Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Isi Minyakita Tidak Sesuai Takaran, YLKI: Hak Konsumen Dicederai

    Isi Minyakita Tidak Sesuai Takaran, YLKI: Hak Konsumen Dicederai

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah baru-baru ini menemukan minyak goreng kemasan Minyakita dengan volume yang tidak sesuai takaran, yakni hanya sekitar 750 hingga 800 mililiter, padahal seharusnya 1 liter.

    Menanggapi temuan ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyayangkan praktik tersebut karena Minyakita merupakan bagian dari program subsidi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasar.

    Staf Bidang Penelitian YLKI, Niti Emiliana, menilai bahwa hal ini telah mencederai hak konsumen. Ia tidak hanya menyayangkan ketidaksesuaian volume Minyakita, tetapi juga menyoroti harga jualnya yang melebihi harga eceran tertinggi (HET).

    “Konsumen berhak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur, serta mendapatkan produk sesuai dengan yang dijanjikan. Ini termasuk pelanggaran hak konsumen,” ujar Niti kepada Beritasatu.com, Senin (10/3/2025).

    YLKI mendesak produsen bertanggung jawab atas kerugian yang dialami konsumen dan memberikan ganti rugi bagi pembeli yang dirugikan.

    “Pelaku usaha wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen. Konsumen berhak mendapatkan ganti rugi,” tegas Niti.

    Menyusul temuan Minyakita tidak sesuai takaran, YLKI meminta pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan dan instansi terkait, untuk memperketat pengawasan terhadap produk pangan, terutama menjelang Lebaran ketika permintaan bahan pokok meningkat.

  • Apa Saja Maskapai Terbaik di Indonesia?

    Apa Saja Maskapai Terbaik di Indonesia?

    Jakarta, Beritasatu.com – Industri penerbangan di Indonesia telah berkembang pesat dan kini menawarkan layanan berkualitas melalui berbagai maskapai terbaik di Indonesia yang semakin memuaskan pelanggan.

    Pesawat juga menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia karena mampu memangkas waktu perjalanan, terutama untuk jarak tempuh yang jauh. Lalu, apa saja maskapai penerbangan terbaik yang beroperasi di Indonesia?

    Berikut ini daftar maskapai terbaik di Indonesia yang memiliki reputasi unggul, dikutip dari berbagai sumber, Senin (10/3/2025).

    1. Garuda Indonesia

    Sebagai maskapai nasional, Garuda Indonesia menjadi pilihan utama banyak masyarakat untuk bepergian dengan pesawat. Maskapai ini mengusung konsep “Garuda Indonesia Experience”, yang mengutamakan unsur budaya Indonesia serta aspek keramahan dan kenyamanan bagi pelanggan.

    Garuda Indonesia melayani 69 rute domestik yang mencakup berbagai kota dari Sabang hingga Merauke, serta 22 rute internasional yang menjangkau Asia hingga Eropa. Berkat pelayanannya yang unggul, maskapai ini meraih penghargaan “The World’s Best Airline Cabin Crew 2023” dari Skytrax.

    2. Citilink

    Sebagai anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink dikenal sebagai maskapai bertarif rendah (low-cost carrier). Maskapai ini menawarkan lebih dari 86 rute domestik dan internasional dengan harga tiket yang lebih terjangkau dibandingkan Garuda Indonesia.

    Citilink menjadi pilihan favorit bagi backpacker dan pemudik karena sering menawarkan promo menarik. Meskipun berbiaya rendah, kualitas layanan dan keselamatan tetap menjadi prioritas. Atas prestasinya, Citilink berhasil meraih penghargaan “Best Low-Cost Airline in Indonesia” dari Skytrax.

    3. Lion Air

    Sebagai maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia, Lion Air terkenal dengan tarifnya yang ramah di kantong. Maskapai ini merupakan perintis layanan penerbangan berbiaya rendah di Indonesia dan telah melayani 183 rute domestik maupun internasional.

    Meskipun merupakan maskapai berbiaya rendah, Lion Air pernah mendapatkan penghargaan dari Skytrax World Airline Awards dalam kategori “World’s Best Low-Cost Airline Cabin” dan “World’s Best Low-Cost Premium Seat”.

