Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • OJK-Polda Kaltara Tuntaskan Penyidikan Dugaan Pidana Bankaltimtara

    OJK-Polda Kaltara Tuntaskan Penyidikan Dugaan Pidana Bankaltimtara

    Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama penyidik Polda Kalimantan Utara menyelesaikan proses penyidikan dugaan tindak pidana perbankan yang melibatkan jajaran direksi/pemimpin PT BPD Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) kantor wilayah Kalimantan Utara, serta pimpinan kantor cabang Tanjung Selor, bersama sejumlah debitur.

    Penyidikan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian pengawasan OJK, mulai dari pemeriksaan khusus hingga tahap penyelidikan dan penyidikan atas dugaan pelanggaran pidana di Bankaltimtara.

    Dalam penyidikannya, OJK menemukan dugaan pencatatan palsu yang dilakukan pada periode November 2022 hingga Maret 2024. Para pihak terkait diduga sengaja memalsukan dokumen dan laporan bank dalam proses pemberian 47 fasilitas kredit kepada 16 debitur.

    “OJK akan terus mendukung upaya penegakan hukum untuk memastikan stabilitas dan kepercayaan terhadap sektor jasa keuangan tetap terjaga,” tulis pernyataan resmi OJK, dikutip Minggu (7/12/2025).

    Atas temuan tersebut, penyidik OJK menerapkan Pasal 49 ayat (1) huruf a dan Pasal 49 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diperbarui melalui Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

    Secara paralel, Polda Kalimantan Utara juga menangani perkara yang sama melalui penyelidikan berbasis Pasal 25 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

  • Menteri ATR Minta Pengembang Tak Gunakan Lahan LP2B untuk Perumahan

    Menteri ATR Minta Pengembang Tak Gunakan Lahan LP2B untuk Perumahan

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengingatkan para pelaku industri perumahan untuk tidak lagi memanfaatkan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) sebagai lokasi pembangunan perumahan. Ia menegaskan, sawah yang masuk kawasan LP2B harus tetap dilindungi demi menjaga ketahanan pangan nasional.

    “Saya imbau, kalau pengadaan tanah untuk perumahan kalau bisa jangan beli sawah, terutama yang masuk kawasan LP2B,” ujar Nusron Wahid, dikutip dari Antara, Minggu (7/12/2025).

    Nusron menekankan, perubahan pola pengadaan tanah oleh pengembang perlu dilakukan agar sejalan dengan kebijakan nasional terkait ketahanan pangan. Ia menjelaskan, perlindungan sawah merupakan amanat undang-undang dan keputusan kabinet.

    “Kami dikasih mandat oleh undang-undang dan keputusan kabinet, sawah tidak dialihfungsikan. Kenapa? Ini untuk kepentingan generasi mendatang,” ujar Nusron.

    Menurutnya, Indonesia membutuhkan penguatan ketahanan pangan, dan keberadaan sawah menjadi salah satu penopangnya. Namun, faktanya, penyusutan lahan sawah masih terus terjadi setiap tahun.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021 yang disampaikan Nusron, Indonesia kehilangan 60.000–80.000 hektare sawah setiap tahun, atau sekitar 165–220 hektare per hari. Apabila dibiarkan, hilangnya sawah secara masif dapat mengancam ketahanan pangan nasional.

    Nusron menegaskan perlunya keseimbangan antara pembangunan pangan, industri, energi, dan perumahan.

    “Kami ingin menciptakan keseimbangan antara pangan, industri, energi dan perumahan. Semua harus berjalan beriringan,” katanya.

    Sebagai langkah pengendalian, Kementerian ATR/BPN terus mendorong percepatan penetapan lahan LP2B di berbagai daerah agar alih fungsi sawah dapat dikendalikan. LP2B merupakan lahan sawah yang ditetapkan pemerintah untuk dipertahankan sebagai lahan pertanian pangan secara berkelanjutan dan tidak boleh dialihfungsikan.

