Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Prabowo Akan ke KEK Batang Tinjau Investasi Tiongkok Rp 16 Triliun

    Prabowo Akan ke KEK Batang Tinjau Investasi Tiongkok Rp 16 Triliun

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (20/03/2025) untuk melihat investasi Tiongkok.

    Dalam kunjungan tersebut, Prabowo akan meninjau kerja sama “Two Countries Twin Parks” antara Indonesia dengan Provinsi Fujian, Tiongkok, yang memiliki nilai investasi sebesar Rp 16 triliun.

    “Tadi kami menyampaikan perkembangan perekonomian dan rencana terkait dengan kawasan ekonomi khusus. Tadi Bapak Presiden menyatakan terkait kawasan ekonomi khusus di Batang,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, (18/3/2025).

    Dikatakan Airlangga, kerja sama investasi tersebut sebelumnya pernah dibahas saat Prabowo berkunjung ke China menemui Presiden Xi Jinping, sehingga kunjungan ke Batang nanti merupakan tindak lanjut dari pertemuan tersebut.

    “Direncanakan mereka akan investasi Rp 16 triliun dan ini menjadi pembicaraan saat presiden bertemu dengan Presiden Xi Jin Ping. Sesudah ini merupakan tindak lanjut pertemuan tersebut,” ucapnya.

    Selain itu, Airlangga juga melaporkan perkembangan kawasan ekonomi khusus lainnya, seperti perluasan KEK Nongsa di Batam dan rencana masuknya beberapa pusat data.

    “Kami menjelaskan mengenai perkembangan kawasan di Nongsa yang akan ada perluasan yang juga mengundang Bapak Presiden untuk hadir karena ada rencana beberapa data center akan masuk ke sana,” ucapnya.

    Sementara di KEK Singhasari di Malang, Airlangga menyebut King College telah beroperasi, dan akan bergabung Queen Mary sebagai bagian dari Russell Group.

    “Ini adalah merupakan bagian dari keluarga Russell Group atau yang memiliki selain King College, juga Queen Mary dan juga ada Imperial College,” tutupnya Airlangga terkait investasi asing di Indonesia.

  • Wamenkeu Sebut Performa SBN Positif meski IHSG Anjlok 6,12 Persen

    Wamenkeu Sebut Performa SBN Positif meski IHSG Anjlok 6,12 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono merespons santai terkait anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Selasa (18/3/2025). Menurutnya, meskipun IHSG anjlok, surat berharga negara (SBN) justru menunjukkan performa positif.

    “Lihat SBN kita, bagus sekali hari ini,” ujar Thomas saat ditemui di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/3/2025).

    Ia tetap optimistis pasar keuangan Indonesia dalam kondisi aman meskipun IHSG mengalami penurunan tajam.

    Pada perdagangan sesi I, IHSG anjlok 6,12% atau turun 395,8 poin ke level 6.076. Kondisi ini memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 11.19 WIB pada sistem Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 11.49 WIB.

    Tim riset Kiwoom Sekuritas Indonesia (KSI Research) menjelaskan tekanan terhadap IHSG dipicu oleh berbagai sentimen negatif yang membuat investor bersikap lebih spekulatif.

    “Saat ini status pasar masih highly speculative. Banyaknya sentimen yang bergulir membuat investor semakin nervous,” tulis KSI Research dalam risetnya.

    Sejumlah faktor yang menjadi perhatian investor, antara lain gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal menjelang Hari Raya Idulfitri serta penurunan peringkat kredit Indonesia oleh Fitch, S&P, dan Moody’s. Sebelumnya, Morgan Stanley dan Goldman Sachs menyebut IHSG mengalami downgrade.

    Meski IHSG anjlok, Wamenkeu Thomas Djiwandono menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, terutama dengan performa positif dari surat berharga negara (SBN). Pemerintah terus memantau kondisi pasar dan berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

  • Prabowo Instruksikan agar KUR Disalurkan ke Sektor Produktif

    Prabowo Instruksikan agar KUR Disalurkan ke Sektor Produktif

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto meminta agar Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih banyak disalurkan ke sektor-sektor produktif, seperti perikanan dan industri pengolahan.

    Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, setelah bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (18/3/2025).

    Dalam konferensi pers, Airlangga menjelaskan bahwa Presiden mengarahkan agar komite KUR mendorong peningkatan pembiayaan bagi sektor usaha produktif.

