Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Manfaatkan Surplus Nasional, Indonesia Ekspor 1,6 Juta Telur ke AS

    Manfaatkan Surplus Nasional, Indonesia Ekspor 1,6 Juta Telur ke AS

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pertanian (Kementan) siap memfasilitasi ekspor 1,6 juta butir telur ayam konsumsi ke Amerika Serikat (AS) setelah produksi nasional mengalami surplus hingga 288.700 ton atau sekitar 5 miliar butir per bulan.

    Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menyatakan, kelebihan produksi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memasok telur ke negara-negara yang mengalami krisis akibat wabah HPAI, termasuk AS.

    Negeri Paman Sam dilaporkan mengalami defisit telur yang menyebabkan lonjakan harga hingga US$ 4,11 atau sekitar Rp 68.000 per butir.

    “Kami terus mendorong peningkatan ekspor dengan memastikan kualitas, keamanan pangan, dan persyaratan negara tujuan terpenuhi,” ujar Agung di Jakarta, Sabtu (29/3/2025).

    Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung ekspor produk peternakan, termasuk telur ayam, untuk membantu negara-negara yang mengalami krisis pasokan.

    “Sebagai langkah awal, ekspor 1,6 juta butir telur per bulan ke AS diharapkan dapat terealisasi. Saat ini, kami sedang dalam tahap penjajakan dan pemenuhan protokol ekspor,” jelasnya.

    Sebelumnya, Indonesia telah mengekspor telur konsumsi ke Singapura dan Uni Emirat Arab (UEA). Agung menambahkan bahwa ekspor ke AS harus memenuhi standar ketat dari otoritas keamanan pangan setempat.

    “Telur yang diekspor harus berkualitas tinggi, bebas Salmonella, dan tidak mengandung residu antibiotik sesuai standar yang ditetapkan Food and Drug Administration (FDA) AS,” katanya.

    Ia memastikan ekspor ini tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri, karena pemerintah tetap mengutamakan stabilitas harga dan ketersediaan di pasar domestik.

    “Ekspor dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan pasokan dan harga dalam negeri,” ujar Agung.

    Diketahui, produksi telur nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 6,5 juta ton, sementara kebutuhan domestik sekitar 6,2 juta ton, sehingga terdapat potensi surplus sebesar 288.000 ton untuk bisa ekspor telur.
     

  • Bank Mandiri Gelar Program Mudik Gratis 2025, 8.500 Pemudik Berangkat dengan 170 Bus

    Bank Mandiri Gelar Program Mudik Gratis 2025, 8.500 Pemudik Berangkat dengan 170 Bus

    Jakarta, Beritasatu.com – Bank Mandiri kembali menyelenggarakan Program Mudik Gratis 2025 dengan tema “Mudik Aman Sampai Tujuan” untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat dalam merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Program ini diselenggarakan bersinergi dengan Kementerian BUMN dan dihadiri oleh jajaran direksi serta perwakilan pemerintah, termasuk dari Kementerian Sekretariat Negara, dalam seremoni pelepasan yang berlangsung pada Jumat (28/3/2025) di area Parkir Timur Stadion GBK, Jakarta.

    SEVP Corporate Relations Bank Mandiri M. Wisnu Trihanggodo, mengatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat ekosistem sosial dan mendukung partisipasi dalam membantu masyarakat yang ingin mudik dengan aman. 

    “Kami ingin memastikan bahwa para pemudik dapat raih ketenangan rayakan Idul Fitri di kampung halaman, berkat kenyamanan dan keselamatan yang kami prioritaskan dalam perjalanan mereka,” ujar Wisnu.

    Tahun ini, Program Mudik Gratis Bank Mandiri mencatatkan peningkatan signifikan dengan total 8.500 pemudik yang akan diberangkatkan menggunakan 170 unit bus dengan tujuan kota-kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, dengan penambahan 75 bus tambahan khusus untuk rute Sumatra, melengkapi 95 bus yang sebelumnya difokuskan untuk jalur Trans Jawa dan Pantura.

    Adapun, pada bulan Maret telah dilakukan pembukaan registrasi mudik yang dibuka untuk masyarakat melalui Livin’ by Mandiri, di mana setiap pendaftar bisa mendaftarkan anggota keluarga mereka hingga maksimal 4 pemudik dalam sekali pesan. 

    Bank Mandiri juga telah melakukan pemberangkatan mudik gratis di 18 titik. Seluruh pemudik turut mendapatkan fasilitas lengkap untuk mendukung kenyamanan perjalanan, mulai dari makanan dan snack selama perjalanan, kaos dan topi, hingga goodie bag berisi perlengkapan kebutuhan mudik.

