Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Penilaian Moody’s Cerminkan Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi

    Penilaian Moody’s Cerminkan Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi

    Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga pemeringkat Moody’s menilai bahwa profil kredit dan stabilitas ekonomi Indonesia tetap kuat dengan peringkat Baa2, didukung oleh ketahanan ekonomi yang berkelanjutan. Moody’s juga mencatat adanya potensi peningkatan peringkat jika Indonesia berhasil memperluas ukuran dan daya saing sektor manufaktur serta komoditasnya.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi penilaian tersebut, yang menurutnya mencerminkan upaya keras pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal.

    “Pemerintah akan terus berkomitmen untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dan memastikan pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan,” ujar Sri Mulyani dalam pernyataan resmi yang diterima pada Sabtu (22/3/2025).

    Pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia diperkirakan tetap solid, dengan pertumbuhan PDB riil rata-rata sekitar 5,0% pada 2025 dan 2026.

    Faktor utama pendorongnya adalah konsumsi rumah tangga dan investasi yang tetap kuat, serta stabilnya volume komoditas yang mendukung pertumbuhan ekspor.

    Namun, Moody’s juga menyoroti risiko perlambatan akibat dinamika global, seperti perang tarif. Meski demikian, beban utang Indonesia diperkirakan tetap stabil dan pada tingkat yang relatif rendah dibandingkan ukuran ekonomi serta negara-negara sebanding.

    Moody’s juga mencatat bahwa meskipun masih ada tantangan dalam hal optimalisasi pendapatan negara, kondisi fiskal Indonesia dinilai tetap terkelola dengan baik.

    Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus memantau dinamika serta risiko global. Upaya yang dilakukan mencakup menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mempertahankan momentum pemulihan ekonomi.

    Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan bahwa kepercayaan Moody’s terhadap ketahanan ekonomi Indonesia menjadi indikator positif yang mencerminkan keyakinan dunia internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang solid, meskipun ketidakpastian keuangan global masih tinggi.

    “Hal ini didukung oleh komitmen otoritas dalam menjaga kredibilitas serta memperkuat sinergi kebijakan guna memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga,” tutur Perry.

    Ia menjelaskan bahwa koordinasi kebijakan mencakup beberapa aspek, seperti stabilisasi nilai tukar rupiah untuk meredam dampak dinamika global, mendorong pembiayaan ekonomi melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM), percepatan transformasi digital pemerintah, serta penguatan hilirisasi dan ketahanan pangan.

    Selain itu, BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga stabilitas sistem keuangan.

    “Untuk menjaga kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia, BI akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah guna memastikan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan program Asta Cita pemerintah,” pungkas Perry terkait stabilitas ekonomi Indonesia.

  • Potensi Zakat RI Rp 327 Triliun, Bisa Tekan Angka Kemiskinan

    Potensi Zakat RI Rp 327 Triliun, Bisa Tekan Angka Kemiskinan

    Jakarta, Beritasatu.com – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan bahwa potensi filantropi Islam, meliputi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf), menjadi instrumen penting dalam menopang ekonomi nasional dan mengentaskan kemiskinan.

    Kepala Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah Indef Nur Hidayah menyatakan, potensi filantropi Islam di Indonesia sangat besar. Contohnya, potensi zakat diperkirakan bisa mencapai Rp 327 triliun per tahun. Namun, realisasi penghimpunan zakat masih jauh dari angka tersebut.

    “Sesungguhnya zakat mengalami peningkatan penghimpunan setiap tahunnya, namun jumlah ini belum mencapai potensinya yang diperkirakan sebesar Rp 327 triliun,” ujar Nur Hidayah dalam diskusi Indef bertajuk “Overview Ekonomi Ramadan” secara daring, Jumat (21/3/2025).

    Ia menambahkan bahwa jika potensi zakat ini dapat dimaksimalkan, maka dampaknya bisa signifikan dalam menekan angka kemiskinan di Indonesia. Menurut Indef, pada September 2024, persentase penduduk miskin mencapai 8,57 persen atau sekitar 24,06 juta orang.

    Kemiskinan bukan hanya disebabkan oleh faktor ekonomi dan ketersediaan sumber daya, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sikap, perilaku, kesehatan, serta pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mengentaskan kemiskinan.

    Lembaga filantropi Islam, seperti Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) dan LAZ (Lembaga Amil Zakat) dapat menginisiasi program pemberdayaan yang lebih kreatif.

