Category: Beritajatim.com Regional

  • DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Berangkatkan Tenaga Medis ke Banjir Sumatera hingga Berbagi Makanan di Porong

    DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Berangkatkan Tenaga Medis ke Banjir Sumatera hingga Berbagi Makanan di Porong

    Sidoarjo (beritajatim.com) – DPC PDI Perjuangan Sidoarjo menggelar berbagai kegiatan selama Januari dalam merayakan ulang tahun ke-53 di kantornya di Desa Jati Sidoarjo, Sabtu (10/1/2026).

    Ketua DPC PDIP Sidoarjo Hari Yulianto menyampaikan, peringatan tahun ini mengusung tema Satyam Eva Jayate, kebenaran pasti menang. Dengan sub tema di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya,  kader sebagai pandu ibu pertiwi.

    “Tema mengandung makna, bahwa seluruh kader PDI Perjuangan harus berada di garis depan dalam kerja-kerja nyata untuk rakyat,” kata Hari Yulianto.

    Pria yang juga anggota DPRD Jatim ini menambahkan, tema sekaligus panggilan kepada rakyat khususnya kaum muda,  untuk berani menempuh jalan perjuangan kebenaran dan keadilan.

    “Agar berani berbicara kritis melalui berbagai platform media di tengah era digital yang penuh distorsi informasi,” terangnya.

    Karena itu, lanjut Hari, berbagai kegiatan yang dilakukan, pihaknya membuka diri kepada masyarakat untuk turut serta.

    Sekretaris DPC Raymond Tara Wahyudi menambahkan, ada sejumlah kegiatan peringatan HUT selama Januari ini.

    “Beberapa hari lalu, kami memberangkatkan tenaga medis anggota Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Sidoarjo untuk bersama Baguna DPP melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan penanganan bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Info per tadi malam, petugas kami ditugaskan melakukan layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Utara,” papar Raymond  Tara.

    Kegiatan lainnya yang sudah dilaksanakan, kata Raymond Tara, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Sidoarjo mempublikasikan kinerjanya selama setahun kemarin.

    Publikasi bertajuk laporan kepada rakyat, berisikan kinerja 9 anggota dewan di berbagai komisi maupun alat kelengkapan dewan dalam tugas-tugas legislasi, pengawasan dan budjeting.

    Beberapa kegiatan lainnya akan dilaksanakan beberapa hari mendatang. Yakni, tim dapur umum DPC PDIP Sidoarjo akan mendistribusikan masakannya kepada warga di Kecamatan Porong yang lingkungannya terdampak banjir.

    Juga beberapa kegiatan lain di tempat berbeda seperti pelayanan kesehatan, aksi kepedulian terhadap penyandang disabilitas dan pendampingan kepada para petani.

    Rangkaian acara ditandai dengan seremonial upacara bendera yang dilaksanakan di pelataran kantor DPC PDIP, dilanjutkan pemotongan tunpeng  pada hari ini. Bertindak selaku inspektur upacara, Wakil Sekretaris Bidang Program, Heru Setyanto.

    Upacara diikuti 300-an peserta, perwakilan dari kepengurusan di  18 kecamatan, satgas, badan dan organisasi sayap. Juga puluhan anak muda yang tertarik maupun bersimpatik dengan PDIP, serta warga sekitar.

    Heru Setyanto dalam amanatnya menyampaikan, pelaksanaan kerja-kerja kerakyatan tidak saja dilakukan secara terstruktur atas dasar perintah partai.

    “Terutama para kader, harus hadir dan menjadi solusi dalam  persoalan – persoalan yang dihadapi rakyat di lingkungan masing-masing,” tandasnya. (isa/ted)

  • Kecelakaan Maut di Jombang: Sepeda Motor Tabrak Truk, 1 Korban Tewas

    Kecelakaan Maut di Jombang: Sepeda Motor Tabrak Truk, 1 Korban Tewas

    Jombang (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 19.15 WIB.

