Category: Beritajatim.com Regional

  • Mas Dhito Sholawatan Bareng Zahir Mania, Habib Bidin: Semoga Kabupaten Kediri Semakin Baik

    Mas Dhito Sholawatan Bareng Zahir Mania, Habib Bidin: Semoga Kabupaten Kediri Semakin Baik

    Kediri (beritajatim.com) – Bupati Hanindhito Himawan Pramana hadir ditengah-tengah ribuan Zahir Mania dalam acara Kediri Bersholawat yang diadakan di kawasan Simpang Lima Gumul, Selasa (7/5/2024) malam.

    Mas Dhito, sapaan bupati muda ini menyebut acara sholawatan bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf tersebut diadakan pemerintah daerah sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kediri Ke-1220.

    “Harapannya dengan bersholawat kita bisa menjadi daerah yang ayem tentrem, guyub rukun, gemah ripah loh jinawi,” katanya.

    Mas Dhito berharap acara sholawatan dapat secara rutin di gelar. Bahkan, didepan Zahir Mania, pihaknya menyatakan ke depan akan membuat acara yang lebih besar.

    “Nanti Agustusan kita buat lagi yang lebih besar (kita berdoa) semoga Habib Bidin tetap diberikan kesehatan,” ungkapnya.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana hadir di acara sholawatan bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf

    Acara Kediri Bersholawat dengan mengundang Habib Ali Zainal Abidin Assegaf ini sudah kedua kalinya digelar Mas Dhito sejak peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri 2023 lalu.

    Tak kalah dengan tahun sebelumnya, kali ini ribuan Zahir Mania yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Kediri, melainkan banyak juga datang dari kota-kota lain di Jawa Timur.

    Melihat antusiasme masyarakat yang hadir, Mas Dhito sebelum acara dimulai sempat menyapa dan menyalami para Zahir Mania. Bahkan tak sedikit warga yang meminta foto bareng sosok bupati yang dikenal dengan rakyatnya itu.

    Habib Bidin dalam kesempatan itu memberikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Kediri ke 1220. Dihadapan Mas Dhito dan ribuan Zahir Mania yang hadir, pihaknya mendoakan kebaikan bagi Kabupaten Kediri.

    “Semoga Kabupaten Kediri semakin baik, semakin baik, dan semakin baik,” doa Habib Bidin. [ADV PKP/nm]

  • Ini 5 Proyek yang Diresmikan Bupati Mojokerto Jelang Hari Jadi ke-731

    Ini 5 Proyek yang Diresmikan Bupati Mojokerto Jelang Hari Jadi ke-731

    Mojokerto (Beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meresmikan proyek pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana di lima lokasi, Selasa (7/5/2024). Peresmian lima proyek pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasana tersebut dilakukan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke 731.

    Peresmian dimulai dari peresmian Mall Pelayanan Publik (MPP) Grha Manavaseva, Kabupaten Mojokerto. Sedangkan untuk total anggaran yang dihabiskan pada renovasi gedung MPP adalah sebesar Rp.4.066.035.720,- yang disalurkan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

    Setelah meresmikan MPP Grha Manavaseva, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, ruas jalan Kemlagi – Beratkulon. Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto meresmian proyek ruas jalan yang berada di Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi.

    Ruas jalan Kemlagi – Beratkulon sendiri telah direhabilitasi oleh Pemkab Mojokerto demi pembangunan infrastruktur daerah yang berada di perbatasan Mojokerto – Jombang, total ruas jalan yang direhabilitasi adalah sebesar 2.950 m³. Sedangkan untuk anggarannya berasal dari APBD dengan jumlah Rp.2.362.992.000,- yang disalurkan kepada DPUPR Kabupaten Mojokerto.

    Sehabis peresmian ruas jalan Kemlagi – Beratkulon, Bupati meresmikan pembangunan rehabilitasi di Puskesmas Kemlagi. Pembangunan rehabilitasi Puskesmas Kemlagi bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto, khususnya bagi warga Kemlagi.

