Category: Beritajatim.com

  • Riding to Muassis: Ansor Jombang Kota Bersama Bupati Warsubi Gelar Ziarah Ulama Sekaligus Kampanye Keselamatan Berkendara

    Riding to Muassis: Ansor Jombang Kota Bersama Bupati Warsubi Gelar Ziarah Ulama Sekaligus Kampanye Keselamatan Berkendara

    Jombang (beritajatim.com) – Semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap ulama ditunjukkan dalam kegiatan Riding to Muassis yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang Kota, Minggu (15/6/2025).

    Acara yang diikuti oleh sekitar 200 peserta ini menggabungkan kegiatan ziarah ke makam para muassis pondok pesantren di Jombang dengan kampanye keselamatan berkendara atau safety riding.

    Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen Nahdlatul Ulama di Kecamatan Jombang. Hadir dalam rombongan di antaranya jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jombang, PAC GP Ansor Jombang Kota, Fatayat dan Muslimat NU se-Kecamatan Jombang, serta Banser senior seperti Muhdlor.

    Para anggota Ansor-Banser dari seluruh kelurahan di Kecamatan Jombang turut memeriahkan acara ini. Kehadiran Gus Hikam, pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Kalibening, juga memberi sentuhan spiritual dan khidmat pada rangkaian kegiatan.

    Rombongan dilepas dari Lapangan Pulo Jombang oleh Bupati Jombang H. Warsubi, didampingi Wakil Bupati H. Salmanudin Yazid dan Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan. Seluruh peserta menggunakan helm berstandar nasional (SNI), mematuhi peraturan lalu lintas, dan tertib dalam iring-iringan yang dikawal aparat.

    Ketua PAC GP Ansor Jombang Kota, Akhdanil Farikhi, menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk menumbuhkan kembali kesadaran sejarah dan spiritual para pemuda Jombang dengan melakukan ziarah ke makam para pendiri pesantren.

    “Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, untuk berziarah ke makam para pendirinya. Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke komplek makam pendiri Pondok Pesantren Tebuireng,” ungkapnya.

    Bupati Jombang H. Warsubi mengapresiasi inisiatif GP Ansor Jombang Kota. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi cara efektif menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme kepada generasi muda.

    “Ini bukan sekadar touring, tapi perjalanan spiritual dan historis. Kita belajar menghargai jasa para ulama yang telah meletakkan dasar-dasar pendidikan dan kebangsaan,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa Riding to Muassis mencerminkan perpaduan antara spiritualitas, tradisi, dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi Ansor Jombang Kota yang bisa memadukan ziarah muassis dengan kampanye keselamatan. Ini bentuk nyata menjaga nilai dan juga menjaga nyawa,” katanya.

    Bupati juga mengingatkan pentingnya generasi muda untuk menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas. “Anak-anak muda Jombang jangan hanya semangat dalam organisasi, tapi juga harus menjadi pelopor dalam keselamatan berlalu lintas. Karena itu juga bagian dari akhlak dalam bermasyarakat,” imbuhnya.

    Harapan agar kegiatan serupa menjadi agenda rutin juga disampaikan. “Jombang ini kota santri, kota ulama. Kalau kita rawat nilai-nilai itu dengan kegiatan positif seperti ini, saya yakin generasi muda Jombang akan menjadi pelopor kebaikan di mana pun berada,” tutup Warsubi.

    Wakil Bupati Jombang, H. Salmanudin Yazid, turut menegaskan pentingnya menjaga akhlak dan nilai-nilai pesantren di tengah modernisasi. “Ziarah ini menjadi pengingat bahwa kemajuan hari ini tidak lepas dari perjuangan para muassis. Kita wajib menjaga warisan itu dengan akhlak dan kerja nyata,” ujarnya.

    Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menegaskan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan menerapkan safety riding, terutama di kalangan organisasi pemuda. “Ansor hari ini memberikan contoh bahwa berkendara itu tidak hanya soal gaya, tapi juga harus mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.