    Sebuah kecelakaan melibatkan kendaraan sepeda motor Honda Kharisma dengan nomor polisi S-5994-TB yang menabrak truk Mitsubishi dengan nomor polisi AG-8969-VJ. Kecelakaan ini mengakibatkan korban seorang perempuan berusia 40 tahun meninggal dunia di Puskesmas Kabuh.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Siswanto menjelaskan, kecelakaan bermula Ketika sepeda motor yang dikendarai oleh Ekma (40), seorang perempuan asal Desa Karangpakis, melaju dari arah barat menuju timur.

    Di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor diduga tidak memperhatikan kondisi depan dengan cukup seksama. Hal ini menyebabkan sepeda motor yang dikendarainya menabrak bagian belakang truk Mitsubishi yang sedang parkir di pinggir jalan utara.

    Truk Mitsubishi yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dikemudikan oleh Imam Safi’i (41), asal Desa Prayungan, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Beruntung, pengemudi truk tersebut tidak mengalami luka sedikit pun.

    “Kecelakaan tersebut menyebabkan korban meninggal dunia di puskesmas setempat. Dari data yang kami peroleh, tidak ada korban luka berat ataupun ringan lainnya,” jelas Siswanto, Sabtu (10/1/2026).

    Sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian memberikan keterangan. Marliah (48) dan Heri Setiawan (24), keduanya merupakan warga Desa Pakis. Menurutnya, kecelakaan tersebut terjadi secara tiba-tiba dan sangat mengerikan. Mereka menyaksikan sepeda motor korban menabrak truk yang terparkir tanpa peringatan. [suf]

  • Dua Lokasi Hiburan Malam di Kota Probolinggo Ditertibkan Satpol PP, 11 Orang Diamankan

    Dua Lokasi Hiburan Malam di Kota Probolinggo Ditertibkan Satpol PP, 11 Orang Diamankan

    Probolinggo (beritajatim.com) – Keluhan warga terkait aktivitas warung remang-remang dan kafe karaoke akhirnya berujung tindakan tegas. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo menggelar penertiban malam hari dan mengamankan 11 orang dari dua lokasi berbeda yang diduga melanggar ketentuan perizinan dan ketertiban umum, Jumat (9/1/2026) malam.

    Operasi itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang terus masuk, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Tempat-tempat yang selama ini disebut meresahkan warga menjadi sasaran utama petugas.

    Kasi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Kota Probolinggo, Nurrahmad, menyebut lokasi pertama yang didatangi berada di kawasan Maramis. Di salah satu tempat karaoke, petugas mendapati tiga orang LC yang kemudian diamankan ke kantor Satpol PP untuk pendataan dan pembinaan.

    “Tempat ini sudah berulang kali dilaporkan masyarakat. Karena itu kami turun langsung untuk memastikan dan menertibkan,” kata Nurrahmad.

    Tak berhenti di situ, Satpol PP juga akan memanggil pemilik usaha karaoke tersebut. Pemilik diminta mempertanggungjawabkan operasional usahanya dengan membawa seluruh dokumen perizinan yang dimiliki.

    “Pemilik usaha akan kami panggil. Kalau memang tidak memiliki izin atau izinnya tidak lengkap, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai aturan,” tegasnya.

    Usai dari kawasan Maramis, petugas bergerak ke wilayah Kelurahan Triwung. Di lokasi kedua ini, delapan orang kembali diamankan dari tempat usaha yang diduga belum memenuhi ketentuan perizinan dan ketertiban umum. Seluruhnya langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk menjalani pembinaan.

    “Total ada 11 orang yang kami amankan dari dua lokasi. Ini bukti bahwa laporan masyarakat tidak kami abaikan,” ujar Nurrahmad.

    Ia menegaskan, langkah ini bukan semata penindakan, tetapi bentuk peringatan keras agar pelaku usaha mematuhi aturan. Satpol PP akan mengarahkan pemilik usaha yang belum berizin untuk mengurus legalitasnya, sementara keputusan perizinan tetap menjadi kewenangan instansi teknis.

