Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Surat dari Indonesia Diterima AS

    Surat dari Indonesia Diterima AS

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan bahwa surat resmi yang berisi respons Indonesia terhadap kebijakan baru Presiden AS Donald Trump terkait tarif resiprokal telah diterima oleh Amerika Serikat (AS).

    “Pak Presiden kami laporkan surat Indonesia sudah dikirim dan sudah diterima oleh AS melalui duta besar Indonesia,” ungkap Airlangga, di depan Presiden Prabowo Subianto, dalam agenda Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI, di Menara Mandiri, Jakarta (8/4/2025).

    Airlangga menegaskan, Indonesia telah bersurat kepada AS melalui Kantor Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR) dan Sekretaris Perdagangan/Menteri Perdagangan AS (US Secretary of Commerce).

    “Dan hari ini juga duta besar Amerika meminta waktu untuk pembicaraan lanjutan. Jadi mereka sudah terima surat yang diajukan, baik untuk USTR maupun Sekretaris Commerce,” katanya terkait tarif AS.

    Adapun, AS memberikan tenggat waktu kepada Indonesia untuk merespons tarif resiprokal terbaru ini hingga Rabu (9/4/2025) besok.

    Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah mendengarkan masukan dan aspirasi dari stakeholders terkait yang terdampak pada kebijakan baru tarif Trump ini.

    “Pemerintah sudah melakukan sosialisasi dengan asosiasi termasuk Kadin, Apindo dan 100 asosiasi lain. Mereka mengapresiasi karena mereka adalah perusahaan Amerika yang di Indonesia dan mereka berkepentingan juga untuk ekspor ke Amerika. Jadi mereka bersama kita. Nah ini kita sudah rapatkan dan kita sedang siapkan teknis,” jelasnya. terkait tarif AS.
     

  • Anak Buah Erick Thohir Bantah Abu Janda Jadi Komisaris di BUMN

    Anak Buah Erick Thohir Bantah Abu Janda Jadi Komisaris di BUMN

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) angkat suara perihal adanya kabar yang menyebut Permadi Arya atau Abu Janda menjadi komisaris di anak usaha PT Jasa Marga Tbk, yakni PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO).

    Juru Bicara Kementerian BUMN Putri Viola menegaskan, kabar tersebut tidaklah benar. Hingga saat ini, nama Permadi Arya tidak ada di dalam daftar jajaran komisaris BUMN yang dimaksud.

    “Kabar tersebut tidak benar, tidak ada pengangkatan atas nama Permadi Arya sebagai komisaris JMTO,” ungkap Putri Viola kepada Beritasatu.com, Selasa (8/4/2025).

    Sebelumnya, beredar informasi yang menyebutkan Permadi Arya atau Abu Janda didapuk menjadi komisaris di anak usaha BUMN. Adapun, pria yang akrab disapa Abu Janda ini disebut menjadi komisaris di PT Jasamarga Tollroad Operator.

    Berdasarkan akun Instagram perusahaan, manajemen menyebut penunjukan Permadi Arya sebagai komisaris tidak benar. Hal ini diungkapkan manajemen JMTO melalui akun media sosial instagram resminya.

    “Halo Sobat JMTO, informasi tersebut tidak benar ya. Sampai saat ini, tidak ada pengangkatan Saudara Permadi Arya sebagai Komisaris PT JMTO,” tulis akun JMTO, dikutip Senin (7/4/2025).

    Seperti diberitakan di media sosial, terdapat postingan gambar yang menginformasikan bahwa Permadi Arya alias Abu Janda ditetapkan sebagai Komisaris di Jasamarga Tollroad Operator.

    Hal ini tentunya memicu pertanyaan publik terkait kebenaran kabar Abu Janda yang menjadi komisaris BUMN.

  • Kronologi PT Yihong PHK 1.126 Karyawan Akibat Aksi Mogok Kerja

    Kronologi PT Yihong PHK 1.126 Karyawan Akibat Aksi Mogok Kerja

    Jakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 1.126 karyawan PT Yihong Novatex Indonesia harus kehilangan pekerjaannya setelah perusahaan asal Tiongkok itu menghentikan operasional pabriknya di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

    Keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal ini dipicu oleh aksi mogok kerja yang dilakukan ribuan karyawan selama empat hari berturut-turut sebagai bentuk protes terhadap pemecatan tiga rekan mereka.