    Sebagai bentuk apresiasi dan kampanye keselamatan, Kapolres Jombang menyerahkan helm SNI kepada 10 peserta yang dinilai paling tertib dan disiplin selama berkendara. “Ini bukan hanya kegiatan ziarah biasa. Kita ingin menanamkan bahwa menghormati para pendiri bangsa dan ulama harus dibarengi dengan etika berlalu lintas yang baik. Apalagi generasi muda hari ini sangat aktif berkendara,” ujarnya.

    Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan tabur bunga di makam Presiden RI ke-4, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai simbol penghormatan terhadap tokoh bangsa yang lahir dari rahim pesantren Jombang. [suf]

  • Kecelakaan Tunggal di Jalan Raya Somber Sampang, 1 Orang Tewas, Jembatan Rusak Jadi Sorotan

    Kecelakaan Tunggal di Jalan Raya Somber Sampang, 1 Orang Tewas, Jembatan Rusak Jadi Sorotan

    Sampang (beritajatim.com) — Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Minggu (15/6/2025). Sebuah mobil pikap dengan nomor polisi W 8794 QC terjatuh ke arah kanan tepat di atas jembatan yang kondisinya diketahui memprihatinkan.

    Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Gama Rizaldi, menjelaskan bahwa kendaraan yang dikemudikan Holil (53) itu melaju dari arah utara ke selatan. Saat mencapai tanjakan, mengalami selip dan kehilangan kendali hingga tergelincir ke sisi kanan jalan.

    Akibat kejadian itu, satu penumpang bernama Halimah mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tambelangan.

    “Dua penumpang lainnya, Irodatul Masruroh dan Zizah, mengalami luka ringan dan menjalani perawatan jalan. Sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta,” ucapnya.

    Sesaat setelah kejadian, petugas dari Polsek Tambelangan dan Unit Gakkum Satlantas Polres Sampang segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan area sekitar.

    Insiden ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah tersebut. Salah satu warga sekitar mengungkapkan bahwa jembatan tempat kecelakaan itu terjadi sudah lama dalam kondisi rusak dan belum ada tindakan nyata dari pemerintah.

    “Jembatan tersebut sudah lama ambruk dan sudah sangat mengkhawatirkan sejak dulu. Tapi saya dengar-dengar akan dibangun tahun ini,” katanya.

    Ia berharap agar pemerintah setempat segera merealisasikan pembangunan jembatan tersebut demi keselamatan pengendara yang melintasi jalur tersebut.

    “Mengantisipasi kejadian yang sama, kiranya ada solusi sementara dari pemerintah setempat. Pinggir tebing yang kosong kiranya ada penahan atau apa aja namanya yang bisa membuat keamanan bagi para pengendara,” tandasnya. [sar/suf]

  • Tertidur Sejenak, Nyawa Terancam: Kecelakaan di Exit Tol Jombang

    Tertidur Sejenak, Nyawa Terancam: Kecelakaan di Exit Tol Jombang

    Jombang (beritajatim.com) – Heningnya malam Minggu menjelang subuh di Kecamatan Tembelang, Jombang, mendadak pecah oleh suara benturan keras di simpang tiga Exit Tol Tembelang. Peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 01.30 WIB, Minggu dini hari (15/6/2025), melibatkan sebuah truk Isuzu Elf dan kendaraan roda tiga jenis Viar yang dikendarai warga setempat.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Siswanto menjelaskan, kecelakaan ini bermula saat truk bernopol AD-8160-GE yang dikemudikan oleh Muhamad Ardiansyah (32), warga Desa Sripit, Kabupaten Sragen, melaju dari arah selatan menuju utara.

    “Diduga kuat sang sopir mengantuk dan kehilangan konsentrasi, sehingga kendaraannya tiba-tiba berbelok ke kanan, tepat saat sebuah Viar Tosa bernopol S-5459-OM melaju dari arah berlawanan,” jelas Siswanto.

