Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Harga Emas Antam Turun Hari Ini 9 Desember 2025

    Harga Emas Antam Turun Hari Ini 9 Desember 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, Selasa (9/12/2025), turun sebesar Rp 6.000 per gram. 

    ‎Harga emas Antam pada hari ini berada pada level Rp 2,403 juta per gram dari sebelumnya Rp 2,409 juta per gram. 

    Sementara itu, harga buyback emas Antam juga turun sebesar Rp 6.000 menjadi Rp 2,263 juta per gram.

    ‎Berikut harga emas batangan Antam pada Jumat pagi hari ini:

    ‎Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 1.251.500‎Harga emas Antam 1 gram: Rp 2.403.000‎Harga emas Antam 2 gram: Rp 4.756.000‎Harga emas Antam 3 gram: Rp 7.116.000‎Harga emas Antam 5 gram: Rp 11.830.000‎Harga emas Antam 10 gram: Rp 23.580.000‎Harga emas Antam 25 gram: Rp 58.785.000‎Harga emas Antam 50 gram: Rp 117.405.000‎Harga emas Antam 100 gram: Rp 234.660.000‎Harga emas Antam 250 gram: Rp 586.340.000‎Harga emas Antam 500 gram: Rp 1.172.400.000‎Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 2.343.600.000

    Harga emas Antam sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) pada Selasa (21/10/2025) mencapai level Rp 2,487 juta per gram.

  • IHSG Pagi Hari Ini 9 Desember 2025 Bergerak 2 Arah

    IHSG Pagi Hari Ini 9 Desember 2025 Bergerak 2 Arah

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (9/12/2025).

    ‎IHSG pada pukul 08.32 WIB hanya menguat tipis 0,91 poin atau 0,01% ke level 8.711,6 seusai berfluktuasi. IHSG bergerak dalam rentang 8.703-8.749.

    ‎Total 10,92 miliar saham telah diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 5,02 triliun dari 699.422 kali transaksi.

  • Ekonomi RI 2026 Diprediksi Tumbuh, Apindo Wanti-wanti Risiko Q2-Q3

    Ekonomi RI 2026 Diprediksi Tumbuh, Apindo Wanti-wanti Risiko Q2-Q3

    Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 tetap stabil pada kisaran 5 hingga 5,4%. Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menyebut proyeksi tersebut tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya karena dinamika global masih menjadi faktor penentu.

    Shinta menjelaskan, rentang proyeksi yang cukup lebar mencerminkan adanya ketidakpastian ekonomi dunia yang berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi nasional. “Untuk 2026, Apindo masih melihat pertumbuhan pada angka 5 sampai 5,4%. Rentangnya besar karena ketidakpastian global masih tinggi,” ujarnya di kantor DPN Apindo, Jakarta, Senin (8/12/2025).

    Menurut Apindo, kuartal I 2026 diprediksi menjadi periode paling kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dorongan musiman dari libur tahun baru, Imlek, dan Ramadan diperkirakan dapat mengangkat konsumsi rumah tangga, sektor perdagangan, hingga pariwisata.

    “Kuartal I 2026 akan jadi periode terkuat berkat konsolidasi seasonal driver, seperti tahun baru, Imlek, dan Ramadan,” kata Shinta.

    Namun, ia mengingatkan kuartal II dan III harus diwaspadai. Hilangnya faktor musiman tersebut bisa membuat ekonomi melambat jika tidak diimbangi peningkatan investasi dan produktivitas. “Kuartal kedua dan ketiga memerlukan kewaspadaan karena potensi stagnasi sekuler,” jelasnya.

    Meski demikian, dunia usaha tetap melihat prospek positif. Apindo menegaskan pelaku usaha optimistis, tetapi tetap berhati-hati, mengingat berbagai risiko eksternal mulai dari geopolitik hingga dinamika perdagangan internasional masih bisa memengaruhi laju ekonomi nasional.

    “We are optimistic but cautious. Optimistis dengan penuh kehati-hatian,” tutup Shinta.

