Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Anjlok Lagi, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah Hampir 2 Persen

    Anjlok Lagi, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah Hampir 2 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok lagi pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (21/3/2025).

    Sejak awal perdagangan, IHSG tertahan di zona merah, hingga akhirnya ditutup pada level 6.258,1 atau melemah 123,4 poin (1,94 persen).

    IHSG hari ini bergerak dalam rentang 6.218-6.426. Sebanyak 135 saham yang diperdagangkan hari ini menguat. Sementara itu, sebanyak 476 saham turun, dan sebanyak 187 saham stagnan.

    Perdagangan IHSG pada hari ini mencatatkan 21,6 miliar lembar saham senilai Rp 21,6 triliun dari 1,2 juta kali transaksi.

    Pada saat IHSG hari ini anjlok, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini juga masih melemah. Dikutip dari data Bloomberg di pasar spot exchange, rupiah pada Jumat sore berada pada level Rp 16.501 per dolar AS atau melemah 16,5 poin (0,10 persen).

  • Petroganik Tingkatkan Produktivitas Padi dan Lestarikan Lingkungan

    Petroganik Tingkatkan Produktivitas Padi dan Lestarikan Lingkungan

    Blora, Beritasatu.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah sekitar 17,2 persen dengan menggunakan pupuk organik bersubsidi Petroganik. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil program “Rembuk Tani & Panen Raya Petroganik” di Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Jumat (21/3/2025).
     
    Produktivitas budidaya padi petani sebelumnya hanya 6,5 ton per hektar. Sementara produktivitas padi lahan demonstration plot (demplot) atau lahan percontohan Petroganik di Desa Kamolan, Blora meningkat menjadi 7,4 ton per hektar. Hal ini dikarenakan penggunaan Petroganik secara konsisten dan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan pertanian berkelanjutan.

  • Struktur Danantara Akan Diumumkan Senin Pekan Depan

    Struktur Danantara Akan Diumumkan Senin Pekan Depan

    Jakarta, Berisatu.com – CEO Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani mengungkapkan, struktur resmi badan pengelola investasi itu akan diumumkan pada Senin (24/3/2025) pukul 12.00 WIB.

    Pernyataan ini disampaikan Rosan setelah tiba di Istana Kepresidenan pada Jumat (21/3/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

    “Senin pukul 12.00 siang,” jawabnya ketika ditanya mengenai struktur organisasi Danantara.

    Mengenai lokasi pengumuman, Rosan belum bisa memberikan kepastian. Namun, ia menegaskan bahwa kepengurusan Danantara akan disampaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

    Ketika ditanya tentang sosok yang akan bergabung dalam struktur tersebut, Rosan memilih untuk tidak menyebutkan nama-nama secara rinci. 

    Meski demikian, ia memastikan sudah memiliki daftar individu yang akan menempati posisi penting di perusahaan tersebut.

    Namun, ia tak menjawab ketika media bertanya sosok yang akan mengumumkan, apakan presiden atau pihak lain.

    Ia meminta publik menunggu sampai hari H pengumuman struktur Danatara pada Senin pekan depan.

    Di sisi lain, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria memastikan, struktur Danantara telah selesai disusun dan siap diumumkan.

    Menurutnya, individu yang terpilih merupakan para profesional terbaik di bidangnya, dengan rekam jejak serta pengalaman yang mumpuni.

    Selain ungkap struktur Danantara, ia juga menjelaskan langkah strategis, yakni target pengalihan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Danantara yang diharapkan dapat rampung sebelum akhir Maret 2025.
     

  • Permudah Warga RI, Rumah Sakit di Malaysia Terapkan QRIS

    Permudah Warga RI, Rumah Sakit di Malaysia Terapkan QRIS

    Jakarta, Beritasatu.com – Rumah Sakit Adventist Penang resmi mengadopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran.

    Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah warga negara Indonesia (WNI) yang menjalani pemeriksaan kesehatan maupun pengobatan di rumah sakit tersebut dalam melakukan transaksi keuangan.