    Selain menjadi bagian dari semangat kebersamaan menyambut Lebaran, program ini juga selaras dengan tema Ramadan Bank Mandiri tahun ini, yaitu “Raih Ketenangan, Banyak Kemenangan”. Tema tersebut menggambarkan pentingnya menjalani bulan suci dengan penuh ketenangan, kepedulian terhadap sesama, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

  • Nanti Sore Bisa Naik Lagi

    Nanti Sore Bisa Naik Lagi

    Jakarta, Beritasatu.com – Menjelang Lebaran 2025, sejumlah harga pangan di Pasar Kramat Jati mengalami kenaikan cukup signifikan. Beberapa komoditas seperti cabai merah, bawang putih, dan sayuran buncis tercatat mengalami lonjakan harga cukup tinggi.

    Menurut Muhdar, seorang pedagang Pasar Kramat Jati, kenaikan harga pangan menjelang Idulfitri adalah hal yang wajar terjadi. Namun, ia mengungkapkan kenaikan harga pada 2025 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    Sebagai contoh, harga cabai merah keriting sebelumnya Rp 70.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp 90.000 per kilogram. Begitu pula dengan cabai rawit yang sebelumnya Rp 120.000 per kilogram kini menyentuh harga Rp 140.000 per kilogram.

    Selain itu, harga bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan signifikan, masing-masing mencapai Rp 80.000 dan Rp 70.000 per kilogram. Sayuran seperti kacang panjang dan buncis meroket dengan harga yang kini mencapai Rp 30.000 per kilogram.

    Kenaikan harga pangan ini berlangsung selama empat hari terakhir, dan diperkirakan akan terus berlanjut menjelang Lebaran pada minggu depan. Menurut Muhdar, harga-harga tersebut benar-benar mengalami lonjakan tajam.

    “Meski banyak keluhan dari pembeli, sudah biasa terjadi menjelang Lebaran. Harga terus naik, dan biasanya nanti sore belanja lagi, harganya bisa naik lagi,” ujar Muhdar kepada wartawan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/3/2025).

    Meski harga pangan melonjak, Muhdar menyatakan jumlah pembeli tetap tinggi karena mereka tetap perlu memenuhi kebutuhan untuk merayakan hari raya.

    Selain pangan, di sepanjang Pasar Kramat Jati juga terlihat sejumlah pengrajin dan penjual anyaman ketupat yang sudah mulai berjualan beberapa hari terakhir.

    Harga ketupat yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 10.000 per anyaman saat Lebaran.

  • Berkah Lebaran, Cangkang Ketupat di Pasar Muka Cianjur Laris Manis

    Berkah Lebaran, Cangkang Ketupat di Pasar Muka Cianjur Laris Manis

    Cianjur, Beritasatu.com – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2025, perajin cangkang ketupat di Pasar Muka Cianjur merasakan berkah yang melimpah. Ketupat, makanan khas Lebaran yang selalu hadir dalam setiap perayaan, menjadi primadona bagi masyarakat.

    Di balik sajian lezat ini, terdapat para perajin yang dengan penuh dedikasi membuat cangkang ketupat sebagai tempat untuk membungkus beras. Momen menjelang Lebaran ini menjadi waktu yang sangat dinantikan para perajin, karena pembuatan cangkang ketupat telah menjadi tradisi turun-temurun.

    Salah satunya adalah Lutfi, pedagang cangkang ketupat yang berjualan di depan Pasar Muka Cianjur. Lutfi menyampaikan penjualan cangkang ketupat mulai ramai dua hari sebelum Lebaran.

    “Alhamdulillah, dua hari menjelang Lebaran ini sudah mulai ramai, kemungkinan besok atau nanti sore bakal lebih ramai lagi dan habis,” ujarnya pada Sabtu (29/3/2025).

    Lutfi menjelaskan dirinya telah memproduksi 2.500 cangkang ketupat, dan dalam dua hari berjualan, sekitar 1.500 cangkang ketupat sudah terjual.

    “Sisa sekitar 100 ikat lagi. Kemarin saya bikin 2.500 dan sudah terjual sebagian,” tambahnya.

    Cangkang ketupat yang dijual Lutfi dihargai Rp 10.000 per ikat, dengan masing-masing ikat berisi 10 biji. Ia juga mengungkapkan bahan baku pembuatan cangkang ketupat berasal dari wilayah Kecamatan Cugenang. Pembeli yang datang pun beragam, mulai dari yang membeli 10, 30, hingga 50 ikat cangkang ketupat.

