Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Harga Emas Tembus Rekor karena Dolar AS Tertekan dan Perang Dagang

    Harga Emas Tembus Rekor karena Dolar AS Tertekan dan Perang Dagang

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia melonjak tajam dan menembus angka US$ 3.200 per troy ons pada Jumat (11/4/2025), dipicu oleh melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan memuncaknya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

    Kondisi ini memicu kekhawatiran akan resesi global, sehingga mendorong para investor beralih ke aset safe haven seperti emas.

    Dilansir dari Reuters, pada perdagangan Jumat, harga emas dunia sempat menyentuh rekor tertinggi di angka US$ 3.245,28. Sepanjang pekan ini, harga emas telah menguat lebih dari 6%. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS ditutup naik 2,1% di level US$ 3.244,6.

    “Emas kini menjadi aset safe haven yang paling diminati di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh perang dagang Trump. Dolar AS mengalami depresiasi, sementara obligasi pemerintah AS mengalami tekanan jual besar-besaran akibat menurunnya kepercayaan terhadap AS sebagai mitra dagang yang stabil,” ujar Nitesh Shah, analis komoditas dari WisdomTree.

    Pada hari yang sama, China menaikkan tarif impor atas produk-produk asal AS hingga 125%, memperbesar ketegangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

    Indeks dolar AS tercatat melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, sehingga membuat harga emas dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.

    Lonjakan harga emas juga didorong oleh kombinasi sejumlah faktor, termasuk aksi beli dari bank sentral, ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS, ketidakstabilan geopolitik, serta meningkatnya aliran dana investor ke ETF berbasis emas.

    “Sedikit koreksi harga emas bisa saja terjadi, tetapi secara keseluruhan trennya masih naik,” kata Tai Wong, seorang trader logam independen.

    Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas kerap diandalkan sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian global dan inflasi, serta cenderung menguat saat suku bunga rendah.

    Namun, analis dari UBS mengingatkan bahwa reli harga emas dunia bisa terbatas apabila terjadi beberapa perkembangan, seperti meredanya ketegangan geopolitik, membaiknya hubungan dagang internasional, atau perbaikan signifikan dalam kondisi ekonomi dan fiskal AS.

  • Wall Street Menguat Akhiri Pekan yang Penuh Gejolak

    Wall Street Menguat Akhiri Pekan yang Penuh Gejolak

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks utama Wall Street melonjak tajam pada Jumat (11/4/2025), mengakhiri pekan yang penuh gejolak akibat memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

    Indeks S&P 500 menguat 1,8% setelah sempat berfluktuasi. Dow Jones Industrial Average juga bangkit dari penurunan awal hampir 340 poin menjadi naik 619 poin atau 1,6%. Sementara itu, indeks Nasdaq melonjak 2,1%.

    Secara keseluruhan, indeks S&P 500 naik 95,31 poin menjadi 5.363,36. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 619,05 poin menjadi 40.212,71, dan indeks Nasdaq Composite naik 337,14 poin menjadi 16.724,46.

    Dilansir dari AP, kenaikan indeks utama Wall Street terjadi di tengah meredanya tekanan dari pasar obligasi AS, yang selama sepekan ini memberikan sinyal kekhawatiran serius sehingga menarik perhatian para investor dan Presiden Donald Trump.

    Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat menembus 4,58% pada pagi hari, naik tajam dari 4,01% sepekan sebelumnya. Kenaikan imbal hasil ini bisa berdampak pada suku bunga KPR dan pinjaman lainnya, memperlambat ekonomi dan mengindikasikan tekanan pada sistem keuangan.

    Namun, imbal hasil tersebut turun kembali ke level 4,48% pada sore hari. Meski masih lebih tinggi dari sehari sebelumnya, penurunan ini meredakan ketegangan pasar.

