Category: Beritasatu.com Ekonomi

  • Daftar Barang Elektronik Ini Dikecualikan dari Tarif Impor Trump

    Daftar Barang Elektronik Ini Dikecualikan dari Tarif Impor Trump

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintahan Donald Trump akan mengecualikan produk elektronik dan laptop dari tarif impor balasan. Keputusan ini akan memberikan keuntungan bagi raksasa teknologi seperti Apple dan Samsung, serta produsen cip seperti Nvidia, dan diprediksi akan mendorong reli saham teknologi saat perdagangan saham Amerika Serikat (AS) dibuka kembali pada Senin (14/4/2025).

    Dikutip dari AP, Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan perangkat seperti smartphone, laptop, hard drive, monitor panel datar, dan beberapa jenis cip akan dikecualikan dari tarif impor Trump. Mesin pembuat semikonduktor juga termasuk dalam pengecualian tersebut. Artinya, produk-produk tersebut tidak akan dikenakan tarif 145% yang diberlakukan terhadap China, maupun tarif dasar 10% terhadap negara lain.

    Keputusan ini merupakan perubahan terbaru dalam kebijakan tarif pemerintahan Trump, yang sebelumnya telah beberapa kali melakukan pembalikan arah dalam rencana besar mereka untuk mengenakan tarif atas barang dari berbagai negara.

    Pengecualian ini mencerminkan pengakuan Trump bahwa tarif terhadap Tiongkok tidak akan secara signifikan mengalihkan manufaktur smartphone, komputer, dan perangkat lainnya ke AS dalam waktu dekat. Padahal sebelumnya, pemerintah memperkirakan perang dagang akan mendorong Apple memproduksi iPhone di AS untuk pertama kalinya.

    Namun, skenario tersebut dianggap tidak realistis mengingat Apple telah membangun rantai pasokan yang sangat kompleks di Tiongkok selama beberapa dekade. Membangun pabrik baru di AS akan membutuhkan waktu bertahun-tahun dan investasi miliaran dolar, serta bisa membuat harga iPhone melonjak hingga tiga kali lipat.

    Langkah ini sejalan dengan harapan industri teknologi ketika tokoh-tokoh besar seperti CEO Apple Tim Cook, CEO Tesla Elon Musk, CEO Google Sundar Pichai, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, dan pendiri Amazon Jeff Bezos tampil mendukung Trump dalam pelantikannya pada 20 Januari lalu.

    Dukungan kolektif tersebut mencerminkan harapan bahwa Trump akan lebih berpihak pada industri dibanding pemerintahan Joe Biden, dan dapat mendorong pertumbuhan industri teknologi yang sudah berkembang pesat.

    Dalam pernyataan tertulis yang dirilis Sabtu (13/4/2025), Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt tidak secara langsung menanggapi pengecualian tarif impor Trump tersebut, tetapi menegaskan bahwa pemerintahan tetap berkomitmen mendorong perusahaan teknologi untuk memindahkan manufaktur ke AS.

  • Harga Emas Antam Hari Ini Masih Bertahan di Rekor Tertinggi

    Harga Emas Antam Hari Ini Masih Bertahan di Rekor Tertinggi

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas Antam hari ini, Minggu (13/4/2025), masih bertahan di rekor tertinggi sepanjang masa.

    Harga emas Antam hari ini tetap Rp 1,904 juta per gram seperti Sabtu (12/4/2025) yang merupakan rekor tertinggi. Harga emas 0,5 gram bahkan sudah menyentuh level di atas Rp 1 juta.

    Sementara itu, harga buyback emas Antam juga stabil pada level Rp 1,754 juta per gram.

    Berikut harga emas Antam pada Minggu pagi hari ini:

    Harga emas 0,5 gram: Rp 1.004.000
    Harga emas 1 gram: Rp 1.904.000
    Harga emas 2 gram: Rp 3.752.000
    Harga emas 3 gram: Rp 5.608.000
    Harga emas 5 gram: Rp  9.324.000
    Harga emas 10 gram: Rp 18.570.000
    Harga emas 25 gram: Rp 46.262.500
    Harga emas 50 gram: Rp 92.405.000
    Harga emas 100 gram: Rp 184.690.000
    Harga emas 250 gram: Rp 461.337.500
    Harga emas 500 gram: Rp 922.375.000
    Harga emas 1.000 gram: Rp 1.844.600.000

    Seperti harga emas Antam yang hari ini tetap stabil di rekor tertinggi, harga perak juga stabil pada level Rp 18.650 per gram. 