    Untuk pembangunan rehabilitasi Puskesmas Kemlagi menghabiskan anggaran senilai Rp.1.802.553.895,60. Pada kesempatan ini, Bupati dengan latar belakang dokter itu berujar agar ke depannya ruang rawat inap juga turut direhab, alasannya agar jika ada warga Kemlagi dan sekitarnya membutuhkan rawat inap, tidak perlu sampai dirujuk ke rumah sakit.

    “Nanti rawat inapnya bisa lebih diperbaiki. Supaya masyarakat lebih memilih ke puskesmas daripada ke rumah sakit. Pelayanan rawat inap yang nyaman dan memadai, dan standar pelayanan terpenuhi maka masyarakat bisa lebih memilih puskesmas daripada rumah sakit,” tuturnya.

    Setelah selesai meresmikan dan melakukan tinjauan di Puskesmas Kemlagi, Bupati langsung bergegas menuju ke proyek pembangunan keempat. Yaitu Gedung Penyimpanan dan Fermentasi Tembakau di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mensejahterakan petani tembakau di wilayah Dawarblandong yang juga terkenal sebagai salah satu penghasil tembakau.

    “Targetnya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, nanti akan dipikirkan untuk infrastruktur irigasi, dan akan diusahakan untuk kebutuhan benih juga ketersediaan pupuk, semuanya akan dipikirkan di periode selanjutnya, intinya untuk memenuhi kebutuhan para petani,” tandasnya.

    Pembangunan Gedung penyimpanan dan fermentasi tembakau ini menggunakan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT), yang terbagi menjadi dua, yaitu sebesar Rp190 juta, untuk pembangunan gedung penyimpanan dengan luas 32m² dan sebesar Rp150 juta untuk rumah fermentasi seluas 24m².

    Bupati kemudian bergeser menuju ke tempat peresmian proyek pembangunan selanjutnya didampingi oleh Asisten Sekda Kabag Administrasi Pembangunan beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga Jajaran perwakilan Pemkab Mojokerto. Bupati meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ‘Sekumpul Mojo’ di Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi.

    Pada lokasi terakhir ini, Bupati mengikuti rangkaian prosesi adat dengan dipandu oleh tokoh adat setempat. Jalannya prosesi berlangsung dengan khidmat diiringi dengan antusiasme tamu undangan dan warga sekitar RTH, tamu undangan yang hadir berasal dari tokoh masyarakat dan tokoh agama desa Mojokumpul beserta tenaga pendidik dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. [tin/ian]

  • Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 8 Mei 2024, Awas Panas Menyengat

    Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 8 Mei 2024, Awas Panas Menyengat

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, menyampaikan terkait prakiraan cuaca di Surabaya Raya, yang meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, pada hari ini, Rabu (8/5/2024).

    “Beberapa daerah di Surabaya raya terik pada pagi dan siang hari, dan cerah berawan pada malamnya. Untuk suhu antara 24-35 derajat celcius dan kelembapan antara 40-95 persen,” ujar Oky Sukma Hakim, S.Tr, prakirawan BMKG Juanda Surabaya, Selasa (7/5/2024).

    Adapun berikut ini lebih lengkapnya prakiraan cuaca di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, untuk hari ini, Rabu, 8 Mei 2024.

    Cuaca Surabaya

    Pagi: Cerah

    Siang: Cerah

    Malam: Cerah Berawan

    Dini hari: Cerah Berawan

    Suhu antara 24-35 derajat celcius dan kelembapan mencapai 40-90 persen.

    Cuaca Sidoarjo

    Pagi: Cerah

    Siang: Cerah

    Malam: Cerah Berawan

    Dini hari: Cerah Berawan

    Suhu antara 24-33 derajat celcius dan kelembapan mencapai 50-95 persen.

