Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Bulog Cetak Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir, Penyerapan Gabah Petani Capai 725 Ribu Ton Setara Beras

    Bulog Cetak Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir, Penyerapan Gabah Petani Capai 725 Ribu Ton Setara Beras

    Jakarta, Beritasatu.com – Dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung kesejahteraan petani, Perum Bulog terus mempercepat proses penyerapan gabah dan beras dari hasil panen petani di seluruh Indonesia. 

    Bahkan hingga Maret 2025, Direktur Pengadaan Bulog Prihasto Setyanto mengungkapkan, pihaknya telah mencatat penyerapan gabah petani yang luar biasa, dengan total mencapai lebih dari 725.000 ton setara beras. Serapan tersebut merupakan sebuah capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. 

    “Penyerapan gabah yang mencapai lebih dari 725.000 ton setara beras ini merupakan capaian tertinggi Bulog dalam periode Januari-Maret dalam 10 tahun terakhir. Angka ini sejalan dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan merupakan upaya nyata Bulog untuk memastikan cadangan pangan nasional tetap stabil,” ungkap Prihasto dalam keterangannya, Minggu (30/3/2024). 

    Sebagai bagian dari langkah konkret dalam mempercepat penyerapan gabah, Prihasto mengungkapkan, Bulog telah meningkatkan kerja sama dengan petani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta perusahaan penggilingan beras di seluruh Indonesia. Penyerapan gabah dilakukan dengan harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah, yakni Rp 6.500,-/kg untuk gabah kering panen (GKP). 

    “Kami berkomitmen untuk terus mendukung para petani dengan cara menyerap hasil panen mereka, sehingga program penyerapan gabah ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional,” tegas Prihasto. 

    Disisi lain, Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog, Sudaryono memberikan apresiasi atas kinerja Bulog dalam mendukung para petani melalui penyerapan gabah dan beras. Sudaryono menambahkan bahwa upaya ini sangat penting untuk menjaga kesejahteraan petani, terutama menjelang hari raya, saat kebutuhan pangan biasanya meningkat.

    “Bulog telah membeli gabah kering panen (GKP) dari petani dengan harga Rp 6.500,-/kg. Harga ini mencerminkan bentuk kehadiran pemerintah untuk mensejahterakan petani Indonesia. Ini adalah bukti perhatian nyata Presiden Prabowo melalui Bulog. Ini kebijakan nyata. Dengan harga Rp 6.500, para petani akhirnya bisa merasakan manfaat dari hasil kerja keras mereka dan mendorong perekonomian di desa,” kata Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. 

    Lebih lanjut, Sudaryono mengungkapkan, kebijakan pembelian dan penyerapan gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram oleh pemerintah melalu Perum Bulog bertujuan untuk meningkatkan nilai tukar petani (NTP) atau mendukung harga yang menguntungkan bagi petani serta meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, kebijakan tersebut juga memastikan ketersediaan pangan dalam negeri, khususnya beras, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    “Selain terus gencar melakukan sosialisasi pembelian gabah di tingkat petani dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah, kami juga aktif mengedukasi petani dan pemangku kepentingan terkait mengenai pentingnya melakukan panen pada waktu yang tepat. Hal ini sangat penting karena panen yang tepat akan menghasilkan gabah dengan kualitas yang lebih baik, yang tentunya akan berdampak positif bagi kesejahteraan petani,” terang Sudaryono. 

    Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Arwakhudin Widiarso menjelaskan, dengan harga pembelian gabah Rp 6.500,-/kg, Bulog memastikan bahwa para petani tidak merugi dan dapat menikmati hasil panen mereka dengan harga yang baik. 

    Selain itu, lanjut Widiarso, Bulog juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah daerah, TNI, dan POLRI, untuk memastikan penyerapan gabah dapat berlangsung dengan lancar di seluruh wilayah Indonesia.

    “Dengan langkah dan capaian ini, Bulog berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang lebih kuat dan meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung pemerintah dalam mencapai target swasembada pangan di masa depan. sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Widiarso.

  • Jarak dan Waktu Menguji, Cinta di Kampung Halaman Tetap Menanti

    Jarak dan Waktu Menguji, Cinta di Kampung Halaman Tetap Menanti

    Cikampek, Beritasatu.com – Setiap tahun, jutaan warga Indonesia melakukan perjalanan panjang menuju kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Tradisi mudik bukan sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga perjalanan emosional yang sarat perjuangan dan makna.

