Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Prabowo Apresiasi para Presiden Indonesia Pendahulunya Saat Peluncuran Danantara

    Prabowo Apresiasi para Presiden Indonesia Pendahulunya Saat Peluncuran Danantara

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menyinggung peran besar presiden pendahulunya dalam membangun sektor-sektor strategis, sehingga akhirnya sampai pada hari peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (24/2/2025).

    Prabowo menyampaikan, tidak lama setelah kemerdekaan, para pendiri bangsa mendirikan Bank Industri Negara untuk membiayai sektor perkebunan dan industri pertambangan. Presiden Sukarno mendirikan Institut Pertanian Bogor (IPB) karena memandang pertanian sebagai sektor strategis. Bung Karno juga membesarkan Institut Teknologi Bandung (ITB) agar Indonesia bisa menguasai teknologi.

    “Presiden kedua meneruskan pembangunan, dan semua presiden-presiden kita telah membawa kita sampai hari ini bisa meluncurkan Danantara Indonesia. Presiden Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Joko Widodo, semua telah memberi peran dan sumbangan yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, dan sekarang jatuhlah kepada kami untuk mengamankan pondasi-pondasi yang telah dibangun dan untuk meneruskan mencapai cita-cita menjadi negara sejahtera, rakyat kita makmur dan aman dalam keadilan,” kata Prabowo dalam sambutannya di acara peluncuran Danantara.

    Dalam acara tersebut, hadir juga Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden ke-11 Boediono, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, dan Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin. 

    Seusai menandatangani keppres tentang BP Danantara, Prabowo bersama SBY dan Jokowi menuju lokasi acara peluncuran dengan menaiki mobil golf. Mereka disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Boediono, Jusuf Kalla, dan Ma’ruf Amin.

    Pada saat acara peluncuran Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto, SBY dan Jokowi juga ikut menekan tombol tanda Danantara resmi diluncurkan.

    Menurut Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, Presiden Indonesia terdahulu akan dilibatkan dalam BPI Danantara sebagai penasihat.

    “Mantan-mantan presiden nanti akan diajak menjadi penasihat Danantara agar lembaga ini dikawal oleh figur-figur yang penuh integritas dan cinta Indonesia,” kata Hasan Nasbi terkait peluncuran Danantara.

  • Terungkap! Ini Visi dan Misi Danantara yang Resmi Diluncurkan Prabowo

    Terungkap! Ini Visi dan Misi Danantara yang Resmi Diluncurkan Prabowo

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada Senin (24/2/2025). Pembentukan entitas ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi berkelanjutan.

    Dengan fokus pada pengelolaan dana investasi secara profesional dan transparan, Danantara diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Lantas, apa sebenarnya vis dan misi pembentukan Danantara ini?

    Dilansir dari laman resmi Danantara, berikut merupakan visi dan misi pembentukan Danantara yang resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Apa Itu Danantara?

    Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) merupakan lembaga investasi strategis yang bertugas mengonsolidasikan serta mengoptimalkan investasi pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    Nama Daya Anagata Nusantara secara langsung diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. “Daya” melambangkan “energi”, “Anagata” berarti “masa depan”, dan “Nusantara” merujuk pada “Indonesia sebagai kesatuan negara”, yang secara keseluruhan mencerminkan kekuatan serta potensi masa depan bangsa.

    Dalam mencapai tujuannya, Danantara Indonesia berkomitmen untuk mendorong transformasi ekonomi dengan pendekatan profesional serta menerapkan prinsip tata kelola yang baik (good governance).

    Badan ini juga bertekad untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aset, menarik investasi global, dan memperkuat daya saing Indonesia di sektor-sektor strategis guna mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat.

    Visi

    Sebagai pengelola investasi terkemuka, di mana BUMN strategis menjadi pendukung utama dalam penempatan investasinya, Danantara Indonesia berupaya mendorong transformasi ekonomi nasional dengan membangun sovereign wealth fund berskala global, mendukung pembangunan negara, serta menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Misi

    Danantara memiliki misi sebagai berikut:

    Mengelola kekayaan negara secara profesional, transparan, dan berkelanjutan dengan menerapkan prinsip tata kelola yang baik (good governance) demi meningkatkan kesejahteraan rakyat sesuai dengan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 dan misi Asta Cita.Memaksimalkan serta mengelola aset BUMN untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan.Berperan sebagai katalis dalam pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi strategis di sektor prioritas yang meningkatkan daya saing global.Menarik serta mempercepat investasi domestik maupun internasional melalui kemitraan strategis guna mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.Membangun institusi sovereign wealth fund yang mandiri dan unggul dengan sistem keuangan yang sehat serta berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

    Dengan visi dan misi yang jelas, Danantara hadir sebagai langkah strategis dalam memperkuat investasi dan perekonomian nasional. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, Danantara menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat dan kompetitif di kancah global.