    4. Sriwijaya Air

    Berbasis di Jakarta, Sriwijaya Air fokus pada penerbangan jarak pendek hingga menengah dengan berbagai rute di kota-kota besar Indonesia serta beberapa destinasi di Asia Tenggara. Dengan slogan “Your Flying Partner”, maskapai ini berkomitmen memberikan layanan yang ramah serta pengalaman penerbangan yang aman dan nyaman.

    Keunggulan Sriwijaya Air terletak pada fasilitasnya, termasuk bagasi gratis 20 kg bagi penumpang. Sejak berdiri pada 2003, maskapai ini tetap konsisten menjalankan bisnisnya dan hampir tidak pernah mengalami kerugian.

    5. Batik Air

    Sebagai anak perusahaan Lion Air, Batik Air menawarkan layanan penuh (full service carrier) dengan fasilitas yang lebih nyaman dibandingkan Lion Air, tetapi tetap dengan harga terjangkau. Maskapai ini melayani lebih dari 45 destinasi, baik domestik maupun internasional, dan menjadi pilihan bagi penumpang yang mengutamakan kenyamanan saat terbang.

    6. AirAsia Indonesia

    AirAsia dikenal sebagai maskapai berbiaya rendah yang menawarkan berbagai rute domestik dan internasional dengan harga yang sangat kompetitif. Dengan slogan “Now Everyone Can Fly”, maskapai ini berkomitmen menyediakan penerbangan yang terjangkau tetapi tetap aman dan berkualitas.

    Meskipun menawarkan tiket dengan harga bersaing, AirAsia tetap menyediakan berbagai layanan tambahan melalui konsep “add-on”, seperti pemesanan bagasi, pemilihan kursi, dan pre-order makanan. Dengan konsep ini, penumpang dapat menyesuaikan layanan sesuai kebutuhan dan anggaran mereka.

    Itulah beberapa maskapai terbaik di Indonesia yang dapat Anda pilih untuk bepergian. Menggunakan pesawat terbang tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memberikan kenyamanan selama perjalanan. Pastikan untuk memilih maskapai yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda agar perjalanan semakin menyenangkan.

  • Maskapai Indonesia Airlines Viral, Siapa Pemiliknya?

    Maskapai Indonesia Airlines Viral, Siapa Pemiliknya?

    Jakarta, Beritasatu.com – Industri penerbangan Indonesia kembali kedatangan pemain baru dengan hadirnya Indonesia Airlines Group (INA). Maskapai ini didirikan oleh Calypte Holding Pte Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura dan bergerak di berbagai sektor, termasuk energi terbarukan, pertanian, serta penerbangan.

    Indonesia Airlines hadir dengan konsep yang berbeda dari kebanyakan maskapai lokal lainnya. Maskapai ini akan fokus sepenuhnya pada rute internasional, tanpa melayani penerbangan domestik di Indonesia.

    Strategi tersebut bertujuan untuk menjadikan Indonesia Airlines sebagai maskapai premium yang mampu bersaing dengan pemain besar di pasar global. Pada tahap awal operasinya, Indonesia Airlines akan mengandalkan 20 unit pesawat modern yang terdiri dari:

    10 unit pesawat berbadan ramping (narrow-body) – Terdiri dari Airbus A321neo atau A321LR. Pesawat ini dikenal efisien untuk penerbangan jarak menengah hingga jauh dengan kapasitas penumpang yang optimal.

    10 unit pesawat berbadan lebar (wide-body) – Menggunakan Airbus A350-900 dan Boeing 787-9, yang dikenal sebagai pesawat canggih dengan kenyamanan tinggi untuk penerbangan jarak jauh.

    Dengan kombinasi armada ini, Indonesia Airlines siap melayani berbagai rute internasional yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara lain di Asia, Eropa, dan Amerika. Lalu, siapa sosok pemilik maskapai Indonesia Airlines ini? Berikut profilnya.

    Profil Iskandar Ismail Pemilik Indonesia Airlines

    Di balik pendirian Indonesia Airlines, ada sosok Iskandar Ismail, seorang pengusaha asal Indonesia yang lahir di Aceh pada 7 April 1983. Ia adalah pendiri sekaligus CEO Calypte Holding Pte Ltd, perusahaan yang mendanai dan mengoperasikan maskapai ini.

