untuk mencegah pemborosan.

    Tanpa anggaran yang jelas, pengeluaran kecil yang tampak tidak signifikan justru bisa menumpuk dan membuat total biaya membengkak. Anggaran yang terstruktur membantu menjaga disiplin selama masa liburan.

    Tentukan tujuan dan jadwal sejak awal

    Menentukan destinasi dan jadwal perjalanan sejak awal memungkinkan perencanaan yang lebih matang. Dengan jadwal yang jelas, Anda dapat menyesuaikan pilihan transportasi, penginapan, dan aktivitas sesuai dengan kemampuan finansial.

    Perencanaan awal juga membantu menghindari keputusan spontan yang berpotensi meningkatkan pengeluaran.

    Lakukan pemesanan transportasi dan penginapan lebih awal

    Booking tiket perjalanan dan hotel jauh hari biasanya menawarkan harga yang lebih stabil dan pilihan yang lebih beragam. Selain itu, cara ini membantu menghindari lonjakan harga yang sering terjadi menjelang libur akhir tahun.

    Perencanaan lebih awal juga memberi ruang untuk menyesuaikan anggaran jika terjadi perubahan rencana.

    Bandingkan harga dan manfaatkan promo

    Luangkan waktu untuk membandingkan harga dari berbagai platform perjalanan atau penyedia jasa. Promo akhir tahun, diskon e-wallet, dan potongan harga lainnya bisa membantu menekan biaya liburan secara signifikan jika dimanfaatkan dengan bijak.

    Namun, tetap pastikan promo yang digunakan sesuai dengan kebutuhan, bukan sekadar tergiur potongan harga.

    Buat anggaran detail berdasarkan kategori

    Rincikan anggaran liburan ke dalam beberapa kategori, seperti transportasi, akomodasi, konsumsi, dan hiburan. Dengan pembagian yang jelas, pengeluaran selama liburan lebih mudah dipantau dan dikendalikan.

    Anggaran detail juga membantu mengidentifikasi potensi pemborosan sejak awal.

    Pilih destinasi yang sesuai dengan kondisi keuangan

    Liburan tidak selalu identik dengan biaya mahal. Banyak destinasi lokal atau wisata alam yang menawarkan pengalaman menyenangkan dengan biaya yang lebih terjangkau.

    Menyesuaikan pilihan destinasi dengan kondisi keuangan merupakan langkah bijak untuk menghindari kesalahan keuangan yang berdampak jangka panjang.

    Manfaatkan transportasi umum di lokasi wisata

    Menggunakan transportasi umum selama berada di lokasi wisata dapat membantu menekan pengeluaran harian. Selain lebih hemat, cara ini juga memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan lingkungan dan budaya setempat.

    Pengeluaran untuk transportasi pribadi atau sewa kendaraan dapat dialihkan ke kebutuhan lain yang lebih penting.

    Batasi pengeluaran harian dan hindari belanja impulsif

    Menetapkan batas belanja harian membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali. Hindari belanja impulsif, terutama untuk barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan hanya bersifat sementara.

    Disiplin dalam belanja menjadi kunci utama menjaga keuangan tetap sehat selama liburan.

    Packing secukupnya dan siapkan dana darurat terpisah

    Membawa barang secukupnya dapat menghindari biaya tambahan, seperti bagasi ekstra. Selain itu, penting untuk menyiapkan dana darurat yang terpisah dari anggaran liburan utama.

    Dana darurat ini berfungsi sebagai antisipasi jika terjadi kebutuhan mendesak, baik selama liburan maupun setelah kembali ke aktivitas normal.

    Dengan memahami dan menghindari berbagai kesalahan keuangan menjelang libur akhir tahun, Anda dapat menikmati waktu liburan dengan lebih tenang tanpa khawatir kondisi finansial terganggu.

  • Rupiah Hari Ini 16 Desember Melemah Tertekan Sinyal The Fed

    Rupiah Hari Ini 16 Desember Melemah Tertekan Sinyal The Fed

    Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Selasa (16/12/2025), seiring respons pasar terhadap sinyal kebijakan moneter The Fed.

    Mengacu pada data Bloomberg, hingga pukul 09.45 WIB di pasar spot, rupiah tercatat turun 15 poin atau 0,09% ke posisi Rp 16.682 per dolar AS.

