Category: Beritajatim.com Regional

  • 17 Pelajar di Kutorejo Mojokerto Diduga Keracunan MBG, Alami Muntah, Diare, dan Pusing

    17 Pelajar di Kutorejo Mojokerto Diduga Keracunan MBG, Alami Muntah, Diare, dan Pusing

    Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 17 pelajar dari wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pelajar tersebut dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang dengan keluhan gangguan kesehatan yang hampir serupa.

    Kepala UPT Puskesmas Gondang, dr. Rohmatun Naja, mengatakan sebagian besar pasien datang dengan gejala muntah, disertai pusing, dan beberapa di antaranya mengalami diare.

    “Gejala yang dirasakan pasien antara lain muntah, sebagian mengalami diare, serta pusing. Pasien terdiri dari laki-laki dan perempuan,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).

    Menurutnya, pihak puskesmas langsung melakukan penanganan medis terhadap seluruh pasien yang datang, sembari memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka. Hingga saat ini, seluruh pasien masih dalam observasi untuk memastikan tidak terjadi perburukan kondisi.

    Selain penanganan medis, Puskesmas Gondang juga telah mengambil langkah lanjutan dengan menelusuri penyebab dugaan keracunan tersebut. Pihak puskesmas memastikan akan menyampaikan perkembangan hasil pemeriksaan laboratorium setelah keluar, guna mengetahui secara pasti penyebab munculnya gejala keracunan yang dialami para pelajar tersebut.

    Sebelumnya, sebanyak 17 pelajar dari wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang, Sabtu (10/1/2026), setelah diduga mengalami keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pasien datang hampir bersamaan dan langsung mendapatkan penanganan medis. [tin/kun]

  • Tim Damkar Jombang Turun Tangan, Anak Terjepit Teralis Bangku Berhasil Diselamatkan

    Tim Damkar Jombang Turun Tangan, Anak Terjepit Teralis Bangku Berhasil Diselamatkan

    Jombang (beritajatim.com) – Sebuah insiden terjadi di depan RSUD Jombang, yang melibatkan seorang anak yang kakinya terjepit pada besi tralis tempat duduk. Insiden ini memicu respons cepat dari tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Jombang, Sabtu (10/1/2026).

    Menurut laporan yang diterima Pos Damkar Jombang, korban yang masih anak-anak, tidak sengaja memasukkan kakinya ke dalam celah besi tralis pada bangku di depan rumah sakit tersebut.

    “Korban yang masih anak-anak tidak sengaja kakinya masuk dan terjepit di antara besi teralis bangku,” ujar Deni Santoso, petugas Pos Damkar Jombang, saat diwawancarai terkait kejadian tersebut, Sabtu (10/1/2026).

    Mendapati kaki korban terjepit, orang tua korban berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan kaki anaknya, namun upaya tersebut mengalami kesulitan. “Orang tua korban berusaha membantu menarik kaki korban, tapi kesulitan saat dilepas,” lanjut Deni.

    Keadaan ini mendorong orang tua korban untuk segera menghubungi Pos Damkar Jombang untuk meminta bantuan. Pos Damkar Jombang menerima laporan pada pukul 11.27 WIB, dan tak lama kemudian, tim regu piket Pos Damkar Jombang berangkat menuju lokasi kejadian.

    Dalam waktu kurang dari lima menit, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan terhadap korban. Tim damkar bekerja cepat dan profesional, dan pada pukul 11.45 WIB, kaki korban berhasil terlepas dari jepitan besi.

    Kondisi korban saat ini sudah aman dan tidak mengalami cedera lebih lanjut. “Kaki korban berhasil terlepas dari jepitan dan korban dinyatakan aman,” ungkap Deni. [suf]

  • Rumah Warga di Jombang Diteror Ular Kobra, Dua Ekor Tertangkap

    Rumah Warga di Jombang Diteror Ular Kobra, Dua Ekor Tertangkap

    Jombang (beritajatim.com) – Di Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, sebuah kejadian mengejutkan terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2025. Rumah milik Wildan Syaifullah (34) diduga menjadi sarang bagi ular jenis kobra. Dua anakan ular berbisa tersebut berhasil ditangkap saat memasuki salah satu kamar rumah.