  • Prabowo Bersama SBY, Jokowi, dan Mantan Wapres Kompak di Peluncuran Danantara

    Prabowo Bersama SBY, Jokowi, dan Mantan Wapres Kompak di Peluncuran Danantara

    Jakarta, Beritasatu.com – Momen bersejarah dan penuh keakraban terlihat dalam acara peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (24/2/2025).

    Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga turut mengundang Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden ke-11 Boediono, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin.

    Seusai menandatangani keppres tentang BP Danantara, Prabowo bersama SBY dan Jokowi menuju lokasi acara peluncuran dengan menaiki mobil golf. Mereka disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Boediono, Jusuf Kalla, dan Ma’ruf Amin.

    Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung peran besar presiden pendahulunya dalam membangun sektor-sektor strategis. Tidak lama setelah kemerdekaan, para pendiri bangsa mendirikan Bank Industri Negara untuk membiayai sektor perkebunan dan industri pertambangan. Presiden Sukarno mendirikan Institut Pertanian Bogor (IPB) karena memandang pertanian sebagai sektor strategis. Bung Karno juga membesarkan Institut Teknologi Bandung (ITB) agar Indonesia bisa menguasai teknologi.

    Prabowo juga menyinggung peran besar Presiden Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Joko Widodo bagi bangsa Indonesia, sehingga sampai pada hari peluncuran Danantara. 

    “Yang kita luncurkan ini bukan sekedar dana investasi, melainkan alat pembangunan nasional yang harus bisa mengubah cara mengelola kekayaan bangsa demi kesejahteraan seluruh rakyat indonesia,” kata Prabowo.

    Dalam acara peluncuran Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto, SBY dan Jokowi juga ikut menekan tombol tanda Danantara resmi diluncurkan.

    Menurut Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, Presiden Indonesia terdahulu akan dilibatkan dalam BPI Danantara sebagai penasihat.

    “Mantan-mantan presiden nanti akan diajak menjadi penasihat Danantara agar lembaga ini dikawal oleh figur-figur yang penuh integritas dan cinta Indonesia,” kata Hasan Nasbi.

  • Danantara Salah Satu Pengelola Kekayaan Negara Terbesar di Dunia

    Danantara Salah Satu Pengelola Kekayaan Negara Terbesar di Dunia

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Senin (24/2/2025). Ia meyakini Danantara akan menjadi salah satu pengelola kekayaan negara terbesar di dunia.

    “Hari ini seluruh rakyat Indonesia patut berbangga karena dengan total aset lebih dari US$ 900 miliar, Danantara akan menjadi salah satu sovereign wealth fund terbesar di dunia,” ujar Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta.

    Prabowo menegaskan, kehadiran Danantara akan memastikan kekayaan negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Menurutnya, Danantara adalah tonggak sejarah dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian ekonomi, ketahanan, dan kesejahteraan nasional.

    Pemerintah, lanjut Prabowo, telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengelola kekayaan negara dengan disiplin keuangan yang ketat dan tata kelola yang bertanggung jawab dalam pembentukan Danantara. Dalam 100 hari pertama, pemerintah telah berhasil mengamankan lebih dari US$ 20 miliar (setara Rp 300 triliun) dalam bentuk tabungan negara.

    Dana tersebut, kata Prabowo, sebelumnya terhambat oleh inefisiensi, korupsi, dan belanja yang kurang tepat sasaran. Kini, dana itu akan dialokasikan ke Danantara untuk diinvestasikan ke lebih dari 20 proyek nasional.

    “Proyek-proyek ini akan berkontribusi pada industrialisasi dan hilirisasi, menciptakan nilai tambah yang signifikan, serta membuka lapangan kerja berkualitas untuk masyarakat Indonesia,” jelasnya.

    Selain berperan dalam investasi, Danantara juga akan menjadi solusi strategis dalam mengoptimalkan BUMN. Prabowo menekankan Danantara tidak hanya akan menginvestasikan dividen BUMN ke sektor-sektor strategis, tetapi juga mentransformasi BUMN menjadi pemain kelas dunia.