  • Peluang di Balik Tarif Trump, Indonesia Bisa Bidik BRICS & ASEAN

    Peluang di Balik Tarif Trump, Indonesia Bisa Bidik BRICS & ASEAN

    Mataram, Beritasatu.com – Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan tarif impor era Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia menilai kebijakan tersebut tidak berdasar pada ilmu ekonomi dan cenderung bersifat “asal tembak”.

    Secara khusus, Akbar menyoroti tarif 32% yang dikenakan pada produk Indonesia, yang menurut Trump didasarkan pada surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 17 miliar. Bagi Akbar, alasan tersebut tidak masuk akal dan tidak mencerminkan pemahaman atas dinamika perdagangan internasional.

    “Kita melihat kebijakan Trump ini tidak ada dasar ilmunya. Pemerintah AS melihat surplus perdagangan US$ 17 miliar lalu mengenakan tarif 32%, padahal tak ada perhitungan ekonominya,” ujar Akbar di Mataram saat pelantikan Hipmi NTB, Sabtu (12/4/2025).

    Ia menilai tarif tinggi Trump tersebut hanya langkah taktis untuk membuka ruang negosiasi, terbukti dengan penurunan tarif menjadi 10% baru-baru ini. Ini dianggap sebagai sinyal dibukanya kembali dialog dagang antara kedua negara.

    “Artinya, ini kebijakan sementara untuk membuka ruang negosiasi. Sekarang sudah ada keputusan sela dari AS menurunkan tarif menjadi 10%,” jelasnya.

    Hipmi mendorong pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini guna menyusun kebijakan perdagangan yang menguntungkan kedua pihak secara berimbang.

    “Kita harap pemerintah bisa bernegosiasi dengan baik, membuat formulasi kebijakan yang win-win dan tidak didominasi ego sektoral,” tegasnya.

    Akbar juga menyoroti pentingnya diversifikasi pasar ekspor bagi para pelaku usaha Indonesia, terutama yang selama ini bergantung pada AS. Ia menyarankan ekspansi ke negara-negara lain guna mengurangi ketergantungan.

    “Teman-teman pelaku ekspor perlu mulai mendiversifikasi pasar, tidak hanya ke satu negara,” katanya.

    Selain itu, ia mendorong penguatan pasar domestik sebagai respons atas tantangan eksternal. Kebijakan tarif AS disebutnya sebagai momentum untuk mempercepat hilirisasi industri dan mendorong konsumsi produk dalam negeri.

    “Kita perlu meningkatkan pasar domestik agar program hilirisasi bisa menyasar konsumen lokal secara maksimal.”

    Beberapa sektor industri, seperti tekstil dan alas kaki, disebut akan terdampak langsung akibat kebijakan tarif Trump tersebut. Meski kontribusi ekspor ke AS hanya sekitar 20% dari total ekspor nasional, dampaknya tetap signifikan bagi sektor terkait.

    Namun di balik tantangan, Akbar melihat peluang. Ia menyebut kemitraan Indonesia dengan BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) sebagai potensi besar, mengingat kelompok ini mewakili 40 persen pasar dunia.

    “BRICS adalah potensi market besar. Kita harus manfaatkan momentum ini untuk masuk ke sana,” ujarnya terkait tarif Trump.

    Tak hanya BRICS, kawasan ASEAN juga dinilai memiliki potensi yang belum tergarap optimal. Menurut Akbar, tekanan dari kebijakan AS justru bisa memperkuat solidaritas regional dan menciptakan pasar baru di Asia Tenggara.

    “Jangan lupa kita bagian dari ASEAN. Kebijakan Trump ini justru bisa jadi pemicu lahirnya market baru di kawasan.”

    Pernyataan Akbar menyajikan perspektif kritis sekaligus konstruktif terkait dampak kebijakan tarif AS terhadap ekonomi Indonesia. Ia menekankan pentingnya adaptasi strategis, baik melalui perluasan pasar ekspor, penguatan pasar domestik, maupun pemanfaatan potensi kerja sama dengan BRICS dan ASEAN.

    Pemerintah Indonesia diharapkan dapat merespons secara cermat tarif Trump ini demi mencapai kesepakatan dagang yang adil dan saling menguntungkan.