    Cuaca Gresik

    Pagi: Cerah

    Siang: Cerah Berawan

    Malam: Cerah Berawan

    Dini hari: Cerah

    Suhu antara 25-35 derajat celcius dan kelembapan mencapai to 40-90 persen.

    Penting untuk dicatat bahwa prakiraan cuaca dapat berubah, oleh karena itu, disarankan untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca dari sumber yang terpercaya.

    Dengan mengetahui prakiraan cuaca ini, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang mungkin terjadi pada periode tersebut. (fyi/ian)

  • Diduga Korban Tenggelam, Mayat Pria Ditemukan di Perairan Bangkalan

    Diduga Korban Tenggelam, Mayat Pria Ditemukan di Perairan Bangkalan

    Bangkalan (beritajatim.com) – Sony Tri Sutrisno (22) warga Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. dilaporkan tenggelam di laut oleh otoritas pelabuhan setempat, sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (5/7/2024).

    Mendapat informasi adanya orang tenggelam, TIM SAR gabungan, Satpolairud Polres Bangkalan, Ditpolairud Polda Jatim serta Basarnas ikut melakukan pencairan korban. Namun, hingga pukul 18.00 WIB korban tidak ditemukan. “Sampai Senin kemarin belum ditemukan ditambah adanya gelombang tinggi sehingga pencarian dihentikan,” ujar Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya, Selasa (6/5/2024).

    Febri menambahkan, pencarian kemudian dilanjutkan hari ini dan membuahkan hasil karena pihaknya mendapat informasi, jika di perairan laut Batu Poron ditemukan sosok mayat pria.

    Upaya tim SAR gabungan mencari korban tenggelam akhirnya membuahkan hasil setelah petugas menemukan sosok mayat laki-laki di perairan Batu Poron siang tadi. Diduga, mayat tersebut merupakan pria yang dilaporkan hilang pada Minggu malam.

    “Kami mendapat informasi penemuan sosok mayat laki-laki yang diduga Sony di sekitar perairan Batu Poron. Korban juga sudah lakukan evakuasi dibawa ke Ditpolairud Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan jenazah,” tandasnya.[sar/kun]

  • Proyek Underpass Ayani Surabaya Sisakan Masalah

    Proyek Underpass Ayani Surabaya Sisakan Masalah

    Surabaya (beritajatim.com) – Proyek Underpass Jalan Ahmad Yani yang sudah membebaskan 22 persil lahan pemukiman di Jemur Gayungan RT 01 RW 03 oleh Pemkot Surabaya masih menyisakan masalah. Ada 11 pemilik rumah dekat kawasan Bundaran Dolog atau Taman Pelangi tersebut masih belum jelas nasibnya.

    Sesuai data dari Pengadilan Negari Surabaya gugatan diajukan oleh Muslikah. Berdasarkan Surat Tanda Hak Milik Nomor (STHM) nomor Ka./Agr/627/HM./60, ia memiliki lahan tanah seluas 3.116 meter persegi dimana dalam lahan tersebut ditempati oleh para Tergugat.

    Isi tuntutan penggugat agar para tergugat yakni Solikin dan kawan-kawan untuk menyerahkan kembali bidang tanah tersebut kepadanya dalam keadaan kosong atau dalam keadaan apapun saat ini.

    Sidang gugatan yang dipimpin hakim Cokia Ana P ini juga turut dihadiri para tergugat. Semua tergugat mengaku memiliki bukti-bukti telah memiliki surat-surat atas tanah yang ditinggali. Adanya gugatan ini membuat mereka tidak segera mendapat kepastian apakah bisa menerima ganti rugi atau tidak. Di sisi lain, Pemkot Surabaya menarget sampai akhir Juni nanti semua warga sudah harus mengosongkan rumah.