    Pada perdagangan sebelumnya, Senin (16/12/2025), rupiah juga ditutup di zona merah dengan pelemahan 21 poin ke level Rp 16.667 per dolar AS.

    Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh sikap dovish The Fed, yang tidak hanya memangkas suku bunga tetapi juga memberikan sinyal akan memulai pembelian obligasi pemerintah jangka pendek mulai Desember 2025.

    Menurut Ibrahim, rencana pembelian aset tersebut memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, terutama karena tambahan likuiditas dari bank sentral AS berpotensi memperlebar tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

    “Untuk perdagangan Selasa, pergerakan rupiah cenderung fluktuatif tetapi ditutup melemah di kisaran Rp 16.660 hingga Rp 16.690 per dolar AS,” ujarnya.

    Selain itu, Ibrahim menyampaikan bahwa perhatian pasar pada pekan ini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan sektor non-pertanian Amerika Serikat serta data inflasi konsumen (CPI) untuk periode November 2025. Kedua indikator tersebut dijadwalkan diumumkan masing-masing pada hari ini dan Kamis (18/12/2025).

    Ia menambahkan, pelaku pasar akan mencermati setiap sinyal lanjutan yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan pasar tenaga kerja serta meredanya tekanan inflasi, mengingat kedua faktor tersebut menjadi pertimbangan utama The Federal Reserve dalam menentukan arah penurunan suku bunga.

    Di luar faktor moneter dan kondisi ekonomi AS, pergerakan rupiah juga masih dibayangi sentimen geopolitik global. Ketegangan di kawasan Eropa Timur dinilai berpotensi menekan nilai tukar, meski Rusia dan Ukraina saat ini masih berada dalam tahap perundingan menuju kesepakatan damai.

    Dalam perkembangan terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy disebut menawarkan opsi untuk menangguhkan ambisi negaranya bergabung dengan aliansi militer NATO, saat melakukan pertemuan dengan utusan Amerika Serikat di Berlin.

  • IHSG Hari Ini 16 Desember Menguat 0,26 Persen Ditopang Sektor Energi

    IHSG Hari Ini 16 Desember Menguat 0,26 Persen Ditopang Sektor Energi

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan bursa sesi I, Selasa (16/12/2025). Hingga pukul 09.30 WIB, IHSG naik 0,26% atau bertambah 22,73 poin ke level 8.672,39.

    Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan level terendah di 8.643,25 dan sempat menyentuh level tertinggi 8.700,86.

    Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 5,17 triliun dengan volume perdagangan sekitar 10,04 miliar saham dan frekuensi 661.475 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.874 triliun.

    Pergerakan saham cenderung berimbang, dengan 279 saham menguat, 259 saham melemah, dan 164 saham stagnan.

    Dari sisi saham sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh sektor energi yang naik 1,36%, seiring meningkatnya minat investor pada saham-saham berbasis komoditas.

    Sektor teknologi juga menguat 0,99%, sementara sektor barang konsumsi non-primer dan siklikal masing-masing naik 0,63%.

    Pada sisi lain, tekanan terlihat pada sektor infrastruktur yang turun 1,26%, diikuti sektor keuangan yang melemah 0,55%. Sektor properti dan kesehatan juga bergerak di zona merah dengan koreksi masing-masing 0,20% dan 0,18%.

    Pada perdagangan pagi ini, saham PT Green Power Group Tbk (LABA) mencatatkan kenaikan tertinggi setelah melonjak 30,82%. 

    Penguatan signifikan juga terjadi pada saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) dan PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) yang masing-masing naik 25,00%.

    Sementara itu, tekanan jual terlihat pada saham PT Citatah Tbk (CTTH)yang turun 14,68% dan saham PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)  yang melemah 14,52%. Saham PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Tbk (XBLQ) juga terkoreksi 14,29%.

  • Rupiah Hari Ini 16 Desember Melemah Tertekan Sinyal The Fed

    Rupiah Hari Ini 15 Desember Ditutup Melemah 0,13 Persen ke Rp 16.667

    Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah tercatat melemah 21 poin atau 0,13% ke posisi Rp 16.667 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (15/12/2025).

    Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva menilai tekanan terhadap rupiah dipicu oleh sikap bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang belum sepenuhnya mengarah ke kebijakan dovish. 

    Kondisi tersebut membuat pergerakan rupiah masih sensitif terhadap dinamika sentimen global, meskipun tekanan eksternal tidak sekuat beberapa bulan terakhir.

    “Perhatian pelaku pasar masih tertuju pada ekspektasi kebijakan The Fed dan pergerakan indeks dolar AS. Selama sikap The Fed belum benar-benar dovish dan imbal hasil obligasi AS tetap menarik, aliran modal global cenderung berhati-hati masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia,” ujar Taufan dikutip dari Antara, Senin (15/12/2025).

    Ia menjelaskan, penguatan rupiah yang sempat terjadi pada awal perdagangan hari ini lebih bersifat teknikal dan merupakan respons jangka pendek terhadap pelemahan dolar AS, bukan didorong oleh perubahan fundamental yang kuat.

    Pada level saat ini, pasar dinilai masih mencari arah pergerakan yang lebih jelas. Kondisi tersebut membuat ruang penguatan rupiah relatif terbatas dan rentan mengalami koreksi dalam kisaran yang sempit.

    Dari sisi domestik, Taufan menilai stabilitas kebijakan Bank Indonesia (BI) serta data makroekonomi yang relatif terjaga masih menjadi penopang pergerakan rupiah. Namun, sinyal BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar lebih berperan sebagai peredam volatilitas, bukan sebagai pendorong penguatan yang signifikan.

    “Dengan kombinasi faktor tersebut, rupiah hari ini cenderung bergerak sideways dalam rentang terbatas, sambil menunggu katalis yang lebih kuat untuk menentukan arah selanjutnya,” katanya.

    Sejalan dengan pergerakan di pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp 16.669 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp 16.652 per dolar AS.

  • Ekonomi Belum Membaik, Purbaya Masih Ogah Naikkan Pajak

    Ekonomi Belum Membaik, Purbaya Masih Ogah Naikkan Pajak

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pihaknya belum akan menetapkan penyesuaian pajak pertambahan nilai (PPN) untuk tahun 2026.

    Menurut Purbaya, kebijakan tersebut masih memerlukan kajian mendalam, terutama dengan mempertimbangkan kinerja dan arah pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

    “Belum ada keputusan sampai sekarang. Kita masih melihat apakah ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat atau enggak,” ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12/2025).

    Dia menekankan, pemerintah tidak ingin mengambil langkah spekulatif sebelum memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai capaian pertumbuhan ekonomi secara riil. Menurutnya, apabila pertumbuhan ekonomi nasional mampu menembus level di atas 6%, maka pemerintah akan memiliki ruang fiskal yang lebih longgar dalam mengelola kebijakan PPN.

    Dengan kondisi tersebut, menurutnya, opsi penyesuaian tarif dapat dilakukan secara lebih fleksibel, baik melalui kenaikan maupun penurunan, sesuai dengan kebutuhan perekonomian.

    “Kalau pertumbuhannya di atas 6%, seharusnya ada ruang untuk mengolah kebijakan PPN. Bisa dinaikkan, bisa juga diturunkan. Jadi bukan menebak-nebak, apakah mau menaikkan atau menurunkan,” jelasnya.

    Purbaya memang pernah menyampaikan pemerintah akan mengkaji ulang peluang penurunan tarif PPN. Pasalnya, setiap penurunan tarif PPN sebesar 1% berpotensi menyebabkan hilangnya penerimaan negara hingga Rp 70 triliun.

    Purbaya pun akan memantau perkembangan penerimaan negara setelah perbaikan sistem berjalan hingga triwulan II 2026. Evaluasi awal rencana penyesuaian tarif PPN direncanakan dilakukan paling lambat pada akhir triwulan I 2026.

    Ia menambahkan, secara konsep rencana tersebut sebenarnya sudah tertuang secara jelas di atas kertas. Purbaya menegaskan, sebagai Menteri Keuangan, dirinya harus bersikap sangat hati-hati dalam mengeksekusi kebijakan yang berdampak langsung terhadap perekonomian dan masyarakat luas.