  • Jelang Penetapan UMP 2026, Apindo Minta Kepastian Regulasi Upah

    Jelang Penetapan UMP 2026, Apindo Minta Kepastian Regulasi Upah

    Jakarta, Beritasatu.com – Menjelang penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2026, kalangan pengusaha menyoroti ketidakpastian regulasi pengupahan yang dinilai kerap berubah. Kondisi ini disebut menyulitkan dunia usaha dalam menyusun rencana bisnis jangka menengah dan panjang, serta berpotensi mengganggu iklim investasi.

    Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menegaskan masalah utama bukan pada besaran upah, melainkan pada inkonsistensi aturan yang terus berganti dalam beberapa tahun terakhir.

    “Sudah hampir lima regulasi yang dikeluarkan yang selalu berubah-berubah. Kita ingin regulasi itu nanti bisa lebih sustain, sehingga kita bisa merencanakan bisnis kita dengan lebih baik lagi,” kata Bob Azam dalam konferensi pers di kantor DPP Apindo, Jakarta, Senin (8/12/2025).

    Bob mengatakan dunia usaha selama ini selalu mengikuti aturan pemerintah. Namun, perubahan kebijakan yang terlalu sering justru mengganggu keberlanjutan usaha dan kepastian investasi.

    Ia menambahkan, kepastian regulasi menjadi sangat penting, terutama karena kebijakan pengupahan akan memengaruhi hubungan industrial sekaligus kelanjutan investasi.

    Bob juga menyoroti struktur usaha nasional yang didominasi oleh usaha kecil dan menengah (UKM). Ia menyebut 90% anggota Apindo adalah industri kecil-menengah yang memiliki kemampuan terbatas dalam membayar upah minimum.

    “Jangan dikira anggota Apindo itu multinasional company semua ya. 90% adalah industri kecil menengah yang kemampuan bayar upah minimumnya itu cuma di bawah 50%,” tegasnya.

    Menurut Bob, kondisi ini membuat fleksibilitas skema pengupahan menjadi penting, termasuk melalui kesepakatan bipartit antara perusahaan dan serikat pekerja.

  • Gen Z Masih Banyak Menganggur, Lulusan SMA Mendominasi

    Gen Z Masih Banyak Menganggur, Lulusan SMA Mendominasi

    Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti tingginya tingkat pengangguran di kalangan generasi muda atau gen Z, yang saat ini masih berada di kisaran 17%. Angka tersebut dinilai menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan dunia usaha pada 2026.

    “Pengangguran orang muda masih cukup tinggi, sekitar 17%. Ini yang akan menjadi pr bagi kita pada 2026,” ujar Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, dalam konferensi pers di kantor pusat Apindo, Jakarta, Senin (8/12/2025).

    Dikatakan Bob, mayoritas pengangguran muda berasal dari lulusan SMA, dengan proporsi 8%–9%, sementara pengangguran lulusan SD tercatat jauh lebih rendah, hanya sekitar 2%.

    Ia menilai rendahnya pengangguran lulusan SD berkaitan dengan fleksibilitas mereka dalam menerima pekerjaan.

    “Mungkin karena yang SD enggak milih-milih kerjaannya, pekerjaan apa saja diambil,” tambahnya.

    Untuk menekan pengangguran generasi muda, Apindo menegaskan pentingnya mendorong investasi yang mampu menyerap tenaga kerja, terutama bagi lulusan pendidikan menengah ke atas.

    Namun, Bob mengingatkan bahwa daya serap investasi terhadap tenaga kerja terus melemah. Pada 2013, investasi Rp 1 triliun mampu menyerap sekitar 4.500 tenaga kerja, tetapi pada 2025 hanya 1.364 tenaga kerja.

    “Ini menandakan bahwa struktur investasi semakin mengarah ke padat modal,” jelasnya.

    Bob juga menyoroti kualitas tenaga kerja nasional yang masih didominasi lulusan pendidikan dasar mencapai 30%, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan produktivitas.

    Meski demikian, Apindo melihat adanya perkembangan positif pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun dari 5,3% menjadi 4,7% pada 2025. Namun, tantangan struktural tetap besar, terutama karena sektor informal masih mendominasi 60% lapangan kerja, sementara sektor formal baru menyerap sekitar 40% pekerja.

