Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Hashim Djojohadikusumo Dorong Penurunan PPh Badan

    Hashim Djojohadikusumo Dorong Penurunan PPh Badan

    Jakarta, Beritasatu.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo menegaskan, kebijakan perpajakan pemerintah tidak akan memberatkan masyarakat. Ia juga mendorong agar tarif pajak penghasilan (PPh) badan diturunkan menjadi 18%.

    “Untuk (PPh) perseroan kan 22%, insyaallah kita bisa kurangi jadi 20%, bahkan jadi 18%,” kata  Hashim dalam acara Economic Outlook 2025 di Hotel Westin Jakarta, Rabu (26/2/2025).

    Mengacu pada catatan Direktorat Jenderal Pajak, tarif PPh Badan mengalami beberapa perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2019 dan sebelumnya sebesar 25% (20% untuk perusahaan go public), pada 2020 diturunkan menjadi 22%, dan pada 2022 hingga saat ini sebesar 22%. Untuk perseroan terbuka dengan saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia minimal 40% berhak mendapatkan tarif lebih rendah, yakni 19%.

    Dalam acara tersebut, hadir pula Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan pengusaha Chairul Tanjung. Hashim berharap Kementerian Keuangan dapat segera merealisasikan penurunan tarif PPh Badan.

    “Nanti tinggal Pak CT (Chairul Tanjung) bisik-bisik ke Pak Anggito,” seloroh Hasyim.

    Selain PPh Badan, Hashim juga menyoroti target rasio pajak pemerintah sebesar 12,1% pada 2025, dengan proyeksi jangka panjang menyamai Kamboja (18%) dan Vietnam (23%). Untuk mencapai target tersebut, pemerintah membutuhkan tambahan penerimaan pajak sekitar Rp 900 triliun per tahun.

  • Tak Terdampak AI, Backstagers Bawa Industri Event Tetap Tumbuh

    Tak Terdampak AI, Backstagers Bawa Industri Event Tetap Tumbuh

    Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Umum Bidang Penyelenggara Acara Kadin Indonesia, Ria Yusnita mengapresiasi komunitas event terbesar di Indonesia, Backstagers Indonesia, yang tetap kreatif di tengah tantangan besar adanya efisiensi anggaran dan juga pemanfaatan artificial intelligence (AI).

    Pada saat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantam banyak industri lain, industri event tetap bertahan dan menjadi penyelamat ekonomi.

    “Kita mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Backstagers Indonesia yang tetap semangat dan tidak kehilangan kreativitas, terutama di era efisiensi dan banyaknya pemotongan anggaran,” ujar Ria seusai menghadiri acara Backstagers “The New Era” di Pos Bloc, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2025).

    Ria juga menyoroti pentingnya manifesto dan peta jalan industri event Indonesia yang diluncurkan Backstagers. Menurutnya, dokumen tersebut bisa menjadi acuan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih mendukung sektor event dan kreatif.

    “Industri event tidak bisa dipandang sebelah mata. Saat ini, sektor ini menjadi engine of growth bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

    Untuk memperkuat industri ini, Kadin Indonesia telah membentuk bagian khusus yang fokus pada pengembangan event dan industri kreatif. Langkah ini bertujuan untuk memberikan perhatian serta bantuan yang lebih terarah bagi pelaku usaha di sektor ini.

    “Saat industri lain, terutama manufaktur, mengalami PHK besar-besaran, justru industri event adalah sektor yang belum bisa tergantikan oleh AI dan memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Pada 2018 saja, industri ini menyerap hingga 217.000 tenaga kerja,” ungkapnya.

    Ke depan, Kadin Indonesia akan berkolaborasi dengan Backstagers Indonesia untuk memperbanyak riset mengenai kontribusi industri event terhadap perekonomian nasional.

    Selain itu, Ria juga mendukung langkah Backstagers Indonesia dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor event. Menurutnya, pelatihan dan sertifikasi profesional sangat penting untuk meningkatkan daya saing pekerja industri event, baik di tingkat nasional maupun internasional.

  • Bahlil Dorong Danantara Investasi dalam Pembangunan Kilang dan Fasilitas Penyimpanan BBM

    Bahlil Dorong Danantara Investasi dalam Pembangunan Kilang dan Fasilitas Penyimpanan BBM

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pembangunan kilang minyak dan fasilitas penyimpanan BBM (storage) guna meningkatkan ketahanan energi nasional.