    Beberapa negara seperti Malaysia, Turki, dan Uni Emirat Arab telah berhasil menerapkan strategi serupa dalam mengelola zakat untuk mengurangi kemiskinan.

    “Kita bisa belajar dari best practices filantropi di beberapa negara yang telah berdampak langsung terhadap pengentasan kemiskinan,” pungkas Nur Hidayah terkait potensi zakat.

  • Danantara Dikelola Transparan, Bisa Diaudit Setiap Saat

    Danantara Dikelola Transparan, Bisa Diaudit Setiap Saat

    Jakarta, Beritasatu.com – Pengelolaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan dilakukan dengan transparan dan akuntabilitas tinggi. Hal ini menjadi sangat penting karena Danantara mengonsolidasikan serta mengelola seluruh kekuatan ekonomi, dana, dan aset negara.

    “Kita ingin mengelola dengan sebaik-baiknya, setransparan mungkin, dengan akuntabilitas yang sangat tinggi. Saya beri petunjuk kepada pimpinan Danantara, jika perlu, keputusan-keputusan diambil dengan hati-hati. Tidak perlu terburu-buru. Ini adalah kekayaan anak dan cucu kita, harus dijaga dengan baik,” ujar Presiden Prabowo Subianto saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).

    Untuk memastikan pengelolaan yang optimal, Prabowo meminta agar pengawasan terhadap Danantara dilakukan secara berlapis-lapis. Ia juga mendorong keterlibatan tokoh-tokoh masyarakat dalam pengawasan dan penilaian risiko.

    “Saya tegaskan bahwa setiap saat, pekerjaan dan semua kebijakan Danantara harus bisa diaudit, diawasi, serta dipertanggungjawabkan oleh siapa pun yang menginginkan,” kata Prabowo.

    Presiden juga memastikan bahwa manajemen Danantara akan menerapkan standar internasional dengan melibatkan penasihat tingkat global.

    “Dengan demikian, saya yakin pengelolaan seluruh aset di bawah Danantara akan lebih baik karena kita akan menggunakan manajemen berstandar internasional, serta melibatkan penasihat-penasihat tingkat global,” tambahnya.

    BPI Danantara diresmikan di Istana Kepresidenan pada Senin (24/3/2025) oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo. Dalam peresmian tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Danantara akan menjadi salah satu dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) terbesar di dunia.

    Peluncuran Danantara memiliki arti penting karena menjadi instrumen pembangunan nasional yang bertujuan mengoptimalkan kekayaan Indonesia, terutama aset terbesar dari BUMN. Proses penggabungan seluruh BUMN ke dalam Danantara dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret atau awal April 2025.

    Dengan pembentukan Danantara, diharapkan pengelolaan investasi nasional dapat dilakukan dengan lebih terstruktur, efisien, dan transparan, sehingga membawa manfaat besar bagi perekonomian Indonesia.

  • Moody’s Pertahankan Outlook Stabil untuk Perekonomian Indonesia

    Moody’s Pertahankan Outlook Stabil untuk Perekonomian Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga pemeringkat Moody’s menilai perekonomian Indonesia tetap resilient, didukung oleh pertumbuhan yang stabil serta kredibilitas kebijakan moneter dan fiskal yang terjaga. 

    Keunggulan sumber daya alam dan bonus demografis turut memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Komitmen otoritas moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas makroekonomi menjadi faktor utama yang mendukung posisi sovereign credit rating (SCR) Indonesia pada level Baa2 dengan outlook stabil.

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kepercayaan Moody’s terhadap ketahanan perekonomian Indonesia mencerminkan keyakinan dunia internasional terhadap fundamental ekonomi yang solid, meskipun ketidakpastian global masih tinggi.

    “Kredibilitas kebijakan yang dijaga dengan baik serta sinergi antara otoritas ekonomi menjadi kunci dalam memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga,” ucap Perry dalam keterangannya, Sabtu (22/3/2025).

    Perry menambahkan, koordinasi kebijakan dilakukan dalam berbagai aspek, termasuk stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mengantisipasi dinamika global dan mendorong pembiayaan ekonomi melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM), serta mendukung transformasi digital pemerintah.

    Selain itu, penguatan hilirisasi dan ketahanan pangan juga menjadi prioritas. BI terus mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga stabilitas sistem keuangan.

    Moody’s menilai permintaan domestik yang kuat, terutama dari konsumsi rumah tangga dan investasi, akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 dan 2026.

