Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Terus Naik, Harga Emas Dunia Pecah Rekor Lagi

    Terus Naik, Harga Emas Dunia Pecah Rekor Lagi

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia terus bergerak naik, bahkan mencapai level tertinggi pada Senin (31/3/2025) melampaui angka US$ 3.100 per troy ons. 

    Harga emas dunia yang terus naik ini didorong oleh ketidakpastian terkait tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berpotensi meningkatkan inflasi serta memperlambat pertumbuhan ekonomi, sehingga mendorong permintaan terhadap aset safe haven dan menjaga harga emas dunia mencatat kuartal terbaik sejak 1986.

    Dilansir dari Reuters, harga emas spot pada Senin (31/3/2025) naik 0,80% menjadi US$ 3.125,73 per troy ons dan sempat mencapai puncak US$ 3.128,06 per troy ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS menguat 1,2% dan ditutup pada level US$ 3.150,30 per ons.

    “Ketidakpastian yang terus berlanjut terkait kebijakan tarif telah berdampak pada pasar ekuitas, mendorong lebih banyak investor untuk beralih ke aset safe haven seperti emas,” ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

    Meger menambahkan, meskipun ada beberapa titik resistensi teknis yang mungkin memicu aksi ambil untung, tren bullish emas masih kuat dengan fundamental yang tetap mendukung kenaikan harga.

    Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengumumkan kebijakan tarif timbal balik pada 2 April 2025, diikuti dengan pemberlakuan tarif mobil pada 3 April 2025. Selain itu, Trump juga menyatakan akan mengenakan tarif sekunder sebesar 25%-50% terhadap pembeli minyak Rusia.

    Sejak awal tahun ini, harga emas dunia telah naik sekitar 18%, setelah mencatat lonjakan lebih dari 27% sepanjang 2024. Kenaikan ini didorong oleh kebijakan moneter yang menguntungkan, peningkatan pembelian oleh bank sentral, serta tingginya permintaan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF).

    Beberapa bank besar di Wall Street telah menaikkan proyeksi harga emas. Goldman Sachs, misalnya, memprediksi bahwa harga emas dunia bisa melampaui US$ 4.500 per troy ons dalam 12 bulan ke depan apabila kondisi pasar mencapai skenario ekstrem.

    “Kami melihat adanya arus pembelian emas yang kuat dari China. Selain itu, ketidakpastian kebijakan perdagangan yang dilakukan Trump diperkirakan akan mendorong dana makro untuk terus menambah kepemilikan emas, sehingga memengaruhi harga emas dunia yang terus naik,” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

  • Wall Street Bergejolak Jelang ‘Liberation Day’ Donald Trump

    Wall Street Bergejolak Jelang ‘Liberation Day’ Donald Trump

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks utama Wall Street berfluktuasi tajam pada Senin (31/3/2025) menjelang “liberation day” atau hari pembebasan yang dicanangkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan menaikkan tarif impor pada negara-negara yang mengenakan bea atas barang-barang dari AS.

    Indeks S&P 500 naik 0,6% setelah sempat turun hingga 1,7% pada sesi pagi. Meskipun pulih, indeks ini tetap mencatatkan penurunan 4,6% dalam tiga bulan pertama tahun ini dan menjadi kuartal terburuk dalam 2,5 tahun terakhir.

    Indeks Dow Jones Industrial Average juga berbalik naik 417 poin atau 1% setelah sempat mengalami penurunan pada awal perdagangan. Namun, saham teknologi besar seperti Tesla dan Nvidia mengalami penurunan, menyebabkan Nasdaq Composite turun 0,1%.

    Secara keseluruhan, S&P 500 ditutup naik 30,91 poin ke 5.611,85, Dow Jones naik 417,86 poin ke 42.001,76, sedangkan Nasdaq turun 23,70 poin ke 17.299,29.

    Dikutip dari AP, pergerakan fluktuatif Wall Street ini terjadi akibat ketidakpastian pasar terkait tarif yang akan diberlakukan Trump. Investor khawatir kebijakan ini akan memperburuk inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

    Pemerintah AS sendiri dijadwalkan memulai penerapan tarif resiprokal pada Rabu (2/4), yang disesuaikan dengan beban pajak yang dikenakan oleh negara lain terhadap AS. Namun, rincian kebijakan ini masih belum jelas, sehingga menciptakan ketidakpastian di pasar.