    Menurut Wildan, kejadian ini bermula ketika istrinya curiga mendengar suara ‘kresek-kresek’ dari atas plastik yang ada di kamar. “Awalnya dikira kadal saat hanya terlihat ekor, ternyata ular,” kata Wildan.

    Ketika memeriksa lebih lanjut, ia melihat kepala ular tersebut. Saat hendak ditangkap, ular sempat melawan dengan cara mendongakkan kepalanya. Namun, Wildan berhasil melumpuhkan ular pertama dan memasukkannya ke dalam botol plastik.

    Setelah Wildan pergi bekerja, sang istri kembali menemukan ular kedua dengan ukuran yang serupa berusaha masuk ke kamar. Wildan pun segera pulang setelah menerima telepon dari istrinya dan berhasil melumpuhkan ular kedua. “Saya khawatir ada ular lain, maka saya minta bantuan Damkar Mojoagung Jombang,” tambahnya.

    Petugas Damkar Mojoagung yang tiba di lokasi langsung melakukan pencarian menggunakan peralatan lengkap. Mereka menyisir seluruh rumah, terutama di bagian dapur, namun hanya menemukan kulit ular. “Kami sudah menyisir semua ruangan. Ular jenis kobra sangat berbahaya,” ujar Agus Istiawan, anggota pos Damkar Mojoagung, yang turut melakukan pencarian.

    Hingga kini, tim Damkar belum berhasil menemukan indukan ular tersebut, yang diduga masih bersembunyi di area sekitar rumah. [suf]

  • Sepanjang 2025, Pacitan Diguncang 1.135 Gempa, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga

    Sepanjang 2025, Pacitan Diguncang 1.135 Gempa, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga

    Pacitan (beritajatim.com) – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat sebanyak 1.135 kejadian gempa bumi dengan kekuatan kecil hingga besar sepanjang tahun 2025. Data tersebut merupakan hasil monitoring aktivitas kegempaan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dirilis oleh BPBD Pacitan.

    Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, menyampaikan bahwa secara rata-rata terjadi minimal 80 gempa setiap bulan, dengan mayoritas episentrum berada di wilayah laut selatan Pacitan.

    “Berdasarkan data BMKG, sepanjang 2025 tercatat 1.135 kejadian gempa. Hampir setiap bulan ada aktivitas gempa, dan mayoritas berpusat di laut selatan Pacitan,” kata Erwin, Sabtu (10/1/2026).

    Ia menjelaskan, aktivitas kegempaan tertinggi terjadi pada Mei 2025, dengan jumlah kejadian mencapai 134 gempa dalam satu bulan. Meski angka tersebut terbilang tinggi, sebagian besar gempa yang tercatat berkekuatan kecil hingga menengah dan tidak menimbulkan dampak kerusakan signifikan.

    Menurut Erwin, seringnya gempa dengan skala kecil justru dapat berperan sebagai mekanisme alam dalam melepaskan energi secara bertahap.

    “Dengan banyaknya gempa kecil, tekanan energi bisa terlepas secara bertahap sehingga berpotensi mereduksi gempa besar,” jelasnya.

    Kendati demikian, BPBD Pacitan tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Erwin menegaskan, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat Pacitan berada di wilayah rawan bencana, khususnya gempa bumi dan potensi turunan lainnya.

    Ia mengimbau, apabila terjadi gempa dengan kekuatan besar, masyarakat diminta segera menyelamatkan diri ke tempat terbuka dan menjauh dari bangunan atau objek yang berpotensi runtuh.

    Selain itu, BPBD Pacitan terus mendorong penguatan mitigasi berbasis masyarakat melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Program tersebut dinilai penting karena Pacitan termasuk daerah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi dan menjadi perhatian pemerintah provinsi.

    “Kalau melihat kondisi Pacitan yang punya kerentanan tinggi terhadap bencana, kita berharap masyarakat selalu meningkatkan kapasitas dirinya dengan mengikuti perkembangan kondisi terkini. Kedua, jangan lupa menyediakan tas siaga bencana,” tegas Erwin.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi InaRISK milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Aplikasi tersebut dapat diakses secara terbuka untuk mengetahui potensi ancaman bencana di wilayah masing-masing.