    “Kita ingin BUMN menjadi perusahaan yang kompetitif, profesional, dan terintegrasi dalam ekonomi global. Kita ingin melihat lebih banyak BUMN Indonesia masuk dalam daftar Fortune Global 100. Indonesia bukan sekadar pengikut, tetapi bisa menjadi pelopor dan pemimpin dalam perekonomian dunia,” pungkas Prabowo terkait pembentukan BPI Danantara.

  • Danantara Harus Bisa Diaudit oleh Siapa pun Setiap Saat

    Danantara Harus Bisa Diaudit oleh Siapa pun Setiap Saat

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Badan Pengelola Investasi Danantara harus dapat diaudit oleh siapa pun setiap saat. Hal ini ditekankannya saat peluncuran Danantara, Senin (24/2/2025) di Istana Merdeka, Jakarta.

    Prabowo mengatakan, Danantara harus dikelola dengan sebaik-baiknya dan sangat hati-hati, serta transparan. Hal itu karena Danantara didirikan untuk generasi penerus Indonesia.

    “Danantara Indonesia adalah untuk anak dan cucu kita. Danantara Indonesia untuk itu harus dikelola sebaik-baiknya dengan sangat hati-hati, dengan sangat transparan, dengan saling mengawasi,” kata Prabowo.

    Menurut Prabowo, Danantara harus harus bisa diaudit setiap saat oleh siapa pun. Hal itu karena Daanaarini sekali lagi adalah milik anak dan cucu kita. “Milik generasi penerus bangsa Indonesia,” tegasnya.

    Prabowo bangga atas diluncurkannya produk Danantara. Danantara, menurut Prabowo, adalah tonggak sejarah Indonesia menuju kemandirian ekonomi, ketahanan, dan kesejahteraan.

    Prabowo mengatakan, ke depan Indonesia tidak mau lagi menjual sumber daya alam murah untuk bangsa lain.

    Menurut Prabowo, pembentukan Danantara ini menandai era baru bagi BUMN, yang bukan saja entitas bisnis, tetapi sebagai aset nasional yang akan menjadi agen pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

    Lebih jauh Prabowo menegaskan, BUMN harus beroperasi dengan standar yang tinggi, governance terbaik dan mengedepankan inovasi, gagasan besar, kemajuan teknologi, sekaligus menjaga disiplin, kehati-hatian serta komitmen tata kelola yang baik dan bertanggung jawab.

    Prabowo yakin dan percaya Indonesia akan terus melangkah maju lebih kuat dan lebih bersatu dari sebelumnya.

    “Dengan keyakinan ini mari kita bergerak bersama, bersatu dalam tujuan teguh dalam tekad, dan yakin bahwa pencapaian terbesar Indonesia masih ada di depan mata. Percayalah Indonesia akan capai cita-citanya. Kita akan menjadi negara maju, makmur, terhormat,” lanjutnya dalam peluncuran Danantara.

  • Indonesia Tak Akan Jual Murah Sumber Daya Alam

    Indonesia Tak Akan Jual Murah Sumber Daya Alam

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan lagi menjual sumber daya alam (SDA) dengan harga murah. Pernyataan ini disampaikan saat peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025).

    “Kita tidak mau lagi menjual sumber daya alam murah. Kita tidak ingin hanya menjadi penyedia bahan mentah bagi negara lain. Kita bertekad ingin menjadi negara maju,” tegas Prabowo.

    Peluncuran Danantara merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Prabowo menargetkan aset yang dikelola Danantara mencapai US$ 900 miliar, menjadikannya salah satu sovereign wealth fund terbesar di dunia.

    Menurut Prabowo, visi ini bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari perjuangan para pemimpin Indonesia sebelumnya dalam mengelola sumber daya nasional secara bijaksana.

    “Sejak awal kemerdekaan, para pendiri bangsa telah mendirikan Bank Industri Negara untuk membiayai perkebunan dan industri pertambangan. Presiden Soekarno juga mendirikan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan membesarkan Institut Teknologi Bandung (ITB) karena memandang pertanian dan teknologi sebagai sektor strategis,” jelas Prabowo terkait pembentukan BPI Danantara.