    Tidak hanya Wall Street, kepanikan juga meluas ke pasar global. Nikkei 225 di Jepang turun 4%, Kospi di Korea Selatan merosot 3%, dan CAC 40 Prancis turun 1,6%.

  • Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Waktu di Musim Tanam 2025

    Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Waktu di Musim Tanam 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani dengan meningkatkan tata kelola pupuk subsidi.

    Dalam rangka memastikan kelancaran Musim Tanam II (MT II) yang dimulai pada April 2025, Kementan menerapkan kebijakan baru mengenai fleksibilitas pemutakhiran data Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) sepanjang tahun.

    Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 4 Tahun 2025 yang mengatur penetapan alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi.

    Perubahan ini memberikan dampak langsung kepada petani, salah satunya Pak Syahrudin, Ketua Kelompok Tani Harapan Kita di Kelurahan Talotenreng, Kecamatan Sabbang Paru, Kabupaten Wajo.

    Ia mengungkapkan akses terhadap pupuk subsidi kini semakin mudah dan lancar, terutama menjelang musim tanam April.

    “Penebusan pupuk sekarang sangat mudah. Komunikasi antara pengecer dan distributor pun berjalan dengan baik. Kami tidak lagi mengalami keterlambatan dalam mendapatkan pupuk,” ujarnya kepada wartawan, Senin (31/3/2025).

    Syahrudin mengapresiasi kebijakan ini yang memastikan semua petani yang terdaftar dalam eRDKK mendapatkan pupuk subsidi tepat waktu.

    Ia menambahkan, pengecer semakin aktif berkoordinasi dengan petani mengenai jadwal tanam dan distribusi pupuk, sehingga Musim Tanam II bisa berjalan sukses.

    “Kami tidak khawatir dengan ketersediaan pupuk, dan sejauh ini tidak ada petani di Kabupaten Wajo yang mengalami kekurangan pupuk,” jelasnya.

    Menurutnya, peran penyuluh dan Dinas Pertanian sangat penting dalam memastikan distribusi pupuk berjalan lancar. Pemutakhiran data dalam eRDKK dinilai sangat penting untuk memastikan seluruh petani yang berhak mendapatkan akses pupuk subsidi tanpa hambatan.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alam Syah menegaskan, kebijakan terbaru ini bertujuan untuk meningkatkan ketepatan sasaran dalam penyaluran pupuk subsidi, terutama pada MT II dimulai April 2025.

    “Dengan adanya fleksibilitas dalam pemutakhiran eRDKK, data penerima pupuk subsidi dapat terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan. Hal ini memastikan bahwa petani yang benar-benar membutuhkan dapat mengakses pupuk tepat waktu dan sesuai alokasi,” ujarnya.

    Andi juga menambahkan sistem ini meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi pupuk, meminimalkan potensi kesalahan data, dan mengurangi penyimpangan.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, perubahan kebijakan ini merupakan langkah nyata Kementan dalam mendukung keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    “Kami ingin memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran. Fleksibilitas pemutakhiran data eRDKK adalah respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan petani di lapangan,” katanya.

    Mentan Amran juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, distributor, pengecer, dan penyuluh pertanian untuk kelancaran distribusi pupuk.

    Dengan adanya kebijakan pemutakhiran data eRDKK, tata kelola pupuk subsidi menjadi lebih adaptif dan responsif, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memaksimalkan hasil panen, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

  • Harga Cabai Tembus Rp 120.000, Zulhas: Penjualnya Libur Lebaran

    Harga Cabai Tembus Rp 120.000, Zulhas: Penjualnya Libur Lebaran

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasanatau Zulhas membeberkan alasan mengapa sejumlah bahan pangan mengalami ketidakstabilan menjelang Lebaran. Zulhas menyoroti ketidakstabilan harga cabai rawit merah yang menembus Rp 120.000 per kilogram (kg) dari Ramadan hingga menjelang lebaran.