  • Mengenal Kevin Hassett, Calon Kuat Ketua The Fed

    Mengenal Kevin Hassett, Calon Kuat Ketua The Fed

    Jakarta, Beritasatu.com – Kevin Hassett, ekonom senior yang kini menjabat sebagai kepala dewan ekonomi nasional Amerika Serikat (AS), disebut-sebut sebagai calon terkuat ketua federal reserve (The Fed) berikutnya menggantikan Jerome Powell.

    Dikutip dari DLNews, Minggu (7/12/2025), Presiden AS Donald Trump juga menyatakan ia telah memilih kandidatnya itu dan berencana mengumumkannya pada awal tahun depan. Trump bahkan menyebut Hassett sebagai calon potensial Ketua The Fed. Pasar prediksi Kalshi memberikan peluang 74% bagi Hassett untuk menduduki posisi tersebut, jauh di atas pesaingnya, Kevin Warsh.

    Apabila benar terpilih, Hassett akan menjadi ketua The Fed yang dinilai paling selaras secara politik dengan presiden dalam era modern, sebuah perubahan besar bagi lembaga yang selama ini dikenal independen dari tekanan politik.

    Hassett telah menegaskan kesiapannya menjabat. Saat ditanya Fox Business apakah ia akan menerima posisi tersebut, ia menjawab: “Ya, saya melayani presiden. Itu yang saya lakukan.”

    Dikenal Pro Penurunan Suku Bunga Besar

    Kebijakan Hassett menjadi sorotan karena ia termasuk sedikit ekonom yang mendukung penurunan suku bunga yang lebih cepat dan lebih agresif, sejalan dengan tuntutan Trump selama beberapa bulan terakhir. Sikap ini dapat membawa perubahan besar karena pasar kripto dan saham teknologi sangat sensitif terhadap kebijakan likuiditas.

    The Fed secara tradisional memiliki mandat ganda, yakni menjaga stabilitas harga dan memastikan tingkat pekerjaan maksimal. Namun,  The Fed yang lebih dovish di bawah Hassett berpotensi meningkatkan suntikan likuiditas ke pasar, mendorong kenaikan aset berisiko, sekaligus memunculkan kekhawatiran inflasi.

    Masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei 2026, dan masa kepemimpinannya selama ini kerap diwarnai ketegangan dengan Trump terkait kebijakan suku bunga.

    Penasihat Terdekat Trump

    Hassett merupakan penasihat ekonomi paling lama yang masih bekerja di pemerintahan Trump. Ia memimpin dewan ekonomi nasional dan menjadi arsitek kebijakan perdagangan, tarif, hingga moneter presiden.

    Di masa jabatan pertama Trump, Hassett memimpin dewan penasihat ekonomi dan kembali dipanggil saat pandemi sebagai penasihat krisis. Ia dikenal memiliki kemampuan unik dalam menerjemahkan cara komunikasi Trump.

    Selain kedekatannya dengan presiden, Hassett juga memiliki latar akademik dan profesional yang kuat. Ia pernah bekerja di American Enterprise Institute selama dua dekade, menjadi penasihat kampanye Partai Republik, serta mengajar di Columbia Business School dan bekerja di divisi riset The Fed.

    Menteri Keuangan Scott Bessent dikabarkan telah menyelesaikan proses wawancara dan segera memberikan rekomendasinya. Trump diperkirakan akan mengumumkan pilihannya pada awal 2026.

  • Menkop Ajak ICMI Perkuat Kopdes sebagai Ekosistem Baru Ekonomi Kerakyatan

    Menkop Ajak ICMI Perkuat Kopdes sebagai Ekosistem Baru Ekonomi Kerakyatan

    Jimbaran, Beritasatu.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi adalah amanat konstitusi dan fondasi ekonomi rakyat yang kini diperkuat melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai ekosistem baru yang memotong rantai pasok, menghadirkan layanan usaha di desa, dan melibatkan jutaan anggota.

