Category: Beritajatim.com Regional

  • Dua Pelajar Terluka dalam Kecelakaan Adu Banteng di Mojoagung Jombang

    Dua Pelajar Terluka dalam Kecelakaan Adu Banteng di Mojoagung Jombang

    Jombang (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jombang. Kali ini, insiden adu banteng melibatkan dua sepeda motor di Jalan Raya Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, pada Sabtu malam (17/5/2025) sekitar pukul 22.30 WIB. Dua pengendara yang masih berstatus pelajar mengalami luka dan saat ini tengah dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Jombang.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sepeda motor Kawasaki Ninja tanpa pelat nomor polisi yang dikendarai Rafa Arya Pratama (18), pelajar asal Dusun Jungkir, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, melaju dari arah selatan.

    “Sesampainya di lokasi kejadian, dalam berkendara terlalu ke kanan sehingga menabrak sepeda motor Honda CB dengan nomor polisi W 4612 RI yang melaju dari arah berlawanan. Maka terjadilah kecelakaan itu,” terang Ipda Siswanto.

    Akibat tabrakan keras tersebut, baik Rafa maupun pengendara Honda CB, Wibisono Aditya Nugroho (17), pelajar asal Dusun Mentoro, Desa Mentoro, Kecamatan Sumobito, sama-sama mengalami luka dan langsung dilarikan ke RS PKU Jombang untuk mendapatkan perawatan medis.

    Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa. Kedua korban hanya mengalami luka-luka. Berdasarkan keterangan dua saksi mata di lokasi, yakni Jumain (45) dan Sutomo (46), keduanya warga Desa Betek, kecelakaan terjadi cukup cepat dan mengundang perhatian warga sekitar.

    Petugas kepolisian langsung melakukan olah TKP dan mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan. Kasus ini kini dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Jombang untuk pendalaman lebih lanjut.

    Ipda Siswanto juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pelajar dan pengendara muda, agar selalu berhati-hati dalam berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas. “Keselamatan adalah yang utama. Pastikan kondisi kendaraan lengkap dan layak jalan, serta jangan melampaui batas jalur yang semestinya,” pesannya. [suf]

  • Banjir Luapan Bengawan Solo di Bojonegoro, Warga Mulai Mengungsi

    Banjir Luapan Bengawan Solo di Bojonegoro, Warga Mulai Mengungsi

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak delapan warga Kelurahan Ledokwetan Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro mulai mengungsi. Mereka mengungsi di Gedung Serba Guna Jalan KH Mansyur Kelurahan Ledokwetan karena rumahnya tergenang banjir luapan Sungai Bengawan Solo.

    “Warga mulai mengungsi sekitar pukul 19.30 WIB, dimungkinkan masih bertambah jumlah pengungsi karena malam ini masih banyak yang jualan,” ujar Lurah Ledokwetan, Kecamatan Bojonegoro, Anton, Sabtu (17/5/2025).

    Menurutnya, pihak kelurahan sendiri telah menyiapkan dua tempat pengungsian. Selain di gedung serba guna juga di kantor Kelurahan Ledokwetan yang ada di Jalan MH Thamrin. Warga yang mengungsi adalah warga RT 21 yang rumahnya tergenang setinggi kurang lebih 70 centimeter. “Rumah mereka tergenang banjir luapan sungai Bengawan Solo setinggi kurang lebih 70 centimeter,” kata Anton.

    Sementara diketahui, banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Kelurahan Ledokwetan menggenangi sebanyak 143 rumah dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 343 kepala keluarga. Selain di kelurahan Ledokwetan, banjir juga menggenangi Kelurahan Jetak dan Banjarejo.

    “Di Kelurahan Jetak 3 rumah terendam dengan ketinggian antara 10-30 centimeter. Sedangkan di Banjarejo ada satu rumah dengan ketinggian sekitar 50 centimeter,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi.