    Kemacetan panjang, harga tiket yang melambung, hingga cuaca yang tak menentu menjadi rintangan yang harus dihadapi demi bisa berkumpul bersama keluarga. Tak sedikit pemudik yang rela menempuh perjalanan belasan hingga puluhan jam dengan kendaraan pribadi, transportasi umum, atau bahkan sepeda motor.

    Momen haru dan mata berbinar terlihat pada salah satu pemudik, Hussein, yang hendak pulang ke kampung halamannya di Cirebon. Ia mengaku sudah tiga tahun tidak bisa mudik akibat pandemi yang membuat kondisi ekonominya terguncang.

    “Karena tahun-tahun sebelum Covid-19 itu mencari rezeki susah, pulangnya dipending terus. Ini bisa pulang ya alhamdulillah, bahagia banget, pengen ketemu keluarga di rumah, aanak istri, Tiga tahun bukan waktu yang sebentar ya, kangennya kangen banget,” ujarnya kepada Beritasatu.com di ruas Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Minggu (30/3/2025).

    Sebagai kepala keluarga, Hussein harus menomorsatukan nafkah bagi istri dan anak-anaknya di kampung halaman. Kerinduan untuk pulang harus ia tahan demi memastikan kebutuhan keluarganya tetap terpenuhi.

    “Pengen kumpul sama keluarga di kampung halaman, tetapi kan kita ibaratnya namanya laki-laki harus berjuang demi keluarga. Ibaratnya, kerinduan apa itu harus ditahan,” katanya.

    Mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin yang penuh makna. Bagi banyak pemudik seperti Hussein, perjuangan panjang di jalan raya akan terbayar lunas saat akhirnya bisa memeluk keluarga yang telah lama menanti di kampung halaman.

  • Ekonomi Lebaran 2025 Tetap Positif meski Pemudik Turun

    Ekonomi Lebaran 2025 Tetap Positif meski Pemudik Turun

    Surakarta, Beritasatu.com – Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto, tetap optimistis bahwa perekonomian akan bergerak positif selama Ramadan dan Lebaran 2025, seperti tahun-tahun sebelumnya.

    “Tetap optimistis ya, Lebaran ini ekonominya tetap bergerak ke arah positif. Apalagi dengan melihat dukungan dari sektor swasta melalui program mudik gratis, saya yakin geliat ekonomi Lebaran ini masih positif,” ujar Respati di kawasan Banjarsari, beberapa waktu lalu.

    Terkait penurunan jumlah pemudik yang diproyeksikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebesar 24%, Respati menilai hal ini lebih disebabkan oleh perubahan tren akibat semakin mudahnya akses internet, bukan karena pelemahan ekonomi.

    “Ya, trennya berubah. Sekarang banyak yang bisa terhubung secara online, mungkin ini membuat pengalaman mudik sedikit berkurang. Jadi bukan karena ekonomi lesu, tetapi lebih ke arah perubahan tren. Saya yakin jumlah pemudik ke Solo dan Solo Raya tidak akan turun signifikan,” jelasnya.

    Selain itu, ia menyoroti bahwa maskapai Lion Air telah menambah 1.000 penerbangan tambahan (extra flight) selama periode mudik Lebaran. Menurutnya, hal ini menjadi indikasi bahwa masih banyak pemudik yang akan datang ke Solo.

    Meskipun tetap optimistis, Pemkot Solo tetap berkoordinasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo untuk memitigasi potensi dampak ekonomi selama Ramadan dan Lebaran.

    “Kami tetap berkoordinasi dengan BI Solo untuk mengidentifikasi sektor mana yang perlu kebijakan khusus. Setelah Lebaran, kami akan memaparkan analisis dampak ekonomi selama periode mudik,” tegas Respati.

    Sebagai informasi, Kemenhub memperkirakan jumlah pemudik Lebaran 2025 hanya mencapai 146,48 juta orang, atau 52% dari jumlah penduduk Indonesia. Angka ini mengalami penurunan 24% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.

    Meski begitu, Pemkot Solo tetap percaya diri bahwa aktivitas ekonomi selama Lebaran 2025 akan tetap tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

  • Kebijakan Presiden Membuat Mudik Nyaman

    Kebijakan Presiden Membuat Mudik Nyaman

    Jakarta, Bertitasatu.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani mengatakan, kebijakan Presiden Prabowo Subianto membuat perjalanan mudik lebih nyaman, aman, dan terjangkau.

