Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • IHSG Bangkit ke Zona Hijau Saat Danantara Mulai Eksis

    IHSG Bangkit ke Zona Hijau Saat Danantara Mulai Eksis

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali menunjukkan penguatan selama tiga hari berturut-turut setelah sempat melemah cukup dalam.

    Pada perdagangan sesi pertama Jumat (7/3/2025), IHSG menguat sebesar 40,99 poin atau 0,62% ke level 6.658,84. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, tercatat 315 saham mengalami kenaikan, 228 saham melemah, dan 235 saham stagnan.

    Saham sektor teknologi, barang konsumsi primer, dan properti menjadi pendorong utama kenaikan IHSG, masing-masing naik 4,68%, 3,08%, dan 1,52%. 

    Beberapa saham teknologi yang mencatat kenaikan signifikan, meliputi DCII yang melonjak 9,98%, NINE yang meroket 9,18%, serta DMMX yang meningkat 2,95%.

    Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga ikut menguat sebesar 0,12% ke level 754,29.

    Penguatan IHSG dalam dua hari terakhir didukung oleh rebound saham perbankan. Sebelumnya, indeks tertekan oleh ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan global dari Amerika Serikat.

    “IHSG didorong oleh penguatan saham perbankan dan emiten berkapitalisasi besar. Investor kembali masuk ke pasar setelah periode penurunan yang signifikan,” ungkap laporan harian dari Office of Chief Economist Bank Mandiri, Kamis (6/3/2025).

    Meski demikian, laporan tersebut menyoroti bahwa kebijakan tarif perdagangan global masih menjadi faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar ke depan.

    Di sisi lain, kejelasan mengenai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai terungkap.

    Chief Information Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir, baru-baru ini hadir dalam sesi diskusi di Singapura. Acara UBS OneASEAN Summit 2025 menjadi kesempatan pertama bagi Danantara untuk berinteraksi langsung dengan investor asing.

    Dalam riset UBS Indonesia, disebutkan bahwa Pandu mewakili Danantara dalam sesi engagement dengan lebih dari 30 investor global dengan total aset kelolaan mencapai US$ 2,5 miliar di Indonesia.

    “Kami meyakini kehadiran Danantara akan membawa sentimen positif bagi pasar, terutama dengan potensi dividen yang lebih tinggi dan peningkatan tata kelola,” tulis tersebut.

    CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan, peluncuran Danantara bukan penyebab anjloknya IHSG pada akhir Februari. Ia menjelaskan bahwa penurunan indeks saham tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di pasar saham negara-negara ASEAN.

    “Penurunan IHSG bukan fenomena tunggal di Indonesia. Pasar saham di negara emerging market dan ASEAN juga mengalami hal serupa,” jelas Rosan, Kamis (6/3/2025).

    Menurutnya, fluktuasi indeks saham adalah hal wajar di pasar modal. Namun, ia optimistis bahwa fundamental perusahaan yang terdaftar di bursa tetap kuat untuk kembali menguat.

    “Fundamental perusahaan dan perbankan kita sangat baik dan kuat. Kami yakin dengan fondasi tersebut, pasar akan kembali pulih,” tutupnya terkait IHSG dan Danantara.

  • Kumpulkan Konglomerat Indonesia di Istana, Prabowo Bahas Danantara

    Kumpulkan Konglomerat Indonesia di Istana, Prabowo Bahas Danantara

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada sejumlah konglomerat Indonesia dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/3/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan Danantara merupakan bentuk konsolidasi kekuatan ekonomi pemerintah yang terdiri dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    “Danantara ini kita konsolidasikan untuk melaksanakan suatu perbaikan, suatu peningkatan dalam kinerja, dengan melakukan perbaikan-perbaikan. Kita akui sendiri bahwa banyak yang perlu perbaikan supaya kinerja aset-aset kita cukup baik,” terang Prabowo saat membuka pertemuan. 

    Prabowo juga mengajak para pengusaha untuk memberikan masukan dan pengalaman mereka terkait investasi. Ia menekankan, pengelolaan aset Danantara harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar mampu bersaing di tingkat global.

    “Kita ingin semua entitas ekonomi kita dikelola dengan efisiensi dan bisa bersaing secara global. Kita akan bergerak cepat, tetapi tetap teliti dan hati-hati,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan kehadiran para konglomerat dalam pertemuan ini bertujuan untuk membangun sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. Menurutnya, para pengusaha memiliki pengalaman panjang dalam manajemen dan investasi yang dapat menjadi masukan berharga bagi pengelolaan Danantara.