    Pasien dapat melakukan pembayaran secara nontunai dengan hanya memindai QRIS atau DuitNow QR Code yang telah disediakan pihak rumah sakit, menggunakan aplikasi pembayaran berbasis rupiah.

    Konsul Jenderal RI Penang Wanton Saragih mengatakan, implementasi QRIS ini merupakan langkah positif dari manajemen rumah sakit dalam menanggapi dorongan dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Penang yang mendukung penerapan sistem pembayaran ini di wilayah kerjanya.

    “KJRI Penang terus mendorong berbagai pihak, termasuk rumah sakit, apotek, pusat perbelanjaan, dan sektor usaha lainnya untuk menerapkan QRIS. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi WNI dalam melakukan transaksi keuangan,” ungkap Wanton pada Jumat (21/3/2025).

    Ia menambahkan bahwa inisiatif ini juga merupakan bagian dari kesepakatan antara bank sentral Indonesia dan Malaysia terkait transaksi pembayaran dengan mata uang lokal dalam kerangka Local Currency Transaction (LCT), yang telah disepakati sejak 2018.

    Penggunaan QRIS diharapkan dapat menyederhanakan proses transaksi, meningkatkan keamanan dengan mengurangi kebutuhan membawa uang tunai, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (US$).

    Selain itu, sistem ini juga membantu menekan biaya konversi mata uang di layanan penukaran uang (money changer) serta meningkatkan layanan bagi WNI di Penang.

    Wanton menyambut baik implementasi QRIS di RS Adventist Penang dan langkah ini merupakan bukti nyata penguatan kerja sama antara KJRI Penang dan pemangku kepentingan dalam mendukung transaksi pembayaran dengan mata uang rupiah dalam skema LCT.

    Sementara, CEO RS Adventist Penang Albin Phuah menyampaikan, penerapan QRIS adalah bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi dalam pembayaran. 

    “Dengan adanya QRIS, kami berharap pasien asal Indonesia dapat lebih fokus pada pemulihan mereka tanpa perlu khawatir tentang transaksi pembayaran. Selain itu, ini juga memperkuat kerja sama kami dengan KJRI Penang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk WNI,” tutupnya.

  • GasKita Makin Diminati, PGN Raih Penghargaan Branding Bergengsi

    GasKita Makin Diminati, PGN Raih Penghargaan Branding Bergengsi

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil meraih Bronze Winner kategori Above the Line dalam Indonesia Branding Campaign of The Year 2025 dari Markplus Inc. PGN dinilai unggul dalam kreativitas, inovasi, jangkauan, dan menciptakan dampak signifikan dalam peningkatan kesadaran serta penggunaan gas bumi oleh masyarakat dan sektor bisnis melalui kampanye “Your Future Energy, Today!”.

    Strategi targeted ads di media sosial dan program bedah dapur GasKita yang diinisiasi perusahaan dapat meningkatkan jumlah pendaftar rumah tangga GasKita hingga 9% dibanding tahun sebelumnya sejumlah 442.722 pelanggan. Sementara kesadaran produk mencapai lebih dari 50 juta audiens.

    Tidak hanya fokus pada sektor residensial, PGN juga mengembangkan interaksi digital untuk layanan B2B melalui optimalisasi online meeting, memberikan pengalaman 2.479 pelanggan sektor industri dan pembangkit Listrik serta 517 pelanggan idnustri CNG/LNG dalam penggunaan produk GasLine dan GasLink. 

    “Penghargaan ini membuktikan efektivitas strategi komunikasi kami dalam mendorong transisi ke energi gas bumi yang lebih bersih dan efisien dan diharapkan semakin banyak masyarakat dan pelaku bisnis yang beralih ke energi gas bumi,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman.

    PGN terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi layanan guna meningkatkan aksesibilitas energi gas bumi bagi seluruh sektor pelanggan baik rumah tangga, industri, maupun transportasi serta berkontribusi dalam transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

  • SKB Larangan Operasi Truk 16 Hari Rugikan Pengusaha Rp 5 Triliun

    SKB Larangan Operasi Truk 16 Hari Rugikan Pengusaha Rp 5 Triliun

    Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menggelar aksi protes terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) yang membatasi operasional kendaraan barang atau larangan truk beroperasi selama 16 hari saat arus mudik dan balik Lebaran 2025. Kebijakan ini dinilai merugikan pengusaha hingga Rp 5 triliun.

    Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan menyatakan, kekecewaannya karena durasi pembatasan yang biasanya 10 hari kini diperpanjang menjadi 16 hari. Ia menilai aturan ini merupakan yang terberat dalam sejarah.

    “Kapal tidak bisa bongkar, barang menumpuk di pelabuhan, industri terhenti. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 5 triliun. Negara dan rakyat yang menanggung akibatnya,” ujarnya dalam aksi di Kemenhub, Jakarta (21/3/2025).

    Tarigan juga menyoroti ketidakseimbangan SKB larangan operasi truk 16 hari dengan pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyebut adanya penurunan pemudik sebesar 24%. Menurutnya, larangan operasional truk selama 16 hari tidak memiliki urgensi yang jelas.

    “Kalau kecelakaan itu kan bukan hanya truk. Kecelakaan itu bisa terjadi sepeda motor, jauh lebih tinggi,” jelas Tarigan.

    Dia menilai langkah itu melukai para pengusaha, baik yang menjual maupun barang ekspor-impor. Banyak pengusaha yang mengajukan protes karena barang tidak segera sampai tujuan.

    “Kemarin Gabungan Pengusaha Ekspor-Impor sudah menghadap kepada menteri perdagangan. Namun, hal ini tidak didengar sama mereka semua. Kita tidak tahu lagi kita kemana,” jelasnya terkait SKB larangan operasi truk 16 hari.

  • LPDB dan Pemkot Kota Kendari Siap Kolaborasi Kembangkan Koperasi dan UMKM

    LPDB dan Pemkot Kota Kendari Siap Kolaborasi Kembangkan Koperasi dan UMKM

    Kendari, Beritasatu.com – Kolaborasi pengembangan sektor koperasi dan UMKM terus ditingkatkan oleh pemerintah, bukan hanya akses permodalan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha mulai dari sisi manajemen keuangan, hingga daya saing pelaku usaha kecil termasuk kolaborasi dengan pemerintah daerah.

    Seperti Walikota Kendari Siska Karina Imran yang melakukan audiensi dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang diterima langsung oleh Direktur Utama LPDB Supomo dan didampingi oleh Direktur Bisnis LPDB Krisdianto di Kantor LPDB, Jakarta, Jum’at (21/3/2025).

    Walikota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, pengembangan sektor produktif di Wilayah Kendari perlu kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan LPDB untuk mengembangkan potensi sektor koperasi dan UMKM.

    Menurutnya, Pemerintah Kota Kendari telah memiliki program bantuan pinjaman atau pembiayaan bagi pelaku UMKM dengan tanpa jaminan dan bebas bunga.

    Namun demikian pihaknya ingin mengembangkan lebih lanjut sektor UMKM dengan berkolaborasi bersama LPDB agar program yang dijalankan semakin bermanfaat bagi masyarakat.

    “Jadi pemerintah Kota Kendari, Alhamdulillah pagi hari ini tadi sampai menjelang siang kami diterima oleh Direktur Utama LPDB, Pak Supomo. Dan Alhamdulillah kami sudah berkomunikasi dan siap untuk berkolaborasi
    untuk mengembangkan para pengusaha UMKM kita. Jadi memang kami butuh support dari LPDB ini untuk bagaimana
    bisa mewujudkan cita-cita kami pemerintah kota,” ungkap Siska.

    Adapun pontensi ekonomi di wilayah Kota Kendari masih cukup banyak mulai dari sektor perikanan, hortikultura, kuliner, dan juga pariwisata.

    Sementara itu, Direktur Utama LPDB Supomo menjelaskan, kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kendari untuk pelaku UMKM dan Koperasi siap ditindaklanjuti lebih intensif.

    Supomo menerangkan, LPDB sebagai lembaga pemerintah yang fokus pada penyaluran dana bergulir kepada koperasi-koperasi di Indonesia ini sangat terbuka untuk kolaborasi program pengembangan koperasi dan UMKM.