    “Kalau tidak tertib, tentu akan ada konsekuensi. Kami ingin semua usaha berjalan sesuai aturan, bukan merugikan lingkungan sekitar,” tambahnya.

    Penertiban tersebut merupakan bagian dari program Probolinggo Bersolek yang dicanangkan Wali Kota Probolinggo. Ke depan, Satpol PP memastikan operasi serupa akan terus dilakukan, tidak hanya menyasar hiburan malam, tetapi juga PKL, kos-kosan, kawasan alun-alun, serta lokasi lain yang rawan melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2021.

    “Ini bukan operasi terakhir. Penegakan ketertiban akan terus kami lakukan demi menciptakan Kota Probolinggo yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya. [ada/aje]

  • Update Banjir Kabupaten Pasuruan Malam Ini: Bangil Terendam 75 Cm, Gempol dan Beji Mulai Surut

    Update Banjir Kabupaten Pasuruan Malam Ini: Bangil Terendam 75 Cm, Gempol dan Beji Mulai Surut

    Pasuruan (beritajatim.com) – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan masih terendam banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur sejak Jumat (9/1/2026) sore tadi. Berdasarkan laporan data hingga pukul 20.40 WIB, genangan air masih terpantau di beberapa kecamatan dengan ketinggian yang bervariasi.

    Kecamatan Bangil menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ketinggian air yang cukup signifikan di pemukiman warga. Di wilayah ini, Desa Tambakan mencatat genangan tertinggi mencapai 75 sentimeter yang menghambat mobilitas masyarakat setempat.

    Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat masih disiagakan di titik-titik lokasi terdampak. “Kami terus melakukan pemantauan intensif dan pendataan di lapangan untuk memastikan keselamatan warga,” ungkap Sugeng saat memberikan keterangan.

    Bergeser ke arah barat, Kecamatan Gempol juga masih melaporkan adanya genangan di Desa Carat, Tanjung, dan Kejapanan. Meski di beberapa titik seperti Viaduk sudah mulai surut, warga di Dusun Japanan masih menghadapi air setinggi 50 sentimeter.

    Kondisi di Kecamatan Beji menunjukkan tren penurunan debit air di beberapa titik pengamatan pada malam ini. Wilayah Desa Cangkringmalang dan Kedungringin kini menyisakan genangan setinggi 10 hingga 30 sentimeter di jalanan desa.

    Sugeng menambahkan bahwa selain Bangil dan Gempol, wilayah Kecamatan Kraton juga mendapat perhatian khusus karena debit air yang cukup tinggi. “Dusun Bulu dan Mbotoan di Desa Tambakrejo saat ini masih tergenang air dengan ketinggian hingga 50 sentimeter,” tambahnya.

    Kecamatan Pohjentrek turut melaporkan adanya genangan di Dusun Rujaksente dengan ketinggian rata-rata mencapai 40 sentimeter. Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Rembang dilaporkan telah berangsur pulih dan air mulai surut sepenuhnya di Desa Pekoren.

    Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang bisa kembali menaikkan volume air sungai. Petugas di lapangan tetap melakukan patroli rutin guna memberikan bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan evakuasi di tengah kegelapan malam. [ada/aje]

  • Terobos Lampu Merah, Truk Tangki Oli Bekas Tabrak Pasutri di Ngawi, Istri Tewas di Lokasi

    Terobos Lampu Merah, Truk Tangki Oli Bekas Tabrak Pasutri di Ngawi, Istri Tewas di Lokasi

    Ngawi (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di perempatan lampu merah Ring Road, Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sebuah truk trailer tangki bermuatan 24 ribu liter oli bekas menabrak sepeda motor yang ditumpangi pasangan suami istri (pasutri), Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

    Akibat kejadian tersebut, sang istri tewas di lokasi kejadian, sementara suaminya mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan perawatan medis.