    Sejumlah pengusaha ternama hadir dalam pertemuan untuk membahas Danantara, di antaranya pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, pendiri Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma atau Aguan, bos Indofood Anthony Salim, Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung (CT), Chairman Lippo Group James Riady, Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, bos grup Sinar Mas Franky Oesman Widjaja, pendiri Barito Pacific Prajogo Pangestu, bos Artha Graha Tomy Winata alias TW, Presiden Direktur MedcoEnergi Hilmi Panigoro, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

  • Dampak Nyata Pemberdayaan, PNM Fasilitasi Dagangan Nasabah Ramaikan Arena PNM Liga Nusantara

    Dampak Nyata Pemberdayaan, PNM Fasilitasi Dagangan Nasabah Ramaikan Arena PNM Liga Nusantara

    Jakarta, Beritasatu.com – PNM Liga Nusantara 2024/2025 tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat bagi pesepakbola muda Indonesia, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar. Keikutsertaan mereka dalam event ini memberikan pengalaman berharga dan peningkatan pendapatan yang signifikan.

    Salah satu nasabah yang merasakan manfaat besar adalah Sri Wahyuni (46), pengusaha makanan ringan dari Tangerang. Ia mendapatkan kesempatan berjualan di dalam stadion selama pertandingan berlangsung dan mengalami lonjakan omzet yang luar biasa.

    “Alhamdulillah, berkah, tadi laris manis sampai habis,” ujar Sri dengan penuh kegembiraan.

    Sejak bergabung dengan PNM Mekaar pada 2020, ia telah mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari akses permodalan, pelatihan usaha, hingga reward dari PNM berupa perjalanan ibadah umrah pada Desember 2024. Kehadirannya di PNM Liga Nusantara membuahkan hasil dengan omzet mencapai Rp 1 juta dalam satu hari pertandingan.

    Sri bukan satu-satunya yang merasakan manfaat dari ajang ini. Banyak nasabah PNM Mekaar lainnya turut merasakan peningkatan penjualan serta kesempatan memperluas jaringan usaha mereka. Melalui dukungan PNM, mereka tidak hanya memperoleh tambahan pendapatan, tetapi juga pengalaman berharga dalam mengelola bisnis di tengah acara besar.

    Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menegaskan bahwa partisipasi PNM di Liga Nusantara bukan sekadar sebagai sponsor, melainkan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

    “Setiap pertandingan di Liga Nusantara menjadi peluang bagi nasabah kami untuk memasarkan produk mereka dan merasakan langsung dampak positifnya,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki keterikatan kuat dengan masyarakat dan bisa menjadi sarana menciptakan nilai tambah ekonomi bagi pengusaha ultra mikro. Dengan berakhirnya PNM Liga Nusantara 2024/2025, PNM berkomitmen untuk terus mendukung ekonomi kerakyatan melalui program-program inovatif. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat semakin memberikan manfaat luas bagi para nasabah dan komunitas usaha ultra mikro di seluruh Indonesia.

  • Investasi Dorong 2,9 Juta Lapangan Kerja Baru Setiap Tahun

    Investasi Dorong 2,9 Juta Lapangan Kerja Baru Setiap Tahun

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menegaskan, pentingnya kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi perkembangan industri modern.

    Dengan meningkatnya investasi, terutama di sektor hilirisasi, kebutuhan akan tenaga kerja terampil dan bersertifikasi menjadi semakin mendesak agar manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

    Rosan mengungkapkan bahwa realisasi investasi yang masuk ke Indonesia berkontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja. Dalam lima tahun ke depan, diproyeksikan bahwa investasi akan menciptakan sekitar 2,9 juta lapangan kerja baru setiap tahunnya.

    “Tahun lalu, realisasi investasi sebesar Rp 1.700 triliun telah menciptakan 2,45 juta lapangan kerja. Kami memperkirakan mulai tahun ini hingga lima tahun ke depan, rata-rata jumlah tenaga kerja yang tercipta mencapai 2,8-2,9 juta orang per tahun,” ujar Rosan pada Jumat (7/3/2025).

    Dalam upaya memastikan kesiapan tenaga kerja yang mendukung investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

    Rosan menekankan bahwa kesiapan tenaga kerja menjadi faktor krusial dalam menarik investor.

    “Ketika investor berencana membangun pabrik di Indonesia, mereka membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun. Namun, di saat yang sama, mereka juga menginginkan tenaga kerja yang siap pakai,” jelas Rosan.