    Kemudian di Kecamatan Kalitidu, menggenangi Desa Leran dan Sukoharjo masing-masing rumah tergenang sebanyak enam rumah. Ketinggian genangan antara 30 centimeter. Sedangkan di Kecamatan Dander ada dua desa tergenang di Desa Ngulanan dan Desa Ngablak yang menggenangi jalan. [lus/kun]

  • Mobil Camry Hanyut Terseret Banjir di Kecamatan Gayam Bojonegoro, Begini Ceritanya

    Mobil Camry Hanyut Terseret Banjir di Kecamatan Gayam Bojonegoro, Begini Ceritanya

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro mengakibatkan Sungai Kali Gandong meluap pada Sabtu (17/5/2025) malam, menyebabkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Gayam. Dampak paling parah terjadi di Desa Bonorejo dan Mojodelik.

    Dampak banjir tersebut, diantaranya menyeret satu unit mobil milik warga di RT 07 RW 02 Desa Bonorejo Sukijan. Mobil jenis sedan Camry tahun 2006 sebelumnya terparkir di pinggir Sungai Gandong yang melintas di Kecamatan Gayam.

    “Mobil terparkir digarasi yang ada di pinggir Sungai Gandong. Saat banjir terseret banjir karena arus deras,” ujar Kepala Desa Bonorejo Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Rochmad Aksan, Sabtu (17/5/2025).

    Setelah terseret arus sungai, mobil terhenti setelah tersangkut di pohon pisang. Sementara kondisi mobil belum bisa evakuasi karena kondisi arus sungai masih deras. “Kondisi belum bisa dievakuasi karena arus sungai masih deras,” tambahnya.

    Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Heru Wicaksi, menyampaikan dampak banjir luapan Sungai Gandong di Kecamatan Gayam, selain menghanyutkan satu unit mobil, juga menggenangi rumah warga dan menyebabkan kerusakan fasilitas umum serta kerugian di beberapa titik.

    Di Desa Bonorejo, satu lokasi usaha penggergajian kayu milik Sukijan (warga RT 07/RW 02) tergenang air setinggi kurang lebih tujuh meter. Sementara, di desa Mojodelik, empat rumah warga tergenang dengan ketinggian sekitar 1 meter.

    Tak hanya itu, banjir juga mengakibatkan putusnya satu jembatan penghubung antara Desa Mojodelik (Kecamatan Gayam) dan Desa Ngrejeng (Kecamatan Purwosari), sehingga akses transportasi warga terganggu. Saat ini, banjir di wilayah tersebut sudah surut. [lus/kun]

  • Sedekah Bumi, Warisan Leluhur yang Terus Dilestarikan Warga Manyarsari Mojokerto

    Sedekah Bumi, Warisan Leluhur yang Terus Dilestarikan Warga Manyarsari Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Sedekah bumi digelar warga Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (17/5/2025). Ratusan warga berkumpul di Balai Desa Manyarsari dengan membawa hasil bumi dan nasi serta lauk pauk dalam wadah yang dibungkus taplak meja.

    Sedekah bumi yang digelar warga Dusun Manyarsari tergolong unik. Jika biasanya warga dengan membawa aneka hasil bumi sudah berkumpul di Balai Dusun, namun sedekah bumi di Dusun Manyarsari berbeda. Di Balai Dusun Manyarsari sepi saat Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Muhammad Rizal Oktavian tiba.

    Ratusan warga datang ke Balai Dusun setelah orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memukul kentongan. Secara berduyung-durung warga dengan membawa hasil bumi berkumpul di Balai Dusun, sementara setiap Rukun Tetangga (RT) membawa tumpeng berisi hasil bumi.

    Usai didoakan sesepuh dusun, warga makan bareng dan bertukar hasil bumi dan makanan yang mereka bawa. Sementara tumpeng berisi hasil bumi, seperti sayur mayur, polo pendem dan buah menjadi rebutan warga. Setelah bertukar hasil bumi, warga kembali ke rumah masing-masing dan malam harinya akan digelar ludruk.

    Wabup Mojokerto, Muhammad Rizal Oktavia mengapresiasi keguyupan, kekompakan dan kerukunan warga Dusun Manyarsari. “Warga guyup sekali, saya cukup senang. Sedekah bumi yang digelar warga Dusun Manyarsari merupakan kearifan lokal yang patut dilestarikan,” ujarnya.