    Iskandar bukanlah sosok yang baru di dunia bisnis. Ia memiliki latar belakang yang kuat di berbagai sektor, terutama energi dan keuangan, sebelum akhirnya terjun ke industri penerbangan.

    Karier Iskandar Ismail dimulai ketika dia bergabung dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias setelah bencana tsunami melanda wilayah tersebut. Pengalaman ini membentuk pemahamannya tentang pembangunan infrastruktur dan energi.

    Pada 2006 hingga 2009, dia bekerja di PLN, di mana dia semakin mendalami industri kelistrikan dan energi terbarukan. Selama bekerja di PLN, Iskandar berkesempatan untuk berinteraksi dengan banyak pakar di bidang listrik dan infrastruktur energi, yang nantinya akan menjadi modal berharga dalam membangun bisnisnya sendiri.

    Setelah meninggalkan PLN, Iskandar beralih ke sektor perbankan dan asuransi. Di sinilah dia bertemu dengan berbagai investor dan profesional di industri keuangan yang semakin memperluas wawasannya dalam dunia bisnis.

    Dengan pengalaman yang diperoleh dari sektor kelistrikan dan keuangan, Iskandar mulai berpikir untuk membangun usahanya sendiri. Pada 2015, dia memutuskan keluar dari dunia perbankan dan asuransi untuk fokus pada bisnis di bidang energi.

    Pada 2017, dia akhirnya berhasil mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan. Namun, seperti banyak bisnis lainnya, perusahaannya mengalami tantangan besar ketika pandemi Covid-19 melanda dunia. Meski demikian, Iskandar Ismail tidak menyerah. Ia melihat peluang untuk berkolaborasi dengan investor dari Singapura, yang akhirnya membawanya untuk mendirikan Calypte Holding Pte Ltd pada 2022.

    Setelah sukses membangun bisnis di sektor energi, Iskandar melebarkan sayapnya ke industri penerbangan dengan mendirikan Indonesia Airlines. Dengan pengalaman dan jaringan bisnis yang telah dibangun selama bertahun-tahun, dia berambisi untuk menghadirkan maskapai premium yang mampu bersaing di pasar internasional.

    Meskipun berbasis di Singapura, Indonesia Airlines tetap memiliki keterkaitan erat dengan Indonesia, baik dari segi kepemilikan maupun visi bisnisnya. Maskapai ini diharapkan dapat menjadi ikon baru dalam industri penerbangan internasional dengan menawarkan layanan berkualitas tinggi dan pengalaman terbang yang nyaman bagi para penumpangnya.

    Saat ini, Iskandar Ismail dan timnya sedang mempersiapkan berbagai aspek operasional Indonesia Airlines, termasuk perekrutan tenaga kerja, persiapan armada, serta perizinan untuk melayani berbagai rute internasional.

  • IHSG Sesi I Berdarah, Sektor Ini Paling Anjlok

    IHSG Sesi I Berdarah, Sektor Ini Paling Anjlok

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih merah hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini, Senin (10/3/2025).

    IHSG pada jeda siang hari ini melemah 0,65% atau 43,33 poin ke level 6.592,6.

    IHSG pada sesi I hari ini bergerak dalam rentang 6.568-5.664. Perdagangan IHSG pada sesi ini mencatatkan 11,3 miliar lembar saham senilai Rp 5,20 triliun dari 681.510 kali transaksi.

    Sebanyak 217 saham yang diperdagangkan tercatat menguat, sebanyak 352 saham melemah, dan sebanyak 226 saham stagnan.

    Pada saat IHSG sesi I hari ini anjlok, mayoritas sektor saham melemah. Sektor barang baku anjlok paling besar hingga 1,9%, diikuti pelemahan pada sektor perindustrian sebesar 1,8%,  kesehatan 1,5%, keuangan 1,2%, dan properti 0,8%. Sedangkan penguatan terjadi pada sektor teknologi sebesar 2% dan barang konsumsi nonprimer sebesar 0,4%.