    Menanggapi hal ini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan infrastruktur pelatihan tenaga kerja yang mumpuni.

    Saat ini, Kemenaker memiliki 303 Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di seluruh Indonesia. BLK ini siap digunakan untuk melatih tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri.

    Selain pelatihan, Yassierli juga menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi tenaga kerja guna meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja nasional dan internasional.

    “Kami ingin memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki sertifikasi yang diakui secara profesional. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) siap menjamin kualitas tenaga kerja tersertifikasi agar dapat bersaing di tingkat global,” ujar Yassierli.

    Sebagai langkah konkret, kedua kementerian akan menyusun perjanjian kerja sama teknis guna mengoptimalkan pelatihan tenaga kerja serta memanfaatkan data industri untuk kebijakan berbasis kebutuhan pasar.

    Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja, menarik investasi yang lebih inklusif, dan memastikan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

  • Mudik 2025 Harus Tetap Aman meski Ada Efisiensi Anggaran

    Mudik 2025 Harus Tetap Aman meski Ada Efisiensi Anggaran

    Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR Jazilul Fawaid atau biasa disapa Gus Jazil mengingatkan agar pelaksanaan mudik Lebaran 2025 tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan masyarakat. Menurut Gus Jazil, hal tersebut perlu diperhatikan pemerintah di tengah adanya efisiensi anggaran di kementerian/lembaga (K/L).

    Menurutnya, efisiensi anggaran hendaknya tidak mengurangi kualitas penyelenggaraan mudik Lebaran 2025.

    “Mudik tahun ini menjadi momentum pembuktian negara untuk menciptakan mudik aman, nyaman sehingga para pemudik tiba dengan sehat dan selamat. Apalagi tahun ini mudik Lebaran pertama di era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Gus Jazil dikutip dari rilis yang diterima pada Jumat (7/3/2025).

    Gus Jazil menegaskan mudik bagi mayoritas masyarakat Indonesia merupakan perjalanan spiritual. Karena itu, tidak heran jika peserta mudik terus meningkat dari tahun ke tahun.

    Ia menilai, sudah menjadi kewajiban pemerintah pusat maupun daerah untuk menyelenggarakan mudik yang berkualitas.

    “Kita harus akui bahwa dalam beberapa tahun terakhir pelaksanaan mudik terus menunjukkan tren membaik baik dari menurunkan jumlah kecelakaan, kian turunnya waktu tempuh pemudik, hingga kian berkualitasnya layanan di rest area. Ini yang harus dipertahankan bahkan ditingkatkan dalam pelaksanaan mudik tahun ini,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Gus Jazil mengatakan, saat ini pemerintah telah melakukan berbagai persiapan hingga peluncuran program layanan mudik, mulai penurunan tiket pesawat, penyelenggaraan mudik gratis, hingga diskon tarif tol. Selain itu juga ada berbagai perbaikan layanan pelabuhan penyebrangan.

    “Negara harus hadir memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam melaksanakan mudik agar pemudik tiba di tujuan dengan selamat,” tegasnya.

    Adanya program efisiensi anggaran, kata Gus Jazil, diharapkan tidak menghambat pelaksanaan mudik. Karena itu, dibutuhkan keterlibatan berbagai kalangan seperti kepolisian, kementerian perhubungan, BUMN, partai politik hingga swasta.

    “Bagaimanapun, mudik jangan sampai terganggu dengan adanya efisiensi anggaran. Saya yakin semua pihak yang terlibat mampu memprioritaskan pelaksanaan mudik untuk kepentingan bersama,” ucapnya.

    Gus Jazil menegaskan,  apabila mudik 2025 sukses, artinya negara sukses dalam menciptakan mudik yang aman dan nyaman untuk masyarakat.

  • Mentan Pastikan Stok Pangan Aman Sampai 5 Bulan ke Depan

    Mentan Pastikan Stok Pangan Aman Sampai 5 Bulan ke Depan

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan pada bulan Ramadan tetap aman. Bahkan, stok yang ada mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.

    “Sekarang kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa stok pangan kita yang strategis dan tersedia cukup untuk tiga, empat, sampai lima bulan ke depan dan kita berproduksi terus,” ujar Andi Amran kepada Beritasatu.com di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/3/2025).

    Mentan Amran mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir, stok pangan aman dan harga relatif stabil. Ia juga mengingatkan kepada para pengusaha di sektor pangan agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

    “Kenapa? Karena produksi melimpah, stok banyak. Jadi tidak ada alasan, tidak ada celah untuk menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi,” kata Andi Amran.