    Langkah ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Cadangan Penyangga Energi, yang mengamanatkan peningkatan kapasitas penyimpanan BBM nasional.

    “Hari ini kapasitas penyimpanan minyak kita hanya cukup untuk 21 hari. Kita ingin tambah hingga 30 hari agar lebih aman,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

    Pembangunan kilang dan penyimpanan BBM membutuhkan anggaran yang besar. Terkait hal itu, Kementerian ESDM akan mengusulkan proyek tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto, termasuk mempertimbangkan pendanaan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

    “Proyek ini butuh investasi besar. Makanya, salah satu proyek yang akan kami laporkan kepada presiden adalah pembangunan storage BBM dan refinery,” kata Bahlil terkait investasi Danantara untuk pembangunan kilang minyak dan fasilitas penyimpanan BBM (storage) guna meningkatkan ketahanan energi nasional.

    Sebagai lembaga yang bertugas mengelola dana investasi nasional, BPI Danantara diharapkan dapat menggaet investor asing untuk mendukung pembiayaan proyek ini.

    Bahlil menegaskan pengembangan kilang minyak di dalam negeri sangat mendesak. Hal ini bertujuan agar produksi minyak mentah nasional bisa diolah secara optimal tanpa ketergantungan impor.

    Dengan fasilitas penyimpanan yang lebih besar, Indonesia akan memiliki cadangan BBM yang lebih aman, mengurangi risiko gejolak harga energi akibat fluktuasi global.

    Bahlil menegaskan, pembangunan kilang dan penyimpanan BBM menjadi prioritas nasional. Dengan begitu, kapabilitas penyimpanan akan ditingkatkan dari 21 hari menjadi 30 hari.

    Selain itu, pendanaan akan melibatkan BPI Danantara dan investor asing serta pengolahan minyak mentah dalam negeri akan lebih optimal. Dengan proyek ini, Indonesia berpotensi mengurangi ketergantungan impor BBM, serta meningkatkan stabilitas pasokan energi nasional.

  • Pastikan Stok Pangan Cukup hingga Lebaran, Zulhas Ingatkan Pengusaha Tak Mainkan Harga

    Pastikan Stok Pangan Cukup hingga Lebaran, Zulhas Ingatkan Pengusaha Tak Mainkan Harga

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan stok pangan nasional, termasuk beras, minyak goreng, gula, tepung, dan daging, dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Lebaran 2025. Ia juga memperingatkan pengusaha agar tidak menaikkan harga bahan pokok di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

    “Stok kita cukup, bahkan lebih dari cukup. Beras ada 2 juta ton, minyak goreng banyak, gula tersedia, bahkan akan ada tambahan 200.000 ton. Daging pun melimpah, jadi masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi Ramadan dan Lebaran,” kata Zulhas di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

    Menjelang bulan puasa, Zulhas menegaskan pemerintah akan mengawasi ketat harga bahan pokok di pasaran. Ia mengingatkan para pengusaha agar tidak menaikkan harga seenaknya, terutama di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

    “Kita minta kepada pengusaha, jangan main-main. Bulan puasa tidak boleh ada kenaikan harga di atas HET. Misalnya, minyak goreng Rp 15.700 per liter di Bali, Jawa, dan Sumatera,” tegasnya.

    Dengan ketersediaan stok pangan yang melimpah, Zulhas berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah juga akan terus memantau distribusi dan kestabilan harga bahan pokok di berbagai daerah.

  • Kasus Korupsi Minyak Mentah, Pertamina Bantah Oplos Pertalite ke Pertamax

    Kasus Korupsi Minyak Mentah, Pertamina Bantah Oplos Pertalite ke Pertamax

    Jakarta, Beritasatu.com – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra membantah pihaknya melakukan praktik oplos atau upgrade blending (pencampuran) Pertalite (RON 90) dengan Pertamax (RON 92) dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah. Dia memastikan produk yang diterima dan dijual di SPBU telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. 