    Truk trailer diketahui menerobos lampu merah sebelum akhirnya menghantam sepeda motor korban yang sedang melintas di perempatan Kandangan. Benturan keras membuat pengendara motor terpental, sedangkan korban perempuan mengalami luka parah di bagian kepala akibat terlindas ban truk.

    Korban meninggal dunia diketahui bernama Diah Maharani (20), warga Desa Klampisan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Sementara suaminya, Riki Wijaya (22), mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan pertolongan dari petugas di lokasi kejadian.

    “Korban perempuan meninggal dunia di tempat, sedangkan suaminya dalam kondisi luka dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar salah seorang warga, Manteb, yang berada di lokasi kejadian.

    Truk trailer tangki tersebut dikemudikan oleh Agus Hasanudin (50), warga Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Mojokerto. Saat kejadian, sopir mengemudikan truk sendirian dengan muatan oli bekas dan melaju dari arah Solo menuju Surabaya.

    Setibanya di perempatan lampu merah Kandangan, truk diduga tetap melaju dan menerobos lampu merah hingga menabrak sepeda motor pasutri yang melintas dari arah berlawanan. Setelah kejadian, truk langsung berhenti di pinggir jalan.

    “Saya memang menerobos lampu merah karena sudah terlanjur. Saya membawa oli bekas dari Klaten ke Pasuruan. Setelah menabrak motor, saya langsung berhenti dan tidak berani melihat korban,” aku sopir truk, Agus Hasanudin.

    Petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi, sementara korban luka dilarikan ke RS Widodo Ngawi untuk mendapatkan perawatan intensif.

    Polisi juga mengamankan sepeda motor korban beserta truk trailer dan sopirnya ke Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi guna penyelidikan lebih lanjut. Kasus kecelakaan maut ini kini dalam penanganan pihak kepolisian. [fiq/ian]

  • Sungai Kedunglarangan Meluap, Kawasan Tambakan dan Kalianyar Bangil Terendam Banjir Parah

    Sungai Kedunglarangan Meluap, Kawasan Tambakan dan Kalianyar Bangil Terendam Banjir Parah

    Pasuruan (beritajatim.com) – Kawasan pemukiman di Kecamatan Bangil kembali menghadapi kepungan air akibat meningkatnya debit Sungai Kedunglarangan pada Jumat malam. Luapan air ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah hulu, tepatnya di kawasan Prigen dan Pandaan sejak Jumat (9/1/2026) siang.

    Kondisi ini mengakibatkan akses aktivitas warga di Kelurahan Kalianyar dan Desa Tambakan lumpuh total karena genangan yang cukup tinggi. Wilayah yang menjadi langganan banjir tahunan ini merupakan basis tempat tinggal keluarga besar Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.

    Ketinggian air yang mencapai angka 70 sentimeter di jalanan desa membuat para petani tambak setempat tidak bisa menjalankan rutinitas mereka. “Sejak sore air mulai datang dan masuk ke pemukiman warga, air masih tinggi belum surut,” ungkap Agus, salah seorang warga terdampak.

    Warga menyebutkan bahwa banjir kali ini terasa lebih mengkhawatirkan karena debit air yang datang jauh lebih cepat dibandingkan biasanya. Masyarakat terpaksa melakukan upaya mandiri dengan menutup berbagai saluran pembuangan agar air tidak semakin merendam bagian dalam rumah.

    Agus juga menekankan bahwa intensitas banjir di awal tahun 2026 ini merupakan yang terparah jika dibandingkan dengan kejadian-kejadian sebelumnya. “Ini paling besar di tahun ini, kemarin hanya semata kaki dan saat ini di atas lutut orang dewasa,” tuturnya saat memantau kondisi air.

    Hingga berita ini diturunkan, cuaca di wilayah sekitar masih terpantau mendung dengan gerimis tipis yang dikhawatirkan kembali menaikkan volume sungai. Sebagian besar warga memilih tetap berjaga-jaga di depan rumah untuk mengamankan barang-barang berharga mereka dari rendaman air.

    Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan pun telah disiagakan di titik-titik rawan untuk memantau perkembangan situasi. Tim reaksi cepat mulai menyisir lokasi pemukiman guna memastikan keselamatan warga yang terjebak di dalam rumah.

    Pihak BPBD juga terus melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat untuk menyiapkan langkah evakuasi jika ketinggian air terus meningkat. Petugas mengimbau agar masyarakat segera melaporkan kondisi darurat melalui jalur komunikasi yang telah disediakan selama masa siaga bencana. (ada/ian)

  • Ban Pecah, Pikap Bermuatan Anak Ayam Terguling di Tol Nganjuk–Caruban

    Ban Pecah, Pikap Bermuatan Anak Ayam Terguling di Tol Nganjuk–Caruban

    Madiun (beritajatim.com) – Sebuah kendaraan pikap box bermuatan anak ayam mengalami kecelakaan tunggal di ruas Tol Nganjuk–Caruban, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi di KM 613.000 Jalur B, masuk Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jumat (9/1/2026).

    Kanit PJR Jatim VI AKP Matheus Jaka menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.20 WIB. Pikap bernomor polisi S 9520 NE itu melaju dari arah Jombang menuju Ngawi.

    “Diduga ban kendaraan pecah saat melaju di lajur kiri, sehingga kendaraan oleng dan menabrak guardrail (pagar pengaman),” ujar AKP Matheus Jaka kepada wartawan.

    Akibat benturan tersebut, kendaraan terguling dan berhenti di antara bahu jalan dan lajur kiri tol. Pengemudi pikapp, Ivan A. (21), warga Dusun Jambu, Kecamatan Jabon, Kabupaten Jombang, dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka ringan. “Korban hanya mengalami lecet di bagian kaki,” jelasnya.

    AKP Matheus menambahkan, kecelakaan tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada fasilitas jalan tol. Namun, kendaraan mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian materiil sekitar Rp10 juta.
    “Kerusakan sarana tol nihil, sementara kerugian kendaraan diperkirakan mencapai sepuluh juta rupiah,” katanya.

    Saat kejadian, kondisi arus lalu lintas di lokasi terpantau lancar dengan cuaca cerah. Petugas kepolisian bersama pengelola tol segera melakukan penanganan guna memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.

    “Kesimpulan sementara, kecelakaan murni disebabkan oleh pecah ban,” pungkas AKP Matheus Jaka. [rbr/suf]

  • Gunung Semeru di Lumajang Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 5 Kilometer

    Gunung Semeru di Lumajang Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 5 Kilometer

    Lumajang (beritajatim.com) – Erupsi berupa luncuran awan panas kembali dimuntahkan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (9/1/2026).

    Awan panas dilaporkan mulai terekam sekitar pukul 15.13 WIB dengan jarak luncur sejauh 4 kilometer di atas puncak.

    Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, erupsi berupa awan panas yang dikeluarkan Gunung Semeru berhenti sekitar pukul 16.01 WIB.

    Jarak luncuran awan panas berhenti pada radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Semeru.

    “Ini awan panas mulai terekam sekitar pukul 15.13 WIB dengan jarak awal 4 kilometer dan terakhir itu jaraknya 5 kilometer. Erupsinya sekarang sudah berhenti,” terang Yudhi ketika dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).

    Menurutnya, saat ini kondisi di sekitar Gunung Semeru diketahui sedang hujan dengan intensitas sedang.

    Selain itu, Pos Pengamatan Gunung Api Semeru juga melaporkan adanya getaran banjir lahar dengan amplitudo maksimal 17 milimeter.

    “Jadi, sekarang situasinya setelah awan panas berhenti di sekitar Gunung Semeru sedang hujan gerimis. Ada laporan getaran banjir juga dengan amplitudo 17 milimeter,” tambah Yudhi.

    Saat ini warga diimbau agar menjauhi dan tidak beraktivitas di daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu dengan Gunung Semeru.