    Tabrakan tak terelakkan. Viar yang dikendarai Nanang Supriono (47), warga Desa Jatibanjar, Ploso, terserempet. Meski Nanang tidak mengalami luka, penumpang di belakangnya, Tarso (76), mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RSUD Jombang.

    Punggung Tarso tertancap sebilah besi. Truk yang menyerempet memang memuat lonjoran besi. Melihat kondisi yang mengkhawatirkan, pihak rumah sakit kemudian merujuk Tarso ke RS dr. Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.

    Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Polisi mencatat satu orang luka ringan, yakni Tarso, sementara pengemudi truk dan pengendara Viar selamat tanpa luka. Meski begitu, kerugian material ditaksir mencapai Rp500.000.

    Dua warga sekitar yang menjadi saksi mata, Yanto (35) dan Regal (42), keduanya berasal dari Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, membenarkan bahwa truk sempat melaju tak stabil sebelum menyenggol kendaraan roda tiga tersebut. [suf]

  • Pemkab Sidoarjo Genjot Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Bupati Terbitkan SE untuk Libatkan Seluruh OPD dan Lembaga

    Pemkab Sidoarjo Genjot Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Bupati Terbitkan SE untuk Libatkan Seluruh OPD dan Lembaga

    Sidoarjo (beritajatm.com) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong peningkatan layanan kesehatan masyarakat melalui program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Dalam upaya mengoptimalkan cakupan layanan ini, Bupati Sidoarjo H. Subandi telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.2/6374/438.5.2/2025 tentang Dukungan Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

    Surat tersebut mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk para camat, untuk mendukung penuh dan mendorong keberhasilan pelaksanaan PKG di seluruh puskesmas di Kabupaten Sidoarjo.

    “Surat edaran ini bertujuan untuk menggerakkan semua elemen pemerintahan dan masyarakat agar bersama-sama menyukseskan PKG sebagai bagian dari program preventif dan promotif layanan kesehatan,” ujar Bupati Subandi, Minggu (15/6/2025).

    PKG mencakup berbagai layanan penting seperti pemeriksaan tekanan darah, antropometri, gula darah, risiko jantung, fungsi ginjal, deteksi dini kanker serviks, pemeriksaan TBC (Tb), dan kesehatan jiwa. Program ini terbuka bagi seluruh warga Kabupaten Sidoarjo tanpa biaya alias gratis.

    Hingga Juni 2025, sebanyak 148.508 warga telah mendapatkan fasilitas PKG. Jumlah ini baru mencapai 8,053 persen dari target 36 persen cakupan PKG tahun ini. Pemerintah daerah terus mendorong partisipasi masyarakat dari berbagai kelompok usia untuk memanfaatkan program ini.

    PKG dilaksanakan secara menyeluruh berdasarkan siklus hidup dan kelompok usia masyarakat. Beberapa kategori pelaksanaannya antara lain:

    PKG Ulang Tahun, ditujukan bagi bayi, anak usia prasekolah hingga usia 6 tahun, dewasa, dan lansia. Layanan ini bisa diakses baik saat ulang tahun maupun di luar tanggal ulang tahun.

    PKG Sekolah, diperuntukkan bagi anak usia 7-17 tahun dan dilaksanakan rutin setiap tahun ajaran baru.

    PKG Khusus, ditujukan bagi ibu hamil, bayi, balita, dan anak prasekolah. Pemeriksaannya dilakukan sesuai standar pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

    Dalam SE tersebut, Bupati Subandi juga menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo agar memastikan ketersediaan alat kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) demi menunjang kelancaran PKG. Selain itu, organisasi profesi juga diminta terlibat aktif dalam mendukung dan menyosialisasikan program ini.