    Keberlanjutan kebijakan yang mendorong daya saing sektor manufaktur dan komoditas juga berkontribusi positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi serta pendapatan nasional yang lebih berkelanjutan.

    Lebih lanjut, penguatan pendapatan pemerintah, fleksibilitas fiskal, serta pendalaman pasar keuangan menjadi faktor yang berpotensi meningkatkan peringkat SCR Indonesia di masa mendatang.

    “Untuk menjaga kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia, BI akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan program Asta Cita pemerintah,” pungkas Perry.

  • Harga Emas Antam Ambruk setelah Catat Rekor Tertinggi

    Harga Emas Antam Ambruk setelah Catat Rekor Tertinggi

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau harga emas Antam ambruk mencapai Rp 15.000 per gram pada perdagangan Sabtu, (22/3/2025).

    Harga emas antam hari ini tercatat menjadi Rp 1,764 juta per gram. Sebelumnya, rekor harga emas Antam tertinggi mencapai Rp 1,779  juta per gram pada Jumat (21/3/2025).

    Hal yang sama berlaku untuk harga buyback emas Antam yang ambruk Rp 15.000 menjadi Rp 1,615 juta per gram. Harga buyback ini merupakan nilai yang diberikan jika Anda ingin menjual emas kembali ke Antam.

    Dalam hal perpajakan, pembelian emas Antam mengikuti ketentuan yang tertuang dalam PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Pajak Penghasilan (PPh) 22 dikenakan sebesar 0,45% bagi pemilik NPWP dan 0,9% bagi yang tidak memiliki NPWP. Setiap transaksi pembelian emas batangan juga disertai bukti potong PPh 22.

    Adapun untuk transaksi penjualan kembali emas Antam dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak ini akan langsung dipotong dari total nilai buyback yang diterima.

    Berikut harga emas Antam pada Sabtu pagi hari ini:

    Harga emas 0,5 gram: Rp 932.000Harga emas 1 gram: Rp 1.764.000Harga emas 2 gram: Rp 3.468.000Harga emas 3 gram: Rp 5.177.000Harga emas 5 gram: Rp  8.595.000Harga emas 10 gram: Rp 17.135.000Harga emas 25 gram: Rp 42.712.000Harga emas 50 gram: Rp 85.345.000Harga emas 100 gram: Rp 170.612.000Harga emas 250 gram: Rp  426.265.000Harga emas 500 gram: Rp  852.320.000Harga emas 1.000 gram: Rp  1.706.600.000

    Harga emas Antam ambruk akhiri rekor tertinggi karena dan catat rekor berbanding terbalik dengan harga emas global Harga emas spot turun 0,7% ke level US$ 3.023,1 per ons troy pada perdagangan Jumat (21/3/2025). Penurunan terjadi karena penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor. Namun, ketidakpastian geopolitik dan prospek pemangkasan suku bunga The Fed masih menjaga harga emas di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

  • Aksi Jual Saham Blue Chip Tekan IHSG, Sektor Perbankan Jadi Beban

    Aksi Jual Saham Blue Chip Tekan IHSG, Sektor Perbankan Jadi Beban

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali anjlok pada Jumat (21/3/2025) setelah dua hari berturut-turut menguat. Pada penutupan perdagangan akhir pekan, IHSG melemah 1,94% atau turun 123,49 poin ke level 6.258,18.

    Eastspring Investments dalam risetnya menyampaikan, tekanan utama pada IHSG yang kembali anjlok berasal dari aksi jual saham blue chip, terutama di sektor perbankan. Indeks LQ45 juga melemah sebesar 2,56%, mencerminkan tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar.

    Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat penurunan signifikan sebesar 5,67%, menjadi penekan terbesar terhadap IHSG. Pelemahan BBCA terjadi bertepatan dengan ex-date dividen. Harga saham umumnya turun seiring dengan besaran dividen yang dibagikan.

    Selain BBCA, saham DCII (-8,82%), BMRI (-4,55%), AMMN (-6%), dan BBNI (-7,60%) juga turut menyeret IHSG ke zona merah.

    Tekanan jual juga dipicu oleh kekhawatiran menjelang rapat umum pemegangsaham (RUPS) bank-bank BUMN pekan depan. Pelaku pasar mencermati kemungkinan perubahan manajemen, yang berpotensi memengaruhi arah strategi bisnis dan tingkat kepercayaan investor.

