Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • BEI Perkuat Stabilitas Pasar, Atur Ulang Strategi Hadapi Sentimen

    BEI Perkuat Stabilitas Pasar, Atur Ulang Strategi Hadapi Sentimen

    Jakarta, Beritasatu.com – Gejolak global dan tekanan dari kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) kembali mengguncang pasar keuangan dunia, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI pun mengatur ulang strategi untuk memperkuat pasar keuangan domestik.

    Direktur Utama BEI Iman Rachman menjelaskan, sejak awal Maret 2025, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku pasar secara aktif menjaga stabilitas pasar. Hal ini menyusul melemahnya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada periode 2-19 Maret akibat tekanan eksternal.

    Sebagai respons cepat, BEI bersama OJK dan pelaku pasar, termasuk pemegang saham besar mengambil langkah taktis. Beberapa kebijakan penting dikeluarkan, seperti penundaan short selling dan pelonggaran aturan buyback tanpa perlu RUPS.

    “Situasi sempat memuncak pada Selasa (18/3/2025) ketika perdagangan harus dihentikan selama 30 menit akibat koreksi indeks lebih dari 5%. Hal serupa kembali terjadi pada Selasa (8/4/2025) setelah saat Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif impor, membuat IHSG sempat turun lebih dari 8%,” ujar Iman dalam webinar bersama Universitas Paramadina, Jumat (11/4/2025).

    Sebagai tindak lanjut, BEI mengubah strategi, seperti mekanisme circuit breaker pada Selasa (8/4/2025). Ambang batas trading halt kini dinaikkan menjadi 8%, 15%, dan 20%. Lalu, apabila penurunan melewati 20%, perdagangan dapat dihentikan satu hingga dua sesi. Selain itu, batas auto rejection bawah (ARB) kini ditetapkan tunggal sebesar 15% untuk semua kategori saham, sedangkan batas atas tetap.

    Iman mencatat bahwa IHSG telah turun 11,67% secara year to date hingga 10 April. Dana asing juga keluar besar-besaran hingga hampir Rp 30 triliun, menyeret saham-saham blue chip, seperti BCA, BRI, Mandiri, dan BNI.

    Meski demikian, aktivitas perdagangan tetap tinggi. Pada 8 April, nilai transaksi mencapai Rp 21 triliun, dan Rp 16 triliun sehari setelahnya. Menariknya, investor domestik ritel mencatatkan pembelian bersih Rp 3,9 triliun, mengimbangi penjualan bersih asing senilai Rp 3,8 triliun.

    Pada Kamis (10/4/2025), IHSG berbalik menguat hampir 5%. Saat itu investor ritel mulai merealisasikan keuntungan, sementara investor institusi domestik aktif kembali masuk pasar. Ini menunjukkan peran signifikan investor dalam menjaga kestabilan.

    Iman menegaskan, sebagai regulator, BEI tidak bisa melakukan intervensi langsung seperti Bank Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan lebih pada komunikasi aktif, edukasi publik, serta kebijakan yang adaptif.

    Ia juga mencatat adanya optimisme baru, terbukti dari lebih 35.000 investor baru yang bergabung selama libur Lebaran.

    Ke depan, BEI akan mendorong diversifikasi instrumen investasi, seperti derivatif saham tunggal, ETF berbasis emas, dan produk lindung nilai lainnya. Proses IPO pun terus dipercepat dan didigitalisasi melalui kerja sama dengan bursa global serta penguatan riset dan peluang dual listing.

    Langkah lain termasuk pengembangan skema liquidity provider dan peningkatan infrastruktur perdagangan, dengan target kapasitas sistem BEI meningkat tiga kali lipat pada 2026.

    “Semua ini butuh kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Pasar yang sehat bergantung pada sinergi antara regulator, pelaku pasar, investor, dan emiten. Kepercayaan publik adalah pondasi utama,” tutup Iman terkati strategi BEI hadapi tekanan ekonomi global.

  • Penghapusan Kuota Impor Dinilai Akan Buat Perdagangan Lebih Kompetitif

    Penghapusan Kuota Impor Dinilai Akan Buat Perdagangan Lebih Kompetitif

    Jakarta, Beritasatu.com – Permintaan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menghapus kuota impor dinilai bakal membuat perdagangan menjadi kompetitif dan harga-harga produk menjadi terjangkau.