    “Semua upaya ini dilakukan untuk meminimalisir dampak ancaman bencana,” pungkasnya. [tri/beq]

  • Fakultas Ketahanan Pangan Unesa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SNBP

    Fakultas Ketahanan Pangan Unesa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SNBP

    Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) resmi membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

    Fakultas yang tergolong baru ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang ketahanan pangan nasional berbasis sains dan teknologi.

    Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, Prof. Nining, mengajak siswa-siswi SMA/SMK/MA/Pesantren yang memiliki prestasi akademik dan nonakademik untuk memanfaatkan peluang tersebut. Ia menegaskan bahwa FKP Unesa siap menjaring talenta terbaik yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pangan Indonesia.

    “FKP siap menerima mahasiswa baru jalur SNBP. Kami ingin menjaring talenta terbaik yang siap berkontribusi pada kemandirian dan keberlanjutan pangan Indonesia,” ujar Prof. Nining, dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

    Perempuan penerima Hoegeng Award sebagai tokoh penggerak ketahanan pangan itu menambahkan, FKP Unesa dirancang untuk menjawab tantangan pangan global dan nasional, mulai dari hulu hingga hilir.

    “FKP Unesa dirancang untuk menjawab permasalahan pangan nasional dan global serta mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” tegasnya.

    Pada tahun akademik ini, Fakultas Ketahanan Pangan Unesa membuka lima program studi sarjana (S-1), yaitu Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Biosains Hewan, Akuakultur, Agribisnis Digital, serta dan Bioteknologi.

    Selain itu, FKP juga tengah menyiapkan pembukaan Program Studi S-1 Kedokteran Hewan, Pendidikan Profesi Dokter Hewan, serta Program Magister (S-2) Manajemen Ketahanan Pangan Berkelanjutan.

    Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKP Unesa, Prof. Isnawati, menegaskan bahwa kurikulum di fakultas tersebut disusun adaptif terhadap kebutuhan industri nasional maupun global.

    “Kurikulum program studi di FKP dirancang adaptif dengan perkembangan industri nasional dan global, dengan menekankan keseimbangan antara teori, praktik, serta penguatan karakter mahasiswa,” jelasnya.

    Dari sisi sumber daya, Wakil Dekan Bidang II FKP Unesa, Dr. Ahmad Ajib Ridlwan, memastikan kesiapan fakultas dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa.

    “FKP Unesa didukung sumber daya yang memadai. Seluruh program studi ditopang oleh dosen lulusan perguruan tinggi terkemuka dalam dan luar negeri serta memiliki sertifikat kompetensi sesuai bidang keahliannya,” ungkapnya.

    Ia juga menambahkan bahwa fasilitas penunjang di Fakultas Ketahanan Pangan Unesa tergolong lengkap dan modern.

    “FKP Unesa memiliki sarana dan prasarana yang memadai, mulai dari laboratorium modern, smart class, ruang kurasi digital, coworking space, hingga Smart Agriculture Techno Park (SATP), serta didukung tenaga kependidikan yang siap melayani,” pungkasnya.

    Tak hanya itu, FKP Unesa juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra industri dan lembaga terkait guna menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan tangguh menghadapi tantangan sektor pangan ke depan.

    Melalui Subdirektorat Admisi, Unesa mengimbau siswa SMA/SMK/MA yang memenuhi kriteria SNBP untuk memanfaatkan kesempatan ini secara optimal dengan melakukan pendaftaran sesuai jadwal nasional SNPMB.

    Sebagai informasi, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merupakan perguruan tinggi negeri berstatus PTN Badan Hukum (PTN-BH) dan berhasil meraih Juara 1 Liga PTNBH. Unesa terus berkomitmen mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dan berdampak untuk mendukung pembangunan nasional serta daya saing global. (ted)

  • 17 Pelajar di Kutorejo Mojokerto Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG

    17 Pelajar di Kutorejo Mojokerto Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG

    Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 17 pelajar asal Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (10/1/2026). Belasan siswa tersebut tiba di fasilitas kesehatan secara hampir bersamaan sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung mendapatkan tindakan medis darurat.

    Kepala UPT Puskesmas Gondang, dr. Rohmatun Naja, mengonfirmasi bahwa seluruh pasien saat ini tengah menjalani perawatan intensif untuk menstabilkan kondisi fisik mereka. “Ya, benar ada dugaan keracunan. Kemungkinan masuk sekitar pukul 09.30 WIB sampai jam 10.00-an tadi,” ungkap dr. Rohmatun.