    Prabowo menekankan, setiap presiden, mulai dari Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo, telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

    Dengan adanya Danantara, Prabowo yakin Indonesia dapat memaksimalkan pemanfaatan kekayaan sumber daya alam, mengoptimalkan peran BUMN, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    “Setelah hampir 80 tahun kemerdekaan, kini saatnya kita mewujudkan visi para pendiri bangsa. Kita harus memastikan kekayaan Indonesia benar-benar bermanfaat bagi rakyat dan meningkatkan penghasilan mereka,” tegasnya.

    Prabowo juga optimistis langkah pembentukan BPI Danantara akan membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, dan mendorong industri hilir dalam negeri.

  • Profil Rosan Roeslani, Sosok yang Resmi Ditunjuk Jadi CEO Danantara

    Profil Rosan Roeslani, Sosok yang Resmi Ditunjuk Jadi CEO Danantara

    Jakarta, Beritasatu.com – Rosan Roeslani resmi memimpin Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai chief executive officer (CEO) seusai resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto, Senin (24/2/2025).

    Penunjukan Rosan sebagai CEO BPI Danantara ini menegaskan peran strategisnya dalam mengelola investasi negara yang sosoknya sudah dikenal sebagai pengusaha dan profesional berpengalaman di berbagai sektor.

    Lantas, siapakah sebenarnya sosok Rosan Roeslani ini? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut profil, perjalanan karier, hingga kiprahnya di pemerintahan Indonesia.

    Profil dan Perjalanan Karier

    Rosan Roeslani resmi menjabat sebagai chief executive officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Pria kelahiran Jakarta, 31 Desember 1968 ini memiliki rekam jejak panjang di dunia bisnis dan pemerintahan, dengan pengalaman luas di berbagai sektor strategis.

    Rosan mengawali kariernya di bidang keuangan dan bisnis dengan mendirikan Recapital Advisors pada tahun 1997. Perusahaan investasi ini berkembang pesat dan merambah ke berbagai sektor, termasuk pertambangan, infrastruktur, properti, serta media massa.

    Pada tahun 2021, Rosan tercatat dalam daftar 100 orang terkaya di Indonesia versi Forbes, menempati peringkat ke-87 dengan nilai kekayaan mencapai US$ 450 juta.

    Selain itu, Rosan juga pernah menjabat sebagai penasihat keuangan asosiasi koperasi batik Indonesia (1997-2002) serta wakil bendahara umum himpunan pengusaha muda Indonesia (2005-2008).

    Kontribusinya di dunia bisnis semakin kuat ketika ia terpilih sebagai ketua umum kamar dagang dan industri (Kadin) Indonesia periode 2015-2021. Dalam perannya ini, ia turut berkontribusi dalam penyusunan kebijakan ekonomi nasional, termasuk menjadi ketua satuan tugas omnibus law.

    Kiprah di Pemerintahan

    Setelah menyelesaikan masa jabatannya di Kadin, Rosan dipercaya menjadi duta besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat pada tahun 2021. Selama menjabat, ia berperan aktif dalam mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan AS. Atas kontribusinya, ia menerima penghargaan dari Belgia, Commander in the Order of Leopold II, pada tahun 2017.

    Pada Juli 2023, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai wakil menteri badan usaha milik negara (BUMN), menggantikan Pahala N Mansury yang berpindah tugas sebagai wakil menteri luar negeri.

    Namun, jabatan ini tidak lama diembannya karena pada Oktober 2023, Rosan memilih mundur untuk berfokus pada perannya sebagai ketua tim kampanye nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden 2024.

    Pasca pemilihan, Rosan kembali dipercaya untuk menduduki posisi strategis di pemerintahan. Pada 19 Agustus 2024, ia dilantik sebagai menteri investasi dan hilirisasi/kepala badan koordinasi penanaman modal (BKPM), menggantikan Bahlil Lahadalia yang dipindahkan menjadi menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM). Posisi ini kembali ia pertahankan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Pendidikan dan Kehidupan Pribadi

    Rosan menyelesaikan pendidikan sarjananya di bidang administrasi bisnis dari Oklahoma State University, Amerika Serikat, pada tahun 1993. Kemudian, ia melanjutkan studi magisternya di Antwerpen European University, Belgia, dan meraih gelar MBA pada tahun 1996.

    Di awal kariernya, ia sempat bekerja sama dengan Sandiaga Uno, yang kini menjabat sebagai menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, dalam mendirikan PT Republik Indonesia Funding atau Finance Indonesia, yang kemudian berkembang menjadi Recapital.