    Menurut mantan Wakil Menteri Perdagangan 2019-2024 Jerry Sambuaga, kebijakan ini akan membuka jalan bagi setiap pengusaha untuk melakukan impor, sehingga kesempatan bisa diperoleh secara merata dan terbuka bagi setiap pelaku usaha, khususnya bagi mereka yang baru memulai usaha. 

    “Ketika terdapat banyak kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk melakukan impor, maka akan meningkatkan semangat perdagangan yang kompetitif, harga produk yang lebih terjangkau, dan tentunya produktivitas pelaku usaha dalam melakukan aktivitas perdagangan,” ujar Jerry kepada wartawan, Jumat (11/4/2025).

    “Ini tentunya akan memberikan banyak alternatif produk untuk para konsumen. Sehingga dalam jangka waktu yang panjang akan membentuk ekosistem perdagangan yang lebih stabil, terbuka, transparan, efisien, dan produktif,” kata Jerry menambahkan.

    Jerry menegaskan, yang penting untuk ditekankan adalah kesempatan dan keterbukaan bagi setiap pelaku usaha untuk berusaha, bukan kepada barang atau produknya. 

    “Sudah tentu terkait dengan komoditas, ada beberapa komoditas strategis dan bahan pokok penting yang menjadi prioritas untuk pengembangan ekspor. Karena memang ada beberapa produk yang bisa diproduksi dan potensial untuk menjadi produk eskpor, bukan impor, berhubung banyak permintaan terhadap produk tersebut di luar negeri,” jelas Jerry.

    Jerry juga menyinggung soal kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebesar 32% untuk Indonesia. Terbaru, Trump menunda pemberlakuan tarif impor untuk 56 negara selama 90 hari ke depan, salah satunya Indonesia.

    Menurut Jerry, kebijakan tarif Trump ini tentu akan memberikan dampak, tetapi tidak akan seperti yang dikhawatirkan oleh banyak pihak. Pasalnya, kinerja perdagangan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat beberapa tahun terakhir mengalami surplus dari sisi Indonesia. 

    “Perdagangan yang dilakukan oleh Indonesia tidak hanya dengan Amerika Serikat, melainkan juga dengan banyak negara-negara lain di semua benua di mana secara umum produk Indonesia cukup mendominasi dengan surplus neraca perdagangan yang dicetak total sebanyak US$ 31,04 miliar pada Desember 2024 lalu dan pada saat yang sama tersebut, Indonesia juga mencapai surplus neraca perdagangan selama 56 bulan secara berturut-turut,” jelas dia.

  • Akhiri Satgas Mudik 2025, Jasa Marga: Lalin Naik, Kecelakaan Turun

    Akhiri Satgas Mudik 2025, Jasa Marga: Lalin Naik, Kecelakaan Turun

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi mengakhiri masa tugas Satuan Tugas Jasa Marga Siaga Operasional Idulfitri 1446H/2025 atau Satgas Mudik 2025, yang berfokus pada kelancaran arus mudik dan balik selama libur Lebaran.

    Penutupan ini digelar pada Jumat (11/4/2025) di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan operasional selama periode tersebut.

    Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur mengungkapkan, selama masa arus mudik dan balik, terjadi peningkatan signifikan dalam volume kendaraan di empat gerbang tol utama, yaitu GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.

    “Dari H-10 hingga H2 Lebaran, sebanyak 2,17 juta kendaraan keluar wilayah Jabotabek, naik 28,1% dibandingkan dengan kondisi normal. Sementara itu, pada periode arus balik dari H1 hingga H+9, tercatat 2,15 juta kendaraan kembali ke Jabotabek, meningkat 45% dibanding lalu lintas harian biasa,” ujar Subakti.

    Peningkatan performa lalu lintas ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Jasa Marga, Kepolisian, Pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

    Rata-rata kecepatan kendaraan di ruas Jakarta-Semarang selama arus mudik naik menjadi 84 km per jam, meningkat 10% dari tahun sebelumnya. Untuk arus balik dari Semarang ke Jakarta, kecepatan rata-rata mencapai 84,6 km per jam, meningkat 13,8% dibanding Lebaran 2024.

    Dalam rangka meningkatkan keselamatan, Jasa Marga mengimplementasikan teknologi dan inovasi baru seperti perbaikan sistem contra flow, penambahan rambu digital, serta pengawasan lalu lintas secara berkala. 
    Satgas Mudik 2025 Jasa Marga juga menambahkan sarana operasional, seperti crane, motor patroli, dan derek setiap 5 km. Tim lapangan pun dibekali pelatihan khusus bekerja sama dengan International Road Rescue Association.