  • https://www.beritasatu.com/ekonomi/2882642/bi-terapkan-triple-intervention-jaga-rupiah-di-tengah-tarif-trump

    https://www.beritasatu.com/ekonomi/2882642/bi-terapkan-triple-intervention-jaga-rupiah-di-tengah-tarif-trump

  • China Tertarik Investasi di Proyek Giant Sea Wall Jakarta

    China Tertarik Investasi di Proyek Giant Sea Wall Jakarta

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengeklaim,  cukup banyak investor luar maupun dalam negeri yang tertarik dengan proyek giant sea wall atau tanggul laut raksasa di pesisir utara Jawa. Salah satu negara yang tertarik ialah China.

    “Kita terus berkomunikasi dengan berbagai pihak yang kita anggap bisa menjadi potential investor dalam dan luar negeri, mereka juga cukup tertarik,” kata AHY di kantor Kemenhub, Sabtu (12/4/2025).

    Ketua umum Partai Demokrat itu mengatakan, saat berkunjung ke China, ada juga investor yang tertarik dengan megaproyek tanggul raksasa ini. Walaupun ia tidak memerinci lebih jauh terkait hal itu.

    “Ada (investor China) yang menunjukkan ketertarikan-ketertarikan, ya sekali lagi sebuah langkah yang perlu kita lakukan dan kita mencoba untuk membuka peluangnya ke semua,” ucapnya.

    Selain kepada investor China, AHY turut mengatakan proyek giant sea wall ini juga terbuka untuk semua investor dari berbagai negara. Termasuk dari investor atau negara yang belum pernah bekerja sama dengan Indonesia sebelumnya.

    “Ya tidak hanya ke salah satu negara atau salah satu entitas yang selama ini sudah bekerja sama dengan Indonesia, tetapi kita buka ruang ini secara luas, sesuai dengan arah Bapak Presiden Prabowo Subianto kita harus melibatkan banyak pihak, ini yang membuat kita bisa lebih sustainable,” kata AHY.

    “Namun sekali lagi, karena ini sesuatu yang besar dan belum pernah ada di Indonesia jadi semua juga terus melakukan studi. Mereka menghitung dengan baik karena capital yang dibutuhkan agak tidak sedikit dan perlu penguatan kebijakan dan regulasi dari pemerintah kita juga,” terangnya lagi.

    Dia berencana membentuk otorita khusus yang nantinya akan bertugas melaksanakan dan mengawasi proses pembangunan mega proyek itu. Sebab giant sea wall merupakan sebuah proyek yang besar dan kompleks, serta membutuhkan biaya yang sangat besar.

    “Ya ini lagi terus kita bicarakan karena ini kan sesuatu yang besar dan melibatkan banyak stakeholders ya, termasuk juga pemerintah pusat, pemerintah daerah,” tutupnya terkait proyek giant sea wall. 

  • 4 Fakta Terkini PT Yihong, 200 Karyawan Korban PHK Sudah Kembali Kerja

    4 Fakta Terkini PT Yihong, 200 Karyawan Korban PHK Sudah Kembali Kerja

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Yihong Novatex Indonesia kembali mempekerjakan karyawan yang sebelumnya menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebelumnya PHK atas ribuan karyawan terjadi di perusahaan yang berlokasi di Cirebon, Jawa Barat ini.  

    Terkait hal ini, ada sejumlah fakta-fakta terkini atas perkembangan hal tersebut.

    1. PT Yihong telah mempekerjakan kembali sebanyak 200 karyawan

    Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker Indah Anggoro Putri mengungkapkan jika sebanyak 200 karyawan korban PHK PT Yihong sudah kembali bekerja.

    “Sekarang yang bekerja lagi baru 200-an (pekerja),” kata dia dikutip dari Antara.

    2. 1.126 karyawan korban PHK akan kembali dipekerjakan secara bertahap

    “Nanti akan ditambah lagi dari 1.126 (korban terdampak PHK). Harapannya, insyaallah semuanya (kembali dipekerjakan),” kata Indah.

    “Lalu 200 orang lebih sudah dipekerjakan kembali, nanti secara bertahap (sisanya) akan dipekerjakan lagi,” tambah dia.

    3. Korban PHK sudah mendapatkan haknya

    Indah mengatakan para korban PHK PT Yihong Novatex sudah dipenuhi hak-haknya sebelum Hari Raya Idulfitri tahun ini.

    “PT Yihong hak-haknya (korban PHK) sudah dipenuhi, mulai dari THR, pesangon, sudah dipenuhi sebelum Lebaran,” ungkap Indah.