    Dengan pengalaman panjang di dunia bisnis dan pemerintahan, serta kepemimpinannya yang visioner, Rosan Roeslani diyakini akan membawa Danantara ke level yang lebih tinggi dalam industri investasi dan keuangan.

  • IHSG Sesi I Melemah 55,7 Poin, Sektor Ini Paling Anjlok

    IHSG Sesi I Melemah 55,7 Poin, Sektor Ini Paling Anjlok

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) semakin jatuh pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Senin (24/2/2025).

    IHSG pada sesi I melemah 55,7 poin atau 0,82% hingga mencapai level 6.747,2.

    IHSG sesi I bergerak dalam rentang 6.742-6.818. Sebanyak 221 saham yang diperdagangkan menguat, sebanyak 347 saham turun, dan sebanyak 214 saham stagnan.

    Volume perdagangan IHSG sesi I hari ini mencapai 25,6 miliar lembar saham dengan frekuensi 729.514 kali hingga mencatatkan transaksi Rp 8,12 triliun.

    Mayoritas sektor saham melemah pada penutupan IHSG sesi I. Sektor barang baku anjlok paling dalam hingga 1,6%, diikuti pelemahan sektor infrastruktur sebesar 1,4%, energi 1,2%, keuangan 0,8%, dan properti 0,4%. 

    Sementara itu, penguatan terjadi pada sektor teknologi sebesar 7,6%, transportasi 1,1%, perindustrian 0,03%, dan barang konsumsi nonprimer 0,03%.

    Pada saat IHSG sesi I hari ini melemah, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sedikit menguat. Dikutip dari data Bloomberg pada pukul 12.14 WIB di pasar spot exchange, rupiah berada pada level Rp 16.304 per dolar AS atau menguat 8,5 poin (0,05%).

  • Terungkap! Ini Visi dan Misi Danantara yang Resmi Diluncurkan Prabowo

    Ini Lembaga yang Serupa dengan Danantara di Dunia

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), pada Senin (24/2/2025). Badan ini dibentuk sebagai wujud komitmen pemerintah untuk mengangkat perekonomian Indonesia melalui investasi berkelanjutan.

    Dalam dunia investasi dan pengelolaan dana negara, bukan hanya Indonesia yang memiliki badan seperti Danantara ini. Di berbagai negara berikut, ada lembaga serupa Danantara yang bertugas mengelola aset negara, melakukan investasi strategis, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Beberapa lembaga investasi negara yang dikenal di dunia yang masing-masing lembaga ini memiliki model operasional dan tujuan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan ekonomi negara mereka.

    Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa lembaga investasi negara yang serupa dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

    Lembaga Serupa Danantara

    1. Temasek Holdings (Singapura)

    Temasek Holdings adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Singapura yang didirikan pada 1974. Dengan portofolio senilai S$ 389 miliar per 31 Maret 2024, Temasek berfokus pada investasi di berbagai sektor, terutama di Singapura dan seluruh Asia.

    Meskipun dimiliki oleh pemerintah Singapura, Temasek beroperasi secara independen tanpa intervensi politik, menjadikannya salah satu model pengelolaan investasi negara yang paling sukses.

    Temasek memiliki peran berbeda dari Kementerian Keuangan Singapura, yang lebih berfokus pada kebijakan fiskal dan regulasi. Sebagai entitas bisnis, Temasek bertujuan untuk menghasilkan keuntungan optimal dengan prinsip investasi profesional. Keberhasilannya dalam mengelola aset negara telah membuatnya menjadi salah satu dana investasi negara paling dihormati di dunia.

    2. China Investment Corporation (Tiongkok)

    China Investment Corporation (CIC) didirikan pada 29 September 2007 sebagai dana kekayaan kedaulatan Tiongkok. Dengan modal awal sebesar U$ 200 miliar, CIC bertugas mendiversifikasi kepemilikan valuta asing Tiongkok serta mengelola investasi dalam dan luar negeri.

    CIC beroperasi melalui tiga anak perusahaannya: CIC International, CIC Capital, dan Central Huijin Investment Ltd. CIC International dan CIC Capital bertanggung jawab atas investasi global, termasuk ekuitas publik, obligasi, real estat, infrastruktur, dan sumber daya alam.

    Sementara itu, Central Huijin berfokus pada investasi ekuitas di lembaga keuangan domestik. Dengan skala operasional yang besar, CIC memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Tiongkok dan memperkuat kehadiran negara tersebut dalam investasi global.