    Kementerian Pertanian telah berkoordinasi dengan instansi Kepolisian untuk menindak tegas apabila ada oknum yang menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi.

    “Kalau ada yang mencoba-coba menaikkan (harga) kami sudah komunikasi ke Kepolisian, pak kapolri, wakapolri, kabareskrim seluruh kepolisian se-Indonesia, kita sudah kerja sama, akan ditindak tegas, disegel, bahkan izinnya dicabut dan bisa pidana,” tandas Andi Amran.

    Selain menyatakan stok pangan aman, Andi Amran menuturkan Indonesia juga mengalami surplus pangan. Ia pun berkomitmen untuk menekan harga pangan dengan membuka total 4.500 gerai di berbagai wilayah secara besar-besaran.

  • 61 Pabrik Tekstil Tutup dalam 2 Tahun, PHK Massal Tak Terhindar

    61 Pabrik Tekstil Tutup dalam 2 Tahun, PHK Massal Tak Terhindar

    Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (Apsyfi) mengungkapkan, informasi terbaru mengenai banyaknya pabrik tekstil tutup yang terdampak oleh impor ilegal sehingga mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

    Ketua Umum Apsyfi, Redma Gita Wirawasta, dalam konfirmasinya di Jakarta pada Jumat (7/3/2025) menyampaikan, penutupan pabrik dan PHK tersebut terjadi pada Januari 2023 hingga Desember 2024, dan pabrik-pabrik tersebut berada di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

    Dilansir dari Antara, Jumat (7/3/2025), berikut daftar lengkapnya penutupan pabrik tekstil domestik yang mengakibatkan PHK besar-besaran:

    1. PT Adetex (500 tenaga kerja dirumahkan)

    2. Agungtex Group (2.000 tenaga kerja dirumahkan)

    3. PT Alenatex (tutup-PHK 700 tenaga kerja)

    4. PT Apac Inti Corpora (pengurangan tenaga kerja)

    5. PT Argo Pantes Bekasi (tutup-berhenti produksi)

    6. PT Asia Citra Pratama (tutup-berhenti produksi)

    7. PT Asia Pacific Fiber Kaliwungu (pengurangan tenaga kerja)

    8. PT Asia Pacific Fiber Karawang (PHK 2.500 tenaga kerja)

    9. PT Bitratex (pengurangan tenaga kerja)

    10. PT Centex – Spinning Mills (tutup-berhenti produksi)

    11. PT Chingluh (PHK 2.000 tenaga kerja)

    12. PT Damatex ( tutup-berhenti produksi)

    13. PT Delta Merlin Tekstil I-Duniatex Group (PHK 660 tenaga kerja)

    14. PT Delta Merlin Tekstil II-Duniatex Group (PHK 924 tenaga kerja)

    15. PT Djoni Texindo (tutup – berhenti produksi)

    16. PT Dupantex (tutup-berhenti produksi)

    17. PT Efendi Textindo (tutup-berhenti produksi)

    18. PT Fotexco Busana Internasional (tutup-berhenti produksi)

    19. PT Grand Best (PHK 300 tenaga kerja)

    20. PT Grand Pintalan (tutup-berhenti produksi)

    21. PT Grandtex (tutup-berhenti produksi)

    22. PT Gunatex (tutup-berhenti produksi)

    23. PT HS Aparel (tutup)

    24. PT Indachi Prima (pengurangan tenaga kerja)

    25. PT Jelita (tutup-berhenti produksi)

    26. PT Kabana (PHK 1.200 tenaga kerja)

    27. PT Kaha Apollo Utama (tutup-berhenti produksi)

    28. PT Kahatex (pengurangan tenaga kerja)

    29. PT Kintong (tutup-berhenti produksi)

    30. Kusuma Group (PT Pamor, PT Kusuma Putra, PT Kusuma Hadi) (tutup-PHK 1.500 tenaga kerja)

    31. PT Lawe Adyaprima Spinning Mills (tutup-berhenti produksi)

    32. PT Lojitex (tutup-berhenti produksi)

    33. PT Lucky Tekstil (PHK 100 tenaga kerja)

    34. PT Mafahtex Tirto (tutup-berhenti produksi)

    35. PT Miki Moto (tutup – berhenti produksi)

    36. PT Mulia Cemerlang Abadi (tutup-berhenti produksi)

    37. PT Mulia Spindo Mills (tutup-berhenti produksi)

    38. PT Nikomas (bertahap ribuan pekerja)

    39. PT Ocean Asia Industry (tutup-PHK 314 tenaga kerja)

    40. PT Panca Sindo (tutup-berhenti produksi)

    41. PT Pismatex (pailit -PHK 1.700 tenaga kerja)

    42. PT Polyfin Canggih (pengurangan tenaga kerja)

    43. PT Pulaumas Tekstil (PHK 460 tenaga kerja)

    44. PT Rayon Utama Makmur (tutup)

    45. PT Ricky Putra Globalindo, Tbk. (tutup-berhenti produksi)

    46. PT Sai Aparel (relokasi sebagian)

    47. PT Saritex (tutup-berhenti produksi)

    48. PT Sembung Tex (tutup-berhenti produksi)

    49. PT Sinar Pan

    50. PT South Pacific Viscose (pengurangan tenaga kerja)

    51. Sritex Group (2.500 tenaga kerja dirumahkan)

    52. PT Starpia (tutup)

    53. PT Sulindafin (tutup-berhenti produksi)

    54. PT Sulindamills (tutup-berhenti produksi)

    55. PT Tifico Fiber Industries (pengurangan tenaga kerja)

    56. PT Tuntex (tutup – PHK 1.163 tenaga kerja)

    57. PT Wiska Sumedang (tutup – PHK 700 tenaga kerja)

    58. PT Primissima (tutup – berhenti produksi)

    59. PT Sritex (pailit-pengawasan kurator)

    60. PT Asia Pacific Fibers Karawang (berhenti beroperasi)

    61. PT Lucky Print (berhenti beroperasi)

    Redma mengungkapkan, selain dalam periode dua tahun terakhir, pihaknya juga menerima laporan terkini mengenai sejumlah pabrik tekstil tutup pada Januari 2025, yaitu PT Mbangun Praja Industri.

    “Pada Januari 2025, PT Mbangun Praja Industri juga terpaksa tutup,” ujarnya.

    Ia juga menyatakan harapannya agar pemerintah segera mengambil langkah untuk mengendalikan impor, serta memberantas praktik impor ilegal yang merugikan industri dalam negeri.

    “Pengendalian impor serta pemberantasan praktik impor ilegal sangat diperlukan,” pungkasnya menjelaskan laporan mengenai banyaknya pabrik tekstil tutup.

  • https://www.beritasatu.com/ekonomi/2875853/apa-itu-deflasi-ini-penjelasan-penyebab-dan-dampaknya

    https://www.beritasatu.com/ekonomi/2875853/apa-itu-deflasi-ini-penjelasan-penyebab-dan-dampaknya

    https://www.beritasatu.com/ekonomi/2875853/apa-itu-deflasi-ini-penjelasan-penyebab-dan-dampaknya

  • Harga Cabai Rawit Merah Mahal, Bapanas: Mudah-mudahan Stabil

    Harga Cabai Rawit Merah Mahal, Bapanas: Mudah-mudahan Stabil

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) mengakui adanya ketidakstabilan harga jual cabai rawit merah di tingkat konsumen.

    Bapanas mengaku sedang mengendalikan harga komoditas cabai rawit merah dengan mengontrol distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit serta memperluas akses pangan melalui kios pangan dan gerakan pangan murah (GPM) di berbagai wilayah.

    Kepala Bapasas Arief Prasetyo menjelaskan, rata-rata harga cabai rawit merah di tingkat produsen mencapai Rp 73.774 per kilogram (kg), sementara di tingkat konsumen mencapai Rp 94.193 per kg.

    “Kita hanya fokus pada cabai rawit. Harganya agak tinggi karena cuaca hujan menyebabkan tanaman tidak berbunga. Namun, stoknya cukup. Tantangannya adalah bagaimana kita meratakan distribusinya,” ujar Arief dalam keterangannya, Jumat (7/3/2025).

    Arief menuturkan, curah hujan tinggi menjadi penyebab utama penurunan produksi cabai di pasaran. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penerapan teknologi green house atau cungkup oleh para petani guna mencegah rontoknya bunga cabai sebelum berbuah.

    “Saat hujan, bunga cabai rontok sehingga gagal berbuah. Semoga ke depan, petani cabai kita bisa menerapkan cungkup atau green house agar tanaman bisa dipanen hingga 20 kali,” jelasnya.