    Saat ini, penyaluran KUR masih didominasi oleh sektor perdagangan sebesar 48,4%, diikuti oleh sektor pertanian sebesar 29%, dan sektor jasa sebesar 14,2%.

    Sementara itu, sektor perikanan hanya memperoleh 1,7% dan sektor industri pengolahan sebesar 7,6%, yang dinilai masih relatif kecil. 
    Presiden meminta agar pembiayaan di sektor-sektor produktif tersebut dapat ditingkatkan.

    Sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan KUR, Airlangga menyebut bahwa akan ada revisi Keputusan Presiden (Keppres) terkait KUR, yang akan memasukkan menteri koordinator bidang pangan serta menteri koordinator pemberdayaan masyarakat dalam komite yang mengelola program tersebut.

  • Fokus Kelola APBN, Sri Mulyani Bantah Isu Mundur

    Fokus Kelola APBN, Sri Mulyani Bantah Isu Mundur

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmennya untuk tetap mengemban amanah dalam mengelola keuangan negara. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap kabar yang menyebut dirinya akan mundur dari jabatan Menteri Keuangan.

    “Saya tegaskan, saya tetap di sini, berdiri, dan tidak mundur. Saya bersama Kementerian Keuangan akan terus mengelola APBN dan menjaga keuangan negara,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Selasa (18/3/2025).

    Sri Mulyani menekankan bahwa dirinya tetap fokus menjalankan kebijakan fiskal sesuai dengan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan fiskal memiliki peran krusial dalam mendukung pencapaian program pembangunan pemerintah.

    “Terkait berbagai rumor mengenai posisi saya, hingga saat ini saya tetap menjalankan tugas negara dan kepercayaan presiden untuk mengelola APBN secara profesional,” ujarnya.

    Sri Mulyani juga menegaskan bahwa Kemenkeu bertanggung jawab menjaga keuangan negara sebagai instrumen utama dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Selain itu, Kemenkeu berkomitmen menjalankan kebijakan fiskal secara konsisten guna mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi perekonomian dalam negeri.

    “Kami tetap berdiri teguh dan fokus mengelola APBN,” tambahnya.

    Sebelumnya, beredar kabar bahwa Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akan mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih setelah Idulfitri.

    Secara terpisah, Airlangga Hartarto juga membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa dirinya akan tetap menjalankan tugas sesuai amanah Presiden Prabowo Subianto.

    “Saya tetap bekerja, fokus, dan tidak ada rencana mundur,” ujar Airlangga.

    Dengan pernyataan tegas, Sri Mulyani menepis semua rumor terkait pengunduran dirinya dan menegaskan komitmennya dalam mengelola keuangan negara.

  • IHSG Anjlok, Komisi XI DPR Minta Investor Tenang dan Tidak Gegabah

    IHSG Anjlok, Komisi XI DPR Minta Investor Tenang dan Tidak Gegabah

    Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi XI DPR  Ahmad Najib Qodratullah meminta para investor untuk tenang dan menghindari keputusan yang impulsif dalam menghadapi penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada perdagangan, Selasa (18/3/2025).

    Najib sapaanya mengingatkan, fluktuasi  pasar adalah hal yang wajar sehingga penting untuk tidak membuat keputusan investasi yang hanya berdasarkan emosi sesaat.

    “Tetap tenang dan hindari keputusan impulsif. Fluktuasi pasar adalah hal yang wajar. Penting untuk tidak membuat keputusan investasi berdasarkan emosi sesaat,” kata Najib, Selasa (18/3/2025).

    Lebih lanjut, Najib menyarankan para investor untuk kembali mengevaluasi portofolio investasi yang melantai.  Najib mengatakan, pentingnya meninjau aset yang dimiliki dan memastikan portofolio guna meminimalkan risiko.

    “Tinjau kembali aset yang dimiliki dan pastikan portofolio telah terdiversifikasi dengan baik untuk meminimalkan risiko,” jelas Najib.

    Najib mengusulkan, para investor dapat fokus kepada fundamental perusahaan saat melakukan investasi. Najib menegaskan, pentingnya mempertimbangkan berinvestasi pada perusahaan dengan fundamental kuat karena cenderung lebih tahan terhadap gejolak pasar.

    “Pertimbangkan untuk berinvestasi pada perusahaan dengan fundamental kuat yang cenderung lebih tahan terhadap gejolak pasar,” imbuh Najib.