    Bakti Ongko Wiyono, pengacara para tergugat menjelaskan, urusan sengketa ini muncul setelah ada kabar proyek trabasan jalan raya. Lahan yang digugat 3.010 meter persegi. Alat yang digunakan penggugat untuk membawa masalah ke meja hijau ialah STHM tahun 1960.

    “Tahun 1960 STHM terbit atas untuk tanah-tanah bekas egendom. Sifatnya sementara karena masa berlakunya hanya enam bulan sejak masa diterbitkan. Bila status STHM tidak ditingkatkan menjadi sertifikat maka aset menjadi milik negara,” ujarnya. Ia menambahkan, bahwa pada rentan tahun 60’an sudah banyak warga yang melakukan jual beli tanah meskipun tanah berstatus STHM.

    Di luar kasus, menurutnya, di Surabaya ada banyak tanah bekas egendom. Buktinya saat ini ada banyak pemukiman status tanahnya bukan sertifikat, melainkan surat ijo.

    “Surat ijo itu muncul karena eigendom (hak milik pribadi) yang tidak ditingkatkan sehingga menjadi milik negara,” terangnya. [uci/beq]

  • Mancing di Rawa, Pria Lamongan Meninggal Tenggelam

    Mancing di Rawa, Pria Lamongan Meninggal Tenggelam

    Lamongan (beritajatim.com) – Seorang pria meninggal dunia akibat tenggelam di rawa Desa Plososetro, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Selasa (7/5/2024). Saat kejadian, korban sedang memancing ikan dan diduga tidak bisa berenang.

    “Iya, kami menerima laporan kejadian tenggelam di rawa Desa Plososetro, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, sekira pukul 08.00 WIB, tadi pagi,” kata Kapolsek Pucuk, AKP Suwandi.

    Korba diketahui bernama Slamet Winarto (43), warga Desa Waruwetan, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Kejadian ini dilaporkan ke polisi pertama kali oleh Perangkat Desa Waru Wetan.

    Mengenai kronologinya, Suwandi menjelaskan, korban sebelumnya pamit untuk pergi memancing di rawa setempat. Setibanya di lokasi, korban yang diduga tak bisa berenang tersebut tercebur hingga tenggelam ke dasar rawa.

    Berdasarkan keterangan lain yang dihimpun kepolisian, ungkap Suwandi, terdapat saksi yang kala itu memancing di tengah rawa sempat mendengar suara orang tenggelam. Sayangnya, saksi yang berusaha untuk menemukan sumber suara itu sudah tak lagi mengetahui keberadaan korban.

    Saksi kemudian keluar dari rawa dan naik ke atas tanggul rawa. Di situ, saksi melihat ada sepeda motor milik korban serta melihat timba yang berisikan alat pancing mengapung di atas air. Saksi bergegas pulang dan melaporkan kejadian tersebut ke Pemerintahan Desa Waru Wetan.

    “Mendapat laporan itu, kemudian Ka SPKT beserta anggota dan Kanit Reskrim datang ke TKP bersama petugas kesehatan Puskesmas Pucuk dan Petugas BPBD Kabupaten Lamongan ke TKP,” ujar Suwandi.

    Lebih lanjut, setelah dilakukan pencarian korban yang dibantu masyarakat sekitar selam kurang lebih satu jam, akhirnya korban ditemukan di dasar rawa dalam keadaan sudah meninggal dunia. Jasad korban lantas dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan yang disaksikan oleh pihak keluarga.

    “Petugas juga memeriksa para saksi dan membuat permohonan VER Mayat. Tidak ditemukan luka akibat penganiayaan di tubuh korban. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan membuat surat peryataan. Korban diduga tidak bisa berenang saat tenggelam,” pungkasnya. [riq/beq]

  • Polisi Ungkap Dugaan Motif Pria Bundir di Surabaya

    Polisi Ungkap Dugaan Motif Pria Bundir di Surabaya

    Surabaya (beritajatim.com) – Pria berinisial RU (47) ditemukan bundir dengan gantung diri di balkon lantai 2 rumahnya di Perumahan Palm Raja Jambangan Barat, Selasa (7/5/2024). Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, RU tinggal sendirian di rumah mewah itu dan tidak memiliki sanak keluarga.