    Sebab, dapat berpotensi terdampak banjir lahar Gunung Semeru saat sedang terjadi hujan di daerah pegunungan.

    “Tetap berhati-hati di DAS semeru, penduduk dan penambang tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang bisa muncul banjir lahar. Ini juga harus waspada awan panas juga,” ungkap Yudhi. (has/ted)

  • Tabrakan Sesama Motor di Manyar Gresik, Pengendara Terpelanting dan Tewas Terlindas Truk Trailer

    Tabrakan Sesama Motor di Manyar Gresik, Pengendara Terpelanting dan Tewas Terlindas Truk Trailer

    Gresik (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di wilayah Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan sesama pengendara motor, lalu terpelanting ke badan jalan dan terlindas truk trailer.

    Peristiwa nahas tersebut terjadi di ruas Jalan Daendels Pantura Manyar Gresik, yang dikenal ramai dilalui kendaraan berat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan merenggut nyawa pengendara motor. Bermula saat korban Ahmad Soni Afrizal mengendarai motor Yamaha Mio Soul W 3903 KD, warga asal Jalan Kyai Sahlan 17/30 Gresik.

    Korban berjalan dari arah timur ke barat. Bersamaan dengan itu, muncul pengendara motor Honda Vario nopol W 3408 BZ yang dikendarai Fatur Rahman, asal Desa Mojopurogede, Kecamatan Bungah, Gresik. Selanjutnya, kedua pengendara motor itu bersenggolan. Naasnya, motor korban terpelanting ke sisi kanan. Kemudian muncul truk trailer P 9577 UE yang dikemudikan Sholihidin.

    Kecelakaan tak bisa dihindari, korban atas nama Ahmad Soni Afrizal meninggal dunia di lokasi kejadian perkara (TKP).

    Kapolsek Manyar Iptu M. Ghifari Syarifuddin mengatakan faktor yang memengaruhi kecelakaan tragis ini adalah korban saat berkendara kurang memperhatikan arah depan dengan jelas karena hujan deras serta penerangan jalan yang kurang.

    “Korban meninggal dunia akibat luka parah setelah terlindas kendaraan berat. Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” katanya, Jumat (8/1/2026).

    Masih menurut Iptu Ghifari, jenazah korban sudah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, sopir truk trailer telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

    “Kami mengimbau para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur padat kendaraan besar, terutama di kawasan industri Manyar Gresik,” paparnya. [dny/kun]

  • Sempat Dilaporkan Hilang, Warga Pacitan Ditemukan Selamat di Sleman

    Sempat Dilaporkan Hilang, Warga Pacitan Ditemukan Selamat di Sleman

    Pacitan (beritajatim.com) – Laporan orang hilang atas nama Parwati, warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, resmi dicabut oleh pihak keluarga. Parwati diketahui telah ditemukan dalam kondisi selamat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    Pencabutan laporan tersebut disampaikan langsung oleh Rofiq, selaku pelapor sekaligus pihak keluarga, melalui surat resmi yang ditujukan kepada Polres Pacitan.

    Rofiq menjelaskan, Parwati meninggalkan rumah pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. Kepergian korban dipicu kepanikan setelah menerima telepon dari orang tak dikenal yang mengaku sebagai suaminya dan meminta sejumlah uang.

    “Korban sempat mentransfer uang secara bertahap hingga totalnya mencapai Rp97 juta karena dalam kondisi panik,” ujar Rofiq, Jumat (9/1/2026).

    Karena beberapa hari tidak ada kabar, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pacitan sebagai laporan orang hilang. Namun, pada Kamis (7/1/2026), korban diketahui berada di wilayah Sleman dan mendapatkan pertolongan dari warga setempat.

    “Keluarga langsung menjemput korban untuk dibawa pulang,” kata Rofiq.

    Dengan ditemukannya Parwati dalam kondisi selamat, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum atas laporan orang hilang tersebut.

    “Kami menyatakan laporan tersebut dicabut dan tidak dilanjutkan,” pungkasnya. [tri/beq]