    Najib turut mendorong, upaya konsultasi dengan penasihat keuangan di tengah situasi seperti saat ini. Dia berharap, para investor dapat mendiskusikan urusan investasi dengan profesional yang berpengalaman untuk mendapatkan pandangan objektif.

    “Terakhir, pantau perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah. Tetap update dengan berita ekonomi dan kebijakan yang dapat mempengaruhi pasar untuk membuat keputusan yang lebih informasional,” beber Najib.

    Sekretaris  Fraksi PAN DPR ini pun yakin, dengan pendekatan yang bijak dan informasi yang tepat investor dapat menghadapi volatilitas pasar dengan lebih percaya diri dan meminimalkan potensi kerugian.

    Diketahui, IHSG sempat anjlok dalam pada perdagangan hari ini. Bursa Efek Indonesia bahkan sempat menghentikan perdagangan sementara atau trading halt jelang sesi I berakhir karena sudah anjlok lebih dari 5%.

    Pada sesi II, IHSG perlahan bangkit. Per pukul 14.35 WIB, koreksi IHSG terpangkas menjadi 3,48% ke level 6.246,98.

    Direktur Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengatakan bahwa penurunan IHSG sudah terjadi sejak pekan lalu. Isu global dan beberapa hal terjadi. “Saat ini investor sedang wait and see, penurunannya sebagai besar karena asing,” katanya mengenai IHSG anjlok di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (18/3/2025).

  • IHSG Anjlok Drastis! Airlangga Bergegas Temui Prabowo di Istana

    IHSG Anjlok Drastis! Airlangga Bergegas Temui Prabowo di Istana

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, (18/3/25), setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) turun drastis.

    Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, Airlangga tiba sekitar pukul 15.46 WIB. Ia mengatakan kedatangannya untuk melaporkan kondisi perekonomian terkini, termasuk soal IHSG yang anjlok parah hingga 6% ke level psikologis 6.000, Selasa (18/3/2025).

    “Ya tentu perkembangan perekonomian akan dilaporkan ke Bapak Presiden,” kata Airlangga setibanya di Istana.

    Airlangga menjelaskan, banyak faktor yang memengaruhi anjloknya IHSG. Ia pun meminta agar publik menunggu rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), pada Rabu (19/3/2025).

    “Kita lihat secara global kan besok ada FOMC meeting. Nah tentu market masih menunggu. Yang kedua juga rapat gubernur BI tentu juga akan ditunggu oleh publik,” ucapnya.

    “Ketika ada saham-saham yang turun akibat mungkin laporan keuangannya atau informasinya keluar, ini ada satu grup lah yang turunnya cukup dalam. Kemudian tentu kita melihat juga karena regulasi halt yang 5% itu yang kemarin juga diberlakukan saat Covid-19. Tentu ini perlu ada review juga mengenai regulasi tersebut,” tambahnya.

    Ketika ditanya, apakah dengan anjloknya IHSG memengaruhi perekonomian, Airlangga mengeklaim secara fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Menurutnya, penurunan saham seperti IHSG juga terjadi di berbagai negara.

    “Ini terjadi di berbagai negara saham naik turun itu biasa dan saham-saham negara lain minggu lalu turun cukup dalam dan sekarang mungkin kita yang kemarin belum terlalu kena. Namun, sekarang kena imbas satu dua hari,” tutupnya.

    Sebelumnya, IHSG anjlok sangat dalam hingga 6,12% pada perdagangan sesi I,  Selasa (18/3/2025). Penurunan ini merupakan yang terdalam sejak September 2021.

    BEI sempat melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 11.19 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) karena IHSG anjlok lebih dari 5%.

    Perdagangan saham akhirnya dibuka kembali pada pukul 11.49 waktu JATS, tetapi semakin anjlok hingga lebih dari 6 persen.

    Setelah jeda siang, IHSG secara perlahan mulai bergerak naik, meskipun masih anjlok cukup dalam. IHSG hari ini ditutup turun 249,55 poin atau 3,84 persen hingga ditutup di level 6.223,3
     

  • IHSG Rontok, Filipina dan Korsel Jadi Magnet Baru bagi Investor Asing

    IHSG Rontok, Filipina dan Korsel Jadi Magnet Baru bagi Investor Asing

    Jakarta, Beritasatu.com – Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir membuat investor asing mulai mencari alternatif di negara lain yang menawarkan kebijakan lebih ramah investasi.