    Kenaikan imbal hasil obligasi selama sepekan ini tergolong tidak biasa, karena biasanya terjadi penurunan saat sentimen pasar memburuk. Investor global diduga mulai melepas obligasi AS akibat kekhawatiran perang dagang dan tindakan Trump yang tidak konsisten soal tarif impor. Bahkan, muncul keraguan terhadap citra AS sebagai tempat paling aman menyimpan dana.

    Nilai tukar dolar AS juga terus melemah terhadap berbagai mata uang utama seperti euro, yen Jepang, dan dolar Kanada. Di sisi lain, harga emas mencetak rekor baru, memperkuat reputasinya sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian.

    Gejolak pasar juga kembali memanas setelah China mengumumkan kenaikan tarif balasan atas produk-produk AS hingga 125%, menyusul eskalasi tarif oleh Trump.

    “Tarif-tarif AS terhadap China kini menjadi permainan angka tanpa makna ekonomi, dan akan menjadi bahan tertawaan dalam sejarah ekonomi dunia,” ujar juru bicara Kementerian Keuangan China.

    Ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia ini dinilai bisa memicu resesi global, meski Trump sebelumnya telah mengumumkan jeda 90 hari untuk sebagian tarif, kecuali untuk China.

    Sementara itu, lonjakan saham pada Jumat juga didorong laporan keuangan sejumlah bank besar AS yang melampaui ekspektasi. JPMorgan Chase, Morgan Stanley, dan Wells Fargo membukukan laba kuartal pertama yang kuat. Saham JPMorgan naik 4%, Morgan Stanley naik 1,4%, sementara Wells Fargo turun 1%.

    Pada saat Wall Street menguat, di pasar internasional, pergerakan indeks saham cenderung bervariasi. Indeks DAX Jerman turun 0,9%, sementara FTSE 100 Inggris naik 0,6%. Nikkei 225 Jepang anjlok 3%, sedangkan Hang Seng Hong Kong naik 1,1%.

  • Perang Dagang Global Belum Berdampak pada Bidang Infrastruktur

    Perang Dagang Global Belum Berdampak pada Bidang Infrastruktur

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengeklaim gejolak ekonomi global akibat perang dagang belum terlalu berdampak pada bidang infrastruktur.

    Dia menegaskan akan tetap berkomitmen untuk mencapai sasaran utama Presiden Prabowo Subianto di bidang infrastruktur yang disebut dengan PU608.

    “Di kami belum terasa, sekarang belum dan harapan saya tidak terdampak,” ujar Dody Hanggodo, di Jakarta, Jumat (11/5/2025).

    Dia menilai perang dagang melalui kebijakan tarif impor baru yang dikeluarkan Presiden Amerika Donald Trump itu merupakan tengah menjadi konsentrasi menteri keuangan dan menko perekonomian.  

    “Namun, Presiden Trump masih pause 90 hari. Ya mungkin perlu lobi  khusus. Kan menko ekonomi, Bu Menkeu yang berangkat ke sana,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Dody mengatakan, pihaknya bakal tetap fokus mencapai tiga target utama di bidang infrastruktur yang disebut PU608 di tengah perang dagang global.

    Ketiga program itu di antaranya, target nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kurang dari 6, pengentasan kemiskinan menuju persentase 0% melalui makan bergizi gratis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi 8% per tahun.

    “Saya pikir kalau PU608 itu wajib untuk dicapai. Karena itu untuk mendukung Asta Cita Pemerintahan Bapak Prabowo Subianto,” tambah Dody.

    Dody Hanggodo ingin menekankan kembali arahan Presiden Prabowo  terkait fokus pembangunan infrastruktur dalam 5 tahun ke depan yang selaras dengan Asta Cita.

    Dody juga berpesan kepada seluruh insan PU untuk terus bekerja bersama dalam mencapai target-target sektor utama pada 2029, mulai dari pengelolaan sumber daya air dengan target kapasitas tampung sebesar 63,54 m3 per kapita dan efisiensi pemanfaatan air irigasi sebesar US$ 0,45 per m3.