    Data medis menunjukkan total 17 pasien yang ditangani terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan yang memiliki keterkaitan dengan salah satu yayasan pendidikan di Kutorejo. Pihak puskesmas masih terus melakukan pendataan untuk mengidentifikasi lembaga asal serta jenjang pendidikan para korban secara detail.

    Fokus utama tim medis saat ini adalah memberikan penanganan cepat agar kondisi para pasien tetap stabil dan mereka mendapatkan ruang perawatan yang memadai. “Ini masih kami identifikasi, yang penting saat ini ditangani dulu. Kami fokus penanganan dulu, supaya pasien beres dan nyaman dapat kamar,” jelasnya.

    Situasi di Puskesmas Gondang sempat diwarnai kepanikan karena para pendamping atau ustadzah yang mengantar para siswa masih dalam kondisi syok. “Teman-teman masih melakukan penanganan dan identifikasi karena ustadzahnya juga masih bingung,” tambah dr. Rohmatun mengenai kendala pendataan di lapangan.

    Hingga berita ini diturunkan, dr. Rohmatun belum dapat merinci apakah para korban merupakan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) atau Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seluruh pasien saat ini telah ditempatkan di ruang perawatan khusus guna mendapatkan observasi berkelanjutan dari tim dokter.

    “Ada cowok, cewek. Didampingi ustadzahnya, ustadzahnya bingung jadi tadi kita tangani dulu,” tutur dr. Rohmatun menggambarkan suasana saat kedatangan belasan pelajar tersebut. Identifikasi wilayah memastikan bahwa seluruh korban memang merupakan warga yang berdomisili atau bersekolah di Kecamatan Kutorejo.

    Pihak puskesmas berjanji akan segera merilis data lengkap setelah proses verifikasi identitas dan observasi medis awal dinyatakan tuntas. “Belum tahu ini jenjang pendidikannya SD apa SMP? Masih kami identifikasi, iya benar dari wilayah Kutorejo. Nanti data lengkap akan kami sampaikan setelah proses identifikasi selesai,” tegasnya. [tin/beq]

  • Pemuda 24 Tahun Gugat Penyanyi Denada ke Pengadilan Banyuwangi Kasus Penelantaran Anak

    Pemuda 24 Tahun Gugat Penyanyi Denada ke Pengadilan Banyuwangi Kasus Penelantaran Anak

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabar mengejutkan datang dari penyanyi dangdut asal Banyuwangi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambuhan yang digugat pemuda bernama Ressa Rizky Rossano.

    Pemuda berusia 24 tahun itu mengaku sebagai anak kandung Denada dan merasa ditelantarkan sejak kecil. Saat ini Ressa telah menggugat ke Pengadilan Negeri setempat.

    Kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, menjelaskan, kliennya baru mengetahui bahwa ia merupakan anak kandung Denada setelah lulus sekolah menengah atas (SMA) beberapa tahun silam.

    Sebelumnya, Ressa hanya tahu bahwa ia adalah anak dari bibi Denada yang ada di Banyuwangi. Bersama bibi Denada itulah Ressa hidup dan tinggal selama ini.

    “Dia (Ressa) sering mendengar selentingan bahwa dirinya bukan anak bibinya Denada, melainkan anak Denada. Hal itu baru ia ketahui secara pasti setelah lulus SMA, ketika diberi tahu oleh seseorang yang sangat ia percayai,” kata Firdaus.

    Setelah menerima informasi itu, Ressa telah beberapa kali menanyakan secara langsung dan meminta jawaban kepada Denada. Namun, menurut dia, Denada tak pernah memberi jawaban yang seperti Ressa harapkan.

    “Ketika ia menanyakan langsung kepada Denada, hal tersebut tidak diakui. Denada tetap mengatakan bahwa ia (Ressa) adalah adiknya, bukan anaknya,” jelas Firdaus.

    Diketahui selama ini, Ressa dibesarkan oleh keluarga besar Denada di Banyuwangi.

    Firdaus mengaku, kebutuhan hidup Ressa selama ini dipenuhi oleh keluarga besar Denada, terutama almarhumah Emilia Contessa yang merupakan ibu Denada.