    Di tengah ketidakpastian pasar Indonesia, Filipina dan Korea Selatan (Korsel) muncul sebagai destinasi investasi yang semakin menarik, didukung oleh insentif pajak serta kebijakan pro-investor.

    “Di Korea Selatan, terdapat insentif pajak dan kebijakan yang lebih mendukung investor,” ujar Financial Educator Sucor Sekuritas Danika Augusta Sari, dalam acara Investor Market Closing, Selasa (18/3/2025).

    Danika menjelaskan bahwa pemerintah Korsel telah membatalkan rencana penerapan pajak atas keuntungan modal bagi pendapatan investasi saham di atas 50 juta won, yang sebelumnya dirancang oleh pemerintahan terdahulu. 
    Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mempertahankan daya tarik pasar modal di negara tersebut. Selain itu, pemerintah Korsel juga berkomitmen merevisi aturan short selling guna memastikan kesetaraan antara investor ritel dan institusi.

    “Selain itu, Filipina juga semakin memperkuat kerja sama bilateral dengan Korea Selatan sejak Oktober 2024,” tambahnya.

    Pada Oktober 2024, Filipina meningkatkan hubungan kerja sama dengan Korea Selatan, khususnya di sektor ekonomi dan pertahanan. Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Seoul menawarkan bantuan finansial senilai US$ 2 miliar untuk mendukung proyek infrastruktur di Filipina.

    Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik negara tersebut bagi investor global. Dengan kebijakan pro-investor yang semakin solid, Filipina dan Korea Selatan kini menjadi destinasi investasi yang semakin kompetitif, sementara IHSG masih menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.

    Diketahui, IHSG mengalami penurunan tajam sebesar 6,12% pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (18/3/2025). Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat melakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan selama 30 menit setelah IHSG anjlok 5,02%.

    Secara regional, pelemahan IHSG hari ini justru berbanding terbalik dengan kinerja indeks saham Asia lainnya yang mengalami penguatan. Hang Seng naik 1,87%, sementara Nikkei dan Shanghai masing-masing menguat 1,30% dan 0,09%.

  • IHSG Anjlok, Komisi XI DPR Minta Investor Tenang dan Tidak Gegabah

    Sentuh Level Terendah 6.011, IHSG Hari Ini Anjlok 3,84 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini anjlok signifikan sebesar 249,55 poin atau 3,84 persen hingga ditutup di level 6.223,3 pada perdagangan Selasa (18/3/2025). Tren negatif ini memperpanjang pelemahan selama empat hari berturut-turut.

    IHSG hari ini dibuka di level 6.458 dan bergerak di rentang 6.011-6.465. Menjelang siang atau penutupan sesi I perdagangan bursa, BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 11.19 WIB karena IHSG anjlok 5,02 persen atau 325 poin ke level 6.146,9.

    Setelah jeda siang, IHSG kembali dibuka dan mulai bergerak naik, meskipun masih terkoreksi tajam. Sebelumnya, pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (18/3/2025), IHSG anjlok hingga 6,12 persen atau 395,8 poin ke level 6.076.

    Pada perdagangan IHSG hari ini, tercatat sebanyak 118 saham mencatat kenaikan, sementara 554 saham mengalami penurunan, dan 139 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 19,21 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 29,28 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1.547.853 kali.

    Seluruh sektor saham tertekan pada perdagangan hari ini. Sektor teknologi mencatat pelemahan paling dalam dengan penurunan sebesar 10,1 persen. Diikuti oleh sektor barang baku yang melemah 6,2 persen, sektor energi turun 3,4 persen, sektor barang konsumsi non-primer turun 3,3 persen, dan sektor infrastruktur mengalami koreksi 3,1 persen.

    Di saat IHSG hari ini mengalami tekanan, mayoritas indeks saham di kawasan Asia justru bergerak positif. Indeks Nikkei (Jepang) naik 1,2 perse, Shanghai Composite (China) menguat 0,1 persen, Hang Seng (Hong Kong) melonjak 2,4 persen, dan Straits Times (Singapura) bertambah 0,8 persen.

    Meski IHSG merosot, beberapa saham tetap menunjukkan performa luar biasa dan masuk dalam daftar top gainers dengan kenaikan hingga 24 persen dalam sehari.

    Salah satu saham dengan kenaikan tertinggi adalah PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), yang mencapai batas auto rejection atas (ARA) setelah melonjak 24,7 persen

    Saham lain yang mengalami lonjakan signifikan di antaranya, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT), naik 23,2 persen, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), menguat 19,6 persen, PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), bertambah 15,3 persen, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 14 persen.