    Kapolsek Jambangan, Kompol Novy Herdyanto mengatakan dugaan sementara RU gantung diri karena stress usai ditinggal istrinya. Selain itu, rumah mewah yang ada di Palm Raja Jambangan itu juga terancam disita oleh bank karena urusan utang.

    “Dugaan sementara, korban stress karena tekanan hutang dan ditinggal istrinya meninggal dunia terlebih dahulu,” kata Novy.

    RU pertama kali ditemukan oleh tetangganya yang pulang dari Sholat Subuh. saat melihat ke balkon lantai 2 rumah RU sudah dalam kondisi tergantung. Saksi pun memanggil pengurus perumahan untuk melakukan pengecekan. Setelah dicek, pengurus lantas menghubungi call center 112 dan piket Polsek Jambangan.

    “Setelah petugas datang kita lakukan evakuasi dan olah TKP,” imbuh Novy.

    Evakuasi itu melibatkan anggota BPBD Kota dan Damkar Kota Surabaya karena jenazah korban berada di lantai 2. Petugas menggunakan tangga untuk bisa naik ke lantai 2 rumah RU.

    Setelah dievakuasi, jenazah RU lantas dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan secara mendalam. Saat ini petugas kepolisian telah memasang police line di sekitar rumah RU untuk penyelidikan lebih lanjut. [ang/beq]

  • Tiga Gudang Ikan di Pinggir Papas Sumenep Terbakar

    Tiga Gudang Ikan di Pinggir Papas Sumenep Terbakar

    Sumenep (beritajatim.com) – Tiga gudang penyimpanan ikan di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ludes terbakar.

    Tiga gudang terbuat dari kayu itu masing-masing milik Busaid, laki-laki (53), Busati, perempuan (70), dan Sudik, laki laki (35), warga setempat.

    Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S mengungkapkan, kebakaran itu pertama kali diketahui Abd. Rahem, juga warga Desa Pinggir Papas. Saat ia melintas, ia melihat ada kepulan asap di gudang milik Busati.

    Ia pun langsung memberitahu pemilik gudang dan meminta tolong warga untuk memadamkan api.

    “Namun api membesar begitu cepat, mengingat gudang terbuat dari kayu. Api pun merembet ke dua gudang di sebelahnya, milik Busaid dan Sudik,” katanya, Selasa (7/5/2024).

    Warga pun melapor pada aparat Polsek Kalianget dan meminta bantuan mobil pemadam kebakaran. Empat unit mobil pemadam kebakaran pun meluncur ke lokasi.

    Dua jam berikutnya, api baru berhasil dijinakkan. Petugas pemadam kebakaran pun kemudian melakukan pembasahan untuk memastikan api benar-benar padam.

    Kebakaran gudang ikan di Sumenep

    “Akibat kebaran itu, barang-barang yang berada di dalam gudang pun ikut hangus terbakar. Di antaranya 12 balok kayu, 2 mesin diesel perahu ukuran 24 PK, 1 mesin genset listrik, beberapa karung beras masing-masing 25 kilogram, uang tunai Rp2 juta, kemudian jaring dan tempat penjemuran ikan dari kayu,” paparnya.

    Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Sementara terkait sebab kebaran, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

    “Kami masih meminta keterangan sejumlah saksi. Diduga kuat kebakaran itu terjadi karena arus pendek atau korsleting,” pungkas Widiarti. [tem/beq]

  • Dampak Kecelakaan di Rejoso, Dua KA Terlambat

    Dampak Kecelakaan di Rejoso, Dua KA Terlambat

    Pasuruan (beritajatim.com) – Kecelakaan kereta dan minibus yang terjadi di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan membawa dampak pada perjalanan KA lain. Dua KA yakni KA Logawa jurusan Bangil-Purwokerto dan KA Tawan Alun jurusan Bangil-Malang mengalami keterlambatan hingga 143 menit.