    Bob menambahkan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor manufaktur yang lebih lambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Padahal, sektor manufaktur selama ini menjadi penyumbang utama lapangan kerja formal.

  • Purbaya Kembali Ultimatum Bea Cukai: Setahun Berbenah atau Dirumahkan

    Purbaya Kembali Ultimatum Bea Cukai: Setahun Berbenah atau Dirumahkan

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengeluarkan ultimatum keras kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terkait upaya pemberantasan praktik under invoicing dan penyimpangan lainnya. Menkeu menegaskan, apabila dalam satu tahun tidak ada perubahan signifikan, seluruh pegawai Bea Cukai berpotensi dirumahkan.

    Pernyataan tegas itu disampaikan Purbaya saat menjawab pertanyaan anggota DPR mengenai langkah konkret pemerintah menghapus praktik under invoicing, yaitu tindakan mengecilkan nilai barang impor dari harga sebenarnya untuk menghindari pungutan negara.

    “Saya bilang ke mereka (Bea Cukai), kalau Anda enggak bisa perbaiki dalam waktu setahun, ada kemungkinan besar Bea Cukai akan dirumahkan seluruh pegawainya,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Senin (8/12/2025).

    Purbaya menjelaskan, ia telah meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo untuk melakukan pembenahan menyeluruh di lingkungan Bea Cukai. Saat ini, sekitar 16.000 pegawai terancam dirumahkan apabila reformasi tidak menunjukkan hasil nyata.

    Ia menegaskan, ancaman tersebut bukan sekadar peringatan administratif. Apabila praktik penyimpangan tetap terjadi, pegawai Bea Cukai bisa dirumahkan hingga pensiun tanpa menerima gaji.

    Menurutnya, tekanan tegas diperlukan agar pegawai Bea Cukai segera berbenah. Pemerintah disebut sudah melakukan perombakan besar-besaran, terutama terkait pengawasan dan teknologi informasi.

    Purbaya menyoroti, integrasi sistem informasi mineral dan batubara antarkementerian/lembaga (Simbara) belum berjalan optimal meski diklaim terhubung. Untuk mempercepat perbaikan, pemerintah membentuk tim di Lembaga Nasional Single Window (LNSW) yang melaporkan perkembangan setiap minggu.

    Selain itu, pemerintah memperbarui peralatan pemindai (scanner) yang telah ditempatkan di pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, Semarang, dan Belawan. Ke depan, seluruh hasil pemindaian akan terkoneksi langsung dengan pusat agar keputusan tidak lagi dibuat di daerah.

    Ia memastikan pemerintah telah mengeluarkan sumber daya besar untuk memperbaiki tata kelola Bea Cukai. Meski praktik penyimpangan tak mungkin hilang sepenuhnya, Purbaya berharap angkanya bisa ditekan drastis.

  • Ekonomi RI 2026 Diprediksi Tumbuh, Apindo Wanti-wanti Risiko Q2-Q3

    Apindo Prediksi Ekonomi RI pada 2026 Tumbuh 5-5,4 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan berada pada kisaran 5 persen hingga 5,4 persen. Rentang proyeksi yang cukup lebar ini mencerminkan ketidakpastian global yang masih membayangi ekonomi nasional.

    Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan prospek ekonomi 2026 relatif tidak jauh berbeda dengan 2025.

    “Kenapa rentangnya begitu besar? Karena kita masih melihat banyak sekali ketidakpastian juga,” ujar Shinta dalam konferensi pers di kantor Apindo, Jakarta, Senin (8/12/2025).

    Menurut Apindo, kuartal I 2026 berpeluang menjadi periode pertumbuhan ekonomi terkuat, didorong faktor musiman seperti tahun baru, Imlek, dan Ramadan. Momentum ini biasanya meningkatkan konsumsi rumah tangga, perdagangan, dan aktivitas pariwisata.