    Hasil dari langkah ini menunjukkan penurunan jumlah kecelakaan sebesar 8%, dari 71 menjadi 65 kejadian, serta penurunan fatalitas hingga 79% dibandingkan periode Lebaran sebelumnya.

    Lebih lanjut, teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu andalan Jasa Marga dalam mendukung manajemen lalu lintas.  Aplikasi Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) digunakan untuk memberikan rekomendasi rekayasa lalu lintas berbasis data. Informasi tersebut disebarluaskan secara real-time melalui Dynamic Message Sign (DMS) dan aplikasi Travoy.

    Sebanyak 36 unit Smart CCTV di titik strategis mendukung sistem deteksi otomatis untuk memantau dan menganalisis kondisi lalu lintas.  Selain itu, sebanyak 61 rest area dioptimalkan, lengkap dengan fasilitas seperti toilet portable, air bersih, ruang menyusui, posko kesehatan, serta sistem informasi ketersediaan lahan parkir.

    Ke depan, Jasa Marga akan terus berinovasi melalui teknologi, seperti road zipper, yaitu sistem barrier dinamis yang memungkinkan perubahan jumlah lajur jalan secara fleksibel dan aman. Optimalisasi akses dari Tol Cipularang menuju jalur fungsional Jakarta-Cikampek II Selatan juga akan ditingkatkan untuk mendukung arus balik.

    Subakti menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim Satgas Mudik 2025 yang telah berperan besar dalam kelancaran layanan mudik tahun ini.

    “Kami bersyukur mendapat apresiasi langsung dari presiden, wakil presiden, serta berbagai kementerian atas operasional yang tertib, aman, dan nyaman. Ini bukti bahwa mudik tenang dan menyenangkan benar-benar terwujud,” ucapnya.

    Kesuksesan ini juga ditopang oleh kesiapan penuh dalam mengantisipasi cuaca ekstrem, manajemen rest area, hingga pembatasan kegiatan konstruksi selama masa mudik.

    Teknologi prediksi lalu lintas TransiFlow for TrafficPro (TF-TP) yang berbasis machine learning turut dimanfaatkan untuk menganalisis tren pergerakan kendaraan dan memproyeksikan puncak arus hingga 30 hari ke depan.

    Dengan sistem yang semakin canggih yang digunakan Satgas Mudik 2025, Jasa Marga memastikan standar pelayanan tetap optimal dan pengalaman mudik makin nyaman bagi seluruh pengguna jalan tol.
     

  • IHSG Hari Ini Naik Lagi, 6 Saham Jadi Ladang Cuan

    IHSG Hari Ini Naik Lagi, 6 Saham Jadi Ladang Cuan

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini kembali mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan Jumat (11/4/2025). IHSG tercatat naik sebesar 8,2 poin atau 0,13% ke level 6.262,2. Kenaikan ini menandai tren positif selama dua hari berturut-turut.

    Kondisi ini dimanfaatkan investor untuk memburu saham-saham potensial. Tercatat, saham OBAT, CSIS, KOBX, TCID, MREI, dan BRMS menjadi top gainers. 

    Mengacu pada data RTI, sebanyak 309 saham menguat, 259 saham melemah, dan 226 lainnya tidak mengalami perubahan. Nilai total transaksi pada hari ini mencapai Rp 10,36 triliun dengan volume perdagangan sebesar 13,15 miliar lembar saham, tersebar dalam lebih dari 1 juta kali transaksi.

    Kinerja positif IHSG hari ini turut didorong oleh lonjakan sektor-sektor utama. Sektor bahan baku mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 3,3%, disusul sektor transportasi yang naik 1,1%, sektor energi 0,7%, sektor keuangan 0,6%, dan sektor kesehatan 0,2%.

    Namun, tak semua sektor mengikuti tren naik. Sektor barang konsumsi primer turun 1,2%, diikuti sektor konsumsi non-primer dan properti yang masing-masing terkoreksi 0,6%, serta infrastruktur turun 0,2%.

    Menariknya, saat IHSG hari ini menguat, pasar saham Asia bergerak bervariasi. Indeks Shanghai (China) naik 0,4% dan Hang Seng (Hong Kong) naik 1,1%. Sementara itu, Straits Times (Singapura) melemah 2,1%, dan Nikkei (Jepang) jatuh cukup dalam sebesar 2,9%.

    Saham-saham dengan lonjakan harga signifikan mencuri perhatian investor. Di antaranya adalah saham PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) yang melompat 21% ke harga Rp 69, disusul PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) yang naik 19% menjadi Rp 1.815, dan PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) yang melonjak 18,4% menjadi Rp 154.