    Selain menjelang Idulfitri, Lutfi juga menjual cangkang ketupat saat perayaan Iduladha dan Rebo Kasad.

    Sementara itu, Sri Nurhayati, salah satu pembeli cangkang ketupat, mengungkapkan ia membeli cangkang ketupat untuk membuat ketupat pada perayaan Lebaran.

    “Ini buat dipasang nanti pas Lebaran. Biasanya kan kalau Lebaran pasti ada ketupat, dicampur dengan sayur dan daging,” ujarnya.

    Sri menambahkan ia hanya membeli cangkang ketupat saja dan akan memasaknya sendiri di rumah.

    “Saya beli cangkang saja, nanti diisi beras sendiri di rumah. Kalau beli ketupat jadi, rasanya enggak enak,” ujarnya.

    Meskipun hanya membeli sedikit, Sri tetap merasakan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari tradisi keluarga setiap kali Lebaran.

    Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idulfitri, cangkang ketupat di Pasar Muka Cianjur dipastikan akan terus laris, dan para perajin serta pedagang pun akan terus merasakan berkah dari tradisi yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari momen Lebaran.

  • Harga Pertamax Turun, Ini Perinciannya

    Harga Pertamax Turun, Ini Perinciannya

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Pertamina Patra Niaga telah menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Series dan Dex Series mulai 29 Maret 2025. Harga Pertamax yang turun ini bisa menjadi kado manis untuk pemudik yang menuju kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi.

    Plt Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra berharap kebijakan ini dapat membantu masyarakat, khususnya pemudik, menikmati perjalanan yang lebih terjangkau dan juga nyaman.

    “Pemerintah dan Pertamina Patra Niaga memberikan hadiah spesial dengan menurunkan harga BBM nonsubsidi. Ini bagian dari komitmen kami dalam melayani masyarakat, khususnya pada momen mudik Lebaran 2025,” kata Mars Ega, dikutip dari Antara, Sabtu (29/3/2025).

    Berikut perincian harga Pertamax yang turun per 29 Maret 2025:

    1. Pertamax (RON 92) Rp 12.500/liter, turun Rp 400 dari sebelumnya Rp 12.900/liter.
    2. Pertamax Green (RON 95) Rp 13.250/liter, turun Rp 450 dari sebelumnya Rp 13.700/liter.
    3. Pertamax Turbo (RON 98) Rp 13.500/liter, turun Rp 500 dari sebelumnya Rp 14.000/liter.
    4. Dexlite (CN 51) Rp 13.600/liter, turun Rp 700 dari sebelumnya Rp 14.300/liter.
    5. Pertamina Dex (CN 53) Rp 13.900/liter, turun Rp 700 dari sebelumnya Rp 14.600/liter.

    Harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5% seperti Jakarta.

    Ega menambahkan, selain harga Pertamax turun, Pertamina Patra Niaga juga menjamin stok BBM tersedia mencukupi untuk kebutuhan selama periode mudik dan Lebaran 2025.

  • Harga Emas Dunia Cetak Rekor di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang

    Harga Emas Dunia Cetak Rekor di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia terus bergerak mencapai rekor tertinggi. Sebelumnya pada Jumat (28/3/2025), harga emas spot naik 1,17% mencapai US$ 3.085,57 per troy ons.

    Dilansir dari Reuters, lonjakan harga emas ke level tertinggi ini terjadi seiring meningkatnya minat para investor terhadap emas di tengah ketidakpastian perdagangan global dan kekhawatiran perang dagang. Kondisi ini dipicu oleh tarif impor baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    “Permintaan terhadap aset safe haven tetap kuat akibat meningkatnya kekhawatiran terkait tarif impor, perdagangan, dan juga ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut,” ujar ahli strategi logam senior di Zaner Metals, Peter Grant.

    Sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian politik dan ekonomi, emas cenderung menunjukkan kinerja positif dalam kondisi suku bunga yang rendah.

    Diketahui, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (The Personal Consumption Expenditures/PCE) mencatat kenaikan 0,4% pada Februari 2025, sedikit di atas ekspektasi analis sebesar 0,3%. Meskipun data tersebut lebih tinggi dari prediksi, Grant menambahkan hal ini kemungkinan tidak akan berdampak besar terhadap ekspektasi pemangkasan suku bunga.

    Diketahui, The Fed telah mempertahankan suku bunga tetap stabil pada tahun ini setelah pada 2024 melakukan tiga kali pemangkasan. Namun, The Fed mengindikasikan potensi pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin menjelang akhir tahun.