    4. PT Yihong sudah kembali produksi

    Selain itu, Indah menyatakan PT Yihong Novatex Indonesia sudah kembali berproduksi di sektor alas kaki, salah satunya adalah produksi sol sepatu.

    Sebelumnya, PT Yihong Novatex telah melakukan pemberhentian sebanyak 1.126 pekerja secara tiba-tiba. PHK tersebut diklaim sebagai dampak dari aksi mogok kerja buruh yang dilaporkan beberapa waktu lalu.

  • Jakarta Masih Jadi Magnet Perantau, Pemprov Fokus Kembangkan Ekonomi

    Jakarta Masih Jadi Magnet Perantau, Pemprov Fokus Kembangkan Ekonomi

    Jakarta, Beritasatu.com – Jakarta magnet perantau masih terbukti setelah Lebaran 2025. Arus kedatangan warga dari berbagai daerah ke ibu kota kembali terjadi.

    Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menilai fenomena ini sebagai sesuatu yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah menjadikan Jakarta sebagai kota ekonomi nasional dan global.

    Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno mengungkapkan, jumlah perantau yang datang setelah Lebaran 2025 sekitar 15.000 orang, lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, sebagian besar dari mereka tidak tinggal langsung di Jakarta.

    “Barangkali, mostly 70% dia tidak tinggal di kota Jakarta, tetapi dia tinggal di Bekasi, Depok, mungkin di Tangerang atau di Tangerang Selatan. Namun, dia bekerja di Jakarta,” ujar Rano Karno saat menghadiri acara nonton bersama anak-anak yatim di Mal Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Sabtu (12/4/2025).

    Fenomena Jakarta magnet perantau ini turut dipengaruhi oleh tingginya biaya sewa rumah di Jakarta, yang membuat para pendatang lebih memilih tinggal di wilayah penyangga. Karena itu, Pemprov Jakarta tidak lagi menggelar operasi yustisi seperti yang pernah dilakukan pada masa lalu.

    “Secara realita, sewa rumah atau kos, maaf, mungkin rumah petak di Jakarta jauh lebih mahal daripada di daerah pinggiran,” jelasnya.

    Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan bahwa pendatang ke Jakarta harus memiliki keterampilan agar tidak menjadi beban bagi kota.

    “Yang menjadi wanti-wanti kita, para pendatang ke Jakarta harus punya skill,” imbuh Rano.

    Kehadiran perantau yang memiliki kompetensi justru dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi kota, yang kini diarahkan menjadi pusat kegiatan ekonomi nasional dan global, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2024.

    Sebagai bentuk kesiapan, Pemprov Jakarta telah menyiapkan berbagai strategi, seperti penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor UMKM, serta pemanfaatan ruang publik dan aktivasi taman-taman kota untuk mendorong aktivitas ekonomi.

    “Jangan kamu berpikir ekonomi ini hanya pada kelas atas, tetapi kekuatannya ada di kelas-kelas ekonomi UMKM. Kalau mau berebut pasar, ya itu ada di menengah ke bawah,” tandasnya.

    Dengan arah pembangunan ini, bukan hal aneh jika Jakarta magnet perantau terus berlanjut dari tahun ke tahun. Selama disertai keterampilan dan semangat berkontribusi, kehadiran para pendatang justru akan menjadi kekuatan baru bagi masa depan ibu kota.

  • Penurunan Jumlah Pemudik Tak Terkait Daya Beli

    Penurunan Jumlah Pemudik Tak Terkait Daya Beli

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan bahwa jumlah pemudik pada Angkutan Lebaran 2025 mengalami penurunan sebesar 4,59% dibandingkan dengan realisasi pada Lebaran 2024.

    Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandy menegaskan bahwa penurunan tersebut tidak tergolong signifikan dan bukan disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat.

    “Tidak sampai 5%. Tentunya akan kami lihat lagi, evaluasi kira-kira penurunan itu disebabkan apa,” kata Menhub Dudy seusai menutup Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2025 di kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2025).

    Menurutnya, penurunan jumlah pemudik pada Angkutan Lebaran 2025 ini tidak perlu dikaitkan dengan faktor penurunan daya beli.

    “Itu bukan sesuatu yang perlu kita kaitkan dengan penurunan daya beli,” ucapnya.

    Menhub Dudy berpendapat bahwa penurunan jumlah pemudik pada Angkutan Lebaran 2025 disebabkan oleh kecenderungan masyarakat untuk merayakan lebaran di daerah asal, seperti di Jakarta.
     