    Dukungan lintas sektor pun ditekankan dalam surat edaran ini. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sidoarjo diminta untuk menetapkan sasaran penerima PKG serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam hal verifikasi dan validasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang digunakan dalam pendaftaran.

    Lebih jauh, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa diminta melibatkan perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat dalam menyosialisasikan dan menggerakkan warga untuk berpartisipasi.

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga turut berperan dengan menyosialisasikan program PKG ke semua satuan pendidikan serta memastikan pelaksanaan PKG di PAUD/TK, SD, dan SMP pada tahun ajaran baru.

    Sektor perizinan dan ketenagakerjaan juga tidak luput dari instruksi. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Tenaga Kerja diminta untuk menghimbau pelaku usaha dan perusahaan agar mendukung pelaksanaan PKG di puskesmas terdekat, baik bagi masyarakat umum maupun karyawan.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo mendapat tugas untuk menyosialisasikan PKG di lingkungan madrasah, pondok pesantren, serta kepada para calon pengantin yang tengah mengurus pernikahan.

    Tak kalah penting, para Camat di 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo turut diminta menggerakkan masyarakat di wilayahnya. Mereka diimbau melibatkan lurah, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk menyukseskan PKG sebagai bentuk nyata pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata.

    Dengan sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan tercapainya cakupan maksimal PKG demi meningkatkan derajat kesehatan warga secara menyeluruh. [isa/suf]

  • Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Hari Ini 15 Juni 2025

    Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Hari Ini 15 Juni 2025

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik pada Minggu, 15 Juni 2025.

    “Cuaca di Surabaya cenderung berawan di pagi hari ini. Kemudian cerah pada siang hingga malamnya. Begitu juga dengan prakiraan cuaca di daerah Sidoarjo dan Gresik,” ujar Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., Sabtu (14/6/2025).

    Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini

    BMKG memprediksi cuaca di Surabaya cenderung berawan di pagi hari ini. Kemudian cerah pada siang hingga malamnya, seperti di Kecamatan Tegalsari, Wiyung, Sawahan, Mulyorejo, Gubeng, Gayungan, dan Dukuh Pakis.

    Suhu udara: 24°C – 33°C
    Kelembapan: 73% – 96%
    Kecepatan angin: 26,9 km/jam dari arah Selatan.

    Prakiraan Cuaca Sidoarjo Hari Ini

    Daerah di Sidoarjo cenderung berawan pagi hari ini. Kemudian pada siang harinya, Kecamatan Buduran diprakirakan turun hujan dengan intensitas ringan, sekitar pukul 12.00-14.00 WIB. Selebihnya, cuaca tampak cerah.

    Suhu udara: 23°C – 34°C
    Kelembapan: 69% – 94%
    Kecepatan angin: 27,8 km/jam dari arah Barat Daya.

    Prakiraan Cuaca Gresik Hari Ini

    BMKG memprakirakan cuaca di Gresik berawan di pagi hari, kemudian cerah pada siangnya. Adapun Kecamatan Sangkapura, Tambak, dan Sidayu, malamnya diprediksi hujan ringan.

    Suhu udara: 25°C – 31°C
    Kelembapan: 76% – 92%
    Kecepatan angin: 21,6 km/jam dari arah Timur.

    Meski cuaca berawan mendominasi, masyarakat disarankan untuk membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipatif. Mengingat cuaca di wilayah tropis seperti Jawa Timur dapat berubah dalam waktu singkat, penting bagi warga untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG atau layanan cuaca daring lainnya.

    Dengan memahami prakiraan cuaca secara detail, masyarakat di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dapat menjalani aktivitas hari ini dengan lebih aman dan nyaman, termasuk saat memulai aktivitas tempat. [fyi/suf]

  • Prakiraan Cuaca Malang Raya 15 Juni 2025: Cerah Berawan hingga Udara Berkabut

    Prakiraan Cuaca Malang Raya 15 Juni 2025: Cerah Berawan hingga Udara Berkabut

    Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Malang Raya pada Minggu, 15 Juni 2025. Prakiraan ini mencakup wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu dengan kondisi cuaca yang bervariasi, mulai dari cerah berawan hingga udara berkabut.