  • Mengapa Deflasi Bisa Terjadi? Ini 7 Faktor Penyebabnya

    Mengapa Deflasi Bisa Terjadi? Ini 7 Faktor Penyebabnya

    Jakarta, Beritasatu.com – Deflasi merupakan fenomena ekonomi yang ditandai dengan penurunan harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan yang disebabkan oleh berbagai faktor.

    Meskipun sering dianggap sebagai kebalikan dari inflasi, deflasi memiliki penyebab yang kompleks dan dapat berdampak negatif pada perekonomian jika tidak dikelola dengan baik.

    Dilansir dari laman Economics Help, berikut beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya deflasi:

    Faktor Penyebab Deflasi

    1. Penurunan permintaan agregat

    Penurunan permintaan agregat adalah salah satu faktor utama penyebab deflasi. Ketika konsumen dan pelaku usaha mengurangi pengeluaran mereka, baik karena ketidakpastian ekonomi maupun karena upaya untuk menabung, permintaan terhadap barang dan jasa akan menurun. Akibatnya, produsen cenderung menurunkan harga untuk menarik minat konsumen, yang dapat memicu deflasi.

    2. Tingginya tingkat pengangguran

    Tingkat pengangguran yang tinggi dapat menurunkan daya beli masyarakat. Ketika banyak orang kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki pendapatan yang cukup, mereka akan membatasi pengeluaran. Hal ini menyebabkan permintaan barang dan jasa menurun, sehingga harga-harga cenderung mengalami penurunan.

    3. Penurunan biaya produksi

    Penurunan biaya produksi juga dapat menjadi pemicu deflasi. Jika harga bahan baku, tenaga kerja, atau biaya operasional lainnya menurun secara signifikan, perusahaan dapat menjual produk dengan harga lebih rendah tanpa mengurangi laba mereka. Jika hal ini terjadi secara luas, maka harga barang dan jasa di pasar pun akan menurun.

    4. Kemajuan teknologi

    Perkembangan teknologi yang pesat sering kali meningkatkan efisiensi produksi dan menekan biaya. Inovasi dalam bidang manufaktur, otomatisasi, dan digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas serta menurunkan harga barang dan jasa. 

    Meskipun ini menguntungkan konsumen, dalam skala besar dapat memicu deflasi karena harga barang cenderung turun secara berkelanjutan.

    5. Ketidakpastian ekonomi

    Ketidakpastian dalam ekonomi, seperti krisis finansial atau ketidakstabilan politik, dapat membuat masyarakat dan investor cenderung menahan pengeluaran serta investasi. Ketika ekspektasi pertumbuhan ekonomi menurun, orang lebih memilih menabung daripada berbelanja. Jika pola ini terjadi dalam skala luas, maka permintaan agregat akan turun, yang pada akhirnya mendorong deflasi.

  • 70.000 Koperasi Desa Siap Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

    70.000 Koperasi Desa Siap Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah semakin serius dalam menekan kemiskinan ekstrem di desa. Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk 70.000 koperasi desa (kopdes) Merah Putih, yang akan diluncurkan pada 12 Juli 2025 bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.

    Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi optimistis koperasi desa akan menjadi motor penggerak ekonomi desa sehingga mampu mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

    “Melalui koperasi desa ini, kita bisa membangun simpul ekonomi dari desa, memperpendek rantai distribusi, dan menstabilkan harga kebutuhan pokok,” ujar Budi Arie, Senin (10/3/2025).

    Bagaimana Koperasi Desa Merah Putih Bekerja?

    Sebanyak 70.000 Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan mengelola rantai pasok sembako, kebutuhan primer, dan distribusi logistik. Kemenkop akan membentuk koperasi ini melalui tiga pendekatan utama, yaitu membangun koperasi baru, revitalisasi koperasi yang sudah ada, dan mengembangkan koperasi eksisting.

    Selain itu, koperasi desa juga akan berfungsi sebagai agregator harga hasil pertanian, memastikan hasil tani, ternak, dan produk desa dapat diolah serta dipasarkan dengan lebih efisien.

    Target Ambisius, Tim Khusus Dibentuk!

    Wamenkop Ferry Juliantono menegaskan untuk memastikan target 70.000 koperasi desa dapat terealisasi, pemerintah akan membentuk tim khusus. Tim ini akan menjalin komunikasi dengan perangkat desa, menyediakan modul pendirian koperasi, dan mengawal musyawarah desa untuk pembentukan koperasi.