    Wabup menyarankan ada program yang bisa dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Gunungsari seperti membuat wisata buatan yang bisa menarik wisatawan datang ke Desa Gunungsari. Seperti sedekah bumi yang menjadi agenda rutin Dusun Manyarsari setiap tahunnya, Wabup meminta untuk bisa dijadikan tujuan wisata Desa Gunungsari.

    “Sehingga potensi yang ada di desa ini bisa dikembangkan lagi. Sedekah bumi di Dusun Manyarsari ini patut kita apresiasi karena warga sudah bisa melestarikan nilai-nilai tradisi yang ada, meningkatkan kearifan lokal dan meningkatkan kreativitas warga. Saya harap dengan guyup rukun di kegiatan ini akan membawa keberkahaan kedepannya untuk warga,” harapnya.

    Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Gunungsari, Susanto mengatakan, jika kegiatan tersebut sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas panen raya warga Dusun Manyarsari. “Selama ini panen warga sangat melimpah dan kegiatan sedekah bumi ini digelar setiap tahun. Semua hasil bumi kami tampilkan di sini,” ungkapnya.

    Masih kata Kades, yang dibawa warga ada hasil bumi seperti sayur mayur, palawijo dan buah-buahan. Sedekah bumi yang ada di Dusun Manyarsari yakni satu dari lima dusun yang ada di Desa Gunungsari merupakan warisan turut temurun. Sedekah bumi tersebut merupakan budaya Dusun Manyarsari yang terus dilestarikan.

    “Terima kasih kepada Bapak Kepala Dusun, RT/RW dan jajaran Dusun Manyarsari yang mampu melaksanakan sedekah bumi sampai saat ini. Desa Gunungsari termasuk lunas pajak sebelum Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, terima kasih kepada semua warga Desa Gunungsari,” katanya.

    Diakui jika Desa Gunungsari tidak memiliki potensi wisata namun kekompakan dan kerukunan warga mengantarkan Desa Gunungsari tahun 2022 menjadi Juara 5 Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Timur dan Lomba PKK. Menurutnya kekompakan dan kerukunan warga menjadi daya tarik Desa Gunungsari.

    “Terima kasih kepada warga saya yang sudah uri-uri budaya sehingga kegiatan ini bisa terlaksana sampai saat ini. Dengan kehadiran Pak Wabup ini, saya harapkan bisa memberikan solusi, harapan kedepan Desa Gunungsari lebih baik lagi. Desa Gunungsari juga dipercaya yang pertama mendapatkan program Koperasi Merah Putih,” jelasnya.

    Menurutnya, Koperasi Merah Putih di Desa Gunungsari sudah terbentuk. Pihaknya berharap dengan kegiatan tersebut masyarakat Dusun Manyarsari semakin guyup rukun dan terjaga sehingga kedepan bisa membangun karena adanya guyup rukun warganya. [tin/ian]

  • Puluhan Warga dan Anak Kecil Berebut Berkah Gunungan Sedekah Bumi Gresik

    Puluhan Warga dan Anak Kecil Berebut Berkah Gunungan Sedekah Bumi Gresik

    Gresik (beritajatim.com) – Puluhan warga hingga anak-anak tampak antusias berebut berkah dari gunungan hasil bumi dalam tradisi sedekah bumi yang digelar di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik, Sabtu (17/5/2025).

    Acara ini menjadi momen tahunan yang paling dinanti, sekaligus ajang berkumpul dan melestarikan budaya leluhur.

    Gunungan yang berisi berbagai macam sayur-mayur dan buah-buahan diarak keliling desa sebelum akhirnya menjadi rebutan warga. Dalam hitungan detik, kerumunan warga langsung menyerbu gunungan untuk mendapatkan hasil bumi yang dipercaya membawa berkah.

    “Senang sekali, bisa berebut gunungan bersama teman-teman. Ini saya juga dapat banyak satu kresek,” ujar Audri (15), pelajar asal Desa Kedanyang dengan tawa riang.

    Ia menyebut hasil gunungan itu akan digunakan untuk makan rujak bersama teman-temannya. “Buat rujak-an rame-rame hasil rebutan gunungan tadi,” katanya lagi.