    Dari sisi eksternal, pasar masih dibayangi oleh ketidakpastian kebijakan tarif timbal balik Amerika Serikat (AS) yang akan berlaku mulai 2 April 2025. Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan rencana tarif tambahan pada beberapa sektor, yang dapat berdampak pada prospek pertumbuhan ekonomi global.

    Pelemahan IHSG juga diikuti oleh depresiasi nilai tukar rupiah yang turun 0,10% ke level Rp 16.502 per dolar AS. Arus keluar investor asing turut menekan pasar obligasi, dengan imbal hasil SBN tenor 10 tahun naik 6 basis poin ke level 7,17%.

    Eastspring Investments menyampaikan, di tengah volatilitas pasar, investor cenderung bersikap wait and see menjelang libur panjang Idulfitri dan pelaksanaan RUPS bank-bank BUMN. Ke depan, apabila  ketidakpastian global mereda dan sentimen domestik membaik, IHSG yang anjlok berpotensi kembali menguat.

  • Sekolah Rakyat untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    Sekolah Rakyat untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto memastikan pembangunan 200 sekolah rakyat di seluruh Indonesia pada tahun 2025 untuk memutus rantai kemiskinan. Nantinya sekolah-sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

    Sekolah rakyat memiliki konsep boarding school untuk jejang SD, SMP dan SMA, sehingga seluruh siswa akan tinggal di asrama.

    “Kami sudah putuskan juga untuk membangun tahun ini. Kita harap segera akan mulai dibangun 200 sekolah rakyat berasrama,” ujar Prabowo saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).

    Presiden menekankan bahwa program ini bertujuan agar anak-anak dari keluarga miskin memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan tidak terjebak dalam lingkaran kemiskinan.

    “Anak orang kurang mampu, anak orang miskin tidak boleh miskin. Katakanlah bapaknya sekarang pekerjaannya sangat sederhana, dia misalnya tukang pemulung. Anak dan cucunya tukang pemulung tidak boleh jadi tukang pemulung. Dia harus kita berdayakan,” tegasnya.

    Dalam rencana tahap awal, sebanyak 53 sekolah akan segera diresmikan dalam waktu tiga bulan ke depan. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial telah memiliki gedung dan lahan yang dapat digunakan, sehingga pembangunan bisa dipercepat dengan hanya melakukan renovasi.

    “Yang segera mungkin tiga bulan ini bisa kita resmikan 53 sekolah. Ternyata Kementerian Sosial sudah punya gedung-gedungnya, sudah punya areanya, jadi tinggal kita renovasi sedikit,” kata Prabowo.

    Sementara itu, pembangunan 147 sekolah lainnya akan menyusul. Dalam program sekolah rakyat ini, pemerintah menargetkan total sekitar 1.000 murid per sekolah rakyat.

    Saat ini, pemerintah juga terus berkonsolidasi dengan bupati, wali kota, dan gubernur sebelum sekolah ini diselenggarakan mulai tahun ajaran 2025-2026.

    “Ini rencana kita dan kita akan bangun tahun ini 200 sekolah berasrama tersebut. Satu sekolah kita harapkan 1.000 murid,” beber Prabowo.

    Presiden Prabowo juga berharap bahwa dalam lima tahun ke depan, setidaknya setiap kabupaten dapat memiliki satu sekolah rakyat berasrama, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi.

  • 9,67 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan

    9,67 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, hingga 20 Maret 2025, sebanyak 9,67 juta wajib pajak telah melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan. Jumlah ini terdiri dari 9,4 juta SPT tahunan orang pribadi dan 275.900 SPT tahunan badan.

    Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti menyampaikan, jumlah tersebut mengalami pertumbuhan 11,09% dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

    “Sampai dengan 20 Maret 2025 pukul 00.01 WIB, total SPT tahunan PPh tahun pajak 2024 yang sudah disampaikan mencapai 9,67 juta SPT,” ujar Dwi Astuti, Jumat (21/3/2025).

    SPT merupakan dokumen yang digunakan untuk melaporkan penghitungan atau pembayaran pajak, objek pajak maupun bukan objek pajak, serta harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perpajakan.

    Pelaporan SPT dapat dilakukan secara offline maupun online. Pelaporan secara offline melalui tempat pelayanan terpadu (TPT) di kantor pajak tempat wajib pajak terdaftar atau layanan pajak luar kantor yang disediakan oleh KPP/KP2KP.