    Beberapa kebijakan utama yang diimplementasikan tahun ini meliputi, antara lain penurunan harga tiket pesawat hingga 13-14%, sehingga lebih banyak masyarakat dapat mudik dengan biaya lebih terjangkau.

    Kemudian, diskon tarif tol hingga 20%, meringankan beban pemudik yang menggunakan jalur darat. Selanjutnya, peningkatan layanan transportasi umum, termasuk 30.451 bus, 2.550 kereta api, dan 772 kapal laut, memastikan perjalanan lebih lancar.

    Berikutnya, stabilitas harga bahan pokok, memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam merayakan Lebaran. Libur panjang, memberikan kesempatan lebih luas untuk bersilaturahmi dan berwisata.

    Zita Anjani juga menyoroti dampak positif kebijakan ini terhadap sektor pariwisata nasional. Peningkatan mobilitas masyarakat selama Lebaran turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk sektor UMKM dan destinasi wisata lokal.

    “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati libur Lebaran ini dengan penuh kebahagiaan. Tetap jaga kebersihan, hormati sesama, dan mari kita dukung wisata lokal agar makin berkembang,” kata Zita, dalam keterangannya, Minggu (30/3/2025).

    Zita mengingatkan pemudik untuk selalu berhati-hati di perjalanan. “Semoga semua yang dalam perjalanan diberikan kelancaran dan dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta,” tutupnya.

    Utusan Khusus Presiden Zita Anjani menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia menekankan bahwa Lebaran adalah momen penting untuk bersilaturahmi dan bersyukur, serta mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung kelancaran mudik tahun ini.

    “Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Lebaran adalah waktu untuk berkumpul, berbagi, dan bersyukur,” ujar Utusan Khusus Presiden Zita Anjani.
     

  • Prospek UMKM Pembuatan Taman yang Mengoptimalkan Teknologi

    Prospek UMKM Pembuatan Taman yang Mengoptimalkan Teknologi

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemanfaatan teknologi telah menjadi kunci sukses bagi banyak pelaku usaha. Begitulah yang dialami Anwar, yang menjadikan internet sebagai toko, sekaligus alat pemasaran untuk UMKM-nya yang bergerak di bidang lanskap dan pemeliharaan atau yang biasa dikenal dengan jasa pembuatan taman. Anwar menangkap adanya pergeseran besar pada kebiasaan masyarakat dalam melakukan aktivitas, termasuk mencari berbagai produk, yang kini menggunakan internet. Kini, tak perlu lagi kantor fisik dan beralih ke platform digital. Situs web menjadi “kantor” utama.

    “Usaha saya bergerak di bidang lanskap dan pertamanan. Saya tidak punya lapak (toko fisik), saya menjalankan dan memasarkan usaha saya secara online melalui situs wen. Saya memaksimalkan internet,” kata Anwar saat ditemui Beritasatu.com di Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

    Situs web pembuattanam.com berfungsi sebagai etalase produk dan jasa yang ditawarkan, sekaligus menjadi saluran komunikasi dengan pelanggan.  Penggunaan teknologi internet memungkinkan usahanya beroperasi tanpa batasan ruang dan waktu. 

    Dengan berlangganan di Google AdWords seharga Rp 50.000 per hari, situs web milik Anwar dapat muncul pertama saat pelanggan melakukan pencarian. Sistem periklanan ini dapat menjangkau lebih banyak calon konsumen secara tepat sasaran. Dia bisa menargetkan calon pembeli yang relevan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk beriklan, seperti memasang papan reklame.

    “Sekarang, orang mencari tukang taman atau jasa taman, pasti lewat Google. Di sana, nomor kontak dan informasi usaha saya tersedia. Calon konsumen bisa langsung menghubungi saya. Perkembangan zaman dan teknologi memudahkan saya berusaha,” jelasnya.

    Sebelum menggunakan kemajuan teknologi, Anwar yang memulai bisnis sejak 2008, memasarkan jasa dan barangnya secara manual. Dia berkeliling ke perumahan-perumahan mewah yang belum memiliki taman. Setiap Sabtu dan Minggu, saat pemilik rumah ada, dia berkeliling membawa proposal penawaran dalam bentuk kertas. Selain waktu dan tenaga yang terkuras, jangkauan pasarnya juga sangat terbatas.