    Lantas, bagaimana sebenarnya awal mula kejadian PHK massal PT Yihong ini? Dihimpun dari laporan tim Beritasatu.com, berikut kronologi lengkapnya!

    Kronologi PT Yihong PHK 1.126 Karyawan

    PT Yihong Novatex Indonesia menghentikan kegiatan operasional pabriknya dan memutuskan hubungan kerja dengan 1.126 karyawan akibat aksi mogok kerja massal yang berlangsung selama empat hari.

    Penutupan ini berawal dari pemecatan tiga karyawan oleh pihak perusahaan. Tindakan tersebut langsung memicu aksi solidaritas dari para pekerja lainnya, yang merasa tidak terima dengan keputusan tersebut.

    Dalam waktu singkat, aksi spontan ini berkembang menjadi unjuk rasa dan mogok kerja massal yang berlangsung selama empat hari.

    Selama periode itu, aktivitas produksi di pabrik benar-benar terhenti. Manajemen PT Yihong mengeklaim bahwa aksi mogok kerja menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

    Banyak pemberi kerja membatalkan pesanan akibat keterlambatan pengiriman. Situasi ini disebut sebagai alasan utama perusahaan menutup operasionalnya dan melakukan PHK besar-besaran.

    PHK Massal Karyawan

    Keputusan PHK ini diumumkan melalui surat resmi yang ditandatangani oleh direktur PT Yihong dan kemudian viral di media sosial. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa PHK diberlakukan mulai 10 Maret 2025.

    Penyebabnya adalah karena aksi mogok kerja yang dianggap tidak sah telah mengganggu kelancaran operasional dan menyebabkan klien menghentikan kerja sama.

    Perusahaan menjanjikan kompensasi kepada para pekerja yang menerima keputusan PHK tersebut tanpa keberatan. Kompensasi yang diberikan mencakup pesangon, upah, dan Tunjangan Hari Raya (THR), yang rencananya dibayarkan pada 17 Maret 2025.

    Sementara itu, bagi karyawan yang mengajukan keberatan atas keputusan ini, kompensasi akan diberikan setelah ada keputusan tetap dari Pengadilan Hubungan Industrial.

    Karyawan Bingung dan Merasa Dirugikan

    Dampak dari keputusan ini sangat dirasakan oleh para karyawan. Banyak dari mereka yang mengaku tidak memahami secara menyeluruh alasan di balik aksi mogok kerja yang berujung pada PHK massal tersebut.

    Salah satunya adalah Yanti Komala, yang baru bekerja di perusahaan tersebut sejak Desember 2024. Ia mengaku hanya mengikuti ajakan teman-temannya untuk melakukan aksi sebagai bentuk solidaritas.

    “Kata teman-teman, ini karena PHK sepihak. Saya sendiri enggak tahu jelasnya. Waktu diajak demo ya ikut, soalnya semua ikut. Masa saya enggak ikut?” kata Yanti.

    Yanti merasa dirugikan karena kehilangan pekerjaan menjelang Lebaran dan tidak memiliki penghasilan lagi.

    Senada dengan Yanti, Rini, karyawan lain yang turut terkena dampak, juga menyatakan bahwa banyak dari mereka tidak benar-benar mengerti atau terlibat secara langsung dalam aksi protes tersebut. Namun, mereka tetap harus menerima konsekuensi yang sama.

    “Saya cuma kerja buat keluarga. Enggak tahu urusan demo-demo begitu. Tapi kalau enggak ikut, takut dikucilkan. Sekarang malah kehilangan pekerjaan,” keluh Rini. 

    Rini berharap perusahaan bisa mempertimbangkan ulang dan memberi kesempatan kedua bagi para pekerja yang terdampak.

    PT Yihong Bakal Kembali Beroperasi

    Ketua DPD Apindo Kabupaten Cirebon, Asep Sholeh Fakhrul Insan, menanggapi kejadian ini dengan mengimbau agar para pekerja tidak mudah terpancing emosi.