    Saat IHSG hari ini turun, saham unggulan LQ45 juga catat penurunan 2,79 persen, diikuti saham syariah Jakarta Islamic Index (JII) anjlok 3,56 persen, dan Investor33 melemah 2,54 persen.

  • Sri Mulyani Hanya Kambing Hitam Anjloknya IHSG

    Sri Mulyani Hanya Kambing Hitam Anjloknya IHSG

    Jakarta, Beritasatu.com – Isu mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut sebagai pemicu  indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok sebesar 395,8 poin atau 6,12% ke level 6.076 pada perdagangan sesi I, Selasa (18/3/2025).

    Ekonom sekaligus pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai, isu mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bukanlah akar masalah dari hal ini.

    “Menjadikan faktor eksternal atau figur politis sebagai kambing hitam justru mengalihkan perhatian dari akar masalah sebenarnya, yakni kerapuhan struktural ekonomi Indonesia yang diperparah oleh kebijakan populis jangka pendek bertumpu utang,” ungkap Achmad pada Selasa (18/3/2025).

    Achmad menjelaskan, IHSG anjlok bukan sekadar refleksi ketidakpastian global, melainkan sinyal alarm bahwa model ekonomi Indonesia terlalu bergantung pada komoditas, minim inovasi, dan terjebak dalam siklus utang untuk membiayai program pemerintahan saat ini.

    “Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah terus menggoda risiko dengan menggenjot program populis, seperti makan bergizi gratis, subsidi energi, Bantuan Langsung Tunai, dan pembangunan infrastruktur megah, seperti IKN yang tidak produktif,” kata Achmad.

    Menurut Achmad, berbagai kebijakan ini tidak hanya membebani keuangan negara, tetapi juga mengganggu kredibilitas fiskal di mata investor. Oleh karenanya, asing terus menarik dana dari pasar saham Indonesia, dengan arus keluar modal asing mencapai Rp 10 triliun dalam sebulan terakhir.

    “IHSG anjlok adalah cermin ketidakpercayaan investor terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Sri Mulyani mundur atau tidak, IHSG tidak akan pulih selama kebijakan ekonomi hanya mengutamakan pencitraan politis,” tegasnya.
     

  • BEI Ungkap Biang Kerok IHSG Turun hingga Terapkan Trading Halt

    BEI Ungkap Biang Kerok IHSG Turun hingga Terapkan Trading Halt

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memberikan penjelasan terkait penghentian sementara perdagangan (trading halt) yang terjadi pada perdagangan hari ini. BEI menerapkan trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% pada sesi pertama perdagangan hari ini.

    “Sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) di Bursa Efek Indonesia, ketika penurunan indeks mencapai lebih dari 5%, kami melakukan trading halt. Perdagangan dihentikan sementara selama 30 menit, kemudian dibuka kembali,” ujar Iman kepada wartawan di BEI, Jakarta, Selasa (18/3/2025).

    Ia melanjutkan, pada lanjutan perdagangan setelah trading halt sudah kembali berlangsung normal dan bahkan mengalami perbaikan.

    “Semua ini berjalan secara otomatis sesuai SOP kami,” ujar Iman terkait pergerakan IHSG.

    Menurut Iman, tidak ada faktor tunggal yang menyebabkan IHSG mengalami penurunan tajam. Pelemahan indeks dipengaruhi oleh berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

    “Penurunan indeks ini sebenarnya sudah terjadi sejak minggu lalu. Beberapa isu global turut memengaruhi pasar, sehingga investor cenderung bersikap wait and see. Jika kita perhatikan, sebagian besar aksi jual hari ini dilakukan oleh investor asing, yang kemungkinan merespons perkembangan terbaru terkait Donald Trump. Faktor ini menjadi salah satu pemicu tekanan terhadap indeks saham kita,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Iman menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI berada dalam kondisi sehat, sehingga investor tidak perlu khawatir.

    “IHSG merupakan refleksi dari berbagai faktor, tidak hanya kondisi domestik. Dari sisi fundamental, kinerja perusahaan tercatat cukup baik. Jika kita lihat laporan keuangan tahun 2024, sebagian besar perusahaan menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun 2023. Jadi, tidak ada masalah fundamental, yang terjadi lebih kepada persepsi atau sentimen investor terhadap kondisi pasar saham kita,” tutup Iman terkait pergerakan IHSG hari ini.