    Lalu, ada target lain, yakni pembangunan jaringan jalan dan jembatan dengan target waktu tempuh lintas utama jaringan jalan nasional sebesar 1,7 jam per 100 km, dan peningkatan pelayanan dasar keciptakaryaan dengan target 30% rumah tangga dengan akses sanitasi aman, 38% timbunan sampah terolah di fasilitas pengolahan sampah, dan 51,36% rumah tangga perkotaan dengan akses air siap minum perpipaan.

    Target itu menurut Dody harus tercapai meskipun ekonomi dunia tengah berkecamuk karena perang dagang global akibat tarif Trump.

  • Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Memihak Terkait Perang Dagang AS-China

    Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Memihak Terkait Perang Dagang AS-China

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak memihak dalam menyikapi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang saat ini saling memberlakukan kenaikan tarif impor.

    Dalam keterangannya seusai menghadiri Antalya Diplomatic Forum di Antalya, Turki, Jumat (11/4/2025), Prabowo berharap kedua negara dapat menemukan titik temu demi kepentingan bersama.

    “Saya harap, pada akhirnya, mereka bisa mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan,” ujar Prabowo.

    Ia menekankan Indonesia memiliki posisi netral karena baik AS maupun China adalah mitra dagang penting bagi Indonesia.

    “Kami tidak memihak. Kami menghormati semua negara. China adalah sahabat baik kami, begitu juga dengan Amerika Serikat. Kami ingin menjadi jembatan antara keduanya,” tegasnya.

    Pernyataan ini disampaikan di tengah memanasnya hubungan perdagangan antara AS dan China. Pemerintah China baru-baru ini menaikkan tarif impor hingga 125% terhadap barang-barang asal Amerika Serikat sebagai respons atas kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya memberlakukan tarif hingga 145% terhadap produk Tiongkok.

    Kebijakan Trump tersebut diumumkan pada Rabu (9/4/2025), dan juga mencakup penangguhan sementara bea masuk atas sejumlah produk dari negara lain selama 90 hari.

    Dengan kebijakan terbaru ini, hampir seluruh perdagangan barang antara AS dan China kini dikenakan tarif tinggi. Sejak perluasan tarif oleh AS, porsi barang yang dikenakan bea masuk oleh China melonjak dari 67% menjadi 100%.

    Saat ditanya mengenai kemungkinan Indonesia memutuskan kerja sama dengan China demi mendekatkan diri ke AS, Prabowo langsung membantahnya.

    “Tidak, tidak mungkin memutus kerja sama. Hubungan Indonesia dan China sudah terjalin sangat lama dan erat. Tidak bisa diputus begitu saja,” jelas Presiden Prabowo.

  • RI Ekspor 53 Persen Mebel ke AS, Pengusaha Waspadai Tarif Trump

    RI Ekspor 53 Persen Mebel ke AS, Pengusaha Waspadai Tarif Trump

    Jakarta, Beritasatu.com – Pengusaha mebel dan produk kerajinan khas Indonesia mengaku mengkhawatirkan adanya kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia. Hal ini akan mengganggu kinerja sektor industri tersebut.

    Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengungkapkan, AS merupakan pasar ekspor utama bagi Indonesia denga 53% produk mebel dan produk kerajinan di Tanah Air, dikirim ke Negeri Paman Sam.

    Diketahui, AS menetapkan tarif untuk Indonesia sebesar 32%. Namun, kebijakan yang awalnya akan diberlakukan pada Rabu (9/4/2025) ini, akan ditunda hingga beberapa bulan ke depan.

    “Sekarang ini, industri mebel dan kerajinan nasional ekspor ke AS sangat besar, 53,8% tepatnya. Itu kan sangat signifikan,” ungkap Abdul Sobur dalam acara bincang Corporate Insight, Jumat (11/4/2025).

    “Kalau terjadi pemberlakuan tarif masuk sampai 32%, pasti akan ada gangguan yang cukup besar,” sambungnya.

    Meski kebijakan tarif 32% dari AS ditunda, tetapi hal tersebut telah memberikan dampak pada kegiatan bisnis pelaku usaha mebel dan produk kerajinan.