    Oleh karena itu, Menkop menekankan, penguatan koperasi juga membutuhkan dukungan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang memiliki peran strategis dalam memberikan pandangan keilmuan, pembinaan, dan jejaring intelektual.

    “Hal itu untuk memastikan gerakan ekonomi kerakyatan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ucap Menkop, saat menjadi narasumber dalam acara National Leadership Camp dengan tema “Meneguhkan Peran Cendikiawan Muslim untuk Menwujudkan Indonesia Emas” yang diadakan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), di Bali, Sabtu (6/12/2025).

    Hadir dalam acara tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kepala BRIN sekaligus Ketua Umum ICMI Arif Satria, Anggota DPD Fadel Muhammad, Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris, Wakil Ketua Umum ICMI Priyo, Bendahara Umum ICMI Andi Irman dan Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana.

    Menkop mengajak kalangan ICMI untuk mengambil kesempatan dan memanfaatkan momentum ini untuk perkuatan ekonomi kerakyatan ke depan. Tahun depan, bakal ada 80 ribu lebih gerai ritel moderen yang dikelola Kopdes Merah Putih.

    “Maknanya, kita harus bisa memproduksi barang-barang sendiri untuk dijual di ritel-ritel moderen milik Kopdes Merah Putih,” imbuh Menkop.

    Bahkan, bagi Menkop, ini merupakan kesempatan emas dalam mendorong masyarakat koperasi bisa kembali ke sektor produksi.

    “Kembali ke sektor distribusi, industri dan sektor perkreditan,” tegas Menkop.

    Menkop berharap ICMI bisa membangun koperasi atau mendorong pelaku UMKM yang ada di lingkungan keluarga besar ICMI untuk mulai bikin pabrik sabun, pabrik detergen, pabrik shampo, pabrik kecap, pabrik saus, pabrik sambal, dan sebagainya.

    “Apapun pabriknya, juga industri kecil, dan dalam bentuk koperasi, kita akan dukung,” kata Menkop.

    Kemenkop akan mendorong pembentukan industri-industri, produk-produk, hingga pabrik-pabrik, yang akan memproduksi barang-barang kebutuhan masyarakat.

    “Tidak usah takut, produk-produk itu akan kami jual di Kopdes Merah Putih,” ucap Menkop.

    Menurut Menkop, bangsa ini harus kembali percaya diri untuk menjadi produsen.

    “Kemenkop akan mendukung 100% sekiranya ada yang berkinginan untuk menjadi produsen, pabrik-pabrik, barang-barang, apalagi dalam bentuk badan usaha koperasi, kami akan biayai,” kata Menkop.

    Dengan begitu, melalui eksistensi Kopdes Merah Putih, Menkop meyakini bangsa Indonesia akan kembali menjadi bangsa produsen.

    “Ini menjadi cara kita menuntaskan cita-cita para pendiri republik, pendiri ICMI, hingga tokoh-tokoh ICMI,” ucap Menkop.

    Lebih dari itu, Menkop juga mendorong perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mulai membuat dan menciptakan mesin-mesin pasca panen, dryer, alat pengatur suhu untuk buah-buahan dan sayuran, cold storage, dan lain sebagainya.

    “Kita punya semangat yang sama dan kami siap untuk kolaborasi,” ujar Menkop.

  • Prediksi Harga Emas Antam Senin 8 Desember 2025, Naik Lagi?

    Prediksi Harga Emas Antam Senin 8 Desember 2025, Naik Lagi?

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas batangan Antam berfluktuasi selama perdagangan sepekan periode 1-6 Desember 2025. Pada pekan ini, harga emas Antam turun Rp 11.000 dari Rp 2,415 juta per gram pada Senin (1/12/2025) menjadi Rp 2,404 juta per gram.

    Pergerakan harga logam mulia atau Emas Antam sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia. Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan, apabila harga emas dunia mengalami penurunan pada Senin (8/12/2025) ke level US$ 4.126 per troi ons, logam mulia akan bergerak ke kisaran Rp 2,370 juta per gram.