    Di sisi lain, pasar tengah bersiap menghadapi kebijakan Trump mengenai tarif timbal balik yang dijadwalkan berlaku mulai 2 April. Para analis memperingatkan, kebijakan ini dapat memicu inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan memperburuk ketegangan perdagangan global. Berbagai faktor tersebut membuat harga emas dunia terus bergerak naik.

    Sejalan dengan harga emas dunia yang mencapai rekor tertinggi, harga emas Antam pada Sabtu (29/3/2025) juga terus melesat ke level Rp 1,806 juta per gram.

  • Naik Gila-gilaan, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1,806 Juta Per Gram

    Naik Gila-gilaan, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1,806 Juta Per Gram

    Jakarta, Beritasatu.com – Menjelang Lebaran, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, Sabtu (29/3/2025), kembali mencapai rekor tertinggi.

    Harga emas Antam hari ini naik sebesar Rp 14.000 menjadi Rp 1,806 juta per gram dari sebelumnya Rp 1,792 juta per gram.

    Sementara itu, harga buyback emas batangan Antam hari ini juga naik Rp 14.000 menjadi Rp 1,657 juta per gram.

    Penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp 10 juta akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% bagi pemegang nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan sebesar 3% bagi non-NPWP.

    Berikut daftar harga emas Antam hari ini yang terpantau dari laman Logam Mulia Antam:

    Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 953.000
    Harga emas Antam 1 gram: Rp 1.806.000
    Harga emas Antam 2 gram: Rp 3.556.000
    Harga emas Antam 3 gram: Rp 5.314.000
    Harga emas Antam 5 gram: Rp 8.834.000
    Harga emas Antam 10 gram: Rp 17.590.000
    Harga emas Antam 25 gram: Rp 43.812.500
    Harga emas Antam 50 gram: Rp 867.505.000
    Harga emas Antam 100 gram: Rp 174.890.000
    Harga emas Antam 250 gram: Rp 436.837.500
    Harga emas Antam 500 gram: Rp 873.375.000
    Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 1.746.600.000

    Berbeda dengan harga emas Antam yang hari ini mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 1,806 juta per gram, harga perak justru turun Rp 150 menjadi Rp 19.300 per gram.

  • Okupansi Hotel di Kota Batu Masih Lesu Menjelang Lebaran 2025

    Okupansi Hotel di Kota Batu Masih Lesu Menjelang Lebaran 2025

    Batu, Beritasatu.com – Menjelang Lebaran 2025, sektor pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur, mengalami penurunan signifikan. Okupansi hotel di kota apel ini masih terbilang lesu, bahkan sejumlah hotel tingkat huniannya masih berada di bawah 10% hingga akhir Ramadan.

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi menjelaskan, kondisi lesu ini sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

    Menurutnya, rata-rata tingkat hunian hotel di Kota Batu hanya sekitar 10%, dengan beberapa hotel bahkan mencatatkan okupansi di bawah 5%.

    “Rata-rata tingkat hunian hotel di Kota Batu masih di kisaran 10%, tetapi ada beberapa hotel yang angkanya bahkan di bawah 10%, bahkan hanya 5%,” ungkap Sujud, Jumat (28/3/2025).

    Tak hanya sektor perhotelan, kunjungan wisatawan ke Kota Batu juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sujud mengungkapkan, penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat yang berdampak pada sektor pariwisata.

    “Penurunan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama. Ekonomi yang lesu ini dirasakan oleh semua sektor, mulai dari destinasi wisata, hotel, hingga pelaku usaha wisata lainnya,” jelas Sujud.

    Jika melihat tren tahun sebelumnya, angka reservasi hotel seharusnya sudah mulai menunjukkan angka signifikan menjelang libur Lebaran.

    Namun, faktanya angka reservasi kali ini justru menurun jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Idealnya, okupansi hotel pada libur Lebaran bisa mencapai 80% pada akhir bulan Ramadan.

    “Pada tahun lalu, okupansi hotel saat Lebaran mencapai 80%. Kami berharap tahun ini juga bisa mencapai angka 80%,” harapnya.

    Dengan kondisi ini, pelaku industri pariwisata di Kota Batu berharap adanya pemulihan ekonomi yang lebih baik menjelang Lebaran, sehingga okupansi hotel dan kunjungan wisatawan dapat meningkat.

  • Pemerintah Bakal Siapkan Rp 15 Triliun untuk Perbaikan Jalan pada 2025

    Pemerintah Bakal Siapkan Rp 15 Triliun untuk Perbaikan Jalan pada 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini sedang menanti aturan baru untuk melanjutkan program perbaikan jalan daerah atau Inpres Jalan Daerah (IJD) pada 2025. IJD itu juga akan mengatur anggaran perbaikan jalan pada 2052.

    Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan, anggaran yang telah diusulkan untuk merealisasikan program yang dimaksud senilai Rp 15 triliun. Dirinya mengungkapkan, angka tersebut tidak jauh berbeda dengan usulan Kementerian PU untuk program IJD pada tahun sebelumnya.

    “(Nilai usulan anggaran) Inpres Jalan Daerah masih sama seperti tahun lalu, sekitar Rp 15 triliun. Nanti akan disesuaikan dengan perkembangan fiskal,” ungkap Dody dikutip Jumat (28/3/2025).

    Sebagai informasi, program IJD sendiri pertama kali dijalankan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Program ini sejalan dengan adanya Instruksi Presiden Tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.

    Aturan ini ditujukan untuk penanganan sejumlah jalan non-nasional yang rusak dan peningkatan kemantapan jalan daerah di seluruh Indonesia, dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    IJD menghubungkan pusat-pusat produksi, seperti pariwisata atau daerah industri dengan pelabuhan, bandara, pasar dan infrastruktur primer lainnya. Jadi, kawasan-kawasan produktif di daerah akan terhubung dengan jalan berstandar yang sesuai dengan anggaran perbaikan jalan 2025.

    Saat ini Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) tengah berupaya menyelesaikan aturan Instruksi Presiden (Inpres) baru untuk merealisasikan kelanjutan program yang dimaksud.

    Namun, Dody masih enggan menjelaskan secara rinci daerah-daerah mana saja yang menjadi prioritas.

    “Kalau Inpres Jalan Daerah itu, Inpresnya sendiri masih digodok di Kemensetneg. Kalau Inpresnya belum ada, ya anggarannya belum ada,” pungkasnya terkait anggaran perbaikan jalan 2025.

  • Harga Daging Sapi Melonjak Jelang Idulfitri, Penjualan Anjlok

    Harga Daging Sapi Melonjak Jelang Idulfitri, Penjualan Anjlok

    Bekasi, Beritasatu.com – Menjelang tiga hari sebelum Idulfitri 1446 Hijriah, harga daging sapi mengalami lonjakan signifikan. Saat ini, harga daging sapi mencapai Rp 150.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 125.000 hingga Rp 130.000 per kilogram sebelum H-3 Idulfitri.

    Berdasarkan pantauan di Pasar Pondok Gede, Kota Bekasi, pedagang daging sapi Asep Zainudin (29) mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir harga daging mengalami kenaikan tajam. Namun, ia mengeluhkan bahwa penjualan daging sapi pada Lebaran tahun ini anjlok dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    “Jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, Alhamdulillah masih ada peningkatan. Tapi kalau dibandingkan dengan penjualan tahunan, justru tahun lalu lebih ramai,” ujar Asep kepada Beritasatu.com, Jumat (28/3/2025).

    Asep menambahkan, pada 2020 ia mampu menjual dua hingga tiga ekor sapi per hari menjelang Lebaran. Namun, tahun ini bahkan satu ekor pun belum habis terjual.

    “Biasanya, H-3 Lebaran bisa laku dua sampai tiga ekor. Bahkan saat masa Covid-19, penjualan bisa lebih dari tiga ekor per hari,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Asep menyebut bahwa daging sapi yang paling banyak dicari pembeli adalah jenis khas dalam dan sengkel.

    “Daging khas dalam lebih premium, harganya Rp 160.000 per kilogram,” katanya.

    Asep juga memprediksi bahwa harga daging sapi baru akan kembali stabil dalam dua hingga empat pekan setelah Idulfitri, dengan penurunan bertahap sebesar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilogram.

    “Penurunan harga terjadi secara bertahap. Harga stabil di Pasar Pondok Gede biasanya sekitar Rp 130.000 per kilogram, sementara di Jakarta berkisar Rp 140.000 per kilogram karena kebutuhan di sana lebih banyak pada daging berkualitas premium,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi memastikan bahwa pasokan dan harga daging di wilayah Jabodetabek masih dalam kondisi aman dan stabil.

    Hal ini disampaikan setelah kunjungannya ke Toko Daging Nusantara Kranggan dan retail modern Superindo di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

    “Harga daging sapi sesuai arahan dan utamanya daging kerbau, maksimal di Rp 80.000 per kilogram. Saya bersyukur tadi di Kranggan harganya masih di bawah Rp 80.000,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Jumat (28/3/2025).