    Zulhas menjelaskan khusus untuk cabai, harga sempat kembali normal di angka Rp 60.000 sampai Rp 70.000 per kg. Akan tetapi dia mengakui memang ada kenaikan harga menjelang tiga hari sebelum Idul Fitri.

    “Sebelum Lebaran lima hari itu (cabai) sudah pedas. Biasanya Rp 120.000 tinggal Rp 60.000 sampai Rp 70.000 (per kg). Sekarang mulai lagi karena enggak ada yang jualan,” jelas Zulhas di kediaman pribadinya, Senin (31/3/2025).

    Zulhas menuturkan, ketidakstabilan harga cabai disebutnya karena petani cabai maupun pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok, tengah menjalani libur lebaran.

    Oleh karena itu, dia mengatakan harga yang belum stabil tersebut juga berpengaruh pada bahan pangan seperti sayuran lainnya.

    “Jadi, kalau H+3 sampai H+5 itu bukan masalah apa-apa. Karena yang jualan enggak ada. Yang metik enggak ada. Orang semua Lebaran masa enggak boleh. Yang jualan sayuran juga,” bebernya.

    “Belum distribusinya, ya kan? Orang juga libur, mau lebaran ke mana-mana. Yang ramai angkutan Lebaran, ya. Angkutan makanan segala macam, libur juga,” tutup Zulhas terkait meningkatnya harga pangan menjelang Lebaran.

  • Harga Cabai Tembus Rp 120.000, Zulhas: Penjualnya Libur Lebaran

    Zulhas Pastikan Harga Cabai Segera Turun setelah Libur Lebaran

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga cabai segera turun setelah libur Lebaran, demikian yang dipastikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas. Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga sejumlah bahan pangan, termasuk cabai rawit merah yang sempat menembus Rp 120.000 per kilogram, terjadi akibat liburnya petani dan pedagang saat perayaan Idul Fitri.

    Zulhas menjelaskan bahwa sebelumnya harga cabai sempat kembali normal di kisaran Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram. Namun, menjelang tiga hari sebelum Lebaran, harga kembali melonjak akibat berkurangnya pasokan di pasar.

    “Lima hari sebelum Lebaran harga cabai sudah mulai turun, dari Rp 120.000 menjadi Rp 60.000-Rp 70.000 per kg. Tapi sekarang naik lagi karena yang jualan masih libur,” jelas Zulhas di kediamannya, Senin (31/3/2025).

    Menurutnya, kondisi ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena setelah para petani dan pedagang kembali beraktivitas, harga cabai segera turun ke angka yang lebih stabil. Selain cabai, harga sejumlah sayuran lain juga mengalami kenaikan karena rantai distribusi yang sempat terhenti selama libur Lebaran.

    “Kalau H+3 sampai H+5 masih naik, itu karena yang panen dan yang jualan belum kembali bekerja. Ini hanya soal waktu, bukan karena pasokan langka. Begitu distribusi berjalan normal, harga cabai segera turun,” tambahnya.

    Zulhas menegaskan bahwa kenaikan harga pangan saat Lebaran adalah hal yang lumrah karena banyak pedagang yang memilih untuk libur. Ia memprediksi harga bahan pangan, termasuk cabai, akan kembali normal dalam waktu satu pekan setelah Idul Fitri 1446 Hijriah.

    “Hari ini memang harga bisa lebih mahal karena pedagang masih libur. Mau beli sayur susah, pasti mahal. Tapi jangan khawatir, stok tetap aman, dan harga akan stabil dalam beberapa hari ke depan,” ungkap Zulhas.

    Selain cabai, ia juga menyoroti harga minyak goreng yang berpotensi naik karena distributor hingga pabrik juga tutup sementara saat Lebaran. Namun, ia memastikan bahwa kondisi ini tidak akan bertahan lama.