    Kemudian pada 2013, mulai masuk berbagai layanan digital, seperti BlackBerry Messenger (BBM). Sejak saat itu, Anwar mulai memasarkan jasanya melalui BBM hingga menggunakan situs web. Pemanfaatan teknologi juga berhasil menghemat biaya operasional, serta memberikan cara yang lebih terukur dan efektif untuk memperluas jangkauan pasar. Berkat perkembangan teknologi, usaha Anwar memiliki peluang yang sama besar untuk berkembang dan bersaing.

    “Kalau secara konvensional, saya harus sewa tempat. Saya juga harus beli tanaman dan peralatan, serta menggaji orang untuk merawatnya. Pengeluaran jadi besar. Dengan situs web, saya bisa memasarkan usaha dengan lebih efisien,” katanya. 

    Setiap calon pembeli yang membuka situs web milik Anwar akan diperlihatkan berbagai jasa pembuatan taman, taman rumput dan bunga, seperti gazebo, pembuatan kolam minimalis, juga relief tebing. Calon konsumen juga bisa mengajukan permintaan khusus. 

    Calon pembeli yang tertarik akan menghubungi Anwar untuk membuat perencanaan dan desain yang diinginkan. Setelah itu akan dilakukan diskusi dan jika disepakati akan dibuat rencana anggaran biaya (RAB), yang meliputi harga, spesifikasi jenis tanaman, dan lainnya. Setelah semuanya disepakati, pengerjaan bisa dimulai.

    Pelanggannya datang dari beberapa daerah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, bahkan hingga Karawang. Sementara pilihan bahan baku, seperti tanah, rumput, bambu, dan berbagai tanaman, seperti bunga, akan diserahkan kepada konsumen.

    “Ozset saya bervariasi, tergantung proyeknya. Kadang dalam satu bulan bisa dapat dua proyek, kadang bisa lebih banyak atau bahkan tidak ada sama sekali. Untuk proyek besar, seperti taman perkantoran, bisa bernilai lebih dari 100 juta,” katanya.

    Bantuan KUR BRI

    Sejak mulai menjajaki usaha, Anwar merupakan nasabah setia Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pada 2017, saat mendapatkan proyek dengan nilai besar, Anwar kehabisan modal. Saat itu, klien hanya mampu memberikan uang muka 30 persen.

    Anwar pun langsung mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) Rp 25 juta. Pinjaman tersebut digunakan untuk modal operasional dan berbagai kebutuhan usaha. Setelah 2 tahun lunas, Anwar kembali mengajukan pinjaman Rp 100 juta. Dengan manajemen yang kini lebih baik, dia telah memiliki mobil pikap untuk pengiriman dan operasional.

    Anwar menyebut program KUR BRI memiliki bunga pinjaman yang terjangkau bagi UMKM pembuatan taman miliknya. Selain itu, BRI juga memiliki teknologi untuk bertransaksi dengan cara yang lebih mudah dan praktis menggunakan BRI mobile.

    “Semua transaksi menggunakan BRImo. Transaksi lebih simpel dan bisa langsung dilihat,” jelasnya.

    Dilansir dari akun Instagram resmi BRI, tercatat hingga periode 2024 aset kredit UMKM mencapai Rp 1.110,37 triliun. Konsistensi BRI mendukung UMKM menbuat bank pelat merah ini berhasil mencetak laba Rp 60,64 Triliun.

    Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut UMKM memiliki peran penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen yang menjadi target Presiden Prabowo Subianto. Jumlah UMKM saat ini mencapai 99 persen atau 64 juta unit usaha dan kontribusinya 60 persen terhadap PDB dengan penyerapan tenaga kerja 97 persen.

    Tahun ini, pemerintah mengucurkan KUR sampai Rp 300 triliun, terutama KUR sektor perdagangan. UMKM pembuatan taman milik Anwar merupakan salah satu contoh pelaku usaha yang mendapatkan kredit murah dari pemerintah melalui BRI. 