    Ia menyayangkan terjadinya aksi mogok kerja yang tidak melalui prosedur formal, karena hal tersebut bisa berdampak negatif bagi semua pihak, termasuk para buruh sendiri.

    “Kita harus belajar dari kasus ini agar tidak terulang. Aksi sepihak bisa merusak iklim investasi di Cirebon. Jika investor merasa daerah ini tidak kondusif, maka masyarakat juga yang akan dirugikan,” tegas Asep, Senin (7/4/2025).

    Menurutnya, penyelesaian konflik ketenagakerjaan seharusnya dilakukan melalui jalur musyawarah seperti Bipartit antara pekerja dan perusahaan, atau Tripartit dengan melibatkan pemerintah.

    Ia juga menyampaikan bahwa PT Yihong telah menyatakan niatnya untuk kembali membuka pabrik di Cirebon dan sedang merancang proses rekrutmen ulang yang akan diawasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon.

    “Sudah ada pembicaraan dengan bupati. Harapannya, proses rekrutmen nanti bisa berjalan lancar dan kondusif,” ungkapnya.

    Asep menutup pernyataannya dengan mengingatkan semua pihak agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi dan berharap kejadian seperti PT Yihong ini menjadi pembelajaran.

  • Perdagangan Saham Kembali Dibuka setelah Trading Halt

    Perdagangan Saham Kembali Dibuka setelah Trading Halt

    Jakarta, Beritasatu.com – Perdagangan saham kembali dibuka setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan penghentian sementara perdagangan efek atau trading halt imbas indeks harga saham gabungan (IHSG) turun lebih dari 8%.

    IHSG Penghentian sementara atau trading halt mulai diberlakukan tepat pukul 09.00 WIB melalui sistem Jakarta Automated Trading System (JATS).

    BEI kemudian melanjutkan kembali aktivitas perdagangan pada pukul 09.30 WIB sesuai jadwal yang telah ditetapkan, tanpa ada perubahan sesi perdagangan.

    Hingga pukul 09.41 WIB, IHSG masih terkoreksi 530 poin atau 8,16% hingga berada di level 5.978.

    Kebijakan trading halt merupakan langkah responsif BEI untuk meredam gejolak pasar dan menjaga perdagangan tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.
     

  • Nilai Tukar Rupiah Ambles Jadi Rp 16.839 Per Dolar AS

    Nilai Tukar Rupiah Ambles Jadi Rp 16.839 Per Dolar AS

    Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada awal perdagangan, Selasa (8/4/2025). Pelemahan rupiah terjadi di tengah mayoritas mata uang Asia yang bervariasi.

    Melansir Bloomberg, rupiah hingga pukul 09.32 WIB di pasar spot exchange turun 18 poin atau 0,11% hingga mencapai Rp 16.838 per dolar AS.

    Saat nilai tukar rupiah turun, beberapa mata uang Asia turun. Dolar Hong Kong melemah 0,04% menjadi 7,77 dolar Hong Kong per dolar AS, rupee India melemah tinggi mencapai 0,71% menjadi 85,8 rupe per dolar AS, yuan China ambles 0,17% menjadi 7,3 yuan per dolar AS, dan ringgit Malaysia turun 0,16% menjadi 4,48 ringgit per dolar AS.

    Sementara, saat nilai tukar rupiah melemah, beberapa mata uang Asia menguat, seperti yen Jepang naik 0,30% menjadi 147,3 yen per dolar AS, dolar Singapura bertambah 0,27% menjadi 1,34 dolar Singapura per dolar AS, won Korea naik 0,27% jadi 1,467 won per dolar AS, peso Filipina bertambah 0,35% menjadi 57.2 peso per dolar AS, dan baht Thailand naik 0,44% menjadi 34,5 baht per dolar AS.

  • IHSG Terjun Bebas, BEI Aktifkan Trading Halt

    IHSG Terjun Bebas, BEI Aktifkan Trading Halt

    Jakarta, Beritasatu.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara aktivitas perdagangan (trading halt) pada Selasa (8/4/2025), setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok hingga menyentuh batas penurunan 8 persen.