    Kota Malang diperkirakan mengalami cuaca cerah sejak pagi hari pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. “Memasuki pukul 10.00 cuaca di kota Malang cuaca masih cerah,” dikutip dari laman resmi BMKG Juanda.

    Menjelang siang hingga malam hari, cuaca di kota Malang cenderung berkabut. Pada dini hari Senin, 16 Juni 2025, cuaca berubah menjadi berawan. Suhu udara harian di Kota Malang berkisar antara 20 hingga 32 derajat Celcius.

    Sementara itu, wilayah Kabupaten Malang diprediksi memiliki kondisi cuaca yang lebih beragam. Pagi hari, sebagian besar kecamatan mengalami hujan ringan dan cerah berawan. Kecamatan seperti Donomulyo, Kalipare, Kasembon, Ngantang, Poncokusumo, Pujon, dan Sumbermanjing Wetan diprediksi berawan.

    Menjelang siang, antara pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, cuaca di beberapa wilayah seperti Jabung, Lawang, Pakis, Singosari, dan Tajinan akan cerah. “Pukul 16.00 WIB diperkirakan cuaca sebagian besar kecamatan di kabupaten Malang cuaca cerah dan berawan. Cuaca udara kabut terjadi di Dau, Karangploso, Lawang, Singosari, Ngantang, Jabung, Poncokusumo, Pujon,” dikutip dari laman resmi BMKG Juanda.

    Pada malam hari hingga pukul 22.00 WIB, cuaca di Kabupaten Malang diprediksi berawan dan cerah berawan, dengan udara kabut di wilayah Kepanjen, Pagelaran, dan Pujon. Dini hari Senin, 16 Juni 2025, cuaca di Kabupaten Malang cenderung berawan dan sebagian mengalami hujan ringan serta cerah berawan.

    Kecamatan Kasembon dan Ngantang mengalami cuaca cerah berawan. Suhu udara harian diperkirakan berada antara 21 hingga 32 derajat Celcius.

    Untuk wilayah Kota Batu, cuaca pagi hari diprediksi berawan dan cerah berawan mulai pukul 10.00 WIB. Siang hari akan diselimuti kabut, dilanjutkan dengan kondisi berawan pada sore harinya.

    Pada pukul 19.00 WIB, kabut diperkirakan akan menyelimuti seluruh wilayah Kota Batu yang mencakup kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo. Kondisi udara berkabut ini diperkirakan akan berlangsung hingga malam hari. Dini hari Senin cuaca diperkirakan berawan. Pagi hari pukul 07.00 WIB, cuaca tetap berawan dengan suhu harian antara 15 hingga 25 derajat Celcius.

    Prakiraan ini diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat Malang Raya untuk merencanakan aktivitas mereka, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan luar ruangan. [dan/suf]

  • Alfonsus dan Rechia Dinobatkan Sebagai Duta Pariwisata Kota Mojokerto 2025 di Malam Grand Final Gus Yuk

    Alfonsus dan Rechia Dinobatkan Sebagai Duta Pariwisata Kota Mojokerto 2025 di Malam Grand Final Gus Yuk

    Mojokerto (beritajatim.com) — Malam Grand Final Gus Yuk Kota Mojokerto 2025 yang digelar di Amphitheater Taman Bahari Majapahit, Sabtu (14/6/2025), berlangsung semarak dan penuh antusiasme.

    Dalam ajang bergengsi yang menampilkan para pemuda-pemudi terbaik Kota Mojokerto tersebut, Alfonsus Galen Krisno Putra dan Rechia Helena Putri Endri resmi dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Kota Mojokerto 2025.