    Kemeriahan acara ini tak hanya dirasakan anak-anak, tapi juga oleh seluruh warga desa. Tradisi ini sudah turun-temurun dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas limpahan hasil bumi yang diperoleh warga.

    Kepala Desa Kedanyang, Ahmad Mustofa, menyatakan kegiatan ini adalah bagian dari budaya yang harus terus dijaga.

    “Sedekah bumi merupakan ritual mensyukuri hasil bumi yang diterima oleh warga Desa Kedanyang dan dilaksanakan tiap tahunnya sebagai rasa syukur,” ujarnya.

    Gunungan yang dibuat dari hasil tani dan tambak itu melambangkan kekayaan alam yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Desa Kedanyang.

    “Sedekah bumi ini merupakan rasa ungkapan syukur dengan hasil bumi di Desa Kedanyang mayoritas pertanian dan tambak. Kemudian dikemas dengan gunungan, dan direbutkan oleh warga dan anak-anak usai berdoa bersama,” jelas Mustofa.

    Ia juga berharap tradisi ini tetap hidup dan dikenal generasi muda di tengah era digitalisasi yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari.

    “Semoga dengan terselenggaranya acara ini, pertanian dan hasil tambak di desa kami melimpah dan diberkahi oleh Allah SWT,” pungkasnya. [dny/ian]

  • Banjir Luapan Kali Gandong juga Rendam Dua Desa di Ngambon Bojonegoro, Ketinggian Sampai 1,5 Meter

    Banjir Luapan Kali Gandong juga Rendam Dua Desa di Ngambon Bojonegoro, Ketinggian Sampai 1,5 Meter

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Banjir akibat luapan Kali Gandong terjadi di wilayah Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu dini hari (17/5/2025). Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat malam menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi permukiman serta fasilitas umum di dua desa, yakni Desa Ngambon dan Desa Karangmangu.

    Ketua RT 14 RW 04 Dusun Karang, Desa Ngambon, Mario, menjelaskan bahwa air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 01.30 WIB. “Hujan turun sejak pukul 19.30 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Air mulai masuk rumah pukul 01.30 dan surut pada pukul 04.00 WIB,” jelasnya.

    Tercatat, banjir menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian air berkisar antara 50 cm hingga 1,5 meter. Rumah warga terdampak di antaranya milik:
    RT 14 RW 04: Salim, Rumadi, Karjono, Waras Adi Sucipto, Kusnadi
    RT 12 RW 03: Darti (tergolong kelompok rentan karena penglihatan terganggu) dan Samirin

    Sementara itu, di Dusun Semek, Desa Karangmangu, air juga merendam permukiman warga yang berada di RT 06, 07, dan 08 RW 02. Kepala Desa Karangmangu melaporkan kejadian ini pada pukul 03.30 WIB, yang langsung ditindaklanjuti oleh tim gabungan dari perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta petugas BPBD Kabupaten Bojonegoro.

    Kapolsek Ngambon, AKP M Thohir, mengonfirmasi bahwa luapan sungai disebabkan oleh curah hujan tinggi di hulu Kali Gandong. Ia menyebutkan fasilitas umum yang terdampak meliputi jalan dusun sepanjang 50 meter di RT 07, 08, dan 09 RW 02, serta area perkebunan jagung seluas 20.000 meter persegi.

    “Rata-rata tinggi genangan air mencapai 50 cm. Saat ini air sudah surut dan situasi berangsur normal,” jelas Kapolsek.

    Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. [lus/ian]

  • Banjir Dimana-mana, Dua Desa di Lamongan Tergenang, Satu Sekolah Terdampak

    Banjir Dimana-mana, Dua Desa di Lamongan Tergenang, Satu Sekolah Terdampak

    Lamongan (beritajatim.com) – Tingginya curah hujan dalam beberapa hari belakangan, membuat dua desa di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan tergenang.

    Dua desa tersebut yakni Desa Kemlagigede dan Desa Turi. Selain jalan penghubung antar kecamatan, sejumlah fasilitas umum dan lembaga pendidikan juga terdampak banjir yang mulai menggenangi sejak dua hari lalu.