    Abdul Sobur mengungkapkan, para pembeli di AS memilih untuk menunda pembelian produk-produk asal Indonesia. Imbasnya, barang-barang tersebut menumpuk di gudang. Dan kas keuangan para pengusaha tentunya tersendat.

    Mengingat kebijakan tarif resiprokal AS ditunda hingga beberapa waktu ke depan, para produsen ini telah mendesak para pembeli yang sudah memesan, untuk secepatnya menerima produk mebel dan kerajinan.

    “Dampak dari pengumuman itu terjadi eskalasi yang tidak kita harapkan. Karena ada sejumlah penundaan pengiriman dan penumpukan di pabrik,” bebernya.

    “Ada pertimbangan dari para buyer kami di AS untuk menunda pengiriman, karena situasinya masih belum stabil di lapangan,” pungkas Abdul Sobur terkait tarif Trump.

  • Prabowo Akui Minta Bertemu Donald Trump untuk Bahas Tarif Impor

    Prabowo Akui Minta Bertemu Donald Trump untuk Bahas Tarif Impor

    Antalya, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto mengaku sudah meminta waktu Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AS) untuk bertemu membahas soal tarif impor.

    Diketahui, mulai 9 April 2025 tarif impor yang diberlakukan bagi Indonesia adalah sebesar 32%. Meski demikian, saat ini Donald Trump masih menunda pemberlakuan tarif impor terhadap sebagian besar negara selama 90 hari.

    “Saya sudah minta waktu, mudah-mudahan,” kata Prabowo seusai menghadiri Antalya Diplomatic Forum di Antalya, Turki, Jumat (11/4/2025).

    Sementara itu, Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) bersiap negosiasi untuk merespons kebijakan tarif resiprokal Presiden AS, Donald Trump. ASEAN sepakat tidak akan memberikan balasan atas tarif impor Trump yang baru.

    “Kami menyatakan niat bersama untuk terlibat dalam dialog yang jujur dan konstruktif dengan AS untuk mengatasi masalah terkait perdagangan,” bunyi pernyataan bersama oleh para menteri ekonomi ASEAN saat bertemu di Malaysia, dikutip dari Antara, Jumat (11/4/2025).

    Menurut negara-negara ASEAN, komunikasi dan kolaborasi terbuka merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan hubungan yang tak hanya seimbang, tetapi juga berkelanjutan.

    Negara-negara ASEAN pun menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan balasan apa pun atas kebijakan tarif impor Trump, meskipun China telah mendesak untuk mengambil sikap bersama untuk melawan.

  • Industri Baja Khawatir Produk China Kian Banjiri Pasar RI

    Industri Baja Khawatir Produk China Kian Banjiri Pasar RI

    Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia atau Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) mewanti-wanti adanya dampak buruk fenomena perang tarif impor antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Hal tersebut akan membuat China enggan menjual produknya ke AS, dan mencari pasar alternatif.

    Imbasnya, Indonesia akan merasakan dampaknya, yakni produk-produk impor asal negeri Tirai Bambu akan membanjiri pasar dalam negeri, terutama produk-produk besi dan baja.

    Ketua IISIA Muhammad Akbar Djohan mengungkapkan, China merupakan negara penghasil produk besi dan baja terbesar di dunia. Angka produksinya mencapai 1,2 miliar ton per tahun.

    “Dampak dari adanya tarif yang dikeluarkan Presiden AS tidak berdampak langsung kepada kita, tetapi yang perlu diantisipasi produk-produk (China) yang harusnya ke AS, ini pasti mencari pasar,” ungkap Akbar Djohan di kantor PT Krakatau Steel, Jakarta, Jumat (11/4/2025).

    “Salah satunya Indonesia, ini yang perlu kita antisipasi. Global supply chain tidak bisa dicegah dan di luar kontrol kita,” sambungnya.

    Akbar melanjutkan, untuk menekan arus besi dan baja impor, diperlukan peran Pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait.