    “Baik yang dari luar negeri maupun dari dalam negeri itu kami sudah menerima RON 92. Yang membedakan adalah meskipun sudah berada di RON 90 dan 92 itu sifatnya masih base fuel artinya belum ada adiktif yang kita terima di Pertamina Patra Niaga ya,” ujar Ega menjawab pertanyaan anggota Komisi XII DPR dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

    Menurut Ega, Pertamina Patra Niaga mengelola bahan bakar mulai dari terminal hingga ke SPBU. Sementara itu, proses pengangkutan bahan bakar dari kilang ke terminal dilakukan oleh kapal milik Pertamina.

    “Tidak ada proses perubahan RON, tetapi yang ada itu Pertamax kita tambahkan adiktif. Jadi di situ ada proses penambahan adiktif dan proses penambahan warna. Proses inilah yang memberikan keunggulan perbedaan dalam produk,” tandas Ega.

    Ega menegaskan bahwa proses penambahan adiktif ini dikenal sebagai injection blending. Menurut dia, hal tersebut merupakan praktik wajar dalam produksi minyak untuk meningkatkan value dari produk yang dihasilkan.

    “Blending ini adalah proses yang common dalam produksi minyak yang merupakan bahan cair, namanya ini bahan cair. Jadi pasti akan ada proses blending ketika kita menambahkan. Blending ini tujuannya adalah untuk meningkatkan value daripada produk tersebut,” jelas dia terkait kasus korupsi Pertamina.

    Lebih lanjut, Elga mengungkapkan, setiap bahan bakar yang diterima, baik dari dalam maupun luar negeri, selalu melalui pengujian laboratorium sebelum dan sesudah bongkar muat.

    “Setelah kita terima di terminal itu pun di terminal juga melakukan rutin pengujian kualitas produk di tempat-tempat Pertamina itu pun kita terus jaga sampai dengan ke SPBU,” pungkas Elga terkait kasus korupsi Pertamina ini.

  • Bank Emas Bisa Tambah Rp 245 Triliun ke PDB dan Buka 1,8 Juta Lapangan Kerja Baru

    Bank Emas Bisa Tambah Rp 245 Triliun ke PDB dan Buka 1,8 Juta Lapangan Kerja Baru

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan bank emas atau bullion bank pertama di Indonesia pada Rabu (26/2/2025). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa bank emas ini diharapkan dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) nasional hingga Rp 245 triliun.

    “Kemudian, (bank emas) akan membuka 1,8 juta lapangan kerja baru, memperluas devisa, serta membantu menghemat devisa negara. Sebab, mulai dari hulu hingga hilir, emas akan diolah dan disimpan di dalam negeri, sehingga tidak mengalir ke luar negeri,” ujar Prabowo dalam peresmian Layanan Bank Emas Pegadaian dan BSI, Rabu (26/2/2025).

    Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa bank emas pertama yang dimiliki oleh Indonesia ini juga diproyeksikan dapat menjaga stabilitas moneter. Pengendalian stabilitas moneter tersebut dilakukan melalui likuiditas emas kepada bank emas serta transaksi emas domestik.

    Ia juga menambahkan, produksi emas nasional mengalami peningkatan signifikan, dari 100 ton per tahun menjadi 160 ton per tahun. Oleh karena itu, pemerintah bergerak cepat dengan menghadirkan bank emas guna memperbaiki ekosistem layanan serta memastikan pemanfaatan emas dapat dilakukan secara optimal di dalam negeri.

    “Kita harapkan ini akan mempercepat tabungan dan meningkatkan cadangan emas kita,” tambahnya.

    Sebelumnya, Prabowo menegaskan bahwa pendirian bank emas atau bullion bank merupakan langkah strategis untuk memastikan kendali penuh atas sumber daya emas nasional. Dengan demikian, pemanfaatannya dapat dilakukan secara mandiri demi kepentingan negara.

    “Sebagai negara dengan cadangan emas keenam terbesar di dunia, langkah ini menjadi tonggak penting dalam sektor keuangan dan investasi nasional. Peresmian bank emas ini merupakan hasil dari proses panjang yang memakan waktu lebih dari empat tahun,” pungkas Prabowo.

  • Resmikan Layanan Bank Emas, Prabowo: Terima Kasih Pak Jokowi

    Resmikan Layanan Bank Emas, Prabowo: Terima Kasih Pak Jokowi

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan bank emas atau bullion bank pertama di Indonesia pada Rabu (26/2/2025). Saat peresmian, presiden ke-8 RI itu tak lupa berterima kasih kepada Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

    Hal ini karena upaya pembentukan bank emas ini telah berjalan selama 4 tahun, pada masa kepemimpinan Jokowi.