    “Dalam satu minggu, kalau seandainya turun, logam mulia itu di Rp 2,280 juta per gram,” kata Ibrahim Assuaibi, Minggu (7/12/2025).

    Sebaliknya, apabila harga emas dunia mengalami kenaikan hingga US$ 4.271 per troi ons pada Senin, emas Antam akan bergerak ke level Rp 2,430 juta per gram. 

    “Sampai dengan akhir pekan, logam mulia kemungkinan besar akan kembali ke Rp 2,5 juta,” kata Ibrahim.

  • Harga Perak Antam dalam Sepekan Naik Saat Emas Turun

    Harga Perak Antam dalam Sepekan Naik Saat Emas Turun

    ‎Jakarta, Beritasatu.com – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 770 dalam sepekan perdagangan periode 1-6 Desember 2025, pada saat harga emas Antam mengalami penurunan.  

    Dari data terakhir logam mulia Antam, harga perak berada pada  level Rp 36.295 per gram pada Sabtu (6/12/2025) dari sebelumnya Rp 35.525 juta per gram pada Senin (1/12/2025).  

    ‎Antam juga menawarkan perak batangan (silver bar) 250 gram dalam bentuk minting dengan finishing halus yang dapat digunakan sebagai alternatif instrumen investasi.

    ‎Selain itu juga ada silver bar 500 gram dalam bentuk klasik. Namun, dalam laman Logam Mulia, kedua perak batangan tersebut pada akhir pekan ini statusnya belum tersedia.

    Sementara itu, harga emas Antam dalam sepekan turun Rp 11.000 dari Rp 2,415 juta per gram pada Senin (1/12/2025) menjadi Rp 2,404 juta per gram.

  • Harga Emas Antam Hari Ini 7 Desember 2025 Seusai Turun

    Harga Emas Antam Hari Ini 7 Desember 2025 Seusai Turun

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, Minggu (7/12/2025), berada pada level Rp 2,404 juta per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam sebesar Rp 2,265 juta per gram.

    Berdasarkan data dari laman Logam Mulia Antam, harga emas Antam pada hari ini masih mengacu pada data Sabtu (6/11/2025) yang mengalami penurunan Rp 3.000 per gram.

    Harga emas Antam sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) pada Selasa (21/10/2025) mencapai level Rp 2,487 juta per gram.

    ‎Berikut data terakhir harga emas batangan Antam:

    0,5 gram Rp 1.252.0001 gram Rp 2.404.0002 gram Rp 4.758.0003 gram Rp 7.119.0005 gram Rp 11.835.00010 gram Rp 23.590.00025 gram Rp 58.810.00050 gram Rp 117.455.000100 gram Rp 234.760.000250 gram Rp 586.590.000500 gram Rp 1.172.900.0001.000 gramRp 2.344.600.000

    Dalam sepekan, harga emas Antam turun Rp 11.000 dari Rp 2,415 juta per gram pada Senin (1/12/2025) menjadi Rp 2,404 juta per gram.

  • Bandara Bungo Layani Penerbangan ke Jakarta Mulai Februari 2026

    Bandara Bungo Layani Penerbangan ke Jakarta Mulai Februari 2026

    Bungo, Beritasatu.com – Bupati Bungo Dedy Putra menyampaikan bahwa Bandar Udara Bungo segera menambah layanan baru dengan hadirnya maskapai Batik Air menggunakan pesawat Airbus A320 untuk rute Jakarta-Bungo dan sebaliknya mulai Februari 2026.

    Untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan tersebut, pemerintah kini memperkuat struktur ketebalan apron atau area parkir pesawat.

    “Sedang dikerjakan APBN, menteri perhubungan yang mengerjakan, Desember selesai. Nanti pak gubernur terbang dari Jakarta menuju Bungo naik Batik Air,” ujarnya di Jambi, Sabtu (6/12/2025).