    “Kenaikan harga ini hanya sementara. Setelah seminggu, semua akan kembali normal, dan harga cabai segera turun,” tegas Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

    Meskipun harga bahan pangan mengalami lonjakan, Zulhas menilai daya beli masyarakat tahun ini masih sebanding dengan tahun lalu. “Belanja masyarakat hampir sama, hanya saja harga tahun ini lebih stabil dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

    Zulhas menekankan bahwa pasokan bahan pangan secara nasional masih mencukupi. Kenaikan harga yang terjadi hanya disebabkan oleh faktor distribusi yang terhambat akibat libur Lebaran. “Stok pangan aman, tersedia, dan harga tetap terkendali. Begitu pasokan kembali normal, harga cabai segera turun,” tutupnya.

  • Jusuf Hamka Siap Gratiskan Tol Cisumdawu Saat Arus Balik Lebaran 2025

    Jusuf Hamka Siap Gratiskan Tol Cisumdawu Saat Arus Balik Lebaran 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) Jusuf Hamka berencana menggratiskan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Jawa Barat untuk mendukung kelancaran arus balik Lebaran 2025.

    “Saya sudah dihubungi oleh seseorang VVIP bahwa menteri perhubungan dan menteri pekerjaan umum menanyakan memungkinkan enggak untuk (Cisumdawu) dikasih diskon tarif tol 30%, saya jawab bukan hanya memungkinkan tetapi kenapa nggak dikasih gratis saja sekalian supaya bisa memperlancar,” ujar Jusuf Hamka dikutip dari Antara, Senin (31/3/2025).

    Rencana Jusuf Hamka menggratiskan Tol Cisumdawu masih menunggu persetujuan dari pemerintah. 

    “Jangankan kasih diskon, gratis pun saya siap,” kata Jusuf Hamka.

    Tol Cisumdawu merupakan salah satu proyek straregis nasional (PSN) di Jawa Barat dan menjadi akses utama menuju Bandara Kertajati, Majalengka yang juga berstatus PSN.

    Tol Cisumdawu diperkirakan dapat memangkas waktu tempuh Bandung-Bandara Kertajati Kertajati menjadi sekitar satu jam, karena jalan bebas hambatan sepanjang 61,75 kilometer itu menghubungkan Jalan Padalarang-Cileunyi dengan Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali.

    Tol Cisumdawu terdiri dari enam seksi yang dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp 5,5 triliun.

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan berdasarkan data historis 2023 dan 2024 serta survei daring, pergerakan arus balik diperkirakan mulai meningkat pada H+3 Lebaran sampai dengan puncaknya pada H+5 Lebaran atau Minggu (6/4/2025).

    Berdasarkan hasil survei daring diprediksi akan terdapat pergerakan masyarakat sebesar 21,5% atau 31,4 juta orang. 

    Kemenhub sudah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lainnya, seperti Kementerian PU dan Jasa Marga untuk memberlakukan diskon tarif tol pada saat arus balik Lebaran 2025, termasuk untuk Tol Cisumdawu.

  • Operasi Pasar Pangan Murah AgriPost Sukses Stabilkan Harga Pangan

    Operasi Pasar Pangan Murah AgriPost Sukses Stabilkan Harga Pangan

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeklaim bahwa Operasi Pasar Pangan Murah AgriPost 2025 yang digelar selama Ramadan telah sukses membuat harga pangan terjangkau.

    Program ini berhasil menyalurkan 2.853 ton komoditas pangan dengan omzet penjualan mencapai Rp39,3 miliar melalui 3.531 outlet yang aktif bertransaksi dari total 3.992 lokasi yang disiapkan.

    “Tingginya serapan pangan menunjukkan bahwa masyarakat sangat terbantu dengan adanya operasi pasar ini. Pemerintah akan terus memperkuat distribusi pangan serta memastikan ketersediaan stok agar harga tetap stabil di pasaran,” ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Senin (31/2/20125).

    Selama program berlangsung hingga 28 Maret 2025, tercatat 638.955 transaksi dengan total 1.388.481 item pangan terjual. Beberapa komoditas paling diminati antara lain beras SPHP sebanyak 1.652.970 kg, gula kemasan 553.212 kg, dan minyak goreng 464.341 liter.

    Sementara itu, stok akhir operasi masih menyisakan 155,3 ton dari tujuh komoditas, dengan jumlah terbesar berasal dari beras premium sebanyak 12.370 kg, daging kerbau 169 kg, dan bawang putih 189 kg.