    “Ternyata program dari Bu Walikota Kendari bisa kita jahitkan, kita kolaborasikan dengan program LPDB untuk mengangkat para UMKM yang ada di daerah. Sedangkan LPDB nanti bisa mengangkat sektor koperasinya,” kata Supomo.

    Adapun, lanjut Supomo, kolaborasi ini akan mendorong para pelaku UMKM untuk bergabung kepada koperasi dan koperasi tersebut menjadi wadah bagi para UMKM yang kedepannya bisa mendapatkan penyaluran dana bergulir.

    “Jadi kooperasi nanti akan mewadahi para UMKM itu. Jadi ada beberapa yang akan kita
    indah lanjuti supaya kolaborasi ini. Dan ini memang sangat tidak mungkin kalau kita tidak melakukan kolaborasi dan sinergi,” tambah Supomo.

    Menurutnya dengan kolaborasi program antara LPDB dengan pemerintah kota, maka program yang dijalankan bisa semakin baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    “Karena LPDB adanya di Jakarta. Tapi kalau ini bisa kita sinergikan, Insya Allah program pemerintah bisa berjalan, karena tujuan akhirnya mengangkat perekonomian dengan koperasi dan UMKM,” jelas Supomo.

  • Siap IPO, FORE Tawarkan Harga Saham Rp 160-202 Per Lembar

    Siap IPO, FORE Tawarkan Harga Saham Rp 160-202 Per Lembar

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mengungkap rencapa pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Mengutip Keterbukaan Informasi BEI pada Jumat (22/3/2025), FORE siap melakukan IPO dengan melepas 1.880.000.000 saham biasa dari portepel Perseroan, yang mewakili 21,08% dari modal ditempatkan dan disetor dengan nilai nominal Rp 70 per saham.

    Harga saham yang ditawarkan kepada masyarakat berkisar antara Rp 160 hingga Rp 202 per lembar. Sementara itu, jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham diperkirakan mencapai Rp 379.760.000.000.

    FORE menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk memuluskan aksi korporasi ini.

    Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menjelaskan, range harga saham dalam penawaran umum ini adalah Rp 160-Rp 202. 

    Dalam kesempatan yang sama, Oki juga menambahkan bahwa pelaksanaan IPO ini merupakan peristiwa bersejarah bagi salah satu brand lokal Indonesia, yakni FORE.

    Ia menekankan bahwa FORE telah berhasil membawa nama bangsa bersinar dalam persaingan merek dagang, khususnya di industri coffee roastery.

    Di tengah gejolak pasar modal, Oki tetap optimistis terhadap pergerakan bursa saham lokal, didukung oleh kinerja terbaik dari emiten-emiten berkualitas.

    Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 76% akan digunakan oleh Perseroan untuk membuka sekitar 140 outlet baru yang saat ini belum memperoleh izin.

    Komposisi penggunaan dana tersebut mencakup outlet Flagship, outlet Medium, dan outlet Satellite. Dana ini mencakup, tetapi tidak terbatas pada biaya renovasi, pengadaan peralatan dan perlengkapan outlet di wilayah Jabodetabek serta wilayah lain di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

    Penggunaan dana tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap dari tahun 2025 hingga 2026.

    Jadwal pelaksanaan IPO FORE dimulai dengan masa penawaran awal yang akan dilangsungkan pada 19-21 Maret 2025. Tanggal efektif ditetapkan pada 25 Maret 2025, disusul dengan masa penawaran umum pada 26 Maret hingga 9 April 2025.

    Tanggal penjatahan dijadwalkan pada 9 April 2025, diikuti dengan tanggal distribusi elektronik pada 10 April 2025. Terakhir, tanggal pencatatan atau IPO FORE di BEI akan dilakukan pada 11 April 2025.
     

  • Anjlok Lagi, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah Hampir 2 Persen

    IHSG Sesi I Hari Ini Makin Terpuruk Berkurang 2,14 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi I hari ini semakin terpuruk karena berkurang 136,5 poin atau 2,14% menjadi berada di level 2.654.