  • Kisah Sukses Abdus Salam dari Layanan Keuangan Berbasis Internet

    Kisah Sukses Abdus Salam dari Layanan Keuangan Berbasis Internet

    Jakarta, Beritasatu.com – Tiga orang datang berkunjung ke agen BRILink milik Abdus Salam (42) yang terletak di kawasan Jalan Joe, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada siang hari yang cerah. Mereka tampak sibuk dengan berbagai urusan. Masing-masing membawa kebutuhan transaksi yang berbeda.

    Agen ini menjadi salah satu tempat layanan keuangan masyarakat sekitar. Terletak di area yang padat penduduk, agen BRILink bernama Lina Pulsa memberikan pelayanan yang ramah dan efisien. Meski berada di Jakarta, banyak masyarakat yang mempercayai Lina Pulsa untuk memenuhi berbagai layanan perbankan, seperti penarikan tunai, pembayaran, hingga pengiriman uang.

    Selain sebagai agen BRILink, Salam juga membuka rental PlayStation (PS) dan berjualan pulsa. Kedua usaha tersebut berdiri lebih dahulu pada 2011, kemudian ia menjadi agen BRILink.

    Awalnya, Salam membuka jasa pembayaran listrik, membayar cicilan, dan lainnya, untuk menambah pemasukan. Dari layanan tersebut, banyak orang yang bertransaksi. Pada suatu waktu, ada orang yang meminta tolong kepadanya untuk mentransfer uang kepada keluarganya di kampung halaman. Salam kemudian datang ke kantor cabang PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) untuk mengirim uang titipan tersebut.

    Atas jasa itu, Salam mendapatkan upah Rp 30.000 hingga Rp50.000. Kemudian Salam melihat peluang membuka layanan internet banking BRI. Salam pun mendaftar ke kantor unit BRI Kebagusan.

    Semula, Salam masih awam dengan layanan keuangan berbasis internet dari BRI. Pada 2013, ia membeli seperangkat komputer dan printer untuk menunjang layanannya tersebut.

    “Dari orang enggak percaya, orang transfer, sampai percaya banget sama saya,” kata Salam beberapa waktu lalu.

    Abdus Salam. – (Beritasatu.com/Erfan Maruf)

    Dia mengaku belajar dari call center BRI dalam menggunakan layanan internet banking tersebut. Seiring waktu, makin banyak masyarakat yang datang untuk bertransaksi di tempatnya.

    Layanan internet banking Salam menyebar dari mulut ke mulut, sehingga makin banyak orang yang memakai jasanya. Salam sampai empat kali mengganti printer karena rusak.

    “Saking seringnya, itu zaman dahulu ya. Orang zaman dahulu inginnya setruk gede,” katanya.

    Meski saat itu pelayanan bebas biaya administrasi, setiap orang yang datang melakukan transfer kerap memberinya  upah, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 50.000.

    Transaksi Salam pada suatu waktu sudah mencapai limit Rp 20 juta per hari. Ia pergi ke BRI untuk meningkatkan limitnya. Dari sini, seorang pegawai BRI menawarkan untuk menjadi agen BRILink.

    BRI meluncurkan layanan BRILink pada akhir 2014. Salam merupakan agen yang bergabung pada awal kemunculan layanan tersebut. Menurut Salam, untuk menjadi agen BRILink tidak sulit. Cukup memiliki usaha yang sudah berjalan minimal 2 tahun dan menyerahkan deposit Rp 3 juta.

    Setelah itu, pihak BRI akan memberikan nomor agen dan peralatan yang dibutuhkan, seperti mesin electronic data capture (EDC) hingga mesin penghitung uang. Usahanya ini membuahkan hasil. Salam menyisihkan setiap keuntungan dari layanan ini untuk menambah jumlah agenya. Satu per satu, ia membuka agen di daerah lain.

    Saat ini, Abdus Salam memiliki delapan agen yang tersebar di sejumlah wilayah. Ia memakai nama Eni Pulsa untuk setiap agen miliknya. Eni merupakan nama istrinya.

    Agen BRILink milik Salam lainnya berada di daerah Kebagusan, Tanjung Barat, Pasar Minggu, Jagakarsa, dan Cilandak. Satu kios agen berada di Bogor, Jawa Barat.

    “Saya pertama kali berjualan pulsa, sehingga semua namanya Eni Pulsa,” ujarnya.