    Menurutnya, kebijakan ini sangat penting untuk menciptakan persaingan yang adil, serta memberikan ruang bagi produsen dalam negeri untuk berkembang.

    Akbar membeberkan, industri besi dan baja merupakan sektor penting. Apabila ekosistem industri ini dapat dimaksimalkan, maka akan berkontribusi kepada target pemerintah dalam mengejar pertumbuhan ekonomi di angka 8%.

    Tak tanggung-tanggung, ekosistem industri besi dan baja dapat memberikan lapangan kerja untuk setidaknya 10 juta orang.

    “Kalau kita mau mengejar pertumbuhan ekonomi 8% per tahun dari program Bapak Presiden Prabowo, maka akseleratornya ya industri baja kita,” pungkasnya. 
     

  • RI Ekspor 53 Persen Mebel ke AS, Pengusaha Waspadai Tarif Trump

    Ekspor Mebel Dibidik Rp 100 T, Tarif AS Bisa Menghambat?

    Jakarta, Beritasatu.com – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menargetkan nilai ekspor produk mebel dan kerajinan dapat menembus angka US$ 6 miliar pada 2030 saat ekonomi global tertekan imbas tarif Amerika Serikat (AS). Jika dikonversi ke dalam rupiah, angka tersebut setara Rp 100,9 triliun (asumsi kurs Rp 16.821 per dolar AS).

    Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengungkapkan, dirinya masih optimistis dapat mencapai target tersebut, meskipun banyak tantangan yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Salah satunya adanya tarif resiprokal AS kepada sejumlah negara mitranya.

    Namun, Abdul Sobur mengungkapkan, kebijakan tarif resiprokal AS harus dapat dilihat dari sisi positifnya. Fenomena tersebut harus dijadikan peluang para pelaku usaha industri mebel dan kerajinan.

    Diketahui, AS telah menetapkan tarif resiprokal sebesar 145% terhadap China. Padahal, China merupakan eksportir produk mebel dan kerajinan terbesar bagi AS.

    Hal ini tentunya akan membuat China mengalihkan penjualannya ke AS. Dengan demikian, pengusaha Indonesia harus memaksimalkan pasar yang ditinggalkan oleh China.

    “Ada ceruk pasar yang ditinggalkan oleh China. Kita bisa memberikan upaya untuk bisa mendorong percepatan atau pertumbuhan ekspor ke sana,” kata Abdul Sobur dalam acara bincang Corporate Insight, Jumat (11/4/2025).

    Dirinya mengungkapkan, mebel dan produk kerajinan merupakan produk yang paling laris di AS. Terutama produk yang berbahan baku dasar kayu-kayu khusus, seperti jati serta mahoni.

    Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam berupa bahan baku, serta industri yang cukup baik, sehingga tren kinerja sektor tersebut sangat cerah ke depannya.

    Jika dikembangkan dengan baik, Abdul Sobur meyakini ekspor produk mebel dan kerajinan dapat menembus Rp 100 triliun pada 2030.

    “Kita punya kemampuan itu meski ada tarif AS dan bisa menjadi satu peluang yang besar untuk menaikkan potensi ekspor. Kami punya planning sampai 2030 bisa mencapai US$ 5 miliar hingga US$ 6 miliar,” pungkasnya. 

  • LinkedIn Top Companies 2025, Bank Mandiri Kembali Meraih Peringkat Pertama dalam Pengembangan Karier di Indonesia

    LinkedIn Top Companies 2025, Bank Mandiri Kembali Meraih Peringkat Pertama dalam Pengembangan Karier di Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Bank Mandiri kembali menempati posisi teratas dalam daftar LinkedIn Top Companies 2025 sebagai perusahaan terbaik untuk pengembangan karier di Indonesia. Ini merupakan kali ketiga secara berturut-turut Bank Mandiri meraih pengakuan bergengsi ini, mempertahankan posisi puncak sejak 2023.