    Selain itu, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) menguat 18,1% menjadi Rp 780, diikuti PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) yang naik 18,1% menjadi Rp 685, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 16% ke Rp 348.

    Menurut analisis Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG hari ini menguat meski sentimen global masih dibayangi ketidakpastian, terutama akibat potensi memanasnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China.

    Namun, sentimen dalam negeri memberikan angin segar. Pemerintah menunjukkan komitmen dalam menjaga iklim usaha, salah satunya dengan membuka ruang revisi aturan perpajakan untuk mendukung aksi korporasi, seperti merger dan akuisisi. Harapannya, pelaku usaha tidak semakin terbebani oleh dampak kebijakan tarif internasional.

    IHSG hari ini menutup pekan dengan performa positif, membuka peluang baru bagi investor untuk memanfaatkan momentum dan strategi di tengah dinamika global.

  • OJK Terapkan ARB 15 Persen Demi Jaga Stabilitas dan Lindungi Investor

    OJK Terapkan ARB 15 Persen Demi Jaga Stabilitas dan Lindungi Investor

    Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 15 persen, sebagai bagian dari langkah strategis menjaga stabilitas pasar modal dan melindungi kepentingan investor di tengah fluktuasi pasar yang meningkat.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyatakan, kebijakan ini merupakan hasil kajian menyeluruh bersama pelaku pasar dan self-regulatory organization (SRO).

    “Pendekatan ini bertujuan mencapai keseimbangan antara proteksi investor dan efisiensi pasar,” ujarnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RKDB) Maret 2025, Jumat (11/4/2025) di Jakarta.

    Berbeda dengan kebijakan saat masa pandemi Covid-19 yang dilandasi ketidakpastian tinggi, keputusan ini mencerminkan keyakinan bahwa kondisi pasar saat ini lebih stabil dan matang.

    OJK menilai bahwa fleksibilitas dalam pergerakan harga menjadi penting untuk menjaga likuiditas serta pembentukan harga yang wajar.

    Penyesuaian batas ARB 15 persen ini berlaku mulai Selasa (8/4/2025), meliputi seluruh saham yang tercatat di papan utama, papan pengembangan, papan ekonomi baru, termasuk ETF dan DIRE pada semua level harga.

    Seiring dengan itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memperbarui ketentuan terkait penghentian sementara perdagangan. Trading halt akan dilakukan selama 30 menit jika IHSG turun lebih dari 8 persen, dan tambahan 30 menit bila penurunan berlanjut hingga melewati 15 persen. Jika IHSG terperosok lebih dari 20 persen, maka perdagangan bisa dihentikan hingga akhir sesi, atas persetujuan OJK.

    Sebagai langkah antisipatif lainnya, OJK dan BEI menangguhkan implementasi short selling dan membuka opsi pembelian kembali saham (buyback) oleh emiten tanpa perlu menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 13 Tahun 2023.

    Kebijakan ini berlaku hingga enam bulan ke depan, terhitung sejak 18 Maret 2025. Hingga 9 April 2025, tercatat 21 emiten telah menyampaikan rencana buyback dengan total anggaran mencapai Rp 14,97 triliun. Dari jumlah tersebut, 15 emiten telah mengeksekusi buyback senilai Rp 429,72 miliar.

    “Kami akan terus mengevaluasi efektivitas kebijakan dan siap melakukan penyesuaian jika dibutuhkan untuk merespons dinamika pasar ke depan,” tegas Inarno terkait kebijakan batas ARB 15 persen.

  • Bangga! Soetta Jadi Bandara Terbaik ke-25 Dunia pada 2025

    Bangga! Soetta Jadi Bandara Terbaik ke-25 Dunia pada 2025

    Tangerang, Beritasatu.com – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Cengkareng, Tangerang, Banten menempati peringkat 25 bandara terbaik dunia kategori World Top 100 Airports 2025 versi Skytrak.

    General Manajer Bandara Soekarno-Hatta Dwi Ananda Wicaksana mengatakan sebelumnya Skytrak menempatkan Bandara Soekarno-Hatta di peringkat 28 terbaik dunia pada 2024.

    “Alhamdulillah, Bandara Soekarno-Hatta mendapat peringkat 25 di dunia kategori World Top 100 Airports 2025,” ujar Dwi Ananda Wicaksana, Jumat (11/4/2025).