    Pelaporan secara online dilakukan melalui e-Filing dan e-Form. Untuk e-Filing dilakukan dengan cara upload file csv dari aplikasi e-SPT atau mengisi form di situs web.  Untuk e-Form dilakukan dengan cara mengisi file yang diunduh dari laman djponline, lalu diunggah kembali.

    DJP mengingatkan wajib pajak untuk segera melaporkan SPT tahunan sebelum batas waktu, yaitu 31 Maret 2025 untuk wajib pajak orang pribadi dan 30 April 2025 untuk wajib pajak badan.

  • IHSG Anjlok Lagi, Kebijakan Konkret Diperlukan

    IHSG Anjlok Lagi, Kebijakan Konkret Diperlukan

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali anjlok 1,94% ke level 6.258,18 pada penutupan perdagangan Jumat (21/3/2025). Setelah sempat menguat selama dua hari, IHSG kembali terperosok akibat tekanan makroekonomi.

    VP, Head of Marketing, Strategy & Planning PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmarandana menyampaikan, pelemahan IHSG sesuai perkiraan awal. Sentimen buyback yang ada saat ini kemungkinan hanya bersifat sementara.

    Beberapa faktor utama yang menekan pasar antara lain meningkatnya risk premium yang tercermin dari kenaikan credit default swap (CDS), pelemahan rupiah dan tingginya spread yield terhadap US Treasury, suku bunga tinggi hingga kuartal kedua 2025, hingga deflasi 0,09% YoY pada Februari 2025.

    Menurut Oktavianus, kebijakan konkret diperlukan untuk stabilitas pasar, seperti insentif pajak bagi emiten atau intervensi untuk menjaga likuiditas. Level psikologis IHSG saat ini di kisaran 6.000–6.100, dengan potensi pelemahan lebih lanjut.

    Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Indy Naila menambahkan, risiko politik dan ketidakpastian program ekonomi turut menekan pasar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan mempertimbangkan kembali kebijakan saham dalam pengawasan khusus guna meningkatkan kepercayaan investor.

    Analis Infovesta Kapital Utama Ekky Topan juga menyoroti kekhawatiran investor terhadap beban fiskal Indonesia, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) dan pembangunan tiga juta rumah, skema Koperasi Merah Putih, terutama terkait transparansi pengelolaan dana negara.

    Menurutnya, stimulus buyback tanpa RUPS memberikan sentimen positif, tetapi fundamental ekonomi yang masih lemah membuat investor cenderung wait and see.

    Sebeumnya pada Selasa (18/3/2025), IHSG sempat anjlok parah para hingga memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt. Namun, dua hari terakhir IHSG mulai hijau sebelum akhirnya kembali anjlok pada hari ini. 

  • 5 Saham Ini Cuan Saat IHSG Anjlok Hampir 2 Persen

    5 Saham Ini Cuan Saat IHSG Anjlok Hampir 2 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok hampir 2 persen pada penutupan perdagangan Jumat (21/3/2025).

    Kondisi hari ini mengingatkan pada krisis IHSG yang terjadi Selasa (18/3/2025) lalu, hingga memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt. 

    IHSG hari ini anjlok 123,49 poin (1,94 persen) ke level 6.258,1. Sebanyak 135 saham terpantau menguat, 476 saham turun, dan 187 saham stagnan. 

    Sektor teknologi kembali menjadi yang terpuruk setelah jatuh hingga 4,1 persen, diikuti pelemahan pada sektor barang konsumsi nonprimer sebesar 3,9 persen, barang konsumsi primer 2,6 persen, properti 2,4 persen, dan kesehatan 2,3 persen.

    Pada saat IHSG hari ini anjlok, beberapa saham malah cuan gede dan masuk dalam daftar top gainers. Antara lain saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO) yang naik 34,3 persen menjadi Rp 176, saham PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) melonjak 25 persen menjadi Rp 2.750.

    Saham lainnya yang juga masuk dalam top gainers adalah PT Penta Valent Tbk (PEVE) yang menguat 10,6 persen menjadi Rp 290, PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) naik 10 persen menjadi Rp 11, dan PT Hillcon Tbk (HILL) menguat 9.9 persen menjadi Rp 322.

    Pilarmas Investindo Sekuritas menyampaikan, IHSG hari anjlok karena dihantam berbagai sentimen negatif. Diketahui, FTSE Russell hari ini melakukan rebalancing untuk indeks global mereka, termasuk juga saham-saham dari Indonesia.