    Meski demikian, Arief optimistis harga cabai rawit merah akan kembali stabil dalam beberapa minggu ke depan. Namun, ia berharap harga tidak turun terlalu drastis agar petani dapat melakukan pemulihan dan kembali menanam cabai.

    “Harga cabai bisa turun karena musim panas sudah mulai. Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan, harga cabai lebih stabil,” ujarnya.

    Arief juga menegaskan bahwa pemerintah optimis terhadap kestabilan harga cabai, mengingat harga di tingkat petani sudah mulai mengalami pemulihan.

    “Hal positifnya, harga cabai di tingkat petani mulai pulih. Tiga hingga empat bulan lalu, harga cabai sempat jatuh. Namun, hari ini petani cabai kita bisa recovery, seperti yang dikatakan Bapak Presiden Prabowo bahwa petani Indonesia harus lebih sejahtera dan makmur,” tegas Arief.

    Selain itu, Bapanas juga melakukan berbagai upaya untuk mengontrol ketidakstabilan harga cabai rawit merah.

    “Upaya lain yang dilakukan adalah identifikasi stok dan kebutuhan pangan di setiap daerah, fasilitasi distribusi pangan (FDP), mendorong subsidi harga pangan melalui APBD provinsi dan kabupaten/kota, serta pengawasan harga pangan secara intensif,” tambahnya terkait harga jual cabai rawit merah.

  • Deflasi Beruntun Tidak Berkaitan dengan Daya Beli

    Deflasi Beruntun Tidak Berkaitan dengan Daya Beli

    Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) menilai terjadinya deflasi secara beruntun pada Januari dan Februari 2025 tidak berhubungan dengan daya beli masyarakat. Hal itu lantaran komponen inflasi inti tetap terjaga selama dua bulan pertama pada 2025.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,48% month to month (mtm). Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya atau secara tahunan (year on year) terjadi deflasi  0,09% dan secara tahun kalender terjadi deflasi sebesar 1,24%.

    Meskipun terjadi deflasi, tetapi angka deflasi bulanan berbeda dari  periode Januari 2025 yang sebesar 0,76%. Untuk tingkat deflasi tahun kalender Januari 2025 sebesar 0,76%. Apabila dilihat secara tahunan, maka terjadi inflasi 0,76% pada Januari 2025.

    “Biasanya, untuk mengamati deflasi, kita melihat indikator yang lebih representatif, yaitu inflasi inti, karena lebih mencerminkan interaksi antara penawaran dan permintaan,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya, dalam Taklimat Media di Tugu Kuntskring Palais, Jakarta, pada Jumat (7/3/2025).

    Komponen inti pada Februari 2025 mengalami inflasi tahunan sebesar 2,48% secara tahunan atau terjadi kenaikan indeks dari 103,37 pada Februari 2024 menjadi 105,93 pada Februari 2025.

    Komponen ini memberikan andil inflasi  sebesar 1,58% pada Februari 2025. Sedangkan secara bulanan komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,25% dengan andil inflasi sebesar 0,16% terhadap inflasi Februari 2025.

    “Terkait dengan inflasi inti, hingga Februari, inflasi inti tahunan berada di kisaran 2,48%. Angka ini masih tergolong rendah dan stabil, bahkan di tengah potensi deflasi di beberapa sektor,” ujarnya.

    Sebelumnya Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira menjelaskan, deflasi selama dua bulan beruntun harus disikapi dengan hati-hati.

    Di satu sisi, deflasi mencerminkan turunnya harga barang dan jasa, yang berpotensi menguntungkan konsumen. Namun, jika terjadi terus-menerus, ini bisa menjadi indikasi bahwa permintaan masyarakat melemah, produksi melambat, dan aktivitas ekonomi berkurang.

    “Deflasi dua bulan ini menjadi alarm agar pemerintah lebih waspada dalam menjaga stabilitas ekonomi,” ucap Anggawira.

    Deflasi turut menunjukkan adanya tekanan pada sektor riil, seperti penurunan konsumsi rumah tangga dan investasi. Dalam konteks Indonesia, deflasi selama dua bulan awal tahun ini bisa dipengaruhi oleh turunnya harga komoditas tertentu, seperti bahan makanan, serta penyesuaian harga setelah periode belanja tinggi akhir tahun.  

    Namun, jika deflasi ini berlanjut, perlu diwaspadai dampaknya terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Perlu upaya terpadu dalam menjaga pasokan, mengendalikan harga, dan memperkuat daya beli agar momentum Ramadan dan Lebaran menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dan stabil,” tegas Anggawira terkait deflasi.