    Transaksi di agen tak sebatas transfer ke BRI ataupun bank lain. Beragam layanan tersedia, seperti tarik tunai dari berbagai bank lain, isi saldo aplikasi pembayaran, membayar cicilan, pencairan bantuan sosial (bansos) hingga Kartu Jakarta Pintar (KJP). Agen juga bisa membayar berbagai layanan, seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, bayar listrik, PDAM, internet, TV kabel, hingga pembayaran zakat dan infak. Bahkan, ada masyarakat yang datang hanya untuk mengecek saldo tabungannya.

    Banyak masyarakat yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran agen BRILink di sekitar tempat tinggalnya. Mereka senang karena tak perlu antre panjang untuk melakukan berbagai transaksi. “Manfaatnya buat mereka, lebih dekat, lebih mudah, enggak ngantri, nanya-nanya juga gampang,” tutur Abdus Salam.

    Dalam usaha ini, BRI menerapkan sistem bagi hasil 50:50 dalam setiap transaksi. Misalnya, biaya administrasi setiap transaksi Rp 3.000, BRI mendapatkan Rp 1.500 dan dirinya juga kebagian Rp 1.500.

    Salam berencana menambah kios agen di daerah lain di Jakarta. Menurutnya, keberadaan agen BRILink juga turut membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan. “Minta doanya, biar digampangin. Soalnya saya mau menambah cabang dan membuka lapangan pekerjaannya. Saya bukan semata-mata cari uang,” katanya.

    Pemerataan Ekonomi

    Kehadiran BRILink membuktikan perannya sebagai agen pembangunan, khususnya dalam menciptakan pemerataan ekonomi yang inklusif di seluruh Indonesia. Melalui jaringan agen BRILink, BRI berupaya menjangkau lapisan masyarakat yang sebelumnya tidak tersentuh layanan perbankan. Agen BRILink tidak hanya membuka dan mendekatkan akses keuangan semata, juga menciptakan sharing economy bagi masyarakat.

    Hingga akhir Desember 2024, jumlah agen BRILink di seluruh Indonesia mencapai 1,06 juta agen dengan volume transaksi Rp 1.589 triliun. Jaringan ini menjangkau lebih dari 67.000 desa atau lebih dari 80% jumlah desa di Indonesia.

    “BRI sebagai bank BUMN memiliki peran untuk dapat menyalurkan kredit mikro, meningkatkan inklusi keuangan masyarakat,” kata Direktur Program Indef, Eisha Maghfiruha Rachbini.

    Eisha menilai BRI melalui Program UMI (usaha mikro Indonesia) memiliki komitmen dalam memberikan pemberdayaan ekonomi mikro. Program UMI dinilai memberikan kesempatan usaha mikro, sehingga mereka dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup. Program ini juga bertujuan meningkatkan inklusi keuangan dan mengurangi kemiskinan di Indonesia. Program UMI telah membantu ribuan usaha mikro di Indonesia, termasuk milik Abdus Salam, untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan mereka.

  • 12,05 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan

    12,05 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan sebanyak 12,05 juta wajib pajak telah melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan (PPh). Jumlah ini meliputi 11,71 juta SPT tahunan orang pribadi dan sekitar 333.00 SPT tahunan badan.

    “Sampai dengan 29 Maret 2025 pukul 00.00 WIB, total SPT tahunan PPh tahun pajak 2024 yang sudah disampaikan sebanyak 12,05 juta SPT atau naik 5,3% dibanding periode yang sama tahun lalu,” ucap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti pada Minggu (30/3/2025).

    SPT adalah surat yang digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

    Secara umum, batas akhir pelaporan SPT tahunan adalah tiga bulan setelah tahun pajak berakhir, yakni setiap 31 Maret. Namun, DJP telah memperpanjang batas waktu pelaporan SPT tahunan untuk wajib pajak orang pribadi tahun pajak 2024 hingga Jumat (11/4/2025).

    Dengan adanya perpanjangan ini, wajib pajak yang melaporkan SPT tahunan sebelum 11 April 2025 tidak akan dikenai sanksi administratif. Kelonggaran ini diberikan karena tenggat waktu pelaporan bertepatan dengan Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947) serta Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.

  • Deretan Saham yang Bikin Boncos dan Untung Jelang Libur Lebaran

    Deretan Saham yang Bikin Boncos dan Untung Jelang Libur Lebaran

    Jakarta, Beritasatu.com – Sepekan menjelang libur panjang Lebaran atau periode perdagangan 24-27 Maret 2025, sejumlah saham turun tajam hingga membuat boncos dengan kerugian mencapai 57%.

    Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) menjadi yang paling boncos. Saham ini anjlok 57,7%, menjadikannya top losers minggu ini. Harga sahamnya turun dari Rp 1.325 menjadi Rp 560.

    Selain TRUS, beberapa saham lain juga mengalami penurunan tajam, di antaranya PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) turun 49,5% menjadi Rp 116, PT Perma Plasindo Tbk (BINO) melemah 28,9% menjadi Rp 125, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) merosot 24,6% menjadi Rp 610, MNC Digital Entertainment (MSIN) terkoreksi 23,8% menjadi Rp 560.

    Selanjutnya, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) turun 21,6% menjadi Rp 7.050, PT Perma Plasindo Tbk (BESS) jatuh 19,3% menjadi Rp 835, PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) melemah 15,8% menjadi Rp 133, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) turun 14,8% menjadi Rp 126, dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) terkoreksi 14,6% menjadi Rp 152.

    Saham Top Gainers

    Di sisi lain, 10 saham mencatatkan lonjakan harga signifikan dan memberikan keuntungan besar bagi investor. Saham-saham ini mengalami kenaikan 27%-143% dalam periode 24-27 Maret 2025.

    Dua saham BUMN karya yang mencatatkan keuntungan terbesar. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik 45,4% menjadi Rp 240, dan PT PP Tbk (PTPP) melonjak 28,8% menjadi Rp 304.

    Saham-saham top gainers lainnya meliputi PT Golden Flower Tbk (POLU) meningkat 71,3% menjadi Rp 660, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) naik 45,1% menjadi Rp 1.430, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) bertambah 33,3% menjadi Rp 200, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) melonjak 32,4% menjadi Rp 416, PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) naik 29,4% menjadi Rp 880, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menguat 25% menjadi Rp 2.650, PT Tira Austenite Tbk (TIRA) meningkat 23,2% menjadi Rp 1.725, PT Panin Financial Tbk (PNLF) naik 22,6% menjadi Rp 368.

    Pada saat sejumlah saham turun tajam hingga membuat boncos, indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan justru mengalami kenaikan 4,03% ke level 6.510,6 dari 6.258 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan 2,81% menjadi Rp 11.126 triliun dari Rp 10.822 triliun.

  • Berkah Lebaran, Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp 41.000 Per Gram

    Berkah Lebaran, Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp 41.000 Per Gram

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas batangan Antam selama sepekan melonjak tinggi sebesar Rp 41.000 per gram.

    Pada Senin (24/3/2025), harga emas Antam berada pada level Rp 1,765 juta per gram. Harganya terus bergerak naik hingga menyentuh level tertinggi pada Sabtu (29/3/20205) mencapai Rp 1,806 juta per gram.

    Sementara itu, harga buyback emas batangan Antam dalam sepekan juga terus melesat dari Rp 1,616 juta per gram menjadi Rp 1,657 juta per gram.

    Berikut daftar harga terbaru emas Antam yang terpantau dari laman Logam Mulia Antam.

    Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 953.000
    Harga emas Antam 1 gram: Rp 1.806.000
    Harga emas Antam 2 gram: Rp 3.556.000
    Harga emas Antam 3 gram: Rp 5.314.000
    Harga emas Antam 5 gram: Rp 8.834.000
    Harga emas Antam 10 gram: Rp 17.590.000
    Harga emas Antam 25 gram: Rp 43.812.500
    Harga emas Antam 50 gram: Rp 867.505.000
    Harga emas Antam 100 gram: Rp 174.890.000
    Harga emas Antam 250 gram: Rp 436.837.500
    Harga emas Antam 500 gram: Rp 873.375.000
    Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 1.746.600.000

    Sejalan dengan harga emas Antam yang naik Rp 41.000 per gram dalam sepekan, harga perak juga naik Rp 650 dari Rp 18.650 per gram menjadi Rp 19.300 per gram. 

  • Berkah Ramadan bagi Pedagang Gorengan Binaan BRI

    Berkah Ramadan bagi Pedagang Gorengan Binaan BRI

    Jakarta, Beritasatu.com – Langit berwarna jingga. Matahari mulai terbenam di ufuk barat. Suasana sore pada bulan suci Ramadan selalu menjadi kenangan manis bagi para pemburu takjil dan pedagang makanan dan berbagai minuman segar. Salah satu pedagang yang selalu senang ketika Ramadan tiba adalah Khamid. Dia adalah seorang pedagang gorengan yang siap menjajakan penganan mulai pukul 14.00 WIB. Baginya, momen itu sangat berharga dan tidak dapat mundur maupun maju.