    Dedy menjelaskan bahwa peningkatan kualitas apron dilakukan sebagai penyesuaian fasilitas untuk pesawat Airbus. Pada tahun depan, Bandara Bungo direncanakan akan dilayani dua maskapai sekaligus, yakni Nam Air dan Batik Air dengan rute yang sama.

    Selain pengerasan apron, pemerintah kabupaten juga mengusulkan pelebaran landas pacu dari 30 meter menjadi 45 meter. “Panjang runway 2.100 meter sekarang, tetapi ingin memperlebar dahulu. Sekarang kan 30 meter, kita ajukan 45 meter,” jelasnya.

    Dedy menambahkan bahwa bandara tersebut diproyeksikan dapat menjadi pintu keberangkatan jemaah haji. Usulan itu telah ia sampaikan kepada gubernur Jambi dan mendapatkan respons positif.

    Menurutnya, penggunaan Bandara Bungo sebagai embarkasi akan menghemat waktu dan biaya bagi masyarakat di wilayah barat Jambi.

    “Kita harapkan di tahun akan datang, itu haji bisa langsung Bungo ke Batam. Target kita itu dan pak gubernur sudah setuju itu. Nanti, Bungo, Kerinci, Kota Sungai, Tebo, kalau bisa kita terbangkan,” pungkasnya.

  • Pemerintah Pastikan Pembangunan Pariwisata Nasional Sesuai Trek

    Pemerintah Pastikan Pembangunan Pariwisata Nasional Sesuai Trek

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa arah pembangunan pariwisata nasional tetap berada di jalur atau trek yang benar. Diakui, ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga instrumen perubahan yang memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

    WIA 2025 digelar Kementerian Pariwisata sebagai sebuah ajang apresiasi bagi insan pariwisata yang telah memberikan kontribusi nyata dalam memajukan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berdampak, dan berdaya saing tinggi.

    “Wonderful Indonesia Awards adalah cermin perjalanan bersama. Kita ingin memastikan pariwisata Indonesia tumbuh dengan arah yang tepat, kuat, dan berkelanjutan,” katanya di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

    Kinerja sektor pariwisata terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga Oktober 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 12,76 juta, sementara perjalanan wisatawan nusantara mencatat 997 juta perjalanan yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah atau meningkat 18,89% dibanding periode yang sama pada 2024.

    Ia menambahkan, transformasi pariwisata melalui lima program unggulan Kemenpar menunjukkan ketahanan dan daya saing yang semakin kuat.

    “Setahun terakhir, pariwisata Indonesia meraih lebih dari 150 penghargaan dunia. Ini bukti bahwa pariwisata kita semakin dihargai dan semakin relevan di mata dunia,” paparnya.

    Menurutnya, seluruh capaian ini bukan sekadar angka, melainkan fondasi menuju masa depan pariwisata Indonesia yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

    “Kita memerlukan ruang yang tidak hanya merayakan prestasi, tetapi juga mengarahkan langkah kita ke depan,” ujarnya.

    Wonderful Indonesia Awards 2025 menghadirkan sejumlah kategori penghargaan, mulai dari Desa Wisata Terbaik Nasional, Daya Tarik Wisata Terbaik Nasional, Kelompok Sadar Wisata Terbaik Nasional, Toilet Bersih Terbaik Nasional, Sustainable Hotel, hingga penghargaan bagi insan pariwisata seperti Most Inspiring Tourism Leader, Local Hero in Tourism, Green Event of the Year, serta berbagai apresiasi kemitraan.

    Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa yang juga menjabat Ketua Pelaksana WIA 2025 menyampaikan bahwa ajang perdana ini menjadi momentum untuk merayakan perjalanan panjang pariwisata Indonesia yang tumbuh dari kerja keras, keberanian, kreativitas, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan.

    “Melalui Wonderful Indonesia Awards, kita ingin mendorong peningkatan standar pelayanan, kualitas event, dan tata kelola destinasi. Semoga ajang ini menjadi awal dari semakin banyak kolaborasi dan karya nyata dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang unggul, inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan,” pungkas Ni Luh Puspa.