    “Setelah Bu Emilia meninggal dunia, kondisi ekonomi keluarga memburuk dan tidak ada pemasukan sama sekali. Akhirnya, anak tersebut mencoba menuntut Denada,” jelasnya.

    Firdaus menyebut, gugatan tersebut berisi dugaan melakukan perbuatan melawan hukum karena menelantarkan anak kandung.

    Saat ini, pihaknya telah mengantongi beberapa bukti yang menyatakan bahwa Ressa adalah anak kandung Denada. Namun, bukti itu baru akan dibuka dalam pengadilan.

    “Saat ini masih dalam tahap mediasi. Pada masa mediasi, pokok perkara belum bisa dibuka secara detail. Namun secara umum, gugatan tersebut adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Denada sebagai ibu penggugat. Bentuk perbuatan melawan hukumnya adalah tidak menjalankan kewajiban selayaknya seorang ibu,” ucapnya.

    Firdaus menambahkan, dalam gugatan itu, Ressa juga menyampaikan permintaan ganti rugi yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Nominal itu dihitung berdasarkan biaya pendidikan sejak SD hingga SMA dan biaya hidup.

    “Semua biaya tersebut dimintakan kepada Denada untuk diganti dan diajukan kepada majelis hakim,” pungkasnya. (ted)

  • Pelajar Asal Kediri Tewas Kecelakaan di Karangrejo Tulungagung, Polisi Selidiki Mobil Tak Dikenal

    Pelajar Asal Kediri Tewas Kecelakaan di Karangrejo Tulungagung, Polisi Selidiki Mobil Tak Dikenal

    Tulungagung (beritajatim.com) – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jumat (9/1/2026) sore. Seorang pelajar asal Kabupaten Kediri meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya tergelincir dan bertabrakan dengan mobil yang belum diketahui identitasnya.

    Korban diketahui bernama Moch Muhtadi Billah Abidin Putra (16), pelajar asal Dusun Babal, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

    Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M Taufik Nabila, mengatakan peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.05 WIB saat kondisi cuaca hujan. Insiden melibatkan sepeda motor Honda Vario putih bernomor polisi AG 6926 AN dan sebuah kendaraan roda empat yang hingga kini masih dalam penyelidikan.

    Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah selatan ke utara.

    “Sesampainya di TKP, diduga pengendara sepeda motor tidak dapat menguasai laju kendaraannya karena kondisi jalan licin akibat hujan, sehingga kendaraan tergelincir dan korban terjatuh,” ujarnya, Sabtu (10/01/2026).

    Akibat terjatuh, tubuh korban terpental ke jalur kanan atau lajur berlawanan arah. Pada saat bersamaan, melintas sebuah mobil dari arah utara ke selatan, sehingga terjadi benturan. Pengemudi mobil tersebut kemudian meninggalkan lokasi kejadian dan kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

    Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa sepeda motor dan STNK, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Polisi juga menelusuri rekaman CCTV guna mengidentifikasi kendaraan roda empat yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

    AKP Taufik mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di musim hujan yang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

    “Kurangi kecepatan saat jalan basah karena jarak pengereman menjadi lebih panjang dan risiko selip ban meningkat. Pastikan kondisi kendaraan, khususnya ban, dalam keadaan baik serta tetap fokus saat berkendara,” pungkasnya.

  • Cek Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Hari Ini 10 Januari 2025

    Cek Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Hari Ini 10 Januari 2025

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Sabtu, 10 Januari 2026.

    “Cuaca di wilayah Sidoarjo, Sidoarjo, dan Gresik diprediksi hujan ringan hari ini. Untuk suhu, antara 24°C hingga 32°C. Sedangkan kelembabannya antara 69%-95%,” ujar Prakiraan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, Jumat (9/1/2025).

    Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini

    BMKG Juanda menyebut wilayah Kota Surabaya diprediksi hujan ringan hari ini. Termasuk di antaranya Kecamatan Gununganyar, Lakarsantri, Rungkut, Sukolilo, Tandes, Wiyung, Wonocolo, hingga Sukomanunggal. Sedangkan pada malamnya tampak berawan.

    Suhu udara: 24°C – 32°C
    Kelembapan: 75% – 94%
    Kecepatan angin: 12,9 Km/jam dari arah Barat.