    Mengusung tema “Jiwangga Yuwana Lestatum Majapahit”, acara ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan peran generasi muda untuk merawat dan melestarikan budaya luhur warisan Majapahit. Budaya tersebut tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga tonggak peradaban Nusantara yang unggul dan berdaya saing.

    Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, dalam sambutannya menegaskan urgensi peran pemuda sebagai elemen kunci dalam menyongsong masa depan bangsa, khususnya dalam visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

    “Saat ini kita tengah menapaki jalan menuju satu abad Indonesia merdeka. Untuk mencapai visi besar itu, kita membutuhkan generasi muda yang unggul, adaptif, kreatif, dan berkarakter,” ungkapnya di hadapan para finalis dan tamu undangan.

    Lebih dari sekadar kontes, ajang Gus Yuk menjadi wadah kaderisasi talenta muda Kota Mojokerto yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual, emosional, serta kebanggaan atas identitas lokal. Ning Ita menilai bahwa ajang ini memainkan peran strategis dalam mencetak duta-duta yang mampu mempromosikan budaya dan pariwisata Mojokerto secara luas.

    “Ajang ini memiliki makna strategis, yakni melahirkan duta-duta budaya dan pariwisata yang tidak hanya menawan secara fisik, tetapi juga cakap dalam wawasan, komunikasi publik, serta semangat pengabdian kepada Kota Mojokerto tercinta,” katanya.

    “Jadilah Gus Yuk yang punya semangat seperti kepemimpinan Gajah Mada, kecerdasan seperti Mpu Nala, kelembutan hati seperti Tribhuwana Tunggadewi, dan kebijaksanaan seperti Raja Hayam Wuruk,” pesannya.

    Di hadapan para finalis, Ning Ita juga menyampaikan pesan kuat agar pemuda Mojokerto tidak takut bermimpi besar, namun tetap berpijak pada akar budaya dan jati diri daerah.

    “Proses inilah yang akan membentuk kalian sebagai pemuda Kota Mojokerto yang inspiratif. Jadilah duta yang bukan hanya kompeten, tapi juga menjadi simbol semangat kemajuan daerah,” pungkasnya. [tin/suf]

    Selain penobatan Duta Pariwisata, malam final ini juga melahirkan berbagai kategori Gus Yuk lainnya:

    Exel Zinkui Efendi dan Jessica Putri sebagai Gus Yuk Kebudayaan,
    Jonatan Fernando dan Tsabitah Ash Shofia sebagai Gus Yuk Bahasa,
    Mikael Galang dan Dyah Ayu Nimas Gayatri sebagai Gus Yuk Lalu Lintas,
    Christopher Justin dan Naysilla Putri Mayrin sebagai Gus Yuk Ekonomi Kreatif

  • Apresiasi KH Akhmad Said Asrori untuk Petugas Haji 2025: Khidmah Menjadi Amal Saleh

    Apresiasi KH Akhmad Said Asrori untuk Petugas Haji 2025: Khidmah Menjadi Amal Saleh

    Madinah (beritajatim.com) – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Akhmad Said Asrori menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kinerja para petugas haji Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M.

    Ini disampaikan langsung dari Madinah, Kamis (12/6/2025). Dia menilai bahwa kerja para petugas, baik yang sambil menunaikan haji maupun tidak, merupakan bentuk khidmah yang bernilai ibadah.

    “Saya mengapresiasi kepada para petugas yang melaksanakan tugas, baik sambil menunaikan ibadah haji maupun tidak. Petugas yang tidak melaksanakan haji, insya Allah pahalanya sama karena diniati khidmah kepada jemaah haji,” sebut Kyai Said dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Sabtu (14/6/2025).

    KH Akhmad Said Asrori tahun ini tercatat sebagai anggota Amirulhaj 1446 H/2025 M. Sebagai bagian dari tim Amirulhaj. Dia mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji bersama jemaah Indonesia, mulai dari wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, hingga mabit dan melontar jumrah di Mina.