    Keberhasilan operasi pasar ini didukung oleh inovasi digital melalui platform AgriPost Kementan. Sebagai bagian dari upaya hilirisasi komoditas pertanian, AgriPost hadir untuk memangkas rantai pasok pangan yang panjang dengan menghubungkan produsen langsung ke konsumen.

    Dengan melibatkan BUMN pangan dalam sistem distribusi, harga pangan tetap terkendali dan ketersediaan pangan merata di seluruh wilayah.

    Masyarakat mulai mengenal AgriPost yang berlokasi di kantor pos sebagai tempat berbelanja bahan pangan murah dengan stok yang cukup. Berbeda dengan operasi pasar konvensional yang sering kali menyebabkan antrean panjang akibat keterbatasan stok, AgriPost memastikan ketersediaan pangan lebih terjaga.

    “Beberapa komoditas yang dijual dengan harga lebih rendah dibanding pasar antara lain beras SPHP seharga Rp 12.000 per kg, gula pasir Rp 15.000 per kg, daging kerbau beku Rp 75.000 per kg, minyak goreng Minyakita Rp 14.700 per kg, serta daging ayam ras beku Rp 34.000 per kg,” jelasnya.

    Sebagai informasi, pada 25 Februari 2025, Mentan Amran Sulaiman memimpin Operasi Pasar Pangan Murah secara besar-besaran dengan melibatkan 4.500 gerai kantor pos di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 2025.

    Operasi pasar tersebut resmi dimulai pada Senin (24/2/2025) di Kantor PT Pos Indonesia (PosIND), Jakarta Selatan. Mentan Amran menegaskan bahwa kolaborasi dengan PT Pos Indonesia memungkinkan distribusi pangan murah menjangkau hingga pelosok desa.

    “Dengan 4.500 gerai PT Pos Indonesia, operasi pasar ini bisa menjangkau masyarakat luas, baik di kota maupun di daerah terpencil. Ini langkah konkret pemerintah untuk memastikan harga pangan tetap stabil menjelang Ramadan,” ujar Mentan Amran.

    Dari hasil pelaksanaan program, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah outlet aktif terbanyak, yaitu 549 outlet, disusul oleh Jawa Tengah dengan 528 outlet, serta Jawa Barat dengan 325 outlet. Dari sisi jumlah item pangan yang terjual, Jawa Timur juga menempati posisi teratas dengan 272.583 item, diikuti oleh Jawa Tengah dengan 236.934 item dan Sumatera Utara dengan 109.705 item.

    Sementara itu, jika dilihat dari omzet penjualan, Jawa Tengah mencatat angka tertinggi dengan Rp 6,7 miliar, diikuti oleh Jawa Timur dengan Rp 5,6 miliar dan Jawa Barat dengan Rp 3,64 miliar.

    Operasi Pasar Pangan Murah AgriPost 2025 membuktikan bahwa distribusi pangan yang efektif dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan. Keberhasilan ini juga menjadi indikator bahwa upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan berjalan dengan baik.

    Ke depan, Kementan akan terus mengevaluasi dan mengembangkan program ini agar cakupan distribusinya semakin luas. Strategi akan disusun untuk memastikan setiap komoditas dapat terserap optimal, sehingga program serupa dapat berjalan lebih efektif di masa mendatang. Dengan kombinasi inovasi digital dan kebijakan distribusi yang tepat, diharapkan ketahanan pangan nasional semakin kuat dan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang.

    Mentan Amran juga memberikan apresiasi kepada PT Pos Indonesia, BUMN pangan (Perum Bulog, PT Berdikari, ID Food, PPI), Kemenko Pangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan, serta pihak swasta yang telah berperan aktif dalam mendukung kesuksesan Operasi Pasar Pangan Murah AgriPost 2025. 

    Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dapat memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan akses harga pangan murah bagi seluruh lapisan masyarakat.

  • Taman Indah di Rumah Karya UMKM Binaan BRI

    Taman Indah di Rumah Karya UMKM Binaan BRI

    Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah hiruk-pikuk kota Bekasi yang sibuk, ada sebuah oase ketenangan yang menyambut siapa saja yang ingin sejenak melupakan kesibukan sehari-hari. Sebuah taman indah yang baru saja selesai dibangun pelaku UMKM binaan BRI yang bergerak di bidang jasa pembuatan taman.