    Bandara Soekarno-Hatta juga menduduki peringkat ke-3 Best Airports 2025 By Size dengan jumlah 50 juta sampai 60 juta penumpang. Bandara Soetta juga masuk sembilan besar Best Airports in Asia 2025. 

    “Kemudian kita juga mendapat peringkat 10 Best Airports Staff di Asia tahun 2025, serta peringkat 10 World Best Airports Immigration Service,” ucapnya.

    “Ini juga cukup baru, kita lihat banyak perubahan di Imigrasi sehingga mendapat ranking 10 di Asia, dan yang terakhir adalah kita mendapat certified bintang empat di airports rating dunia 2025,” sambung Dwi.

    Dwi belum puas diri dengan capaian penghargaan tersebut. Ia menargetkan Bandara Soekarno-Hatta bisa masuk peringkat 15 terbaik di dunia.

    “Kami ditarget oleh Pak Menko dalam 3 atau 5 tahun terakhir harus masuk di 15 besar. Artinya masih banyak peluang kita untuk improve, untuk mendapat meningkatkan ranking kita di dunia,” tandas GM Bandara Soetta Dwi Ananda.

  • BEI Perkuat Stabilitas Pasar, Atur Ulang Strategi Hadapi Sentimen

    IHSG Januari-Maret 2025 Terkoreksi 8,04 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi hingga 8,04% pada Januari-Maret 2025, tetapi ditutup menguat ke level 6.510,62 pada 27 Maret 2025.

    “Pasar saham domestik ditutup sebesar 3,83% month to date (mtd) pada 27 Maret 2025 ke level 6.510,62 atau year to date (ytd) melemah sebesar 8,04%,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Jumat (11/4/2025).

    Inarno menambahkan, nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 11.126 triliun atau naik 2,27% mtd. Namun, nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 9,80% ytd.

    Sementara itu, non resident net sell mencapai sebesar Rp 8,02 triliun mtd dan masih terdapat net sell sebesar Rp 29,92 triliun ytd.

    IHSG Tertekan 7,9 Persen

    Dikatakan Inarno, sejak pembukaan pasar saham pascalibur Lebaran pada 8 April 2025, IHSG tercatat mengalami koreksi sebesar 7,9% dari 6.510 ke level 5.996.

    Bahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat melakukan pemberhentian sementara perdagangan atau trading halt selama 30 menit pada awal perdagangan dibuka.

    “Namun demikian, tekanan sedikit berkurang pada tanggal 9 April tersebut di mana day to date (dtd) mencatatkan 0,47% atau di level 5.967. Dan pada 10 April 2025, IHSG ditutup positif ke level 6.254 atau secara day to day naik sebesar 4,79%, walaupun secara year to date masih turun sebesar 11,67%,” pungkas Inarno.

  • Aturan Diubah, Penghasilan di Bawah Rp 14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi

    Aturan Diubah, Penghasilan di Bawah Rp 14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah menyusun revisi kriteria masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai penerima manfaat rumah subsidi. Rencana perubahan ini akan disahkan pada 21 April 2025.

    Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pembaruan kriteria ini bertujuan agar lebih banyak masyarakat bisa mengakses program rumah subsidi, termasuk hunian vertikal seperti rumah susun dan apartemen yang memiliki harga lebih tinggi dibanding rumah tapak.

    “Pada 21 April, kita akan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri yang menyangkut kriteria masyarakat berpenghasilan rendah. Kita akan berkoordinasi dengan menteri hukum dan kepala BPS yang terus bekerja keras,” kata Ara, Jumat (11/4/2025).

    Dalam revisi yang sedang difinalisasi, batas maksimal penghasilan untuk MBR dinaikkan menjadi Rp 12 juta bagi individu lajang (single) dan Rp 14 juta bagi pasangan yang telah menikah. Kebijakan ini berlaku khususnya untuk wilayah Jabodetabek, yang dikenal memiliki harga properti tinggi.

    “Jadi, kita sepakati di Jabodetabek, penghasilan maksimal untuk MBR yang single adalah Rp 12 juta dan yang sudah menikah Rp 14 juta. Ini kabar baik karena semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan manfaat dari rumah subsidi,” jelas Maruarar.

    Perubahan ini diharapkan dapat memperluas cakupan penerima manfaat rumah subsidi dan mempercepat penyaluran unit, sehingga turut membantu menurunkan angka backlog perumahan nasional yang saat ini diperkirakan mencapai 9,9 juta unit.