    Kehadirannya di lapangan memungkinkan dirinya menyaksikan secara langsung kerja keras petugas haji Indonesia dalam melayani jemaah. “Kita berharap apa yang sudah dilaksanakan betul-betul menjadi amal saleh bagi kita semua,” sambungnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said juga menyampaikan bahwa ibadah haji menyimpan sejuta kisah dari setiap jemaah. Dia mengutip nasihat dari KH Mustofa Bisri. “Satu juta orang haji itu ada satu juta pengalaman, baik yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan. Jadi itu sesuatu yang memang selalu terjadi sejak zaman Rasulullah,” paparnya.

    Kyai Said turut berbagi pengalaman pribadinya saat berhaji pada tahun 2001. Pada masa itu, jemaah Indonesia harus lebih mandiri dalam urusan logistik harian. “Dibandingkan dulu, haji sekarang lebih enak semua. Sekarang semuanya sudah tersedia,” sebutnya.

    Dia berharap seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk para petugas yang berkhidmah, memperoleh kemabruran dan segala upaya yang telah dilakukan tercatat sebagai amal saleh. Di akhir pesannya, Kiai Said juga berharap agar penyelenggaraan ibadah haji terus membaik di tahun-tahun mendatang. [suf]

  • Mekkah Menjadi Tempat Peristirahatan Terakhir, Dua Jemaah Haji Jombang Tutup Usia

    Mekkah Menjadi Tempat Peristirahatan Terakhir, Dua Jemaah Haji Jombang Tutup Usia

    Jombang (beritajatim.com) – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Dua jemaah haji asal Kabupaten Jombang menghembuskan napas terakhir mereka di tengah pelaksanaan ibadah yang paling sakral dalam ajaran Islam.

    Di tengah jutaan umat yang menunaikan rukun Islam kelima, Imam Sucitro dan Shodiqin Usman menutup perjalanan hidupnya dengan penuh kesyahduan di tanah haram, Mekkah al-Mukarramah.

    Imam Sucitro, 47 tahun, warga Dusun Sidomulyo, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, meninggal dunia pada Senin, 9 Juni 2025, pukul 19.30 waktu Arab Saudi. Ia tergabung dalam kloter SUB 18. Sebelum berpulang, almarhum sempat menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya. Kepergiannya membawa duka mendalam bagi keluarga dan kerabat yang mengantarnya hingga ke tanah suci dengan penuh harap dan doa.

    Tiga hari berselang, kabar duka kedua datang dari kloter 19. Shodiqin Usman, 65 tahun, warga Dusun Sawahan, Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 12 Juni 2025, setelah berjuang selama dua pekan melawan penyakit pneumonia di sebuah rumah sakit di Mekkah.

    Selama masa sakit hingga akhir hayatnya, almarhum didampingi oleh Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua KBIH Thoriqul Jannah, yang akrab disapa Gus Antok.

    “Sebagai pendamping, kami ikut dalam proses pemulasaraan hingga pemakaman. Almarhum Shodiqin sempat menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya wafat dan dimakamkan di Pemakaman Syaraya, Makkah,” ujar Gus Antok melalui sambungan ponsel, Minggu (15/6/2025).

    Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, turut mengonfirmasi kabar duka ini. “Hingga hari ini, total jemaah asal Jombang yang meninggal di Mekkah ada dua orang. Mohon doanya untuk almarhum,” tuturnya penuh haru.

    Meninggal dunia dalam keadaan ihram, di tanah suci, dan saat menjalani ibadah haji merupakan dambaan banyak umat Islam. Meski duka menyelimuti keluarga, ada ketenangan yang mungkin menyusup di antara tangis: bahwa mereka berpulang di tempat paling mulia dalam keadaan beribadah.