  • Mana yang Lebih Populer di Indonesia Tahun Ini?

    Mana yang Lebih Populer di Indonesia Tahun Ini?

    Jakarta, Beritasatu.com – Pasar kripto global terus bergerak cepat, dan dua nama besar Solana (SOL) dan Ethereum (ETH) tetap menjadi pusat perhatian. Solana kini muncul sebagai pesaing kuat berkat kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah. Sementara Ethereum mempertahankan dominasinya melalui stabilitas jangka panjang, likuiditas besar, dan dukungan institusional. Di Indonesia, perdebatan mengenai mana yang lebih populer semakin menarik.

    Apakah SOL dengan ekosistemnya yang agresif mampu menggeser posisi ETH, ataukah Ethereum tetap menjadi pilihan utama investor lokal? Dengan meninjau data global dan tren regional, artikel ini menyajikan analisis mendalam mengenai preferensi pasar Indonesia tahun ini.

    Menguatnya Solana: Kecepatan, Biaya Rendah, dan Aktivitas Jaringan yang Meningkat

    Solana mengalami pertumbuhan yang signifikan sepanjang 2025. Menurut CoinGecko, volume perdagangan global SOL melonjak dari US$ 124,4 miliar pada 2024 menjadi US$ 156,0 miliar pada 2025, kenaikan sekitar 25,4%.

    Sebagai perbandingan, Ethereum hanya meningkat 9,7% pada periode yang sama, dari US$ 603,0 miliar menjadi US$ 661,8 miliar. Perbedaan laju pertumbuhan ini menunjukkan betapa cepatnya Solana menarik perhatian para trader dan pengguna aplikasi Web3 di seluruh dunia.

    Keunggulan teknis Solana semakin memperkuat posisinya. Berdasarkan laporan AInvest, jaringan Solana dapat memproses ribuan transaksi per detik (TPS) secara stabil, bahkan melampaui 65.000 TPS dalam kondisi optimal, jauh di atas kemampuan Ethereum layer-1.

    Biaya transaksi di jaringan Solana juga sangat rendah, sehingga menjadi pilihan ideal untuk aplikasi yang membutuhkan throughput tinggi, seperti DEX, DeFi, atau game Web3. Inilah alasan mengapa Solana sempat menjadi chain dominan di sektor DEX pada kuartal pertama 2025, bahkan melampaui volume perdagangan Ethereum di beberapa periode.

    Popularitas Solana kemudian berkembang cepat di komunitas ritel dan trader aktif, terutama di kawasan Asia Tenggara. Banyak investor yang mengutamakan efisiensi biaya dan kecepatan eksekusi mulai memprioritaskan SOL untuk kebutuhan trading harian.

    Tidak heran jika perdagangan SOL yang makin diminati menjadi salah satu tren besar pasar kripto global tahun ini. Kecepatan jaringan, biaya minim, serta ekosistem aplikasi yang berkembang membuat Solana menjadi alternatif menarik bagi investor yang mencari fleksibilitas dan efisiensi tinggi.

    Ethereum: Stabilitas, Likuiditas Besar, dan Kepercayaan Institusional

    Meski Solana berkembang pesat, Ethereum tetap menjadi tulang punggung ekosistem kripto secara global. Kapitalisasi pasar ETH jauh lebih besar dibandingkan SOL, dan Ethereum terus dianggap sebagai aset yang relatif stabil.

    Laporan Gate Square pada 2025 menegaskan bahwa dominasi Ethereum masih kuat karena banyak proyek besar, protokol DeFi mapan, dan stablecoin utama yang beroperasi di jaringan Ethereum. Likuiditas yang tinggi membuat Ethereum menjadi pilihan utama bagi transaksi bernilai besar maupun aktivitas institusional.

    Banyak perusahaan besar dan lembaga keuangan lebih memilih Ethereum sebagai fondasi smart contract dan layanan blockchain mereka. Bahkan ketika Solana sempat mengungguli volume DEX dalam periode tertentu, Ethereum tetap unggul untuk transaksi besar dan investasi jangka panjang berkat reputasinya yang konsisten.