    Sementara itu, Wamendes PDT Ahmad Riza Patria menyebut koperasi desa akan menghadirkan gerai desa sebagai pusat distribusi hasil tani, ternak, dan produk lokal lainnya.

    Koperasi Jadi Solusi Atasi Kemiskinan Desa

    Wamensos Agus Jabo menilai koperasi adalah jawaban mendesak untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di desa, terutama bagi 40% penduduk desa yang mayoritas bekerja sebagai buruh tani.

    “Dengan adanya koperasi desa, kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara signifikan,” pungkas Agus Jabo terkait kemiskinan ekstrem.

  • Sejarah Minyakita, dari Stabilitas Harga hingga Diterpa Kontroversi

    Sejarah Minyakita, dari Stabilitas Harga hingga Diterpa Kontroversi

    Jakarta, Beritasatu.com – Minyak goreng bermerek Minyakita menjadi sorotan seusai Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemukan adanya penyimpangan dalam distribusinya. Pelanggaran ini meliputi harga jual yang melebihi harga eceran tertinggi (HET) serta volume kemasan yang tidak sesuai dengan label.

    Pada inspeksi mendadak yang dilakukan di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/3/2025), terungkap fakta bahwa Minyakita dijual seharga Rp 18.000 per liter, padahal HET yang ditetapkan hanya Rp 15.700 per liter.

    Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah munculnya minyak goreng bermerek Minyakita ini? Dilansir dari berbagai sumber, berikut lengkapnya!

    Awal Kemunculan Minyakita

    Minyakita pertama kali diperkenalkan pada 6 Juli 2022 sebagai solusi untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di Indonesia. Produk ini bertujuan menyediakan minyak goreng dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

    Saat peluncurannya, harga Minyakita ditetapkan sebesar Rp 14.000 per liter. Namun, dalam waktu kurang dari satu tahun, harga produk ini mulai melonjak, mencapai Rp 15.000 sampai Rp 16.500 per liter di berbagai wilayah, melebihi HET yang ditetapkan pemerintah.

    Minyakita merupakan inisiatif dari Menteri Perdagangan saat itu, Zulkifli Hasan, yang ingin mengemas minyak curah agar lebih mudah didistribusikan dan cepat terserap di pasaran.

    Sasaran utama produk ini adalah masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah serta pelaku usaha mikro. Namun, pada Maret 2023, Zulkifli mengungkapkan bahwa distribusi Minyakita tidak tepat sasaran.

    Produk ini justru banyak beredar di ritel modern dan marketplace, sehingga pasokan di pasar tradisional berkurang drastis. Selain itu, ditemukan praktik curang berupa pengemasan ulang minyak goreng premium dengan label Minyakita, yang menyebabkan penurunan produksi minyak goreng premium hingga 80 persen.

  • MINE Resmi IPO di BEI, Sahamnya Langsung Diburu

    MINE Resmi IPO di BEI, Sahamnya Langsung Diburu

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Sinar Terang Mandiri Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MINE. Dalam penawaran umum perdana (IPO) ini, MINE menawarkan 15% dari total sahamnya atau sebanyak 612.695.300 lembar saham. Dengan harga perdana Rp 216 per saham, perusahaan memperoleh dana sebesar Rp 132,3 miliar.

    Direktur Utama MINE Ivo Wangarry, menyatakan IPO ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperbesar bisnis secara berkelanjutan.

    “Proses IPO sudah direncanakan sejak 2022. Akhirnya, hari ini kami mencatatkan saham perdana di BEI. Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan investor,” ujar Ivo dalam prosesi IPO di BEI, Jakarta, Senin (10/3/2025).

    Selama masa penawaran awal dan umum, IPO MINE mendapat antusiasme besar dari investor. Hal ini tercermin dari besarnya permintaan pada pooling yang mengalami oversubscribe hingga 25 kali.

    Untuk memastikan kelancaran proses IPO, MINE menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai underwriter atau penjamin pelaksana emisi efek.