    Taman ini menghadirkan paduan sempurna antara elemen alam yang segar dan desain yang estetis. Sebuah kolam mini dengan gemercik air yang menghadirkan suasana menenangkan. Di sekitar kolam dihiasi rumput hijau yang rapi dan tanah yang subur. Sungguh pemandangan yang alami. 

    Bunga-bunga dengan berbagai warna turut memperindah taman. Setiap jenis bunga dipilih dengan cermat oleh Anwar, pemilik UMKM binaan BRI, untuk menghasilkan kombinasi warna yang menyegarkan mata.

    “Taman ini saya buat sesuai permintaan pemilik rumah yang ingin menjaga estetika dan keindahan alam di dalam rumah,” ujar Anwar kepada Beritasatu.com beberapa waktu lalu.

    Setiap sudut taman ini dirancang dengan teliti, sehingga menghadirkan ruang yang sempurna untuk bersantai atau sekadar menikmati suasana. 

    Terkadang ada juga yang meminta dibuatkan gazebo mini untuk bersantai di rumah. “Saya membuat dengan kualitas yang baik karena saya percaya taman adalah tempat bagi orang untuk merasakan kedamaian dan keindahan alam, meskipun di tengah kota yang sibuk,” tambahnya.

    Keindahan taman bukan hanya terletak pada desain, juga pada upaya merawat taman tersebut. Dengan menggunakan bahan berkualitas dan teknik yang ramah lingkungan, taman ini mampu bertahan dalam waktu lama tanpa mengurangi keindahannya.

    “Saya kasih garansi 2 bulan dan seminggu sekali kunjungan untuk perawatan. Kalau ada yang mati, kami pasti ganti,” jelasnya.

    Pengerjaan dengan kualitas baik dan perawatan rutin akan membuat pemilik puas. Hasil yang memuaskan otomatis menjadi sarana pemasaran gratis untuk usahanya.

    “Kalau pemilik taman puas, dia pasti akan merekomendasikan kepada orang lain. Ini adalah pemasaran ampuh. Promosi dari mulut ke mulut itu lebih bagus karena langsung bisa melihat hasilnya,” jelasnya.

    Selain menjual jasa pembuatan taman, penyediaan rumput dan bunga, gazebo, dan kolam mini, Anwar juga menyediakan relief tebing. Pembelinya berasal dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Karawang.

    Besarnya usaha Anwar tidak terlepas dari peran BRI dalam program kredit usaha rakyat (KUR). Pada 2017, saat mendapatkan proyek dengan nilai besar, Anwar kehabisan modal. Saat itu, klien hanya mampu memberikan uang muka 30 persen. Anwar pun langsung mengajukan KUR Rp 25 juta. 

    Pinjaman tersebut digunakan untuk modal operasional dan berbagai kebutuhan usaha. Setelah 2 tahun lunas, Anwar kembali mengajukan pinjaman Rp 100 juta. Dengan manajemen yang kini lebih baik, dia telah memiliki mobil pikap untuk pengiriman dan operasional.

    “Sangat terbantu oleh BRI. Saya transaksi juga selalu menggunakan BRI Mobile. Bisa langsung dicek,” katanya.

    Langkah yang dilakukan Anwar sejalan dengan program “BRI Menanam – Grow & Green”. BRI memiliki komitmen besar dalam upaya nyata melawan perubahan iklim. Bank BUMN ini terus berkontribusi melalui program yang dirancang untuk tidak hanya menjaga keasrian alam, tetapi memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

    Dalam program itu, BRI menanam lahan kritis seluas 28 hektare dengan menyalurkan bantuan 2.500 bibit tanaman durian yang telah ditanam sejak Juni 2023. Tak hanya itu, program ini juga berhasil menyerap 2.987 kg karbon dioksida per tahun, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di Tanjung Prepat, Berau, Kalimantan Timur.

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan sebagai upaya meningkatkan geliat ekonomi, pada tahun ini pemerintah akan mengucurkan KUR sampai Rp 300 Triliun. Hal itu dilakukan sebagai upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2028.