    Penghargaan ini memperkuat reputasi Bank Mandiri sebagai tempat kerja unggulan yang berkomitmen pada pengembangan talenta dan inovasi manajemen SDM. Berdasarkan rilis resmi LinkedIn News Asia, daftar ini mencakup 15 perusahaan yang paling mendukung pertumbuhan karir pegawainya.

    Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah pilar penting, termasuk kemampuan untuk maju, perkembangan keahlian, stabilitas perusahaan, peluang eksternal, afinitas perusahaan, keragaman gender, latar belakang pendidikan, dan kehadiran karyawan. Bank Mandiri dinilai mampu secara konsisten menciptakan lingkungan kerja yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan pegawai.

    Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menjelaskan, sejak berdiri pada Oktober 1998, Bank Mandiri telah memprioritaskan pengembangan pegawai atau yang sering disebut Mandirian. Bank dengan logo pita emas ini, menurutnya, disiplin menjalankan pipeline leadership management, di mana setiap pegawai di berbagai level diwajibkan mengikuti program kepemimpinan yang bekerja sama dengan institusi terkemuka, baik lokal maupun global.

    Selain itu, Bank Mandiri juga terus mengadopsi berbagai elemen praktik terbaik dalam manajemen SDM, seperti Performance Management System, Pipeline Leadership Management, Technical Management Capability, Talent & Successor Plan, Strength Based Coaching, Annual People Development Plan, Strategic Partnership with Global Business Schools, Development Dialogue, MyLead Program, dan berbagai program unggulan lainnya.

    “Kami di Bank Mandiri meyakini, kemampuan, keterampilan, dan komitmen pegawai di seluruh level sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan yang berkelanjutan,” ungkap Darmawan dalam keterangan resmi, Selasa (16/4/2025).

    Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan yang berkelanjutan, pengembangan pegawai atau Mandirian menjadi prioritas utama bagi Bank Mandiri. Bank Mandiri terus berkomitmen mempersiapkan generasi Mandirian yang tangguh dan mampu menggali potensi diri mereka melalui berbagai program pengembangan pegawai yang meliputi development dialogue, active self learning, serta experiential learning on the job yang efektif dan terukur, dengan pendekatan kolaboratif antara pegawai, pemimpin, dan Human Capital.

    “Tujuannya adalah agar setiap Mandirian tidak hanya berkontribusi pada kemajuan perusahaan, tetapi juga memiliki karakter yang berdaya saing tinggi dan dapat beradaptasi terhadap perubahan,” tambah Darmawan. 

    Hingga akhir 2024, Bank Mandiri bertanggung jawab atas pengembangan keterampilan dan karakter lebih dari 38.000 pegawai dari berbagai generasi. Dari jumlah tersebut, gen Y (kelahiran 1981-1996) masih mendominasi, diikuti oleh gen Z (kelahiran 1997-2012)

    Untuk mendukung kualitas SDM, Bank Mandiri memiliki berbagai program pengembangan melalui corporate university, serta program terstruktur lainnya seperti onboarding program, career acceleration, career mentoring, career assignment, talent mobility, technical & leadership development, dan exposure internasional melalui beasiswa pendidikan S2 ke 15 universitas terbaik dunia.

    Komitmen Wujudkan Lingkungan Kerja Inklusif dan Berkelanjutan

    Di tengah disrupsi teknologi yang makin cepat, Bank Mandiri juga gencar mendorong pengembangan talenta digital. Salah satunya melalui program My Digital Academy, yang dirancang untuk mencetak tenaga profesional muda di bidang teknologi informasi (TI).

    “Kami fokus pada pengembangan pendidikan pegawai dan talenta sejak awal karir agar menciptakan pertumbuhan yang optimal, yang kami harap dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan SDM di Indonesia dalam jangka panjang,” jelas Darmawan.

    Darmawan juga menegaskan Bank Mandiri, sebagai organisasi yang dinamis, selalu berusaha mencari dan menerapkan perubahan berkelanjutan untuk terus relevan dengan perkembangan terkini. 