    “Kalau tidak salah, proses persiapan bank emas ini memakan waktu lama. Kalau tidak salah selama 4 tahun, tetapi takdir yang membawa saya yang meresmikan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Pak Jokowi,” ucap Prabowo saat peresmian Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jakarta, Rabu (26/2/2026).

    Ia pun mengaku akan bertemu dengan Jokowi dan meminta maaf langsung. “Mungkin besok saya akan bertemu Pak Jokowi, minta maaf Pak Jokowi,” ucap Prabowo.

    Prabowo mengeklaim, selama ia menjabat, telah mendapatkan banyak peresmian dari hasil kerja pemerintah sebelumnya.

    “Berkahnya banyak aku dapat ini dengan peresmian yang bagus-bagus. Terima kasih para menteri dan direksi BUMN yang telah bekerja,” tambah Prabowo.

    Diketahui, peresmian bank emas ditandai dengan Presiden Prabowo memasukkan emas ke dalam treasury box. Layanan bank emas atau bullion bank ini akan dikelola oleh dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).

    “Sebagai negara dengan cadangan emas keenam terbesar di dunia, langkah ini menjadi tonggak penting dalam sektor keuangan dan investasi nasional. Peresmian bank emas ini merupakan hasil dari proses panjang yang memakan waktu lebih dari empat tahun,” ucap Prabowo.

    Ia melanjutkan, kekayaan dan potensi yang dimiliki Indonesia sangat besar. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan lebih cerdas, teliti, hati-hati, dan transparan.

    “Namun, dengan niat yang baik, tekad yang kuat, serta komitmen untuk bebas dari korupsi, kita yakin dan percaya bahwa kekayaan ini akan terjaga. Sebab, kekayaan ini bukan hanya milik kita hari ini, tetapi juga milik anak dan cucu kita di masa depan,” pungkas Prabowo saat peresmian bank emas.

  • 2 Perusahaan BUMN Akan Kelola Bank Emas, Ini Profilnya

    2 Perusahaan BUMN Akan Kelola Bank Emas, Ini Profilnya

    Jakarta, Beritasatu.com – Bank emas atau bank bulion akan dikelola dua BUMN, yakni PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Presiden Prabowo secara resmi telah meluncurkan bank emas pada Rabu (26/2/2025).

    PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) akan bertanggung jawab untuk menjalankan operasional bank emas. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

    “Terdapat dua bank yang diberikan tugas untuk menjalankan bank bulion, yaitu Pegadaian, anak perusahaan BRI, serta BSI, yang bergerak dalam perdagangan emas dan layanan perbankan,” kata Airlangga.

    Berbagai keuntungan bakal diberikan kepada nasabah yang bergabung dengan bank emas, termasuk peluang untuk mendapatkan lindung nilai dari investasi emas.

    Lantas, bagaimana sebenarnya kiprah dari dua perusahaan BUMN ini? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ulasan lengkapnya!

    Profil Dua BUMN Kelola Bank Emas

    Profil PT Pegadaian

    PT Pegadaian merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki sejarah panjang dalam industri keuangan, khususnya dalam layanan gadai. Perusahaan ini didirikan dengan tujuan untuk mencegah praktik ijon, rentenir, serta pinjaman yang tidak wajar, sekaligus mendukung program ekonomi nasional.

    Cikal bakal Pegadaian dapat ditelusuri sejak tahun 1746, saat VOC mendirikan Bank Van Leening sebagai lembaga kredit berbasis gadai. Pada 1811, pemerintah Inggris membubarkan lembaga tersebut dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendirikan usaha pergadaian secara bebas.

    Pada tahun 1901, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Pegadaian negara pertama di Sukabumi, Jawa Barat, yang kemudian berkembang menjadi lembaga resmi berbentuk “Jawatan” pada 1905.

    Perubahan badan hukum terus terjadi, mulai dari Perusahaan Negara (PN) pada 1961, Perusahaan Jawatan (Perjan) pada 1969, Perusahaan Umum (Perum) pada 1990, hingga akhirnya menjadi Persero pada 2012. Terakhir, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Bentuk Hukum Bank Rakyat Indonesia Menjadi Perusahaan Perseroan, statusnya berubah menjadi “Perseroan Terbatas”.