    “Pembahasan ini sedang kami rampungkan bersama BPS dan secara internal di PKP dengan berbagai kajian. Saat ini kami juga tengah melakukan harmonisasi dengan Kementerian Hukum, dan target penetapannya paling lambat 21 April,” kata Maruarar terkait kriteria masyarakat berpenghasilan rendah sebagai penerima manfaat rumah subsidi.

  • Dibuka Melemah, IHSG Sesi I Berhasil Naik ke Zona Hijau

    Dibuka Melemah, IHSG Sesi I Berhasil Naik ke Zona Hijau

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil naik ke zona hijau pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Jumat (11/4/2025).

    IHSG pada awal perdagangan dibuka memerah, tetapi perlahan naik ke zona hijau. IHSG pada sesi ini menguat 0,22% atau 13,68 poin ke level 6.267,7.

    IHSG pada sesi I bergerak dalam rentang 6.148-6.282. Perdagangan IHSG mencatatkan 7,05 miliar lembar saham senilai Rp 5,41 triliun dari 584.852 kali transaksi.

    Sebanyak 271 saham yang diperdagangkan tercatat menguat, sebanyak 269 saham melemah, dan sebanyak 240 saham stagnan.

    Pada saat IHSG sesi I berbalik arah, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sedikit menguat. Dari data Bloomberg di pasar spot exchange, rupiah siang ini berada pada level Rp 16.802 per dolar AS atau menguat 20,5 poin (0,12%).

  • THR Masih Sisa? Ini 5 Pilihan Investasi yang Patut Dicoba

    THR Masih Sisa? Ini 5 Pilihan Investasi yang Patut Dicoba

    Jakarta, Beritasatu.com – Kebutuhan Lebaran telah terpenuhi, dan sisa tunjangan hari raya (THR) masih tersisa. Daripada digunakan untuk pengeluaran konsumtif yang tidak terlalu mendesak, ada baiknya sisa THR dimanfaatkan sebagai modal awal untuk berinvestasi.

    Langkah ini tidak hanya menjadi bentuk pengelolaan keuangan yang bijak, tetapi juga dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam bentuk peningkatan nilai aset dan kestabilan finansial.

    Berikut ini beberapa pilihan investasi yang dapat dipertimbangkan.

    Investasi untuk Sisa THR

    1. Reksa dana

    Reksa dana adalah wadah yang mengumpulkan dana dari banyak orang untuk diinvestasikan ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, atau pasar uang, oleh manajer investasi profesional.

    Ada beberapa jenis reksa dana yang bisa dipilih, seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, hingga reksa dana saham. Reksa dana sangat cocok untuk pemula karena pengelolaannya dilakukan oleh pihak profesional dan modal awal yang dibutuhkan relatif kecil.

    2. Deposito

    Deposito merupakan produk simpanan di bank yang memberikan bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Dana yang disetorkan akan dikunci dalam jangka waktu tertentu, mulai dari satu bulan hingga sampai beberapa tahun.

    Keuntungan dari deposito adalah risikonya rendah, karena dijamin oleh lembaga penjamin simpanan (LPS). Cocok bagi Anda yang menginginkan keamanan dan kepastian imbal hasil, meskipun return-nya tidak sebesar instrumen lain.

    3. Emas

    Investasi emas juga dapat dipilih karena sifatnya yang tahan terhadap inflasi dan nilainya cenderung meningkat dalam jangka panjang. Emas juga mudah dicairkan dan dapat dibeli dalam bentuk fisik maupun digital melalui aplikasi investasi tepercaya.

    Instrumen ini cocok bagi Anda yang ingin menyimpan nilai aset secara aman dalam jangka menengah hingga panjang.

    4. Saham

    Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan memiliki saham, Anda berhak atas pembagian keuntungan (dividen) dan potensi kenaikan harga saham di pasar.

    Meski menawarkan potensi keuntungan yang tinggi, saham juga memiliki risiko yang besar karena harga bisa naik atau turun secara drastis. Oleh karena itu, investasi saham lebih cocok untuk individu dengan pemahaman pasar yang baik dan profil risiko agresif.

    5. Obligasi

    Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan dapat dibeli oleh individu dengan jumlah tertentu. Contohnya seperti obligasi ritel Indonesia (ORI) dan sukuk ritel (SR).

    Instrumen ini menawarkan bunga atau imbal hasil tetap setiap bulan, dan pokok investasi akan dikembalikan saat jatuh tempo. Keamanan obligasi ini relatif tinggi karena dijamin oleh negara, menjadikannya pilihan menarik untuk investasi jangka menengah hingga panjang.