  • IHSG Hari Ini 15 Desember Ditutup Melemah, Sektor Energi Merah

    IHSG Hari Ini 15 Desember Ditutup Melemah, Sektor Energi Merah

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan bursa awal pekan, Senin (12/12/2025).

    Berdasarkan data RTI Business, IHSG hari ini berakhir di level 8.649,66 atau turun 0,13%. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 8.622,98 hingga 8.720,68.

    Aktivitas transaksi tercatat dengan volume perdagangan mencapai 58,49 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 33,49 triliun.

    Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 3,59 juta kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 340 saham menguat, 329 saham melemah, dan 132 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp 15.816,52 triliun.

    Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari sektor energi yang turun 3,45%. Sektor infrastruktur juga melemah 1,94%, diikuti sektor barang baku yang terkoreksi 1,40%. Sektor teknologi turut berada di zona merah dengan penurunan 0,94%, sementara sektor properti melemah 0,71%.

    Pada sisi lain, sejumlah sektor masih mampu menopang pergerakan indeks. Sektor kesehatan mencatat penguatan paling tinggi sebesar 3,50%. Sektor keuangan naik 2,20%, disusul sektor barang konsumsi nonprimer yang menguat 0,50%.

    Sektor industri juga bergerak positif dengan kenaikan 0,36%, sedangkan sektor konsumsi primer naik tipis 0,10%.

    Dari sisi emiten saham, PT PP Presisi Tbk mencatat lonjakan tertinggi dengan kenaikan 34,19%. Penguatan juga dialami PT Victoria Insurance Tbk sebesar 34,18% dan PT Eratex Djaja Tbk yang naik 34,03%.

    Saham PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk menguat 25,36%, sementara PT Metro Healthcare Indonesia Tbk naik 25,00%.

    Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada saham PT Pinnacle Persada Investama yang turun 14,97%.

    Saham PT Danareksa Investment Management melemah 14,91%, disusul PT Bukit Uluwatu Villa Tbk yang turun 14,78%. Saham PT Fortune Indonesia Tbk terkoreksi 14,70%, sedangkan PT Hensel Davest Indonesia Tbk turun 14,44%.

  • Berkat Diskon Nataru, Purbaya Pede Ekonomi RI Menguat

    Berkat Diskon Nataru, Purbaya Pede Ekonomi RI Menguat

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 akan menguat seiring pelaksanaan berbagai insentif pemerintah menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    Menkeu Purbaya menjelaskan, penguatan daya dorong ekonomi juga ditopang oleh penyaluran bantuan langsung tunai sementara (BLTS) sejahtera dengan total anggaran Rp 31 triliun. Hingga saat ini, realisasi penyaluran BLTS sejahtera telah melampaui Rp 29 triliun, sementara sisa anggaran masih dalam proses distribusi kepada masyarakat.

    “Sekarang sudah lebih dari Rp 29 triliun, jadi tinggal sedikit lagi yang akan disalurkan. Seharusnya pada triwulan keempat, khususnya Desember ini, daya dorong ekonomi akan lebih baik dibandingkan tahun lalu,” ujar Purbaya di Istana, Senin (15/12/2025).

    Terkait libur akhir tahun, Purbaya menyebut pemerintah telah menyiapkan subsidi transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat, mencakup moda kereta api, jalan tol, kapal laut, hingga pesawat udara selama periode Nataru.

    Ia menegaskan, seluruh insentif tersebut telah diperhitungkan dari sisi anggaran. Pemerintah juga berharap kebijakan ini dapat terus disosialisasikan secara luas agar masyarakat mengetahui adanya dukungan negara terhadap aktivitas liburan akhir tahun.

    Pada sisi lain, Purbaya mengungkapkan melihat kondisi perekonomian terkini, secara umum situasi ekonomi menunjukkan perbaikan, meskipun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dikonsolidasikan.

    Menurutnya, beberapa pos anggaran memang belum sepenuhnya berjalan lancar, tetapi akan terus diperbaiki agar perputaran uang dalam sistem ekonomi ke depan dapat semakin optimal.

    “Secara keseluruhan kondisinya membaik. Memang masih ada sedikit kelemahan, tetapi ke depan terlihat ada perbaikan. Beberapa anggaran akan dikonsolidasikan agar penyalurannya lebih lancar dan uang bisa semakin berputar di sistem ekonomi,” pungkas dia.