    Airlangga Hartarto juga menyebut UMKM, termasuk binaan BRI, memiliki peran penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen yang menjadi target Presiden Prabowo Subianto. Jumlah UMKM saat ini mencapai 99 persen atau 64 juta unit usaha, dan kontribusinya mencapai 60 persen terhadap PDB dengan penyerapan tenaga kerja 97 persen.

  • Mengantar Harapan dan Menyampaikan Kebaikan, Komitmen Pos Indonesia Layani Masyarakat

    Mengantar Harapan dan Menyampaikan Kebaikan, Komitmen Pos Indonesia Layani Masyarakat

    Jakarta, Beritasatu.com – Pos Indonesia menegaskan perannya bukan hanya sebagai perusahaan logistik, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menyampaikan harapan dan kebaikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pos Indonesia telah menjelma menjadi lebih dari sekadar pengantar surat dan paket. Di balik armada yang bergerak ke seluruh penjuru negeri, tersemat sebuah filosofi mendalam yang menjadi landasan setiap layanannya, yakni “Mengantar Harapan dan Menyampaikan kebaikan”.

    Setiap pengiriman, sekecil apapun, dipandang sebagai upaya untuk mengantar harapan. Bahkan dalam penyaluran bantuan sosial, Pos Indonesia hadir sebagai jembatan yang mengantarkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
    Filosofi ini juga tercermin dalam komitmen Pos Indonesia untuk memenuhi janjinya. Lebih dari sekadar mengantarkan barang dari satu titik ke titik lain, setiap perjalanan Pos Indonesia adalah sebuah janji untuk memenuhi harapan.

    Kepercayaan masyarakat yang telah terbangun selama bertahun-tahun menjadi modal utama, dan Pos Indonesia menyadari betul tanggung jawab untuk menjaga amanah tersebut. Ketepatan waktu, keamanan pengiriman, dan jangkauan layanan yang luas adalah wujud nyata dari janji yang terus dipegang teguh.

    Dalam konteks penyaluran dana dan bantuan, filosofi mengantar harapan dan menyampaikan kebaikan semakin terasa nyata. Pos Indonesia tidak hanya sekadar mendistribusikan dana, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikirimkan sampai pada tujuan yang tepat.

    Filosofi “Mengantar harapan dan menyampaikan kebaikan” yang dianut oleh Pos Indonesia adalah cerminan dari komitmen dalam melayani masyarakat.

  • Nenek 75 Tahun Sukses Bangun Usaha Olahan Lidah Buaya

    Nenek 75 Tahun Sukses Bangun Usaha Olahan Lidah Buaya

    Jakarta, Beritasatu.com – Kisah inspiratif datang dari berbagai pihak, termasuk Warsiti, seorang nenek berusia 75 tahun yang berhasil mengembangkan usaha olahan tanaman lidah buaya (Aloe vera) dari nol hingga berhasil menjualnya ke berbagai daerah di Indonesia.

    Meski usianya kini 75 tahun, semangat nenek Warsiti untuk terus berinovasi dan memperkenalkan produk lokal tidak pernah surut. Kegigihannya patut menjadi inspirasi, terutama bagi generasi muda, untuk tidak takut mengejar impian dan berani memulai dari yang kecil. Tekad dan usaha yang gigih membuat segala hal mungkin tercapai.

    Warsiti memulai bisnis dari usaha membuat pupuk organik dari sampah-sampah dapur rumah tangga pada 2006. Dia lalu mencoba menanam lidah buaya karena memiliki beragam manfaat. Ia tak mengira pupuk organiknya membuat tanaman lidah buaya tumbuh subur.

    “Awalnya iseng-iseng ya, dari lima pot, kemudian saya ajak tetangga juga menanam,” katanya.

    Seiring bertambahnya waktu dan banyaknya lidah buaya, Warsiti mulai berinovasi dan mencoba mengolahnya menjadi minuman sesuai dengan literatur yang ia baca.