    “Ada dua KA yang mengalami keterlambatan. KA Logawa terlambat 143 menit dan KA Tawan Alun terlambat 49 menit,” jelas Kepala Stasiun Bangil, Mawan Selasa (7/5/2024).

    Mawan juga mengatakan dalam keterlambatan KA ini tidak berpengaruh kepada penumpang yang ada di Stasiun Bangil. “Alhamdulillah tidak ada masalah di Stasiun Bangil,” tutupnya.

    Sementara itu, melalui siaran pers, KAI Daop 9 Jember menyampaikan permintaan maafnya akibat keterlambatan KA Pandalungan yang mengalami kecelakaan. Tak hanya itu, KA Pandalungan juga mengalami kerusakan.

    “KAI Daop 9 Jember menyesalkan adanya kejadian tersebut, akibat dari tertempernya KA Pandalaungan dari Jakarta tujuan Jember di Pasuruan membuat lokomotif KA Pandalungan mengalami kerusakan,” ungkap Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.

    Cahyo mengimbau kepada masyarakat pengguna kendaraan yang akan melintas di perlintasan sebidang KA, untuk selalu berhati-hati. Sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114, Pengguna jalan wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

    “Jangan menyelonong, pastikan aman sebelum melintasi rel kereta api dengan berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri serta memastikan tidak ada kereta yang mendekat. Jangan gegabah, keluarga menungu di rumah,” tutupnya. [ada/beq]

  • Siram Bawang Merah, Petani Ponorogo Tiba-tiba Meninggal

    Siram Bawang Merah, Petani Ponorogo Tiba-tiba Meninggal

    Ponorogo (beritajatim.com) – Petani asal Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kardiman (60) membuat geger warga Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Dia ditemukan terduduk namun sudah tidak bernapas, diduga meninggal secara tiba-tiba.

    Kapolsek Sambit, AKP Baderi, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait penemuan petani yang meninggal secara mendadak. Berdasarkan keterangan beberapa saksi, Kadiman meninggal dunia setelah menyiram tanaman bawang merah di area persawahan.

    “Tadi memang ada laporan kejadian orang meninggal dunia secara mendadak, dilaporkan oleh salah satu perangkat desa dari Desa Grogol, Kecamatan Sawoo,” kata Baderi, Selasa (7/5/2024).

    Korban ditemukan dalam keadaan lemas dan terduduk di tengah tanaman bawang merah oleh saksi yang bernama Sugiarto (30) dan Jemangun (69), warga setempat. Menurut keterangan saksi, korban bersama dengan Sugiarto pergi ke sawah untuk menyirami tanaman bawang merah.

    Baru 1 jam bekerja, korban tiba-tiba lemas dan terduduk di selokan tengah pematang sawah. Saksi Sugiarto pun berteriak minta bantuan kepada warga sekitar.

    Beserta dengan Jemangun, keduanya mengangkat korban ke tempat yang teduh. Namun, sayangnya, korban telah meninggal dunia.

    “Korban lemas di tengah-tengah sawah, kemudian diangkat ke tempat yang lebih teduh. Namun, sayangnya korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” katanya.

    Langkah-langkah kepolisian langsung dilakukan usai mendapatkan laporan. Yakni dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat, dan mencatat keterangan saksi-saksi. Hasil pemeriksaan awal, tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada jenazah korban.

    “Pemeriksaan oleh petugas puskesmas, juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada korban,” katanya.

    Hasil pengecekan oleh petugas, menunjukkan bahwa korban pernah berobat dan dirawat inap karena sakit jantung. Keluarga korban pun menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

    “Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan maupun perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Keluarga korban menerima atas kejadian tersebut sebagai musibah,” pungkasnya. [end/beq]