    Namun, Shinta mengingatkan bahwa kuartal II dan III 2026 perlu diwaspadai. Hilangnya faktor musiman dapat menekan laju pertumbuhan apabila tidak diimbangi oleh dorongan investasi dan peningkatan produktivitas.

    Meski demikian, pelaku usaha tetap melihat peluang positif pada 2026, meski dibayangi risiko global seperti ketegangan geopolitik dan dinamika perdagangan internasional.

    “We are optimistic but cautious. Jadi, saya selalu bilang optimistis dengan penuh kehati-hatian,” pungkas Shinta.

  • Apindo Terus Pantau Dampak Ekonomi Banjir Sumatera

    Apindo Terus Pantau Dampak Ekonomi Banjir Sumatera

    Jakarta, Beritasatu.com — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera telah menimbulkan kerugian signifikan bagi dunia usaha, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan lokal, agribisnis, hingga industri pengolahan. Namun, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional masih terus dipantau karena proses penanganan bencana masih berlangsung.

    Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan dunia usaha saat ini masih memfokuskan perhatian pada upaya cepat membantu para korban di wilayah terdampak. Evaluasi dampak bencana terhadap kinerja ekonomi 2026 belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

    “Terus terang kami belum bisa mengevaluasi sejauh mana itu akan berdampak ke 2026. Tapi kalau kami lihat sekarang ini kita masih dalam tahapan penanggulangan,” ujar Shinta dalam konferensi pers di kantor Pusat Apindo, Jakarta, Senin (8/12/2025).

    Berdasarkan pemetaan sementara, sektor yang paling terdampak berada di lapisan bawah perekonomian, yakni UMKM dan perdagangan lokal. Banyak pelaku usaha kecil kehilangan stok, aset, hingga pasar akibat kerusakan fisik dan terhentinya aktivitas ekonomi masyarakat.

    “Dari pemetaan yang sementara kami terima, itu sektor yang paling berdampak adalah justru yang tentunya UMKM-UMKM dan perdagangan lokal ya,” jelas Shinta.

    Dampak bencana juga merambat ke sektor manufaktur dan industri pengolahan, terutama yang bergantung pada pasokan bahan baku dari wilayah Sumatra. Selain terganggunya permintaan, gangguan utilitas seperti listrik dan air turut memperberat operasional industri.

    “Terganggunya juga permintaan manufaktur dan industri pengolahan terutama yang bergantung pada suplai bahan baku dari Sumatera. Jadi ini juga satu sektor yang harus jadi perhatian kita,” ucap Shinta.

    Selain itu, sektor agribisnis ikut terpukul akibat kerusakan lahan pertanian. Dampak lanjutan juga dirasakan sektor transportasi dan logistik menyusul terputusnya akses jalan dan jembatan di sejumlah daerah terdampak. Kondisi ini memicu gangguan pasokan dan meningkatkan biaya logistik secara agregat.

    “Transportasi dan logistik karena terputusnya akses jalan, jembatan dan lain-lain. Kondisi ini juga menciptakan supply shock ya, menekan output regional dan meningkatkan biaya logistik juga secara agregat,” kata Shinta.

    Meski demikian, Shinta menilai dampak bencana terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan kemungkinan tidak terlalu besar, meskipun tetap perlu diwaspadai.

    “Kalau kita melihat dampak konsumsi dari daerah yang bersangkutan mungkin tidak terlalu besar kalau untuk keseluruhan ekonomi Indonesia. Jadi kalau saya lihat mungkin kalaupun ada dampak mungkin enggak akan, so far sih kelihatannya nggak akan sampai,” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Apindo Sanny Iskandar menambahkan bencana yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga dipengaruhi oleh masih lemahnya kepedulian terhadap aspek lingkungan, sehingga memperbesar risiko dan dampak kerusakan yang terjadi di berbagai daerah.

    “Situasi kondisi bencana-bencana alam yang terjadi itu karena salah satu penyebabnya mungkin terlepas curah hujan yang tinggi dan segala macam. Namun karena kurang atau tidak ada kepedulian juga yang terkait dengan masalah-masalah ramah lingkungan tadi,” ujar Sanny.