    Profil Bank Syariah Indonesia (BSI)

    PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) merupakan bank syariah terbesar di Indonesia yang resmi berdiri pada 1 Februari 2021. Kehadirannya merupakan hasil merger antara tiga bank syariah milik BUMN, yaitu PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah. Proses penggabungan ini disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Keputusan Nomor 04/KDK.03/2021 pada 27 Januari 2021.

    Dalam struktur kepemilikan saham, mayoritas BSI dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan 50,83%, diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar 24,85%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebanyak 17,25%. Sisanya dimiliki oleh pemegang saham lainnya dengan kepemilikan di bawah 5%.

    BSI hadir sebagai entitas yang menggabungkan keunggulan dari tiga bank syariah sebelumnya, sehingga memiliki layanan perbankan syariah yang lebih luas, modal yang kuat, serta daya saing tinggi di tingkat global. Bank ini didorong untuk menjadi pilar utama dalam pengembangan ekonomi syariah dan ekosistem industri halal di Indonesia.

    Dengan peluncuran bank emas ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam industri emas global serta memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi dalam instrumen emas dengan mekanisme yang aman dan berbasis syariah.

  • Tonggak Penting Investasi dan Keuangan

    Tonggak Penting Investasi dan Keuangan

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan bank emas atau bullion bank pertama di Indonesia pada Rabu (26/2/2025). Bank emas ini digagas pemerintah untuk mencegah emas Indonesia mengalir keluar negeri dan mendukung hilirisasi Asta Cita sebagai program nasional.

    Peresmian ini ditandai dengan Presiden Prabowo memasukkan emas ke dalam treasury box. Layanan bank emas atau bullion bank ini akan dikelola oleh dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).

    Prabowo menjelaskan, menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan, Indonesia mencatat sejarah baru dengan segera memiliki bank emas pertamanya. 

    “Sebagai negara dengan cadangan emas keenam terbesar di dunia, langkah ini menjadi tonggak penting dalam sektor keuangan dan investasi nasional. Peresmian bank emas ini merupakan hasil dari proses panjang yang memakan waktu lebih dari empat tahun,” ucap Prabowo saat peresmian Layanan Bank Emas Pegadaian dan BSI, Rabu (26/2/2025).

    Ia melanjutkan, bahwa  persiapan pendirian bank emas ini memerlukan waktu yang tidak sebentar.

     “Namun, takdir membawa saya untuk meresmikannya,” ungkap Prabowo.

    Ternyata, kekayaan dan potensi yang dimiliki Indonesia sangat besar. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan lebih cerdas, teliti, hati-hati, dan transparan.

    Prabowo mengatakan,  hal-hal baru, inovasi, dan terobosan akan menimbulkan berbagai pertanyaan. 

    “Namun, dengan niat yang baik, tekad yang kuat, serta komitmen untuk bebas dari korupsi, kita yakin dan percaya bahwa kekayaan ini akan terjaga. Sebab, kekayaan ini bukan hanya milik kita hari ini, tetapi juga milik anak dan cucu kita di masa depan,” ucap dia.

    Sebelumnya, Prabowo menegaskan bahwa pendirian bank emas atau bullion bank ini merupakan langkah strategis guna memastikan kendali penuh atas sumber daya emas nasional, sehingga pemanfaatannya bisa dilakukan secara mandiri demi kepentingan negara.

    “Kita akan mendirikan bank emas karena selama ini kita tidak memiliki lembaga khusus untuk emas. Emas yang kita miliki banyak yang mengalir ke luar negeri. Sekarang kita ingin memiliki bank yang khusus mengelola emas di Indonesia.” ujar Presiden Prabowo.

    Keberadaan bank emas atau bullion bank tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion.

    Pada Pasal 2 POJK tersebut, bank emas berfungsi sebagai tempat penyimpanan emas dengan standar tertentu yang dapat dipercaya oleh masyarakat.

    Selain itu, bank emas juga menawarkan skema pembiayaan berbasis emas, dengan emas yang dipinjam harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan imbal hasil sesuai kesepakatan.