    Salah satu lembaga pendidikan yang terdampak adalah SDN Turi. Halaman sekolah, ruang guru dan sebagian ruang kelas digenangi air setinggi 10 sampai 20 senti meter.

    Kondisi itu membuat guru mencari akternatif agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan. Untuk sementara, pembelajaran dipindahkan ke musala, yang ketaknya lebih tinggi dari ruang kelas.

    “Ada empat ruang yang tergenang, termasuk kantor sekolah. Untuk menghindari kerusakan, kita juga memindahkan buku dan dokumen penting ke tempat yang lebih aman,” kata Kepala SDN Turi, Mahfud, Sabtu (17/5/2025).

    Banjir yang melanda dua desa tersebut, disebabkan melubernya Sungai Kruwul, yang mengalami peningkatan debit air karena curah hujan yang cukup tinggi.

    “Ditambah limpasan air dari Waduk Gondang, sehingga air meluber ke area ruas jalan desa dan fasilitas umum,” kata Plt. Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Joko Nursianto.

    Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, seperti jebolnya tabggul sungai, aparat TNI dan Polri dari Kecamatan Turi terus melakukan pemantauan di sepanjang aliran sungai. (fak/ian)

  • Banjir Luapan Kali Gandong Rendam Lima Desa di Purwosari Bojonegoro, Satu Rumah Hanyut dan 9 Kambing Tewas

    Banjir Luapan Kali Gandong Rendam Lima Desa di Purwosari Bojonegoro, Satu Rumah Hanyut dan 9 Kambing Tewas

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Banjir akibat luapan Sungai Gandong kembali melanda wilayah Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu pagi (17/5/2025). Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat malam (16/5) menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman, jembatan, serta fasilitas warga di lima desa.

    Kapolsek Purwosari IPTU Subeki melaporkan bahwa banjir mulai terjadi sejak pukul 05.00 WIB. Banjir merendam sejumlah rumah warga dengan ketinggian variasi antara 50 cm hingga 100 cm. Sementara saat ini banjir tersebut sudah surut. Warga sudah membersihkan material banjir yang masuk ke dalam rumah.

    “Luapan sungai terjadi setelah hujan deras turun sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material cukup signifikan,” ungkapnya.

    Berikut sebaran dampak banjir di Kecamatan Purwosari:

    Desa Ngrejeng

    Sebanyak 16 rumah warga tergenang air. Selain itu, jembatan kayu penghubung Desa Ngrejeng dan Dusun Sogo, Desa Mojodelik Kecamatan Gayam, hanyut terbawa arus deras Sungai Gandong.

    Desa Tlatah

    Jembatan penghubung antara Desa Tlatah dan Mojodelik tergenang air, namun tidak terdapat kerusakan atau korban jiwa.

    Desa Punggur

    Banjir menggenangi Dusun Poncotan dan membuat sejumlah warga mengungsi ke tempat aman. Sebanyak 16 warga terdampak dengan rumah tergenang. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.

    Desa Pojok

    Banjir turut menggenangi jembatan penghubung antara Desa Pojok dan Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam. Meski terdampak, tidak ada kerusakan atau korban jiwa di wilayah ini.

    Desa Purwosari

    Dampak terparah terjadi di Desa Purwosari, tepatnya di Dusun Sambong:

    Rumah milik Marjis, warga RT 07/RW 07, terendam air. Tujuh ekor kambing mati terjebak dalam rumah, sementara dua ekor berhasil diselamatkan oleh Kapolsek dengan berenang mengevakuasi. Rumah kayu milik Nurkayah, warga RT 01/RW 08, hanyut terbawa arus. Diperkirakan kerugian mencapai Rp20 juta.

    Petugas dari Polsek Purwosari dan BPBD Bojonegoro telah melakukan evakuasi, pendataan korban, dan menginventarisasi kerugian akibat banjir. Bantuan logistik dan sembako juga disalurkan kepada warga terdampak.