    Dalam laporan keuangan 2024, MINE mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,36 triliun, tumbuh 40,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 968,05 miliar. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan total material movement dari penambangan nikel, yang naik 47% dari 6,7 juta bank cubic meter (bcm) pada Agustus 2023 menjadi 9,8 juta bcm pada Agustus 2024.

    Tahun ini, MINE akan fokus pada dua proyek utama yang berlokasi di Indonesia Tengah dan Timur. Hingga saat ini, perusahaan belum berencana melakukan ekspansi tambahan.

    “Proyek yang sedang berjalan berada di Weda Bay Nickel, Halmahera, serta Hengjaya Mineralindo di Morowali,” ujar Ivo.

    Perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian ini menjadi perusahaan tercatat kesembilan di BEI sepanjang 2025. IPO ini menjadi langkah strategis bagi MINE untuk memperkuat posisi di industri pertambangan dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

  • Apa Itu Minyakita? Ternyata 3 Perusahaan Ini yang Memproduksinya

    Apa Itu Minyakita? Ternyata 3 Perusahaan Ini yang Memproduksinya

    Jakarta, Beritasatu.com – Minyak goreng dengan merek Minyakita menjadi sorotan setelah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemukan adanya kecurangan dalam penjualannya.

    Kecurangan tersebut meliputi harga yang melebihi harga eceran tertinggi (HET) serta volume takaran yang tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan.

    Temuan ini terungkap saat Mentan Andi Amran melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/3/2025). Dalam sidaknya, ia mengecek harga sejumlah komoditas pangan selama bulan Ramadan.

    Meskipun harga pangan secara umum masih terkendali, beberapa komoditas tetap dijual di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Salah satunya adalah Minyakita, yang ditemukan dijual seharga Rp 18.000 per liter, padahal HET yang berlaku hanya Rp 15.700 per liter.

    Apa Itu Minyakita?

    Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2020 tentang Minyak Goreng Sawit Wajib Kemasan, pada Pasal 1 ayat (2) disebutkan bahwa Minyakita merupakan merek dagang untuk minyak goreng sawit yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri Kementerian Perdagangan.

    Merek dagang ini telah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

    Perusahaan yang Memproduksi Minyakita

    Dilansir dari Antara, terdapat tiga perusahaan yang bertanggung jawab dalam produksi Minyakita. Berikut adalah daftar perusahaan tersebut:

    1. PT Artha Eka Global Asia

    PT Artha Eka Global Asia merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, termasuk perdagangan domestik dan internasional, properti, serta distribusi barang konsumsi. Perusahaan ini memiliki legalitas yang lengkap.

    2. Koperasi Produsen UMKM Koperasi Terpadu Nusantara (KTN)

    KTN adalah koperasi yang bergerak dalam digitalisasi belanja harian dan perdagangan sembako melalui platform Dewasera. Koperasi ini turut mendistribusikan Minyakita.

    3. PT Tunasagro Indolestari

    PT Tunasagro Indolestari adalah perusahaan yang memproduksi berbagai merek minyak goreng, termasuk Fetta, Bulan Sabit, dan Naga Mas. Perusahaan ini juga terlibat dalam produksi Minyakita.

    Minyakita merupakan minyak goreng sawit dengan merek dagang yang dikelola oleh Kementerian Perdagangan. Produksi dan distribusinya melibatkan beberapa perusahaan, termasuk PT Artha Eka Global Asia, KTN, dan PT Tunasagro Indolestari.

  • Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp 16.308 Per Dolar AS

    Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp 16.308 Per Dolar AS

    Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi hari ini, Senin (10/3/2025), sedikit melemah.

    Dikutip dari data Bloomberg pada pukul 09.51 WIB di pasar spot exchange, rupiah pagi ini berada pada level Rp 16.308 per dolar AS atau melemah 13,5 poin (0,08%).

    Sebelumnya pada akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah menguat 0,28% ke level Rp 16.295 per dolar AS.

    Sementara itu, indeks obligasi turun tipis 0,02% dan imbal hasil SBN tenor 10 tahun turun 1 bps ke level 6,87%.

    Pada saat nilai tukar rupiah pagi ini melemah, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini juga kembali dibuka melemah. IHSG hari ini pada pukul 09.45 WIB melemah 0,71% atau 47,2 poin ke level 6.588,7.