    Prakiraan Cuaca Sidoarjo Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, hujan ringan hampor terjadi di semua wilayah Sidoarjo hari ini. Terlebih pada siang harinya. Termasuk di antaranya Kecamatan
    Taman, Tulangan, Gedangan, Balongbendo, Buduran, Prambon, Tanggulangin, Tarik, dan Waru. Adapun Jabon diprediksi hujan petir pada malam harinya.

    Suhu udara: 24°C – 31°C
    Kelembapan: 69%-95%
    Kecepatan angin: 17,2 km/jam dari arah Barat.

    Prakiraan Cuaca Gresik Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, beberapa wilayah Gresik diprediksi turun hujan ringan hari ini. Termasuk Kecamatan Dukun, Bungah, Sidayu, Ujungpangkah, Balongpanggang, Gresik, Menganti, Menganti, Panceng, dan Wringinanom.

    Suhu udara: 25°C – 30°C
    Kelembapan: 81% – 92%
    Kecepatan angin: 32,1 km/jam dari arah Barat.

    Masyarakat disarankan untuk membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipatif. Mengingat cuaca di wilayah tropis seperti Jawa Timur dapat berubah dalam waktu singkat, penting bagi warga untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG atau layanan cuaca daring lainnya.

    Dengan memahami prakiraan cuaca secara detail, masyarakat di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dapat menjalani aktivitas hari inidengan lebih aman dan nyaman, termasuk saat memulai aktivitas tempat. [fyi/beq]

  • Prakiraan Cuaca Hari Ini: Malang Raya Waspada Hujan Petir Serentak Siang hingga Sore

    Prakiraan Cuaca Hari Ini: Malang Raya Waspada Hujan Petir Serentak Siang hingga Sore

    Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Malang Raya pada akhir pekan ini, Sabtu, 10 Januari 2026.

    Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem berupa hujan petir diprediksi terjadi merata di wilayah kota maupun kabupaten.

    BMKG Juanda melaporkan bahwa Kota Malang (meliputi Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun) pada pagi hari cuaca didominasi berawan hingga cerah berawan. Namun, perubahan cuaca signifikan terjadi saat tengah hari.

    “Memasuki pukul 12.00 WIB, hujan ringan mulai turun. Kemudian pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, cuaca di seluruh kecamatan Kota Malang berpotensi hujan petir,” dikutip dari data visual laman resmi BMKG Juanda.

    Sore hari pukul 16.00 WIB, intensitas hujan menurun menjadi hujan ringan. Malam hari cuaca di Kota Malang diperkirakan mereda menjadi berawan tebal.

    Sementara itu, wilayah Kabupaten Malang pada Sabtu (10/1/2026) pagi hari umumnya berawan. Hujan ringan hanya terjadi di beberapa titik lokal pada pukul 10.00 WIB. Namun, peringatan dini berlaku untuk siang hari.

    Mulai pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB, hujan dengan intensitas lebat disertai petir diperkirakan terjadi secara serentak di hampir seluruh wilayah kabupaten.

    “Cuaca hujan petir diprakirakan terjadi meluas meliputi wilayah utara hingga selatan,” catat data BMKG.

    Wilayah yang berpotensi hujan petir tersebut mencakup Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Jabung, Kalipare, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Singosari, Sumbermanjing Wetan, Sumberpucung, Tajinan, Tirtoyudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, hingga Wonosari.

    Malam hari, hujan di sebagian besar wilayah kabupaten diprakirakan mereda dan berganti menjadi cuaca berawan.

    Kondisi serupa terjadi di Kota Batu. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, pagi hari diperkirakan cuaca berawan. Mulai pukul 12.00 WIB, hujan ringan diprediksi turun.

    “Potensi hujan petir terjadi antara pukul 13.00 hingga 15.00 WIB di seluruh kecamatan yakni Batu, Bumiaji, dan Junrejo,” tulis laporan tersebut.

    Sore hari hujan mereda menjadi ringan. Kemudian pada malam hari mulai pukul 18.00 WIB, Kota Batu diprediksi berkabut (udara kabur). Dini hari Minggu, 11 Januari 2026, cuaca di seluruh Malang Raya kembali kondusif dan berawan. (dan/ted)