    “Air sudah mulai surut, namun warga tetap kami imbau waspada karena potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi,” pungkas IPTU Subeki. [lus/ian]

  • Empat Warga Bojonegoro Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Tawangmangu, Ini Identitasnya

    Empat Warga Bojonegoro Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Tawangmangu, Ini Identitasnya

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Kecelakaan tunggal yang terjadi di kawasan wisata Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu pagi (17/5/2025), mengakibatkan lima korban meninggal dunia, empat di antaranya merupakan warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro.

    Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 10.15 WIB di Dusun Banaran, RT 01 RW 01, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Mohammad Aris Hidayatullah.

    “Benar, kami sudah melakukan koordinasi dengan Dishub Karanganyar terkait insiden ini,” jelasnya saat dikonfirmasi media.

    Kecelakaan melibatkan kendaraan minibus Isuzu Elf dengan nomor polisi S 7338 AA yang dikemudikan Heri Purwanto, warga Padangan. Mobil tersebut mengangkut total 17 orang, termasuk dua anak-anak, dalam perjalanan wisata.

    Berdasarkan data sementara, empat penumpang dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, 12 orang lainnya mengalami luka-luka dan segera dibawa ke RSUD Karanganyar untuk mendapatkan perawatan medis. Salah satu korban meninggal dunia masih belum teridentifikasi hingga berita ini ditulis.

    Berikut ini identitas para korban meninggal dunia:

    1. Ana Rubi, 45 tahun, warga Padangan RT 10/RW 03, meninggal di lokasi kejadian.
    2. Atik, 49 tahun, warga Padangan RT 10/RW 03, meninggal di lokasi kejadian.
    3. Salma, 5 tahun, anak-anak, warga Padangan RT 10/RW 03, meninggal di lokasi kejadian.
    4. Sri Mulyani, 58 tahun, warga Padangan RT 10/RW 03, meninggal di lokasi kejadian.
    5. Korban kelima, masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang. [lus/ian]

  • Kasus Pengeroyokan di Tuban, Remaja Asal Lamongan Juga Dibekuk Polisi

    Kasus Pengeroyokan di Tuban, Remaja Asal Lamongan Juga Dibekuk Polisi

    Tuban (beritajatim.com) – Sebanyak 6 sekelompok remaja diamankan Satreskrim Polres Tuban usai melakukan pengeroyokan di Jalan Alfalah, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban.

    Adapun 6 remaja tersebut yakni DBP (23), MMH (28), AAI (19), ABZ (21), dari 4 remaja tersebut berasal dari Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Sedangkan, ASA (19) Desa Karangagung, MFNR (20) Desa Leran Kulon, keduanya asal Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

    Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander mengatakan bahwa kejadian tersebut pada hari Kamis 15 Mei 2025 sekitar pukul 01.00 Wib, 6 orang ini telah melakukan pengeroyokan terhadap 3 korban yakni REP (19), FM (21), NA (21), ketiganya asal Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

    “Kronologisnya, pelaku ini merasa tersinggung karena diduga para korban bergurau saat mengendarai motor dengan membuka bajunya,” ujar Kasat Reskrim, Sabtu (17/05/2025).

    Karena pelaku yang saat itu sedang mabuk, kemudian pelaku melakukan pengejaran terhadap korban dan akhirnya terjadi pengeroyokan.

    “Karena pelaku terpengaruh minuman alkohol, sehingga langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban,” imbuhnya.

    Akibatnya, korban yang berinisial REP mengalami luka memar di kepala, mata kanan dan punggung. Lalu, korban FM luka berdarah di dahi, sedangkan korban N luka memar di kepala.

    “Pelaku kami sangkakan pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan,” terang Dimas.

    Saat ditanya mengenai dari mana sekelompok remaja tersebut, Dimas memastikan bahwa tidak dari perguruan silat, ormas maupun komunitas apa pun, murni mereka sekelompok warga biasa.

    Sementara itu, salah satu pelaku mengaku bahwa dirinya dari Brondong, Lamongan datang ke Tuban untuk ngopi bersama teman-temannya. “Memang saya sudah biasa kalau ngopi di Tuban dan untuk minum-minuman ya belinya di warung kopi itu,” tutup pelaku. [dya/ian]