    “Dalam setiap langkah transformasi digital yang kami lakukan, Bank Mandiri berkomitmen untuk memastikan seluruh pegawai tetap memiliki ruang untuk tumbuh. Perubahan bukan berarti meninggalkan, melainkan momen untuk bersama berkembang melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas,” ujar Darmawan.

    Bank Mandiri secara konsisten menumbuhkan lingkungan kerja yang inklusif dan mengedepankan prinsip berkelanjutan. Saat ini, perempuan mencakup 52,4% dari total karyawan, mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong partisipasi aktif perempuan di seluruh lini organisasi. Untuk mendukung hal tersebut, Bank Mandiri menyediakan berbagai fasilitas kerja yang ramah keluarga, termasuk kebijakan kerja fleksibel bagi ibu hamil dan pasca melahirkan.

    Upaya ini dilakukan agar setiap pegawai, tanpa terkecuali, dapat berkembang secara profesional tanpa harus mengesampingkan keseimbangan kehidupan pribadi. 

    “Ke depan, kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan, baik dalam pelayanan kepada nasabah maupun dalam pengembangan karyawan,” tutup Darmawan.

  • China Hajar Tarif AS Jadi 125 Persen, Sindir Trump Lelucon Ekonomi

    China Hajar Tarif AS Jadi 125 Persen, Sindir Trump Lelucon Ekonomi

    Beijing, Beritasatu.com – Pemerintah China resmi menaikkan bea masuk atas produk impor atau tarif dari barang Amerika Serikat (AS) hingga 125%. Hal ini sebagai respons terhadap kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump yang meningkatkan tekanan terhadap ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

    Kementerian Keuangan Tiongkok mengutuk langkah Trump sebagai lelucon dan tindakan sepihak yang melanggar aturan perdagangan internasional. Mereka juga menyebut strategi tersebut tidak masuk akal serta bertentangan dengan prinsip ekonomi dasar.

    “Jika AS terus menaikkan tarif, itu tidak lagi relevan secara ekonomi dan hanya akan tercatat sebagai lelucon dalam sejarah ekonomi global,” demikian pernyataan resmi dari Beijing seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/4/2025).

    Keputusan Trump yang diumumkan Rabu (9/4/2025) lalu mencakup kenaikan tarif hingga 145% terhadap barang-barang Tiongkok, disertai dengan penangguhan sementara bea masuk terhadap sejumlah produk dari negara lain selama 90 hari. Hal ini membuat para investor menanti langkah balasan dari Tiongkok.

    Pada Kamis (10/4/2025), nilai tukar yuan anjlok ke titik terendah sejak krisis keuangan global, meski sempat menguat kembali pada Jumat.

    Analis menyatakan bahwa perang tarif AS dan China ini telah membuat perdagangan antara kedua negara nyaris tidak mungkin dilakukan.

    “Dengan tarif yang melampaui 100%, keuntungan eksportir terhapus dan harga barang impor menjadi tidak kompetitif,” ucap dia.

    Menurut UBS, keputusan China untuk tidak membalas tarif lebih lanjut mencerminkan bahwa hubungan dagang dengan AS telah nyaris terputus sepenuhnya.

    Meski tidak akan lagi membalas dalam bentuk tarif, Tiongkok membuka kemungkinan pembalasan dalam bentuk lain. Beijing telah mengumumkan pembatasan impor film-film Hollywood dan memperingatkan warganya untuk berhati-hati saat bepergian ke AS. Imbauan juga diberikan kepada mahasiswa yang ingin belajar di Ohio.

    Saat ini, hampir seluruh perdagangan barang antara kedua negara dikenakan tarif tinggi. Porsi barang yang dikenai bea masuk oleh China naik menjadi 100% sejak Rabu (9/4/2025) menyusul perluasan tarif oleh AS yang sebelumnya mencapai 67%.

    Data dari Peterson Institute for International Economics menunjukkan bahwa rata-rata tarif AS atas barang China kini mencapai 135% dan meningkat drastis dibandingkan sebelum perang dagang dimulai pada 2018.