  • Perang Dagang AS-China Meningkat, Harga Produk Mulai Naik

    Perang Dagang AS-China Meningkat, Harga Produk Mulai Naik

    Jakarta, Beritasatu.com – Penundaan kebijakan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selama 90 hari terhadap 75 negara kecuali China, memanaskan kembali perang dagang antara dua negara adidaya tersebut.

    AS memberlakukan tarif impor sebesar 145% terhadap barang-barang asal China, yang kemudian dibalas oleh China dengan mengenakan tarif sebesar 125% untuk produk-produk asal AS.

    Pada Kamis (10/4/2025), produk asal China yang telah beredar di pasar, termasuk platform seperti Amazon mengalami kenaikan harga. Kenaikan ini langsung dirasakan oleh konsumen di AS.

    “Barang-barang dari China yang ada di market space Amazon sudah dikenakan harga baru. Artinya, tarif impor yang diberlakukan oleh Donald Trump telah berdampak langsung pada harga barang konsumsi di AS. Kekhawatiran terhadap tensi dagang ini masih berlanjut karena ikut mendorong laju inflasi,” jelas Equity Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan kepada Beritasatu.com, Jumat (11/4/2025).

    Felix menambahkan bahwa peningkatan inflasi ini berpotensi memicu resesi, serta memperlambat pertumbuhan ekonomi AS secara lebih signifikan dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya.

    Beberapa analis dari Goldman Sachs pun telah memperkirakan potensi terjadinya resesi tersebut.

    “Goldman memperkirakan kemungkinan resesi mencapai 60%. Mayoritas analis juga memprediksi inflasi akan meningkat dari level saat ini, yaitu 2,3%,” tambahnya terkait perang dagang AS.

    Sementara itu, Donald Trump telah memperingatkan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell melalui akun Truth Social miliknya akhir pekan lalu, agar segera memangkas suku bunga. Namun, Powell menegaskan bahwa prioritas utama The Fed saat ini adalah menjaga inflasi tetap terkendali.

    Di sisi lain, mantan wakil ketua The Fed yang kini menjadi ekonom di Pimco menilai bahwa bank sentral tidak bisa gegabah memangkas suku bunga hanya karena ada proyeksi perlambatan ekonomi.

    Seperti dilaporkan The Washington Post, The Fed akan terus memantau data-data ekonomi terbaru untuk memastikan inflasi tetap berada di kisaran 2%, sesuai target bank sentral di tengah perang dagang AS-China.

  • 21 Emiten Ajukan Buyback Saham tanpa RUPS, Nilai Hampir Rp 15 T

    21 Emiten Ajukan Buyback Saham tanpa RUPS, Nilai Hampir Rp 15 T

    Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 21 emiten telah mengajukan rencana pembelian kembali (buyback) saham tanpa melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) hingga April 2025. Total anggaran yang disiapkan untuk buyback ini mencapai Rp 14,97 triliun.

    Anggota Dewan Komisioner OJK Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, menjelaskan, kebijakan buyback saham tanpa RUPS merujuk pada ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan, serta POJK Nomor 9 Tahun 2023.

    “Total anggaran dana dari 21 emiten tersebut hampir Rp 15 triliun,” ujar Inarno dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Jumat (11/4/2025).

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 emiten telah merealisasikan buyback saham tanpa RUPS dengan nilai sekitar Rp 430 miliar atau setara 3% dari total anggaran.

    “Jadi ruangnya masih besar. Kami juga terus mencermati perkembangan volatilitas pasar ke depan yang perlu diantisipasi. Ruang untuk buyback masih cukup banyak,” tambahnya.

    Inarno menegaskan bahwa OJK tidak menetapkan estimasi jumlah pasti emiten yang akan melakukan buyback saham ke depan. Hal ini bergantung pada keputusan masing-masing perusahaan terbuka dan kesiapan arus kas, sesuai kriteria dalam POJK.

    “OJK terus melakukan monitoring untuk mengambil respons kebijakan yang tepat dalam memitigasi volatilitas pasar,” tegasnya.

    Kebijakan buyback tanpa RUPS mulai diberlakukan sejak 18 Maret 2025 dan berlaku selama enam bulan ke depan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya regulator menjaga stabilitas pasar modal nasional di tengah ketidakpastian dan fluktuasi pasar global.

    OJK menilai kebijakan buyback saham ini sebagai alternatif strategis bagi emiten untuk menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan kepercayaan investor, terutama di masa tekanan pasar yang tinggi.