    Warsiti yang tergabung dalam kelompok wanita tani mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan pihak kecamatan. Warsiti pun mencoba membuat serbuk lidah buaya. Dia berkali-kali gagal membuatnya hingga akhirnya berhasil. Serbuk lidah buaya pun dijual. Tak disangka, lidah buaya di tangannya laku terjual hingga menemukan harapan besar memajukan ekonominya.

    Dia pun mengajak tetangga untuk membudidayakan lidah buaya karena memiliki nilai ekonomi. Beberapa orang tertarik untuk bergabung.

    Untuk mengembangkan usahanya, Warsiti membutuhkan modal. Dia mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) ke PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebesar Rp 5 juta. Modal itu digunakan untuk membeli bahan baku dan pengemasan.

    Tidak hanya mendapat modal kerja, Warsiti mengaku kerap diajak mengikuti pameran yang digelar oleh bank BUMN tersebut. Kesempatan itu digunakan untuk menawarkan produk lidah buayanya. Akhirnya pada 2010, rekan Warsiti yang merupakan agen obat herbal bersedia mendistribusikan produk lidah buayanya.

    Semula, dia membuat kemasan serbuk lidah buaya dalam botol berukuran 150 mililiter (ml). Kemudian, ada permintaan untuk membuat kemasan 250 ml. Pasokan utama lidah buaya produksinya berasal dari tetangganya. Ia membelinya dengan harga bervariasi, tergantung kualitasnya, mulai Rp 3.000 per kg sampai Rp 7.000 per kg.

    Sertifikat HKI

    Warsiti aktif mengikuti pelatihan dan pameran UMKM yang digagas BRI serta lembaga lain. Bahkan, dia sempat mengikuti pameran produk di mancanegara, seperti di Brunei Darussalam dan Singapura. Atas pengalaman panjangnya, Warsiti mendirikan toko bernama FaFa, diambil dari nama depan kedua cucunya.

    Produk lidah buaya Warsiti telah mendapat sertifikasi Halal. Ia lalu mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat hak kekayaan intelektual (HKI) pada 2015. Masa berlakunya 10 tahun dan saat ini sedang dalam proses perpanjangan. Pada 2020, Warsiti mendirikan perseroan terbatas (PT) perorangan dengan nama PT Ummi Aloe Vera Indonesia.

    Dia pun terus berinovasi dengan lidah buaya. Produk minuman segar lidah buaya hingga beberapa jenis makanan ringan yang mengandung lidah buaya ikut dipasarkan. Serbuk instan lidah buaya dijual dengan harga Rp 30.000, sari lidah buaya ukuran 0,5 kg Rp 20.000, dan minuman Rp 10.000 per botol.

    “Penghasilan dari serbuk lidah buaya sekitar Rp20 juta per bulan,” katanya.

    Warsiti juga sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2023. Izin edar ini berlaku selama 5 tahun. 

    Nenek berusia 75 tahun ini ingin mewarisi bisnis lidah buaya kepada cucu pertamanya. Saat ini, sang cucu kerap mendampinginya dalam berbagai pertemuan UMKM. Bahkan, cucunya pernah mengikuti pameran produk UMKM di Turki pada 2020.

    Peran UMKM

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut UMKM memiliki peran penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen yang menjadi target Presiden Prabowo Subianto. Jumlah UMKM saat ini mencapai 99 persen atau 64 juta unit usaha, dan kontribusinya mencapai 60 persen terhadap PDB dengan penyerapan tenaga kerja 97 persen.

    Sebagai upaya mendongkrak geliat ekonomi, pada 2025 pemerintah akan mengucurkan KUR sampai Rp 300 Triliun. Hal itu dilakukan sebagai upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

    “Kerja sama perlu dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2028,” jelasnya.

    Pada kesempatan lain, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyebut masih ada pekerjaan rumah untuk mengembangkan UMKM. Salah satunya, data yang belum terintegrasi. Saat ini belum ada data sentral untuk mendiagnosis masalah yang ada pada tubuh UMKM.

    Maman juga menyebutkan peluang besar bagi UMKM, termasuk usaha lidah buaya nenek berusia 75 tahun, yang dijamin pemerintah.  Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Dalam PP 7/2021, negara mewajibkan porsi belanja sebesar 40% bagi UMKM dari APBN/APBD.