    Penghentian sementara sistem perdagangan dilakukan tepat pukul 09.00 WIB pada sistem Jakarta Automated Trading System (JATS). BEI memastikan bahwa perdagangan akan kembali dibuka pukul 09.30  WIB tanpa perubahan jadwal sesi selanjutnya.

    “Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme pengaman yang bertujuan menjaga stabilitas pasar, serta memastikan proses transaksi tetap berlangsung dalam kondisi yang teratur, wajar, dan efisien,” ucap Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangannya, Selasa (8/4/2025).

    Ketentuan mengenai trading halt tersebut merujuk pada Peraturan BEI Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, serta tertuang secara rinci dalam Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00002/BEI/04-2025 mengenai Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di BEI dalam Kondisi Darurat.

    Trading halt merupakan salah satu instrumen penting yang digunakan bursa untuk memberikan ruang bagi pelaku pasar dalam mencerna informasi dan menghindari kepanikan berlebihan yang dapat menyebabkan gejolak harga lebih tajam.

    BEI menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pasar dengan trading halt serta memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh investor, terutama di tengah tekanan eksternal yang dapat memengaruhi dinamika pasar modal nasional.

  • IHSG Hari Ini Rontok 9 Persen dan Kena Trading Halt

    IHSG Hari Ini Rontok 9 Persen dan Kena Trading Halt

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini turun tinggi mencapai 9 persen lebih pada awal perdagangan, Selasa (8/4/2025). Namun, berdasarkan aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkena penghentian sementara perdagangan efek atau trading halt imbas turun lebih dari 8 persen.

    Diketahui, perdagangan hari ini merupakan awal perdagangan setelah libur panjang Idulfitri 1446 Hijriah/2025 Masehi atau setelah pengumuman tarif impor baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Data bursa yang diolah Beritasatu.com, IHSG hari ini dibuka terjun bebas mencapai 598 poin tau 9,19 persen hingga berada di level 5.912.

    Sebanyak 9 saham menguat, 552 saham turun dan 65 saham stagnan. Volume perdagangan awal mencapai 1,5 miliar lembar saham dan transaksi Rp 1,9 triliun dengan frekuensi 64.620 kali.

    Dalam aturan baru BEI, yang berlaku hari ini, ada penyesuaian terhadap sejumlah regulasi atau aturan penting terkait perdagangan efek di pasar modal.

    Penyesuaian ini tertuang dalam dua Surat Keputusan Direksi terbaru, yakni Nomor: Kep-00002/BEI/04-2025 tentang Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat, dan Nomor Kep-00003/BEI/04-2025 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

    Kedua keputusan tersebut merupakan tindak lanjut atas perubahan yang telah ditetapkan sebelumnya melalui Surat Keputusan Direksi Bursa Nomor Kep-00196/BEI/12-2024 dan Nomor Kep-00024/BEI/03-2020, yang masing-masing mengatur tentang perdagangan efek bersifat ekuitas serta panduan penanganan perdagangan dalam kondisi darurat.

    BEI menetapkan penyesuaian pada ketentuan penghentian sementara perdagangan efek (trading halt) dalam kondisi penurunan signifikan IHSG dalam satu hari perdagangan. Berikut ketentuannya:

    Trading halt selama 30 menit, jika IHSG turun lebih dari 8%.Trading halt tambahan selama 30 menit, apabila IHSG kembali turun hingga lebih dari 15%.Trading suspend, jika IHSG mengalami penurunan lanjutan lebih dari 20%, dengan dua kemungkinan pelaksanaan:
     Berlaku hingga akhir sesi perdagangan, atau diperpanjang lebih dari satu sesi perdagangan, setelah mendapat persetujuan atau instruksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    BEI menjelaskan bahwa penyesuaian kebijakan untuk IHSG yang berlau hari ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat mekanisme perlindungan pasar dalam menghadapi kondisi ekstrem, serta untuk menyediakan ruang likuiditas yang lebih besar bagi investor dalam menentukan strategi investasinya.

  • Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun Jadi Rp 1,745 Juta Per Gram

    Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun Jadi Rp 1,745 Juta Per Gram

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau harga emas Antam hari ini turun tipis Rp 4.000 per gram pada perdagangan Selasa (8/4/2025). Sebelumnya, harga emas Antam juga turun tinggi Rp 23.000 pada perdagangan Senin (7/4/2025).

    Harga emas antam hari ini tercatat menjadi Rp 1,758 juta per gram. Sebelumnya, harga emas Antam catat rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) mencapai Rp 1,836 juta per gram pada Kamis (3/4/2025).

    Sementara untuk harga buyback emas Antam juga turun Rp 4.000 menjadi Rp 1,604 juta per gram pada Selasa (8/4/2025). Harga buyback ini merupakan nilai yang diberikan jika ingin menjual emas kembali ke Antam.

    Berikut harga emas Antam pada Selasa pagi hari ini:

    Harga emas 0,5 gram: Rp 927.000
    Harga emas 1 gram: Rp  1.754.000
    Harga emas 2 gram: Rp 3.452.000
    Harga emas 3 gram: Rp 5.158.000
    Harga emas 5 gram: Rp  8.574.000
    Harga emas 10 gram: Rp 17.070.000
    Harga emas 25 gram: Rp 42.512.000
    Harga emas 50 gram: Rp 84.905.000
    Harga emas 100 gram: Rp 169.690.00
    Harga emas 250 gram: Rp 423.873.000
    Harga emas 500 gram: Rp  847.375.000
    Harga emas 1.000 gram: Rp  1.694.600.000

    Dalam hal perpajakan, pembelian emas Antam mengikuti ketentuan yang tertuang dalam PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Pajak Penghasilan (PPh) 22 dikenakan sebesar 0,45% bagi pemilik NPWP dan 0,9% bagi yang tidak memiliki NPWP. Setiap transaksi pembelian emas batangan juga disertai bukti potong PPh 22.

    Adapun untuk transaksi penjualan kembali emas Antam dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak ini akan langsung dipotong dari total nilai buyback yang diterima.

    Harga emas Antam hari ini hancur imbas harga emas spot anjlok 2,4% ke level US$ 2.963,19 per ons troi, setelah sempat menyentuh level terendah dalam empat pekan di US$ 2.955,89 pada Senin (7/4/2025).

  • BEI Sesuaikan Aturan Auto Rejection dan Trading Halt, Berlaku Hari Ini

    BEI Sesuaikan Aturan Auto Rejection dan Trading Halt, Berlaku Hari Ini

    Jakarta, Beritsatu.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penyesuaian terhadap sejumlah regulasi atau aturan penting terkait perdagangan efek di pasar modal.

    Penyesuaian ini tertuang dalam dua Surat Keputusan Direksi terbaru, yakni Nomor: Kep-00002/BEI/04-2025 tentang Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat, dan Nomor Kep-00003/BEI/04-2025 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

    Kedua keputusan tersebut merupakan tindak lanjut atas perubahan yang telah ditetapkan sebelumnya melalui Surat Keputusan Direksi Bursa Nomor Kep-00196/BEI/12-2024 dan Nomor Kep-00024/BEI/03-2020, yang masing-masing mengatur tentang perdagangan efek bersifat ekuitas serta panduan penanganan perdagangan dalam kondisi darurat.

    “Adapun kedua surat keputusan tersebut akan mulai efektif diberlakukan pada Selasa, 8 April 2025,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Salah satu poin utama aturan baru BEI, yakni penyesuaian pada batasan persentase Auto Rejection Bawah (ARB), yang kini ditetapkan menjadi 15% untuk seluruh rentang harga.

    Ketentuan ini berlaku bagi efek berupa saham di Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, serta untuk Exchange-Traded Fund (ETF) dan Dana Investasi Real Estat (DIRE).

    Perubahan ini dilakukan sebagai langkah untuk menjaga stabilitas dan volatilitas pasar, serta memberikan perlindungan lebih baik kepada investor dalam menghadapi dinamika pergerakan harga saham.