    IHSG sesi I hari ini sempat dibuka di zona hijau pada level 6.418 dan bergerak pada rentang 6.218-6.424. Sebanyak 110 saham menguat, 550 saham turun, dan 166 saham stagnan.

    Mayoritas saham sektoral turun lebih dari 1 persen. Sektor konsumsi primer turun tinggi mencapai 3,02%, diikuti sektor bahan baku melemah 2,87%, konsumsi nonprimer melemah 2,41%, properti turun 2,36%, dan keuangan melemah 2,27%.

    Kemudian, kesehatan turun 2,09% dan infrastruktur melemah 2,10%. Hanya satu saham sektoral yang menguat, yakni teknologi karena bertambah 0,96%.

    Saham unggulan LQ45 ikut melemah 2,79% saat IHSG hari ini ambles. Saham syariah dalam Jakarta Islamic Index (JII) melemah 2,12%, dan Investor33 anjlok 3,03%.

  • Industri Perhotelan Indonesia Terpukul, Pariwisata ASEAN Makin Unggul

    Industri Perhotelan Indonesia Terpukul, Pariwisata ASEAN Makin Unggul

    Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menilai industri perhotelan di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan permintaan, terutama dari wisatawan mancanegara. Sayangnya, kebijakan pemerintah, seperti melalui efisiensi anggaran, justru melemahkan potensi pariwisata Indonesia.

    “Negara-negara ASEAN, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam telah lebih maju dalam menarik wisatawan asing. Sebagai perbandingan, Vietnam yang pada 2017 masih di bawah Indonesia, kini telah mampu menarik 17 juta wisatawan mancanegara per tahun, sementara Thailand mencapai 35,5 juta pada 2024,” ungkap Hariyadi dalam program “Corporate Insight” yang disiarkan Beritasatu beberapa waktu lalu.

    Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2024 sebesar 13,9 juta. Padahal, menurut Hariyadi, jumlah kamar hotel di Indonesia melebihi Thailand, yang seharusnya menjadi keunggulan kompetitif.

    “Kami berharap pemerintah segera memberikan prioritas lebih besar untuk mendukung pertumbuhan pariwisata nasional,” ungkapnya.

    Hariyadi juga menyoroti dari segi perpajakan, sektor industri perhotelan di Indonesia telah berkontribusi besar melalui pajak daerah. Namun, dana tersebut sering kali tidak dikembalikan dalam bentuk promosi atau perbaikan destinasi wisata. Hal ini membuat sektor pariwisata sulit berkembang.

    “Selain itu, kebijakan visa juga menjadi penghambat. Thailand telah memberikan bebas visa bagi 85 negara, sementara Indonesia masih terbatas pada negara ASEAN,” ungkapnya.

    “Pemerintah lebih fokus pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari visa, padahal manfaat ekonomi dari peningkatan jumlah wisatawan jauh lebih besar dibandingkan pendapatan dari visa itu sendiri,” tambah Hariyadi.

    Ia mencontohkan Turki yang memberikan berbagai insentif bagi wisatawan. Negara tersebut tidak mengandalkan pajak dari sektor pariwisata, melainkan menggunakannya untuk mendorong promosi dan infrastruktur pariwisata. Hasilnya, jumlah wisatawan ke Turki telah mencapai 55 juta orang pada 2024.

    Berdasarkan data BPS, tingkat okupansi hotel berbintang di Indonesia mencapai 52,57%, sedangkan hotel non-bintang hanya 26,59%. Meskipun jumlah unit hotel non-bintang lebih banyak, jumlah kamar di kedua kategori tersebut hampir seimbang, masing-masing sekitar 400.000 kamar.

    “Masyarakat lebih memilih hotel berbintang karena kenyamanan dan kebersihannya yang lebih terjamin. Namun, hotel non-bintang tetap memiliki potensi besar, terutama di desa wisata yang menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan,” kata Hariyadi.

    Sebagai ketua umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi mendorong pengembangan desa wisata sebagai keunggulan kompetitif Indonesia. Dengan jumlah desa wisata yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus mengembangkan ekonomi daerah, termasuk dari industri perhotelan.