    3. Mubadala Investment Company (Uni Emirat Arab)

    Mubadala Investment Company merupakan lembaga investasi milik Uni Emirat Arab yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi industri negara tersebut. Mubadala dibentuk melalui penggabungan International Petroleum Investment Company (IPIC) dan Mubadala Development Company pada 2017.

    Mubadala beroperasi di lebih dari 50 negara dan memiliki portofolio yang mencakup berbagai sektor, termasuk energi, infrastruktur, kesehatan, dan teknologi. Dengan nilai aset yang terus meningkat, Mubadala menjadi salah satu dana kekayaan negara terbesar di UEA dan berperan dalam mengarahkan perekonomian Abu Dhabi ke arah yang lebih beragam dan berkelanjutan.

    Danantara dan lembaga investasi negara lainnya, memainkan peran krusial dalam perekonomian masing-masing negara. Dengan strategi investasi yang berbeda, mereka berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan global. Namun, pengelolaan yang baik dan transparansi tetap menjadi faktor utama dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas dana investasi negara di masa depan.

  • Apa Itu Danantara? Ini Penjelasan dan Dasar Hukumnya

    Apa Itu Danantara? Ini Penjelasan dan Dasar Hukumnya

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada Senin (24/2/2025). Lantas, apa sebenarnya Danantara ini?

    Menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, mengatakan bahwa Danantara merupakan wujud komitmen pemerintah untuk mengangkat perekonomian Indonesia melalui investasi berkelanjutan.

    “Ini juga merupakan wujud komitmen pemerintah untuk merealisasikan Astacita, visi besar dalam mengangkat perekonomian Indonesia ke tingkat yang lebih maju melalui investasi yang berkelanjutan dan inklusif,” kata Yusuf Permana, dikutip dari Antara, Senin (24/2/2025).

    Apa Itu Danantara?

    Danantara adalah Badan Pengelola Investasi Negara (BPI) yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan tambahan guna membiayai pembangunan nasional serta mengurangi ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Lembaga ini berperan dalam mengelola investasi di Indonesia secara lebih luas dibandingkan dengan anggaran pemerintah, sehingga memungkinkan optimalisasi pengelolaan aset negara dalam skala besar dengan koordinasi yang lebih baik.

    Dasar Hukum Pembentukan Danantara

    Pembentukan Danantara memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu mengacu pada perubahan ketiga atas Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

    Revisi UU ini telah disahkan dalam rapat paripurna DPR pada 4 Februari 2025 dan secara resmi mengatur tugas serta fungsi Danantara sebagai badan pengelola investasi.

    Sebagai badan yang bertugas mengelola investasi negara, Danantara akan mengoptimalkan pemanfaatan aset negara untuk membiayai proyek-proyek berkelanjutan di berbagai sektor strategis. Beberapa sektor yang menjadi fokus utama Danantara meliputi:

    Energi terbarukan: Investasi dalam pengembangan sumber energi yang ramah lingkungan guna mendukung transisi energi nasional.Industri manufaktur: Penguatan industri dalam negeri untuk meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.Hilirisasi sumber daya alam: Meningkatkan nilai tambah produk sumber daya alam melalui proses hilirisasi.Ketahanan Pangan: Mendukung sektor pertanian dan pangan guna memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.Danantara BUMN Apa Saja?

    Danantara akan mengonsolidasikan Indonesia Investment Authority (INA) serta tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam tahap awal pembentukannya. BUMN yang tergabung dalam Danantara meliputi Bank Mandiri, Bank BRI, PT PLN, PT Pertamina, Bank BNI, Telkom Indonesia, dan MIND ID.

    Sebagai badan pengelola investasi, Danantara bertanggung jawab dalam mengelola aset strategis BUMN serta meningkatkan pendanaan investasi negara. Konsolidasi ini ditargetkan menghasilkan dana awal minimal Rp 1.000 triliun, yang berasal dari penggabungan aset tujuh BUMN besar bersama INA.

    Berikut daftar entitas yang tergabung dalam Danantara:

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).PT PLN (Persero).PT Pertamina (Persero).PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.Indonesia Investment Authority (INA).

    Diharapkan dengan adanya Danantara, pengelolaan investasi negara dapat lebih optimal sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 8 persen per tahun. Selain itu, keberadaan Danantara juga diharapkan dapat menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik serta memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.