    Dalam waktu singkat, sekitar 500 gorengan yang dibuat sejak pagi ludes untuk berbuka saat azan magrib tiba. Baginya, Ramadan tidak hanya bulan mulia untuk beribadah, juga bulan yang mudah mengumpulkan uang.

    “Saya senang kalau bulan puasa. Jualan banyak, habisnya cepat. Waktunya habis asar, langsung habis. Memang itu ciri khas,” kata Khamid kepada Beritasatu.com, Selasa (29/3/2025).

    Bahkan, dia mengakui, meski banyak warung dadakan yang buka ketika puasa, gorengannya tetap cepat ludes terjual. Tidak jarang ada yang memesan gorengan buatan Khamid.

    “Alhamdulillah terkenal warung ngapak ini. Kata orang, masakannya enak,” katanya.

    Pria asal Cilacap, Jawa Tengah itu, mengaku tidak ada resep rahasia yang ia gunakan saat memasak. Dia menyebut dagangannya laris karena konsisten dengan rasa yang enak. Berbagai jenis gorengan ia sediakan, seperti bakwan jagung, tempe goreng, bakwan sayur kubis, dan tahu.

    “Jangan dikurangi bumbunya. Alhamdulillah gorengan aku, kata orang, tidak ada duanya,” katanya.

    Pada bulan-bulan di luar Ramadan, omzetnya sekitar Rp 500.000, tetapi pada Ramadan, bisa meningkat dua kali lipat menyentuh Rp 1 juta.

    Khamid mengakui kondisinya saat ini tidak dapat dilepaskan dari bantuan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dia menyebut telah menerima manfaat dari bantuan kredit usaha rakyat (KUR) saat diterjang badai Covid-19.

    Dia memulai usaha pada 2004. Dia menjajakan makanan berat dengan berbagai macam sayur dan lauk. Dia menyajikan sayur asam, sop, tempe orek, mi goreng, teri, serta ayam dengan berbagai rasa, seperti balado dan rica-rica.

    Dia merintis usaha dengan sang istri hingga mampu mempekerjakan lima karyawan. Saat itu, dia mampu mengantongi omzet Rp 3 juta dalam sehari. Namun, setelah belasan tahun, usahanya tiba-tiba ambruk saat terjadi pandemi Covid-19.

    Karena tak lagi memiliki modal usaha, Khamid pun mencari informasi bantuan usaha ke berbagai bank. Akhirnya, dia mendapatkan bantuan KUR BRI yang selama ini memang dikenal getol membantu UMKM. Pada 2021. dia meminjam Rp 30 juta dengan tenor 2 tahun sebagai modal awal untuk kembali membangun usahanya.

    Baginya, pandemi Covid-19 merupakan badai besar yang tak akan ia lupakan, bahkan sampai meninggal. Beruntung ada bantuan KUR, sehingga dia mampu bertahan hingga saat ini, bahkan mampu mengantarkan anaknya untuk mengambil pendidikan singkat perawat.

    Tidak hanya bantuan KUR, Khamid menyebutkan BRI juga terus melakukan berbagai inovasi untuk membangun usahanya. BRI menyediakan layanan pembayaran QRIS kepada para pelanggannya.

    “Ya pokoknya kita enggak boleh kalah sama keadaan,” tegasnya.

    Konsumsi Meningkat

    Deputi Bidang UKM Kementerian UMKM Temmy Satya Permana menyebut pada momentum bulan suci Ramadan, banyak produk UMKM yang digemari masyarakat. 

    “Konsumsi pada Ramadan ini meningkat. Masyarakat sekarang lebih senang dengan produk-produk lokal,” katanya kepada jurnalis Beritasatu.com.

    Produk yang paling digemari masyarakat saat Ramadan ialah produk makanan dan minuman atau yang biasa dikenal food and beverage (FnB). Selain FnB, produk lain yang digemari masyarakat ialah fashion.

    “FnB menjadi salah satu sektor yang meraup untung pada momen Ramadan. Salah satunya lewat fenomena takjil war yang sudah berlangsung sejak tahun lalu,” pungkasnya.