    Bagi masyarakat Jombang, kepergian Imam dan Shodiqin menjadi pengingat akan kefanaan hidup dan kemuliaan ibadah. Mereka tidak sekadar berangkat menunaikan haji, tetapi juga telah meraih husnul khatimah yang diyakini sebagai salah satu tanda kemuliaan dari Allah SWT. [suf]

  • Lebih dari Sejuta Warga Bojonegoro Terima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan, Banyak Warga Miskin?

    Lebih dari Sejuta Warga Bojonegoro Terima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan, Banyak Warga Miskin?

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memperoleh predikat Universat Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan. Pasalnya, dari 1.356.057 penduduknya, sebanyak 99,31 persen atau 1.346.713 warga terdaftar dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.

    Dibalik itu, lebih dari sejuta warga Bojonegoro yang tergabung dalam kepesertaan BPJS Kesehatan iurannya ditanggung pemerintah. Data dari Dinas Kesehatan Bojonegoro, per Mei 2025 sebanyak 1.081.802 penduduk terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) pemerintah.

    Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati merinci, warga Bojonegoro penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) dari pemerintah pusat melalui APBN, jumlahnya mencapai 599.314 atau 44,50 persen. Sedangkan PBI dari pemda melalui APBD Bojonegoro, jumlahnya sebanyak 482.488 atau 35,83 persen.

    Sedangkan sisanya pekerja penerima upah (PPU) sebanyak 213.929 atau 15,89 persen, pekerja bukan penerima upah (pbpu) 32.305 atau 2,40 persen, serta bukan pekerja (BP) atau peserta mandiri sebanyak 18.677 atau 1,39 persen.

    Hal itu diungkapkan dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat dengan agenda laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024 sektor kesehatan, pada 5 Juni 2025.

    Dikutip dari laman website Kementerian Sosial, disebutkan bahwa Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBI JK adalah bentuk bantuan sosial berupa pemberian akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu. Kemudian penerima manfaat akan menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk mengakses layanan kesehatan gratis dari fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

    Menurut situs tersebut, Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan adalah fakir miskin dan orang tidak mampu sebagai peserta program jaminan kesehatan. Selain itu, program ini juga memberikan prioritas kepada kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak dari keluarga miskin.

    Dasar hukum dari pemberian program bantuan sosial ini adalah Peraturan Menteri Sosial Republik Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2012 Tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.

    Masyarakat yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah adalah masyarakat yang tergolong fakir miskin dan orang tidak mampu.

    Dalam hal ini, orang yang dikategorikan sebagai fakir miskin adalah mereka yang tidak memiliki sumber penghasilan sama sekali, atau memiliki sumber penghasilan tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar yang layak untuk kehidupannya dan/atau keluarganya.

    Sementara itu, orang yang termasuk dalam golongan tidak mampu adalah mereka yang memiliki sumber penghasilan atau gaji, tetapi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar yang layak dan tidak mampu membayar iuran jaminan kesehatan untuk dirinya dan keluarganya.

    Adapun beberapa kriteria penerima bantuan sosial PBI JK adalah sebagai berikut:

    Individu atau keluarga dengan penghasilan rendah yang telah teridentifikasi melalui survei BPJS dan divalidasi oleh Kementerian Sosial.
    Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang menjadi acuan penerima bantuan di Indonesia.
    Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid, yang dikelola oleh Dukcapil.
    Ditujukan bagi mereka yang tidak mampu membayar iuran BPJS secara mandiri.
    Wajib memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan untuk dapat mengakses layanan kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah.

    Sementara itu, Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Bojonegoro Ndari Cahya mengatakan, jika Semua penduduk Bojonegoro yang ber NIK Aktif selain pekerja penerima upah bisa memperoleh bantuan iuran dari pemda, yang dibayar melalui ABPD.

    “Untuk yang fakir miskin itu segmen PBI JK (APBN) sedangkan PBPU BP Pemda semua warga Bojonegoro yang ber NIK aktif bisa didaftarkan kecuali PPU (pekerja penerima upah),” ungkapnya. [lus/kun]