  • Bentuk Syukur Dapat Umrah dari PNM, Tangis Haru Nasabah PNM Mekaar Pecah di Sujud Pertama

    Bentuk Syukur Dapat Umrah dari PNM, Tangis Haru Nasabah PNM Mekaar Pecah di Sujud Pertama

    Jakarta, Beritasatu.com – Suasana haru menyertai keberangkatan para nasabah PNM Mekaar penerima reward Umrah dan perjalanan ke Hong Kong, yang pada periode ini diberikan kepada 117 nasabah. Di antara rasa syukur dan perjalanan spiritual yang mereka jalani, ada satu hal yang mereka bawa dari rumah yaitu doa untuk saudara-saudara di Sumatra yang terdampak bencana.

    Salah satunya datang dari Nursakinah, nasabah Mekaar asal Kabanjahe, yang untuk pertama kalinya melangkah menuju Tanah Suci.

    “Terima kasih kepada PNM yang sudah memberi kesempatan ini. Saya ingin membawa doa untuk saudara-saudara kita di Sumatra yang sedang tertimpa musibah. Saya juga mau mendoakan anak saya yang sekolah di Panyabungan supaya bisa segera saya kunjungi. Semoga masyarakat di sana diberikan kekuatan untuk bangkit lagi,” ujar Nursakinah.

    Bagi para nasabah, reward Umrah bukan sekadar perjalanan ibadah. Ini adalah ruang sunyi untuk membawa harapan keluarga dan komunitas, sekaligus kesempatan untuk memanjatkan doa-doa yang selama ini mereka simpan dalam hati. Di depan Ka’bah, doa itu terasa lebih dekat dan lebih tulus.

    Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa inilah esensi pemberdayaan yang ingin dijaga oleh  PNM keberanian perempuan untuk tumbuh, sekaligus kehangatan mereka dalam saling menguatkan.

    “Kami percaya bahwa pemberdayaan bukan hanya tentang usaha, tapi juga tentang hati yang saling menjaga. Doa yang dibawa para nasabah ke Tanah Suci menunjukkan betapa kuatnya ikatan komunitas Mekaar. Kebahagiaan memang selalu terasa lebih penuh saat kita saling menguatkan,” ujar Dodot.

    PNM terus menghadirkan ruang agar setiap langkah kecil para nasabah bisa menjadi inspirasi besar. Dari rumah-rumah sederhana di desa hingga Tanah Suci di Mekkah, kekuatan itu terus tumbuh bersama.

  • Apindo Prediksi Ekonomi RI Kuartal IV 2025 hanya 5,3 Persen

    Apindo Prediksi Ekonomi RI Kuartal IV 2025 hanya 5,3 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 hanya berada dalam kisaran 5,1 persen hingga 5,3 persen. Proyeksi ini lebih rendah dari target pemerintah yang memproyeksikan pertumbuhan mencapai 5,6 persen pada akhir tahun.

    “Pertumbuhan kuartal keempat diperkirakan itu akan mencapai 5,1 sampai 5,3 persen. Jadi mungkin kita tidak seoptimistis pemerintah sampai 5,6 persen,” ujar Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, dalam konferensi pers di kantor DPN Apindo, Jakarta, Senin (8/12/2025).

    Meski berada di bawah target pemerintah, Apindo menilai masih ada peluang penguatan ekonomi pada kuartal IV 2025 berkat momentum musiman akhir tahun, seperti Natal dan tahun baru yang biasanya mendorong konsumsi dan aktivitas perdagangan nasional.

    Shinta menambahkan, percepatan belanja pemerintah dan penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) dan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) ke perbankan nasional sebesar Rp 276 triliun juga memberi dorongan tambahan bagi ekonomi pada akhir tahun.

    Secara keseluruhan, Shinta menilai perekonomian Indonesia sepanjang 2025 masih terjaga dengan pola pertumbuhan stabil. Ekonomi nasional tumbuh 4,78 persen pada kuartal I, meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II, dan berada di 5,04 persen pada kuartal III.

    Untuk sepanjang 2025, Apindo memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5 persen hingga 5,2 persen secara tahunan (yoy).