    Selain ARB, BEI juga menetapkan penyesuaian pada ketentuan penghentian sementara perdagangan efek (trading halt) dalam kondisi penurunan signifikan IHSG dalam satu hari perdagangan. Berikut ketentuannya:

    Trading halt selama 30 menit, jika IHSG turun lebih dari 8%.Trading halt tambahan selama 30 menit, apabila IHSG kembali turun hingga lebih dari 15%.Trading suspend, jika IHSG mengalami penurunan lanjutan lebih dari 20%, dengan dua kemungkinan pelaksanaan:Berlaku hingga akhir sesi perdagangan, atau diperpanjang lebih dari satu sesi perdagangan, setelah mendapat persetujuan atau instruksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    BEI menjelaskan bahwa penyesuaian kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat mekanisme perlindungan pasar dalam menghadapi kondisi ekstrem, serta untuk menyediakan ruang likuiditas yang lebih besar bagi investor dalam menentukan strategi investasinya.

    “Dalam proses perumusan kebijakan ini, kami juga telah memperhatikan praktik terbaik (best practice) dari berbagai bursa global, serta menerima masukan dari pelaku pasar sebagai pertimbangan,” tambah Kautsar.

    BEI berharap penyesuaian aturan ini bisa meningkatkan ketahanan pasar modal Indonesia terhadap gejolak eksternal, sekaligus memastikan transaksi perdagangan tetap berlangsung secara adil, teratur, dan efisien.

  • IHSG Tertekan Sentimen Global, Berisiko Terkoreksi ke Level Ini

    IHSG Tertekan Sentimen Global, Berisiko Terkoreksi ke Level Ini

    Jakarta, Beritasatu.com – Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi mengalami tekanan jual pada perdagangan Selasa (8/4/2025). Rentang pergerakan IHSG diproyeksikan berada pada level resistance 6.500, pivot 6.300, dan support di sekitar 6.160.

    Menurut analisis Phintraco Sekuritas, tekanan jual tersebut kemungkinan besar merupakan bentuk reaksi pasar terhadap sejumlah isu global yang mencuat selama libur panjang Idulfitri. Diperkirakan, IHSG akan menutup celah harga di kisaran 6.240-6.320 sebelum menguji level support utama di 6.160.

    “Jika tekanan berlanjut, area support kritikal selanjutnya diperkirakan berada di level 5.950 hingga 6.000,” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya pada Selasa (8/4/2025).

    Sentimen negatif pasar, lanjut mereka, dipicu oleh kekhawatiran terhadap kebijakan tarif balasan (reciprocal tariff) yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Indonesia, dengan besaran mencapai 32%.

    “Pemerintah Indonesia saat ini tengah menempuh jalur diplomasi bilateral dengan mengirim delegasi tingkat tinggi ke AS sebagai respons terhadap kebijakan tersebut,” tambah Phintraco Sekuritas.

    Beberapa poin negosiasi yang diusulkan mencakup ratifikasi perjanjian perdagangan dan investasi, pelonggaran kebijakan non-tarif, peningkatan impor serta investasi dari AS, hingga pemberian sejumlah insentif untuk memperkuat impor produk asal Negeri Paman Sam, termasuk penurunan bea masuk.

    “Indonesia juga menjalin komunikasi intensif dengan Malaysia yang saat ini menjabat sebagai Ketua ASEAN,” tulis Phintraco Sekuritas lebih lanjut.

    Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar non-deliverable forward (NDF) sempat tertekan hingga menyentuh Rp 16.900 per dolar AS pada 7 April 2025, yang merupakan level terendah sejak krisis ekonomi 1998. Sebagai perbandingan, pada tahun tersebut Rupiah sempat terdepresiasi lebih dari 100% dalam dua bulan, dari Rp 8.000 ke Rp 16.843 per dolar AS.

    Namun jika dibandingkan secara year to date (YTD), pelemahan rupiah saat ini baru sekitar 5% dengan asumsi nilai Rp 16.900 per dolar AS.

    “Dengan demikian, meskipun nilai tukar rupiah kini menyentuh level yang lebih rendah dari 1998, skala depresiasinya masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan krisis moneter dua dekade silam,” tutup Phintraco Sekuritas dalam analisis IHSG.