    Peraturan tersebut menjelaskan bahwa bank emas atau bullion bank adalah lembaga keuangan yang menyediakan layanan, seperti menyimpan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, dan penitipan emas, serta berbagai layanan lain yang berkaitan dengan emas.

  • 4 Cara Menyimpan Emas Batangan dengan Aman, Salah Satunya di Bank Emas

    4 Cara Menyimpan Emas Batangan dengan Aman, Salah Satunya di Bank Emas

    Jakarta, Beritasatu.com – Emas batangan merupakan barang berharga yang perlu disimpan di tempat yang aman, termasuk menyimpannya di bank emas. Meski sebagian orang masih menggunakan cara sederhana seperti meletakkannya di antara tumpukan baju di lemari atau menyimpannya dalam kotak kayu, cara ini memiliki risiko keamanan yang cukup tinggi.

    Menyimpan emas batangan dengan cara yang tepat tidak hanya mengurangi risiko pencurian, tetapi juga membantu menjaga kondisi emas agar tetap dalam keadaan baik. Pilihan tempat penyimpanan yang aman dan strategis dapat memberikan ketenangan bagi pemiliknya.

    Dilansir dari laman Galeri24, ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyimpan emas dengan lebih aman dan mudah. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan agar emas batangan tetap aman dan terjaga.

    Cara Menyimpan Emas Batangan dengan Aman

    1. Simpan di tempat yang berlapis

    Pencuri umumnya mengira emas disimpan di lemari, laci, atau kotak khusus yang mencolok di dalam kamar. Untuk mengelabui mereka, simpanlah emas di dalam kotak kecil yang digembok, lalu masukkan ke dalam kotak yang lebih besar dan tambahkan gembok lagi.

    Gunakan juga kotak yang memiliki kata sandi untuk menambah keamanan. Jika memungkinkan, kotak tersebut bisa dikubur di dalam tanah dengan tanda pot di atasnya agar tidak mencolok. Dengan cara ini, pencuri akan kesulitan menemukan emas yang Anda simpan.

    2. Simpan di brankas unik

    Saat ini, banyak tersedia brankas unik dengan berbagai bentuk seperti buku, hewan, atau celengan uang. Dengan desain yang tidak mencolok, brankas ini dapat mengecoh pencuri. Brankas unik umumnya terbuat dari bahan besi yang kuat, memberikan perlindungan ekstra bagi emas Anda.

    Sebaiknya, hindari menyimpan brankas di tempat yang umum seperti lemari, karena itu adalah lokasi pertama yang akan diperiksa pencuri. Letakkan brankas di tempat yang lebih sulit ditebak untuk meningkatkan keamanan.

    3. Simpan di tempat tak terduga

    Cara lain untuk menyimpan emas adalah meletakkannya di tempat yang tidak terpikirkan oleh pencuri. Kebanyakan pencuri akan langsung mengincar lemari di kamar untuk mencari barang berharga.

    Untuk mengelabui mereka, Anda bisa menyimpan emas di tempat yang lebih terbuka, seperti dalam kotak yang tidak mencolok di atas meja atau di rak buku. Dengan begitu, pencuri akan kesulitan menemukan emas yang disimpan.

    4. Simpan di bank atau pegadaian

    Menggunakan safe deposit box (SDB) di bank atau layanan penyimpanan emas di Pegadaian adalah salah satu cara paling aman. SDB merupakan fasilitas yang disediakan bank bagi nasabah yang ingin menyimpan barang berharga seperti emas.

    Layanan ini memberikan perlindungan maksimal dengan sistem keamanan ketat, termasuk pemindai sidik jari, nomor PIN, dan kunci pengaman ganda. Pegadaian juga menawarkan sistem penyimpanan emas dengan keamanan yang tidak kalah ketat.

    Selain itu, baru-baru ini Presiden Prabowo secara resmi meluncurkan bank emas yang bisa menjadi pilihan tempat untuk menyimpan emas batangan Anda.

    Bank emas atau bank bulion  adalah lembaga keuangan yang menyediakan layanan seperti menyimpan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, dan penitipan emas, serta berbagai layanan lain yang berkaitan dengan emas.

    Dengan menerapkan salah satu atau kombinasi dari metode di atas, Anda dapat menyimpan emas batangan dengan lebih aman dan tenang. Pastikan untuk selalu mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan dalam memilih metode penyimpanan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.