    Di Indonesia, Ethereum juga mempertahankan pengaruh kuatnya. Banyak investor menganggap ETH sebagai aset kripto yang relatif lebih stabil dan memiliki tingkat likuiditas yang dapat diandalkan.

    Selain itu, exchange lokal dan platform DeFi yang beroperasi di Indonesia umumnya memiliki dukungan penuh untuk jaringan Ethereum, sehingga perdagangan ETH yang semakin diminati di Indonesia menjadi fenomena yang wajar, terutama bagi investor yang mencari kenyamanan, keamanan likuiditas, dan kejelasan ekosistem.

    Pengaruh Tren Global terhadap Preferensi di Indonesia

    Indonesia termasuk dalam lima negara dengan penggunaan kripto tertinggi di dunia, menurut laporan Dapp Expert. Lonjakan adopsi digital, banyaknya pengguna muda, serta ketersediaan platform lokal membuat Indonesia menjadi pasar penting bagi perkembangan aset kripto seperti Solana dan Ethereum.

    Tren global Solana yang menonjol karena kecepatan dan biaya rendah beresonansi kuat dengan investor ritel di Indonesia. Banyak pengguna lokal yang lebih sensitif terhadap biaya transaksi mulai mempertimbangkan SOL untuk aktivitas DEX, transfer aset, dan penggunaan aplikasi Web3 lainnya.

    Solana juga menjadi tempat lahirnya banyak memecoin baru dan aplikasi sosial yang sangat disukai oleh pengguna Gen Z Indonesia.

    Namun demikian, Ethereum tetap relevan dan digemari oleh investor yang lebih mengutamakan kestabilan. Banyak dari mereka menggunakan ETH sebagai jembatan investasi ke berbagai ekosistem seperti DeFi, NFT, atau platform staking institusional.

    Penggunaan ETH sebagai aset dasar  dalam portofolio membuatnya tetap populer di Indonesia meskipun kemunculan kompetitor seperti Solana semakin kuat.

    Solana dan Ethereum bagi Investor Indonesia

    Tanpa menggunakan tabel, perbandingan antara Solana dan Ethereum dapat dipahami melalui dua karakter utama: kecepatan vs stabilitas. Solana menawarkan biaya rendah, transaksi cepat, dan ekosistem aplikasi yang berkembang dinamis, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang aktif, suka bereksperimen, dan sensitif terhadap biaya.

    Sementara itu, Ethereum menawarkan likuiditas tinggi, reputasi kuat, serta adopsi institusional keunggulan yang membuatnya cocok bagi investor yang menyukai kestabilan dan ingin membangun portofolio jangka panjang.

    Dengan karakteristik tersebut, banyak investor Indonesia akhirnya memilih pendekatan campuran, menggunakan Solana untuk aktivitas yang cepat dan intensif, tetapi tetap memegang Ethereum sebagai aset inti. Pendekatan ini dianggap lebih seimbang karena memanfaatkan keunggulan kedua blockchain sambil mengelola risiko volatilitas.

    Persaingan antara Solana dan Ethereum pada 2025 memperlihatkan bahwa tidak ada pemenang mutlak, keduanya menempati fungsi berbeda dalam ekosistem kripto. Solana terus menarik minat karena efisiensi dan kecepatannya, terutama di kalangan investor muda dan trader aktif.

    Sementara itu, Ethereum tetap disukai karena stabilitasnya, adopsi institusional, serta ekosistem yang lebih mapan dan terpercaya.

    Di Indonesia, tren global pada akhirnya berpengaruh kuat terhadap preferensi lokal. Solana memang sedang naik daun dan popularitasnya terus berkembang, namun Ethereum tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang memprioritaskan keamanan jangka panjang dan likuiditas besar.

    Dengan memahami karakter masing-masing aset, investor Indonesia dapat memilih strategi sesuai profil risiko dan tujuan keuangan mereka.